Está en la página 1de 27

ANALISIS PENCAHAYAAN PADA RUANG RAPAT

GEDUNG II FT UNS
• M. Aulia Zikri I0216049
• Nur Aisyah Risma I0216063
• Riza Hasna Amelia I0216079
• Zahra Rima Putri I0216090
Teori Pencahayaan
a. Pencahayaan Alami
Pencahayaan alami adalah pencahayaan yang
menggunakan sinar matahari langsung pada waktu pagi
dan siang hari. Design bangunan itu sendiri harus
memudahkan pengumpulan dan penyimpanan energi
matahari dan dengan biaya tambahan yang kecil.
(Snyder J. c Catanese anthony j, 1997)

b. Pencahayaan Buatan
Cahaya buatan adalah penyediaan penerangan buatan
Sumber: google image melalui intalasi listrik atau sistem energi dalam bangunan
gedung agar orang didalamnya dapat melakukan
kegiatanya sesuai bangunan gedung.
(UU Rep. Indonesia Tentang Bangunan Gedung No.28,
2002).

2
Faktor yang Mempengaruhi
Pencahayaan Alami
Arah Orientasi Matahari Terhadap Bangunan

• Orientasi bangunan secara umum lebih ditujukan untuk • Matahari menimbulkan gangguan dari panas dan silau cahayanya
menempatkan posisi bangunan yang sesuai dengan potensi- (Wijaya, 1988). Perlindungan yang dapat dilakukan ada beberapa
potensi positif dan menghindari hal-hal negatif didalam kondisi cara, antara lain dengan cara prinsip pembayangan dan filterasi
ilmu dan lingkungannya untuk daerah tropis lembab, orientasi cahaya. Namun fungsi bayangan (shading) itu sendiri di dalam
bangunan lebih diutamakan guna mengantisipasi pengaruh sinar arsitektur tidak hanya sebagai cara antisipasi terhadap matahari,
matahari yang berlebihan. tetapi juga merupakan upaya untuk
Membentuk suatu karakteristik bangunan.
Komunikasi visual
Menimbulkan efek psikologis.

• Tiga faktor utama yang menentukan bagi peletakan bangunan yang


tepat (George Lippsmeier, bangunan Tropis, 1994 alih bahasa
Syamsir Nasution) yaitu :
1. Radiasi matahari dan tindakan perlindungan
2. Arah dan kekuatan angin
3. Topografi

Sumber Gambar : https://jurnalonline.itenas.ac.id/index.php/rekakarsa/article/viewFile/628/1061


• Orientasi banguan yang paling optimum di semua daerah iklim
adalah memanjang dari arah timur ke barat dan untuk daerah
tropis lembab proporsi yang optimum antara lebar dan panjang
adalah 1 :1,7 dan proporsi yang bagus adalah 1:3

• Menurut M. David Egan dalam buku Konsep-Konsep dalam Kenyamanan


Thermal, Orientasi yang dimaksud adalah orientasi dalam kaitannya dengan
posisi bukaan bangunan dimana posisi dan luar bukaan akan mempengaruhi
jumlah radiasi sinar matahari yang masuk kedalam bangunan. Hal ini berarti
bahwa luas dan posisi bukaan akan mempengaruhi kemampuan bangunan
dalam menahan panas. Untuk rumah tinggal pada umumnya orientasi
bukan tidak hanya mengacu pada satu arah tetapi ke berbagai arah.

Sumber Gambar : google image


Faktor yang Mempengaruhi
Pencahayaan Alami
Pengaruh Shading terhadap Cahaya yang masuk
• Sun shading adalah peredam atau penghalang cahaya matahari agar cahaya
matahari tidak secara langsung masuk ke dalam ruangan. Bentuk dan
penerapan dari sun shading sendiri ada bermacam-macam, mulai dari
besaran dan juga material yang digunakan.

