Está en la página 1de 39

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA II

SILABUS :

BAB I FILE DATA/OPERASI FILE


BAB II FUNCTION
BAB III FIELD KEY

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


BAB I
FILE DATA
File data adalah file yang digunakan sebagai tempat penyimpanan data. File
data merupakan sekumpulan record-record yang bertipe data sama yang
jumlahnya tidak tertentu.

field 1 field 2 field 3 … field n

record 1

record 2
. 1 (File Data)
.
.

record n

Gambar hubungan antara field, record dan file

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


Hirarki Data Urut Decscending :
1. Database
2. File Data/Table/Entity
3. Record/Tuple
4. Field/Attribut/Vari-Data
5. Byte/Karakter
6. Bit

Dengan adanya file data maka data-data dapat disimpan secara permanen dalam
bentuk sebuah file sehingga data tersebut dapat di kelola yaitu seperti:
1. Data dapat di masukkan kedalam file data .
2. Data yang ada dalam file data dapat diperbaiki/di edit
3. Data yang ada dalam file data dapat dihapus.
4. Data yang ada dalam file data dapat dilihat atau ditampilkan
kembali.
Salah satu cara untuk mengelola data pada file data adalah melalui perantara
program seperti : program input, program edit, program hapus dan program
laporan.

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


Untuk mengelola data pada file data dengan menggunakan program, maka diperlukan
statemen-statemen yang terdiri dari :

1. Mendeklarasikan pengenal file data


Sebelum sebuah file data diaktifkan, maka pengenal dari file data tersebut harus
dideklarasikan terlebih dahulu dengan cara :

Bentuk umum :
FILE *nama pointer file/Variabel File;

Keterangan :
• Penulisan file harus dengan huruf besar
• Nama pointer file adalah penunjuk alamat dari file yang dapat dikatakan dengan
nama pengenal file data.

Contoh :

FILE * Fnilai
2. Deklarasikan Variabel Record dan Variabel Data dalam bentuk Struktur (Structure)
bertujuan untuk mengelompokkan sejumlah data dengan tipe yang berlainan kedalam
satu nama yang sama.

Bentuk Umum : Contoh :

struct struct
{ {
tipe data1 nama variable -data-1; char nobp [14], nm[25];
tipe data2 nama variable -data-2; float nmid, nuas;
tipe data3 nama variable- data-3; }Rnilai;
}Nama Struktur/Variabel Record;

Keterangan :
Nama Struktur/Variabel Record Rnilai mempunyai empat elemen struktur,
yaitu nobp, nm, nmid dan nuas.
Syarat pemberian namanya sama seperti syarat memberi nama sebuah variable.
Contoh :
FILE *Fnilai;
struct
{
char nobp[14], nm[25];
float nmid, nuas;
}Rmhs;
Artinya :
- Diperkenalkan sebuah nama pengenal file data yaitu “Fnilai” yang mana ke dalam
file datanya nanti dapat dimasukkan data-data nobp, nm, nmid, nuas.

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


Untuk mengakses keempat elemen struktur tersebut dengan cara :
Bentuk Umum :
Nama variable struktur.nama variable data;
Contoh :
Rnilai.nobp
Rnilai.nm
Rnilai.nmid
Rnilai.nuas

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


2. Mengaktifkan file data
Setelah nama pengenal dari file data dideklarasikan dan sebelum data dimasukkan
kedalam file data atau dibaca dari file data, maka file data tersebut harus diaktifkan
terlebih dahulu dengan cara :

Bentuk umum :
Nama pointer file=fopen(“nama file data”, “mode”);
atau
Variabel file=fopen(“nama file data”,”mode”);

Keterangan :
a. Nama pointer file / Variabel File disesuaikan dengan nama yang diperkenalkan pada
bagian deklarasi.
b. Nama file data adalah nama dari file yang akan digunakan sebagai tempat data.
Syarat pemberian namanya sama dengan syarat memberi nama file yang under dos
yaitu : Maximal 8 karakter ditambah dengan extensi sebanyak 3 karakter dan tidak
boleh ada spasi.
c. Mode digunakan untuk menyatakan fungsi dari file data yang diaktifkan dan terdiri
dari :
- w (write)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk menampung data yang diinputkan,
dimana data pertama yang diinputkan pada setiap akan memulai menjalankan program
akan menempati posisi data record yang pertama. (dimulai dari nomor record 0)
- r (read)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk membaca data dari file data.
- a (append)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk menambah data, dimana setiap data
yang diinputkan akan selalu menempati posisi sesudah data record yang ada dalam file
data.

Contoh :
Fmhs=fopen(“nilmhs.dat”,”w”);

Artinya :
fmhs sama artinya dengan nilmhs.dat yang diaktifkan sebagai tempat untuk
menampung data.
3. Memasukkan atau menyimpan data yang diinputkan kedalam file data.
Setelah file data diaktifkan baru data dapat dimasukkan kedalam file data dengan
cara :

Bentuk umum :
fwrite (&Variabel Record,sizeof(Variabel Record),1, nama pointer file);

Keterangan :
- Nama pointer file sesuai dengan nama yang diperkenalkan pada bagian deklarasi.
- Variabel Record adalah nama variabel record yang diperkenalkan pada bagian
deklarasi variabel data dalam bentuk Structure

Contoh :
fwrite(&Rmhs,sizeof(Rnilai),1,Fnilai);

Artinya :
Memasukkan atau menyimpan data-data nobp, nm, nmid, dan nuas ke dalam file data
nilmhs.dat (yang diwakilkan oleh Nama Pengenal File / Variabel File nya yaitu Fnilai).
4. Membaca atau mengambil data dari file data.
Untuk membaca data dari file data, maka dilakukan dengan cara :
Bentuk umum 1:

fread (&variabel struktur,sizeof(variabel struktur),1,nama pointer file);

Keterangan :
- Nama pointer file sesuai dengan nama yang diperkenalkan pada bagian deklarasi.
- Variabel Struktur adalah nama variabel struktur yang diperkenalkan pada bagian
deklarasi.

