Está en la página 1de 13

CHD / PJB

OLEH:
DIDIT DAMAYANTI, S.Kep.,
Ns
DEFINISI
CHD/PJB

adalah kelainan susunan jantung


dan atau pembuluh darah besar
yang sudah didapat sejak lahir.

Insiden: 4–10 per 1000 kelahiran


hidup di Indonesia : 50.000 bayi
per tahun
ETIOLOGI

 90% : Unknown

• Faktor-faktor yang berhubungan:

• Prenatal Factor
•  Maternal rubella during pregnancy
•  Maternal alcoholism
•  Maternal age over 40 years
•  Metabolic disease : DM, phenylketonuria,
• SLE
•  Terpapar bahan kimia

LANJUTAN…..
 Obat teratogenik klas I ( efek kuat ):
accutane untuk acne, hidantoin/dilantin/valproate
untuk anti kejang, peminum alkohol
 Obat teratogenik klas II ( diduga keras ):
dekstroampetamin, progesteron
 Obat teratogenik klas III ( masih perlu
pembuktian ) : diazepam, sulfazolone, tetrasiklin,
aspirin

Faktor genetik
Kelainan kromosom ( jumlah atau struktur ) : sindrom down
CLASSIFICATION OF
CONGENITAL HEART
DISEASE

Acyanotic Cyanotic

 Obstruction  MIXED
Pulmonary to blood blood flow
Pulmonary
blood flow flow from
blood flow
ventricles
 Pulmonary Blood Flow
Atrial septal defect
Ventricular septal defect
Patent ductus arteriosus

Obstruction to Blood Flow from


Ventricles
 Coarctation of aorta
 Aortic stenosis
 Pulmonic stenosis
 Pulmonary Blood Flow
Tetralogy of Fallot
Tricuspid atresia

Mixed Blood Flow


Transposition of great arteries
PDA ( PATENT DUCTUS ARTERIOSUS)
Definisi:
Kegagalan menutupnya ductus arteriosus (yg menghubungkan
aorta dan arteri pulmonal) pd mgg pertema kehidupan, yg
menyebabkan mengalirnya darah dr aorta yg bertekanan
tinggi ke arteri pulmonal yg bertekanan rendah.
Etiologi:
 Blm diketahui scr pasti
 Infeksi roebela saat maternal
Manifestasi Klinis:
 Terdapat tanda gagal jantung; murmur, tekanan nadi besar,
ujung jari hiperemik, resiko endokarditis dan osbtruksi
pembuluh darah pulmonal
Lanjutan manifestasi k……
 Infeksi saluran nafas
berulang dan mudah
lelah
 Apnea
 Tachynea
 Nasal Faring
 Retraksi dada
 Hipoksemia
Komplikasi
 Endokarditis
 Obstruksi pembuluh
darah pulmonal
 CHF
PENATALAKSANAAN
 Pemberian
indomethacin (inhibitor
prostaglandin)
 Pembedahan
 Non pembedahan:
penutupan dgn alat saat
kateterisasi
PROSES KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
 Riwayat kep: respon fisiologis thd defek (sianosis, aktivitas
terbatas)
 Kaji tanda-tanda gagal jantung (nafas cepat, sesak nafas,
retraksi, adanya murmur, edema tungkai dan hepatomegali
 Kaji adanya hipoxia kronis: clubbing finger
 Hiperemi pd ujung jari
 Kaji pola makan dan pertambahan BB
DIAGNOSA
1. Penurunan curah jantung bd malformasi jantung
2. Gangguan pertukaran gas bd kongesti pulmonal
3. Intoleransi aktivitas bd ketidakseimbangan antara pemakaian
oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel
4. Perubahan tumbang bd tidak adekuatnya suplai oksigen dan
zat nutrisi kejaingan
5. Perubahan nutrisi kurang dr kebutuhan tubuh bd kelelahan
pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan kalori
6. Resiko infeksi bd menurunnya status kesehatan