Está en la página 1de 25

KONSEP KEKERASAN

BERBASIS GENDER

Irma Permata Sari/1806256263


Neny Utami/1806170681
Konsep Umum
Kekerasan Berbasis Gender
• Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan
(Convention on the Elimination for All Form of Discrimination Against Women)
melalui UU Nomor 7 tahun 1984 yang menyatakan: “Kekerasan berbasis
gender adalah suatu bentuk diskriminasi yang merupakan hambatan serius
bagi kemampuan perempuan untuk menikmati hak-hak dan kebebasannya
atas dasar persamaan hak dengan laki-laki.
• Kekerasan Berbasis Gender adalah istilah yang digunakan untuk mempertegas
definisi dari Kekerasan terhadap perempuan , seperti yang tercantum dalam
Resolusi PBB no 48 /104 , 20 Desember 1993 tentang Deklarasi Penghapusan
Kekerasan terhadap Perempuan.
• Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindak kekerasan berbasis
gender yang menghasilkan atau mengakibatkan kerugian fisik, seksual atau
psikologis/penderitaan bagi wanita, termasuk ancaman dari tindakan, paksaan
atau perampasan kebebasan yang sewenang-wenang, baik terjadi dalam
kehidupan publik maupun pribadi (Resolusi PBB no 48 /104 pasal 1)
Insiden Kekerasan Terhadap Perempuan di
Dunia

WHO menyatakan 1 dari 3 (35%) perempuan d dunia


mengalami kekerasan, baik fisik atapun seksual dari
pasangan/bukan dari pasangan

Masalah kesehatan masyarakat yang utama dan


pelanggaran hak asasi perempuan kekerasan pada
pasangan dan kekerasan seksual. 38% perempuan
meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh suami.

Prevalensi kekerasan terhadap pasangan; 23.2% in


WHO, 2017 negara berpendapatan tinggi, 24.6% di daerahPasifik
barat, 37% di daerah Timur Mediterania dan 37.7% di
daerah selatan-timur Asia.
Insiden Kekerasan Terhadap Perempuan di
Indonesia
BPS dan United National Populasi mengatakan jumlah penduduk
Indonesia tahun 2018 mencapai 265 juta, sebanyak 131,88 juta
berjenis kelamin perempuan. Didominasi usia produktif (15-46
tahun).

Terjadi peningkatan jumlah korban kekerasan perempuan dari


tahun ke tahun. Tahun 2016 sebanyak 259,150 dan meningkat di
tahun 2017 sebanyak 348,446.

Berdasarkan P2TP2A dilaporkan dari januari-november 2018


tercatat ada 1.672 kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Bentuk kekerasan perempuan tertinggi adalah pada kekerasan


fisik sebanyak 41% dan yang kedua diduduki oleh kekerasan
seksual 31% (Komnas Perempuan, 2018)
Bentuk-bentuk Kekerasan Berbasis Gender

Seksual

Emosional
& Fisik
Psikologis

Sosial Praktek
Tradisional yang
Ekonomi membahayakan IPPF, 2009
Kekerasan Seksual
Pelecehan
Seksual
(Verbal/Fisik)
Perkosaan
Penyiksaan (Pemaksaan
Seksual hubungan
seks)

Perdagangan Perkosaan
perempuan dalam
untuk sex Jenis perkawinan
Kekerasan
Seksual

Pemaksaan Perbudakan
Aborsi seksual

Pemaksaan Sunat
Sterilisasi Perempuan Komnas Perempuan,
PKBI DIY
• Data Komnas Perempuan menyebut jumlah kekerasan seksual
terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama
tahun 2017 berjumlah 335.062 kasus. Jumlah kekerasan naik
drastis dari tahun sebelumnya yang berjumlah 259.150 kasus.
Kasus kekerasan terhadap perempuan makin banyak. Komnas
menangani sekitar 100 kasus per bulan selama 2018
(nasional.tempo.co)
• Sebelumnya pelaporan kasus-kasus kekerasan diterima secara
manual oleh tenaga relawan yang terbatas. Mulai tahun 2018,
Komnas Perempuan merilis teknologi terbaru “cloud contact
center” untuk menerima aduan korban secara lebih responsif
yang menjamin kenyamanan korban.
• “cloud contact center” merupakan hotline pengaduan yang
terekam, yang mana relawan dapat membuka rekaman dari
korban dan langsung dapat menghubungi korbannya.
• Ini keefektivan cloud contact center belum nemu
Kekerasan Fisik
Menampar

