SITOLOGI PENDAHULUAN Kata Histology berasal dari bahasa Yunani yaitu dari akar kata Histos yang berarti

jaringan dan kata Logia/Logos yang berarti ilmu pengetahuan/ ilmu yang mempelajari. Jadi secara harafiah dapat diartikan bahwa Histology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jaringan. Dari pengertian tersebut kemudian muncul suatu pertanyaan, yakni apa yang tercakup dalam istilah histology dewasa ini ? Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata Anatomi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Anatomi Makroskopik yang artinya struktur tubuh yang dapat dilihat dengan mata telanjang, kelompok kedua Anatomi Mikroskopik artinya struktur tubuh yang hanya dapat dilihat dengan memakai alat bantu yaitu mikroskop. Anatomi mikroskopik dikenal dengan istilah Histologi. Materi pembahasan pada anatomi mikroskopik dikelompokkan menjadi tiga. Kelompok pertama adalah Histology (ilmu yang mempelajari tentang jaringan), kelompok kedua adalah Organology (ilmu yang mempelajari tentang organ), dan kelompok ketiga adalah Sitology (ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk sel). Kelompok ketigan ini (sitologi) merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan struktur molekuler sel, misal, ilmu Biology Molekuler. Ilmu Biology Molekuler dalam penerapan sering digunakan dalam teknology dibidang kedokteran yaitu Teknik Rekayasa Genetika. Jadi Histologi tidak hanya mempelajari mengenai jaringan/organ juga mempelajri sel baik itu struktur baupun fungsinya, bahkan mempelajari sampai ketingkan sel/molekuler. Oleh karena itu histology merupakan dasar dari ilmu-ilmu yang lain seperti : Patology, VirologylImunology, Biok.imia, fisiolgy dll. BAB II SITOLOGI Sitologi berasal dari akar kata cytos yang artinya cel dan logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi sitologi berarti ilmu yang mempelajari tentang sel. Definisi sel adalah sel merupakan unit struktural yang terkecil dari mahluk hidup yang terdiri dari segumpal protoplasma dan inti sel. Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga pada tahun 1930 ditemukan mikroskop elektron. Definisi sel selanjutnya berbunyi “ Sel adalah merupakan unit struktural dan fungsional yang terkecil yang mampu hidup di dalam suatu lingkungan yang mati “. Tanda-tanda sel itu hidup ada beberapa kriteria antara lain: 1. Sel dapat bersifat iritabel, artinya sel dapat menujukkan respon terhadap stimuli baik secara kimiawi maupun listrik. Contohnya adalah sel saraf dan sel otot. 2. Sel dapat bersifat konduktivitas, artinya sel mampu meneruskan rangsangan. Contohnya sel saraf dan sel otot. 3. Sel dapat bersifat kontraktivitas, artinya sel dapat memendekkan protoplasma ke satu arah (terlihat saat pembelahan sel) 4. Sel dapat bersifat absorbsi, sifat ini dapat dimiliki oleh semua jenis sel.

5. Sel mempunyai sifat sekresi, sifat ini paling baik dimuliki oleh sel-sel kelenjar, selain itu juga mempunyai sifat ekskresi. Contoh sel yang kurang/tidak mempunyai sifat ini adalah sel otot dan sel saraf. 6. Sel mempunyai kemampuan respirasi, artinya sel mempunyai kemampuan menangkap oksigen untuk kebutuhan metabolisme di dalam sel. 7. Sel mempunyai sifat pertumbuhan dan perbanyakan, perbanyakan sel berarti dapat membelah diri dan selama perkembangannya dapat menjadi banyak bentuk sifat ini disebut multipoten. Contoh sel yang bersifat multipoten adalah sel mesenchym yang pada akhirnya mengalami defrensiasi artinya sel tersebut telah menuju suatu proses spesialisasi dan bertambah besar. Kegiatan/perubahan-perubahan yang terjadi pada protoplasma/sitosol dapat terlihat secara langsung pada mahluk bersel satu, tapi pada mahluk tingkat tinggi hal tersebut sulit dilihat, hal ini dikarenakan sel tersebut mengalami spesialisasi sel. Akibat spesialisasi sel maka terjadi antara lain: 1. Terjadi hubungan yang erat antara bentuk dan fungsinya. 2. Bagian-bagian tubuh menjadi tergantung satu dengan yang lainnya. 3. Hilangnya potensi sel, artinya hilangnya kemampuan sel untuk berubah bantuk. Di alam semesta ini kita mengenal 2 jenis sel bila dilihat struktur selnya (inti sel) yaitu : 1. Sel prokariota, tipe sel ini mempunyai inti tidak sejati atau tidak mempunyai inti. Di dalam inti sel tidak ada/ada bagian-bagian sel yang tidak jelas. Tipe sel ini dapat dijumpai pada sel bakteri atau sel darah merah (erytrocyt). Sel Prokariota mempunyai struktur internal yang sangat sederhana seperti:

• Tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. • Tidak mempunyai inti sel yang terbungkus membran. • Struktur DNA tidak membentuk komplek dengan Histon

2. Sel Eukariota, sel ini mempunyai inti sel sejati. Contoh sel tanaman, sel mahluk hidup tingkat tinggi. Inti sel eukariota di dalamnya dijumpai: · Chromatin: merupakan serabut-serabut DNA yang secara erat terikat dengan histon.

Jadi pada hewan tingkat tinggi di dalam tubuhnya terdapat tiga jenis sel yaitu: 1. Sel-sel yang sudah ada sejak lahir. Sel seperti ini sudah mempunyai spesialisasi yang sangat tinggi dan semakin bertambahnya umur maka jumlahnya juga makin berkurang. Jenis sel-sel seperti ini dijumpai pada sel-sel otak, sel-sel ovum. 2. Sel-sel yang dalam perkembangan selanjutnya akan mengalami proses defrensiasi secara bertahap dan kontinyu, namun setelah sel tersebut sudah mencapai umur tertentu maka sel itu akan dilepaskan dari tubuh. Contoh, sel epitel pada saluran cerna, epitel vesica urinaria, sel epitel kulit. 3. Ada juga sel-sel yang sudah mengalami spesialisasi tinggi, tapi dalam keadaan tertentu dapat menjadi muda lagi. Contoh sel-sel pada organ hati, sel-sel organ kelenjar.

MORFOLOGI SEL Pada mahluk tingkat tinggi terdapat berjuta-juta sel yang berbeda bentuk, ukuran, isi sel, dan afinitasnya terhadap berbagai macam zat warna. Pada sel yang masih hidup aktivitas isi sel (sitoplasma) tidaklah tetap melainkan selalu berubah-ubah sesuai dengan aktivitas sel tersebut, Ukuran sel tidaklah tetap juga tergantung dari aktivitas sel saat itu, sel yang aktif atau sel yang sedang istirahat (stadium interpase) berbeda ukurannya maupun bentuknya. Namun demikian sudah ada patokan rentang besarang ukurannya, misal: sel eritrosit ( 3 – 20 mikron ), sel leukosit ( 8 – 20 mikron ), sel ovum mamalia ( 100 – 150 mikron ), sel otot polos panjangnya ( 15 – 200 mikron ). SITOPLASMA Sitoplasma umumnya terlihat homogen tapi pada beberapa daerah ada terlihat granuler, fibriler atau vakuoler. Sitoplasma sebenarnya mengandung berbagai bangunan kecil yang fungsinya berbeda-beda pula, hal inilah yang menujukkan perbedaan penampilan sitoplasmanya pada saat pengecatan sel. Perbedaan penampilan ini dikarenakan dikarenakan variasi jumlah dan jenis organel yang terkandung di dalam sitoplasma. Pada sel hidup istilah cytoplasmic matrix juga disebut hyaloplasmic. Hyaloplasma berdasarkan komposisi penyusun dan kepekatan (struktur) yaitu: 1) Ektoplasma : terletak di bagian perifir dari sitoplasma (dekat dengan membran sel), mempunyai konsistensi kekentalan yang sangat pekat berbentuk gel ( jel ). Pada cairan ini tidak dijumpai/bebas dengan adanya organel-organel sel maupun benda-benda inklusi, selain itu cairan ini mempunyai sifat tiksotropi artinya cairan tersebut dapat berubah konsistensinya menjadi lebih pekat daripada gel yang disebut sol. Konsistensi seperti sol ini sifatnya revelsibel.

dll. Membran sel ini disebut juga dengan istilah membran plasma / plasmalemma. Penyerapan/masuknya zat berupa cairan ke dalam sel disebut pinositosis dan masuknya materi berupa benda sifatnya tetap disebut fagosistosis. sel RES. 2) Endoplasma : letaknya ada di sebelah dalam dari ektoplasma. Jadi organoid tidak lain adalah merupakan benda-benda kecil yang tetap berada di dalam sel dan terorganisasi yang mempunyai fungsi spesifik untuk proses metabolisme dalam mengatur kelangsungan kehidupan sel. Cairan ini mempunyai sifat konsistensi lebih cair dibandingkan dengan gel tapi lebih pekat daripada air. namun ada juga beberapa peneliti memasukkan ke dalam golongan organoid. Cairan ini mengandung/dijumpai adanya organel-organel sel dan cytoplasmic inclution. Organel-organel ini disebut organoid ( organelles ). gian cel. plasma sel.Perubahan tiksotropi ini terjadi apabila sel tersebut terkena pengaruh mekanik dari luar sel. Organel-organel tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: A. regenerasi sel. Organella yang terbentuk dari membran (mempunyai membran) 1) Membran sel Pada sel hewan dinding sel disebut dengan membran sel kerena komposisi penyusunnya sebagian besar berupa lipid. selain itu cairan ini tidak mempunyai sifat tiksotropi. hal ini dilihat dari strutur dan fungsinga yakni berperan pada saat pembelahan sel. dan penyerapan zat. sel-sel yang mempuyai sifat fagositik ( leukosit. Sifat-sifat membran sel antara lain: · Mempunyai permiabilitas yang sangat tinggi . Contoh sel yang mempunyai kemampuan tiksotropi yang tinggi adalah sel amuba. ). Beberapa peneliti (buku) plasmalemma tidak digolongkan ke dalam organoid. makrofag.

Protein membran berfungsi sebagai: . protein periferal ) 3) karbohidrat ( karbohidrat dapat terikat dengan protein maupun lipid ). Hasil pemisahan tersebut ternyata membran sel terdiri dari dua lapis rantai lipid yaitu asam lemak rantai panjang tidak jenuh (lipid acid ansaturated) dan protein.sebagai reseptor . Dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan ternyata membran sel dapat dipisahkan dengan zat ditergen. glikolipid. Jadi sifat hydrophylic ada disebelah luar (karena gugus polar dari phospolipid) dan sifat hydrophobic ada disebelah dalam (karena gugus nonpolar dari rantai hidrokarbon) ini terdapat pada membran bagian luar sedangkan membran bagian dalam posisinya terbalik.· Tersusun dari 3 komponen :1) lipid ( phospolipid. Dengan menggunakan mikroskop elektron ternyata membran sel terlihat 3 lapis. Dengan ketebalan tersebut tidak tampak pada pemeriksaan mikroskop kecuali potongannya sedikit miring.sebagai ion cenel (pintu gerbang) . cholesterol) 2) protein ( proteni integral. Phospolipid struktur molekulnya ada yang bersifat polar (dapat dilalui air) yang menghadap keluar (digambarkan sebagai kepala) dan satu lagi bersifat non-polar (tidak dapat ditembus air) yang berada di sebelah bawahnya (digambarkan sebagai ekor).sebagai pompa ion . Lapisan lipid yang satunya (di bawah) letaknya terbalik yakni non-polar menghadap ke luar (atas) dan gugus polar menghadap ke dalam (bawah).sebagai enzim . pada bgian tengah kepadatan elektronnya rendah terlihat lebih terang. dan pada bagian dalam tersusun juga oleh lipid maka terlihat pula belap. · Mempunyai kemampuan untuk mengontrol terhadap keluar masuknya informasi dari maupun ke dalam sel · Mempunyai active site untuk proses transformasi energi Membran sel terlalu tipis untuk dilihat dengan mikroskop cahaya karena membran sel mempunyai ketebalan antara 8 – 10 nm.sebagai perekat/penghubung antar sel . namun dengan mikroskop elektron membran sel mudah terlihat. Karena terlihat seperti tersusun 3 lapis maka disebut juga tri laminar membran yakni pada bagian luar yang tersusun oleh lipid yang kepekatan elektronnya lebih tinggi maka akan terlihat gelap. Teori ini yang sampai kini diyakini kebenarannya yaitu teori Bilayer Lipid. hal ini sesuai dengan prinsip mikroskop elektron apa bila materi itu padat elektron akan terlihat gelap sedangkan bila kurang padat elektron terlihat terang.

dan sifat adhesif (melekat). Smooth endoplsmik dapat juga berbentuk gelembung pipih (cysternae) yang membentuk suatu jalinan disebut retikulum. sehingga cell coat tersebut berfungsi sel menjadi bersifat selektif dan permiabel. sifat spesifik. Dengan pengecatan HE akan memberikan kesan warna biru/violet (sifat basa) sehingga disebut juga komponen basofil sitoplasma. Perkembangan teori terkhir ternyata retikulum endoplasmik dianggap sebagai proliferasi dari kerioteka interna (membran inti bagian luar). Rough Endoplasmik retikulum (RER) diidentikkan dengan ribosoma.Gugus karbohidrat terikat pada protein/lipid yang menonjol ke permukaan sel disebut glikokalik (extrinsic cell coat). Pada sel saraf retikulum endoplasmik disebut benda-benda Nissl. GAMBAR: foto mikroskop elektron membran sel 2) Retikulum Endoplasmik Retikulum endoplasmik terdapat dua bentuk yang berbeda baik struktur maupun fungsinya yakni yang berbentuk butiran-butiran kasar disebut Rough endoplasmik retikulum (RER) dan satunya lagi berbentuk buluh/gelembung disebut smooth endoplasmik (SER) berupa butiran halus. karbohidrat berperan untuk membantu protein dalam kemampuannya untuk mengenal sesuatu. ini terlihat jelas pada sel-sel otot (disebut ergastoplasma) selain itu juga terlahat jelas pada sel kelenjar. RIBOSOMA : .

biosintesis hormon steroid/testosteron oleh sel Leydig .Pada sel-sel eptel usus berperan dalam absorbsi lipid. Robosoma merupakan tempat untuk merangkai asam-asam amino menjadi peptida atau protein. Ribosom pada mamalia mempunyai koefisien sedimen (kecepatan dalam pengendapan) sebesar 80S (satuan Swedberg) butiran besar dari ribosom satuan sedimennya sebesar 60S dan butiran becil sebesar 40S. Dengan mikroskop elektron ukuran ribosoma berkisar antara 10 – 20 nm dengan komposisi RNA sebanyak 60 % dan protein sebanyak 40 %. .sintesis lipid/detoksifikasi oleh sel-sel hati (hepatocyt) . . Pada hati glukagon diperlukan untuk perombakan glikogen menjadi glukosa. sehingga sitoplasma menjadi bersifat basofil karena begitu banyaknya jumlah ribosom di dalam sitoplasma. . . hormon ini berfungsi merangsang terbentuknya membran baru (terbentuknya retikulum endoplsmik baru). Jumlah SER untuk setiap jenis sel tidak sama. sehingga berperan dalam membantu proses kontraksi otot. Pada proses pembentukan protein ribosom melekat pada mRNA Gambar: SER tersusun berupan gelembung-gelembung pipih berupa lembaranlembaran dengan permukaan yang halus tanpa adanya ribosom (bentuk vesikuler). hal in penting fungsinya untuk menghasilkan sekret baik itu berupa hormon maupun nonhormon.biosintesis hormon progesteron oleh sel-sel korpus luteum . Ribosoma merupakan pusat pembentukan protein. karena komposisi inilah yang menyebabkan ribosom bersifat basopilik.Pada otot skelet/jantung (RER disebut retikulum sarkoplasma) yang secara aktif mengatur kadar kalsium disekitar miofibril.biosistesis hormon glukagon oleh sel-sel pankreas. misal. dari jalinan-jalinan tersebut terbentuklah vesikel yang mengangkut bahan-bahan untuk disintesis di RER dan selanjutnya diteruskan ke Golgi komplek.Ribosoma mersifat basofil.

tempat penyimpanan sementara hasil produk Fungsi ini jelas terlihat aktivitasnya pada sel-sel kelenjar maupun sel-sel endokrin. Beberapa buku/penulis gilgi komplek mempunyai banyak nama seperti: Golgi Net. Golgi komplek berbentuk pipih yang tersusun seperti jala. Perkembangan selanjutnya dimana golgi komplek yang telah kompak (dewasa) menghadap kutub bebas dari sel. Selanjutnya protein/sekrit yang dihasilkan mengalami .tempat pemekatan (membentuk struktur protein) . dan dari tempat ini melepaskan butiran-butiran sekret yang disebut juga sebagai butir Golgi ( Golgi granules) atau Vakuola Golgi atau Vesikel Pemindah. Fungsi dari Golgi Komplek adalah: . Dari hasil pengamatan diketahui bahwa setiap sel memiliki organel ini (golgi komplek) yang di dalamnya mengandung lipoprotein.Smooth Endoplasmik Retikulum (SER) mempunyai peranan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis selnya. Aparatus Retikularis Golgi. Butir-butir yang telah menjauhi Golgi disebut Butir Zymogen. misal: pada sel kelenjar terletak di atas inti (dekat inti) yakni berbatasan dengan kutub bebas dari sel. Dengan mikroskop elektron golgi komplek letaknya tidak sama untuk semua jenis sel. pada sel pankreas letaknya tidak menentu. dimana pada bagian yang memanjang pada lempeng golgi disebut saculus. Internal Retikuler Apparatus. 3) GOLGI KOMPLEK Pada tahun 1889 seorang ahli saraf dari Italia bernama Camillo Golgi menemukan organel pada sel saraf kucing dan burung dengan menggunakan metoda pengecatan perak nitrat. Butir-butir tersebut pada saat dilepaskan berwarna cerah namun lama kelamaan berubah warna menjadi gelap.tempat proses penambahan gugus/senyawa .tempat proses sintesis . pada sel saraf letaknya mengelilingi inti.

