Está en la página 1de 43

Analisa Materi Listrik

Dinamis
Mitha Azizaturredha
1401130321
Konsep-Konsep Esensial
Listrik Dinamis
1. Alat Ukur Listrik 4. Rangkaian Sederhana
Amperemeter Rangkaian Hambatan Seri
Voltmeter Rangkaian Hambatan
2. Hukum Ohm dan Hambatan Paralel
Arus Listrik Rangkaian Campuran
Hukum Ohm Rangkaian Alat-Alat Listrik di
Hambatan Penghantar Rumah
3. Hukum Kirchoff 5. Energi dan Daya Listrik
Hukum I Kirchoff Energi Listrik
Hukum II Kirchoff Daya Listrik
Kekekalan Energi Listrik
Peta Konsep
Kompetensi Inti
KI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya.

KI 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,


tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan raan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah


konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan
keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap
kebesaran Tuhan yang menciptakannya.

1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan


keseimbangan dan perubahan (seperti medan listrik dan
medan magnit) yang saling berkaitan sehingga memungkinkan
manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah
kehidupan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu
objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas


sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan
percobaan dan melaporkan hasil percobaan.

3.2 Mengevaluasi prinsip kerja peralatan listrik dalam kehidupan


sehari-hari.

4.2 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk


menyelidiki prinsip kerja rangkaian listrik.
Indikator Pencapain Kompetensi
1. Menunjukkan rasa kagum terhadap kebesaran Tuhan Yang
Maha Esa mengenai konsep listrik dinamis yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Menunjukkan rasa ingin tahu tentang konsep listrik dinamis
dalam proses pembelajaran dan diskusi.
3. Menunjukkan sikap teliti dalam melakukan percobaan dan
dalam mengerjakan LKDS yang berkaitan dengan konsep listrik
dinamis dalam diskusi kelompok.
4. Menunjukan sikap berkerja sama dalam melakukan
percobaan dan dalam mengerjakan LKDS yang berkaitan
dengan konsep listrik dinamis dalam diskusi kelompok.
5. Menunjukkan kemampuan dalam menyebutkan Hukum Ohm.
6. Menunjukkan kemampuan dalam menyebutkan Hukum I
Kirchhoff dan Hukum II Kirchhoff.
7. Menunjukkan kemampuan dalam menghitung rangkaian seri
dan paralel.
8. Menunjukkan kemampuan dalam mengaitkan konsep
rangkaian listrik seri dan paralel pada penerapan kehidupan
sehari-hari.
9. Menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi
permasalahan yang terdapat pada LKDS konsep listrik
dinamis.
10. Menunjukkan kemampuan dalam menarik kesimpulan dari
data hasil pengamatan mengenai konsep listrik dinamis.
11. Mampu melakukan inovasi baru dalam menangani
permasalahan nyata dalam usulan penyelesaiannya yang
terkait konsep listrik dinamis.
Materi Listrik Dinamis