Memukul

Memutar Lengan

Mencekik

Membakar

Menendang

Ancaman senjata atau benda

Pembunuhan
Kemenpppa, 2017
Kekerasan Ekonomi
• Penelantaran Ekonomi : Perbuatan seseorang yang menurut hukum
atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan
kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut
mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi
dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar
rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut
(UU no 23 tahun 2004 pasal 9)
• Beberapa bentuk kekerasan ekonomi adalah:
1. Memaksa korban bekerja
2. Melarang korban bekerja namun tidak memenuhi hak nya dan
menelantarkannya
3. Mengambil tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan
korban, merampas dan atau memanipulasi harta benda korban.
Kekerasan Sosial

• Sepanjang 2017, Komnas Perempuan juga mencatat adanya


65 kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya.
• Kejahatan cyber dengan korban perempuan seringkali
berhubungan dengan tubuh perempuan yang dijadikan objek
pornografi. Contohnya penyebaran foto atau video di media
sosial atau situs ponografi, pengiriman teks berkonten kata-
kata seks atau foto alat kelamin pelaku yang bertujuan untuk
menyakiti, menakuti, mengancam, dan mengganggu korban.
Komnas Perempuan
Kekerasan Emosional & Psikologi
• Menurut Pasal 7 UU No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan
Kekerasan dalam Rumah Tangga, kekerasan psikologis adalah
perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa
percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa
tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada
seseorang.
• Bentuk kekerasa psikologis antara lain; penghinaan, komentar-
komentar yang menyakitkan atau merendahkan diri (body
shaming), mengurung seseorang dari dunia luar, mengancam
atau menakut-nakuti.
Upaya Pemerintah Indonesia Menangani
Kekerasan Berbasis Gender
• MoU Komnas Perempuan dan LPSK terkait Perlindungan Saksi dan
Korban untuk Kasus-kasus Kekerasan terhadap Perempuan
• Kesepakatan Bersama 13 Kementerian/ Lembaga untuk
“Penyelenggaraan Penanganan Terpadu Kasus Kekerasan Terhadap
Perempuan”
• Program MAMPU dari Komnas Perempuan
• World Population Foundation (WPF) Indonesia : Program Woman
Crisis Center, Konseling bagi korban dan pelaku kekerasan, Program
menCare+
• Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Pedoman Mengadili Perkara Perempuan yang Berhadapan dengan
Hukum
Hambatan dalam Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Perempuan Berbasis Gender
• Kekerasan terhadap perempuan semakin beragam dan lintas ruang, sementara
sistem pencegahan dan penanganan bergerak lamban
• Lambatnya perkembangan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
• Kekerasan terhadap perempuan berbasis cyber adalah kekerasan yang muncul
ke permukaan dengan massif namun minim pelaporan dan penanganan.
Padahal kejahatan terhadap perempuan ini bisa berdampak panjang, dimana
viktimisasi pada korban potensial seumur hidup dan pelaku punya ruang lebih
luas untuk impun karena belum mumpuninya hukum untuk mencegah dan
menanganinya (Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan)
• Hambatan dari perspektif perempuan yang menjadi korban kekerasan yang
tidak percaya akan proses hukum mampu menyelesaikan permasalahan
kekerasan berbasis gender yang dialaminya, hal ini berdasarkan pada sikap
aparat penegak hukum dalam penanganan kasus. Aparat penegak hukum
kerap mengabaikan hak-hak perempuan korban kekerasan dan tidak
memandang serius kekerasan terhadap perempuan (Indonesian Center for
Environmental Law/ICEL)
IDENTIFIKASI KEKERASAN TERHADAP
PEREMPUAN
Peran perawat dalam mencegah terjadinya
kekerasan terhadap perempuan melibatkan tim
kesehatan lainnya dan tokoh masayarakat.
Pencegahan ini terdiri dari pencegahan primer,
pencegahan sekunder dan pencegahan tersier.
Pencegahan Primer
• Pemberdayaan Perempuan agar para
perempuan dapat meningkatkan harga diri,
memfasilitasi atau menjadi sahabat
perempuan dalam mengeskpresikan
perasaaan dan mendidik perempuan dapat
menyelesaikan masalah.
• Tokoh masyarakat dengan menyediakan
lingkungan sosial dan menghargai perempuan
Pencegahan Sekunder
• Mampu melakukan identifikasi dini terjadinya
kekerasan dengan mengkaji dan
mengidentifikasi keluarga yang beresiko
mengalami kekerasan terhadap perempuan.
• Instrumen / tool untuk mengidentifikasi
seorang perempuan dan keluarga beresiko
mengalami kasus kekerasan.
Contoh Instrument/tool
• Intimate Partner Violence and Sexual Violence
Victimization Assessment Instruments
Humiliation, Afraid, Rape, Kick (HARK);
Hurt, Insult, Threaten, Scream (HITS)
Extended–Hurt, Insult, Threaten, Scream
(E-HITS);
Woman Abuse Screening Tool (WAST).
HARK
• Humiliation (Penghinaan)
Dalam setahun terakhir, apakah Anda pernah dipermalukan
atau dilecehkan secara emosional oleh pasangan atau mantan
pasangan Anda?
• Afraid (Ketakutan)
Dalam setahun terakhir, apakah Anda takut pada pasangan atau
mantan pasangan?
• Rape (pemerkosaan)
Dalam setahun terakhir apakah Anda telah diperkosa atau dipaksa
melakukan aktivitas seksual apa pun oleh pasangan atau mantan
pasangan Anda?
• Kick (menendang)
Dalam setahun terakhir, apakah Anda pernah ditendang, dipukul,
atau dilukai secara fisik oleh pasangan atau mantan pasangan Anda
HITS
(bila skor lebih dari 10 maka
dinyatakan positif)
Seberapa sering pasangan Tidak Jarang Kadang- sering selalu
melakukannya? pernah kadang

