Está en la página 1de 38

ANCAMAN TERHADAP INTEGRASI Kelompok 1:

M Ellif Athallah PNR


NASIONAL DALAM BINGKAI “BHINEKA Anugerah Ramadhani R
Sahrul Setiawan
TUNGGAL IKA” Taufik Sepdi A.
OPM

Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah


sebuah gerakan nasionalis atau organisasi yang
didirikan tahun 1965 yang bertujuan untuk
mewujudkan kemerdekaan Papua bagian barat
dari Pemerintahan Indonesia.
FAKTOR OPM

Pertama, gagalnya otonomi khusus terutama


pembangunan di bidang kesejahteraan ekonomi,
kesehatan dan pendidikan.
Konflik disebabkan oleh adanya diskriminasi dan
marjinalisasi terhadap masyarakat asli Papua.
LANJUTAN FAKTOR OPM

Adanya perasaan traumatis dari sebagian warga


Papua sebagai akibat tindakan represif aparat
masa lalu, yang dikategorikan sebagai
pelanggaran HAM, namun tidak diusut secara
tuntas.
Masih terdapatnya perbedaan persepsi tentang
terintegrasinya Papua ke dalam wilayah NKRI
melalui Pepera 1969.
SOLUSI MENGATASI OPM

Tawaran dialog, pendekatan budaya,membangun


infrastruktur dan ekonomi.
BOM BALI

Rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang


terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober
2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's
Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta,
Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat
Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun
jaraknya cukup berjauhan.
LANJUTAN BOM BALI

Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-


luka atau cedera, kebanyakan korban
merupakan wisatawan asing yang sedang
berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat
wisata tersebut.
FAKTOR BOM BALI

Teroris yang terjadi di Bali adalah akibat


kepentingan dakwah yang terganggu.
Sebenarnya, bagi seorang muslim wajib untuk
berdakwah menyerukan kebenaran.
Dalam kontek bom Bali hal itu bisa terjadi tak
bisa dilepaskan dari hegemoni global Amerika
yang selalu menyudutkan gerakan Islam. Ada
kebencian akibat ulah Negara adidaya yang
semena-mena terhadap umat Islam.
LANJUTAN FAKTOR BOM BALI

Maka, diambillah jalan membom Bali karena


disitulah berkumpul banyak bule dari luar.
Memang ada yang menyalahkan, akan tetapi
jika disimak dari sisi lain ternyata ada muatan
pesan disitu. Teror yang terjadi bisa juga dilihat
sebagai ekspresi kemarahan yang lama
terpendam.
SOLUSI BOM BALI

Para pelaku pemboman divonis hukuman


mati.
BALINURAGA

Peristiwa kerusuhan antara Suku Lampung dan


Suku Bali pada tanggal 27 Oktober 2012, di
Desa Balinuraga. Kec. Way Panji, Kab. Lampung
Selatan, Provinsi Lampung. Peristiwa ini
menyebabkan korban 3 orang tewas, 1 orang
sekarat dan 8 rumah terbakar.
FAKTOR BALINURAGA

Saat 2 gadis remaja dari Desa Agom, Nu, 19,


dan Em, 18, yang melintas di Desa Balinuraga,
jatuh dari motor. Kedua gadis ini bukannya
mendapatkan pertolongan dari para pemuda
yang nongkrong di desa itu malah dilecehkan
dengan cara dicolek-colek tubuhnya.
LANJUTAN FAKTOR BALINURAGA

Tidak terima diperlakukan tak senonoh membuat


kedua gadis ini melapor kepada kedua
orangtuanya. Kemudian ratusan warga
Agommenyerang DesaBalinuraga.
Ternyata pada saat diserang, warga Desa
Balinuraga sudah siap dengan sejumlah tombak
yang langsung dihujamkan ke arah penyerangnya
SOLUSI BALINURAGA