15 – 0. Ensim yang terkandung di dalam organel lisosoma dapat memecah/menghancurkan protein. di dalamnya mengandung ensim pencernaan bagi sel. Jenis ensim yang terkandung di dalamnya adalah: · Acid phospatase · Acid ribonuclease · Acid deoxyribonuclease · Cathepsin · Peroksidase. MITOKONDRIA . sedangkan Vakuola Krinofagi adalah merupakan peleburan dari gelembung sekrit yang telah mengalami penuaan atau kerusakan dengan lisosom primer.pengaktifan. Dengan demikian lisosoma merupakan organel dalam sel yang berperan dalam proses penghancuran. DNA. setelah itu barulah dikeluarkan dari sel atau digunakan sendiri oleh selnya untuk eksistensi sel 4) LISOSOMA Dahulu organel in kurang mendapat perhatian. Lisosoma Sekunder sekrit yang ada di dalamnya dapat dikeluarkan dari selaput atau masih tetap ada di dalamnya.8 mikron. dan lemak. namun dekade terakhir ini banyak diselidiki karena perannya yang sangat penting dalam mempertahankan sel. hal ini disebut Lisosom pembentuk pigmen lipofuksin. dan selanjutnya menjauhi Golgi. Heterofagosom terbentuk akibat invaginasi membran plasma yang mengelilingi benda asing. RNA. 2) Lisosoma sekunder: merupakan peleburan antara lisosoma primer dengan berbagai gelembung substrat. Sintesa ensim tersebut diduga terjadi di dalam Endoplasmik Retikulum dan selanjutnya tersimpat dalam kantong penyimpan. sehingga ensim ini disebut Hidrolisa Asam. Lisosoma ada 2 tipe yaitu: 1) Lisosoma primer: berisi berisi ensim hidrolitik. Hasil penyelidikan diketahui organel lisosoma berupa kantong-kantong kecil berdiameter antara 0. Lisosoma primer berkembang yang berasal dari perkembangan dari Aparatus Golgi. Ensim tersebut bersifat hidrolitik yang bekerja aktif pada situasi sedikit asam ( PH 5 ). karbohidrat.

selain itu juga terdapat ensim seperti sitokrom dan flavoprotein yang mengandung ion Fe untuk mengatur respirasi sehingga kedua ensim ini dikenal sebagai ensim resipirasi. Pada matrik dijumpai ensim kreb ( Krebscitric acid cycle enzymes ) dan ensim untuk sintesis protein/lipid. Dengan mikroskop elektron mitokondria terlihat mempunyai dua (2) lapisan membran yaitu lapisan di sebelah luar disebut outer membran dengan ketebalan 7 nm (nanometer) dan lapisan sebelah dalam disebut inner membran yang tebalnya 8 nm. Dengan adanya materi genetik serta ensimensim untuk pembelahan sel ada di dalamnya maka mitokondrian dapat mengadakan pembelahan.Mitokondria telah lama sudah diketahui oleh para ilmuan baik itu mitokondria yang berasal dari tanaman maupun dari mahluh hidup (eukariota). selain itu juga terdapat ensim Koensim Q dan ensim Oksidatif Fosforilase. Pembelahannya tidak tergantung dari informasi dari inti sel namun untuk kelangsungan hidupnya dibawah kendali inti sel. selain itu juga ditemukan DNA dan RNA untuk pembelahan sel (sebagai materi genetik). phosphrilasi oksidatif. Mg. dan proses pembentukan ATP. dapat berbentuk bulat. oval. kalau aktivitsnya tinggi maka lipatan krista akan tampak lebih banyak dan mitokondria terlihat memanjang. P. Pada inner membran dapat membentuk lipatanlipatan ke arah dalam. Pada tahun 1890 oleh Altman menemukan mitokondria sebagai butiran-butiran kecil seperti benang dan dapat bergerak aktif serta dapat membelah diri tanpa diikuti oleh pembelahan sel. Kepadatan krista tergantung dari aktivitas mitokondria. yang berguna untuk memelihara keseimbangan ion di dalam sel. dan bahkan memanjang dengan ukuran birkisar antara 2 – 3 mikron. Hasil pemetaan gen pada DNA mitokondria ternyata susunan nukleotida berbeda dengan susunan nukleotida pada DNA inti sel. Diantara membran luar dan membran dalam terdapat matrik berupa cairan yang merupakan tempat terjadinya siklus creb. artinya dapat dikatakan mitokondria merupakan sel lain yang hidup di dalam sel yang hidup secara bersimbiose. namun demikian susunan nukleotida (mtDNA) sama persis dengan susunan nukleotida (mtDNA) dari orang tuanya (Ibunya). . Mitokondria mempunyai sangat bervariasi bentuknya tergantung dari aktivitasnya. Pada inner membran terdapat partikel-partikel yang mrupakan elementary unit untuk kelangsungan proses reaksi oksidasireduksi. Pembelahan mitokondria bersifat semiotonom. Selain itu juga terdapat ion-ion anorganik sperti Ca. Lipatan ini disebut Krista. Pembelahan mitokondrian diperkirakan melalui pembelahan yang sangat sederhana yakni pembelahan Amitosis.

hidrogen peroksida. B. Butiran-butiran pekat elektron. proses detoksifikasi.6) PEROKSISOM ( MIROBODIES ) Organel ini dahulu belum mendapat perhatian walaupun telah diketemukan lewat pemeriksaan dengan elektron mikroskop berbentuk bulat. proses metabolik. dan pemecahan asam lemak menjadi asetil-CoA ( sangat jelas terlihat pada sel hati).
 Ensim yang terkandung di dalamnya : Katalase. sehingga memberika gambaran seperti roda bergerigi. sehingga sentriola dapat memanjang maupun memendek sesuai dengan aktivitasnya. Buluh A dari 9 sub-unit memilik i jarak yang sama satu dengan yang lainnya yang membentuk lingkaran dengan lingkaran 150 mm Buluh A dari sub-unit yang satu akan berhubungan dengan buluh C dari subunit yang terdekat. Organella yang tidak terbentuk dari membran (tidak mempunyai membran) Organel yang tidak terbentuk dari membran sering disebut dengan kerangka sel (cytoskleton). stabilitas sel. gerakan sel (waktu pembelahan sel). Fungsi organel ini mengatur pemakaian oksigen di dalam sel. Dengan menggunakan mikroskop elektron ternyata bentuk sentriola berbentuk kantong silinder tidak seperti anggapan semula berbentuk granul. Bagian paling dalam disebut buluh A lalu buluh B dan buluh C yang paling luar. Pada stadium interpase tampak sepasang berbentuk granul berukuran antara 0.5 – 10 mikron. sehingga pada potongan melintang tampak adanya 3 lingkaran yang berdekatan . SENTRIOLA Organel sentriola asal usulnya tidak terbentuk dari membran (tidak mempunyai membran sel). . dan membantu pada proses mitosis Yang termasuk organel ini antara lain: 1. Belakangan ini justru mendapat perhatian yang tinggi mengingat telah diketemukan ensim yang terkandung di dalamnya. Benang-benang halus yang memancar dari centriola disebut Aster yang merupakan /dikenal dengan Pusat Sel . sehingga sumbu dari setiap sentriola membentuk diplosom tersusun tegak lurus satu dengan yang lainnya. urat oksidase. D-aminooksidase. Selama memasuki tahap mitosis sentriola dikelilingi oleh massa yang cerah disebut Centromer. Melalui penampang melintang tampak adanya 9 bangunan sub-unit yang tersusun longitudinal (paralel longitudinal) dan tiap sub-unit memiliki 3 buluh-buluh halus yang tersusun sedemikian rupa. Kerangka sel ini membentuk jalinan komplek yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel. Di dalam sentriola juga ditemukan senyawa aktin dan miosin. Bentukkan kantong silinder ini mempunyai diameter 150 mm (milimikron) dan panjang 300 – 500 mm dengan unjung yang satu terbuka dan ujung lainnya tertutup.

Letaknya tersebar di dalam sitosol oelh karena itu para ahli juga menduga juga dapat berfungsi sebagai penyokong sel (cytoskeleton) C. sehingga dapat mempertahankan bentuk sel (sel erytrocyt). begitu pula untuk membantu transport berbagai organel dari perkarion ke tepi. glikogen). Fungsi utama filamen adalah untuk kontraksi sel. Pada sel saraf (axon) mikrotubulus disebut juga Neurotubulus dengan ukuran sedikit lebih besar dari pada neurofilamen yang berjalan longitudinal. FILAMEN Filamen merupakan komponen dari fibril yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil. artinya bangunan ini berada di dalam sel hanya sementara dan akan dikeluarkan dari sel pada saat-saat tertentu atau dirombah menjadi bentuk lain. Bentuk inti umumnya berbentuk mendekati bulat. sedangkan di stoplasma merupakan tempat matabolisme sel berlangsung. tapi pada sel neutrofil (polinuklier) intinya terlihat bergelambir. NUKLEUS Nukleus atau inti sel dianggap sebagai pusat pengatur aktivitas sel. sehingga pada saat pengecatan . MIKROTUBULUS Mikrotubulus microtubules mempunyai nama lain adalah Cytoplasmic microtubules. hemosiderin).2. Pendapat lain menyatakan bahwa mikrotubulus membantu dalam perubahan bentuk sel (sel Leukocyt dan sel Makrofag). CYTOPLASMIC INCLUSION Cytoplasmik inklusi mempunyai nama lain yaitu Paraplasma. Neurotubulus berfungsi untuk pertumbuhan penjuluran sel saraf yang sedang berkembang. Pada stadium interpase sangat sedikit dan berperan sebagai kerangka sel. Pada pase mitosis terlihat dari kutub ke kutub sel atau dari kutub ke kromosom dengan jumlah ± 12 buah dengan jarak satu dengan yang lainnya 55 – 60 Amstrom. tapi hanya ada pada sel-sel tertentu saja. hormon). Pada stadium mitosis mikrotubulus jumlahnya sangat banyak. Sementara ini diduga filamen membantu dalam perpindahan/memindahkan komponen-komponen sitoplasmik. 3. misal yang berupa cadangan ( lemak. tapi pada sel yang lainnya (bukan sel otot) fungsinya belum jelas. Di bawah mikroskop elektron mikrotubulus terlihat seperti tabung kecil dengan diameter 220 – 270 Amstrom dengan ketebalan dindingnya 50 – 70 Amstrom. atau berupa granul-granul sekretorik ( yang isinya dapat berupa protein/ensim. berupa pigmen ( melanin. Paraplasma tidak dijumpai pada semua sel. Paraplasma bersifat sementara. Filamen yang terdapat pada sel mempunyai diameter 30 – 60 Amstrom. ini jelas terlihat pada sel otot. Sebenarnya bagian lobus satu dengan lobus inti lainnya dihubungkan oleh selaput penghubung tipis. Pada sel kulit (daerah epidermis ) filamen membentuk tonofibril yang merupakan bahan pembentuk keratin. bentukan ini merupakan benda yang sifatnya mati/senyawa.

b) ruang perinuklier. Ruangan yang terbentuk dari dua lapis tersebut disebut dengan istilah Sisterna Perinuklier.1 – 0. Hal-hal yang tampak umumnya adalah: 1. diketehui lubang/pori tersebut dilapisi oleh . Penelitian lebih jauh.2 mikron. antara lapis yang satu dengan lapis lainnya terdapat ruang antara yang berisi bahan amorf dan berjarak 40 – 70 nm (nanometer). c) karioteka interna. Membran inti terdapat pori-pori yang mempunyai diameter 300 – 1000 Angstrom dengan jarak antara 0. Pada karioteka interna di bagian dalamnya terdapat polipeptida yang merupakan tempat pertautan dari kromatin. MEMBRAN INTI Dinding inti terdiri dari dua lapis. Kedua karioteka (membran) mempunyai kepadatan elektron yang berbeda yakni karioteka eksterna (membran bagian luar dengat dengan sitoplasma) kurang padat elektron dan pada pada lapis ini banyak diketemukan ribosum yang melekat dan endoplasmik retikulum.kadang penghubung ini tidak tercat dan akhirnya inti sel terlihat lebih dari satu (polinuklier) Untuk melihat bagian-bagian sel yang terkandung di dalamnya akan terlihat bila sel berada dalam stadium interpase (istirahat). Lapisan tersebut adalah: a) karioteka eksterna.

DNA.am nukleolus merupakan tempat materi genetik (Gen)/DNA. NUKLEOLUS Nukleolus disebut juga Plasmosum. 4. Istilah Heterokromatin tidak lain merupakan kromatin dari segmen kromosom berupa benang-benang halus yang tampak selama stadium interpase. oleh karena itu sel yang mempunyai nukleolus lebih dari satu ( sel hati ) kadang terlihat di bawah mikroskop hanya satu atau dua. Terlihat jelas pada sel soma dari individu betina. Filamen ini diperkirakan berfungsi mirip sebagai diafragma. KARIOLIMFE Kariolimfe disebut juga Nukleuplasma yang berupa cairan proyein dengan . Nukleolus kaya akan RNA. Pars Granulosa dan Pars Fibrosa kaya dengan Ribonukleoprotein yang merupakan prekursor ribosum yang akan dibentuk. Kromatin di dalam inti letaknya menyebar. 2. KROMATIN Kromatin mudah diwarnai dengan pengecatan HE yang tampak berwarna ungu (basofil). RNA-ribosomal (rRNA) di daerah pars kromosomal diubah dan disimpan sementara di daerah pars Fibrosa dan selanjutnya diteruskan ke pars Granulosa sebelum akhirnya dilepaskan ke dalam sitoplasma. hal ini dikarenakan di da. dan 3) Pars Kromosomal. sedangkan pars Kromosomal kaya dengan DNA.selaput yang sangat tipis berupa chenel material berbentuk filamen. hal ini karena pergerakan nukleulus yang posisinya kebetulan sejajar/berhimpitan. Dengan menggunakan mikroskop elektron nukleolus terlihat ada 3 zona yaitu: 1) pars Granulosa. Nukleolus di dalam inti dapat bergerak. 3. 2) pars Fibrosa. Plasmosum bentuknya bulat berjumlah 1 – 4. Dari peyebarannya dapat dikelompokkan menjadi 3 daerah yaitu: · Kromatin tepi: berupa granul-granul di sekitar karioteka interna · Lempeng-lempeng kromatin: letaknya tersebar di antara dinding inti dan nukleolus · Kromatin pembungkus nukleolus: letaknya mengelilingi nukleolus Pada pembelahan sel (stadium interfase) kromatin berkumpul membentuk benang-benang halus yang disebut KROMOSOM. Belakangan diketemukan kromatin kelamin yang tidak lain dalah kromatin sex atau Barr Bodies tampak berupa granul-granul basofilik terletak dekat dengan nukleolus. dan protein. Tapi ada juga kromatin yang tidak tampak pada stadium ini dan masih merupakan bagian dari kromosom disebut EUKROMATIN. kromatin ini diduga merupakan peleburan dari hetrokromatin yang berasal dari dua kromosom-X.

7. ini belum bisa dijawab. Pasangan basa pada rantai yang satu dengan rantai kedua merupakan pasangan kompementer. Pasangan-pasangan tersebut terjadi karena adanya ikatan hidrogen antara basa dari rantai pertama dengan rantai kedua. kesimpulan yang didapat adalah pembawa informasi genetik adalah DNA. Pada saat itu belum banyak diketahui bagai mana bentuk gen itu. 2. 5. Watson dan Francis Crick dapat menjawab pertanyaat tersebut yang terkenal dengan sebutan Postulat Watson and Crick yaitu: 1.konsistensi lebih pekat bila dibandingkan sitoplasma. kejadian ini ditemukan pada saan pembelamah sel baik itu pembelahan mitosis maupun pembelahan meiosis. Basa-basa tersebut berpasangan sedemikian rupa sehingga basa Adenin (A) berpasangan dengan Timin (T) dan Guanin (G) berpasangan dengan Citosin (C). 3. 6. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Oswold Avery pada tahun 1944 di Institut Rokefeller New York dengan menggunakan bakteri yang sama tapi dengan metoda yang berbeda (lebih canggih) yaitu bakteri strain patogen diambil materi genetiknya lalu dimurnikan dan akhirnya dimasukkan ke dalam sel bakteri nonpatogen. dengan demikian diyankni pembawa informasi genetik itu adalah DNA. Kemudian pada tahun 1928 seorang akhli mikrobiologi berkebangsaan Inggris bernama Griffith. Kemudian timbul pertanyaan bagaimanakah bentuk DNA itu. kedua rantai berpasangan satu dengan yang lainnya dalam posisi anti paralel dan arah rantai yang satu dengan rantai yang lainnya berlawanan arah. Dengan menggunakan bakteri Diplococcus pneumonia meneliti tentang materi genetik bakteri tersebut. Kemudian tahun 1953 oleh James D. REPIKLASI GEN Replikasi gen adalah merupakan perbanyakan/dupliksi gen. Struktur DNA terdiri dari dua rantai polinukleotida yang berbentuk helix berputar ke kanan melingkari satu sumbu membentuk helix berganda. kedua rantai helix melingkar tersebut sedemikian rupa sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan kecuali dengan perlakuan. hasilnya bakteri nonpatogen itu menjadi patogen. Sampai disini disepakati bahwa Gen itu adalah: bagian atau segmen dari DNA yang berperan sebagai pembawa informasi gentik melalui pembentukan secara tidak langsung molekul-molekul protein. Gugus-gugus basa purin dan pirimidin dari kedua rantai terletak di bagian dalam dan basa-basa dari rantai pertama berpasangan dengan basa-basa dari rantai kedua. karioreksis. 4. Peneliti mayakini bahwa pada kromosom terdapat gen-gen pembawa informasi genetik. Apa bila inti mengalami kelainan/perubahan berupa: kariopiknosis. . dan kariolisis itu merupakan pertanda bahwa seltersebut telah mengalami kalainan patologik.

Pembelahan dimulai dari pembelahan inti kemudian diikuti oleh pembagian sitoplasmanya. PEMBELAHAN MITOSIS Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anak yang sama persis dengan sel induk. mitosis dipandang sebagai replikasi DNA. Pembelahan Amitosis 2. bahkan dapat menggunakan DNA untuk melacak penyakit-penyakit keturunan dan sekaligus dapat memperbaiki kelainan DNA yang mengalami kelainan tersebut. disini terjadi penambahan jumlah protoplasma pada sel. sifat-sifat genetiknya juga sama. DNA berperan aktif dalam menentukan kehidupan dan arah sel dan dari DNA dapat disintesa RNA dan pada akhirnya dibentuk protein. Perbedaan ini dipengaruhi oleh: . PERTUMBUHAN DAN PEMBELAHAN SEL Pertumbuhan sel adalah hasil sintesis biokimiawi dari protoplasma. Proses mitosis pada sel/organ tubuh berlangsung secara kontinyu dengan kecepatan yang berbeda. Ditinjau dari sitologi modern. Pembelahan Miosis PEMBELAHAN AMITOSIS Pembelahan amitosis disebut juga pembelahan secara langsung ( direct cell division ). Cara pembelahan amitosis tidak diikuti dengan pembelahan/duplikasi kromosom. juga pada bakteri. Pembelahan Mitosis 3.Setelah diketahui postulat ini barulah perkembangan di bidang sel sangat maju. Replikasi gen tidak lain adalah duplikasi DNA yang berlangsung pada stadium interpase. Pembelahan secara amitosis berlangsung sangat sederhana dan dalam waktu yang sangat singkat. Pembelahan sel melalui 3 cara yaitu: 1. Pembelahan cara ini banyak ditemukan pada binatang tingkat rendah.

pada akhir metafase membran inti sudah lenyak sama sekali. Sentriola membelah menjadi dua. 2. ANAPASE Pada stadium anapase terjadi pembelahan kromosom secara longitudinal dan belahannya menuju ke masing-masing kutub. pemindahan kromosom ini diduga karena pengaruh protein yang berada di dalam mikrotubulus. Pada stadium ini tampak kromosom bergerak menuju kutub masing-masing.· Jenis kelamin · Macam organ · Suhu. propase. kromosom terlihat agak panjang dan langsing (belum berkontraksi sempurna). Inti sel membesar dan kromonemata memendek sehingga tampak seperti benang-benag halus. metapase. Sel . 3. baik suhu tubuh maupun suhu di luar tubuh · Kondisi fisiologis individu Menurut De Robert mitosis meliputi 5 tahap al: interpase. dan telopase. PROPASE Pada pase ini terlihat perubahan-perubahan pada inti sel dan sitoplasma. anapase. c. METAPASE Pada stadium metapase. kariotek mulai lenyap tapi belum sempurna sehingga kromosum mulai terlihat tapi belum kompak. kromosum sudah berkontraksi sempurna (kompak) dan sudah memisahkan diri ke bidang ekuator. Pada akhir stadium profase. 1. Perubahan-perubahan yang dapat diamati adalah: a. Dari sentriola ini keluar benang-benag halus. kemudian menunju ke masing-masing kutub sel. b.

terlihat menggelembung mendekati oval.

4. TELOPASE Pada stadium telopase awal, sentriola sudah berada pada kutub-kutub sel dan selanjutnya diikuti dengan munculnya inti pada sel anakan. Nukleulus muncul kembali dari nukleoler organizer. Sebelum memasuki stadium interfase, kromosom membelah diri dan kembali dari bentuk uliran ke bentuk benang. Kariotek terbentuk kembali dan diikuti dengan terbetuknya membran inti. Selanjutnya diikuti dengan terbentuknya organel-organel sitoplasmik. Pada akhir stadium telofase teleh terbentuk dua anak sel yang membawa materi genetik yang idendik.