1 2 3 4 5

1. Menyakiti secara fisik

2. Menghina atau merendahkan


anda

3. Mengancam /membahayakan
anda

4. Membentak dan berkata kasar


pada anda
WATS
1 Bagaimana hubungan anda dengan Banyak tekanan Sedikit tekanan Tidak ada
pasangan tekanan

2 Bagaimana anda menyelesaikan Sangat sulit Beberapa kesulitan Tidak ada


pertengkaran kesulitan

3 Apakah pertengkaran membuat anda sering Kadang=kadang Tidak pernah


sedih

4 Apakah dalam pertengkaran sampai sering Kadang=kadang Tidak pernah


memukul, menendang, atau
mendorong

5 Apakah Anda pernah merasa takut sering Kadang=kadang Tidak pernah


dengan apa yang dikatakan atau
dilakukan pasangan Anda
6 Apakah pasangan Anda pernah sering Kadang=kadang Tidak pernah
melecehkan Anda secara fisik
7 Apakah pasangan Anda pernah sering Kadang=kadang Tidak pernah
melecehkan Anda secara emosional
8 Apakah pasangan Anda pernah sering Kadang=kadang Tidak pernah
melecehkan Anda secara seksual
Pencegahan Tersier
• Pelatihan tentang pemberdayaan perempuan
dalam keluarga sebagai wujud peningkatan
stabilitas sistem keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Afiyanti, Yati., Pratiwi, Anggi. (2016). Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Perempuan. Jakarta : Rajawali
Pers
BPS. (2017). Statistical yearbook of Indonesian 2017, 708.
KOMNAS. (1998). Kerentanan kekerasan berbasis gender dan pada pekerja migran Indonesia.
KOMNAS. (2018). Catatan tahunan (CATAHU) komnas perempuan tahun 2018, 1–5.
RI. (1984). UU nomor 7 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi mengenai penghapusan segala bentuk
diskriminasi terhadap wanita.
RI. (2004). UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, (1).
Sherin, K. M., Sinacore, J. M., Li, X., & Zitter, R. E. (n.d.). (2018). " HITS " A domestic violence screening tool for
use in the community HITS Tool for Intimate Partner Violence Screening : Please read each of the
following activities and fill in circle that best indicates the frequency with which you partner acts in the
way depicted . HITS is copyrighted in 2003 by Kevin Sherin MD , MPH ; For permission to use HITS , Email
kevin_sherin@doh.state.fl.us ; * HITS is used globally in multiple languages 2006 HITS : A Short Domestic
Violence Screening Tool for Use in a Family Practice Setting, 5–7.
USPTF. (2018). Clinical Summary : Screening for Intimate Partner Violence , Elder Abuse , and Abuse of
Vulnerable Adults.
World Population Foundation (WPF) Indonesia. 2019. Kekerasan berbasis gender.
https://www.rutgers.id/fokus- kami/kekerasan-berbasis-gender
WHO. 2017. Violence against women. https://www.who.int/news-room/fact-
sheets/detail/violence-against-women