Está en la página 1de 37

Audit KLINIS dalam Audit PROFESI / Keperawatan

Oleh:
KELOMPOK I
MAGISTER KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
Jenderal Achmad Yani
2018
Audit KLINIS
Proses peningkatan kualitas
pelayanan dan perubahan mutu
pelayanan ( NICE, 2002)
Kegiatan berkesinambungan penilaian
mutu pelayanan yang dilakukan oleh
pemberi jasa pelayanan kesehatan
(Dixon, 1996)
Merupakan gabungan antara audit medis
dan audit keperawatan
 Mengidentifikasi dan meningkatkan praktik yang baik.
 Petunjuk untuk meningkatkan asuhan pasen
 Menyediakan informasi tentang efektivenes pelayanan
 Menyoroti masalah masalah dan membantu
menyelesaikannya
 Meningkatkan kerja tim dan komunikasinya.
1. Penetapan topik audit
Rapat Komite Keperawatan menentukan topik
audit yang diikuti oleh Direksi dan Sub-Komite
Mutu Profesi, berdasar:
Data rutin rumah sakit
Survey kepuasan pasien
Observasi pemberian pelayanan
Masukan (direksi, asuransi, unit-unit, dll)
Tujuan Audit Klinis

1. Mengukur efektifitas dan kinerja pelayanan kesehatan


terhadap standar yang telah disepakati
2. Meningkatkan kualitas perawatan dan mengidentifikasi
tindakan keperawatan sesuai standar yang ditentukan
3. Memberi jaminan kualitas pelayanan kepeda pasien, sistem
kesehatan dan dokter
4. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan
Manfaat Audit Klinis

1. Menegakan standar profesionalisme kesehatan (kualitas dan


efektifitas)
2. Mampu mengidentifikasi dan mengukur area risiko pelayanan
kesehatan
3. Menciptakan budaya perbaikan kualitas keperawatan
4. Merupakan peningkatan mutu layanan dengan pendekatan
Evidence Based Practice (EBP)
5. Meningkatkan kepuasan kerja
6. Sebagai komponen penting praktek profesional
1. Penetapan Topik
2. Penetapan Tujuan
3. Review evidence dan Penetapan Standar
4. Pelaksanaan Audit
5. Rekomendasi
Penetapan topik:

Masalah keperawatan dapat diperbaiki/diatasi


Masalah keperawatan tergolong, High ; risk, cost,
volume, problem/impact
Ada dukungan atau konsensus dari para klinisi
Ada clinical guidelines-nya / referensi sesuai
topik
Praktek 1: Usulan topik
Topik Risk Volume Cost Problem
1.
2.
3.
4.
5.



Menyusun latar belakang, tujuan
dan sasaran
Latar-belakang
Rasionalitas mengenai topik audit terpilih
(pengertian singkat, epidemiologi internasional-
nasional-RS)
Ketersediaan guidelines dan isi pentingnya
Permasalahan yang ada
Tujuan:
Memastikan atau meningkatkan kompetensi perawat untuk
memperbaiki kualitas asuhan keperawatan

Tidak hanya ”menghitung jumlah” atau ”memeriksa” tapi


lebih terfokus dalam usaha peningkatan mutu
pelayanan.
Contoh:
”Apakah kita telah memberikan pelayanan keperawatan terbaik
padapasien dengan CaGaster?”
”Apakah asuhan keperawatan pasien post-operasi laparatomi
sudah sesuai dengan guidelines?”
“Meningkatkan manajemen pelayanan keperawatan pada pasien
dengan nyeri akut luka operasi”
Sasaran:
”untuk meyakinkan bahwa...”:
Appropriateness: Apakah pentalaksanaan yang dilakukan
sudah sesuai standar?
Timeliness : Apakah pentalaksanaan yang diberikan ”tepat
waktu”?
Effectiveness : Apakah pentalaksanaan yang diberikan
memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan?
Sasaran lain:
Acceptability*: Apakah pasien puas dengan pelayanan
yang diberikan?
Accessibility*: Bagaimana kemudahan pasien dalam
mendapatkan pelayanan?
Efficiency*: Apakah terapi yang diberikan
menggunakan biaya, tenaga dan sumberdaya minimal?
Equity: Apakah perawatan yang tersedia bisa dirasakan
merata?

Acceptability biasanya lebih melibatkan pasien


Accesibility dan equity biasanya lebih dibahas pada waktu kita memililih tema Audit
Efficiency biasanya dapat dicapai saat peningkatan pelayanan telah dilakukan.
Contoh
TopikAudit:
Gangguan pencernaan post op laparatomi gaster
Tujuan Utama:
Meningkatkan mutu asuhan keperawatan pasien gangguna
pencernaan post laparatomi gaster
Sasaran:
Untuk meyakinkan bahwa pasien post laparatomi gaster
dirawat sesuai standar
Untuk yakinkan bahwa asuhan keperawatan post laparatomi
gaster diberikan dengan ”tepat waktu”
Review Evidance dan Penetapan Standar
 Standar : Batasan dalam bentuk range
angka
 Perkecualian; 1) Keadaan yang mungkin
merupakan alasan tidak memenuhi standar
yang ditetapkan
2) Keadaan diluar kondisi normal untuk
mencapai standar
Menyusun kriteria audit
Kriteria adalah:
Bukti yang diperlukan dan yang harus ada, bahwa
penderita telah diberikan pelayanan pada taraf
yang seoptimal mungkin.
Diagnosis, asuhan, tindakan, reaksi penderita, atau
peristiwa lain yang ada kaitannya dengan penyakit atau
kondisi yang berhubungan dengan judul Audit
Keperawatan
Kriteria yang dapat diudit:
Proses: diagnosis, asuhan, tindakan, edukasi,dsb

