Está en la página 1de 19

Ancaman Terhadap Keutuhan

NKRI
Disusun oleh kelompok3
Anggota:
 Dea Wulandari
 Luthfi Aditya
 M. Adiel A
 Nabila Vinessa
 Nadhifa Naufalia
 Rian Patria Rachmat
 Ririn Nur Fajrin
 Risa Rahmadani
 Syiffa Putri M
 Virgin Zalfa Salsabila
Latar Belakang
Sejak lama bangsa Indonesia menjadi incaran banyak negara
karena potensi dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam
yang banyak. Terbukti setelah perjuangan bangsa tercapai dengan
terbenuknya NKRI, ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul dari
yang bersifat kegiatan fisik sampai logis.
Ancaman disintegrasi bangsa di beberapa bagian wilayah sudah
berkembang sedemikian kuat. Oleh sebab itu, pengaruh lingkungan
global dan regional mampu menggeser dan merbah tata nilai dan tata
laku sosial budayamasyarakat Indonesia yang pada akhirnya dapat
membawa pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk
pertahanan keamamanan.
Pengertian Ancaman
Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari
dalam negeri maupun luar negeri yang diniliai membahayakan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan
segenap bangsa. Ancaman tersebut dapat berbentuk militer
ataupun nonmiliter.
Ancaman dari Dalam Negeri
Potensi konflik antargolongan/kelompok baik
perbedaan pendapat dalam masalah politik, maupun
akibat maalah SARA.
Makar atau penggulingan pemerintah yang sah
dan konstitusional.
Disintegrasi bangsa, melalui gerakan-gerakan
separatis berdasarkan sentmen kesukuan atau
pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadp
kebijakan pemerintah pusat.
Ancaman dari Luar Negeri
Lebih berbentuk upaya menghancurkan moral
dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda,
peredaran narkoba, film-film porno atau berbagai
kegiatan kebudayaan asing yang mempengaruhi bangsa
Indonesia, terutama generasi muda, dan merusak
budaya bangsa.
Ancaman dari Luar Negeri

terhadap
ideologi

Ancaman
sosial terhadap
budaya non politik
militer

terhadap
ekonomi
Ancaman terhadap ekonomi
Ancaman terhadap ekonomi dalam era perdagangan bebas
perlu diperhatikan karena dengan kebebasan ini, banyak produk
luar yang masuk ke indonesia, menjamurnya restoran, investasi
asing, perusahaan asing dapat menjadi ancaman ekonomi
nasional.
Ancaman terhadap sosial budaya
• Ancaman terhadap sosial budaya dilakukan dengan
menghancurkan moral dan budaya bangsa melalui
disinformasi, propaganda, peredaran narkoba, film-film porno,
atau berbagai kegiatan kebudayaan asing yang dapat
mempengaruhi bangsa indonesia, terutama generasi muda.
Ancaman terhadap politik
Ancaman terhadap politik ditunjukkan dengan ikut
campurnya negara lain dalam urusan dalam negeri indonesia
seperti dalam hak asasi manusia, hukum, pemilihan umum dan
sebagainya.
Ancaman terhadap ideologi
Ancam terhadap ideologi merupakan ancaman terhadap
dasar negara dan ideologi Pancasila. Masuknya ideologi lain
seperti liberalisme dan komunisme.
Ancaman Non Militer
Ancaman yang bersifat abstrak dan tidak
menggunakan kekuatan bersenjata. Ancaman ini
berdimensi pada ideologi, politik, eonomi, social
budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum.
Ancaman Militer
Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata
yang dinilai mempunyai kemampuan yang
membahayakan segenap bangsa.
Contoh Ancaman Terhadap NKRI
Ancaman terhadap NKRI berupa gerakan-gerakan sparatis seperti yang dilakukan oleh :
 APRA di Jawa Barat pada permulaan tahun 1950.
 Andi Aziz di Sulawesi Selatan pada permulaan tahun 1950.
 RMs di Maluku pada tahun 1950-an.
 PRRI/PERMESTA di Smatera dan Sulawesi pada tahun 1958 permulaan tahun
1960-an.
 OPM di Irian Jaya (Papua) pada tahun 1960-an yang sisa-sisanya masih ada sampai
sekarang.
Ancaman terhadap Ideologi Pancasila seperti yang dilakukan oleh:
 Pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948.
 DI-TII di Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Aceh pada tahun
1947 s/d than 1962 yang pengikut-pengikutnya masih berkeliaran sampai sekarang.
Pentingnya Integrasi Nasional
Integrasi nasional dapat diartikan penyatuan bagian-
bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu
keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat-
masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
Faktor-faktor pendorong integrasi
nasional sebagai berikut:
1. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana
dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
2. Rasa cinta tanah air dikalangan bangsa Indonesia, sebagaimana
dibuktikan perjuangan merebut, menegakan, dan mengisi
kemerdekaan.
Faktor-faktor penghambat integrasi
nasional sebagai berikut:
1. Mayarakat Indonesia yang heterogen
kesukubangsaan dengan masing-masing
kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama
yang dianut ras dan sebagainya
2. Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas
ribuan kepulauan yang dikelilingi lautan luas.
Hubungan Integrasi dengan Ancaman
Konflik-konflik sering terjadi ditingkatan elit. Masyarakat
yang seharusnya diposisikan sebagai subjek, tetapi saat ini justru
lebih banyak di jadikan objek dan tumbal untuk kepentingan
pragmatis elite.
Mungkin sekilas nampak biasa saja, namun apabila hal ini
berlarut-larut terus terjadi, bukan tidak mungkin disintegrasi yang
selama ini di khawatirkan akan terjadi
Cara Penanggulangan
a) Menanamkan nilai-nilai pancasila.
b) Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya indakan
KKn.
c) Meningkatnya ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-
usaha pemecah belahan dari ancaman luar.
d) Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan.
e) Menumpas setiap gerakan separatis ecara tegas dan tidak
kenal kompromi.
f) Membentuk satuan suka rela yang terdiri dari unsur
masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.