Está en la página 1de 48

Menyelesaikan Pengujian Dalam

Siklus Penjualan dan Penagihan


Piutang Usaha
Annisa Livia R 1402154353 (39)
Bimo Abdinegoro 1402150340 (18)
Feny Alvita P 1402150159 (12)
METODOLOGI UNTUK
MERANCANG
PENGUJIAN ATAS
RINCIAN SALDO
Tujuan Audit yang berkaitan dengan saldo
piutang usaha:
1. Piutang usaha dalam neraca saldo
2. Piutang usaha yang dicatat ada
3. Telah dicantumkan
4. Sudah akurat
5. Diklasifikasikan dengan benar
6. Piutang usaha sudah benar
7. Nilai realisasi
8. Piutang usaha
Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang
mempengaruhi piutang usaha
Pengujian piutang usaha didasarkan pada prosedur penilaian risiko auditor
memberikan pemahaman mengenai bisnis dan industri klien, proses bisnis
untuk mengidentifikasi risiko klien signifikan mempengaruhi laporan keuangan,
termasuk piutang usaha. Ketika mengevaluasi risiko inheren bukti yang
direncanakan piutang usaha, auditor mempertimbangkan risiko bisnis klien
piutang usaha.
Menetapkan materialitas kinerja dan
menilai resiko inheren

Auditor akan memutuskan pertimbangan pendahuluan materialitas laporan


keuangan secara kemudian mengalokasikan jumlah pertimbangan pendahuluan
ke setiap akun neraca signifikan, piutang usaha sebagai penetapan materialitas
kinerja
Menilai Risiko Pengendalian Untuk Siklus
Penjualan Dan Penagihan
Manajemen sangat menginginkan catatan yang akurat untuk hubungan baik
dengan pelanggan :

• Pengendalian yang mencegah atau mendeteksi penggelapan.


• Pengendalian terhadap pisah batas.
• Pengendalian yang terkait dengan penyisihan piutang tak tertagih.
Dua aspek hubungan yang disajikan dalam gambar 16-2 perlu disinggung secara
khusus:

1. Untuk penjualan, tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi kejadian


mempengaruhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo-eksistensi atau keberadaan

2. Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha- nilai realisasi dan hak, serta
tujuan yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan, tidak terpengaruh oleh
penilaian risiko pengendalian untuk kelas transaksi.
Merancang dan Melaksanakan Pengujian
Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas
Transaksi (Tahap II)
Perancangan prosedur audit untuk pengujian pengendalian dan pengujian
subtantif atas transaksi, ukuran sampel dan mengevaluasi hasil pengujian –
pengujian tersebut, hasil pengujian pengendalian untuk mengetahui apakah
penilaian risiko pengendalian untuk penjualan dan penerimaan kas harus di
revisi. Subtantif menentukan sejauh mana risiko deteksi direncanakan akan di
penuhi setiap tujuan audit.
Merancang dan Melaksanakan Prosedur
Analitis (Tahap III)
Prosedur Analitis sering kali dilakukan selama 3 tahap audit: Selama perencanaan, ketika
melaksanakan pengujian, dan Sebagai bagian dari penyelesaian audit. Sebagian besar
prosedur analitis yang dilaksanakan selama tahap pengujian yang terinci dilakukan setelah
tanggal neraca tetapi sebelum pengujian atas rincian saldo. Jadi masih diperbolehkan
melakukan prosedur analitis yang ekstensif sebelum klien mencatat semua transaksi selama
tahun tersebut dan menyelesaikan laporan keuangannya.
Merancang dan Melaksanakan Pengujian
atas Rincian Saldo Piutang Usaha (Tahap
III)
Risiko deteksi yang direncanakan untuk setiap tujuan audit yang berkaitan
dengan piutang usaha ditunjukkan pada baris kedua dari bawah. Ini merupakan
keputusan subjektif yang dibuat oleh auditor setelah mengombinasikan
kesimpulan yang dicapai mengenai setiap faktor yang tercantum pada baris
tersebut.
MERANCANG PENGUJIAN
ATAS RINCIAN SALDO
Piutang Usaha Ditambahkan dengan Benar
dengan sama dengan File Induk serta
Buku Besar Umum

Aged Trial Balance menyajikan daftar saldo-saldo dalam file induk piutang
usaha pada tanggal neraca, termasuk saldo pelanggan individual yang beredar
dan rincian setiap saldo pada waktu antara tanggal penjualan dan tanggal
neraca.
Piutang Usaha Yang Dicatat Memang Ada

Konfirmasi saldo pelanggan merupakan pengujian atas rincian saldo penting


atau piutang usaha yang dicatat. Memeriksa dokumen pendukung guna
memverifikasi pengiriman barang dan bukti penerimaan kas.
Piutang Usaha Yang Ada Telah
Dicantumkan