Contoh :
fread(&Rmhs,sizeof(Rmhs),1,Fnilai);

Artinya :
Membaca data-data nobp, nm, nmid, dan nakhir di dalam file data nilmhs.dat
(yang diwakilkan oleh nama pengenal filenya yaitu Fnilai).
5. Menutup file data
Setelah file data digunakan sebagai tempat menampung atau membaca data maka
file data tersebut harus ditutup kembali dengan cara :

Bentuk umum :

fclose(nama pointer file);

Contoh :
fclose(Fmhs)

Artinya :
Menutup file data nilmhs.dat (yang diwakilkan oleh nama pengenal file nya yaitu Fmhs)
scanf(“%s”,Rnilai.nobp) printf(“%s”,Rnilai.nobp)

INPUT PROSES OUTPUT

“w”/”a” O I “r”
fwrite(&VR,size of(VR),1,VF) fread(&VR,size of(VR),1,VF)
fwrite(&Rnilai,size of(Rnilai),1,Fnilai) fread(&Rnilai,size of(Rnilai),1,Fnilai)

STORAGE

Nama Pointer File = fopen(“Nama File Data.dat”,”Mode”)


Fnilai=fopen(“nilmhs.dat”,”w”)

fclose(Nama Pointer File)


fclose(Fnilai)

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


Kesimpulan :

1. Untuk membuat program input yang sederhana, maka langkah-langkah yang


harus dikerjakan adalah :
a. Deklarasikan pengenal file data dengan statement FILE
b. Aktifkan file data dengan statement fopen dengan memakai mode “w”
c. Inputkan data dengan statement scanf, gets/getche yang telah dipelajari
sebelumnya.
d. Masukkan atau simpan data kedalam file data dengan statement fwrite
e. Tutup file data dengan statement fclose
2. Untuk membuat program laporan yang sederhana, maka langkah-langkah yang
harus dikerjakan adalah dengan cara :
a. Deklarasikan pengenal file data dengan statement FILE
b. Aktifkan file data dengan statement fopen dengan memakai mode “r”
c. Baca data dari dalam file data dengan statement fread
d. Proses data yang dibaca dengan proses biasa atau pengambilan keputusan
seperti if apabila dibutuhkan
e. Tampilkan data yang dibaca atau didapat dari hasil proses dengan statement
printf yang telah dipelajari sebelumnya
f. Tutup file data dengan statement fclose.
Contoh kasus :
Buatlah Struktur file data, variabel memory (Entry dan Informasi), Algoritma (program
flowchart Entry dan Informasi), dan implementasikan algoritma tersebut kedalam bahasa
pemrograman C dengan bentuk layout sebagai berikut :
a. Desain Input

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


b. Desain Output

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
Latihan :
Buatlah Struktur file data, variabel memory (Entry dan Informasi), Algoritma
(program flowchart Entry dan Informasi), dan implementasikan algoritma tersebut
kedalam bahasa pemrograman C dengan bentuk layout sebagai berikut :

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
BAB II
FUNCTION
Fungsi merupakan bagian dari Bentuk umum penulisan fungsi.
program untuk melaksanakan tugas
tertentu dan letaknya terpisah dari main()
program yang memanggilnya. Atau {
suatu program terpisah dalam blok blok pernyataan program utama;
tersendiri yang berfungsi sebagai }
sub program/program bagian.
nama_fungsi-1()
Program dalam fungsi ini dapat {
dipanggil dari blok program yang blok pernyataan program fungsi;
lainnya misalnya dari blok program }
utama. Dengan menggunakan nama_fungsi-2()
fungsi ini beberapa program yang {
terdapat dalam file yang berbeda blok pernyataan program fungsi;
dapat disatukan dalam satu file }
program.

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


Ket :
1. Didalam sebuah program dapat terdiri dari beberapa modul program
(Fuction) dan 1 (satu) modul program utama.

2. Didalam modul program suatu variable bersifat lokal, artinya


variable tersebut hanya dapat dipergunakan oleh bagian modul
program yang memperkenalkannya.

3. Jika suatu variable akan dipergunakan oleh beberapa modul


program sekaligus, maka variable tersebut harus diperkenalkan
diawal-awal dari modul program yang akan menggunakannya
disebut dengan variabel bersifat global.

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
Contoh kasus :
Buatlah Struktur file data, variabel memory (Menu, Entry dan Informasi), Algoritma
(program flowchart Menu, Entry dan Informasi) dan implementasikan algoritma
tersebut ke dalam bahasa pemrograman C dalam bentuk function untuk program
menu, entry dan Laporan seperti tampilan di bawah ini :
a. Program Menu b. Program Entry

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


c. Desain Output

UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”


UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”