Está en la página 1de 13

ANCAMAN TERORISME

TERHADAP BANGSA
OLEH
1. DAYANG YENI ISLAMINARTI (031500424)
2. FATIN YUNIARTI (031500424)
3. ELVA DWIYANI (031500424)
4. GERY BAGUS EKO S. (031500424)
5. KHAIRI AFRIAN PUTRA (031500424)
6. SAKA WAHYU HIDAYAT (031500424)
7. SUGENG RIYANTO (031500424)
8. TAUFIK IQBAL WIBOWO (031500424)
9. YAN ADAMS BERLIAN (031500424)
10. MUHAMMAD AHO (031500440)
Apa itu Terorisme?

Terorisme merupakan kejahatan terhadap


kemanusiaan dan kejahatan terhadap
peradaban yang menjadi ancaman bagi
segenap bangsa serta musuh dari semua
agama di dunia ini. Terorisme dalam
perkembangannya telah membangun
organisasi dan mempunyai jaringan global
dimana kelompok-kelompok terorisme
yang beroperasi diberbagai Negara yang
telah terkooptasi oleh suatu jaringan
Terorisme berasal terorisme internasional serta mempunyai
hubungan dan mekanisme kerja sama
dari bahasa latin satu sama lain baik dalam aspek
operasional infrastruktur maupun
terrere, yaitu infrastruktur pendukung (support
menggetarkan. infrastructure).
CIRI- CIRI
TERORISME
Organisme yang baik, berdisiplin tinggi & militant
Mempunyai tujuan politik, dan ideologi, tetapi melakukan kejahatan
kriminal untuk mencapai tujuan tersebut
Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku seperti agama,
hukum dan HAM
Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi, untuk
menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas
Menggunakan cara-cara seperti pengeboman, penculikan, penyanderaan,
pembajakan, dan lainnya yang dapat menarik perhatian masa atau publik
BENTUK
TERORISME
Teror Fisik, yaitu teror untuk menimbulkan
ketakutan dan kegelisahan serta bersifat nyata
Terorisme fisik yang dapat dilihat secara fisik. Contohnya
seperti prmbunuhan, penganiayaan, dan
lainnya.
Teror mental yaitu teror yang dilakukan dengan
Terorisme menggunakan segala macam cara yang dapat
Mental menimbulkan ketakutan &kegelisahan namun
tanpa menyakiti jasmani.
SKALA SASARAN TERORISME
yaitu teror yang ditujukan kepada pihak-pihak yang
ada pada suatu wilayah dan kekuasaan negara
Teror Nasional
tertentu, yang dapat berupa : pemberontakan
bersenjata, pengacauan stabilitas nasional, dan
gangguan keamanan nasional.

Tindakan teror yang diktujukan kepada bangsa atau


Teror negara lain diluar kawasan negara yang didiami oleh
teroris
Internasional
FAKTOR PENYEBAB

Kemiskinan dan
Kesukuan, Rasa Putus Asa dan Tidak
kesenjangan dan
nasionalisme/separatisme Berdaya
globalisasi

