Está en la página 1de 21

Jalur Metabolisme Secara Garis Besar pada

Fungi

KELOMPOK 9
Devi Lugindasari Ibrahim (153112620120109)
Rahmatia A.sehe (163112620120130)
DEFENISI
Metabolisme terjadi pada semua makhluk hidup termasuk kehidupan mikroba.
metabolisme adalah semua proses kimiawi yang dilakukan oleh organisme atau
semua reaksi yang melibatkan transfomasi energi kimia di dalam mahluk hidup.

Seperti organisme pada umumnya, mikroba memerlukan energi (karbohidrat,


lemak, protein, asam nukleat) dan bahan-bahan untuk berkembang membangun
tubuhnya, bahan-bahan tersebut disebut nutrien.

Fungi atau jamur didefinisikan sebagai kelompok organism eukariotik, tidak


berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniselular atau multiselular, memiliki
dinding sel dari glukan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh nutrien dengan
menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual
Metabolisme Fungi

Metabolisme Karbon
Berdasarkan kemampuan memperoleh energy dari
sumber karbon organisme di bedakan atas :

1. Autotrof: memiliki kemampuan mengasimilasi karbon


anorganik (misal CO2,CO3), atau senyawa dengan satu
karbon (misalnya CH4) karbon organic.
2. Heterotrof : memiliki kemampuan mengasimilasi karbon
organic karbon organik lain.
Fungi : mikroorganisme heterotrof karena tidak memiliki
kemampuan untuk mengoksidasi senyawa karbon anorganik, atau
senyawa karbon yang memiliki satu karbon.

Senyawa karbon anorganik membuat materi sel baru berkisar


dari molekul sederhana seperti gula sederhana, asam organic, gula
terikat alcohol, polimer rantai pendek dan rantai panjang
mengandung karbon, hingga kepada senyawa kompleks seperti
karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat.
1.Kemampuan fungi menggunakan nitrogen anorganik
Nitrit bersifat toksik bagi sebagian besar fungi,
tetapi beberapa fungi dapat menggunakannya sebagai
sumber nitrogen selama konsentrasi yang di gunakan
cukup rendah.

2. Kemampuan fungi menggunakan nitrogen organic


Sebagai besar fungi dapat tumbuh baik dalam
medium yang mengandung glutamine, asparagin, dan
arginin; diikuti dengan asam glutamate, asam aspartat
dan sianin.
Metabolisme senyawa lain
Fungi dapat menghidrolisis senyawa=senyawa toksik
yang sulit diuraikan menjadi senyawa-senyawa yang
lebih sederhana dapat dimanfaatkan oleh
mikroorganisme itu sendiri atau lainnya.

Contoh : fenol dan derivatnya dapat di manfaatkan


sebagai sumber karbon dan energi oleh :
- Aspergillus - fusarium
- Candida - trichoderma
- Clodosporium - pleurotus
- Monicillium
- Penicillium
Jalur Metabolisme
Ada 3 jalur metabolisme: yakni Karbohidrat,
lemak (lipid) dan protein amino.

Ketiga jalur metabolisme tersebut menyatu di


dalam siklus Kreb yang berlangsung di dalam
mitokondria( gambar 4)
Jalur ketiga metabolisme tersebut secara garis
besar dapat dilihat dalam gambar 5, 6, dan 7
Nasib pul asarri amino (AA) hasil digesti makanan
dan idstruksi jaringan tubuh, namun sebagian
asam amino dipakai untuk membuat purin dan
pirimidin serta urea.
Jalur metabolism pada
fungi

Metabolisme sekunder pada fungi meliputi


antibiotic yang dihasilkan oleh beberapa genera
fungi. Metabolit sekunder adalah hasil metabolisme
yang disintesis oleh fungi yang bukan merupakan
kebutuhan pokok fungi untuk hidup dan tumbuh
fungi serta biasanya diproduksi pada akhir siklus
hidup fungi. Sintesis metabolit sekunder pada fungi
berguna untuk nutrisi darurat atau ketika habisnya
beberapa zat gizi dalam medium pertumbuhannya.
Terbatasnya zat gizi ini menyebabkan
terakumulasinya inducer enzim metabolit sekunder
sehingga gen-gen untuk sintesis metabolit
sekunder dan represi katabolit terlepas.
Antibiotik yang akan dibahas di sini adalah penisilin dan
sefalosporin yang banyak. Penjelasannya sebagai berikut.