5. INTERPASE Stadium interpase merupakan tahap istirahat, keadaan ini dipergunakan untuk tumbuh dan penambahan sitoplasma dan paraplasma. Waktu yang diperlukan pada stadium ini trgantung jenis. Sel-sel muda diperlukan waktu yang lebih singkat bila dibandingkan sel tua. Jenis sel epitel mempunyai ewaktu yang singkat bila dibandingkan dengan sel saraf. Sebetulnya pada stadium interfase dikatakan fase insirahat tidaklah tepat, karena pada stadium ini justru terjadi serangkaian perubhan untuk mempersiapkan diri untuk membelah berikutnya. Oleh karena itu pada stadium ini terbagi menjadi 3 fase yaitu: · Pase G1 : disebut pase presintesis DNA · Pase S : disebut pase sintesis DNA · Pase G2 : disebut pase pasca duplikasi DNA

PEMBELAHAN MEIOSIS

Menurut konsep lama meiosis diartikan sebagai pembelahan reduksi, hal in mungkin disebabkan jumlah kromosom sel anak mengalami pengurangan menjadi setengah jumlah kromosom sel induk. Kini konsep itu telah ditinggalkan. Konsep terbaru menyatakan, bahwa meiosis terjadi proses crossing over kromosom. Pada proses ini kromosom tidak mengalami reduksi baik pada pembelahan pertama maupun pembelahan kedua, tapi yang terjadi sebenarnya adalah berupa distribution of chromosomes. Artinya, pembelahan reduksi tidak tepat, hanya terjadi distribusi/penyebaran dari kromosom.. Pembelahan meiosis meliputi dua tahap antara lain: Tahap pertama : terjadi distribution and redistribution bagian kromosom. Tahap kedua : Pada tahap ini sama dengan pembelahan mitosis. Tahap pembelahan pertama dapat diamati 4 tahap ( sama seperti pembelahan mitosis) hanya pada tahap stadium propase memerlukan waktu yang lebih lama, karena di dalamnya terbagi lagi menjadi 4 substadium yaitu: 1. Stadium Leptoten : pada stadium ini kromosom tampak jelas berbentuk filamen. 2. Sadium Zygoten : pada stadium ini kromosom yang homolog saling berkumpul dan mulai berpasangan. 3. Stadium Pakhiten : kromosom homolog yang berpasangan tersebut menempatkan diri secara longitudinal, sehingga tiap pasangnya disebut: bivalen. Selanjutnya terjadi pembelahan secara longitudinal dan akhirnya terbentuk 4 kromonemata. Selanjutnya terjadi crossing over (pindah silang).Terjadinya pindah silang bagian-bagian kromosom dengan pola tertentu. Artinya terjadi pertukaran gen secara acak sehingga terbentuk 4 anak sel dengan membawa gen yang berbeda satu dengan lainnya. 4. Stadium Diploten : setelah crossing over (pindah silang) selesai, terjadilah proses pemisahan antara kromosom homolog, tapi proses pemindahan kromatid agak mengalami kesulitan karena terjadi proses terminasi. Setelah itu diikuti dengan lenyapnya membran inti.

Setelah itu berakhirlah stadium propase dan selanjutnya diikuti pase selanjutnya ( metapase, anapase, dan telopase) Tahap pembelahan kedua, menjelang pembelahan kedua terjadi interpase secara singkat. Setelah itu kembali terjadi serangkaian pembelahan seperti pada pembelahan mitosis biasa. Bedanya denga pembelahan pertama terletak pada pembelahan stadium propase, dimana pada pembelahan kedua stadium propase berjalan singkat dan seterusnnya diikuti dengan satium berikutnya. Jadi sel anak yang dihsilkan pada pembelahan meiosis terbentuk 4 sel anak yang haploid dengan membawa kombinasi gen-gen yang berbeda.

Meiosis yang berlangsung pada sel spermatogonia (spermatogenesis) dan sel oogonia (oogenesis) pada prinsipnya adalah sama, hanya saja pembelahan pada spermatogonia menghasilka 4 spermatozoa dengan morfologik identik tapi mempunyai gen-gen yang tidak sama. Sedangkan pada sel oogonia hanya terbentuk satu oocyt (ovom) yang besar (fungsional) tiga lainnya mengalam atrisia karena pembagian sitoplsma yang tidak merata. Pembagian sitoplasma yang tidak merata ini terjadi pada stadium telopase pertama dan stadium telopase kedua.

Meiosis spermatogonia I. JARINGAN EPITEL Bab I PENDAHULUAN Bahan ajar ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan bahan-bahan kuliah yang mempelajari struktur jaringan tubuh dalam setiap organ tubuh. Untuk mempelajarinya diperlukan pengetahuan mendasar tentang jenis-jenis jaringan yang ada dalam tubuh, khususnya jaringan epitel. Dalam jaringan, pada umumnya terdapat 3 komponen dasar yang menyusunnya yaitu 8. Sel : merupakan komponen yang bersifat hidup dalam jaringan dan merupakan Unit Struktural dan Fungsional yang terkecil dari organisme. 9. Substansi interseluler : bersifat tidak hidup dan sebagai hasil produksi sel. Sebagai nampak dari peranannya maka substansi ini terdapat diantara selsel dalam jaringan. Bentuk fisiknya : dapat sebagai substansi dasar, karena tidak berbentuk dan dalam keadaan setengah padat. Juga dapat sebagai serabut. 10. Cairan : merupakan komponen yang menonjol dalam plasma darah, cairan limfa cairan jaringan dan sebagainya. Jaringan epitel, merupakan sistem yang tersusun oleh 2 macam komponen pokok yaitu 4. Sel yang telah mengalami diferensasi khas. 5. Substansi interselular yaitu bahan antara sel-sel,yang bersifat khas pula dan merupakan penunjang bagi sel dalam jaringan. Bab II JARINGAN EPITEL Jaringan ini terdiri dari kumpulan atau deretan sel-sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran/ lapisan yang substansi interselulernya sangat sedikit dan tipis atau tidak punya, dan cairannya sangat sedikit. Deretan sel ini melapisi permukaan jaringan atau alat, baik dari luar maupun dalam organ (melapisi rongga alat), tapi juga digunakan untuk kelenjar. Istilah Epithelium berasal dari kata epi yang berarti di atas dan thele berarti punting (nipple). Istilah persebut untuk pertama kali digunakan terhadap suatu lapisan pada permukaan bibir yang tembus cahaya. Dibawah lapisan tersebut

gelambir.E. cakar. pada suatu tempat epitel dapat melekuk. kuku. • Substansi dasar yang mengandung protein polisakarida. Membrana basalis bersifat permeabel. bahan membrana basilis tersusun oleh: • Lamina basalis. Dari lapisan ektoderm misalnya epitel kulit dan derivatnya seperti rambut. C: Serabut kolagen. • Lamina fibroretikularis. B: Lamina fibro retikuler. Jaringan epitel tidak berdiri terlepas.). pleura dan perikardium.terdapat punting-punting (papilae) jaringan pengikat yang banyak mengandung kapiler darah. Dari lapisan mesoderm ada 2 yaitu : Endothelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah. Dalam perkembangan. pada suatu tempat epitel dapat melekuk. Sedangkan epitel yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada 2 yaitu : endotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah. invaginasi kulit. . jantung dan pembuluh limfe. pleura. dan perikardium. tempat sel epitel melekat. Dari lapisan entoderm misalnya epitel dinding duodeum. sehingga zat makanan dari jaringan dibawahnya dapat merespon epitelium melalui membrana ini. jengger. Dari lapisan endoderm : melapisi bagian dalam tubuh. Gambar Membrana Basalis (Mikroskop Elektron) A: Lamina Basalis. tanduk. D: Membrana Basalis Epitel berasal dari lembaran/ lapisan embrio yaitu dari lapisan ektoderm misalnya epitel permukaan kulit tubuh. walaupun ada sejumlah epitel yang berasal dari mesoderm. tetapi melekat erat pada jaringan di bawah deretan sel. Dalam perkembangan. Sebagian besar epitel tumbuh dari lapisan ektoderm dan entoderm. yang merupakan serabut kecil-kecil sebagai serabut retikuler. Mesothelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu seperti misalnya melapisi peritoneum. bulu. Membrana basalis tidak dapat dilihat dengan mikroskop optik dengan teknik pewarnaan Haematoksilin-Eosin (H. menjadi batang atau pipa sehingga menjadi epitel kelenjar. Membrana basalis ini dahulu dianggap sebagai kondensasi substitusi dasar jaringan ikat di bawah epitel yang langsung berhubungan dengan jaringan epitel. Sekarang membrana basalis dianggap sebagai hasil produksi langsung sel epitel. ASAL-USUL EPITEL. menjadi batang atau pipa sehingga menjadi epitel kelenjar. jaringan ini dinamakan membrana basalis. yang merupakan lapisan di bawah sel epitel setebal 500-800 A terdiri atas filamen tipis dengan diameter 30-40 A Filamen membentuk anyaman dalam substansi dasar membrana basalis dan berhubungan langsung dengan membran dasar sel epitil terdekat. Pada umumnya mesoderm yang terdapat di antara ektoderm dan entoderm embrio akan menjadi jaringan pengikat atau otot. misalnya epitel dinding duodenum. Mikroskop elektron memperlihatkan. Mesotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu seperti misalnya melapisi peritonium..jantung dan pembuluh limfe. di sebelah luar lamina basalis.

II. Dengan demikian ukuran tinggi/tebal kurang dari ukuran panjang dan lebar selnya. Epitel pelapis yaitu epiteliumsuperfisiale yang bersifat membran atau lembaran/lapisan. Sel pipih/ gepeng/ squamous: Karena berbentuk sebagai sisik ikan maka disebut sel squamuos. Epitelium kuboideum dengan epiteliocytus cuboideus. 6. Berdasarkan Jumlah Lapisan Sel Epitel: • Epitelium simpleks: selapis (seperti contoh gambar di atas) • Epitelium stratifikatum/kompleks: berlapis-lapis.namun sebenarnya tidak . EPITEL PELAPIS : Epitel ini dapat dikelompokan dan diberi nama berdasarkan patokan tertentu. I. Gambar epitel silindris selapis. epitel tampak bentuk sel yang memanjang dengan bagian tengahnya yang berisi inti lebih menebal. Melihat letak deretan inti sel-sel. Namun yang penting bentuk pada potongan tegak lurus permukaannya. Pada potongan tegak lurus permukaan (melintang). Gambar skematis tipe-tipe epitelium • Epitelium pseudostratifikatum/pseudokompleks: Semua berlapis. Gambar epitelium kuboid selapis. epitel bentuk selnya nampak poligonal.: kuboid. Sel kolumner/silindris: Mempunyai ukuran tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. 2. Biasanya inti berbentuk bulat terletak ditengah sel. Epitel kelenjar yaitu epitelium glandulare. Epitelium kolumnar dengan epiteliocytus columnaris: silindris. Sedangkan apabila dilihat dari permukaan epitil tampak sel-selnya berbentuk poligonal Gambar Epitel pipih selapis Sel kuboid: Mempunyai ukuran tebal dan panjang yang sama sekarang nampak sebagai bujur sangkar. Berlapis. hanya sel-sel dasar (basal) saja mencapai membrana basalis. Untuk melihat bentuk sel epitel tersebut tidak cukup melihat dari arah permukaan epitil yang kebanyakan berbentuk poligonal. Dari permukaan. 1. Dari permukaan epitelnya nampak selnya berbentuk poligonal biasanya inti yang berbentuk oval terletak agak kearah basal.seakan-akan epitel ini berlapis. Berdasarkan bentuk sel epitel: 4.Dari uraian ini maka jaringan epitel dapat menjadi 2 kelompok yakni : I. Epitelium squamousum dengan epiteliocytus squamous: pipih/gepeng 5.

karena diantarannya terdapat sel-sel yang mampu menghasilkan lendir. ductus exretorius beberapa kelenjar. permukaan dalam menbrana tympani.pars descendens ansa henle pada ginjal. Gambar epitelium pipih selapis • Epitelium simpleks kuboideum/epitel kuboid selapis susunannya terdiri atas selapis sel yang berbentuk kuboid dengan inti yang bulat ditengah. labyrinth. ductus exretorius beberapa kelenjar.berlapis. Jenis epitil ini terutama dimiliki oleh alat berongga yang dapat mekar jika bertambah isi. vasa darah dan limfa. Berdasarkan Jumlah dan Bentuk Sel Epitel dikenal: • Epitelium simpleks squamosum/epitel selapis pipih. Bahkan pada beberapa tempat terdapat hampir seluruh epitelnya terdiri atas sel kelenjar yang berbentuk sebagai piala. Contoh : lapisan luar kapsula glomeruli pada ginjal. Seluruh sel yang menyusun epitel ini berbentuk gepeng dan tersusun dalam satu lapisan. Contoh : pada permukaan selaput lendir tractus digestivus dari lambung sampai anus. endotelium. duktus alveolaris dan alveoli paru. Contoh dijumpai pada ureter dan Vesika urinaria. Gambar epitelium kubus selapis • Epitelium simpleks columnare/epitel silindris selapis: susunannya terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris dengan inti yang berbentuk oval tampak terletak pada satu deretan. retetestis. Gambar epitel transisional 3. Oleh karena itu bentuk sel berlapis yang kolumner dapat berubah menjadi kuboid rendah jika alat penuh isi.berbentuk bulat. Gambar Epitel Pseudokompleks bersilia. mesotelium rongga tubuh.sekarang dinamakan sel piala (goblet sel) Gambar Epitelium silindris selapis dengan goblet sel • Epitelium squamosum compleks/epitelium stratificatum squamosum/epitel gepeng berlapis: Epitel ini lebih tebal dari epitel selapis. Yang berbentuk gepeng . Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai pelindung juga berfungsi sebagai sekresi. Pada potongan tegak lurus permukaan (melintang) terlihat berbagai bentuk sel yang menyusunnya. folikel glandula thyroidea. • Epitelium transitionale: Epitil peralihan. Ciri khas epitil ini adalah bahwa lapisan permukaan yang membatasi lumen dilengkapi dengan sel-sel khusus. vesica fellea. walaupun disebut epitel gepeng.yang akan menjadi sel payung jika alat mengembang. epitel germinativum pada permukaan ovarium. epitel pigmentosa retinae. sebab semua sel bersandar pada membrana basilis : hanya ukuran tinggi sel-sel berbeda-beda. Contoh : pada plexus choroideus di ventriculus otak.

sedangkan sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah. Didalam sel-selnya terdapat butir-butir keratolin.Epitel jenis ini sangat cocok untuk berfungsi proteksi. • Stratum spinosum : lapisan ini terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk polihedral. .misalnya pada covum oris. Karena berlapis dan tebal. Gambar epitel pipih berlapis yang mengalami penandukan Mempelajari epitel gepeng berlapis dapat dilihat lapisan-lapisan sel pada epidermis kulit sebagai berikut : • Stratum basale : merupakan lapisan dasar. conjuntiva. Lapisan permukaan tersebut merupakan lapisan keratin.hanyalah sel-sel yang terletak pada lapisan permukaan.sel berbentuk silindris pendek atau kubus. • Stratum granulosum : lapisan ini terdiri atas 2-4 lapis sel yang berbentuk belah ketupat dengan sunmbu panjangnya sejajar permukaan. • Stratum korneum : merupakan lapisan yang teratas dari epidermis. cornea. Sel-sel yang terletak paling basal berbentuk kuboid atau silindris melekat pada membrana basalis. bukanlah berasal dari epitil itu sendiri melainkan berasal dari kelenjar yang terdapat dibawah epitil. oesofagus.oleh karena mulai lapisan ini terjadi perubahan-perubahn faali. vagina dan urethrae feminina. Dalam sitoplasmannya terdapat butir-butir pigmen melanin. bagian-bagian epidermis dilepaskan sehingga merupakan lapisan tersendiri yang dinamakan stratum disjunctum. Epitel ini terdapat pada permukaan basal.
 Epitel ini terdiri atas beberapa lapisan sel dengan lapisan yang teratas berbentuk silindris dan bagian basal selnya tidak mencapai .maka kemungkinan timbul gangguan nutrisi. Jenis epitel ini diketemukan pada permukaan epidermis kulit. Diatas sel-sel silindris ini terdapat lapisan sel yang berbentuk polihedral yang makin mendekati permukaan makin memipih. kecuali sel-sel permukaannya mengalami perubahan menjadi suatu lapisan yang mati yang tidak jelas lagi batasbatas selnya. Bagian terluar dari lapisan ini. • Epitelium silindrikum kompleks/epitel silindris berlapis/stratified columnar epithelium. Pada pengamatan dengan mikroskop cahaya terlihat seakanakan selnya berduri (spina) yang sebenarnya disebabkan adanya bangunan yang disebut desmosome. Struktur epitel ini mirip dengan epitel gepeng berlapis tanpa keratin. Sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah.Sekarang epitil jenis ini dibedakan 2 macam yaitu : • Epitelium stratificatum squamosum noncornificatum/epitel gepeng berlapis tanpa keratin (tanpa penandukan). Pada lapisan ini zat eleidin telah berubah menjadi keratin. Gambar epitel pipih berlapis tanpa penandukan • Epitelium stratificatum squamosum cornificatum/epitel gepeng berlapis berkeratin penandukan). • Stratum lusidum : lapisan ini kadang-kadang tidak jelas karena tampak sebagai garis jernih yang homogen. Oleh karena itu.tetapi sebaliknya kurang cocok untuk fungsi sekresi. apabila pada permukaan epitel gepeng berlapis terdapat cairan. Sebenarnya lapisan ini terdiri atas sel-sel tidak berinti yangtelah mati yang mengandung zat yang dinamakan eleidin dalam sitoplasmanya.