A. Alat Ukur Listrik


Alat ukur listrik yang dibahas pada bab ini ada
dua yaitu amperemeter dan voltmeter.
Amperemeter dapat digunakan untuk
mengukur kuat arus listrik. Sedangkan
voltmeter adalah alat untuk mengukur beda
potensial antara dua titik (tegangan listrik).
Amperemeter
Dan
Voltmeter
B. Hukum Ohm dan Hambatan
1. Arus Listrik
Arus listrik adalah aliran muatan-muatan listrik pada suatu
rangkaian tertutup. Dari konversi yang ada arus listrik
digunakan arah seperti aliran muatan positif (kebalikan aliran
elektron). Dalam bahasa yang lain arus listrik dapat timbul
karena ada beda potensial pada dua titik dan arahnya dari
potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah. Besarnya arus
listrik dinamakan kuat arus listrik dan didefinisikan sebagai
banyaknya muatan positif yang melalui suatu titik tiap satu
satuan waktu.
2. Hukum Ohm
George Simon Ohm (1787-1854), inilah nama lengkap
ilmuwan yang pertama kali menjelaskan hubungan kuat arus
dengan beda potensial ujung-ujung hambatan.
Dalam eksperimennya, Ohm menemukan bahwa setiap beda
potensial ujung-ujung resistor R dinaikkan maka arus yang
mengalir juga akan naik. Bila beda potensial diperbesar 2x
ternyata kuat arusnya juga menjadi 2x semula. Apakah
hubungan yang terjadi? Dari sifatnya itu dapat ditentukan
bahwa beda potensialnya sebanding dengan kuat arus yang
lewat. Hubungan ini dapat dirumuskan:
V~I V=IR
Persamaan inilah yang
kemudian dikenal
sebagai hukum Ohm,
dengan R = besar
hambatan dan diberi
satuan Ohm
disimbolkan .
3. Hambatan Penghantar
Berdasarkan sifat resistivitasnya ini bahan dibagi menjadi tiga
yaitu konduktor, isolator dan semikonduktor. Konduktor
memiliki hambatan yang kecil sehingga daya hantar listriknya
baik. Isolator memiliki hambatan cukup besar sehingga tidak
dapat menghantarkan listrik. Sedangkan semikonduktor
memiliki sifat diantaranya.
Melalui eksperimen, hambatan penghantar dipengaruhi oleh
tiga besaran yaitu sebanding dengan panjangnya l,
berbanding terbalik dengan luas penampangnya A dan
tergabung pada jenisnya .
dengan : R = hambatan penghantar ()
l = panjang (m)
A = luas penampang penghantar (m2)
= hambatan jenis (m)
Hukum Kirchoff
1. Hukum I Kirchoff
Arus yang masuk pada titik percabangan sama
dengan kuat arus yang keluar pada titik
percabangan tersebut. Pernyataan ini dikenal
sebagai Hukum I Kirchoff, yang secara matematis
dapat dituliskan sebagai berikut.
2. Hukum II Kirchhoff
Hukum II Kirchhoff atau hukum loop menyatakan bahwa
jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan
tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.
Hukum ini di dasarkan pada hukum kekekalan energi. Secara
matematis hukum II Kirchhoff dapat dinyatakan sebagai
berikut.

Keterangan:
E : ggl sumber arus (volt)
I : kuat arus (A)
R : hambatan ()
Pada perumusan hukum II Kirchhoff, mengikuti ketentuan
sebagai berikut.
a. Semua hambatan (R) dihitung positif.
b. Pada arah perjalanan atau penelusuran rangkaian tertutup
(loop), jika sumber arus berawal dari kutub negatif ke kutup
positif, maka gglnya dihitung positif. Jika sebaliknya dari kutub
positif ke kutub negatif, maka ggl nya dihitung negatif.
c. Arus yang searah dengan penelusuran loop dihitung positif,
sedang yang berlawanan dengan arah penelusuran dihitung
negatif.
d. Jika hasil akhir perhitungan kuat arus bernilai negatif, maka
kuat arus yang sebenarnya merupakan kebalikan dari arah
yang ditetapkan.
Rangkaian Sederhana
1. Rangkaian Hambatan Seri
2. Rangkaian Hambatan Paralel
3. Rangkaian Campuran
Rangkaian campuran menunjukkan gabungan
dari rangkaian hambatan seri dan paralel.
Sifat-sifat rangkaian ini adalah gabungan dari
keadaan sifat rangkaian tersebut.
4. Rangkaian Alat-Alat Listrik di Rumah
Energi dan Daya Listrik

1. Energi Listrik
Energi untuk memindahkan muatan sebesar
Q dari satu titik ke titik lain yang berbeda
potensial V memenuhi hubungan berikut.

W=QV
Pada persamaan sebelumnya kalian dapat mengetahui
hubungan Q dengan kuat arus I. Q = I t. Dengan substitusi nilai
Q ini diperoleh persamaan energi listrik seperti di bawah.
W=VIt
dengan :
W = energi listrik yang diserap hambatan (joule)
V = beda potensial ujung-ujung hambatan (volt)
I = kuat arus yang mengalir pada hambatan (A)
t = waktu aliran (s)
2. Daya Listrik
Daya listrik merupakan besarnya energi yang mengalir atau
diserap alat tiap detik. Definisi lain, daya didefinisikan sebagai
laju aliran energi. Dari definisi ini daya listrik dapat
dirumuskan seperti di bawah.
3. Kekekalan Energi Listrik
Berarti energi listrik juga memiliki sifat umum dari
energi. Sifat umum itu adalah kekekalan energi.
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan tetapi bisa berubah ke bentuk lain.
Pada kekekalan energi listrik ini dapat kalian pelajari
perubahan energi listrik ke energy kalor.

