Está en la página 1de 30

SELAMAT DATANG

Peserta
Sosialisasi dan Advokasi
POPM Kecacingan
GAMBARAN DAN SITUASI
PROGRAM KECACINGAN
DI PROVINSI BANTEN
HASIL PENELITIAN BALAI BESAR TEKNIK KESEHATAN
LINGKUNGAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
Tahun 2015  Berdasarkan hasil surveilans kecacingan
di Kabupaten Tangerang Prevalensi infeksi kecacingan
sebesar 31,4%. Dari 191 sampel yang diperiksa 60
sampel positif kecacingan, sebanyak 31 sampel (16%)
positif cacing gelang, 41 sampel (21%) positif cacing
cambuk dan 1 sampel (0,5%) positif cacing Tambang.
Tahun 2016 Berdasarkan hasil surveilans kecacingan
di Kabupaten Pandeglang Prevalensi infeksi kecacingan
sebesar 20%. Dari 294 sampel yang diperiksa, sebanyak
59 sampel positif telur cacing. Dari 59 sampel yang
positif telur cacing, 31 sampel positif telur cacing
gelang, 34 sampel positif telur cacing cambuk dan 1
sampel positif cacing kremi.
Definisi Kecacingan

Infeksi cacing yang ditularkan


melalui tanah (soil transmitted
helminths/STH) yaitu cacing yang
dalam siklus hidupnya
memerlukan tanah yang sesuai
untuk berkembang menjadi
bentuk infektif
TUJUAN PELAKSANAAN KECACINGAN

• Menurunkan prevalensi
cacingan pada anak usia
Tujuan Umum Balita, usia Pra-sekolah dan
anak usia Sekolah Dasar

• 1. Menurunkan prevalensi
cacingan anak usia balita, usia
pra sekolah dan anak usia
sekolah dasar sebesar 10 %
Tujuan Khusus secara bertahap

• 2. Meningkatkan capaian
cakupan Pemberian Obat
Pencegahan Massal (POPM)
Cacingan minimal sebesar
75%.
SASARAN
1. Anak Balita (1- 4 tahun)
2. Anak Usia Pra Sekolah (5-6 tahun)
3. Anak Usia Sekolah Dasar (7–12 tahun)

Posyandu, PAUD, TK, SD/MI,Pesantren

Dasar pemilihan sasaran :


Kelompok umur berisiko terinfeksi cacingan, karena sering
terpapar dengan tanah
Manfaat Program Pengendalian cacingan
 Sumber Daya Manusia yang berkualitas &
produktif baik untuk jangka pendek dan jangka
panjang
 Menurunkan prevalensi kecacingan melalui
pemberian obat & untuk mencegah dampak
kecacingan
(Gizi buruk, anemia, Persistent Malnourish 
Stunting)
 Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Berdasar Permenkes RI No 15
Tahun 2017
 Penanggulangan Cacingan adalah memutuskan mata rantai
penularan Cacingan, dengan :
1. Pemberian obat massal pencegahan Cacingan kelompok
rentan (Kelompok Usia Balita dan Anak Usia Sekolah)
untuk menghentikan penyebaran telur cacing dari
Penderita ke lingkungan sekitarnya
2. Peningkatan higiene sanitasi,
3. Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat melalui
promosi kesehatan.
Soil Transmitted Helminths

CACING GELANG
Umumnya infeksi (Ascaris lumbricoides)
cacingan disebabkan
oleh cacing tanah (STH) :
- Ascaris lumbricoides
CACING CAMBUK
- Trichuris trichiura ( Tricuris trichiura )
- Ancylostoma
duodenale
CACING TAMBANG
(Ancylostoma duodenale
Necator americanus)
SIKLUS CACINGAN
Telur dan larva cacing
berkembang di tanah yang
terkontaminasi
Faktor resiko cacingan

1. Higiene sanitasi yang kurang baik


• Air bersih sukar didapat
• Jamban keluarga tidak tersedia
• Higiene perorangan kurang baik : tidak
cuci tangan, jarang mandi, tidak
memakai alas kaki
2. Status gizi kurang baik
3. Sosial ekonomi keluarga kurang baik
Masalah Cacingan

Tidak Berperilaku Hidup


Bersih dan Sehat

Stunting/
Anemia/ Tidak Minum
Pertumbuhan Cacingan Obat Cacing
Balita /Anak
Terhambat

Akses Air Bersih


Sulit / Linkungan
Tidak Sehat
DAMPAK CACINGAN
Cacingan

KH & Protein dihisap Darah dihisap

Anemia Anemia
Bumil
GIZIAnak
BURUK Lemas
BBLR Perdarahan
mengantuk ibu bersalin

Kemampuan belajar turun/


sering tidak masuk sekolah Kematian Kematian

Prestasi belajar menurun

Produktivitas menurun
Pemberian Obat Pencegahan Massal Cacingan

• Obat yang digunakan adalah


Albendazol
• Dosis Albendazol :
a. anak usia 1 – 2 th : 200 mg dosis
tunggal
b. anak usia >2 tahun – 12 tahun : 400
mg dosis tunggal
Pelaksanaan Pemberian Obat Cacing