2. Myoepitelium: epitel ini mengandung myofibril (serabut otot) sehingga dapat berkontraksi. ductus deferens.membrana basalis. Fungsi endotelium sebagai media pertukaran zat antara pembuluh darah dengan ruang jaringan ikat. berbentuk bintang memeluk sel kelenjar. dimana sel ini terdapat antara kutub dasar sel epitel kelenjar dan membrana basalis. Endotelium: Epitel ini mempunyai bentuk pipih selapis. Gambar epitel silindris berlapis (terlihat melapisi dinding lumen) • Epitelium kuboideum kompleks/epitel kubus berlapis. Lapisan sel-sel dibawah sel silindris berbentuk lebih pendek bahkan bagian yang terbawah berbentuk kuboid. namun apabila diperhatikan secara seksama ternyata tidak berlapis. Epitel bersilia: ada 2 macam silia yaitu silia bergerak (kinosilia). epitel olfaktorius. Gambar Epitel silindris berlapis semu EPITEL KHUSUS 1. Contoh : pada dinding antrum folikuli ovarii. Pada permukaan sel dari lapisan teratas dilengkapi dengan silia. gerak sendiri contoh pada spermatozoa dan gerak zat lain contoh pada sel respiratorius dan oviduk. apalagi terlihat bahwa tonjolan-tonjolan sitoplasmanya yang panjang mengelilingi Pars secretoria membentuk anyaman sebagai keranjang. 3. Contoh dapat dijumpai pada organ gustus (pengecap). peralihan oropharynx ke larynx. Epitel berpigmen: epitel yang berfungsi dalam penangkapan sinar matahari. seperti mikrovili panjangpanjang saling bergandengan melalui anastomosis yang fungsinya memperluas permukaan skretorik. sel ini dianggap ikut membantu “memeras” sekret keluar dari kelenjar. • Epitelium cylindricum pseudocompleks/epitel silindris bertingkat/epitil silindris berlapis semu. duktus exkretorius glandula parotis. Epitil ini sepintas lalu. Neuroepitelium: Sel epitel ini mengalami deferensiasi sehingga dapat menghantarkan stimulus. Contoh : pada fornix conjunctiva. mengandung filamen kontraktil. Contoh pada retina mata. Contoh : dijumpai pada trachea. mirip epitil berlapis. mempunyai rambut seperti silia. Gambar Epitelium kuboid berlapis. Epitil jenis ini pun mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan sel yang berukuran tinggi sehingga epitil ini disebut epitil silindris berlapis semu bersilia. misalnya pada facies nasalis falatum molle. Disebut juga sebagai sel keranjang karena sel mioepitel diduga berfungsi membantu mendorong sekrit kelenjar ke dalam ductus excretorius. menjadi dinding terdalam dari pembuluh darah dan limfe. urethrae pars kavernosa. 5. 4. Silia tidak bergerak (stereosilia). . Terbentuk dari sel mio-epitel. broncus yang besar. Contoh pada duktus epididimis.Merupakan epitil berlapis yang terdiri atas sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid. larynx dan esofagus dari fetus.

yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu misalnya yang melapisi peritoneum. Mempunyai daya penutup. STRUKTUR KHUSUS PADA PERMUKAAN SEL EPITEL Pengkhususan struktur pada permukaan sel epitel merupakan modifikasi pada permukaan lateral. berupa gambaran serupa jari-jari kedua tangan yang saling terjalin disebut junctio intercellularis digitiformis. untuk komunikasi antar sel. Synsisium: merupakan epitel dengan batas sel mengabur. untuk mengisi celah antar sel pada tempat tertentu dan merambatkan listrik. Contoh pada vili choriales plasenta. dimana celah antara 2 sel sangat sempit karena membran sel melebur. sukar dilihat. Sedangkan junctio-intercellularis kompleks merupakan bangunan yang cukup kompleks disebut “Junctional Complex” yaitu: Zonula occludens (Tight Junction). Zonula adhaerens (Intermediate junction). Junctio intercellularis simpleks: sederhana. 7. sehingga pada pemeriksaan preparat dengan pengecatan Haematoksilin-Eosin (HE). ada 2 macam yaitu Junctio intercellularis simpleks dan Junctio intercellularis kompleks. Merupakan hubungan antar sel-sel epitel yaitu cara perlekatan satu sel dengan tetangga bermacam-macam disebut junctio intercellularis. di dalam celah antara sel tersebut berisi bahan yang diduga berguna untuk melekatkan satu sama lain. 8. Istilah Adhaerens dimaksudkan untuk struktur khusus pada membran sel yang berdekatan dengan jarak antara 200 A.6. Nexus (Gap junction). Retikuler epitelium: epitel ini membentuk jala / retikuler. masuknya zat-zat dari lumen yang dibatasi oleh jaringan dibawahnya. pleura dan pericardium. difusi antar sel.250 A. epitelnya hanya dapat dikenal dengan melihat inti-inti sel yang berderetderet. Istilah Occludens diterapkan untuk sel-sel yang berhadapan sedemikian dekatnya sehingga masing-masing membran plasmanya berhimpitan langsung tanpa dipisahkan oleh celah. bagian basal dan bagian apeks. Gap junction merupakan bentuk hubungan antar sel yang dipisahkan oleh celah yang sempit sebesar 20 A. untuk penghalang (barier) antar sel. Istilah Macula merupakan daerah kecil berupa bercak sedangkan Zonula dimaksud apabila daerah tersebut melingkari sel sebagai gelang. Pada pembentukan epitel. Jadi fungsi Zonula occludens rupanya untuk memisahkan celah ekstraselluler dengan lumen . Contoh dapat dijumpai pada timus dan organ-organ pembentuk darah. sehingga bahan ekstrasel tidak mungkin melintas dari bagian permukaan ke bagian dasar epitel. Terjadinya modifikasi untuk berbagai fungsi seperti mengikat epitelium yang satu dengan yang lainnya. Mesotelium: Bentuk epitel ini mirip dengan endotelium. Modifikasi pada permukaan lateral/ sisi sel epitel. Zonula occludens/ Tight junction/ Pentalaminar junction: Terletak pada permukaan epitel. yang berfungsi memperluas dan memperkuat perlekatan antar sel. Contoh pada epitelium pipih selapis. batas samping sel-sel dapat mengabur. Desmosome (Macula adhaerens).

dimana ada suatu ruang yang memisahkan membran tersebut sebesar 150 A dan terisi oleh polisakarida yang padat. Letaknya di bawah zonula adhaerens. Fungsinya untuk perlekatan mekanik antar sel yang berdekatan pada epitel atau jaringan lain (sebagai rangka sel) dan membantu proses pengaliran zat-zat. Hemidesmosome: . Terdapat sebagai celah antara sel endotel pada dinding kapiler. Modifikasi pada permukaan basal sel epitel. Sel ini banyak memiliki mikrofilamen kontraktil. penggandengan sel melalui nexus menunjukkan fungsi yang menonjol. Diungkapkan bahwa filamen tersebut tidak berakhir dalam bagian yang padat elektron melainkan memutar kembali sebagai huruf “U”. biasanya berbentuk bulat atau oval. Desmosome/ Macula adhaerens. Adanya bahan glikoprotein dalam celah ekstraseluler terbukti bahwa di daerah tersebut terwarnai. Misalnya penggandengan secara listrik akan mensinkronkan kontraksi otot jantung dan otot polos yang perlu untuk peristaltik. walaupun ketebalannya tidak selalu sama. sehingga diduga sel sendiri juga kontraktil. Sebagai contoh banyak dijumpai pada epitel berlapis yang banyak mengalami tekanan seperti pada epitel dermis dan pada cervix. Nexus/Gap junction/Macula communicans. Invaginasi basal: Merupakan bagian basal dari membran terlihat sebagai bangunan yang berkelokkelok. tetapi belum jelas bahan apa yang menyusunnya. Membrana basalis: Merupakan kondensasi bahan mukopolisakarida dan protein yang terdapat di bawah permukaan basal semua epitel. Fungsinya untuk memperluas permukaan sekresi dan absorbsi. Bentuk hubungan tersebut memberikan kesan bahwa dua sel yang berdekatan tersebut menempel satu sama lain. Termasuk hubungan interseluler yang mempunyai katagori hubungan komunikasi antar sel. Contohnya pada sel-sel tubuli ginjal. tetapi lebih ke dalam sitoplasmanya kurang padat dengan mengandung filamen. juga epitel simpleks kolumner. Ini berakibat bahwa lebar celah tersebut dapat diatur sesuai dengan keperluan pertukaran zat melalui dinding kapiler. Fungsi desmosome rupanya sebagai tempat penempelan mekanik antar 2 sel yang berdekatan. Caveolae: Pada bagian basal dari sel ada bangunan seperti tonjolan ke dalam. Di tengah-tengah celah tersebut terdapat lapisan padat elektron yang memisahkan.yang dibatasi oleh epitel bersangkutan. Sitoplasma di dekat bangunan tersebut tampak lebih padat elektron. Membrana basalis yang paling tebal terdapat di bawah epitel yang sering mengalami gesekan seperti misalnya epidermis kulit. Dengan demikian pengangkutan bahanbahan dari lumen haruslah melalui permukaan bebas sel. Di daerah tersebut membrana plasma dari kedua sel berjalan sejajar dengan jarak 200 A – 250 A. Zonula adhaerens/Intermediate junction: Letaknya di bawah zonula occludens. Pada beberapa jaringan.

Silia dapat diketemukan pada epitel traktus respiratorius. pleksus khoroideus dan plasenta sebagai brush border. Pada permukaan mikrovili usus terdapat enzim yang berguna untuk memecahkan bahan-bahan makanan agar dapat diabsorbsi. Jika sel-sel ini membentuk epitel maka terjadilah epithelium glandulare. Tonjolan-tonjolan tersebut dinamakan berbeda-beda. karena berbentuk bulu sikat. Merupakan jenis mikrovili yang berukuran sangat panjang. Jenis mikrovili ini terdapat pada permukaan epitel duktus epididimis dan duktus deferens yang berfungsi mengatur keadaan lingkungan untuk pematangan spermatozoa. Biasanya dinamakan sebagai silia saja. Epitel Kelenjar II. Sedangkan tonjolan yang terdapat pada epitel usus dinamakan striated border. Epitel ini bersama dengan jaringan lain . Kemampuan bergerak tersebut disebabkan karena adanya struktur khusus yang berbeda dengan stereosilia. EPITEL KELENJAR/ EPITHELIUM GLANDULARE Sel epitel yang mampu mengeluarkan sekret disebut sel kelenjar atau epitheliocytus secretorius atau glandulocytus. oviduk dan uterus. Modifikasi pada permukaan apex/ permukaan bebas sel epitel. Merupakan tonjolan sitoplasma berbentuk silindris yang terdapat pada permukaan bebas sel epitel.Bangunan yang terdapat di bagian dasar sel epitelyang berdekatan dengan jaringan pengikat di bawahnya. Kuticula. Stereosilia. Apabila dibuat potongan melintang melalui batang di luar sel. Merupakan pemadatan sitoplasma di dekat permukaan bebas sel epitel misalnya pada epitel transisional dengan maksud melindungi sel terhadap pengaruh kimiawi di luarnya. di dalamnya terdapat susunan mikrotubuli yaitu sepasang di tengah dan 9 pasang di sekelilingnya. Krusta. II. Misalnya yang terdapat pada tubulus kontortus proksimalis. karena tampak bergaris-garis. merupakan tonjolan yang berbentuk sebagai bulu halus dan bersifat motil (bergerak). Sebuah silium tertanam dalam suatu bangunan yang dinamakan korpuskulum basale. Mikrovili. Fungsi mikrovili yaitu memperluas permukaan agar dapat meningkatkan daya absorbsi sel-sel epitel usus. Kinosilia. Merupakan bahan yang disekresikan oleh sel epitel yang kemudian diletakkan sebagai kerak di luar sel epitel. dimana bentuknya menyerupai desmosome tetapi hanya separuh. Ini dapat ditemukan sebagai kapsula lentis.

yang pada suatu saat tumbuh masuk ke dalam jaringan pengikat dibawahnya. Kedua jenis kelenjar yang disebutkan diatas kesemuanya berasal dari membran epitel yang menutupi permukaan. dan diangkut ke alat atau jaringan sasaran. maka kelenjar demikian dimasukkan kedalam kelenjar endokrin atau kelenjar hormon. sedang untuk kelenjar endokrin sudah tidak lagi berhubungan. Sel penghasil sekret atau hormon dinamakan endokrinosit. Krin berasal dari kata krinos yang berarti memisahkan atau menghasilkan. Apabila hasilnya diangkut oleh pembuluh darah atau pembuluh limfa. Kelenjar eksokrin dimaksudkan untuk kelenjar-kelenjar yang biasanya mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya yang selanjutnya bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh.dapat membentuk kelenjar atau glandula. KLASIFIKASI KELENJAR Berdasarkan pemanfaatan hasil kelenjarnya secara garis besar dibedakan menjadi kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. misalnya pada kelenjar dinding usus. Berdasarkan jumlah sel. Kelenjar endokrin: kelenjar ini melepaskan sekret langsung ke dalam pembuluh darah atau limfe. misalnya kelenjar ludah atau langsung dalam rongga alat berdekatan. kelenjar digolongkan menjadi . Biasanya dalam pembentukan kelenjar eksokrin masih tetap dipertahankan hubungannya dengan epitel permukaannya. Kelenjar eksokrin : kelenjar ini melepaskan sekret melalui saluran kelenjar (duktus ekskretorius). Sel penghasil sekret dinamakan eksokrinosit. Kelompok sel-sel epitel yang mengadakan invasi tersebut selanjutnya memperbanyak diri dan berdiferensasi untuk membentuk kelenjar. Karena kelenjar hormon tidak memiliki saluran keluar kadang-kadang dinamakan juga sebagai kelenjar buntu dan hasilnya dinamakan hormon. Namun bagi beberapa kelenjar endokrin yang tidak mempunyai saluran keluar tidak dapat dimasukkan sebagai kelenjar hormon. kelenjar suprarenalis. Contoh pada kelenjar thyroidea.

Berdasarkan letak kelenjarnya terhadap epitel permukaan. misalnya pada epitel usus sebagai sel piala atau sel cangkir atau “goblet cell”. Kelenjar multiseluler: Terdiri atas banyak sel. umumnya membentuk kelenjar. yang terdiri atas 1 lapis sel (misalnya pada kelenjar keringat) dan Kelenjar polyotyche. yaitu membentuk kelompok sel kelenjar pada epitel permukaan tanpa saluran kelenjar (lihat gambara). dapat dibedakan menjadi: Kelenjar tubuler. .Kelenjar uniseluler: Kelenjar ini hanya tersusun oleh 1 sel.. dan Kelenjar asiner yang bentuknya mirip kelenjar alveoler tetapi lebih bulat. dapat dibedakan 2 bagian yaitu: Pars secretoria adalah bagian yang menghasilkan sekrit dan Duktus ekskretorius adalah saluran yang menampung sekrit dari pars sekretoria.. yang berbentuk pipa. dibedakan menjadi: Kelenjar monotyche. Kelenjar jenis ini tidak mempunyai saluran keluar. Kelenjar alveoler yang berbentuk sebagai labu. Kelenjar tubuler masih dibedakan menjadi : tubuler lurus. jenis kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat dalam jaringan pengikat. Berdasarkan bentuk Pars sekretorianya. Kelenjar ekstraepitelial. Berdasarkan jumlah lapisan sel epitel Pars sekretorianya. tubuler bergelung dan tubuler bercabang. karena biasanya terdapat pada epitel permukaan. Pada kelenjar jenis ini. Kelenjar jenis ini dapat dijumpai pada epitel mukosa lambung dan rongga hidung. maka jenis kelenjar ini dibedakan menjadi: Kelenjar intraepitelial. yang terdiri atas beberapa lapis sel (misalnya kelenjar sebasea).

Kelenjar alveoler sederhana (simple alveolar gland): contohnya pada kelenjar sebasea yang terdapat pada kulit dan kelenjar meibomi pada kelopak mata. Dengan memperhatikan bentuk Pars sekretoria dan duktus exkretorius . dapat dibedakan: Kelenjar sederhana. Kelenjar tubuler bercabang (misal: kelenjar uterina) 2. Contoh . 3.Contoh pada Pars exocrin Pancreatis. sehingga sel sama sekali tidak rusak. Kelenjar Holokrin: Semua isi sel diikutsertakan dalam sekret.Berdasarkan bentuk duktus excretoriusnya. kelenjar submandibularis. 5. Kelenjar tubuler bergelung (misal: kelenjar sudorifera) c. Berdasarkan cara pembentukan dan pelepasan sekret dikenal: Kelenjar Merokrin: Isi lain sel kelenjar tidak diikutsertakan dalam sekret. dalam tubuh dikenal berbagai jenis kelenjar yaitu: 1. Kelenjar tubuler sederhana (Simple tubular gland): a. Kelenjar tubuler lurus (misal: kelenjar usus besar) b. Contoh pada kelenjar parotis. Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland) : Kelenjar ini mempunyai pars skretoria yang berbentuk tubuler dengan saluran keluarnya yang bercabang yang akhirnya bermuara dalam satu saluran utama. kelenjar duodenalis brunneri). karena duktus ekskretoriusnya bercabang-cabang. Kelenjar tubuloalveoler sederhana (simple tubuloalveolar gland): kelenjar ini terdapat selalu bercabang (misal: kelenjar sub-mandibularis. 4. karena duktus ekskretoriusnya tidak bercabang dan Kelenjar kompleks. Contoh pada testis. kelenjar sudorifera. Kelenjar tubulo-alveoler kompleks (Compound tubulo-alveolar gland): Kelenjar ini mempunyai pars sekretoria berbentuk alveoler dan beberapa saluran keluar yang bermuara dalam saluran keluar utama.

kelenjar parotis. Kelenjar Apokrin: Pada sekret diikutsertakan isi bagian puncak sel. Kelenjar Nonsitogen. Berdasarkan sifat sekretnya. Sel-sel gamet jantan dan betina. Sel-sel Serosa juga berbentuk piramidal dengan inti berbentuk bulat yang terletak agak di tengah. tampak gambaran yang bergaris-garis. maka bahan tersebut berubah menjadi mukus lendir. Kelenjar Mukosa. kadang-kadang mengandung enzim. kelenjar Serosa dan kelenjar Seromukosa (campuran). Contoh pada kelenjar pankreas. Contoh pada kelenjar axillaris. Kelenjar Serosa: Kelenjar ini menghasilkan sekretnya yang encer jernih yang berbentuk sebagai albumin. Dari jenis kelenjar ini . dibedakan menjadi: Kelenjar Mukosa. Bentuk sel kelenjarnya piramidal dengan bagian puncahnya berisi tetes-tetes bahan musinogen atau premusin sebagai bahan pembentuk lendir. yang menjadi rusak. kelenjar eksokrin dapat dibedakan menjadi: Kelenjar Sitogen yaitu kelenjar yang menghasilkan sel-sel sebagai sekretnya. Apabila premusin telah dilepaskan oleh sel kelenjar.pada kelenjar sebasea (kelenjar minyak). ada yang berbentuk uniseluler yaitu sel Piala. Sekret kelenjar mukosa bersifat kental. . Contoh pada testis dan ovarium. Diantara kelenjar-kelenjar yang termasuk jenis ini . yaitu kelenjar yang hasilnya tidak mengandung selsel. Inti sel berbentuk gepeng terdesak di daerah basal. kelenjar sirkumanale. Butir-butir sekretoris bersifat asidofil. Di bagian basal sel terdapat granular endoplasmis reticulum sehingga pada pengamatan dengan mikroskop cahaya.

Fungsi Jaringan epitel: 1.(C) Kelenjar Seromukosa (campuran). misalnya epitel membatasi permukaan dalam usus selain berfungsi perlindungan juga berperan dalam proses penyerapan hasil-hasil pencernaan makanan yang bekerja secara selektif. karena epitel melapisi permukaan dalam dan luar tubuh. 3. kelenjar sublingualis. 4. misalnya epitelium sensorium. (B) Kelenjar Mukosa. Gambar : (A) Kelenjar Serosa . . Sebagai penutup dan perlindungan (proteksi). sebagian besar saluran-saluran dalam tubuh permukaannya harus tetap basah. sehingga epitel yang menutupi harus mampu menghasilkan cairan tertentu. 2. Sebagai lubrikasi. misalnya epitel yang melapisi vagina yang tidak memiliki kelenjar.Kelenjar Campuran: Kelenjar yang merupakan campuran dari sel-sel kelenjar Mukosa dan Serosa. Contoh pada kelenjar Submandibularis. Sebagai alat absorbsi. Kadang-kadang sel-sel mukosa terdesak oleh sel serosa sehingga membentuk gambaran sebagai bulan sabit yang dinamakan Demiluna Gianuzzi.(D) Kelenjar Demiluna. 5. dalam hal ini epitel tersebut bertindak sebagai kelenjar. Sebagai alat sekresi. Sebagai alat indera.

Bentuk kesatuan tersebut (Neuron) terdiri dari badan sel (cyton/soma) dan penjuluran sitoplasma. Tex Book of Histology ed. Pokok pembahasan jaringan syaraf ada dua aspek yaitu: A. Subowo. sehingga individu tersebut dapat menyesuaikan dirinya terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya. and W. ORGANISASI JARINGAN SYARAF Unit struktural jaringan syaraf yang merupakan bentuk satu kesatuan yang disebut NEURON. Mariono SH di Fiore. 1981. unit morfologik. Kedua fungsi ini sangat erat hubungannya dalam menjalankan keselarasan fungsional untuk segala kegiatan hidup sehari-hari. Penjuluran sitoplasma ini . dan unit tropik sistem syaraf. Dellmann H. Lea and Febiger Phladelphia. B. Morfologi jaringan syaraf A. 1976. Histologi Umum . Sebagai alat koordinasi: Semua aktivitas syaraf yang dimiliki ini diperlukan adanya koordinasi yang dilakukan oleh jaringan syaraf itu sendiri. Unit kesatuan itu dapat berupa unit genetik. Tex Book of Histology.. Saunders Company Philadelphia London. Lea and Febiger. Philadelphia. 2.DAFTAR PUSTAKA Bloom W. Pusat Antar Universitas-Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung. 1976.D and E. Sebagai alat komunikasi di dalam tubuh: Fungsi ini terlihat dari kemampuan jaringan syaraf dalam menerima. Atlas of Human Histology.M Brown. Organisasi jaringan syaraf B. Fawcett. maerubah rangsangan (stimulus) menjadi impuls dan selanjutnya menyalurkan keseluruh syaraf dan berakhir pada syaraf pusat. JARINGAN SARAF Jaringan syaraf mempunyai fungsi utama sebagai berikut: 1. 1992.

