Está en la página 1de 25

ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN

AGENDA KESEHATAN KEBIJAKAN PUBLIK

Fauziah M Arman 1411211004


Puteri Ramadhan 1411211068
Prili Nessa Amenela 1411212035
OUTLINE

Pengertian kebijakan

Pemahaman kebijakan

Ciri ciri kebijakan kesehatan

Ruang lingkup kebijakan kesehatan

Model kebijakan

Kebijakan kesehatan di Indonesia

Karakteristik masalah dalam kebijakan kesehatan

Kaitan Kebijakan Kesehatan dengan Kebijakan Publik Sektor Lainnya


KEBIJAKAN
Kebijakan Publik Kebijakan Kesehatan
dipengaruhi adanya isu Kebijakan kesehatan
publik. Isu publik terus mengacu keputusan,
menerus mengalami rencana dan tindakan
perubahan sesuai dengan yang dilakukan untuk
kebutuhan publik mencapai tujuan
kesehatan tertentu dalam
masyarakat
komponen yang selalu ada dalam proses kebijakan publik
(Gerston, 2010) :
Selalu ada isu publik dalam penentuan agenda kebijakan.
Proses pembuatan kebijakan : Selalu ada aktor yang
mewakili, mengintepretasikan, dan merespon isu publik.
Sumber daya yang mempengaruhi isu publik (dukungan
aktor kunci dan stakeholders)
Institusi yang berhubungan dengan isu publik
Tingkatan pemerintahan yang berhubungan dengan isu
publik (struktur kekuasaan dan pengambilan keputusan)
Isu isu kebijakan pokok dihubungkan dengan masalah kesehatan masa
kini, masa lalu dan kecendrungan masalah itu di masa datang. Sebagai
contoh :
Kesesuaian penganggaran pelayanan kesehatan.
Kualitas tempat pelayanan dan perawatan rumah sakit dan
puskesmas.
Keamanan pasien (patient safety) terhadap infeksi nosokomial.
Keluhan atau ketidakpuasan pasien.
Keterjangkauan dan akses pelayanan, equitas asuransi kesehatan.
Pelayanan kesehatan lansia.
Beberapa jenis penyakit yang paling mengancam di masa depan dan
perangkat yang disiapkan untuk mengantisipasinya.
Proses pembuatan kebijakan
Proses pembuatan kebijakan melibatkan beberapa elemen
seperti:
Saluran komunikasi dalam penyampaian informasi mengenai
isu isu kebijakan, baik vertikal, horizontal, maupun diagonal.
Pusat keputusan di mana isu isu itu diproses.
Mekanisme kebijakan secara tipikal dalam hubungannya
dengan isu kebijakan.
Sifat temporal isu kebijakan.
Kecendrungan kontinuasi dan dekontinuasi hasil kebijakan
yang menjadi isu utama.
Agenda-agenda dari kebijakan kesehatan
didominasi oleh hal-hal yang spesifik yang
berhubungan dengan kebutuhan yang dirasakan
dalam konteks sistem kesehatan untuk
menjawab persoalan kesehatan masyarakat,
penyebab penyakit-penyakit atau hal-hal yang
behubungan dengan organisasi dan manajemen
kesehatan. Contohnya, obat-obatan, peralatan,
akses terhadap fasilitas kesehatan dan lain
sebagainya (Leppo, 2001)
Komponen kebijakan
Konten
Konten kebijakan berhubungan dengan teknis dan institusi

proses
Proses kebijakan adalah suatu agenda yang teratur melalui
suatu proses rancang dan implementasi.

konteks
Konteks kebijakan adalah lingkungan atau setting di mana
kebijakan itu dibuat dan diimplementasikan

Aktor
Aktor adalah mereka yang berada pada pusat kerangka
kebijakan kesehatan. Aktor-aktor ini biasanya memengaruhi
proses pada tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota
Analisis kebijakan
beberapa tujuan untuk melaksanakan suatu analisis dari kebijakan yaitu:
Untuk dapat memahami proses kebijakan yang dikembangkan dan
diimplementasi.
Untuk mengetahui tujuan dan motivasi di balik kebijakan yang
diimplementasi termasuk fokus pada pendekatan pendapatan
keluarga dan kemiskinan.
Untuk memahami cara kebijakan tersebut berpengaruh terhadap area
keberadaan pendapatan keluarga.
Untuk memahami area-area yang potensial untuk diintervensi dalam
proses kebijakan. Dalam hal ini untuk mendapatkan efek pemantapan
dalam pengembangan kebijakan dan proses implementasi.
Kebijakan kesehatan didefinisikan
sebagai suatu cara atau tindakan yang berpengaruh
terhadapa perangkat institusi, organisasi, pelayanan
kesehatan dan pengaturan keuangan dari sistem
kesehatan Kebijakan kesehatan merupakan bagian dari
sistem kesehatan.
Komponen sistem kesehatan
meliputi sumber daya, struktur organisasi, manajemen,
penunjang lain dan pelayanan kesehatan .
Kebijakan kesehtan
bertujuan untuk mendisain program program di
tingkat pusat dan lokal, agar dapat dilakukan perubahan
terhadap determinan determinan kesehatan
Ciri ciri kebijakan kesehatan

Kebijakan kebijakan kesehatan dibuat oleh pemerintah dan swasta.

Tujuan dari kebijakan kesehatan adalah untuk menyediakan pola pencegahan, pelayanan
yang terfokus pada pemeliharaan kesehatan, pengobatan penyakit dan perlindungan terhadap kaum rentan

Pengembangan kebijakan biasanya top-down

Kebijakan kesehatan harus berdasarkan pembuktian yang menggunakan pendekatan problem solving secara
linear.

