Está en la página 1de 25

ARANG AKTIF

Miftah al azizah
4311414003

Pendahuluan
Indonesia

merupakan salah satu negara penghasil kelapa


yang utama dan terbesar di dunia. Luas area tanaman
kelapa pada tahun 2010 mencapai 3,76 juta Ha, dengan
total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa
yang sebagian besar (95 %) merupakan perkebunan rakyat.
Pemanfaatan buah kelapa umumnya hanya daging buahnya
saja untuk dijadikan kopra, minyak dan santan untuk
keperluan rumah tangga, sedangkan hasil sampingan
lainnya seperti tempurung kelapa belum begitu banyak
dimanfaatkan. Bobot tempurung kelapa mencapai 12% dari
bobot buah kelapa. Dengan demikian, apabila secara ratarata produksi 5,6 juta ton buah kelapa per tahun, maka

Tempurung kelapa kebanyakan hanya dianggap sebagai limbah


industri pengolahan kelapa, ketersediaannya yang melimpah
dianggap menjadi masalah lingkungan. Padahal arang
tempurung kelapa ini masih dapat diolah lagi menjadi produk
yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu sebagai arang
aktif. Pembuatan Arang Tempurung ini belum banyak yang
melakukannya, padahal potensi bahan baku, penggunaan dan
potensi pasar cukup besar. Dari aspek teknologi, pengolahan
Arang Tempurung kelapa relatif masih sederhana dan dapat
dilaksanakan oleh usaha-usaha kecil.

Pembahasan
A. KELAPA
Buah kelapa secara fisiologis terdiri dari empat bagian, yaitu:
serabut

(eksokarp dan endocarp)

tempurung
daging
air

kelapa (endocarp)

kelapa (endosperma)

kelapa

Secara fisik bagian tempurung ini paling keras dibanding bagianbagian kelapa lainnya. Umumnya tempurung kalapa berwarna
coklat tua.

B. ARANG AKTIF

Arang aktif adalah karbon tak berbentuk yang diolah secara khusus
untuk menghasilkan luas permukaan yang sangat besar, berkisar antara
300-2000 m3/gr. Arang aktif merupakan suatu bahan hasil proses
pirolisis arang pada suhu 600-900C. Selama ini bahan arang aktif yang
digunakan berasal dari limbah limbah kayu dan bambu. Bahan lainnya
yang dapat digunakan adalah dari limbah pertanian antara lain sekam
padi, jerami padi, tongkol jagung, batang jagung, serabut kelapa,
tempurung kelapa, tandan kosong dan cangkang kelapa sawit, dan
sebagainya.
Perbedaan mendasar arang dengan arang aktif adalah bentuk poriporinya. Pori-pori arang aktif lebih besar dan bercabang serta berbentuk
zig-zag. Arang aktif bersifat multifungsi, selain media meningkatkan
kualitas lingkungan juga pori-porinya sebagai tempat tinggal ideal bagi
mikroba termasuk mikroba pendegradasi sumber pencemar seperti

Struktur amorf arang aktif

Bentuk

arang
aktif
dapat
dikelompokan menjadi dua bagian
yaitu:

1.

bentuk serbuk

berbentuk
serbuk
biasanya
dimanfaatkan untuk adsorpsi zat
yang berbentuk larutan.
2. bentuk granular
digunakan untuk adsorpsi zat yang
berfasa gas ataupun uap.
Selain untuk adsorpsi zat yang
berwujud gas, arang aktif yang
berwujud granular kadang-kadang
juga dimanfaatkan untuk adsorpsi
media larutan, khususnya untuk
dekhlorisasi air dan penghilang atau

PEMBUATAN ARANG AKTIF

Karbonisasi
Tahap

yang
pertama
merupakan proses pirolisis,
dimana tempurung kelapa
atau bahan starter lainnya
dipanaskan
pada
suhu
tinggi
dengan
oksigen
sangat terbatas.

Karbonisasi

adalah proses
pemecahan/peruraian
selulosa menjadi karbon
pada suhu tinggi

aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap arang


yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu
dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau
mengoksidasi molekul molekul permukaan
sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik
fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya
bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya
adsorpsi.

METODE PEMBUATAN
1. Alat
Alat-alat yang diperlukan untuk membuat arang aktif diantaranya
yaitu:
Drum

dari plat besi (150L)

Drum

plastik besar (200L)

Bejana

air

Pendingin

1 buah
1 buah

1 buah
1 buah

2. Bahan
Bahan yang diperlukan untuk membuat arang aktif tempurung kelapa
diantaranya yaitu:
Minyak

tanah

Tempurung
Batu

5 liter

kelapa

bata

Air
Asam

30 kg
300 buah

secukupnya
fosfat pekat

100 ml

Untuk mendapatkan arang yang berkualitas baik dalam pemilihan bahan baku
beberapa hal harus diperhatikan yaitu:

Bentuk dan ukuran, dan kualitas tempurung kelapa harus diperhatikan ketika
membuat karbon aktif. Tempurung kelapa yang akan dijadikan bahan pembuat
karbon aktif, sebaiknya bebentuk setengah atau seperempat ukuran tempurung.
Jika ukurannya terlalu hancur, maka tempurung itu kurang baik dijadikan bahan
pembuat karbon aktif.

Tempurung yang dijadikan bahan pembuat karbon aktif umumnya dari kelapa
yang dijadikan kopra. Batok kelapa yang dihasilkan merupakan belahan dua dari
satu buah kelapa utuh. Untuk membuat karbon aktif yang benar-benar
berkualitas, tempurung harus bersih dan terpisah dari sabutnya.

Tempurung kelapa yang digunakan dipilih yang sudah tua, kayunya keras,
berkadar air rendah

Langkah-langkah pembuatan
1.

Siapkan bak ukuran 1x1x1 M dari batu bata. Dibagian bawah bak biberi
lubang ukuran 10 x 10 cm, dengan jumlah 1 buah pada setiap sisi
dinding.

2.

Siapkan drum yang tutupnya dibentuk kerucutdengan tambahan pipa


kecil untuk mengeluarkan zat-zat hasil dekomposisi tempurung kelapa.

3.

Keringkan tempurung kelapa dengan cara mengangin-anginkannya


selama 1-2 hari.

4.

Rendam tempurung kelapa yang telah kering dalam larutan asam


fosfat dengan kadar 5-15%, selama 24 jam.

5.

Setelah kering, masukan tempurung pada drum. Siram dengan minyak


tanah lalu bakar dengn udara sangat sedikit.

6.

Alirkan udara hasil pembakaran kedamam drum pendingin

7.

Setelah semuanya menjdi arang, buk tutup drum dan siram arang
tempurung kelapa menggunakan air dingin.

8.

Keringkan pada terik matahari sampai kering.

9.

Lakukan aktivasi arang pada suhu tinggi, dengan memasukan arang


pada drum, lalu masukan drum pada bak batu bata dan tambahkan
sekam padi disekeliling drum kemudian nyalakan sekam padi.

10.

Tunggu nyala api selama 3 jam dengn temperature 500-600C.

11.

Buang gas yang keluar dari drum dengan mengalirkannya pada air
untuk menghindari masuknya oksigen pada arang.

12.

Untuk meningkatkan kualitas arang, oven arang yang telah aktif pada
suhu 150-200C selama 2 jam.

Selain cara tersebut ada cara lain untuk mengaktivkan arang yang
telah dibuat yaitu denagn cara kimia:
Arang

hasil pembakaran direndam dengan CaCl2 atau ZnCl2 25%


selama 12 sampai 18 jam untuk menjadi arang aktif
Dilakukan pencucian dengan air suling hingga kotoran atau bahan
lainnya dapat dipisahkan
Arang dihamparkan pada rak dengan suhu kamar
Dikeringkan dalam oven suhu 110C selama 3 jam

Arang aktif yang berkualitas baik memiliki


jumlah kandungan tar yang sedikit dan
kandungan domonan dari arang adalah
karbon. Proses penghilangan tar dilakukan
saat aktivasi arang. Tar merupakan polisiklik
aromatik hidrokarbon (PAH) merupakan
molekul aromatik yang terdiri atas dua atau
lebih molekul cincin aromatik dan disusun
oleh atom karbon dan hidrogen. Beberapa
senyawa PAH diketahui memiliki sifat
karsinogenik yang cukup tinggi, terutama
yang memiliki 4 sampai 6 cincin aromatik
(Luch dan Baird 2005). Benzo[a]pyrene
rnerupakan senyawa PAH yang mempunyai
potensi karsinogenik.

Kualitas arang aktif ditunjukkan dengan nilai daya serap Iod di mana
berdasarkan ketetapan dari SNI 06-3730-1995 arang aktif dinilai
berkualitas bilamana nilai daya serap Iodnya mendekati 750 mg/g,
Misalnya arang dari tempurung kelapa dan tongkol jagung sebelum
diaktifasi daya serap iodinnya masing-masing adalah 276 dan 452
mg/g, namun setelah diaktivasi meningkat menjadi 672 dan 647 mg/g
mendekati nilai persyaratan kualitas arang aktif.

Manfaat arang aktif


1.