Untuk menguji saldo akun yang dihilangkan dari aged trial balance
mengandalkan pada sifat menyeimbangkan sendiri file induk piutang usaha.
Dihilangkan dari jurnal penjualan, kurang saji piutang.
Piutang Usaha Sudah Akurat

Konfirmasi akun yang dipilih dari neraca saldo pengujian atas rincian saldo
paling umum keakuratan piutang usaha. Auditor akan memeriksa dokumen cara
yang sama seperti yang diuraikan untuk tujuan keberadaan. Debit dan kredit
saldo setiap pelanggan pendukung menyangkut pengiriman dan penerimaan
kas.
Piutang Usaha Diklasifikasikan Dengan
Benar
Mengevaluasi klasifikasi piutang usaha relatif dengan mereview aged trial balance untuk
piutang yang material dari afiliasi, pejabat, direktur, atau pihak terkait. Memverifikasi bahwa
wisel tagih atau piutang usaha yang harus diklasifikasi aset tidak lancar dipisahkan dan saldo
kredit piutang usaha yang signifikan diklasifikasi kembali sebagai piutang usaha. Klasifikasi
tujuan audit yang berkaitan dengan saldo dan klasifikasi terkait tujuan penyajian dan
pengungkapan dapat dipahami, klasifikasi tujuan berkaitan dengan saldo.
PISAH BATAS PIUTANG
USAHA SUDAH BENAR
Salah Saji Pisah Batas (Cutoff
Misstatement)
Terjadi apabila transaksi periode berjalan dicatat dalam periode selanjutnya atau
sebaliknya. Tanpa memandang jenis transaksinya, untuk memverifikasi apakah
transaksi yang mendekati akhir periode akuntansi telah dicatat pada periode
yang tepat. Merupakan salah satu paling penting dalam siklus karena salah saji
pisah dapat sangat mempengaruhi laba periode berjalan.
Pisah Batas Penjualan (Sales cutoff)

Sebagian besar klien perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur mencatat


penjualan berdasarkan kriteria pengiriman barang. Untuk pengukuran yang tepat
atas laba periode berjalan, metodenya harus sesuai dengan standar akuntansi
dan diterapkan secara konsisten.
Pisah Batas Retur Dan Pengurangan Penjualan
(Sales Return and Allowences Cutoff)

Standar akuntansi mengharuskan bahwa retur dan pengurangan penjualan


ditandingkan dengan penjualan yang terkait jika jumlahnya material.
Pisah Batas Penerimaan Kas (Cash
Receipts Cutoff)
• Pisah batas penerimaan kas yang benar kurang begitu penting dibandingkan pisah batas penjualan atau retur
dan pengurangan penjualan karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya mempengaruhi saldo kas dan
piutang usaha, bukan laba.

• Hingga tingkat tertentu, auditor juga mungkin bergantung pada konfirmasi piutang usaha untuk
mengungkap salah saji pisah batas penjualan, retur dan pengurangan penjualan, serta penerimaan kas.
Akan tetapi, sering kali sulit membedakan salah saji pisah batas dengan perbedaan waktu (timing
difference) yang normal akibat pengiriman dan pembayaran yang masih dalam perjalanan pada akhir
tahun.
Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Dept
Expenses)
• Standar akuntansi mengharuskan perusahaan menyatakan piutang usaha pada jumlah
yang akhirnya tertagih. Nilai realisasi piutang usaha (realizable value of account
receivable) sama dengan piutang usaha kotor dikurangi penyisihan piutang tak tertagih.
• Untuk membantu melakukan evaluasi ini, auditor sering kali menyiapkan skedul audit
yang menganalisis penyisihan piutang tak tertagih seperti yang diilustrasikan pada
gambar dibawah ini
KONFIRMASI
PIUTANG USAHA
JENIS KONFIRMASI
• Konfirmasi positif konfirmasi positif (positive confirmation)
Komunikasi dengan debitor yang meminta pihak penerima untuk
mengkonfirmasi secara langsung apakah saldo yang dinyatakan pada
permintaan konfirmasi itu benar atau salah.
• Formulir konfirmasi yang kosong (blank confirmation form)
Jenis konfirmasi positif yang tidak menyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi meminta
penerimanya untuk mengisi saldo atau melengkapi informasi lainnya.
• Konfirmasi faktur (invoice confirmation)
Jenis konfirmasi positif lainnya dimana setiap faktur akan dikonfirmasi, dan bukan
saldo piutang usaha pelanggan secara keseluruhan.

