Está en la página 1de 26

Kelompok A6:

1. Rizka Noviyanti Rosyadi 102013218


2. Harli Trisakti Tandlintin 102013331
3. Sinta Wulansari 102013429
4. Desyana Martino 102015023
5. Welhelmina Bendelina Lobo 102015107
6. Harry Sondrio Wibowo 102015109
7. Rosalinda Yuniasih 102015172
8. Nasrul Nizam Bin Ismail 102015203

Tutor: dr. Wiwik


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi: Jl. Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510, Indonesia
Email: Sinta.2013fk429@civitas.ukrida.ac.id
 Seorang laki-laki usia 20 tahun diantar ke
UGD rumah sakit salam keadaan tidak sadar
sejak 15 menit yang lalu karwna kexelakaan.
Dari pemeriksaan didapatkan adanya rupture
hepar, pancreas, dan lien.
Rupture: robek
Laki-laki 20 tahun kecelakaan dan tidak sadar
adanya rupture hepar, pancreas, dan lien.
FUNGSI

FISIOLOGI
STRUKTUR ENZIM dan
MAKRO MIKRO HORMON

RM
Rupture hepar, pancreas, dan lien akibat
kecelakaan dapat menyebabkan gangguan
sistem pencernaan
• Hepar menempati sebagian besar rongga abdomen kanan atas.
• Batas-batas dari hepar:
1. Atas :diapragma
2. Kanan :perpotongan sela iga 4 dengan linea midclavicula,
menuju ke bawah sampai iga 7 kanan.
3. Kiri :sela iga 5 dan rawan iga 6 sampai pertengahan garis
para sternal-garis midclavicular kiri.
4. Bawah :sesuai tepi tajam hati : sebagai garis dari kanan ± 1 cm di
bawah arcus costa sampai rawan iga 9 menuju kiri atas memotong
linea mediana pada jarak pertengahan processus xyphoideus-
umbilicus berakhir pada batas ujung kiri atas.
• Pankreas adalah kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan
kelenjar ludah. Panjangnya kira –kira lima belas sentimeter, mulai
dar duodenum sampai limpa, dan dilukiskan sebagai tediri atas tiga
bagian.

• Pankreas menghasilkan enzim pencernaan dan hormon

• Setiap asinus eksokrin pancreas terdiri atas beberapa sel serosa


yang mengellingi lumen. Sel –sel asinar sangat terpolarisasi, dengan
sel anti sferis dan merupakan sel penghasil protein yang khas.
• Letak : intra peritoneal, pada regio hypocondrica sinistra, setinggi iga 9-11
sumbu panjang sesuai iga 10. Konsistensinya kenyal, lebih lembek dari
hepar, dan dapat berkontraksi, warnanya merah keabu-abuan.
• Mempunyai dua permukaan yaitu facies diaphragmatica yang menghadap
dinding perut serta berbatasan dengan diafragma, tepi bawah paru kiri,
dan sinus phrenico costalis, dan facies visceralis yang menghadap rongga
perut.
• Margo anteriornya : mempunyai 2-3 incisura lienalis
• Pendarahan : A. lienale dan V. Lienale.
• Vesika fellea terletak sesuai
perpotongan batas lateral M. Rectus
abdominis dan arcus costae dextra.
• Vesica fellea diliputi peritonium,
kecuali bagian yang melekat pada
hepar.
• Bagian – bagian : fundus vesica
fellea, corpus vesica fellea dan
collum vesica fellea.
• Saluran empedu : ductus cysticus.
• Mucosa ductus cysticus mempunyai
lipatan berbentuk spiral = valvula
spiralis Heisteri
 Hepar : Sekresi garam empedu, yang membantu pencernaan lemak
dan penyerapan lemak.

 Pancreas : Fungsi internal atau endokrin meliputi sekresi hormone


penting, yaitu somatostatin, glucagon, insulin dan polipeptida
pancreas yang melakukan sejumlah fungsi penting dalam tubuh.

 Lien : Membersihkan darah, reservoir darah, zat anti.

 Vesika Fellea : Untuk mengkonsentrasikan dan menyimpan empedu


yang diproduksi oleh hati.
Hepar : Arteri
1. Hepatica Communis (Cab. Truncus Coeliacus)
2. A. Hepatica Propria (bercabang). A. hepatica propria berjalan bersama
dengan ductus choledochus dan v. porta dalam lig. hepatoduodenale
3. A. Hepatica Dextra dan Sinistra

Vena
Semua darah dari sistem digestiv dialirkan ke dalam v. porta hepatis
yang dibentuk:
1. V. mesenterica superior
2. V. mesenterica inferior
3. V. lienalis
4. V. parumbilicalis

Persarafan : simpatis dan parasimpatis. Saraf mencapai hepar melalui


plexsus hepaticus, ada juga melalui plexus coeliaci yang menerima
cabang dari n.vagus kanan dan kiri, serta dari nervus phrenicus kanan.
Arteri
1. A. pancreaticoduodenale superior
2. A. pancreaticoduodenale inferior

Vena
Sesuai nadinya dan darah dialirkan ke dalam :
1. V. lienalis
2. V. mesenterica superior
Arteri
1. A. Lienalis, pada hillus memberikan 6 cabang.

Vena
1. V. lienalis  v. mesenterica superior  v. porta

Persarafan : Serabut-serabut post ganglionic symphaticus


Arteri
1. A. cystica : cabang dari A. hepatica dextra

Vena
1. V. cystica  v. porta cabang kanan

Innervasi : plexus coeliacus


Mulut
 Kelenjar Saliva : α-amilase saliva, berfungsi untuk menghidrolisis ikatan
molekul glukosa menghasilkan dekstrin, maltotriosa, dan maltosa.
 Kelenjar Lingualis : lipase lingual, untuk asam lemak dan 1,2-diasilgliserol.

Lambung
 Pepsin (pepsinogen) :memecah ikatan peptida yang berdekatan dengan asam
amino aromatik.
 Lipase lambung: untuk asam lemak dan gliserol.

Pancreas
 Enzim Proteolitik untuk pencernaan protein
 Amilase Pankreas untuk pencernaan karbohidrat
 Lipase Pankreas untuk pencernaan lemak
Mukosa Usus Halus
 Aminopeptidase: untuk memecah asam amino terminal dari peptida
 Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen
 Disakaridase: memecah dua menjadi monosakarida (sukrase,
maltase, laktase)
Dasar pencernaan adalah Hidrolisis.
Pencernaan dibagi menjadi beberapa
kejadian
1. Pencernaan karbohidrat
2. Pencernaan protein
3. Pencernaan lemak
Fungsi dari pancreas, hepar, lien/limpa, dan
vesika fellea dalam membantu sistem
pencernaan cukup penting bagi tubuh.
Bilamana terjadi rupture pada salah satu
atau ke empat organ tersebut maka fungsi
sistem pencernaan tidak akan berjalan
dengan baik bahkan tidak berfungsi.
Sekian dan Terimakasih