Está en la página 1de 15

Kelompok 4

Untuk dapat memahami perkembangan keperawatan anak,


kita diajak untuk mempelajari evolusi kesehatan anak dan
keperawatn anak. Sebelum abad ke-19, kesehatan anak
kurang mendapati perhatian dari berbagai pihak. Jumlah
tenaga kesehatan terutama dokter dan bidan sangat
sedikit, sementara epidemik terjadi di banyak tempat dan
tidak terkontrol.
Filosofi keperawatan anak merupakan keyakinan atau pandangan
yang di miliki perwat dalam memberikan pelayanan keperawatan
kepada anak yang berfokus pada keluarga (Family centered
care),pencegahan terhadap trauma (atraumatic care),dan
manajemen kasus.
Pada dasarnya, setiap asuhan pada anak yang dirawat dirumah
sakit memerlukan keterlibatan orang tua (Platt, 1959 dan Farrell,
1992). Waktu kunjungan bagi orang tua terhadap anaknya harus
terbuka selama 24 jam, tersedia aktivitas bermain dan layanan
pendidikan kesehatan pada orang tua yang terprogram secara
reguler. Anak membutuhkan orang tua selama proses hospital.
Atraumatic care yang dimaksud di sini adalah perawatan
yang tidak menimbulkan adanya trauma pada anak dan
keluarga. Perawat tersebut difokuskan dalam pencegahan
terhadap trauma yang merupakan bagian dalam
keperawatan anak. Perhatian khusus pada anak .
 Menurunkan atau  Mencegah atau
mencegah dampak mengurangi cedera
perpisahan dari (injuri) dan nyeri
keluarga. (dampak psikologis).
 Meningkatkan  Tidak melakukan
kemampuan orang tua kekerasan pada anak.
dalam mengontrol  Modifikasi lingkungan
dalam perawatan pada fisik
anak.
Kemampuan perawat dalam mengelola kasus secara baik tentu
berdampak dalam proses penyembuhan pada anak, meningkatkan
anak memiliki kebutuhan yang spesifik dan berbeda satu sama lain.
Keterlibatan orang tua dalam pengelolaaan kasus juga dibutuhkan,
karena proses perawatan dirumah adalah bagian tanggung
jawabnya dalam meneruskan program perawatan dirumah sakit .
Pendidikan dan keterampilan mengelola kasus pada anak selama
dirumah sakit, akan mampu memberikan keterlibatan secara penuh
bagi keluarga(orang tua) (Wong,D.L,1995).
1. anak bukan miniatur orang dewasa tetapi sebagai individu
yang unik.
2. anak sebagai individu yang unik yang mempuyai kebutuhan
sesuai dengan tahap perkembangan.
3. pelayanan keperawatan berorientasi pada upaya pencegahan
penyakit dan peningkatan derajat kesehatan, bukan hanya
mengobati anak yang sakit.
4. keperawatan anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada
kesejahteraan anak sehingga perawat bertanggung jawab secara komperhensif
dalam memberikan asuhan keperawatan anak.
5. praktek keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak dan keluarga
untuk mencegah, mengkaji, mengintervensi, dan meningkatkan kesejahteraan
hidup, dengan menggunakan proses keperawatan yang sesuai aspek
moral(etik) dan aspek hukum(legal).
6. tujuan keperawatan anak dan remaja adalah untuk
meningkatkan maturasi atau kematangan yang sehat bagi anak
remaja sebagai mahluk biopsikososial dan spiritual dalam
konteks keluarga dan masyarakat.
7. pada masa yang akan datang kecenderungan keperawatan
anak berfokus pada ilmu tumbuh kembang sebab ilmu tumbuh
kembang ini yang aka mempelajari aspek kehidupan anak.
Paradigma keperawatan anak merupakan suatu landasan
berpikir dalam penerapan ilmu keperawatan anak.
Penggunaan paradigma Manusia
keperawatan anak tetap (Anak)

mengacu pada konsep


paradigma keperawatan secara
umum yang merupakan cara Sehat-Sakit Lingkungan
pandang dalam suatu ilmi,
landasan berpikir tersebut
terdiri dari empat komponen,
Keperawatan
diantaranya :
Pemberi perawatan kolaborasi

Sebagai advocate Pengambilan


keluarga keputusan etik

Pendidikan peneliti

Pencegah penyakit konseling