Está en la página 1de 26

KONSEP AGAMA YANG

BERKAITAN DENGAN ILMU


PENGETAHUAN, TEKNOLOGI
DAN SENI
Hilmi Indah Harun Pratiwi (P17125018017)
Lina Wahyu Trisnaningbudi (P17125018022)
Siti Munzia (P17125018036)
 Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan

panca indra, intuisi dan firasat sedangkan, ilmu adalah pengetahuan yang sudah

di klasifikasi, di organisasi, di sistematisasi dan di interpretasi sehingga

menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji

ulang secara ilmiah.

 Teknologi diartikan sebagai kemampuan teknik yang berlandaskan

pengetahuan ilmu eksakta dan berdasarkan proses teknis.


 Seni merupakan ekspresi keindahan dan keindahan menjadi

salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat

raya ini. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak

manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala

keserasian dan keindahannya.


Aspek- Aspek Agama Hindu dalam kaitannya dengan
Kemajuan Teknologi

Tujuan agama Hindu adalah Moksa dan Jagat Hita yaitu kesejahteraan sekala
niskala, maka dalam mengejar kesejahteraan sekala niskala ini, mau tidak mau kita
dihadapkan pada teknologi karena mengikuti perkembangan dari zaman
globalisasi ini. Agama Hindu akan menerima perkembangan teknologi secara
selektif, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai- nilai agama Hindu.

Dalam agama hindu teknologi itu hanya sebagai sarana penopang/ penunjang
untuk mencapai hakekat daripada tujuan hidup beragama di dalam pelaksanaan
upacara/ upakara agama. Di dalam kehidupan sebagai manusia beragama,
teknologi berpengaruh di dalam mencapai kesejahteraan hidup dan kehidupan.
Aspek- Aspek Agama Hindu dalam kaitannya dengan
Kemajuan Teknologi

Ajaran dari agama hindu yang digunakani sebagai tolok ukur dalam menerima/
menolak Perkembangan teknologi itu, yaitu:
1. Konsep tri semaya yakni persepsi orang Bali terhadap waktu. Menurut orang
Bali konsep tri semaya dibagi menjadi tiga yaitu penyesuaian dengan masa
lampau ( athita ), penyesuaian dengan masa yang akan datang ( anaghata )
dan penyesuaian dengan masa sekarang ( warthamana ). Tri semaya
merupakan suatu rangkaian waktu yang tidak dapt dipisahkan satu dengan
lainnya. Kehidupan manusia pada saat ini ditentukan oleh hasil perbuatan di
masa lalu, dan perbuatan saat ini juga menentukan kehidupan di masa yang
akan datang.
Aspek- Aspek Agama Hindu dalam kaitannya dengan
Kemajuan Teknologi

2. Tri Pramana mempunyai arti tiga cara umat hindu meyakini adanya Ida Sang Hyang
Widhi Wasa. Dimana cara-cara tersebut adalah Pratyaksa Pramana (berdasarkan
penglihatan langsung), Anumana Pramana (berdasarkan kesimpulan yang logis) dan
Agama Pramana (berdasarkan kesimpulan yang logis). Tri Pramana diperlukan agar
para umat yang beragama hindu yang mengaplikasikan nilai-nilai agama pada
teknologi tetap bisa percaya dengan adanya Tuhan.
3. Rasa, utsaha, dan lokika (akal).

Perlu ditetapkan masalah aspek- aspek agama dalam kaitannya dengan teknologi agar
masyarakat dapat dituntun dan dibina guna menjaga kemantapan beragama dan
melestarikan kebudayaan.
Teori pendapat tentang Iman dan IPTEK oleh para
ilmuwan

Adapun Tipologi hubungan iman dengan IPTEK yang dikemukakan oleh Ian
Barbour dan Liek wilardjo yakni :
•Pertentangan atau Konflik yang berarti perselisihan diantara suatu hubungan yang
mengakibatkan perkelahian maupun permusuhan.
•Perpisahan atau Independence yang berarti ilmu dan agama berjalan masing-
masing, serta ini merupakan cara untuk menghindari terjadinya pertentangan,
Teori pendapat tentang Iman dan IPTEK oleh para
ilmuwan

Perbincangan atau diskusi (dialogue) merupakan suatu cara yang dimana


didalamnya terdaopat saling keterbukaan,saling memahami satu dengan yang lain
yang dikenal dengan sliahturahmi atau musyawarah, ini merupakan cara untuk
mencegah terjainya selisih antara iman dengan ilmu pengetahuan.
Perpaduan (integration) merupakan integrasi atau perpaduan antara iman dan ilmu
pengetahuan.