Detoksifikasi

Penggunaan arang aktif dapat menghilangkan racun atau toksin yang tidak diperlukan di
dalam tubuh yang berasal dari makanan dan polusi lingkungan. Racun-racun tersebut
memproduksi kerusakan sel tubuh, reaksi alergi, imunitas yang tidak seimbang, dan penuaan
lebih cepat. Selain itu, arang aktif juga memindahkan bakteri-bakteri yang tidak diinginkan
sebelum menyebar dan berkembang biang sehingga menjadikan tubuh lebih sehat dan
terasa segar.
2. Meringankan Masalah Pencernaan
Setelah mencerna makanan seperti kacang panjang, proses dekomposi dari bakteri di dalam
tubuh menghasilkan efek samping seperti perut kembung atau diare. Di sinilah arang aktif
'masuk' ke dalam sistem pencernaan dan mengikatnya serta meringkan masalah
pencernaan.
3. Penawar Racun
Arang juga berguna sebagai obat penawar racun di dalam tubuh, arang mengandung karbon
aktif yang memiliki oksigen di dalamnya sehingga racun bisa terserap secara efektif

4. Menghilangkan Bau Tidak Sedap


Arang aktif biasa digunakan untuk membantu meredakan gigitan serangga, keracunan
jamur, penyakit kolera, gigitan, dan pembengkakan. Napas dan aroma tubuh yang tidak
sedap adalah hasil dari pembuangan racun dari dalam tubuh, oleh karena itu mengonsumsi
tablet arang sangat membantu menghilangkan masalah tersebut
.5. Anti-aging
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa arang atau karbon aktif dapat mencegah
perubahan sel-sel yang berkaitan dengan penuaan, kelenjar adrenalin, dan fungsi ginjal.
Ahli gerontologi (ilmu yang mempelajari aspek sosial, psikologi dan biologi dari proses
penuaan) menemukan bahwa arang memiliki kekuatan untuk menghambat penuaan
sebanyak 34%.
6. Kesehatan Jantung
Arang aktif membantu menurunkan kadar zat lemak dan kolestrol di dalam darah, jantung,
hati, dan otak. Hal ini berdasarkan kepada penelitian terhadap seorang pasien yang
memiliki kadar kolesterol tinggi kemudian ia mengonsumsi arang aktif tiga kali sehari. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat 25% pengurangan kadar kolestrol dan membantu mencegah
pengerasan jantung (sklerosis) dan pembuluh darah koroner.

I. UNTUK GAS
1. Pemurnian gas
menghilangkan gas beracun, bau busuk, asap, menyerap racun
3. Katalisator
Reaksi katalisator atau pengangkut vinil kiorida, dan vinil acetat
4. Lain-lain
Menghilangkan bau dalam kamar pendingin dan mobil
5. Mengambil Gas
Menghilangkan gas beracun,
Polutan
(pollutant
bau busuk, asap, uap air raksa, uap benzen dan lain-lain
remover):
II. UNTUK ZAT CAIR
1. Industri obat dan
Menyaring dan menghilangkan warna, bau, rasa yang tidak enak pada makanan
makanan
2. Minuman ringan,
Menghilangkan warna, bau pada arak/ minuman keras dan minuman ringan
minuman keras
3. Kimia
Penyulingan bahan mentah, zat perantara
perminyakan
4. Pembersih air
Menyaring/menghilangkan bau, warna, zat pencemar dalam air, sebagai pelindung dan penukaran resin dalam alat/penyulingan air
5. Pembersih air
Mengatur dan membersihkan air buangan dan pencemar, warna, bau, zat beracun, logam berat.
buangan
6. Penambakan
Pemurnian, menghilangkan ban, dan warna
udang dan benur
7. Pelarut yang
digunakan kembali Penarikan kembali berbagai pelarut, sisa metanol, etil acetat dan lain-lain

Selain menghilangkan warna, bau, dan rasa yang tidak enak, juga mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk menyerap senyawa nitrogen dan
8. Industri Gula dan lyophilic kolloids yang akan membantu menyempurnakan proses penyaringan dan akan mengurangi busa yang timbul pada proses penguapan,
Glukosa:.
sehingga akan mempercepat proses kristalisasi gula

Karbon aktif dicampur dengan bleaching earth sangat efektif dan ekonomis untuk menghilangkan peroksida,zat warna, rasa, dan bau yang tidak
9. Industri minyak enak akibat proses sponifikasi.
goreng
III. LAIN-LAIN
1. Pengolahan pulp Pemumian, menghilangkan bau
2. Pengolahan
Pemurnian
pupuk
3. Pengolahan emas Pemurnian
4. Penyaringan
minyak makan dan Menghilangkan bau, warna, dan rasa tidak enak
glukosa