Penisilin dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum dan Penicilium


chrysogenum. Penisilin merupakan antibiotik pertama yang ditemukan
oleh Alexander Fleming tahun 1928, Semua penisilin mempunyai inti
yang sama yaitu cincin -laktam-thiazolidin, yang memberikan sifat unik
pada masing-masing penisilin adalah rantai sampingnya yang berbeda-
beda. Antibiotik ini spesifik menghambat sintesis dinding sel bakteri,
mencegah sintesis peptidoglikan yang utuh sehingga dinding sel akan
melemah dan akibatnya akan mengalami lisis.

Sefalosporin C adalah antibiotic yang diproduksi oleh jamur


Acremonium chrysogenum. Sefalosporin C merupakan modifikasi dari
Penisilin V atau G. Dihasilkan oleh jamur Cephalosporium acremonium.
Spektrum kerjanya luas meliputi bakteri gram positif dan negatif.Obat
golongan ini barkaitan dengan penisilin dan digunakan untuk mengobati
infeksi saluran pernafasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) seperti
sakit tenggorokan, pneumonia, infeksi telinga, kulit dan jaringan lunak,
tulang, dan saluran kemih (kandung kemih dan ginjal).
Proses Metabolisme Karbohidrat
a. Jalur metabolisme karbohidrat secara rinci dapat dilihat pada
gambar 10 dan 11

b. Peran ATP di dalam metabolisme:


- Mol. ATP yang terdiri atas adenin, ribose dan 3 gugus fosfat jka
dipecah menghasilkan energi 12.000 kalori per mol.nya.
- Energi yang terbebas ini dipakai tubuh untuk melakukan berbagai
kegiatan antara lain: sintesis zat, tumbuh, kontraksi otot, sekresi
kelejar, konduksi impuls dan transpor aktif.

c. Peran sentral glukose dalam metabolisme: glukose merupakan final


commen pathway untuk transpor hampir semua karbohidrat ke sel
jaringan. Produk akhir digesti hampir seluruhnya berujud glukose,
fruktose, dan galaktose. Hepar mengeeluarkan monosakarida ke
peredaran darah juga dalam bentuk glukose karena hepar
mengandung sangat banyak enzim glukose fosfatase.
d. Transpor glukose yang dapat melintase membran adalah
glukose dengan berat molekul 180, sedangkan yangg
dapat melintasi pori adalah glukose dengan berat
molekul 100. Transfer glukose yang mampu menembus
dinding sel dilakukan dengan cara diffusion facilitated.
Untuk ginjal dan saluran penceraan, penembusan
glukose hanya dapat berjalan degan cara transpor aktif.
Ini membutuhkan energi yang diambil dan mekanisme
kotranspor sodium.
e. Penyimpanan glikogen
- Semua sel dalam tubuh mampu menyimpan glukose
sebagai glikogen. Agar tekanan osmose sel tidak
terganggu, glikogen disimpan sebagai kristal yang
tersebar di dalam sitosol. Glikogen dengan cepat dapat
dipecah menjadi glukose untuk dibakar dan diambil
energinya
- Sel hepar capat menyimpan 5-8% glikogen, sedagkan
f. Glukoneogenesis

Ketika cadangan KH tubuh sangat berkurang, glukose dapat dibuat dari asam amino

(bagiar. dan protein) dan gliserol (bagian dan lemak). Proses ini glukoneogenesis.