Neuron menghantarkan impuls hanya kesatu arah saja yang dikenal dengan istilah Polarisasi Dinamik. Neuron dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu neuron transmisi dan neuron sekretorik. Hubungan antara neuron sebagai pengantar impuls terjadi melalui sinaps. nutrisi . A. dan pemeliharaan bagian komponen dirinya sendiri Jaringan syaraf yang terdapat pada susunan syaraf pusat seperti cerebrum (otak besar). B.sering disebut Neurit (axon) dan Dendrit. 4. Unit-unit tersebut membentuk seperti rantai sel-sel yang merupakan mekanisme konduksi sistem syaraf. sedangkan perikaryon merupakan bagian badan sel disekeliling nukleus. Selajutnya neuron bersama-sama dengan neuroglia yang bertindak sebagai sel-sel penunjang membentuk jaringan syaraf. Sel neuroglia memegang peranan untuk proteksi. Jadi sinaps merupakan tempat hubungan neuron dengan neuron yang lainnya. MORFOLOGI JARINGAN SYARAF Neuron mempunyai banyak tipe namun demikian mempunyai hungsi utama sama yakni menerima stimuli dari dalam lingkungan (interosepsi) dan menerima stimuli dari luar (exterosepsi). Tiap neuron adalah unit struktural yang terpisah secara jelas dengan unit neuron lainnya yang mengadakan kontak dengan unit-unit lainnya. 3. Sel yang erat hubungannya dengan kelangsungan hidup/fungsional jaringat syarah adalah sel neuroglia. Tiap neuron bertanggung jawab untuk nutrisi. cerebellum (otak kecil). Morfologik neuron yang bermacam-macam ini menggambarkan adanya adaptasi terhadap perubahan fungsional yang terjadi sangat bervariasi. dan integritas struktural jaringan syaraf . dan medulla spinalis akan dibahas lebih lanjut pada mata ajaran ORGANOLOGI. Neuron Transmisi . Kemampuan iritabilitas dan konduktivitas yang tinggi dari sitoplasmanya merupakan pendukung utama fungsi neuron tapi kemampuan regenerasinya sangat kecil. KLASIFIKASI NEURON Neuron memiliki berbagai variasi ukuran. jumlah prosesus sel. 2. metabolisme. dan panjang prosesus sel. Tiap neuron berasal dari stem sel embrional yaitu neuroblast yang memiliki informasi genetik untuk menjalankan fungsinya. bentuk. Doktrin Neuron : 1.

Tipe ini memiliki banyak dendrit dan sebuah axon yang panjang yang berakhir membentuk percabangan yang komplek disebut axon terminal atau telodendron. Neuron Unipoler Sejati: neuron ini hanya memiliki sebuah axon. badan sel. Neuron Multipoler : Neuron ini mempunyai banyak penjuluran. neuron postganglionik simpatik. tipe ini terdapat terbatas pada sistem saraf yang sedang berkembang. dan retina mata. dan neuron motoris dari cornua ventralis tulang belakang. Sel neuron ini memiliki dendrit. Neuron neurosekretorik .Merupakan bagian terbesar dari neuron. Dijumpai pada syaraf perifir yakni neuron preganglionik simpatik dan parasimpatik. Pada susunan syaraf pusat terbatas dijumpai pada: neuron piramidal. c. Bila dilihat dari panjang pendeknya penjuluran. banyak sedik tipe percabangannya neuron multipoler dibedakan lagi menjadi: (a) neuron golgi tipe I : disebut juga tipe Deiter. Apabila penjuluran tersebut pendek dan segera terpisah disebut neuron pseudo-unipoler. Pada retina mata terdapat sel amacrin yang tidak memiliki axon. Selain itu juga ada yang tampak penjuluran yang keluar dari badan sel dan kemudian baru terjadi pemisahan antara neurt dan dendrit. (b) neuron golgi tipe II : neuron ini mempunyai banyak dendrit dan sebuh axon yang pendek dan berakhir tidak jauh dari badan selnya. sel Purkinje. sehingga neuron ini juga disebut neuron-anaxonik. dimana yang satu sebagai neurit (axon) dan satunya lagi sebagai dendrit. tapi yang jelas terlihat hanya satu akan berfungsi sebagai axon dan selebihnya sebagai dendrit. Tipe neuron ini umumnya bersifat sensoris. Umumnya terdapat pada substansia grisea dan tidak sampai memasuki daerah substansia alba. ganglion vestibulare. sel olfaktorius. Ganglion spinale. Axon dan dendritnya bersatu dekat dengan badan selnya. kortek serebelli. Disini jelas terlihat dua penjuluran yang terpisah jelas keluar dari badan selnya. dan sebuah axon. Contohnya terdapat pada: neoron di daerah kortek serebri. Berdasarkan atas banyaknya penjuluran neuron transmisi ada beberapa tipe antara lain: a. Axon terminalnya disebut juga neuropodia. Contoh neuron tipe ini terdapat pada: retina mata. Tipe ini paling banyak ditemukan. tapi di badan sel masih terlihat terlihat sedikit terpisah sebelum penjuluran itu menyatu. b. Neuron Bipoler : neuron ini memiliki sebuah dendrit utama dan sebuah axon yang terletak pada kutub badan sel yang berlawan.

Khromatolisis ini bersifat reversibel. dan kemudian mentransport benda Herring melalui axonnya yang selanjutnya membebaskan berbagai zat (hormon) ke dalam darah. sehingga nukleolus bisa bersifat basofil atau asidopil tergantung jenis pengecatan yang dipakai Perikaryon atau badan sel syaraf . paraplasma (pigmen/lemak). Bervariasinya benda Nissl merupakan ciri utama berbagai tipe neuron. kromatin relatif sedikit terletak di daerah eksentris sehingga nukleus terlihat sedikit pucat. Selain itu juga terdapat butiran-butira di dalamnya mengandung zat sejenis protein/hormon yang disebut juga Benda Nissl yang terletak pada perbatasan badan sel dengan dendrit atau axon namun tidak dijumpai pada axon. dapat juga polihidral dengan diameter birkisar antara 4 – 150 mikron. Impuls yang datang ke zona ini dapat . sedangkan pada axon/dendrit disebut aksoplasma. sentriola. Garanul-granul tersebut (benda-benda Nissl) sebenarnya merupakan kelompokan RER. dan segmen permukaan axon. mempunyai sitoplasma disebut neuroplasma. Peristiwa hilangnya/berkurangnya benda Nissl ini disebut Khromatolisis. Benda Nissl jumlahnya pada badan sel sangat bervariasi tergantung aktivitas sel syaraf tersebuit. Maka dengan adanya benda Nissl yang jumlahnya berubah-ubah adalah cukup membingungkan. Beberapa sel neurohemal neuropypophyse (hypopise pars posterior) menghasilkan oxytocin dan anti diuretik hormon (ADH) . Hubungan antara sel ini dengan vasa darah disebut organ neurohemal. Zona dendritik: adalah daerah neuron yang merupakan subjek dari stimulus eksitasi dan inhibisi. mitokondria. Pada pangkal axon di daerah perikaryaon tercat/terlihat terang karena kepadatan elektron rendah. Selain itu ada juga sel neurohemal yang terdapat pada hypothalamusyang menghasilkan releasing factors (releasing hormon). RER. misal. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam satu hari neuron dan memperbaiki 1/3 dari jumlah proteinnya dan benda Nissl diperkirakan berperan dalam proses pembentukan protein. dan neurofibril. Sehubungan kebanyakan neuron tidak menghasilkan protein untuk transport ekstraseluler. Termasuk dalam zona ini adalah: dendrit. Intinya bulat dan besar. daerah ini disebut axon-hillock Berdasarkan klasifikasi Bodian secara fungsional neuron dapat dibagi dalam 3 zona : 1. ribosom bebas dan polysoma. pada keadaan lelah jumlahnya sedikit atau istirahat jumlahnya sangat banyak dan tidak dijumpai dalam keadaan patologik. Morfologi sel syaraf: Bentuk sel syaraf (perikaryon) umumnya bulat. Proses kromatolisis dibarengi dengan bertambahnya ribosom. Di dalam plasma terdapat organel-organel sel seperti aparatus golgi.Adalah sel-sel syaraf spesifik yang mempunyai kemampuan mensintese. dan polysoma maka proses kromatolisis juga dapat diangga sebagai proses restorasi neuron itu sendiri. badan sel. Penelitian lebih lanjut dilaporkan bahwa Benda Nissl tidak lain adalah endoplasmik retikulum dengan bitir RNA. Anak inti (nukleolus) umumnya satu mengandung RNA dan protein dasar.

neurofilamen. hal ini diperlukan dalam mengangkut material yang besdar untuk pemeliharaan. Sebagian besar material dalam axoplasma bergerak lambat dengan kecepatan 0. DENDRIT Dendrit berfungsi untuk memperluas permukaan neuron. Segmen permulaan tempat munculnya dari badan sel merupakan tempat permulaan myelinisasi. Pada Nodus Ranvier axon menebal. Pada tempat tersebut axon disebungi oleh processus sitoplasmik sel glia. Daerah ini merupakan bagian konduksi yang bersifat all or none 3. mirip dengan cabangcabang pohon. Aliran somatopugal ada 2 macam yaitu: aliran axoplasmik lambat dan aliran axoplasmik cepat. Permukaan dendrit maupun badan sel tertutupoleh spina atau gemmula yang merupakan hubungan synaps dengan axon terminal dari sel syaraf lainnya. Isi sitoplasma sama dengan sitoplasma badan sel.. Zona Axonik: adalah meliputi segmen arborisasi ujung syaraf. Organel seperti mitokondria. dan benda Nissl tidak dijumpai pada axon hillock maupun pada axon.5 – 5 mm/hari. Dendrit biasanya lebih pendek dibandingkan dengan axon. SER. penggantian organela yang sud ah tua atau untuk reparasi axon. bercabang-cabang secara kontunyu hingga terkecil. Aliran cepat ini . Respon bersifat bertingkat. Zona Telodendritik: adalah meliputi modifikasi terminal yang memungkinkan terjadinya transfer secara listrik atau kimia ke neuron berikutnya atau ke organ efektor. neurotubulus. Benda Nissl hanya terbatas pada bagian proximal dendrit. Sebelum berakhir pada efektor terlebih dahulu bercabang-cabang membentuk telodendron. Secara fungsional Nodus Ranvier merupakan konduksi saltatorik impuls yaitu tempat meloncatnya gelombang depolarisasi dari satu nodus ke nodus berikutnya. 2. AXON Axon atau axis silinder timbul dari axon hillock di perikarion. Nodus ranvier terdapat pada beberapa tempat disepanjang axon bermyelin dan merupakan tempat diskontinyu dari selubung myelin. Membran plasma axon disebut juga axolemma. Namun ada juga material yang mengalir dengan kecepatan 10 – 200 mm/hari yang merupakan aliran cepat. Prosesus yang tunggal ini permukaannya licin dan diameter ukurannya konstan. selain itu di tempat ini mempunyai ambang exitasi yang lebih rendah dibandingkan pada dendrit dan badan sel.menimbulkan atau tidak menimbulkan adanya aksi potensial dan respon bersifat bertingkat. Aliran material ada 2 macam yaitu material yang mengalir dari badan sel disebut somatopugal (retrograde) dan aliran materian ke badan sel disebut somatopetal (anterograde). Karena panjangnya prosesus maka akan terjadi masalah transportasi impuls maupun zat-zat lainnya.

Hal yang sama pentingnya yaitu kemampuan neuron untuk mentransfer informasi ke organ efektor dan atau neuron. Stimulus yang melalui efapses tidak perlu mengalami polarisasi untuk mengalirkan materi dari satu sel ke sel yang lainnya. Pada jaringan lain misal nexi disebut Gap junctions. sehingga aliran listrik dapat berjalan dengan cepat. Ujung axon merupakan elemen membran presinaptik. Mekanisme transfer elektrokimia MEKANISME TRANSMISI ELEKTRONIK Transmisi elektronik pada jaringan syaraf terjadi pada tempat spesifik disebut efapses elektrotonic junctions atau disebut juga sinapses elektronik. Transfer informasi terjadi dengan 2 cara mekanisme: 1.menggunakan bantuan organel neurotubulus sebagai alat transport. Kedua membran ini dipisahkan oleh ruang interseluler (celah sinaptik/synaptic cleft) yang lebarnya 6 – 20 nm dan . Material yang diangkut dengan cepat ini digunakan untuk keperluan berlangsungnya fungsi synaps axon. Aktivitas listrik pada membran sel syaraf presinaptik menyebabkan dibebaskannya substansi neurotransmiter yang melintasi ruang interseluler dan menghubungkan sisi reseptor pada membran sel post sinaptik. Persatuan antara sel neurotransmiter dengan sisi reseptor akan mengakibatkan perubahan yang dapat bersifat exitasi ataupun inhibisi. Hambatan ini disebut Hambatan sinapses. Sehubungan sifat badan sel yang tanggap terhadap perubahan axon terjadi juga aliran somatopetal (anterograde) TRANSFER INFORMASI Neuron mengalami modifikasi untuk menimbulkan dan mengkonduksikan informasi ke seluruh tubuh dalam bentuk pesan elektrik. Proses pembebasan baik secara difusi maupun persatuan substansi transmiter pada sisi reseptor mengakibatkan waktu transmisi terhabat. MEKANISME ELEKTROKIMIA Sinapses merupakan tempat transmisi elektrokimia terjadi dan bersifat lebih umum dibandingkan dengan efapses. Mekanisme transfer transmisi elektronik 2. sedangkan organ efektor merupakan membran postsinaptik. Ruang yang terbentuk adalah sangat sempit sehingga tidak ada perbedaan konsentrasi ion antara kedua sel tersebut.

mengandung material yang padat elektron dan filamen halus. Sistem syaraf pusat berasal dari perkembangan 2 macam sel yaitu satu kelompok sel . somato-somatik Sinapses yang terbentuk antara sel syaraf dengan sel otot skelet disebut Junctura –neuro-muskuler. kadang dapat juga dijumpai hanya pada salah satunya. Model hubungan yang erat dan ketergantungan merupakan sifat struktural dari sistem syaraf perifir. NEUROGLIA Jaringan ikat tubuh membentuk rangka utama pada sebagian besar organ tubuh. Epithelium ini tergantung pada jaringan pengikatnya tetapi terpisah dari padanya. neurotubulus. dan vesikula sinaptik. axo-somatik 2. Tidak seperti pada efapses maka sinapses kimia bersifat polar (aliran satu arah) yaitu sesalu dari membran presinapstik ke membran postsinaptik. Rangka jaringan ini tidak hanya bersifat sebagai penyokong tetapi juga merupakan sarana tempat komponen vaskuler menyebar ke seluruh bagian parenchim. Neuroglia merupakan derivat ektoderm yang merupakan epithelium yang telah mengalami modifikasi secara unik. dan penebalan ini disebut subsynaptic web. axo-dendritik 3 axo-axonal 4. Hubungan semacam ini tidak menojol pada sistem syaraf pusat. dendro-dendritik 5. Pada bidang membran postsinaptik terdapat penebalan yang disebabkan karena adanya filamen. Ujung axon dapat membentuk sinapses dengan berbagai bagian neuron lain yaitu: 1. Perluasan pada ujung axon disebut boutons terminauuk sedangkan perluasan sepanjang axis silinder disebut boutons passage. Bagian presinaptik axis silinder meluas membentuk bentukan seperti bola lampu atau seperti kancing baju. neurofilamen. Pada ujung presinaptik terdapat mitokondria.maupun postsinaptik. Sitoplasma yang padat dapat ditemukan pada membran pre. Kedua macam perluasan ini dapat dijumpai pada axon dari serabut syaraf tak bermyelin atau pada nodus Ranvier dari serabut syaraf bermyelin. somato-dendritik 6.

Yang tergolong makroglia adalah: 11. ampisit 8. bentuk bulat atau oval. Neuropil merupakan istilah untuk menggambarkan susunan mirip jala yang komplek yang terdapat pada sel-sel sistem syaraf pusat. Ciri-ciri spesifik : nukleus kecil. Berdasarkan ukurannya terdapat dua macamneuroglia: yaitu makroglia dan mikroglia. Kelompok sel kedua ini yang dikenel dengan neuroglia (sel glia). Disamping sebagai penyokong juga mempunyai fungsi sebagai proteksi. Neuroglia juga terdapat pada sistem syaraf perifir. sel Schwann 16. Nukleusnya bervariasi dari besar dan pucat sampai kecil dan .membentuk neuron yang berkembang membentuk bangunan geometris yang komplek dan kelompok yang lainnya berkembang diantara neuron. dan fungsi-funsi lainnya untuk integritas neuron. Gliaperifir madah diidentifikasi berdasarkan dengan melihat hubungannya dengan elemen sistem syaraf perifir. sel Schwann Dengan pengecatan rutin ( HE ) badan sel dan prosessus sel dari neuroglia tidak begitu jelas terlihat. sel Muler Yang tergolong mikroglia adalah : 6. oligodendrosit 12. Selain itu neuroglia juga membentuk pelekat neuron yang mengikat neuron bersama-sama. mengandung heterochromatin dalam jumlah sedang. penyuplai nutrisi. Oligodendrogliosit Oligodendrogliosit merupakan neuroglia yang terbesar jumlahnya. Pada neuropil terdapat processus sel (axon dan dendrit) serta elemen neuroglia substansia grissea. Neuroglia berfungsi membentuk rangka penyokong atau stroma sistem syaraf pusat. mikrogliosit Selain berdasarkan atas bentuk ukuran sel neuroglia dapat juga digolongkan berdasarkan hubungannya dengan sistem syaraf pusat sistem syaraf perifir yaitu: Gliasentral : termasuk di dalamnya adalah • oligodendrogliosit • astrosit • ependima • sel Muller • mikrogliosit Gliaperifir: 7. ependima 14. astrosis 13. amfisit 15.

Secara umum. bulat atau oval biasanya sangat pucat. Mikrogliosit Terbesar di sistem saraf pusat. Oligodendrogliosit berperan pada proses melenisasi processus sel di sistem saraf pusat. hiperprasi dan bersifat fogositik. Nukleus dapat bulat. Sel ini dimasukkan dalam sistem makrofag yang berasal dari promonosit sumsum tulsng nerah. Sel Muller Sel Muller merupakan elemen neugrolia yang spesifik. Ependima Merupakan elemen neuroglia yang membatasi canalis neuralis. Pada emberyo sel ependima berbentuk kuboid atau kolumner rendah. Lapisan ini memiliki gambaran yang menyolok pada tempat-tempat pada plexus chorioideus karena sel-sel mengalami modifikasi yang cukup jauh. Sel-sel ini membatasi canalis neuralis medulla spinalis dan keempat ventrikel yang terdapat pada otak. sitoplasma tidak padat. Sel epindema memiliki nuklei besar dan pucat. Astrosit fibrosa lebih banyak ditemukan pada substansialba sedang yang protoplasmik yang lebih banyak ditemukan pada substansia grisea. Oligodendroliosit perineurel memiliki fungsi nutrisi. maka sel fogositik bermigrasi dari vasa darah untuk membantu mikrogliosit. Secara klasik sel ini berfungsi sebagai barier/ penghalang hubungan darah dan otak. sel-sel ini terjepit antara processus sel dan badan sel saraf. Processai sel banyak. Pada otak kucing kira-kira 90% permukaan badan sel tertutup oleh sel ini. Mikrogliosit hanya dapat melakukan fogositosis kalau kerusakan kecil. 2 sesudah oligodendroliosit. perivaskuler. Sitoplasmanya kurang padat. Astrosit dapat mengalami hipertrodi. Juga memiliki hubungan erat dengan kapiler darah. nukleus kecil dan gelap. punya identasi atau berbentuk tidak teratur. Ada 2 macam astrosit yaitu astrosit fibrosan dan protoplasmik. Astrosit Dalam sistem saraf pusat jumlahnya no. Yang protoplasmik lebih kaya protoplasma dari yang lain. Oligodendroliosit dapat menempati posisi perineuronal. Fungsi ini mempengaruhi kecepatan produksi sepanjang processus sel saraf. Pada hewan . processus sedikit.gelap. Keduanya memiliki nukleus besar. Sel ini juga berperan pada proses reparasi dan pembentukan parut pada sistem saraf pusat. Granula chromatin halus kadang-kadang tampak menggumpal di perifer. nekleoli satu atau lebih. Astrosit penting sebagai penyokong struktural pada otak dan medula spinalis. Astrosit berfungsi sebagai isolator permukaan reseptor sel saraf. terdapat pada retina mata. nukleusnya lebih kecil dan lebih bulat dari pada nukleus astrosit. Pada dewasa. atau intervasikuler. Tetapi tidak semua peneliti sependapat. tepi basal dipisahkan dari jaringan saraf oleh membran basalis. Kalau kerusakan yang terjadi besar.