• Berdasarkan teori sun shading, ada 3 dasar cara perletakkan sun shading
padafasade bangunan, yaitu Egg-Crate Horizontal Louver Overhang
vertical shading device
horizontal shading device
eggcrate shading type device
• (Watson, 1993) Perangkat shading yang ideal akan memblokir maksimum
radiasi matahari sementara masih memungkinkan pandangan dan angin
masuk ke jendela.
Horizontal Louver Screen Vertical Louver

Sumber Gambar : Talarosha, Basaria. 2005. Jurnal Sistem Teknik Industri Universitas
Sumatera Utara Volume 6, No.3.
Faktor yang Mempengaruhi
Pencahayaan Alami
Aliran cahaya alami ke dalam ruangan

• Strategi pencahayaan bangunan didasarkan pada • Komponen yang banyak dimanfaatkan adalah komponen 2
distribusi luminasi baik dari matahari, langit, bangunan dan 3. Komponen 2 bervariasi antara langit cerah dan
ataupun permukaan tanah. Strategi pencahayaan alami berawan. Komponen 3 memiliki masalah silau pada sudut
untuk bangunan tergantung pada ketersediaan cahaya yang rendah, tetapi paling mudah dipecahkan masalahnya
alami tersebut dan kondisi sekeliling bangunan. pada iklim tropis dan sub-tropis. Komponen 1 cenderung
dihindari karena dapat merusak interior dalam dan kurang
menguntungkan dalam memberikan cahaya yang merata.
• Dalam iklim tropis, perlu pengontrolan cahaya langsung
karena 5 atau 10 lebih besar daripada cahaya pantul.
• Didasarkan pada sudut jatuh cahaya matahari,
pencahayaan pantul terbagi atas tiga bagian, yaitu:
• Cahaya yang masuk ke dalam bangunan dapat dibedakan
- Komponen cahaya langit (sky component = SC)
dalam tiga komponen, yaitu:
- Komponen cahaya pantul dari luar (externally reflected
1. Cahaya matahari langsung
component = ERC)
2. Cahaya yang datang langit yang terpencar
- Komponen cahaya pantul dari dalam (internally reflected
3. Cahaya pantul dari tanah atau bangunan sekitarnya
component = IRC)
• Pengendalian silau merupakan aspek yang sangat penting. Ada tiga
bagian yang digarisbawahi oleh Koenigsberger, yaitu:

- Batas pandang ke luar adalah 150 ke atas dan 150 ke bawah.


- Menghindarkan cahaya pantul dari permukaan tanah yang dapat
menyebabkan adanya silau.
- Apabila ada cahaya pantul dari permukaan tanah maka harus
diarahkan ke bidang ceiling.

Arah Sudut Cahaya Matahari


Sumber Gambar : Jurnal Jurusan
Arsitektur Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
Faktor yang Mempengaruhi
Pencahayaan Alami
Media Masuknya Cahaya Alami

• Contoh media masuknya pencahayaan alami adalah


jendela, bouvenlight, skylight, split atap, dll.

Jendela Bouvenlight Skylight Split Atap (Beda Ketinggian Atap)


Faktor yang Mempengaruhi
Pencahayaan Buatan
Pengaruh Keadaan Dinding, Langit-langit, Lantai, dsb

• Semakin muda warna permukan bidang ruangan • Kaca jendela kadang selain menghamburkan cahaya
akan semakin baik dan ekonomis, karena jumlah keluar ruangan juga memberikan bayangan refleksi
cahaya yang dipantulkan oleh bidang tersebut yang mengganggu. Tetapi kadang penghamburan
semakin sempurna. Bidang yang mengkilat biasanya cahaya disengaja untuk untuk mengintegraskan
dapat mengganggu kenyamanan mata. antara luar bangunan dan kondisi dalam bangunan.
Tipe Sistem Penerangan
• Lantai yang terlalu mengkilat dan putih, membuat • Tidak selalu cahaya dari suatu sumber cahaya
cahaya sudah menjadi cukup pada ruangan tetapi (lampu) dipantulkan langsung ke suatu bidang kerja.
membuat mata mudah lelah. Oleh karena itu karpet Terdapat lima klasifikasi sistem pancaran
sering digunakan untuk pembaur sinar dari sumber
cahaya.
Contoh Ruangan Dengan Pencahayaan Ideal
Ruang kelas terdapat kaca di sebelah kanan dan kiri
ruangan sehingga pencahayaan alami ruangan
merata/menyeluruh

