Está en la página 1de 22

ANTROPOMETRI

Latar Belakang

Antropometri artinya ukuran dari tubuh. Antropometri gizi


adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur
dan tingkat gizi.
Kini, antropometri berperan penting dalam bidang
perancangan industri, perancangan pakaian, ergonomik, dan
arsitektur. Dalam bidang-bidang tersebut, data statistik tentang
distribusi dimensi tubuh dari suatu populasi diperlukan untuk
menghasilkan produk yang optimal.
Perubahan dalam gaya kehidupan sehari-hari, nutrisi, dan
komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan
dalam distribusi ukuran tubuh (misalnya dalam bentuk epidemik
kegemukan), dan membuat perlunya penyesuaian berkala dari
koleksi data antropometrik.

Pengertian
Antropometri berasal dari kata anthropos dan logos (bahasa
Yunani), yang berarti tubuhmanusia dan ilmu. Artinya PSG dengan
metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia
sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang
harus

dipahami

dalam

menggunakan

antropometri

secara

antropometri adalah konsep pertumbuhan.


Antropometri dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Antropometri Statis (struktural)Pengukuran manusia pada posisi
diam, dan linier
pada permukaan tubuh.
2. Antropometri Dinamis (fungsional)

Konsep Pertumbuhan Sebagai Dasar


Antropometri
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
A. Pertumbuhan
Pertumbuhan dalam kehidupan manusia dimulai sejak janin dalam
kandungan berlanjut pada masa bayi, kanak-kanak dan pada masa
remaja

kemudian

berakhir

pada

masa

dewasa.

Pertumbuhan

merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan mengikuti perjalanan


waktu. Selama pertumbuhan terjadi perubahan ukuran fisik. Ukuran
fisik tidak lain adalah ukuran tubuh manusia baik dari segi dimensi,
proporsi maupun komposisinya. Ukuran fisik manusia dapat diukur.
llmu yang mempelajari ukuran fisik pada bagian tubuh tertentu
dikenal dengan sebutan antropometri.
Pola pertumbuhan dibatasi oleh dua hal yaitu :
1. Faktor genetik

Factor-Faktor

yang

Mempengaruhi

Pertumbuhan
a. Faktor Internal (Genetik)
1) Jenis kelamin. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran
besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuranukuran normal tersendiri. Wanita menjadi dewasa lebih dini, yaitu mulai adolesensi pada
umur 10 tahun, sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun.
2) Ras atau bangsa. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning
mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Perbedaan antar
bangsa

tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia

yang lebih tinggi

dibandingkan dengan orang Itali.


3) Keluarga. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga
yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi.
4) Umur. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi
dan masa adolesensi.

b. Faktor Eksternal (Lingkungan)


1) Gizi (defisiensi vitamin, iodium dan lain-lain).
2) Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidrmnion
3) Toksin kimia (propiltiourasil, aminopterin, obat kontrasepsi dan lain-lain).
4) Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes melitus sering menunjukkan kelainan
berupa makrosomia, kardiomegali dan hiperplasia adrenal. Hiperplasia pulau Langerhans
akan mengakibatkan hipoglikemia.
5) Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain). Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang
tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
6) Infeksi (trimester I: rubela dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya:
toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
7) Imunitas (eritroblastosis fetalis, kernicterus).
8) Anoksia

embrio

(gangguan

fungsi

plasenta)

mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.

Keadaan

anoksia

pada

embrio

dapat

Keunggulan dan Kelemahan Antropometri


Keunggulan Antropometri gizi:
1. Prosedurnya sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah
sampel yang besar.
2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli.
3. Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat
di daerah setempat.
4. Tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.
5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.
6. Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang dan buruk
karena sudah ada ambang batas yang jelas.
7. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu atau
dari satu generasi ke generasi berikutnya.
8. Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan gizi.

Kelemahan Antropometri
1. Tidak sensitif, artinya tidak dapat mendeteksi status gizi dalam
waktu singkat serta tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi
tertentu seperti zink dan Fe.
2. Faktor di luar gizi (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan
energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitifitas pengukuran
antropometri.
3. Kesalahan

yang

mempengaruhi
antropometri.

terjadi

presisi,

pada

akurasi

saat
dan

pengukuran
validitas

dapat

pengukuran

Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi.


Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri.
Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu:
1. Berat Badan Menurut Umur (BB/U)
2. Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
3. Berat badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)
4. Lingkar Lengan Atas Menurut Umur (LLA/U)
5. Indeks Massa Tubuh (IMT)
Rumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut:
IMT = Berat Badan (kg)
Tinggi badan (m) x Tinggi Badan (m)
Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO,
yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Batas
ambang normal laki-laki adalah 20,1-25,0 dan untuk perempuan adalah
18,7-23,8.