Kebijakan kesehatan dapat bermanifestasi dalam berbagai hal dan tidak selalu dalam bentuk dokumen dokumen
Ruang lingkup kebijakan kesehatan
Kebijakan kesehatan mengarah pada area studi yang
berfokus pada output dan outcome yang dihasilkan oleh
komunitas yang terkait dengan kesehatan.
komponen kebijakan terdiri dari pelaku kebijakan,
lingkungan kebijakan dan kebijakan itu sendiri. Dalam
merumuskan sebuah kebijakan, ketiga komponen tersebut
saling berinteraksi
komponen kebijakan terdiri dari pelaku kebijakan,
lingkungan kebijakan dan kebijakan itu sendiri. Dalam
merumuskan sebuah kebijakan, ketiga komponen tersebut
saling berinteraksi
Model Kebijakan
Model pendekatan yang digunakan dalam
proses pembuatan kebijakan antara lain:
Elite.
Kelembagaan
Incremental
Sistem
Kebijakankesehatan di Indonesia
Isu strategis
Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
yang bermutu belum optimal
Sistem perencanaan dan penganggaran departemen
kesehatan belum optimal
Standar dan pedoman pelaksanaan pembangunan
kesehatan masih kurang memadai
Dukungan departemen kesehatan untuk melaksanakan
pembangunan kesehatan masih terbatas.
Strategi kesehatan di Indonesia
Pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
yang bermutu belum optimal
Sistem perencanaan dan penganggaran departemen
kesehatan belum optimal
Standar dan pedoman pelaksanaan pembangunan
kesehatan masih kurang memadai
Dukungan departemen kesehatan untuk melaksanakan
pembangunan kesehatan masih terbatas.
Kebijakan program promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat
Pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi
komunikasi, informasi dan edukasi (KIE)
Pengembangan upaya kesehatan bersumber
masyarakat dan generasi muda
Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat

Kebijakan program lingkungan sehat


Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar
Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan
Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan
Pengembangan wilayah sehat
Kebijakan program upaya kesehatan dan pelayanan
kesehatan
Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan
jaringannya
Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan
prasarana puskesmas dan jaringannya
Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan
termasuk obat generik esensial
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup
sekurang-kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu
dan anak, keluarga berencana
Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
Kebijakan program upaya kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin kelas
III RS
Pembangunan sarana dan parasarana RS di daerah
tertinggal secara selektif
Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit
Pengadaan obat dan perbekalan RS
Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan
Pengembangan pelayanan kedokteran keluarga
Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
Kebijakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit
Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko
Peningkatan imunisasi
Penemuan dan tatalaksana penderita
Peningkatan surveilans epidemologi
Peningkatan KIE pencegahan dan pemberantasan penyakit

Kebijakan program perbaikan gizi masyarakat


Peningkatan pendidikan gizi
Penangulangan KEP, anemia gizi besi, GAKI, kurang vitamin A,
kekuarangan zat gizi mikro lainnya
Penanggulangan gizi lebih
Peningkatan surveilans gizi
Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
Kebijakan program sumber daya kesehatan
Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan
Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama
untuk penduduk miskin
Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit
Kebijakan program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan
Pengkajian dan penyusunan kebijakan
Pengembangan sistem perencanaan dan pengangaran, pelaksanaan dan
pengendalian, pengawasan dan penyempurnaan administrasi keuangan,
serta hukum kesehatan
Pengembangan sistem informasi kesehatan
Pengembangan sistem kesehatan daerah
Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan
Kebijakan program penelitian dan pengembagan kesehatan
Penelitian dan pengembangan
Pengembangan tenaga, sarana dan prasarana penelitian
Penyebarluasan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan
kesehatan
Karakteristik masalah dalamkebijakan
kesehatan

Interdepensi (saling tergantung)

Subjektif

Artifisial

Dinamis

Tidak terduga
Kaitan Kebijakan Kesehatan dengan
Kebijakan Publik Sektor Lainnya
Penting tidaknya suatu kebijakan kesehatan dapat dipandang
karena sektor kesehatan merupakan bagian dari ekonomi.
Kepentingan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari kajian kebijakan
kesehatan. Dalam diskusi tentang The Politic of Health
menyimpukan faktor yang mempengaruhi pengembangan,
implementasi, dan evaluasi kebijakan antara lain :
Ekonomi (Kelangkaan Sumber Daya, Melengkapi beberapa
prioritas),
Kelembagaan (Partai Politik, Pemilihan Umum, Anggota
Dewan/Parlemen, Pemerintah, Pelayanan Publik dan Sistem
Pemerintahan),
Politik (Kelompok yang berkepentingan, Partai Politik) dan
Budaya (Tradisi, nilai dan ideologi).
Sektor kesehatan adalah salah satu sektor
yang menyerap banyak anggaran belanja negara
(APBN) untuk membayar sumber daya
kesehatan, walaupun peran serta pemerintah
daerah dengan adanya otonomi yang
menyangkut pembagian kepentingan dan
tanggungjawab dinilai berkurang, namun sektor
kesehatan diamanatkan oleh Undang-Undang
menyerap minimal 5% dari APBN
Dalam kaitan dengan sektor ekonomi,
kebijakan kesehatan dapat dijadikan sebagai
driver dari usaha peningkatan ekonomi. Inovasi
dalam bidang kesehatan yang disertai dengan
investasi yang besar merupakan potensi ekonomi
meliputi teknologi kesehatan, bio-medical
maupun produksi, termasuk industri farmasi.
Kepentingan keputusan yang dihasilkan dari
kebijakan kesehatan melibatkan urusan hidup dan
mati manusia, itulah yang menyebabkan
kebijakan ini menjadi sangat penting
TERIMA KASIH