Sumber: google image

Ruang kelas terdapat kaca besar dan dilengkapi


tirai sebagai shading agar cahaya yang masuk tidak
menyilaukan Sumber: google image
Contoh Ruangan Dengan Pencahayaan Ideal
Ruang rapat terdapat kaca di sebelah kanan dan depan,
lengkap dengan tirai sehingga pencahayaan alami
ruangan merata/menyeluruh serta tidak mengganggu
fungsi proyektor

Sumber: google image

Ruang rapat terdapat kaca di sebelah kanan dan


depan, dilengkapi dengan tirai putih sehingga
pencahayaan alami ruangan dapat masuk
namun tidak menyilaukan
Sumber: google image
Contoh Ruangan Dengan Pencahayaan Ideal
Pada ruang kerja tersebut terdapat pintu yang terbuat
dari kaca yang mengarah pada lorong bangunan,
sehingga cahaya dari arah lorong dapat menembus
masuk ke ruang kerja.

Sumber: google image

Pada ruang kerja tersebut terdapat bukaan yang


memenuhi salah satu sisi ruang sehingga
pencahayaan alami pada ruangan dapat maksimal.
Sumber: google image
Contoh Ruangan Dengan Pencahayaan Ideal
Pada ruang kerja tersebut terdapat bukaan yang
memenuhi salah satu sisi ruang sehingga pencahayaan
alami pada ruangan dapat maksimal.

Sumber: google image

Ruang rapat terdapat kaca di salah satu sisi


ruangan, dilengkapi dengan tirai roller blind
sehingga pencahayaan alami ruangan dapat masuk
namun tidak menyilaukan
Sumber: google image
Contoh Ruangan Dengan Pencahayaan Ideal
Pada interior rumah terdapat kaca di salas satu sisi
ruangan dilengkapi dengan teralis sebagai shading.
Pada sisi lain terdapat bukaan penuh sehingga cahaya
alami dapat masuk dengan baik

Sumber: google image

Pada ruang bermain anak tersebut terdapat kaca


yang memebuhi dua sisi dinding dan dilengkapi
dengan shading berbahan kayu yang dibuat menarik
dengan lubang dibeberapa sisi sehingga cahaya alami
dari jendela dapat tersaring dan membentuk
bayangan yang menarik
Sumber: google image
ANALISIS
Sumber Cahaya Cahaya Alami

Pada Ruang Rapat


Ruang Sidang Arsitektur
merupakan ruang fungsional yang
berukuran 10.5mx10m.

Ruangan ini memiliki 60% dinding


SELASAR
semi kaca yang diharapkan dapat
memperoleh pencahayaan yang
maksimal.

Pada bagian timur ruangan


merupakan koridor/ Lorong antar
ruang memiliki sedikit bukaan. KORIDOR
Sedangkan pada bagian barat
bangunan merupakan selasar yang
cukup terbuka sehingga menjadi
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018
akses utama pencahayaan alami
masuk kedalam ruangan
• Sisi Utara merupakan dinding solid.

• Sisi Barat ruang dipenuhi oleh kaca


jendela. Sisi ini menghadap langsung
ke arah selasar dan tidak tertutup oleh
bangunan maupun ruang lain sehingga
cahaya matahari dapat masuk secara
maksimal.

• Sisi Timur ruang terdapat dua


jendela dan pintu kaca yang
menghadap ke lorong di dalam
bangunan. Dari sisi ini cahaya
dapat masuk namun
terhalangi oleh perabot yang
terdapat pada ruang lain di
seberang.

• Sisi Selatan dipenuhi oleh jendela dan menghadap ke ruang lain.


Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018
RUANG SIDANG ARSITEKTUR
balok

railing

Disebabkan pencahayaan alami yang paling utama pada ruangan ini berasal dari arah barat, sun
shading adalah salah satu respon agar cahaya barat yang menyilaukan tidak langsung masuk kedalam
ruangan. Bangunan ini memiliki railing beton dan balok yang dapat mengurangi intensitas cahaya yang
masuk ke Ruang Sidang Arsitektur

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


Tirai
Sumber cahaya

Pencahayaan alami maksimal berasal


dari arah Barat. Untuk merespon
faktor tersebut orientasi ruang di
hadapkan ke arah utara. Hal tersebut
untuk mendukung proses
pembelajaran agar tidak terganggu
proses pembayangan.
Untuk mengurangi dampak
negatifnya seluruh bukaan di sebelah
barat di beri tirai untuk mengurangi
cahaya menyilaukan pada jam-jam
tertentu
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018
Sumber Cahaya Cahaya Buatan
Pada Ruang Rapat
LAYAR

Lampu Tidak Berfungsi

Lampu Tidak Berfungsi


Cahaya buatan pada ruang rapat menggunakan sebelas buah lampu
neon dan dua buah lampu fluorescent. Namun, tidak semua lampu
berfungsi dengan baik. Salah satu lampu neon mati total dan lampu
fluorescent tidak ada yang berfungsi.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


Kondisi Ruang Pukul 12.12
Siang Jendela Tertutup Tanpa Pencahayaan Buatan

Analisis :
Ruang Rapat sedikit gelap pada saat jendela ditutup. Namun, masih
terdapat sedikit pencahayaan dari ventilasi di sisi Barat dan Timur.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


Kondisi Ruang Pukul 12.14
Siang Jendela Terbuka Tanpa Pencahayaan Buatan

Analisis :
Ruangan mendapat penerangan cukup yang bersumber dari jendela di sisi Barat dan Timur, dengan
intensitas yang lebih kuat pada sisi sebelah Barat. Hal ini dapat memberikan kenyamanan pada saat
pengguna ruang menulis (dengan asumsi pengguna tidak kidal) karena bayangan tangan tidak jatuh
kepada kertas.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


Kondisi Ruang Pukul 12.15
Siang Jendela Terbuka Dengan Pencahayaan Buatan

Analisis :
Penggunaan pencahayaan buatan pada kondisi ini menjadi sia-sia (boros energi)
karena ruangan sudah cukup terang tanpa penggunaan pencahayaan buatan.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


Kondisi Ruang Pukul 12.15
Siang Jendela Tertutup Dengan Pencahayaan
Buatan

Analisis :
Pencahayaan ruangan terpenuhi dengan baik. Karena sumber cahaya terfokus hanya
pada satu sumber yaitu sumber pencahayaan buatan.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2018


KESIMPULAN
Dalam merespon sumber pencahayaan terhadap orientasi dan fungsi ruang
sudah sangat baik, namun masih ditemukan faktor-faktor yang berpotensi
mengganggu aspek kenyamanan ruang

Bantu tambahi donnnggg.. Gak tau mau mau diisi dengan bacotan apa
SUMBER

• Yuuwono, Abito Bamban. Pengaruh Orientasi Bangunan Terhadap


Kemampuan Menahan Panas Pada Rumah Tinggal Di Perumahan
Wonorejo Surakarta.
• Talarosha, Basaria. 2005. Jurnal Sistem Teknik Industri Universitas
Sumatera Utara Volume 6, No.3.
• Indahingtyas, Widji; Fairuz, Nabilah; Puspita, Annisa; dan Syafitri, Suci
Indah. Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal pada Rumah
Susun Leuwigajah Cimahi. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional. Vol.
03, No. 01.
• Syam, Syahriana. 2013. PENGARUH BUKAAN TERHADAP PENCAHAYAAN
ALAMI BANGUNAN TROPIS INDONESIA. Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin. Vol. 07.
• Materi Perkuliahan Fisika Bangunan 2 Arsitektur UNS September 2018