Está en la página 1de 4

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

PENDEKATAN ALTERNATIF

Sistem Perkembangan logis manajemen gaya


pertanggungjawaban otokrasi yang sekarang masih banyak
akuntansi dipraktikan oleh perusahaan.

Tugas menejer adalah memberikan arahan kepada karyawan. Agar dapat


mengarahkan karyawan, manajer harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
luas sekaligus sebagai sumber pemecah masalah. Pada orientasi semacam ini sangat
logis apabila perusahaan menggunakan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat
evaluasi kinerja manajer.
Pada era 1980-an banyak perusahaan mulai mempertanyakan filosofi manajemen
tradisional dan cara melakukan bisnis. Penurunan pada pangsa pasar dan
peningkatan persaingan dari luar negeri telah mendorong perusahaan melakukan
pengkajian ulang praktik bisnis yang diterapkan dan mulai bereksperimen dengan
pendekatan alternatif.
Kritik terhadap kegunaan akuntansi pertanggungjawaban dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

 Berhubungan dengan perilaku disfungsional manajer yang


dievaluasi atas dasar kinerja yang dilaporkan oleh sistem
tersebut;
 Berhubungan dengan kegunaan data yang dihasilkan oleh
sistem bagi manajer.
Perilaku Disfungsional
Manajer
Hal yang dapat menimbulkan perilaku disfungsional, yaitu:

(1) Manajer cenderung mengutamakan kepentingan sendiri,


(2) Manajer memusatkan perhatian pada pencapaian anggaran,
(3) Manajer memusatkan perhatian pada target jangka pendek,
(4) Manajer yang pandai memanipulasi akan sukses.
Untuk mengatasi masalah yang menghambat perbaikan berkelanjutan,
diusulkan dua alternatif sebagai dasar evaluasi kinerja, yaitu:

 Menggunakan trend kinerja sesungguhnya antarwaktu


 Anggaran yang didasarkan pada taksiran kurva pembelajaran

Kegunaan Informasi bagi Manajer

Penyimpangan dilaporkan dengan tujuan:


(1) Menjaga agar manajer bertanggungjawab terhadap terjadinya biaya
(2) Memberikan informasi yang berguna bagi manajer pusat
pertanggungjawaban dalam upaya mengendalikan aktivitas bisnis menjadi lebih
efisien.
Contoh aktivitas yang memicu biaya, meliputi:

(1) Jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan sebuah pekerjaan


(2) Jumlah order perubahan rekayasa
(3) Jumlah suku cadang yang diperlukan oleh sebuah produk
(4) Tingkat kerusakan
(5) Jumlah pengerjaan ulang
(6) Jumlah waktu yang diperlukan oleh produk untuk melewati pabrik
dari mulai sampai selesai
(7)Jumlah persediaan

Sistem pengendalian statistik dan sistem pengendalian operasional lainnya


lebih efektif untuk pengendalian aktivitas bisnis sehari – hari. Laporan
akuntan harus dipandang sebagai data pengendalian tambahan yang
memberikan penilaian ekonomis mengenai keefektifan sistem operasional
dalam mengendalikan aktivitas bisnis. Laporan akuntansi tidak boleh
digunakan sebagai satu – satunya cara pengendalian biaya.