• Konfirmasi negatif (negative confirmation)


Juga ditunjukan kepada debitor tetapi hanya akan meminta respons jika debitor tidak
setuju dengan jumlah yang dinyatakan.
Penetapan Waktu

Bukti yang paling dapat diandalkan dari konfirmasi baru akan diperoleh jika
konfirmasi itu dikirim sedekat mungkin dengan tanggal neraca. Auditor
mungkin akan mempertimbangkan faktor-faktor lainnya ketika membuat
keputusan, termasuk materialitas piutang usaha dan exposure auditor terhadap
tuntutan hukum akibat kemungkinan bangkrutnya klien dan risiko serupa.
Keputusan Sampling
Ukuran sample: faktor utama yang mempengaruhi ukuran sample untuk mengkonfirmasi
piutang usaha berada dalam beberapa kategori dan mencakup hal-hal berikut:

• Materialitas kinerja
• Risiko inheren (ukuran relatif total piutang usaha, jumlah akun, hasil tahun sebelumnya,
dan salah saji yang diharapkan)

• Risiko deteksi yang dicapai dari pengujian subtantif lainnya (luas dan hasil pengujian
subtantif atas transaksi, prosedur analitis, dan pengujian yang terinci lainnya)

• Jenis konfirmasi (negatif yang biasanya memerlukan ukuran sample yang lebih besar)
ANALISIS
PERBEDAAN
Pembayaran Telah Dilakukan

Perbedaan yang dilaporkan umumnya terjadinya ketika pelanggan melakukan


pembayaran sebelum tanggal konfirmasi, tetapi klien belum menerima
pembayaran pada waktu melakukan pencatatan sebelum tanggal konfirmasi.
• Barang Belum Diterima
Perbedaan ini umumnya terjadi karena klien mencatat akuisisi ketika barang diterima

• Barang telah dikembalikan


Perbedaan ini umunya terjadi karena klien mencatat penjualan pada tanggal pengiriman dan
pelanggan mencatat akuisisi ketika barang diterima
• Kesalahan klerikal dan jumlah yang diperdebatkan
Jenis perbedaan yang paling mungkin dilaporkan dalam catatan klien adalah jika
pelanggan menyatakan bahwa ada kesalahan harga yang dikenakan atas barang, barang
rusak, kuantitas barang yang tepat belum diterima, dan sebagainya.
Verifikasi Alamat Dan Penyelenggaraan
Pengendalian
Auditor harus melaksanakan prosedur demi me-verifikasi alamat surat atau
alamat email yang dipakai dalam konfirmasi. Untuk konfirmasi yang dikirim
melalui surat, auditor harus menyelenggarakan pengendalian konfirmasi hingga
balasan dikembalikan oleh pelanggan. Klien dapat membantu mempersiapkan
konfirmasi, namun auditor harus bertanggung jawab atas pengiriman
konfirmasi ke luar dari kantor klien.
Menindaklanjuti Non-respons

Konfirmasi yang dikirim tetapi tidak dikembalikan oleh pelanggan tidak boleh
dianggap sebagai bukti audit yang signifikan. Demikian juga, untuk konfirmasi
negatif, auditor tidak boleh menyimpulkan bahwa penerima menerima
permintaan konfirmasi dan memverifikasi informasi yang diminta. Jika
konfirmasi positif digunakan, standar auditing mensyaratkan prosedur tindak
lanjut untuk konfirmasi dengan prosedur alternatif.
• Penerimaan Kas Lanjutan
Bukti penerimaan kas selanjutnya pada tanggal konfirmasi meliputi pemeriksaan
remitance advice, ayat jurnal dalam catatan penerimaan kas, atau mungkin kredit
selanjutnya dalam file induk piutang usaha

• Salinan Faktur Penjualan


Hal ini bermanfaat dalam mem- verifikasi penerbitan faktur penjualan aktual dan
tanggal penagihan aktual
• Dokumen Pengiriman
Hal ini penting dalam menentukan apakah pengiriman telah benar – benar dilakukan
dan sebagai pengujian pisah batas

• Korespondensi dengan Klien


Biasanya, auditor tidak perlu mereview korespondensi sebagai bagian dari prosedur
alternatif, tetapi korespondensi dapat digunakan untuk mengungkapkan piutang yang
diperselisihkan dan yang meragukan yang tidak terungkap oleh cara lainnya.
Menarik Kesimpulan
Jika semua perbedaan telah diselesaikan, termasuk yang ditemukan dalam melakukan prosedur
alternatif, auditor harus mengevaluasi ulang pengendalian internal. Auditor juga harus menggeneralisasi
dari sampel ke populasi piutang usaha secara keseluruhan. Keputusan akhir mengenai piutang
usaha dan penjualan adalah apakah bukti yang mencukupi telah diperoleh melalui pengujian
pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi, prosedur analitis, prosedur pisah batas,
konfirmasi, dan pengujian subtantif lainnya untuk menjustifikasi penarikan kesimpulan
mengenai kebenaran saldo yang dinyatakan.
MENGEMBANGKAN PROGRAM
AUDIT BAGI PENGUJIAN YANG
TERINCI
Fran Moor, Auditor Senior, menyiapkan kertas kerja perencaan bukti yang disajikan
pada gambar 16-7 sebagai alat bantu untuk membantunya memutuskan luas pengujian
atas rincian saldo yang direncanakan.