Está en la página 1de 44

Pengkajian

1. Usia gestational (premature, matur, post matur)


2. Berat lahir
3. Skin
4. Vital sign
5. Head and sensory organ
Kepala

Periksa kontur
tulang tengkorak
dan fontanel

Rasakan apakah
ada kaput
suksedaneum dan
molase
Mata Bersihkan
kedua mata
bayi dengan
kapas
Bersihkan dari
ujung mata
kearah pangkal
mata

Bukalah mata bayi


dan lihatlah apakah
ada tanda-tanda
infeksi atau pus
Pemeriksaan Dada

Periksa bunyi
nafas dan detak
jantung
Lihatlah apakah
ada tarikan
dinding dada?
Periksa suhu tubuh bayi
Normal 36,5 – 37,5 °C
Periksa bahu lengan dan tangan

Sentuh telapak
tangan bayi dengan
jari dan hitung
jumlah jari tangan.
Bayi akan
menggenggam
dengan kuat
sehingga tubuhnya
bisa terangkat
Periksa adanya refleks moro

Tepuk kedua
tangan lihat
jika bayi
terkejut ia akan
membuka
telapak
tangannya
seperti akan
mengambil
sesuatu
Periksa bagian perut Tekan perut
dengan hati-hati
rasakan adakah
kelainan pada
organ-organ
dalam perut dan
lihat adakh
perdarahan
bentuk serta
penonjolan tali
pusat pada saat
menangis
Periksa bagian kulit

Lihat verniks
(tidak perlu
dibersihkan),
warna kulit, dan
adakah tanda
lahir
Periksa punggung dan anus

Balikkan tubuh bayi


dengan hati-hati
pastikan bayi
tersanggah dengan
baik, periksa
dengan ibu jari
untuk mengetahui
keadaan tulang
belakang.
Periksa alat genetalia Bersihkan alat
genetalia dg kapas
cebok sambil
memeriksa :
Untuk bayi laki-laki,
periksa apakah
testis sudah berada
dalam skrotum dan
penis berlubang
Untuk bayi
perempuan, periksa
labia mayora dan
minora, apakah
vagina dan ureter
berlubang.
Periksa tungkai dan kaki

Kaki bayi ditekuk dan


diputar perlahan nilai
gerakan dan hitung
jumlah jari.

Untuk mengetahui
apakah kedua kaki
sejajar serta kedua
kaki normal
Pem Fisik pd Anak
PRINSIP-PRINSIP
 Anak adalah bukan miniatur orang dewasa
tetapi merupakan sosok individu yang unik
yang mempunyai kebutuhan khusus sesuai
dengan tahapan perkembangan dan
pertumbuhannya.
 Berdasarkan kepada pertumbuhan dan
perkembangan anak sehingga permasalahan
perawatan terhadap klien sesuai dengan
tahapan perkembangan anak
 Asuhan kesehatan yang diberikan
menggunakan pendekatan sistem
 Selain memenuhi kebutuhan fisik, juga harus
memperhatikan kebutuhan psikologis dan
sosial.
 Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan,
perawat harus berperan sebagai ibu (orang
tua). Dalam hal segi emosional, misalnya
dengan bercerita, yang disertai dengan kasih
sayang dengan kelembutan sehingga
menimbulkan rasa aman dan menyenangkan
serta menumbuhkan rasa intimasi.
 Atraumatic Care
 DO NO HARM
 mencegah/mengurangi anak berpisah dr
ortu
 Perlindungan
 mencegah/mengurangi trauma fisik dan
nyeri
Anatomi dan fisiologi
 Kepala & leher mrp pelindung bagi
otak dan organ sensori khusus yang
lainnya
 Tengkorak tersusun dari 7 tulang yang
bergabung dan ditutupi kulit kepala
 Tengkorak wajah terdiri dari ronggo
utk mata, hidung, mulut
Pemeriksaan Kepala
 Rambut
 Wajah
 Mata & P’lihatan
 Telinga & P’ dengaran
 Hidung & sinus
 Mulut & Faring
Eksoftalmus
 Kelopak mata ~ bintil, ptisis, edema,
kemerahan, xantelasma
 Konjungtiva dan sklera ~ anemia, ikterus,
perdarahan, hiperemis, conjungtivitis
 Kornea, iris, & lensa ~ katarak, opaksitas
kornea .
 Pupil ~ (melihat ukuran bentuk, simetris), ~
isokor (N), anisokor, medriasis ~ 3/3 cm
 Reaksi terhadap cahaya ~ kmgkinan
kerusakan N-III/ paralisis
Catarak
 Gerakan mata~
 Nigtasmus ~ bergerak spontan ~ Frek, durasi
 Gerakan kearah 6 penjuruh ~ strabismus, paralitik/non paralitik
 Visus
 Menggunakan kartu snellen ~ 5 – 6 mtr
 Menutup mata yang tdk diperisa ~(scr bergantian)
 Mulai dari huruf yang paling besar ke kecil