Energi listrik : W = V I t
Energi panas : Q = m c t atau Q = m L
Media/Alat dan Bahan

Papan tulis
Spidol
LCD
Multitester
Resistor
Baterai
Instrument Test
Instrumen Penilaian Domain Sikap (Afektif)
1. Lembar Pengamatan Sikap (Penskoran)
No Aspek yang dinilai 1 2 3 Keterangan
1. Menunjukkan rasa kagum terhadap kebesaran
Tuhan Yaang Maha Esa mengenai konsep
impuls dan momentum yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Menunjukkan rasa ingin tahu
3. Menunjukkan sikap teliti dalam mengerjakan
LKDS
4. Bekerja sama dalam mengerjakan LKDS
2. Rubrik Penilaian Sikap
No Aspek yang dinilai Rubrik
1. Menunjukkan rasa 3. Menunjukan ekspresi kekaguman pada konsep listrik
kagum terhadap dinamis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan
kebesaran Tuhan ungkapan verbal yang menunjukkan rasa syukur
Yang Maha Esa terhadap Tuhan.
mengenai konsep 2. Belum secara ekplesit menunjukkan ekspresi
listrik dinamis yang kekaguman atau ungkapan syukur, namun menaruh
terjadi dalam minat terhadap hukum ohm
kehidupan sehari-hari 1. Belum menunjukkan ekspresi kekaguman atau
menaruh minat terhadap konsep listrik dinamis yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari
2. Menunjukkan rasa 3. Menunjukkam rasa ingin tahu yang besar atusias, aktif
ingin tahu dalam kegiatan kelompok.
2. Menunjukan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu
antusias dan baru terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok ketika disuruh.
1. Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan,
sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok
walaupun telah didorong untuk terlibat.
3. Menunjukkan sikap teliti 3. Melakukan percobaan dan mengerjakan LKDS
dalam mengerjakan sesuai prosedur, secara teliti.
LKDS 2. Melakukan percobaan dan mengerjakan LKDS
sesuai prosuder, tetapi kurang teliti .
1. Melakukan percobaan dan mengerjakan LKDS
sesuai prosuder, tetapi tidak teliti .
4. Bekerja sama dalam 3. Selalu bekerjasama dan membantu teman dalam
Melakukan percobaan dan melakukan percobaan dan mengerjakan LKDS
mengerjakan LKDS kelompok bersama teman.
2. Selalu bekerjasama tapi tidak membantu teman
dalam melakukan percobaan dan mengerjakan
LKDS kelompok bersama teman
1. Tidak bekerjasama dan tidak membantu teman
dalam melakukan percobaan dan mengerjakan
LKDS kelompok bersama teman.
Instrumen Penilaian Psikomotorik
1. Lembar Pengamatan Psikomotorik
Terlaksana Penilaian Skor
Aspek yang Diamati
Ya Tidak 4 3 2 1 Total
1. Menyiapkan alat dan bahan percobaan
untuk memecahkan masalah dalam LKDS
2. Membuat langkah percobaan berdasarkan
alat dan bahan yang sudah disediakan
sesuai dengan rancangan penyelesaian
masalah konsep listrik dinamis
3. Mengerjakan pertanyaan LKDS yang telah
diberikan dengan berdiskusi bersama
kelompok
4. Mempresentasikan hasil pengamatan dan
diskusi kelompok mengenai konsep listrik
dinamis
2. Rubrik Penilaian Keterampilan
No Aspek yang dinilai Rubrik
1 Menyiapkan alat dan bahan 4. Menyiapkan alat dan bahan percobaan untuk
percobaan untuk memecahkan memecahkan masalah dengan benar, rapi,
masalah dalam LKDS teliti, dan dengan cara mereka sendiri
3. Menyiapkan alat dan bahan percobaan untuk
memecahkan masalah dengan benar, rapi dan
cara mereka sendiri tetapi tidak teliti.
2. Menyiapkan alat dan bahan percobaan untuk
memecahkan masalah dengan teliti dan rapi,
tetapi tidak benar dan tidak dengan cara
mereka sendiri
1. Tidak Menyiapkan alat dan bahan percobaan
untuk memecahkan masalah
2 Membuat langkah percobaan 4:Membuat langkah percobaan berdasarkan alat
berdasarkan alat dan bahan yang dan bahan yang sudah disediakan sesuai
sudah disediakan sesuai dengan dengan rancangan penyelesaian masalah,
rancangan penyelesaian masalah bahasa mudah dipahami.
konsep listrik dinamis