Kira-kira 60% AA tubuh dengan mudah dapat menjadi glukose, yang 40% sulit

lantaran struktur kimianya rumit periksa ([18]). Alanin dengan mudah diubah

menjadi asam piruvat lewat deaminasi. Beberapa AA masuk lewat Siklus Kreb. AA

yang Iebih rumit diubah dulu menjadi triose, tetrose, pentose dan heptose,

kemudian lewat HMP Shunt menjadi glukose (lihat [17]). Peristiwa yang merangsang

timbulnya glukoneogenesis ialah berkurangnya cadangan KH dan menurunnya

kadar gula darah. Di samping itu, ketika sel tak mendapatkan cukup KH,

adenohipofisis mulai menyekresikan kortikotropin; ini merangsang korteks adrenal

untuk menghasilkan kartisol. Hormon ini memobilisasi protein praktis dan semua sel

tubuh AA tersedia dibawa ke hepar deaminasi glukose.


g. Transpor lipid dalam cairan tubuh:
Hampir semua lemak dalam ransum
makanan yang diserap oleh usus masuk ke
saluran limfa;
TG (trigleserida) dipecah jadi MG
(monogliserida) + AL (asam lemak) di
dalam usus disintesis kembali menjadi TG
kilomikron (+ kolesterol 3%, fosfolipid
9%, apoprotein B 1%) mencegah adhesi
ke pembuluh limfa.
h. Nasib kilomikron:
Dihidrolisis oleh lipoprotein lipase (LPL) yang ada di dalam
endotel kapiler. TG menjadi MG + gliserol; fosfolipid
menghasilkan AL masuk ke dalam sel jaringan lemak dan
hepar.

i. Metabolisme triasilgliserol
Triasilgliserol atau TG merupakan kelompok lipid paling
penting untuk metabolisme energi. TG dapat diperoleh dan
makanan atau dan sintesisdalam hepar, jaringan lemak,
kelenjar susu laktasi, ginjal, otak dan paru-paru.
AL disintesis di dalam sitosol dan Ac-CoA yang berasal dan KH,
AA, atau AL. Ac-CoA dibuat di mitokondria, tetapi tak dapat
melintasi membrandalam. Pembawanya adalah sitrat
dimasukkan ke dalam sitosol Ac-CoA + oksasioasetat:
j. Metabolisme kolesterol
Kolesterol diserap perlahan-lahan dan saluran pencernaan
manusia; larut dalarn lemak dan mudah membentuk ester.
Kolesterol dapat berasal dan makanan (eksogen); dapat
pula dibentuk oleh sel tubuh (endogen). Hampir semua
kolesterol endogen dibuat oleh hepar, dan mi beredar
sebagai lipoprotein. Faktor yang mempengaruhi kadar
kolesterol plasma: (1) makanan, tetapi mi menghambat
enzim yang membantu produksi kolesterol endogen;
kenaikan kadar kolesterol darah hanya 15%; (2)
lemakjenuh, dapat menaikkan kadar kolesterol sampai 25%;
ini lantaran meningkatnya deposisi lemak di hepar Ac-
CoA untuk produksi kolesterol >; (3) lemak tak jenuh, dapat
menurunkan kolesterol darah; dan (4) kekurangan insulin
dan tiroksin meningkatkar kadar kolesterol darah.
k. Peranan HDL
HDL disintesis di hepar dan epitel usus saat absorbsi
lemak. HDL mempunyai dua jenis protein setara dengan
apoprotein B, yakni apoprotein A-I dan apoprotein A-Il.
Reseptor untuk keduanya berbeda dengan reseptor
untuk apoprotein B. Fungsinya juga berbeda. HDL dapat
menyerap kolesterol yang akan terdeposisi di dinding
arteri serta memindahkannya ke HDL dan LDL untuk
dibawa kembali ke hepar.
HDL membantu mencegah timbulnya aterosklerosis.
Faktor lain yang menimbulkan aterosklerosis meskipun
kadar kolesterol dan lipoprotein darahnya normal,
adalah (1) diabetes mellitus; (2) hipotiroidisme; dan (3)
kebiasaan merokok.
TERIMA KASIH