 palpasi ;
 Tek bola mata ~ nyeri tekan M teraba keras ~ meningitis.
Pemeriksaan Telinga & Pendengaran
 Fx/ sbg alat pendengaran dan keseimbangan
 T/ mengetahui Fx, bentuk, ~(simetris dan
ketajaman pendengaran)
 Telinga dibagi mjd :
 Bgn luar
 Bgn tengah
 Bgn dalam
 Inspeksi & Palpasi :
 Inspeksi & Palpasi :
 Daun Telinga ~ simetris, kelainan bentuk
atau adanya koloid, kista, epidermoid otitis
 Otitis eksterna ~ dgn gerakkan telinga
keatas dn kebawah dan tekan tragus ~
“nyeri ?”
 Otitis Media ~ Tekan pada bagian belakang
telinga dng kuat ~ “Nyeri ?”
 Lubang & Gendang Telinga
 Inspeksi ~ Spekulum Otoskop
 Lubang telinga ~ serumen, otitis eksterna
 Gendang telinga ~ Perforasi, sklerpsis dll
Gendang Telinga
Daun telinga
 Pendengaran
 Uji ketajaman pendengaran ~ bisikan
 Pemeriksaan dgn Garpu Tala ~ guna m’bedakan antara
tuli konduksi & kehilangan pendengaran secara
sensorineural :
 Uji lateralisasi (Wiber)
 Uji Rinne ~ M,bedakan tuli konduksi udara dan tulang
Pemeriksaan Hidung & Sinus
 M’tahui bentuk dan fx hidung
 Hidung dibagi mjd :
 H luar
 H Dalam
 Inspeksi
 Sisi depan, sampng, bentuk, lubang hidung
 Kesimetrisan ~ septum hidung
 Mukosa hidung yang menutupi septum hidung,
bgm warnanya ~ rinitis, perforsi/epistaksis
 Palpasi
 Frontal, maxilaris
 Sinus thp nyeri ~ sinusitis
akut
Mulut & Faring
 Inspeksi
 Bibir ; Kelainan kongenital, warna, ulkus,
lesi,massa
 Gigi & gusi ; posisi jarak gigi
atas/bawah,ukuran, warna, lesi, tumor gusi dll
 Mulut ; kebersihan, bauh mulut dll
 Lidah ; kebersihan lidah, simetris ~>
paralisis..?~> Ggn N cranial XII,lesi,kanker
lidah
 Faring ; Warna/eksudat ~> Faringitis, dgn
berkata “AH” ~> Tonsil, dinding faring,
palatum mole
Rongga mulut
Saat lidah menjulur
Lidah bagian bawah
Pemeriksaan Leher
 T/ guna mengetahui bentuk & sistem tubuh yang
terpenting yang ada disekitar leher.
 Tehnik & strategi
 Anamesa ; (Riw. Kesh skrg & dahulu)
 Tehnik ~ validasi ;
 Inspeksi
 Palpasi
 Perkusi
 Auskultasi
Anatomi leher
 Leher t’bentuk dari tulang
servikal vertebra, ligamen, dan
otot-2 sternokleimastoideus dan
trapesius
 Didalam leher terdapat jar.
Limfe~menampung aliran cairan
limfatik dari daerah kepala ke
leher, kel. Tiroid pada leher
anterior bawah kedua sisi trakhea
Tehnik Pemeriksaan
 Anamesa ~ Riwayat…….?
 Inspeksi :
 Bentuk
 Jaringan
 P’bengkakan/p’besaran kelenjaran ~ Kel Tiroid/limfe
 Massa
 P’ubahan warna kulit
 Gerakan kel.tiroid~> saat menelan
LEher……”?
 Palpasi
 Kel Tiroid
 Tentukan ukuran, konsistensi
 Gerakan kel tiroid saat menelan
 Kel Limfe
 Tentukan lokasi, ukuran, bentuk, nyeri..?
 Lakukan klien dgn posisi berhadapan, leher
tengada kesamping kiri/kanan dengan tetap
rileks
Kel. Limfe
 Preaurikuler
 Aurikuler posterior
 Oksipital
 Superfisial cervikal
 Tonsilar
 Sibmental
 Submandibula
 Servikal superior
 Rantai servikal dalam
 Supraklafikular
 Trachea
 Pergeseran ~> ke satu arah/
tidak,~> perubahan posisi
lateral trakhea mungkin
diakibatkan dari suatu
massa dalam leher
 Pemeriksan Mobilisasi leher
 Lakukan secara aktif/pasif
 Gerakan atefleksi
 Gerakan dorsofleksi
 Gerakan lateral fleksi ke kanan/kiri
 Rotasi ke kanan/kiri
 Tentukan sejauh mana kemampuan klien m’gerakan
leher
 Auskultasi
 Gunakan stetoskop
 Letakkan pada daerah larinx diatas sternum ~>
utk m’dengarkan adanya suara vaskuler~>
Kelainan Kel Tiroid
 Pada pulsasi A. karotis ~> adanya bising
 Lanjutan di word !