Kriteria yang jarang diaudit:


Input: tidak lazim, karena biasanya terkait dengan
keterbatasan budget, sehingga siklus audit tidak bisa lengkap
Output: agak sulit karena akan terkait dengan faktor lain
(penyakit penyerta): Status keluar rumah sakit, LOS,
Kematian, Komplikasi
TIPS PENTING!
Perlu untuk mendapatkan persetujuan dari perawat senior
karena tanpa persetujuan, maka usaha untuk
meningkatkan atau memperbaiki mutu kinerja akan sulit
dilakukan

Terutama jika standar yang kita gunakan tidak terlalu


kuat, maka persetujuan regional (lokal) mengenai
standar yang akan digunakan sangat penting.
Menggunakan kriteria: SMART
Specific: bersih, tidak ambigu dan bebas bumbu-bumbu
“politik praktis”
Measureable: dapat diukur
Agreed: disetujui oleh semua pihak
Relevant: relevan
Theoretically sound: berdasarkan bukti klinis yang
terbaik dan terbaru
www.sign.co.uk
www.cochrane.org
Perkecualian
Keadaan-keadaan yang mungkin merupakan alasan bagi
sebuah catatan medik untuk tidak memenuhi kriteria.
Merupakan suatu keadaan klinis yang ada dan dapat
menerangkan alasan tidak terpenuhinya suatu kriteria.
Petunjuk Pengumpulan Data
Menunjukkan bagian-bagian mana dari suatu
catatan keperawatan yang dapat dipercaya
sebagai sumber data
Petunjuk-petunjuk harus ditulis secara obyektif
dan semua istilah harus disebutkan secara
lengkap.
Cara Pengambilan Data
Retrospektif bila data yang anda kehendaki secara
rutin telah dikumpulkan misal pada suatu sistem
komputer atau di dalam buku catatan
Prospektif diambil pada pasien-pasien yang baru seperti
dan saat mereka masuk
Pelaksanaan
Umumnya dikerjakan oleh Asisten Panitia
Audit (staf RM) berdasar Instrumen Audit
Memisahkan rekam medik yang
mengandung penyimpangan (tidak sesuai
standar)
Hasil dicatat dalam bentuk kode
Kode Hasil Audit
Kode 1: Sesuaikriteria
Kode 2:Tidak sesuai kriteria tapi memenuhi perkecualian (ada
alasan/justifikasi)
Kode 3:Tidak sesuai kriteria tidak memenuhi perkecualian
Variabel
Varibel diperlukan untuk melihat apakah ada pola dalam
mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien
Varibel diperlukan untuk melihat apakah ada hal-hal tertentu
(dari aspek RS, dokter, perawat, pasien) yang mempengaruhi
mutu pelayanan, misalnya:
Perwatan penanggung jawab
Kelas perawatan
Asal bangsal
Umur pasien
dsb
Penentuan populasi dan sampel
Ambil seluruh populasi bila topik audit sangat penting
(misalnya operasi)
Pakai sampel bila jumlah pasien sangat banyak (misal 1.000)
Sampel pragmatis: 20-50 (biasanya 30) pasien sudah cukup
Sampel ilmiah: bila perlu pertanggung –jawaban atau
publikasi ilmiah
Analisa data
1. Re-check: analisa penyimpangan
Memastikan apakah hasil audit menurut asisten audit
sudah benar (yang disebut menyimpang benar-benar
menyimpang)
2. Identifikasi karakteristik sampel audit, apakah
dapat mewakili seluruh populasi
3. Menghitung tingkat kepatuhan secara
umum
4. Mengidentifikasi pola penyimpangan
5. Mengidentifikasi penyebab penyimpangan
Tindak lanjut perubahan yang
efektif
Ditujukan pada yang kompeten
Ada bataswaktu
Dibuat rencana tindak lanjut (POA)
Tanggung jawab ditegaskan &dikomunikasikan
Tindak Lanjut
Memuat rencana tindakan koreksi (permasalahan, rencana
tindakan, pelaksana tindakan, dan batas waktu penyelesaian
tindakan)
Rencana tindak lanjut (cara, waktu, pelaksana)
Kriteria unsur yang perlu direvisi (kalauada)
Persetujuan yang berwenang
Reaudit
Lakukan Audit Keperawatan ulang setelah selesai melakukan
intervensi
Audit terhadap pasien yang datang setelah intervensi
Jumlah rekam medis yang hampir sama
Kriteria dan Perkecualian yang sama
Evaluasi apakah telah ada perbaikan, bila tidak maka perlu
dirumuskan tindak lanjut yang baru
Format AK 01: URAIAN STANDAR

Topik: Pasien Post Op Laparatomi Gaster


mengalami nyeri akut luka operasi (skala 5; nyeri
yang tertekan seperti terkilir) selama dalam
perawatan

Tujuan: Pasien post op laparatomi gaster tidak


mengalami nyeri selama dalam perawatan

Standard; Nyeri dengan skala 0 (tidak ada rasa


nyeri/normal
Uraian Standar
Penyebab Masalah
A. Administrasi/manajemen RS F. Perawat/ individual
(fasilitas, peralatan,
kebijakan) G. Pelayanan terapi bukan oleh
dokter
B. Staf/ Bagian Pelayanan
Medik H. Kondisi atau ketidaktaatan
pasien
C. Anggota SMF/ individual
D. Pelayanan medik khusus I. Faktor masyarakat
(Lab, X-ray, anestesi,dll) J. Perlu penyelidikan lebih
E. Unit/ Pelayanan lanjut
Keperawatan
“Bagian terpenting dari siklus audit adalah
membuat perubahan”
Baker et al (1999)
Terimakasih