Lanjutan......
5. Indeks Massa Tubuh (IMT)
Rumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut:
IMT = Berat Badan (kg)
Tinggi badan (m) x Tinggi Badan (m)
Batas

ambang

IMT

ditentukan

dengan

merujuk

ketentuan

FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan


perempuan. Batas ambang normal laki-laki adalah 20,1-25,0 dan
untuk perempuan adalah 18,7-23,8.
6. Tebal Lemak Bawah Kulit Menurut Umur
7. Rasio Lingkar Pinggang dengan Pinggul

Persiapan Mengukur Papan Panjang Badan


1. Pilih meja atau tempat yang datar dan rata siapkan alat ukur
panjang badan.
2. Lepaskan kunci pengait yang berada disamping papan pengukur.
3. Tarik meteran sampai menempel rapat pada dinding tempat
menempelnya kepala dan pastikan meteran menunjuk angka 0
dengan mengatur skrup skala yang berada di bagian kaki balita.
4. Buka papan sehingga posisinya memanjang dan datar.
5. Tarik meteran sehingga menempel rapat pada dindin tempat
menempelnya kepala dan pastikan meteran menunjuk angka 0.
6. geser kembali papan penggeser pada tempatnya

Cara Mengukur Panjang Badan


1. Terlentangkan anak di papan pengukur dengan posisi kepala menempel pada bagian papan
yang datar dan tegak lurus (papan yang tidak dapat bergerak).
2.

Pastikan bagian puncak kepala menempel pada bagian papan yang statis.

3.

Pastikan posisi kepala sudah benar dan mengecek garis frankfort (cuping telinga sejajar

dengan
puncak tulang pipi) tegak lurus terhadap papan pengukur.
4.

Posisikan bagian belakang kepala, punggung, pantat, betis, dan tumit menempel secara tepat
pada papan pengukur.

5.

Geser bagian papan yang bergerak sampai bagian seluruh telapak kaki menempel pada

bagian
papan yang dapat di geser (dengan cara menekan bagian lutut dan mata kaki) bila sudah
dilakukan dibenarkan hanya 1 telapak kaki yang menempel di papan geser.
6.

Baca panjang badan anak dari angka kecil ke angka besar dan catat.

Persiapan Mengukur Tinggi Badan


1. Letakkan microtis dilantai yang rata dan menempel pada dinding
yang rata dan tegak lurus.
2. Tarik pita meteran tegak lurus keatas sampai angka pada jendela
baca menunjukan angka 0
3. Paku/tempelkan ujung pita meteran pada dinding
4. Geser kepala microtois ke atas

Yang harus diperhatikan


5. Posisi kepala menempel di dinding
6. Posisi punggung menempel di dinding
7. Posisi Pantat menempel di dinding
8. Posisi betis menempel di dinding
9. Posisi tumit menempel di dinding

Untuk anak gemuk


1. Model apel (besar atas)
2. Model vir (besar bawah)

Yang harus diperhatikan pada anak gemuk


3. Posisi kepala menempel di dinding
4. Posisi pantat menempel di dinding
5. Posisi tumit menempel di dinding
. Untuk hasil akurat papan panjang badan sebaiknya di gunakan
pada usia anak umur 0 sampai 2 tahun.
. Untuk tinggi badan digunakan pada usia anak umur 2 sampai 5
tahun.

Menimbang anak
Untuk menimbang anak gunakan timbangan dengan ciri-ciri berikut :
1. Kuat dan tahan lama
2. Mempunyai presisi sampai 0.1 kg (100 gram)
3. Sudah di kalibrasi
4. Tidak menggunakan timbangan pegas untuk anak berumur lebih
dari 6 bulan.
5. Dapat menimbang sampai 150 kg.
Bila tersedia dapat digunakan timbangan digital (elektronik) atau
tared scale (uniscale)

Menimbang anak menggunakan timbangan bayi (baby


scale).
Persiapan alat
1. Letakan timbangan ditempat yang rata dan datar.
2. Pastikan jarum timbangan menunjukan angka 0.

Pelaksanaan penimbangan
3. Timbang bayi telanjang, anak lebih besar dengan pakaian minimal.
4. Baca dan catat berat badan anak sesuai dengan angka ditunjukan oleh
jarum timbangan

Menimbang Anak Yang Dapat Berdiri Sendiri Dengan Timbangan


Detecto
Persiapan alat
1. Letakan timbangan di tempat yang datar
2. Pastikan posisi bandul pada angka 0 dan jarum dalam keadaan
seimbang

Cara menimbang dengan timbangan detecto


3. Posisikan anak di atas timbangan
4. Geser bantul sesuai berat balita sampai posisi jarum seimbang. Baca
dan catat berat badan pada kartu status atau buku
5. Jika anak bergerak-gerak terus di atas timbangan atau tidak bisa diam
maka perlu ditimbang dengan ibunya. Berat badan anak di dapat
dengan mengurangi hasil penimbangan dengan berat badan ibunya.

THANK YOU