Pimpinan adat masyarakat Lampung dan raja


Bali menggelar pertemuan guna mencegah
terulangnya kerusuhan antara Desa Balinuraga
dan Desa Agom, Lampung Selatan.
Pertemuan yang berlangung selama dua jam ini
juga dihadiri tokoh-tokoh Lampung dan Bali dari
Lampung Selatan dan kabupaten/kota yang lain.
LANJUTAN SOLUSI BALINURAGA

Pertemuan yang dijaga polisi ini menghasilkan


maklumat yang ditandatangani Raja Bali I Gusti
Ngurah Arya dan Ketua Majelis Penyimbang
Adat Lampung (MPAL) Kadarsyah Irsya. Tokoh
bali dan Lampung pun ikut tanda tangan.
INTEL SOVIET

Jaringan intelijen Uni Soviet pernah beraksi di


Jakarta pada 1982. Seorang perwira tinggi TNI
Letkol Soesdarjanto membocorkan dokumen
data-data kelautan Indonesia kepada Alexandre
Finenko, intel yang mengepalai kantor cabang
maskapai Aeroflot di Jakarta.
PENYEBAB INTEL SOVIET

Soviet ingin melihat seberapa kuat


penetrasi militer Amerika Serikat pada
Militer Indonesia.
SOLUSI INTEL SOVIET
Lantaran memiliki kekebalan diplomatik, Egorov
tidak bisa diadili di Indonesia. Dia kemudian
dibawa ke Kedutaan Rusia dengan surat
pengusiran, persona non grata, dari Pemerintah
Indonesia.
Pada 6 Februari 1982, Egorov dan Finenko
berencana akan pulang ke Rusia pada pagi hari
tanggal 6 Februari 1980. Egorov sudah siap
dengan tiket di tangan sementara Finenko masih
berada di depan konter tiket.
LANJUTAN SOLUSI INTEL SOVIET
Nah, saat itulah petugas Bakin menangkap
Finenko. Sempat terjadi insiden karena Finenko
dikawal protokol dari Kedutaan Soviet, namun
berhasil ditangkap.
Statusnya yang non diplomat dan berdasarkan
barang bukti penyadapan di rumah Susdaryanto,
memungkinkan Pengadilan RI menjatuhkan
hukuman mati kepadanya.
LANJUTAN SOLUSI INTEL SOVIET

Meski tak memiliki kekebalan diplomatik, Finenko


urung diadili di Indonesia karena pengaruh
tekanan diplomatik yang kuat. Finenko kemudian
dilepas. Perusahaan perwakilan maskapai
Aeroflot di Indonesia ditutup.
DI/TII DI ACEH

Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai pada


tanggal 20 September 1953. Dimulai dengan
pernyataan Proklamasi berdirinya Negara Islam
Indonesia oleh Daud Beureueh, proklamasi itu
menyatakan diri bahwa Aceh sebagai bagian
dari Negara Islam Indonesia (NII) dibawah
kepemimpinan Imam Besar NII Sekarmadji
Maridjan Kartosoewirjo.
LANJUTAN DI/TII DI ACEH

Daud Beureueh adalah seorang pemimpin sipil,


agama, dan militer di Aceh pada masa perang
mempertahankan kemerdekaan Indonesia ketika
agresi militer pertama Belanda pada
pertengahan tahun 1947.
LANJUTAN DI/TII DI ACEH
Sebagai "Gubernur Militer Daerah Istimewa
Aceh" ia berkuasa penuh atas pertahanan
daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat
pemerintahan baik sipil maupun militer.
Peranannya sebagai seorang tokoh ulama
membuat Daud Beureuh tidak sulit memperoleh
pengikut
FAKTOR DI/TII

Alasan pertama yang menjadi latar dari gerakan


DI/TII Aceh adalah kekecewaan para tokoh
pimpinan masyarakat di Aceh atas dileburnya
provinsi Aceh ke dalam provinsi Sumatera
Utara yang beribukota di Medan. Peleburan
provinsi itu seakan mengabaikan jasa baik
masyarakat Aceh ketika perjuangan
mempertahankan kedaulatan Negara Republik
Indonesia dimasa revolusi fisik kemerdekaan
Indonesia (1945-1950).
SOLUSI DI/TII