Sel ini memiliki processus basal. Sel Schwann Sel Schwann glia perifer berhubungan dengan serabut saraf. Processus sel saraf dan beberapa neuron (sel ganglion) terdapat pada sistem saraf perifer dan diselubungi elemen neuroglia yang memiliki hubungan dengan badan sel dan processus sel mirip seperti yang digambarkan pada sistem saraf pusat. Amfisit sel ganglion membentuk selubung sel tunggal diseluruh sel. antara lain untuk pembentukan cairan cerebro-spinal. Sel-sel ini mungkin memiliki hubungan erat dengan oligodendrogliosit. Struktur hubungan antara neuron dengan sel neuroglia bervariasi. Amfisit Amfisit (sel satelit. Oligodendrogliasit membentuk hubungan unik dengan neuron yaitu dengan pembentukan selubung myelin pada processus sel saraf pada sistem saraf pusat. Fungsi sel epindema bermacam-macam. mungkin melanjutkan diri ke selubung Schwann. Organ subependima mungkin berperan untuk menghasilkan sel-sel pengganti neuroglia sepanjang kehidupan organisme. terutama ditemukan pada dinding ventrikeltertius. mereka mungkin berperan untuk transport dan/ atau aktivitas sekretorik. Amfisit mungkin memiliki hubungan erat dengan oligodendrogliosit. Sel-sel ini mungkin tidak hanya berfungsi struktural. Sel ependima yang bersilia berfungsi untuk menggerakkan cairan cerebrospinal pada sistem ventrikel otak. Hubungan antara Neuron dan Neuroglia Melalui perkembangannya neuron sistem saraf pusat memiliki hubungan erat dengan sel neuroglia sentral. Ujung-ujung saraf pada lapisan ependima bersifat sensorik. Cairan cerebrospinal yang dihasilkan oleh sel ependima mungkin berperan untuk transport hormon. Serabut saraf bermyelin juga diselubungi oleh invaginasi sel Schwann yang membentuk selubung myelin. Sel-sel ini membatasi prikaryon ganglia. Proses pembentukan cairan cerebrospinal tidak hanya terbatas pada sel epindima di daerah plexus choriadius tetapi terjadi juga pada daerah yang tersebar di ventrikel otak. Tanycyt adalah sel spesifik yang terdapat pada lapisan ependima.muda. modifikasi basal sangat komplekx dam processus sitoplasmatiknya dapat meluas sampai ke jaringan saraf. . sel kapsul) glia perifer merupakan sel neuroglia yang mengelilingi neuron ganglia. Selubung myelin terdiri dari lipatan-lipatan memberan. Serabut saraf tak bermyelin diselubungi invaginasi plasmalemma sel Schwann. panjang tak bercabang yang meluas ke areal subependima dan berakhir pada kapiler di area tersebut. Mereka membungkus serabut dan berperan pada pembentukan myelin.

Lamina basalis yang terletak di perifer selubung neurolemma. Plasmalemma sel Schwann yang membungkus axis silinder disebut mesaxon. vesikula dengan gumpalan chromatin di perifer. Serabut Saraf Bermyelin Ini merupakan serabut saraf yang paling besar dan memiliki kecepatan konduksi yang tertinggi. maka selubung neorolemma terbentuk dari deretan sel Schwann yang tersambungsambung. Sebuah sel Schwann dapat membentuk selubung untuk banyak serabut saraf. Nodus ini tampak sebagai bagian yang menyempit yang tidak memiliki myelin. Serabut saraf tak bermyelin berukuran kecil. disebut axolemma. Oligodendrogliosit dan sel Schwann bertanggung jawab untuk pembentukan myelin. Amfisit berakhir pada saat sel Schwann mulai muncul. Sel ganglion adalah sel saraf yang merupakan bagin dari sistem saraf perifer. merupakan serabut kecil yang tak bermyelin atau hanya diselubungi satu lapisan myelin. Fungsi sel Schwann disini yang tepat belun jelas. tetapi processus sel Schwann tetap menyelubungi axolemma. Selubung semacam itu disebut selubung Schwann atau selubung neurolemma. Selubung tidak terbatas pada badan sel tetapi dapat meluas ke bagian dendrit maupun bagian segmen permulaan axon. Meskipun amfisit biasanya berupa selubung kontinyu ganglion seperti pada ganglian radix dorsalis.Selubung Sel Ganglion. tetapi hasil akhir menunjukan bahwa serabut saraf dibungkus selubung myelin. Serabut Saraf Tak Bermyelin. Tetapi mungkin untuk proses reparasi. Meskipun cara dan produk akhir sedikit berbeda. kecepatan konduksi kecil. tetapi hanya dibungkus oleh plasmalemma sel Schwann. Gambaran elektron mikroskopik lebih menjelaskan hubungan antara selubung . Sebuah sel Schwann tidak menyelubungi seluruh panjang serabut saraf. tetapi sebuah serabut saraf diselubungi oleh sel-sel Schwann yang bersambungsambung. Ruangan dekat axis slinder terisi dengan selubung myelin. Badan sel dibungkus oleh satu lapisan sel disebut amfisit. Sel Schann membentuk selubung processus sel saraf. Tetapi serabut tersebut tidak di dalam sitoplasma. Axis silinder atau processus sel saraf memiliki axio plasma dan dibatasi oleh membran sel. Serabut Saraf Tak Bermyelin atau serabut Remak. Kumpulan badan sel saraf disebut ganglia. Pada pengecatan rutin. Di perifer neurokeratin terdapat sel Schwann. Fungsi myelin disini sama dengan isolator pada kabel listrik. Serabut-serabut itu diselubungi oleh invaginasi memanjang sel Schwann. Tempat persambungan ini disebut nodus Ranvier . Karena sebuah sel Schwann hanya dapat membentuk selubung serabut pada jarak yang terbatas. Axis silinder sendiri tidak pernah terputus di rodus. tampak sebagai jari-jari roda. hilangnya lipida akan mengubah gambaran gulungan membran. Sel Schwann di sebut juga sel neurolemma. membungkus sel Schwann dan memisahkannya dari ruang jaringan pengikat. Sel memiliki nukleus besar. Yang tertinggal hanyalah komponen nonlipida selubung myelin disebut neurokeratin. Sitoplasma sel Schwann yang membatasi myelin disebut neurolemma atau selubung Schwann. pada ganglian autonom dapat tidak lengkap.

Myelinasi pada serabut saraf sistem saraf pust terjadi karena adanya hubungan erat antara serabut saraf dan oligodendrogliasit. Jaringan pengikat tidak banyak ditemukan di sistim saraf pusat.myelin. Jaringan otot terdiri atas susunan sel-sel yang panjang tanpa komponen lain (Subowo. maupun menyelubungi lebih dari satu daerah internodal. Tetapi serabut otot tentu berbeda dengan serabut jaringan ikat karena serabut jaringan ikat bersifat ekstraseluler. Suatu penjuluran berbentuk mirip lidah dari sel Schwann membungkus mengelilingi axis silinder. sel otot disebut serabut otot. Sebuah sel Schwann bertanggung jawab pada proses myelinasi serabut saraf antara sebuah nodus Ranvier dengan berikutnya. Myelinasi Proses myelinasi serabut saraf dari sistem saraf perifer merupakan akibat dari hubungan yang erat antara serabut saraf dan sel Schwann. axis silinder dan elemen neuroglia . Banyak serabut saraf tak bermyelin diselubungi oleh sebuah sel Schwann. Sebuah oligodendrogliasit dapat membentuk selubung untuk lebih dari 1 sel saraf. Pada proses myelinasi pada saraf perifer maka sebuah serabut saraf mengisi invaginasi sepanjang sel Schwann. Bentuknya memanjang membentuk serabut. Selanjutnya sitoplasma dari penjuluran menghilang. Serabut saraf bermyelin yang berdekatan tidak dibatasi dengan lamina basalis. 2002). Mesaxon internal merupakan gambaran yang sama terletak disebelah perifer myelin. Mesaxon internal dibentuk oleh processus sel Schwann yang berhadapan dengan processus sel saraf. Sebuah lamina basalis membatasi sel Schwann dan memisahkannya dari jaringan pengikat disekitarnya. Derajad myelinasi atau tebalnya selubung myelin tergantung pada banyaknya putaran selama terjadi proses myelinasi. JARINGAN OTOT JARINGAN OTOT Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Sebelah luar selubung myelin terbungkus sitoplasma sel Schwann yang berperan pada proses myelinisasi. Berdasarkan bentuk serta bangunnya. Sel neuroglia penting untuk memelihara integritas selubung myelin di samping untuk proses remyelinasi setelah terjadi demyelinasi setelah serangan penyakit atau akibat kerusakan. . Selubung myelin terbentuk dari gulungan kontinyu yang dibentuk oleh processus sitoplasmatik sel neuroglia. Badan sel oligodendrogliasit dapat membentuk selubung myelin tetapi berhubungan dengan myelin melalui processus sel. sehingga membran plasma menjadi saling berdekatan. Dellman dan Brown (1989) mengatakan bahwa sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangun khusus yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi. Ada sedikit perbedaan antara proses myelinasi di perifer dan di sentral.

Intinya 1 (satu) dan berbentuk lonjong dengan ujung tumpul. Dalam serabut otot banyak terdapat fibroprotein dalam sarkoplasma yang mudah menyerap zat warna untuk sitoplasma (Dellman dan Brown. Inti otot . ukuran terbesar pada uterus pada masa pregnansi 12x600µm. berorigo dan berinsersio pada bungkul tulang. Otot jantung (Cardiac muscle). Otot pucat (White muscle) b. Otot polos ( Smooth muscle) 18. yang dibagi menjadi: a. Bentuknya seperti kincir (spindle-shaped) dengan ujung runcing atau bercabang. B. Otot serat melintang (Striated muscle). 1989). Pada otot polos yang sedang berkontraksi bentuk inti sering bergelombang. Hal ini disebabkan oleh sifat otot yang mampu berkontraksi. Terdapat tiga jenis otot yaitu : otot polos yang merupakan bagian kontraktil dinding alat jeroan. Dengan gambaran mikroskopik. Secara mikroskopis inti otot polos agak sulit dibedakan dengan fibroblast. dan sering disebut sebagai otot tidak sadar. Otot kerangka (Skeletal muscle). disebut otot sadar. Kontraksi dapat terjadi karena adanya energi kimia berupa ATP yang terbentuk pada sel otot. otot skelet (otot rangka) yang melekat pada tubuh. pada sayatan memanjang otot kerangka dan otot jantung pada myofibrilnya terdapat garis-garis melintang yang khas sedangkan pada otot polos tidak (Dellman dan Brown. aktivitasnya bersifat volunter. sumbunya paralel dengan arah kontraksi. Sedangkan otot kerangka mendapat inervasi dari susunan saraf pusat (serebrospinal). meliputi: A. karena memenuhi kreteria sel. 1989). dan otot jantung yang merupakan dinding jantung (Genneser. yakni : 17. Kedua protein ini menyusun myofilamen dari otot. 1994). Kontraksi terjadi sangat dipengaruhi oleh 2 jenis protein yaitu aktin dan myosin. Peranan otot (muscle) yang utama ialah sebagai penggerak alat tubuh lain. Interaksi dari 2 protein tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi pada otot. Otot merah (Red muscle). Ukurannya bervariasi. Adanya fibril serta pola susunannya maka otot dibedakan menurut morfologinya.Serabut otot tersusun dalam berkas. karena aktivitasnya bersifat involunter. Otot polos dan otot jantung mendapat inervasi dari susunan saraf otonom. sedangkan kontraksi dapat berlangsung bila ada rangsangan (stimulus) baik oleh pengaruh saraf atau oleh pengaruh lain. dan yang terkecil ditemukan pada arteri-arteri keci 1x10µm. tapi bila diperhatikan dengan teliti keduanya jelas berbeda. OTOT POLOS Satuan/serabut otot polos umumnya disebut “sel”.

antara lain : . 9. dengan pewarnaan H. Ruang intermedier. Filamen tersebut berakhir di daerah pekat sarkolema. Pada daerah hubungan posisi antara otot polos. sulit dilihat. tetapi dengan mikroskop elektron tampak sebagai selaput ganda (double membrane). tebalnya berkisar antara 25-30 Angstrom.Mitokondria yang mengitari inti . selaput luar tampak menyatu. Membran Plasma: Membran plasma pada otot sering disebut sarkolema (Sarcolemma). Hubungan ini berperanan memperlancar transmisi impuls untuk kontraksi dari satu otot ke otot yang lainnya.E. Bangun Histologi: Otot polos memiliki bagian-bagian sebagai berikut : 7. Dengan mikroskop elektron tampak miofilamen Miosin berdiameter 5 mµ. Sitoplasma Sering disebut sarkoplasma (Sarcoplasma). lipofusin. sedangkan fibroblast intinya agak runcing dan mengambil warna lebih kuat. tebalnya 25-30 Angstrom. Yang menarik perhatian adalah myofibril karena peranannya dalam kontraksi. Filamen aktin dan myosin juga .Endoplasma retikulum .Apparatus Golgi . masingmasing: Selaput luar. mengandung : · Organoid. Sarkoplasma di dekat inti bebas dari filament dan di bagian tepi banyak pinocytic vesicle . Hubungan ini dianggap lebih serasi dari pada hubungan antar sel dengan desmosoma.Sentriol · Paraplasma. seperti glikogen. Sarkoplasma bersifat eosinofilik. Pendapat lain mengatakan bahwa tenaga yang terjadi pada waktu kontaksi dapat dipindahkan ke lain alat tubuh melalui serabut kolagen atau elastis.polos memiliki ujung tumpul dan mengambil warna sedikit pucat.Miofibril . kira-kira 25 Angstrom Selaput dalam. Dengan mikroskop cahaya kurang jelas. dan Aktin 3 mµ. Miofibril pada otot polos sangat halus.

Susunan Otot Polos : Pada organ tubuh lazimnya berkelompok membentuk lamina muskularis (lambung. misalnya bronchus. broncheolus. melalui hubungan inilah impuls dapat berpindah dengan cepat. vesika urinaria. Hubungan antar otot polos dengan penyatuan selaput luar disebut Nexus .terdapat pada pada otot polos. uterus). dan trachea • Dinding pembuluh darah. misalnya usus. muskulus konstriktor dan dilatator pupile. muskularis mukosa (usus). Hubungan antar otot polos ditunjang oleh endomisium (Endomysium). stroma kelenjar kelamin jantan. misalnya pelvis renalis. usus. membentuk tunika media • Saluran urogenital. epididimis dll. berbeda dengan otot skelet. Pemisahan masing-masing sel (serabut) otot polos dilakukan dengan menggunakan asam nitrat. Fungsi Kontraksi otot polos disebabkan oleh empat faktor: 1) Neksus . • Inti Berbentuk lonjong memanjang dengan ujung tumpul. Asam nitrat ini berfungsi melakukan maserasi endomesium. duktus deferens. bergelombang pada saat terjadi kontraksi. lambung dan esophagus • Saluran pernapasan. berkontraksi dengan adanya adenosine trifosfat. yang mengandung serabut kolagen dan retikuler yang cukup halus dan jarang terdapat sel-sel jaringan ikat di dalamnya. Susunan filament aktin dan myosin pada otot polos belum jelas. Tetapi dapat pula soliter (sendiri) misalnya pada villi usus halus. Otot polos terdapat pada: • Alat jeroan berupa lamina muskularis dan muskularis mukosa. ureter. bahkan membungkus/mengitari otot polos. Dengan pewarnaan khusus misalnya PAS serabut retikuler tampak jelas. • Kulit : muskulus arektorpili • Mata : muskulus siliaris. tunika media (pembuluh darah).

Diameter berkisar antara 10-150µ.Ruang antara. setebal 20 Angstrom . Kontraksi otot polos yang tidak terkoordinasi dan tersendiri membangkitkan gejala kejang (Spasmus). kecuali pada iris (mata) dan kelenjar keringat berasal dari ektoderm. sedangkan pada hewan dapat mencapai 12 cm. Oksitosin 4) Inervasi saraf otonom Kontraksi ritmis pada peristaltik dapat mendorong makanan ke arah belakang. Bangun Histologi A. Secara embriologik otot polos berkembang dari mesenkhim atau mesoderm. yakni .Keadaan gizi (state of nutrition) .Jenis hewan (spesies) . antara lain: . Bentuk serabut silindris dan memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi. setebal 40 Angstrom .Umur. Perkembangan dimulai dari mioblas yang selanjutnya membelah secara mitosis yang menghasilkan otot polos. Sarkolema: Pengamatan dengan mokroskop cahaya tampak sebagai selaput tipis dan tembus cahaya (transparan). Bentuk panjang dan diameter serabut otot kerangka tergantung pada beberapa faktor.Selaput luar. OTOT KERANGKA Satuan otot kerangka (skelet) umumnya disebut “serabut” (fibers) dan bukan sel. Pada manusia panjang serabut berkisar antara 3-4 cm. berbatasan dengan sarkolema.2) Tarikan mekanik yang bersifat lokal 3) Pengaruh hormonal mis. jenis kelamin dan cara kerja hewan yang bersangkutan. tetapi dengan mikroskop elektron tampak adanya selaput ganda (double membrane).

Sarkoplasmik retikulum bersifat agranuler (Smooth ER. sel endotel. setebal 40 Angstrom Selaput luar mirip membrane basal epitel yang dibalut serabut retikuler. Mitokondria terdapat berbatasan dengan sarkolema dan dekat inti di antara myofibril. Selaput dalam (plasmalemma) terdiri dari dua lapis protein yang ditengahnya diisi lemak (lipid). a.).l. a.myoglobin Selain itu terdapat pula enzim sitokrom oksidatif. Organoida ini berfungsi menyalurkan impuls dari permukaan otot kerangka ke dalam serabut yang lebih dalam letaknya. . B. Sarkoplasma: Sarkoplasma (Cytoplasmic matrix) mengandung: · Organoida. karena ribosom pada otot kerangka terdapat bebas dari matriks. Penelitian pada otot salamander (Amblistoma punctatum) .. Secara umum sarkolema bersifat transparan. perisit. triade ini terdapat mengitari garis Z (Zwischenschreibe). yang pada interval tertentu membentuk pertemuan dengan jalinan transversal. .l. yang dibalut oleh jaringan ikat kolagen pekat (endomisium).myofibril -Endoplasmik retikulum · Paraplasma. fibroblast dan miosatelit. Ada 5 sel utama yang dijumpai dalam fasikulus yaitu: serabut otot. kenyal dan resisten terhadap asam dan alkali. disebut triade. Pada hewan lain dan manusia tiap sarkomer memiliki dua triade di daerah pertemuan garis A (anisotrop) dan garis I (isotrop).glikogen .lipid . Serabut-serabut otot kerangka yang bergabung membentuk berkas serabut otot primer disebut fasikulus.mitokondria (sarcosomes) .Apparatus golgi.: .ribosom . Sisterna pada sarkolasmik retikulum terjalin pararel dengan myofibril.Selaput dalam.: .

