Está en la página 1de 7

KONSEP TEKNOLOGI

PANGAN

BY: HARUN ORION


Teknologi panganadalahsuatuteknologiyangmenerapkanilmupengetahuantentangbahanpangan
khususnyasetelahpanen(pascapanen)gunamemperolehmanfaatnyaseoptimalmungkinsekaligusdapat
meningkatkannilaitambahdaripangantersebut

Dalam teknologi pangan, dipelajari sifatmikrobiologis dan kimia.


Mikrobiologi panganadalah studi terhadapmikroorganismeyang mendiami,
membuat, hingga yang merusak makanan. Kimia panganadalah studi
mengenaiproses kimiadan interaksinya dengan komponenbiologisdan non-
biologisbahan pangan. Substansi biologis misalnyaproduk daging,sayuran,
produk susu, dan sebagainya. Mirip denganbiokimiadengan komponen
utamanya yaitukarbohidrat,lemak, danproteinnamun juga mempelajari
komponen lain sepertiair,vitamin,mineral,enzim,zat aditif,perasa, dan
pewarna makanan. Ilmu ini juga meliputi bagaimana suatu produk pangan
mengalami perubahan akibat berbagai metode pemrosesan makanan dan cara
untuk meningkatkan maupun mencegah terjadinya perubahan itu.
SEJARAH TEKNOLOGI PANGAN

Sejarah teknologi pangan dimulai ketikaNicolas Appertmengalengkan bahan


pangan, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun
ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu
pengetahuan terkait pangan. Aplikasi teknologi pangan berdasarkan ilmu
pengetahuan dimulai olehLouis Pasteurketika mencoba untuk mencegah
kerusakan akibatmikrobapada fasilitas fermentasianggursetelah melakukan
penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Selain itu, Pasteur juga
menemukan proses yang disebutpasteurisasi, yaitu pemanasansusudan
produk susuuntuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan
perubahan sifat dari susu yang minimal.
TUGAS INSINYUR DI BIDANG PANGAN

Meningkatkan keanekaragaman pangan.


Meningkatkan nilai gizi pangan.
Meningkatkan keamanan pangan, serta menekan
kehilangan ,Khususnya di bidang keanekaragaman pangan,
Meningkatkan nilai tambah produk pangan.
WEWENANG INSINYUR DI BIDANG
PANGAN
TANGGUNG JAWAB

Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses


maupun produk hasil kerja profesional.
Menjaga kompetensi sebagai profesional.
Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan
dengan kerja yang profesional.
Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung
jawab.