Ada pendapat yang mengatakan, bahwa ilmu


pengetahuan tanpa iman hakikatnya adalah mati.
Bagaimana Hubungan Iman dengan IPTEK?

Hubungan iman dengan Iptek, Tidak ada iman


yang menghalangi kemajuan IPTEK, serta Tidak ada
iman yang bertentangan dengan IPTEK. Itu semua
karena IPTEK merupakan bagian dari iman.

Sedangkan Hubungan IPTEK dengan Iman itu


terjadi pertentangan, karena Manusia berdosa,IPTEK
terpisah dari iman serta IPTEK dilakukan hanya untuk
kepentingan diri sendiri. Sehingga akibat dari hal tersebut
telah terjadi penyimpangan IPTEK yang bertentangan
dengan ajaran Kristus.
Perbedaan Posisi Sains dan Buddhisme

Motif dan metode IPTEK :

berkembang lewat suatu proses dan terdorong oleh kebutuhan atau kepentingan mengembangkan
pengetahuan demi pengetahuan, sedangkan Buddhisme; mengembangkan pengetahuan demi
penyelamatan. Buddhisme; untuk meningkatkan usia dan harapan hidup manusia, harus menghindari
pembunuhan, taat pada aturan moral, dan melaksankan kebajikan (D. III, 73-74), Sedangkan IPTEK
menawarkan bank organ hidup untu mengganti organ yang rusak, membuat suatu temuan untuk
memperlambat pertumbuhan.
IPTEK mengubah dunia luar untuk membuat hidup lebih nyaman, sedangkan Buddhisme merubah
dunia dalam diri manusia agar lebih baik.
IPTEK mampu menjawab persopalan umum yang dihadapai manusia seperti kelaparan, tetapi tidak
dapat menjawan apa itu tujuan hidup manusia, dan Buddhisme memberikan jawaban ini dengan
tepat.Kebenaran ilmiah bersifat sementara dan relatif, sedangkan Dharma tidak lapuk oleh waktu,
menuntun kekebebasab (A. III, 285)
Perbedaan Posisi Sains dan Buddhisme

Ukuran Peradapan

Teknologi seringkali dipandang sebagai ukuran peradapan manusia, sedangkan


bagi Buddhisme adalah kesucian.
Seringkali teknologi membuat kebanyakan orang mengejar kepuasan indra dan
kenikmatan duniawi, sedangkan Buddhisme justru membatasi pemuasan nafsu
indra.
Apakah orang yang masih mengejar pemuasan nafsu inderawi dapat menikmati
kepuasan surgawi?
Buddha membandingakan pemuasan nafsu inderawi dengan penderita kusta.
orang yang sakit kusta yg merasa lega dan puas setelah menggaruk atau bahkan
membakar lukanya. Apabila ia telah sembuh, maka tiadak mau lagi melakukan
perbuatan yang sama. Terdapat kesenangan lain daripada kepuasan indra, yg
memberi alasan kenapa seseorang melepaskan diri dari kemelekatan nafsu
indrawi. (M.I, )
 Dalam pandangan Islam ,antara agama, Ilmu pengetahuan ,teknologi dan seni

terdapat hubungan yg harmonis dan dinamis yg terintegrasi dlm suatu sistem

yang disebut Dinul Islam. Di dalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu

akidah, syariah dan akhlak (iman,ilmu & amal shalih).

 Islam merupakan ajaran yang sempurna, kesempurnaannya terkandung dlm inti

ajarannya. Ada 3 inti ajaran Islam yaitu Iman, Islam dan Ikhsan. Ketiga inti

ajaran itu disebut Dinul Islam. Sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an

yang artinya sebagai berikut :


“Tidakkah kamu perhatikan Allah telah membuat perumpamaan
kalimat yang baik (Dinul Islam) seperti sebatang pohon yg baik,
akarnya kokoh (menghujam ke bumi) dan cabangnya menjulang
ke langit. pohon itu mengeluarkan buahnya setiap musim dg
seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan –perumpamaan
itu agar manusia selalu ingat (Q.S 14 : 24-25).

Ayat diatas mengindentikkan bahwa Iman adalah akar, Ilmu


adalah pohon yg mengeluarkan dahan dan cabang-cabang ilmu
pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik
dengan teknologi dan seni. Ipteks dikembangkan diatas nilai-
nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal saleh bukan
kerusakan alam.
 Arsitektur masjid yang indah membuat para jamaah
senang dan nyaman beribadah.
 Wayang sebagai media dakwah bagi Wali Songo.
 Perkembangan busana muslim seperti jilbab.
 Media dakwah di televisi, internet, koran, dan majalah.
 Al Quran dan Hadits dalam bentuk digital sehingga
mempermudah pencarian ayat, terjemah, dan tafsiran Al
Quran.
 Penggunaan LCD sebagai media dakwah sehingga lebih
jelas dipahami.
Kaitan Sains dengan Moral

IPTEK dipandang tidak mampu membuat manusia menjadi lebih baik atau
bermoral.
Egoisme dan keserakahan manusia, berpotensi merendahkan martabat
bahkan menghancurkan.
Menurut Buddha, pengetahuan bagi si dungu membawa kesengsaraan,
menghancurkan kebaikannya, dan membelah kepalanya sendiri. (Dhp. 72)
Agenda perkembangan IPTEK telah menjadi agenda agama pula,
khususnya menyangkut etika dan moral.
1. Ilmu merupakan warisan para nabi.
Nabi yang diutus oleh Allah swt tidaklah mewariskan
dan meninggalkan harta melainkan mewariskan ilmu.
2. Orang yang berilmu dapat mengantarkannya kepada
jalan syahid diatas kebenaran
3. Orang yang berilmu merupakan orang yang terus
menerus mengerjakan perintah Allah swt dan menjauhi
larangannya sampai hari kiamat
4. Disamping itu ilmu merupakan jalan untuk menuju surga,
sebagaimana dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
ra berkata : Bahwa Rosulullah saw bersabda "Barang siapa
yang berjalan untuk mencari ilmu, maka Allah swt akan
memudahkannya jalan untuk menuju surga." ( HR Muslim)
5. Allah swt mengangkat derajat orang yang berilmu baik itu
didunia dan diakhirat.
Firman Allah :
(19) Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang
diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan
orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja
yang dapat mengambil pelajaran.
(20) (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan
tidak merusak perjanjian
(21) dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa
yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka
takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
(Q.S. Ar-Ra’d : 19 – 21)
Pada ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa tanggung jawab
Ulul Albab ada dua :
1. Memenuhi Janji
Janji Allah yang disebut mitsaq ini didefinisikan oleh Dr. Muhammad
Mahmud Hijazi sebagai “apa yang mengikat diri mereka dalam
hubungan antara mereka dengan Tuhan mereka, antara diri mereka
dengan diri mereka, antara mereka dengan manusia yang lain.”
 Dengan janji ini, setiap cendekiawan jauh sebelum diciptakan dengan
hidup yang nyata telah berjanji kepada Allah untuk mengikuti perintah-
Nya, menghentikan larangan-Nya, melaksanakan seluruh rangkaian
ibadah yang telah disyari’atkan-Nya, dan mengikuti seruan Rasul-Nya.
 Setelah itu dipenuhi janji kepada dirinya, untuk memilih komitmen
terhadap nilai Islam dan dipenuhi pula janjinya dengan sesama
manusia karena hidup pada hakekatnya paduan antara janji.
Apabila janji dipenuhi, maka akan terwujudlah harmoni kehidupan dan
apabila janji banyak dilanggar maka rusaklah kehidupan
2. Menyambung Apa yang Diperintahkan Allah
Menyambung apa yang diperintahkan Allah adalah menyambung
hubungan antara sesama manusia. Termasuk didalamnya
menggabungkan Iman dan Amal Cinta kepada Allah, menghubungkan
kelompok-kelompok yang bertentangan sehingga tumbuh Ukhuwwah
Insaniyah di antara manusia. Di sini seorang cendekiawan berperan
sebagai integrator, katalis, dan muwwahid yang menghidupkan semangat
persatuan di tengah masyarakat yang terpecah.
 Manusia diciptakan sebagai mahluk yang sempurna. Kesempurnaanya
karena dibekali seperangkat potensi. Potensi yang paling utama adalah
akal yang berfungsi untuk berfikir, hasil pemikirannya adalah iptek.

 Ilmu-ilmu yg dikembangkan atas dasar keimanan dan ketaqwaan kepada


Allah SWT, akan memberikan jaminan kemaslahatan umat manusia
termasuk lingkungannya. Allah berjanji dlm firman-Nya : "Allah akan
mengangkat derajat orang - orang yang beriman dan berilmu." (Al-
Mujadalah (58) : 11).
 Al-Ghozali mengatakan keutamaan orang yg berilmu sbb; Barang siapa

berilmu, membimbing manusia dan memanfaatkan ilmunya bagi orang

lain,bagaikan matahari dan minyak kasturi

 Kerusakan alam dan lingkungan adalah ulah manusia sendiri.

Mereka tidak menjaga amanat Allah sebagai kholifah yang bertugas

untuk menjaga kelestarian alam ini.