Otot segar tanpa menggunakan pewarnaan . Garis melintang ini dapat diamati pada: . Bagian tengah agak tebal dari bagian tepi. Inilah yang memberikan aspek bergaris melintang baik pada otot kerangka maupun otot jantung.5µ.Myofibril Dengan mikroskop cahaya myofibril tampak memiliki bagian cerah (cakram I) dan gelap (caktam A). Filamen ini membentuk daerah A atau cakram A. Daerah antara 2 garis Z disebut “sarkomer” yang panjangnya sekitar 1. Bagian tengahnya langsing dan elastis. Aktin dan myosin tersusun sejajar dengan sumbu memanjang serabut otot skelet. Filamen ini membentuk cakram I.Otot setelah mengalami fiksasi dan di warnai Pada satu serabut otot kerangka terdapat ribuan myofibril. berdiameter 100 Angstrom dan panjangnya 1.5 µ. bila menggunakan pewarnaan hematoksilin besi (Heidenheia). meskipun sebagian masuk ke dalam cakram A. sedangkan tiap myofibril memiliki ratusan myofilamen yang bersifat submikroskopis. dan energi ini digunakan untuk kontraksi. Fungsi dari myosin adalah sebagai enzim katalisator yang berperanan memecah ATP menjadi ADP + energi. Filamen ini tersusun pararel dan berenang bebas dalam matriks. terpancang antara 2 garis Z. • Filamen Aktin Panjangnya 1µ dan diameternya 50 Angstrom. Myofilamen terdiri dari 2 macam yaitu: • Filament Miosin Sering disebut filament kasar (coarse filaments). tampak pula garis Z dan H bahkan garis M. § Garis Z (Zwischenschreibe) atau intermediate disc: Berupa garis tipis dan gelap yang membagi cakram I sama rata.Otot kerangka yang masih hidup . Pada sediaan histologi yang baik selain cakram I dan A. § Garis H (Helleschreibe): .

Pada mamalia bentuk inti memanjang. tetapi sarkoplasma dan mitokondria relative banyak serta mioglobin dengan jumlah yang banyak bila dibandingkan dengan otot pucat. Inti: Dalam satu serabut otot kerangka terdapat banyak inti. Secara umum pada mamalia posisi inti di tepi. Muskulus pektoralis mayor burung merpati adalah otot pucat. Otot jenis ini memiliki kandungan mioglobin lebih sedikit dari pada otot merah. Kuda-kuda pacu arab lebih banyak memiliki otot pucat dibandingkan dengan kuda kerja misalnya kuda belgia yang memiliki otot kekar. tetapi cepat lelah. Miofibril membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field).. b. Miofibril tidak membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field) seperti pada otot merah. Dalam sarkoplasma banyak butir-butir lemak halus sehingga berasfek seperti lumpur. C. Merupakan bagian agak cerah di kanan-kiri garis M. dapat ratusan. seperti halnya otot jantung. Otot pucat (Tipe II) Otot pucat memiliki myofibril banyak dan sarkoplasma dan mitokondria relative sedikit. mengelompok dengan batas yang jelas. Otot pucat bekerja cepat dan kuat. yaitu: a. § Garis M (Mittelschreibe): Terdapat di tengah-tengah cakram A.Terdapat dalam cakram A. Otot merah (Tipe I) Otot merah memiliki myofibril relative sedikit. tetapi pada insekta dan vertebrata tingkat rendah posisi inti terletak di tengah. suatu garis yang disusun oleh bagian tengah filamen myosin yang menebal. dan ½ dari 2 garis I). Pada otot kerangka dikenal dua bentuk otot. yang bebas dari unsur aktin. terletak langsung di bawah sarkolema pada otot pucat. 1 pita A. Posisi inti lebih superficial langsung di bawah sarkolema. sedangkan pada otot merah letaknya lebih dalam lagi. Jadi dalam 1 sarkomer terdapat garis-garis Z-I-A-H-M-H-A-I-Z (tepatnya interval antara 2 garis Z. sedangkan muskulus .

Satuan myofibril yang terkecil disebut sarkomer. Susunan Otot Susunan serabut otot kerangka dalam membentuk muskulus ditunjang oleh jaringan ikat. Tiap serabur dikelilingi oleh endomisium. sedangkan pembungkusnya disebut perimisium. Di luar perimisium diisi oleh jaringan ikat longgar yang memberikan kelonggaran bagi vasikulus untuk bergerak. tetapi susunanya secara terperinci belum dilaporkan dengan tuntas. Di daerah peralihan antara otot dan tendon endomisium. Daerah H dalam cakram A juga ikut lenyap. Dari kedua pengamatan tersebut ditarik kesimpulan bahwa pada waktu kontraksi berlangsung otot memendek dan membesar. terdapat tendon. Pada daerah peralihan ini terdapat tendon spindle yang memiliki ujung saraf. Sejumlah serabut otot dibungkus oleh jaringan ikat pekat dengan banyak serabut kolagen disebut fasikulus . Hal ini disebabkan karena cakram A hanya memendek sedikit sekali bila sarkomer berkontraksi. Perubahan ini dirumuskan dengan istilah “slidingfilaments mechanism of contraction” yaitu: pada permulaan kontraksi cakram I mulai menyempit yang selanjutnya lenyap bila serabut otot tersebut berkontraksi kira-kira 50%.pektoralis minor adalah otot merah. perimisium berangsur-angsur menebal untuk kemudian membentuk serabut tendon. Penebalan cakram Z disebabkan berkumpulnya bahan . Bagaimana proses berlangsungnya pemendekan dapat dijelaskan dengan meneliti struktur serta susunan miofilamen. sebagai hasil penelitian dengan menggunakan mikroskop elektron. Sebelum otot bertaut pada bungkul tulang baik pada origo dan lebihlebih pada insersio. suatu jaringan ikat halus dengan serabut retikuler dan kapiler. yang pada kontraksi sarkomerpun ikut memendek dan memanjang pada waktu relaksasi. Kontraksi Otot Kerangka Perubahan bentuk dalam rangka mekanisme kontraksi otot sekelet telah lama diselidiki baik dalam keadaa hidup maupun pada yang telah dimatikan. Kedua macam otot rangka ini pada mamalia dan manusia umumnya bercampur. Beberapa fasikulus bergabung membentuk muskulus dan dibalut oleh jaringan ikat pekat disebut epimisium. sedangkan fasia terdapat disekitarnya. sebaliknya panjang cakram A praktis tidak mengalami perubahan baik pada waktu kontraksi maupun relaksasi.

yang membentuk double helix dengan suatu puntiran tiap 36 nm. Selanjutnya ion kalsium tersebut merangasang aktivitas adenosin trifosfat (ATP). Filament-filamen myosin terdiri atas kumpulan padat molekul-molekul myosin dengan bagian yang berbentuk gagang terbentang sejajar dengan sumbu panjang filament. sehingga terbentuk pita H semu (“daerah kosong” dari Huxley) . Molekul-molekul aktin G ini tersusun seperti untaian mutiara. Protein lainnya adalah troponin yang terletap pada kedua ujung tropomiosin. dan struktur globular pada bagian ujungnya yaitu kepala myosin.pekat yang kuat mengambil zat warna.000) yang berbentuk bola (globular) dan disebut aktin G. Molekul myosin lentur karena kedua sub unit dapat bergerak antara satu dan lainnya. terdiri atas protein myosin (BM= 460. Energi inilah yang dipakai untuk kontraksi. Protein-protein pengatur tertentu berikatan pada filament-filamen aktin. Filamen-filamen myosin. Dengan menggunakan enzim tripsin molekulmolekul myosin dapat diuraikan dalam 2 subunit: meromiosin ringan (LMM) yang berbentuk batang dengan panjang 85 nm. Meromiosin berat terdiri atas bagian yang berbentuk batang yang membentang terus ke dalam bagian LMM. terletak dalam alur yang terbentuk antara kedua untaian filamen aktin F. yang kemudian terjadi hidrolisa molekul ATP menjadi ADP dan pelepasan energi. Dasar Molekul Kontraksi Otot Filamen-filamen aktin terdiri dari suatu protein (BM= 43. yang selanjutnya dikenal sebagai “contraction band”. dan meromiosin berat (HMM). dan troponin C. bersama-sama membentuk suatu filament aktin F (serat).000). Protein-protein tersebut adalah tropomiosin (bergelung melingkar satu sama lain). Hipotesa lain mengungkapkan bahwa kontraksi otot skelet terjadi karena folding and coiling filament aktin. dan panjang molekulnya 150 nm. dan bukan secara sliding. Hal ini didasarkan dengan daerah H yang tetap tampak jelas meskipun otot berkontraksi. merupakan molekul protein dengan panjang 40 nm. Pendapat lain mengatakan bahwa cantraction band disebabkan oleh crumpling and folding ujung-ujung filament myosin pada cakram Z. Alur pilinan ganda ini merupakan struktur dasar dari filamen-filamen aktin. Ada 3 sub unit troponi: troponin I. troponin T. Ion kalsium yang hanya bekerja sebagai katalisator selanjutnya ditangkap kembali oleh sarkoplasmik reticulum. Kontraksi otot diprakarsai dengan pelepasan ion kalsium dari sarkoplasmik reticulum. Kepala myosin terletak pada ujung dari molekul ynag bersebrangan dengan garis M dan dengan memakai mikroskop elektron terlihat membentuk gambaran seperti jembatan. Polarisasi dari filament-filamen myosin dengan kepala-kepala menjauhi garis M diyakini sebagai alasan mengapa proyeksi atau jembatan-jembatan melintang tak terdapat pada bagian tengah pita H.

sehingga filament aktin tertarik pada jarak tertentu ke arah garis M. suatu potensial aksi merambat sepanjang sarkolema dan dari sini diteruskan ke bagian dalam serat melalui tubulus T . mungkin secara fisik menutupi kepala-kepala myosin tersebut. Dengan demikian filament aktin tertarik selangkah demi selangkah ke arah garis M. dan sekarang diyakini bahwa setiap kepala myosin selama kontraksi arahnya “miring” berkontak dengan filament aktin terdekat. setiap kepala myosin “mengangguk” ke arah garis M. Akan tetapi dengan memakai pompa Ca aktif di dekat membrane reticulum sarkoplasma ion-ion Ca terus menerus dan secara aktif dipompakan ke dalam sisterna longitudinal reticulum berlangsung kira-kira 20 mili detik. Anggukananggukan kepala myosin disebabkan oleh suatu perubahan kekuatan pengikatan antara kepala dan bagian batang molekul meromiosin akibat pengikatan pada filament aktin. Sebelum kontraksi otot. Hal ini menghasilkan pembentukan 6 baris kepala myosin pada permukaan filament myosin. Pada posisi ini kepala myosin berhubungan dengan tempat perlekatan berikutnya yang terletak sepanjang filament aktin. Selama kontraksi. tidak jauh dari tempat tersebut. Potensial aksi dari tubulus-tubulus T menyebabkan perubahan pada potensial membran dalam sisterna terminal reticulum sarkoplasma dan ini menyebabkan pelepasan pada ion-ion Ca dari reticulum ke dalam sarkoplasma seklilingnya (dalam keadaan istirahat sebagian besar Ca dalam serat terpusat pada sisterna terminal reticulum sarkoplasma). Ion-ion Ca ini berikatan pada troponin (troponin C) yang mempunyai afinitas sangat kuat terhadap ion-ion Ca ini. Kejadian-kejadian molekuler selama kontraksi Fragmen-fragmen meromiosin berat dapat berikatan dengan salah satu ujungnya pada tempat tertentu pada filament aktin yang terdapat setiap 36 nm. Hal ini dapat diterangkan sebagai berikut : setelah terikat pada suatu tempat perlekatan pada filament aktin. Melalui pengikatan ion-ion Ca pada molekul troponin. Selama keadaan istirahat. kemudian konsentrasi Ca dalam sarkoplasma menurun sampai tingkat paling . Kontraksi ini berlangsung terus selama ion-ion Ca dalam sarkoplasma konsentrasinya masih cukup tinggi. filament aktin bergeser lebih jauh dari pada jarak antara 2 kepala myosin yang berturutan. Segera sesudah itu. kompleks troponin (toponin I)-tropomiosin menghambat tempat perlekatan pada filament aktin untuk kepala-kepala myosin. molekul ini diperkirakan berubah bentuk. Kapala-kepala myosin kemudian dengan segera secara fisik berhubungan dengan tempat-tempat perlekatan aktin dimana mencetuskan pergeseran filament-filamen. Hal ini adalah sama betul dengan preodisitas aktin. ATPase yang terdapat pada kepala myosin akan memecah ATP sehingga tersedia energi yang digunakan untuk kontraksi. kepala myosin dilepaskan dari tempat perlekatan dan kembali ke posisi semula tegak lurus tehadap fragmen meromiosin yang berbentuk batang.Kepala-kepala myosin tersusun dalam suatu spiral sepanjang filament myosin dengan jarak 42 nm tiap putaran spiral. Dengan demikian hambatan tempat perlekatan pada filament aktin oleh kompleks troponin-tropomiosin ditiadakan. setelah itu kepala myosin kembali mengangguk ke arah garis M dan seterusnya.

Dengan memakai impregnasi garam-garam logam. Kebutuhan energi untuk transfort aktif ion-ion Ca ke dalam reticulum sarkoplasma tersedia dari pemecahan ATP. Akan tetapi. sel-sel Schwann ini tak ada pada celah sinaptik dimana aksolema (plasmalema akson) dan sarkolema berbatasan satu sama lainnya (meskipun melalui suatu lapisan antara dari glikoprotein). Vesikel-vesikel ini sesuai dengan vesikel sinaptik pada sinaps-sinaps biasa. Dengan demikian pengikatan ion-ion Ca pada troponin terhenti. Hubungan neuromuscular Daerah perlekatan antara ujung suatu serat saraf motorik dengan satu serat otot kerangka disebut lempeng akhir motorik (motor end plate). dan kompleks troponintropomiosin kembali menghambat tempat-tempat perlekatan pada filament aktin. Setiap cabang membentuk suatu penebalan seperti lempengan kecil yaitu lempeng akhir motoris ini juga dapat terlihat dengan mikroskop cahaya (seperti juga dengan mikroskop elektron) memakai reaksi histokimia untuk menentukan adanya enzim asetilkolinesterase. sel-sel Schwann tampak pada permukaan ujung akson. tampak suatu jajaran cekungan ke dalam serat otot. Suatu potensial aksi yang mencapai lempeng akhir menyebabkan pelepasan asetilkolin dari vesikel ke celah sinaps. Terdapat suatu cekungan yang di sebut celah sinaptik primer. yang terletak di daerah ini. Keduanya dijabarkan pada bagian badan-badan akhir sensoris. Di bawah setiap celah sinaptik primer. Sarkoplasma mengandung banyak mitokondria dan nucleus tetapi yang lainnya tidak khas. molekul asetilkolin terikat pada molekul reseptor pada membrane post synaptic (sarkolema). Celah sinaptik sekunder membentuk invaginasi sarkolema dari celah sinaptik primer. jadi serat ini dipertahankan dalam keadaan istirahat. yang menyebabkan pembentukan potensial lempeng akhir dan prambatan selanjutnya dari suatu potensial aksi sepanjang sarkolemma. Dalam aksoplasama tampak sejumlah vesikel dengan diameter 50nm.rendah (kurang dari 10M) yang terdapat selama keadaan istirahat. Dengan memakai ME. Vesikel sinaptik mengandung asetilkolin yang berfungsi sebagai substansi transmitter selama penghantaran rangsang saraf dari akson ke sarkolema. Asetikolin dihidrolisa dalam beberapa mdet. dan karena itu kontraksi dan relaksasi keduanya membutuhkan ATP. Lempeng akhir motoris dapat dianggap sebagai suatu modifikasi sinaps. dapat diperlihatkan pada sajian mikroskop cahaya bahwa ujung satu serat saraf motorik bercabang-cabang menjadi sejumlah cabang halus yang menuju ke tiap serat otot. . Rangkaian perangsangan/ kontraksi melalui system tubulus T menerangkan mengapa semua myofibril pada serat otot diaktivasi secara serentak dan hampir bersamaan dengan merambatnya potensial aksi pada sarkolema. yang di dalamnya terdapat ujung akson. Serat-serat otot dan tendon keduanya mengandung bahan akhir sensoris yang kompleks yang disebut gelendong otot (muscle spindle) dan tendon organ. yang disebut celah sinaptik sekunder. Setelah asetilkolin berdifusi dalam celah sinaps. oleh asetilkolinesterase yang terletak di membrane post-sinaptik.

Yang terakhir ini sebenarnya tidak membentuk zona secara jelas hanya berupa daerah yang tidak teratur. Yang jelas bahwa otot jantung tergolong otot bergaris melintang yang satuannya disebut “serabut “. Pada keadaan patologik misalnya hipertropi jantung diameter dapat meningkat sampai 20µ. tetapi hubungan antara serabut (sel) dapat dipelajari dengan cukup jelas. zonula okludens. Pada otot kerangka maupun otot polos hal ini masih mungkin dilakukan. Panjangnya sulit diukur. otot jantung memiliki bagian-bagian sebagai berikut: a) Sarkolema Keadaannya hampir mirip dengan sarkolema otot kerangka.OTOT JANTUNG Miokardium (Myocardium) jantung vertebrata tingkat tinggi terdiri dari serabut otot jantung yang berhubungan satu dengan yang lain membentuk jalinan. Bangun Histologi Seperti halnya dengan otot polos dan kerangka. Penelitian dengan mikroskup cahaya menunjukkan bahwa otot jantung memiliki serabut yang bercabang. Hubungan mana sangat kuat sehingga memberikan asfek sebagai sinsisium. yang berhubungan satu dengan yang lain melalui ujungnya. dinding luarnya mirip membran basal dengan fibril retikuler yang dapat terus berhubungan dengan tendon (chorda tendinae) atau katup jantung. dan pada endomisium banyak pembuluh darah. zonula adherens. Diameter serabut kira-kira 10-14µ pada hewan dewasa dan 5-8µ pada yang baru lahir. Dibagian lain . Penelitian dengan mikroskop elektron. Semula otot jantung dianggap sebagai peralihan antara otot polos dan otot kerangka. Pada discus interkalatus terdapat desmosoma. Hubungan otot jantung melalui discus interkalatus cukup kuat sehingga sulit dilakukan tepsing untuk memperoleh satu serabut secara terpisah. bentuk sinsisium tidak tampak. Bangun otot jantung dan otot kerangka tidak sama dalam beberapa asfek.

miofilamen berakhir pada lapis protein permukaan serabut (myofilamentous incertion plaques). pada otot jantung inti terdapat di tengah. yang dikenal sebagai “serabut purkinje”. Di daerah melintang terdapat pula penyatuan antara selaput luar berbentuk macula occludens. lipid. zonula okluden. beberapa dianataranya berhubungan dengan system T. Sel-sel yang dijumpai pada otot jantung: serabut otot (miosit). Mitokondria. terutama di sekitar inti yang terletak di tengah. Bentuk ini nampak pula di daerah memanjang disebut “fasciae occludentes”. zonula aderen. Tebalnya dapat mencapai 0. Daerah ini diduga berperan didalam transmisi impuls dari satu serabut ke serabut yang lain. meskipun susunan miofilamen tersusun secara acak. Serabut Purkinje Pada jantung selain terdapat otot untuk kontraksi terdapat pula bentuk modifikasi yang berfungsi sebagai pengatur rangsangan (stimulus) ke seluruh penjuru jantung.5µ berbentuk tangga. Diskus Interkalatus Berupa penebalan di daerah cakram Z. dan fibroblast b) Sarkoplasma Pada garis besar hampir mirip dengan otot kerangka. yang sebenarnya adalah daerah hubungan antara serabut otot jantung.berhubungan langsung dengan endomisium. Sistem T cukup jelas pada otot jantung berbentuk invaginasi tubuler dari plasmalema dan lamina basalis di daerah cakram Z. hanya saja otot jantung relative memiliki sarkoplasma lebih banyak. perisit. Pada desmosoma. c) Inti Berbeda dengan otot kerangka. meskipun yang terakhir ini bentuknya tidak teratur. lipofuksin dan glikogen banyak terdapat pada sarkoplasma di sekitar inti. Garis-garis melintang hampir mirip dengan otot kerangka. sel endotel. Penelitian dengan mikroskup elektron menunjukkan adanya bentuk mirip desmosoma. Secara histologik dapat dibedakan dengan otot jantung biasa sebagai berikut: . Sarkoplasmik reticulum tidak sesubur pada otot kerangka. Sistem T berperan dalam pertukaran metabolik dan transmisi impuls.