Pelanggaran harkat
Non demokrasi Elemen biologis dan sosial
kemanusiaan

Radikalisme Ekstrimisme
Agama
DAMPAK TERORISME BAGI
PERTAHANAN DAN KEAMANAN Setiap masalah yang ada di dunia ini,
tentu dapat kita lihat dari dua segi, yaitu
dari segi Positif dan segi Negatif. Begitu
juga dengan masalah Terorisme yang ada
di Indonesia, bahkan di belahan dunia.
Tentunya masalah terorisme juga
Dampak Negative Terorisme
memiliki dampak bagi kehidupan baik
1. Menurunnya rasa nasionalisme.
dari segi Positif maupun negatif. Berikut
2. Mengganggu keyakinan penduduk akan kedaulatan
uraiannya.
bangsa.
3. Rasa tidak percaya antar umat beragama.
4. Mengurangi rasa kesatuan dan persatuan dari rakyat
Indonesia.
5. Mengganggu tatanan kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dampak Positif Terorisme
6. Menurunnya pendapatan negara karena menurunnya 1. Mengerti bahwa jihad yang sebenarnya bukan
kepercayaan wisatawan asing. seperti jihad yang dilakukan oleh para teroris
7. Dapat menghancurkan pertahanan dan keamanan 2. Keamanan negara mulai ditingkatkan oleh para
negara. aparat militer
3. Tumbuhnya Rasa Solidaritas
4. Pembenahan Sistem Hukum di Indonesia
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
CONTOH KASUS mengatakan pemerintah sejak satu atau dua
bulan yang lalu sudah menemukan informasi
mengenai potensi serangan teror di kawasan
Terdapat beberapa kasus terorisme yang pernah terjadi Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta
di Indonesia, kasus terorisme terbaru adalah kasus Pusat. Kawasan tersebut berdekatan dengan
Serangan Jakarta 2016. Serangan Jakarta merupakan lokasi ledakan bom Sarinah di persimpangan
serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Ryamizard
dan juga penembakan di daerah Sarinah, Thamrin, mengatakan, Badan Intelijen Negara juga sudah
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia. memberikan laporan soal potensi serangan
Menurut Kepolisian Republik Indonesia latar belakang tersebut. Ia mengakui pelaku penyerangan
terjadinya peristiwa ini, bermula pada kepolisian yang memanfaatkan kelemahan aparat.Serangan
menerima informasi pada November 2015 mengenai dimulai pada 14 Januari 2016 pukul 10.40 WIB,
Negara Islam Irak dan Syam memberi sinyal akan ketika serangkaian ledakan mengguncang
menyerang Indonesia. persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat. Menurut
Hal ini dikuatkan oleh laporan dari Institute for Policy juru bicara Kepolisian Republik Indonesia,
Analysis of Conflict, lembaga kajian konflik di Indonesia pelaku serangan yang tidak diketahui
asal Jakarta, bahwa sedikitnya ada 50 Warga Negara jumlahnya ini membawa granat dan senjata
Indonesia yang pergi secara diam-diam ke Suriah untuk api. Menurut laporan sejumlah media,
bergabung dengan organisasi ISIS. terdapat 7 orang yang menjadi pelaku
serangan.
Serangan dimulai ketika sebuah ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala, di depan gerai Starbucks persimpangan
Sarinah pada pukul 10.40 WIB. Tiga ledakan berikutnya terjadi di sebuah pos polisi tepat di persimpangan Sarinah,
menewaskan satu warga sipil. Sementara dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks, menewaskan satu warga
sipil lainnya. Setelah ledakan tersebut, beberapa laporan menyebutkan bahwa terjadi tiga ledakan di daerah lain, yakni
Cikini, Slipi, dan Kuningan, namun laporan tersebut ditemukan sebagai pemberitaan palsu.
Setelah ledakan-ledakan tersebut, polisi mencoba menyergap beberapa pelaku serangan. Suara tembakan antara pelaku
dan polisi terdengar dari dalam Menara Cakrawala. Dilaporkan, polisi menembak mati tiga pelaku serangan, dan dua
pelaku ditangkap, sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam melakukan ledakan bunuh diri.

Akibat terjadinya serangan di persimpangan Sarinah, Starbucks menutup seluruh


gerainya yang berada di Jakarta. Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar
Amerika sempat anjlok akibat peristiwa ini. Pengamanan kawasan vital di seluruh
Jakarta ditingkatkan setelah peristiwa ini, seperti Gedung DPR/MPR dan gedung
Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Pengamanan di provinsi lain di Indonesia seperti
Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali, turut ditingkatkan.
TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN SAAT
MENDAPAT SERANGAN TEROR

1. Tetap Tenang,
2. Selalu dalam keadaan siap siaga,
3. Mencari tempat paling aman,
4. Menghubungi bantuan dari pihak terkait: polisi, ambulan, medis
dan saudara atau teman,
5. Menghindar dari lokasi kejadian,
6. Saling membantu,
7. Berdoa.
Strategi yang dilakukan Pemerintah dan Warga Negara

1. Strategi yang dilakukan Pemerintah


Sebagai upaya penanganan terorisme di Indonesia, pemerintah menempatkan BNPT (Badan
Nasional Penanggulangan Terorisme) sebagai leading sector yang berwenang untuk menyusun
dan membuat kebijakan dan strategi serta menjadi koordinator dalam bidang penanggulangan
terorisme. Dalam aspek kebijakan, BNPT mempunyai tiga bidang yakni,
1) Bidang pencegahan perlindungan dan deradikalisasi,
2) Bidang penindakan dan pembinaan kemampuan dan
3) Bidang kerjasama internasional.
Di samping itu kebijakan integratif dan komprehensif memiliki pengertian adanya pelibatan
seluruh komponen bangsa baik pemerintah (K/L) maupun masyarakat dalam upaya
penanggulangan terorisme di Indonesia. Dalam posisi inilah BNPT menjadi leading sector yang
mengkoordinasikan seluruh potensi daya dari berbagai elemen bangsa dalam penanggulangan
terorisme.
Pemerintah juga mengatur pemberantasan tindak terorisme di dalam :
4) Perpu No 1 tahun 2002 menjadi UU No 15 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak
terorisme
5) Perpu No 2 tahun 2002 menjadi UU No 16 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana
terorisme, pada peristiwa peledakan bom bali di bali tanggal 12 oktober 2002
2. Strategi yang dilakukan Warga Negara
1) Mendukung segala upaya perdamaian, baik yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi, maupun
perseorangan.
2) Membuat atau membangun komunitas-komunitas kecil yang bertujuan untuk mengkampanyekan
perdamaian dan indahnya keberagaman, minimal dimulai dengan orang-orang di lingkungan sekitar.
3) Memperdalam pengetahuan mengenai keberagaman dan perdamaian.
4) Cobalah untuk mengikuti kegiatan dan acara dialog publik serta kegiatan yang mempromosikan
keberagaman.
5) Berperan aktif dalam melaporkan gejala-gejala sekecil apapun yang mengarah pada radikalisme atau
terorisme.
6) Meningkatkan pemahaman keagamanan.
7) Sebagai warga negara, perlu juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa
dan bernegara sesuai dengan format NKRI.
8) Meningkatkan kewaspadaan dalam pergaulan sehari-hari agar tidak mudah terpengaruh dengan
paham atau ajakan yang mengarah pada radikalisme terorisme.
9) Sebagai generasi muda yang melek teknologi, wajib untuk menyaring segala informasi yang kita
dapatkan. Mengapa? Karena terorisme juga tidak ketinggalan dalam memanfaatkan media yang satu
ini untuk menyebarkan paham kekerasan dan radikal kepada anak muda.
10) Tidak lupa juga untuk aktif mensosialisasikan kepada masyarakat apa itu terorisme, bahaya dan
dampaknya, pola mereka merekrut anggota, bentuk dan pola aksi mereka, dan masih banyak lagi.
KESIMPULAN
Terorisme merupakan suatu tindakan yang disengaja untuk menimbulkan rasa
ketakutan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa takut kepada masyarakat demi
melancarkan aksi dan tujuan yang ingin dicapai oleh si pelaku.
Tentunya, terorisme sangat berbahaya bagi keselamatan, keamanan, dan pertahanan
Bangsa dan Negara. Karena setiap masyarakat yang ikut terlibat dalam tindakan
terorisme (terutama korban) dapat mengganggu jiwa mental masyarakat tersebut.
Untuk itu perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan warga negara agar dapat
lebih berhati-hati lagi dan pemerintah juga lebih meningkatkan dan menegakkan
kembali peraturan-peraturan mengenai tindak terorisme. Serta warga negara juga
harus ikut serta dalam mencegah tindak terorisme, seperti mengadakan/ mengikuti
penyuluhan mengenai tindak terorisme.