Upaya pemerintah mengatasi dii/tii aceh dengan


cara operasi militer untuk memulihkan keamanan
dan memeberikan penerangan untuk
mengilangkan salah paham yang dilakukan
secara berangsur-angsur oleh kodam iskandar
muda dan muh. Jasin pada desember '62 melalui
musyawarah kerukunan rakyat aceh.
SUNNI-SYIAH MADURA

Pada 4 April 2011, IJABI (Ikatan Jama‘ah Ahlul


Bait Indonesia) Sampang, pimpinan ustadh Tajul
Muluk yang berpusat di Dusun Nangkrenang
Desa Karang Gayam Kecamatan Omben
Sampang akan mengadakan acara Maulid Nabi.
LANJUTAN SUNNI-SYIAH
MADURA
Acara ini sejak awal mendapatkan resistensi yang
sangat keras dari masyarakat sekitar. Sejak
sebelum hari H, masyarakat sekitar yang
mengidentifikasi diri sebagai Sunni melakukan
berbagai upaya untuk menggagalkannya.
FAKTOR SUNNI SYIAH MADURA

Penyebab terjadinya konflik ini adalah bahwa


pihak Sunni merasa ustadh Tajul Muluk telah
melanggar kesepakatan yang telah dibuatnya
bersama dengan NU dan MUI Sampang tahun
2008. Maksud dari dengan melanggar
kesekapatan tahun 2008 ini sesungguhnya
adalah peristiwa tekanan Kyai Ali Karar dan
kawan-kawannya kepada ustadh Tajul Muluk
sebagai pimpinan Syi‘ah untuk menghentikan
aktivitasnya
SOLUSI SUNNI SYIAH MADURA

Masalah diselesaikan oleh MUI Madura dengan


melakukan mediasi antara dua kelompok
tersebut.
TRI SAKTI

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan,


pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap
mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut
Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini
menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti
di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.
LANJUTAN TRI SAKTI

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana


(1978-1998), Heri Hertanto (1977 - 1998),
Hafidin Royan (1976 - 1998), dan Hendriawan
Sie (1975 - 1998). Mereka tewas tertembak di
dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-
tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan
dada.
PENYEBAB TRI SAKTI

Tragedi Trisakti disebabkan oleh aksi


penembakan oleh pihak militer akibat
demonstrasi besar-besaran yang berujung pada
tindak anarkis melawan pihak militer yang
mewakili pemerintah.
LANJUTAN PENYEBAB TRI SAKTI

Para mahasiswa dan demonstran memprotes


Orde Baru dan Soeharto nya yang kental dengan
KKN dalam pemerintahannya yang berakibat
pada ketidakmampuan dalam mengatasi krisis
ekonomi yang berkepanjangan dan masa
pemerintahan Soeharto yang sudah terlalu lama
yang juga penuh dengan berbagai
penyimpangan sejarah.
SOLUSI TRISAKTI

Mencari otak pelakunya dan melakukan


pengusutan lebih tuntas.
KASUS AMBALAT

Perebutan wilayah Pulau Ambalat antara


Malaysia dan Indonesia, yang terjadi pada
tanggal 21 Februari 2006.
FAKTOR KASUS AMBALAT

Pada 21 Februari 2005 misalnya, 17 warga


Indonesia ditangkap kapal perang Malaysia, KD
Sri Malaka, di Karang Unarang yang dianggap
masih bagian dari Ambalat. Angkatan Laut
Malaysia kemudian mengejar nelayan Indonesia
hingga keluar Ambalat.
LANJUTAN FAKTOR KASUS
AMBALAT
Selanjutnya pada 8 April 2005, kapal perang RI,
KRI Tedong Naga, menyerempet Kapal Diraja
Rencong milik Malaysia sampai tiga kali, namun
tak sampai terjadi hantam meriam antarkedua
kapal.
SOLUSI KASUS AMBALAT

Belum memiliki solusi dari pemerintah.