• Inti lebih besar dan pucat. Ekstrak jantung embrio diduga dapat menaikkan daya regenerasi otot jantung yang rusak karena trauma. Jilid I. • Miofibril jauh lebih sedikit dan tersusun di bagian tepi sejajar dan agak mengulir. • Serabut purkinje menyusun diri dalam berkas. H. Dalam satu serabut sering terdapat 2 inti berdampingan. Genneser. Atlas of Human Histology. Bentuk garis melintang tidak jelas pada serabut purkinje. Brown (1989). Mariano (1986). Department of Anatomy. Yang perlu dicatat bahwa ada teori yang mengatakan bahwa sejumlah serabut (sel) otot jantung semenjak lahir tetap. Jakarta. Buku Kedokteran. sebab ujungnya berhubungan dengan otot jantung biasa. Buku teks Histologi Veteriner I. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Dellmann. (1994).M. Di daerah ini perubahan bentuk berlangsung secara bertahap. . 5th Ed. Buku teks Histologi.• Diameter serabut purkinje lebih besar dari otot jantung. Daya regenerasi otot jantung sangat sedikit. Pertumbuhan organ jantung sebenarnya hanya panambahan diameter serta panjang yang dibarengi dengan penambahan endomisium. dengan ruang Ebert-Bellajev dibagian tepi serabut. EGC.D. Pada batas serabut tampak lebih jelas. Secara elektron mikroskopis struktur discus interkalatus tidak jelas pada otot jantung biasa. Penerjemah Jan Tambayong. Keadaan serupa terjadi pada kasus hipertropi jantung yang bersifat patologik. Jadi jumlah serabut tidak bertambah. dan E. Binapura Aksara. F. 3rd Ed. jadi persembuhan luka selalu diikuti dengan terjadinya parut ( scar).

Jakarta. 1st Ed. (2002). Blue Histology-Muscle. . L (2006). Slomianka. Histologi Umum. Bumi Aksara. School of Anatomy and Human Biology-University of Western Australia Subowo.University of Alabama.

ketiga komponen jaringan ikat memegang . jaringan ikat berasal dari mesoderm. Komponen jaringan ikat terdiri atas sel dan matriks ekstra seluler. Secara embriologis. Dari lapis mesoderm ini. Sel jaringan ikat merupakan komponen penting pada beberapa jenis jaringan ikat. dan darah. Ekstra seluler tersebut teridi atas substansi dasar dan serabut jaringan ikat. letak geografis dan strukturnya. Fungsi utama adalah sebagai penghubung jaringan. jaringan ikat.Diposkan oleh INK Bes di 12:21JARINGAN IKAT JARINGAN IKAT Jaringan ikat memiliki variasi yang sangat luas berdasarkan morfologi. Walaupun demikian. sedangkan serabut jaringan ikat juga merupakan komponen penting pada tipe jaringan ikat yang lainnya. tulang. sel multipoten pada embryo atau dikenal dengan sebutan mesenkim berkembang menjadi jaringan penyambung.

Fungsi Jaringan Ikat Jaringan ikat mempunyai banyak fungsi. Sel jaringan ikat 2. Pada Fibroblas tua. dan makrofag. Serabut jaringan ikat Sel Jaringan Ikat Pemerian sel jaringan ikat didasarkan atas penampilannya dalam jaringan ikat. dan penyimpan lemak. sitoplasma bersifat basofilik. Sedangkan sel kelana adalah sel yang berasal dari sumsum talang dan ikut sirkulasi aliran darah. secara aktif mengahsilkan protein. Jaringan ikat juga berperan sebagai media pertukaran hasil metabolik dalam jaringan dan zat nutrisi serta oksigen di dalam darah dan pada beberapa sel dalam tubuh.peran penting di dalam jaringan ikat. sel lemak. Diperkirakan berperan sebagai sel penghasil serabut dan substansi dasar. dan relatif yang kurang aktif sitoplasmanya jarang. dan sel penghasil substansi khusus dalam tubuh. Yang termasuk ke dalam sel kelana adalah Sel plasma. Cabang-cabangnya langsing. namun yang paling utama adalah sebagai penunjang dan pengikat. Jenis-jenis sel tetap : 1. Fibroblas tua atau yang kurang aktif kadang-kadang disebut . Pada setiap jaringan ikat terdapat 3 unsur utama. yaitu 1. bercabang-cabang yang dari samping berbentuk seperti gelendong. Sel kelana akan migrasi ke jaringan ikat karena adanya rangsangan. Inti lonjong atau memanjang dan kromatin halus. mackrofag. Fibroblas : Salah satu jenis sel yang paling banyak terdapat pada jaringan ikat longgar. gambaran sel tidak begitu jelas dan ciri inti digunakan sebagai pedoman untuk menentukannya. Sel tetap sifatnya stabil dan berumur panjang. media untuk pertukaran. sel immunokompeten. basofil. Sel tetap merupakan sel yang tetap berada di tempat. Sifat sel kelana adalah berumur pendek. Substansi dasar 3. Pada sedian histologi. Fibroblas muda. limfosit. Yang termasuk ke dalam sel tetap adalah : Fibroblas. Perisit. eosinofil. sel mast. dan monosit. pertahanan tubuh. dan hanya basofilik lemah. Sel jaringan ikat dibagi dalam dua kategori yaitu sel yang tetap (fixed cells) dan sel kelana (transien cells atau wandering cells). Fibroblas merupakan sel besar. neutrofil. Fungsi pertahanan dan proteksi diperan kan oleh beberapa sel jaringan ikat seperti sel fagositik. Fungsi sebagai penunjang karena jaringan ikat dapat membentuk kapsula yang membungkus organ yang sekaligus menunjang fungsi organ tersebut.

Inti sel kecil dan tidak mencolok. sel Mast melepaskan mediator seperti faktor anafilaktif dan pengaktif trombosit. Sel lemak coklat berbentuk poligonal. Sedangkan sel lemak yang dibentuk oleh banyak unit lemak namun ukurannya kecil disebut multilokular dan membentuk jaringan lemak coklat. Perisit adalah sel perikapiler dengan posisi tetap pada sel endothel kapiler darah dan vena kecil. dan serotonin yang berperan sebagai vasokonstriktor. Bentuk sel tidak . mitokondria. Sel Lemak Sel lemak sering disebut adiposit. Makrofag kebanyakan ditemukan pada daerah yang kaya pembuluh darah. Makrofag : Sering disebut histiosit. Karena itu. Sel lemak putih berbentuk bulat atau polihedral dengan diameter 120 ųm. dan berasal dari sel mesenkim yang tidak mengalami diferensiasi. tetapi mereka tetap bisa tumbuh dan bergenerasi. tidak beraturan dan kadang-kadang memiliki kaki semu pendek. Populasi sel ini hampir sama dengan fibroblas. tetapi cenderung mengelompok kecilkecil pada pembuluh darah. Perisit mempunyai kompleks Golgi. Sel Mast menghasilkan antikoagulan yaitu heparin. Perisit Merupakan sel yang berasal dari sel mesenkim yang tidak berdiferensiasi. Sel ini berbentuk memanjang dan dikelilingi oleh lamina basalis yang terus berhubungan dengan membran basalis kapiler. 2. fungsi perisit dihubungkan dengan proses kontraksi yang mengatur aliran darah pada kapiler. Sel Mast Sel Mast tersebar luas pada jaringan ikat.fibrosit. Perisit mempunyai karakteristik seperti sel endothel dan sel otot polos yaitu mengandung aktin. 3. Selain itu. mikrotubulus dan filamen. histamin yang mengakibatkan vasodilatasi. Ada dua jenis sel lemak yakni sel unilokular yaitu mengandung satu unit sel lemak dan ukurannya besar dan membentuk jaringan lemak putih. 5. 4. perisit kemungkinan dapat berubah menjadi sel otot polos dan sel endotjel pada kapiler darah. Penyebaran lemak putih lebih banyak dibanding dengan lemak coklat. Fungsi sel lemak adalah untuk mensintesis dan menyimpan triglyserida. Pada kejadian tertentu sperti terjadinya perlukaan. myosin dan tropomyosin. Bentuk sel lonjong. Mudah dikenal karena terdapat granula pada sitoplasmanya. Fibroblas diperkirakan sebagai sel tetap pada jaringan ikat.

Juga berperan dalam reaksi imunologis. yaitu penyerap sinar cahaya. Berperan dalam mengahasilkan melanin. Bila dirangsang. lebih kecil dari inti fibroblas. Makrofag menghasilkan sejumlah substansi penting seperti. Sitoplasmanya lebih banyak dan bersifat basofilik dengan inti terletak eksentris. Akan tetapi sering migrasi melawati kapiler darah menuju ke jaringan ikat khususnya pada saat terjadinya peradangan. dapat melakukan gerakan amuboid dengan kaki-kaki palsu terjulur ke segala arah. 4. . Sel Plasma Sel ini mirip limfosit. elastase. 3. Beberapa dari sel pigmen tersebut adalah Melanosit. Kromatin inti menggumpal di tepi dan tersusun menyerupai ruji roda pedati. kadang-kadang berlekuk. sel darah putih ini bersirkulasi pada aliran darah. Makrofag berperan untuk pertahanan tubuh karena dapat bergerak dan berdaya fagositosis. dan interferon. yaitu pengumpulan jaringan yang telah mati. namun biasa dijumpai pada jaringan ikat padat. Merupakan tipe sel pengembara. kolagenase. Hasil dari proses ini akan terbentuk nanah. Jenis Sel Pengembara 1. Neutrofil Sel yang berperan di dalam fagositosis dan penghancur bakteri pada daerah radang. Umumnya. Ukuran sel ini besar dengan diameter 20 µm. Limfosit.beraturan dan cabang-cabangnya pendek.Sitoplasma berwarna gelap. lisozim. Inti berbentuk lonjong . 2. Sel Plasma merupakan deferensiasi khusus dari limfosit. Sel ini sering terdapat pada membran serosa dan jaringan limfoid dan banyak pada tempat radang. Sel ini menghasilkan antibodi. Eosinofil Eosinofil bersama dengan neutrofil juga berperan pada peradangan terutama pada kejadian terinfestasi cacing serta pada kejadian reaksi alergi Sel Pigmen : sel – sel yang mengandung pigmen jarang ditemukan pada jaringan ikat longgar. Sel ini mempunyai kemampuan menelan.

3 sampai 0. Dalam keadaan segar bersifat lunak. Beberapa serabut bergabung menjadi berkas serabut yang lebih besar. tulang. Serabut kolagen dijumpai pada tendon. ada 6 tipe kolagen yang yang paling utama dan secara genetik berbeda. 1. Diameternya berkisar antara 1-12 mikron. dan sangat kuat. Selanjutnya fibril ini disusun oleh satuan serabut yang lebih kecil yang disebut miofibril dengan diameter 45 sampai 100nm. Serabut kolagen dapat dicerna oleh pepsin dan enzim kolagenase. heparan sulfat. dermatan sulfat. yakni serabut kolagen. Ketiga jenis serabut ini dibedakan berdasarkan penampilan dan sifat kimianya. karenannya bersifat lentur. keratan sulfat. Serabut Jaringan Ikat Dalam jaringan ikat terdapat 3 jenis serabut. Bahan amorf terdiri atas glikosaminoglikans (polisakarida yang mengandung gula amino) dan glikoprotein. Serabut kolagen memiliki daya tahan tarik tinggi. Miofibril ini hanya terlihat dengan mikroskop elekron dan tampak mempunyai garis melintang khas dengan periodisitas 67 nm. serabut elastin. Sedangkan. Terdiri atas protein kolagen. Serabut ini bening dan terlihat garis memanjang. Glikosaminoglikans yang banyak pada jaringan ikat adalah: asam hialuronat. Benang serabut kolagen yang paling halus yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya adalah fibril dengan tebal kurang lebih 0. Semua serabut merupakan protein. Susunan serabut kolagen bergelombang. gigi dan sementum 2. kondroitin sulfat. Paling tidak telah dikenal 2 jenis serabut kolagen dengan variasi pada urutan asam amino dari rantai α (alfa). Terdapat pada jaringan ikat dewasa. Terdapat pada semua jenis jaringan ikat. ligamen. dan kondronektin. proteoglikan pada jaringan ikat adalah : fibronektin. kapsula. dan serabut retikuler. Substansi intersel amorf berbentuk gel kaku dan berperan membantu untuk memberikan kekuatan dan sokongan pada jaringan dan media untuk difusi nutrisi. Tipe II : kolagen tipe ini dibentuk oleh kondroblas dan merupakan unsur utama penyusun matriks tulang rawan. dll. Serabut Kolagen. Bila kolagen direbus akan menghasilkan gelatin. Substansi intersel memberi kekuatan dan penyokong bagi jaringan dan berfungsi sebagai medium untuk perembesan cairan jaringan.Substansi Dasar Substansi dasar ini membentuk matriks. Keenam tipe kolagen tersebut adalah : 1.5 µm. laminin. Kolagen ini ditemukan pada kartilago hyalin dan . Tipe I : tipe kolegen yang paling banyak ditenukan. Dari 20 jenis tersebut. Pada keadaan segar berwarna putih.

Bentuknya lembut dan membentuk jalinan. kulit dan pembuluh arteri. ligamentum nukhe. jaringan lemak dan hepatosit. dan berhubungan dengan kolagen tipe I 6.elastik 3. pita suara. Serat elastin tidak terpengaruh oleh air panas atau dingin atau larutan asam dan alkali. Tipe IV : terdapat pada lamina densa pada lamina basalis dan diperkirakan merupakan hasil sel-sel yang langsung berhubungan engan lamina tersebut 5. Akan tampak bila dicat dengan garam perak. Serabut retikuler terdiri atas fibril kolagen (kolagen tipe III) yang dibalut oleh proteoglikan dan glikoprotein. Ukurannya antara 1-4 mikrometer. Gambar : Serabut Elastin 3.yaitu daun telinga. Dalam keadaan segar. Terdapat pada organ yang memerlukan daya elastisitas . Serabut Elastin Serabut elastin terlihat sebagai pita pipih atau benang silindris panjang dan sangat elastis. serabut saraf. trakea. Tipe VI : terdapat pada basal lamina 2. Tipe V : terdapat pada plasenta. Daya elastisitas ini disebabkan karena serabut elastin mengandung protein elastin. Dengan pengecatan HE serabut elastin berwarna merah jambu. Serabut Retikuler Serat retikuler adalah serat kolagen yang sangat halus tersusun membentuk suatu kerangkan penyokong seperti jala atau retikulum. Pada keadaan dewasa kolagen ini terdapat pada jaringan retikuler 4. Kategori Jaringan Ikat : . serabut otot. serabut elastin berwarna kekuning-kuningan. Ditemukan pada kapiler. Tipe III : Kolagen ini ditemukan pada awal perkembangan beberapa jenis jaringan ikat. Lazimnya bercabang dan membentuk jalinan. Elastin merupakan material amorf yang kandungan utamanya adalah asam amino glysin dan prolin. Tertapi dapat dicerna secara enzymatik oleh enzym elastase pankreas.

Penampilannya tergantung pada proporsi relatif san susunan unsur sel. serabut dan matrik. memiliki penjuluran panjang saling berhubungan membentuk jalinan tiga dimensi. Jaringan Ikat Mesenkim 2. Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur b. Jaringan Ikat Padat a. Sel mesenkim mempunyai inti lonjong. Jaringan Ikat Embryonal 1. Jaringan Lemak JARINGAN IKAT EMBRIONIK 1. Elastik 3. substansi. dan serabut jaringan ikat. Jaringan Ikat Longgar 2. Jaringan Retikuler 4. Matriks jaringan ikat cukup banyak dan pada tahap-tahap awalnya adalah cairan yang dapat mengental tetapi kemudian mengandung serabut-serabut halus. sel. Sel mesenkim dapat menumbuhkan organ tubuh. jaringan ikat dibagi menjadi Jaringan ikat Embrional dan Jaringan ikat Dewasa seperti terlihat pada Tabel1. Tabel 1. Klasifikasi Jaringan Ikat A. Gambar Jaringan Ikat Mesenkim .Sifat jaringan ikat sangat bervariasi. Berdasarkan perkembangannya. Jaringan Ikat Padat Teratur 1. Kolagen 2. Jaringan Ikat Dewasa 1. Mesenkim Hanya ditemukan pada jaringan embryo dan terdiri dari sel mesenkim. Jaringan Ikat Mukosa B.

Serabutnya adalah kolagen. Jaringan ikat ini juga banyak mengandung sel dan serabutnya longgar. di bawah epitel. kuantitas dan ukurannya. matriknya diisi oleh massa gel terutama mengandung asam hyaluronat.2. Jumlah serabutnya tergantung orientasi. Jaringan Ikat Longgar. Jaringan ikat longgar banyak mengandung sel pengembara seperti makrofag. Pada dewasa terdapat pada lipatan omasum dan glans penis. Serabut pada jaringan ikat dewasa berbeda dalam jenis. Jaringan Ikat Mukosa Selnya membentuk jalinan. 1. susunan dan kuantitasnya. sel mast dan sel yang tidak berdeferensiasi. saraf. elastis dan retikuler. Jaringan ini banyak dijumpai pada pembuluh darah. Jaringan ikat longgar dikenal juga dengan nama Jaringan Ikat Areolar. serabut dan matrik. Gambar : Jaringan Ikat Longgar . Jaringan ikat ini telah mengandung serabut kolagen terutama tipe I dan III serta fibroblast. Gambar : Jaringan Ikat Mukosa JARINGAN IKAT DEWASA Memiliki sel. penunjang dan bantalan. Jenis jaringan ikat ini banyak ditemukan pada hewan dewasa. Fungsi jaringan ini sebagai pengisi. Jaringan ikat ini menciri dengan banyak ditemukan adanya substansi dasar dan cairan jaringan. Terdapat pada hipodermis embrio dan tali pusar. Jaringan ikat ini dikenal juga dengan nama Wharton’s jelly. diantara berkas otot.

Jaringan Lemak. testis. Populasi sel yang utama adalah fibroblast. Terdapat pada jaringan limfoid dan mieloid. Merupakan bentuk jaringan khusus dimana selnya mampu menimbun lemak. kapsula hati. Ada dua macam yaitu lemak coklat dan lemak putih. fasia. yang saling berhubungan membentuk jalinan tiga dimensi. perikardium dan dermis. Gambar : Jaringan Ikat Tidak Teratur Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur. aponeurosa. mengandung terutama serabut kolagen. Pada tendon dan ligamen mayoritas kolagen sedangkan pada ligamentum nukhe serabut elatis yang utama. Jaringan Ikat Padat Teratur. Jaringan Ikat Padat Jumlah serabut lebih banyak dari sel dan matrik. . Diameter sel lemak 200 µm dan mengandung satu unit lemak. Jaringan Retikuler Terdiri dari sel retikuler dan serabut kolagen tipe III. terdapat dua bentuk tergatung macam serabutnya. Jaringan lemak putih terbagi atas septa berbentuk jaringan ikat longgar menjadi kelompok sel lemak disebut lobulus. Sitoplasma tipis dan inti pipih. Serabut kolagen paling banyak dan tersusun saling menyilang. Jaringan ikat padat dibagi menjadi 2. yaitu Jaringan Ikat Padat teratur dan Tidak teratur. limpa. Tiap sel dikelilingi oleh serabut kolagen dan retikuler. ginjal.2. 3. 4. Banyak dijumpai pada organ seperti : kapsula paru-paru.

Unit-unit kecil lemak tersebar pada sitoplasma. selnya lebih kecil dari lemak putih.Gambar : Lemak Putih Jaringan Lemak Coklat. sehingga warnanya coklat. Kadar sitokrom tinggi. Gambar : Lemak Coklat . Banyak dijumpai pada rodensia dan binatang berhibernansi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful