Está en la página 1de 7

Allium Sativum

Kandungan Kimia:
Senyawa yang berperan sebagai senyawa
antimikroba ialah kandungan sulfur, antara
lain allicin, allymethyl trisulfida, diallyl
disulfida, diallyl trisulfida, diallyl tetrasulfida,
allylpropyl disulfida, dan senyawa glikosida
seperti sativosida B1; senyawa
monoterpenoid (citral, geraniol, linalool, dan - phellandrene) dan flavonoid
(kaempferol dan kuersetin)

Allicin dan ajoene, memiliki efek antimikroba


terhadap Staphylococcus aureus, spesies
Streptococcus, M. tubercolosi dan beberapa
bakteri gram-negatif, seperti Helicobacter
pylori. Senyawa sulfur, seperti piridin-N-oksida
diketahui memiliki efek antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus yang resisten terhadap
meticilin dan penggunaan obat-ganda.

Uji Klinis
1. Metodologi kerja
. Digunakan sebanyak 20 kultur isolat yang
terdiri dari 15 M.tuberkolosis MDR (MultiDrug Resistant) dan 5 Mycobacterium
tubercolosis non-MDR. Seluruh kultur di
isolat menggunakan teknik Zeihl-Neelson.
Sediaan bakteri didapat dari pasien yg
positif menderita tuberkolosis yang
kemudian disatukan dan dibiakkan
menjadi satu biakkan murni.

Preparasi ekstrak
1kg bawang
putih dirajang
halus hingga
menjadi serbuk

Simpan pada suhu


-20C.

Rendam serbuk
dalam etanol
70% selama
satu minggu

didapatkan ekstrak
kental bawang putih
berwarna coklat
kehitaman

Saring
menggunakan
kertas saring

dievaporasi
menggunakan rotary
evaporator untuk
menguapkan
kandungan etanolnya

Media yang digunakan ialah media 7H9 middle brook


broth. Media dituang pada tabung MGIT (Mycobacteria
Growth Indicator Tube). Masing-masing MGIT berisi 7ml
media, 0,8 ml suplemen untuk mempercepat
pertumbuhan, dan 0,5 ml growth suspension bakteri
kultur.
Ekstrak bawang putih dilarutkan menggunakan Dimethyl
Sulfoixide (DMSO) dengan konsentrasi ekstrak sebanyak
10% ( 2g ekstrak dalam 20ml DMSO). Kemudian
dilakukan lagi pengenceran dengan konsentrasi 0.5, 1.0,
1.5, 2.0, 2.5, dan 3.0 mg/ml untuk diuji aktivitasnya
terhadap isolat M. tuberkolosis MDR dan non-MDR.
Inkubasikan selama 4-13 hari

Hasil menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat


menghambat pertubuhan dari bakteri M.tuberkolosis MDR dan
non-MDR pada konsentrasi 1.0-3.0 mg/ml pada seluruh isolat.
sebagian besar isolat bakteri M.tuberkolosis MDR
pertumbuhannya terhambat pada konsentrasi 2.0mg/ml dan
untuk bakteri non-MDR pertumbuhannya terhambat pada
konsentrasi 2.0mg/ml. Menurut Saravanan tahun 2010 mengenai
Antibacterial Activity of Allium sativum L. On pathogenic
Bacterial Strains menjelaskan bahwa Allicin mampu
menghambat bakteri Gram positif dan Gram negatif dengan cara
menghambat produksi RNA dan sintesis lipid. Penghambatan ini
menyebabkan asam amino dan protein tidak dapat diproduksi
serta bilayer fosfolipid dari dinding sel tidak dapat terbentuk,
sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada bakteri tidak
akan terjadi.

Dafpus
Saravanan. 2010. Antibacterial Activity of
Allium sativum L. On pathogenic Bacterial
Strains.
Hannan, Abdul dkk. 2009. AntiMycobacterial Activity of Garlic (Allium
sativum) Againsr Multi-Drug Resistant and
Non-Multi-Drug Resistant Mycobacterium
Tubercolosis. Departemen of Microbiology,
Immunology, Biochemistry King Khaid
University Hospital Saudi Arabia