3:Membuat langkah percobaan berdasarkan alat dan bahan
yang sudah disediakan sesuai dengan rancangan
penyelesaian masalah, tetapi bahasa tidak mudah
dipahami.
2:Membuat langkah percobaan berdasarkan alat dan bahan
yang sudah disediakan tetapi tidak sesuai dengan
rancangan penyelesaian masalah dan bahasa mudah
dipahami.
1:Tidak Membuat langkah percobaan berdasar-kan alat dan
bahan yang sudah disediakan dengan rancangan
penyelesaian masalah.
3 Mengerjakan 4:Siswa berdiskusi dengan teman sekelompoknya dan
pertanyaan LKDS menjawab semua pertanyaan
yang telah diberikan 3:Siswa berdiskusi dengan teman sekelompoknya dan
dengan berdiskusi hanya menjawab sebagian pertanyaan saja
bersama kelompok
2: Siswa berdiskusi dengan bukan teman sekelompoknya
dan menjawab semua pertanyaan
1: Siswa berdiskusi dengan bukan teman sekelompoknya
dan hanya menjawab sebagian pertanyaan saja
4 Mempresentasikan hasil 4: Siswa mampu mempresentasikan hasil pengamatan
pengamatan dan diskusi dan hasil diskusi kelompok dengan benar, bahasa
kelompok mengenai mudah dimengerti dan percaya diri
konsep listrik dinamis 3: Siswa mampu mempresentasikan hasil pengamatan
dan hasil diskusi kelompok dengan benar, bahasa
mudah dimengerti, tetapi disampaikan kurang
percaya diri
2: Siswa mampu mempresentasikan hasil pengamatan
dan hasil diskusi kelompok dengan benar, tetapi
bahasa sulit dimengerti dan disampaikan kurang
percaya diri
1: Siswa tidak dapat mempresentasikan hasil
pengamatan dan hasil diskusi kelompok dengan baik,
bahasa sulit dimengerti, dan tidak percaya diri
Instrumen Penilaian Kognitif
Soal evaluasi
1. Sebutkan bunyi hukum Ohm, hukum I
Kirchhoff, dan hukum II Kirchhoff?
2. Tiga buah hambatan listrik yang besarnya
masing-masing 3, 5, dan 7. Hitunglah
hambatan totalnya jika disusun (a) seri (b)
parallel.
3. Gambarlah contoh penerapan rangkaian
listrik di kehidupan sehari-hari.
Jawaban
1. Hukum Ohm: Kuat arus yang melalui suatu konduktor ohm
adalah sebanding (berbanding lurus) dengan beda potensial
antara ujung-ujung konduktor asalkan suhu konduktor tetap.
Hukum I Kirchoff : Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik
cabang sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik cabang
tersebut.
Hukum II Kirchoff : Di dalam sebuah rangkaian tertutup,
jumlah aljabar gaya gerak listrik () dengan penurunan
tegangan (IR) sama dengan nol.
3. Menggambarkan contoh penerapan rangkaian listrik di
kehidupan sehari-hari. Dimana jawaban bebas tetapi dibatasi
dengan lingkup dari konsep listrik dinamis (menyesuaikan).
Rubrik Penilaian Kognitif
No Kriteria Skor Skor
Rincian Kriteria Jawaban Skor
soal Jawaban tertinggi total
1 Menyebutka Menyebutkan dengan tepat dan jelas : Hukum Ohm:
n bunyi Kuat arus yang melalui suatu konduktor ohm adalah
hukum Ohm, sebanding (berbanding lurus) dengan beda potensial
hukum I antara ujung-ujung konduktor asalkan suhu konduktor
Kirchhoff, tetap.
dan hukum Hukum I Kirchoff : Jumlah kuat arus yang masuk ke 30
II Kirchhoff suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang
dengan tepat keluar dari titik cabang tersebut.
dan jelas : Hukum II Kirchoff : Di dalam sebuah rangkaian 30 30
tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik () dengan
penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.
Menyebutkan tetapi kurang sempurna :
Menjawab tanpa ada penjelasan tetapi mendekati 20
sempurna
Memberikan jawaban tetapi salah atau tidak
10
berkenaan dengan materi
Hanya menuliskan jawaban pengertian salah satu 1
3 Menggambarkan Memberi
contoh penerapan gambaran dan
rangkaian listrik di penjelasan dengan 20
kehidupan sehari-hari benar atau sesuai
perintah.
Hanya
memberikan
gambaran tanpa 20 20
penjelasan atau
5
hanya
memberikan
penjelasan tanpa
ada gambar
Tidak menulis
0
sama sekali
Total nilai 100