Daerah Endemis Filariasis Daerah non endemis filariasis


TARGET
Prev: 20%-<50% Prev: ≥50% Prev: 20%-<50% Prev: ≥50%

1x setahun 2x setahun 1x setahun 2x setahun


Anak balita
(POMP filariasis) (POMP filariasis + 1x stlh 6 bln) (vit A) (vit A)

Anak usia pra


1x setahun 2x setahun 1x setahun 2x setahun
sekolah dan
(POMP filariasis) (POMP filariasis + 1x stlh 6 bln) (di sekolah) (di sekolah)
sekolah

- Pelaksanaan pemberian obat pencegahan massal harus diikuti dengan


penyuluhan tentang PHBS
- Obat harus diminum di depan petugas/kader/guru satu per satu (berurutan)
- Sebaiknya minum obat sesudah makan
- Peserta didik yang tidak hadir, dapat diberikan pada hari berikutnya
Penundaan Pemberian Obat Cacing

• Demam atau sakit


• Penderita epilepsi yang sedang dalam
serangan akut
• Kondisi gizi buruk dengan gejala klinis
• Gangguan fungsi ginjal dan hati
Reaksi Pemberian Obat Cacing
Hampir bebas dari efek samping, kalaupun ada
biasanya sangat ringan, seperti :
• Rasa tidak nyaman di lambung
• Mual dan/atau muntah
• Diare
• Nyeri kepala atau pusing
• Keluar cacing
Alur Pelayanan di Posyandu
Balita dan orang tua
mendatangi meja 1
untuk melakukan
pendaftaran
Sasaran yang datang
ke Pos Pelayanan
dicatat dalam buku
register oleh kader
Balita di timbang berat
badannya dan diukur
panjang badannya
(tinggi badan)
Balita diukur suhu
tubuhnya
Hasil penimbangan
dan pengukuran
dicatat di buku KIA
Kader menyampaikan
informasi kepada orang tua
mengenai :
 manfaat pemberian
kapsul vitamin A, obat
cacing dan imunisasi
campak bagi kesehatan
balita
 jadwal pemberian kapsul
vitamin A dan obat cacing
Meja 5 (Pemberian kapsul vitamin A)
Petugas harus mencuci tangan
sebelum memberikan pelayanan
Potong ujung kapsul dengan
menggunakan gunting yang bersih
Pencet kapsul dan pastikan balita
menelan semua isi kapsul dan
tidak membuang sedikitpun isi
kapsul
Untuk anak yang sudah bisa
menelan isi kapsul dapat diberikan
langsung satu kapsul untuk
diminum
Meja 6 (Pemberian Obat Cacing)
Petugas harus mencuci
tangan sebelum
memberikan pelayanan
Anak balita umur 12-23
bulan diberikan ½ tablet
Albendazole digerus dan
dilarutkan dalam air
Anak balita umur 24 – 59
bulan diberikan 1 tablet
kunyah Albendazole
Meja 7 (Pencatatan)

 Petugas mencatat semua pelayanan yang


diberikan
Di TK, PAUD, SD, MI, Pesantren

Memastikan obat cacing (Albendazole) tersedia untuk semua


sasaran.
Memastikan 95% Peserta Didik masuk sekolah
Sekolah dapat menyiapkan air minum atau Peserta Didik
dianjurkan untuk membawa minum.
Memastikan makan pagi sebelum minum obat cacing.
Mencatat di buku register anak yang minum obat cacing.
Alur Pelayanan
di PAUD dan Sekolah Dasar
• Meja Pendaftaran
• Guru/Petugas mendata siswa yang akan diberikan obat cacing
Meja 1

• Meja Pemberian Obat Cacing


• Guru/Petugas memberikan obat cacing sesuai dosis
Meja 2

• Meja Pencatatan
• Guru/Petugas mencatat semua pelayanan yang diberikan di buku
Meja 3 register
JADWAL PEMBERIAN OBAT CACING
1. SEKOLAH DI MULAI BULAN AGUSTUS 2018
BERBARENGAN DENGAN PENJARINGAN ANAK
SEKOLAH
2. DI POSYANDU DIBERIKAN BERSAMAAN DENGAN
BULAN VIT.A
3. SURAT PEMBERITAHUAN DAN JADWAL
MENYUSUL
Mari Bersama Wujudkan
Generasi Indonesia Bebas Cacingan

TERIMA KASIH