Está en la página 1de 321

REV.

02
HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL ADMINISTRATION
AND SAFE WORKING PROCEDURES DATE 13th Jan 2018

IPP/HSE/PROC-02

PT. INDO PETRO PERKASA Page 7 of 58

II. PROCEDURES II. PROSEDUR

1. DISCIPLINE PROCEDURE 1. PROSEDUR DISIPLIN

The employees should: Karyawan harus:

a. Attend and implement all kind of HSE a. Menghadiri dan melaksanakan


training. semua jenis pelatihan K3LL.

b. Execute all HSE standing operation b. Menjalankan seluruh prosedur


procedures. operasil K3LL yang tetap.

c. Wear Personal Protective Equipment c. Memakai Alat Pelindung Diri (APD)


(PPE) require accordance the type of yang diperlukan sesuai dengan
job/ work order. jenis pekerjaan/ kebutuhan
pekerjaan.

d. Use the exact hand tools require for the d. Menggunakan peralatan yang tepat
type of job/work order. yang diperlukan untuk jenis
pekerjaan/ kebutuhan pekerjaan.

e. Understand the job ordered work from e. Mengerti tugas kerja yang
his Supervisor/ Supervisor before diperintahkan oleh Pengawas/
performing the job. Supervisor sebelum melaksanakan
pekerjaan.

f. Report all the hazards condition in f. Melaporkan semua kondisi


mean miss. berbahaya yang menyebabkan
kejadian nyaris celaka.

g. Report immediately to Supervisor, if an g. Melapor segera kepada Pengawas,


accident/incident occur at worksite for jika terjadi kecelakaan/ insiden di
further action although first aid/minor tempat kerja guna pelaksanaan
accident especially major fatal accident. tindakan lanjutan meskipun hanya
kecelakaan ringan, terlebih lagi bila
kecelakaan fatal yang berat.

h. Keeping work area clear from disorder, h. Menjaga tempat kerja bersih dari
slippery, etc. gangguan terhadap operasi, licin,
dsb.

i. Obey all traffic regulation. i. Mematuhi semua peraturan lalu


lintas.
REV. 02
HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL ADMINISTRATION
AND SAFE WORKING PROCEDURES DATE 13th Jan 2018

IPP/HSE/PROC-02

PT. INDO PETRO PERKASA Page 8 of 58

The Employees Prohibit Larangan Bagi Karyawan

a. Smoking in hazard area where no a. Merokok di tempat-tempat yang


smoking sign has already put on berbahaya dimana tanda dilarang
location and already announced by merokok telah dipasang di lokasi
Client Representative, Engineer In tersebut dan telah diberitahukan oleh
Charge or HSE Coordinator. Representative Klien, Engineer In
Charge atau HSE Coordinator.

b. Take “short cut” during working. b. Menempuh “jalan pintas” ketika


bekerja.

c. To make “horse play (jokes)” during c. “Bergurau (bermain-main)” saat


working. bekerja.

d. Sleeping during his duties. d. Tidur dalam bertugas.

e. To touch fire fighting/ rescue equipment e. Mengganggu peralatan pemadam


except during training and emergency kebakaran/ penyelamatan kecuali
cases such as find incident. penggunaan saat latihan dan
keadaan darurat, seperti kecelakaan.

Disciplinary Action Tindakan Disiplin

Based on the Safety Act No.1, Year 1970, Berdasarkan Undang-undang No.1 tahun
HSE regulation and HSE procedures, a 1970 tentang Keselamatan & Kesehatan
disciplinary action will be given to employee Kerja, dan peraturan dan prosedur K3LL,
who violate the discipline. maka tindakan disiplin akan diberikan
bagi karyawan yang melanggar disiplin.
The purpose of the disciplinary action are: Tujuan dari tindakan kedisiplinan adalah
untuk:

a. To assist the law enforcement spoken a. Membantu penegakan hukum dan


and lay work regulation. peraturan kerja.
b. To safe the company from loss. b. Menyelamatkan perusahaan dari
kerugian.
c. To encourage employee to improve c. Mendorong karyawan untuk
his/her work performance. memperbaiki pelaksanaan kerjanya.

Therefore based on the Government work Oleh karena itu berdasarkan peraturan
tour and company mermitment regulation pemerintah dan peraturan perusahaan
the company make take disciplinary action tentang kepegawaian, perusahaan dapat
by means to give the employee concern menetapkan tindakan disiplin dengan
verbal warning or written warning. cara memberikan peringatan secara
lisan atau tertulis kepada karyawan.
REV. 02
HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENTAL ADMINISTRATION
AND SAFE WORKING PROCEDURES DATE 13th Jan 2018

IPP/HSE/PROC-02

PT. INDO PETRO PERKASA Page 9 of 58

The grade of warning is based on the type of Penggolongan peringatan didasarkan


violation and the accuracy grade of accident/ pada jenis pelanggaran dan tingkat
incident. potensi resiko dari kecelakaan/ insiden.

Warning Letters Surat Peringatan

a. A warning letter will be discussed with a. Surat peringatan akan dibahas


employee concerned, dengan karyawan yang terlibat,
Supervisor/Supervisor, Manager and Pengawas/Supervisor, Manager dan
Director to decide it. Direktur untuk membuat keputusan.

 Warning letter I is valid for 3  Surat Peringatan I berlaku untuk


month waktu 3 bulan
 Warning letter II is valid for 6  Surat Peringatan II berlaku untuk
month waktu 6 bulan
 Warning letter III is valid for 9 month  Surat Peringatan III berlaku untuk
waktu 9 bulan

b. The warning letter can also be given not b. Surat peringatan dapat juga
ascendance the steps, but can be diberikan tidak menurut urutan, tetapi
directed get warning letter II and III based dapat langsung diberikan surat
on the grade of violation. peringatan II dan III berdasarkan
tingkat pelanggaran.

c. Smoking is no smoking area will received c. Merokok di dareah larangan merokok


a Warning Letter III or terminated. akan menerima surat peringatan III
atau diberhentikan.

d. The warning letter will not be valid if it is d. Surat peringatan tidak akan
over it validity. berlakunya lagi jika telah melewati
masa berlakunya.

Termination Action Tindakan Pemecatan

If the violation is very serious, the company Jika terjadi pelanggaran sangat serius,
may discharge the employee without shake- perusahaan dapat memberhentikan
hand money. karyawan tanpa uang pesangon.

Other Disciplinary Action Follow Up Tindak Lanjut Pada Tindakan Disiplin


Lain

a. To transfer him/her to other Department. a. Memindahkannya ke Departemen


lain.
b. Postpone his/her merit increase. b. Menunda kenaikan gajinya.
c. Other. c. Dan lainnya.
SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI

HSE

Orientasi & Introduction

Health
Safety and
Environment
AGENDA
-Dasar Hukum
-Tujuan
-HSE Performance
-Peraturan dan Kebijakan Perusahaan
-Safety Committee
-Dasar-Dasar Keselamatan
-Personal Protective Equipment
-Izin Pekerjaan
-Pencegahan Kebakaran
-Mengemudi Dengan Selamat
-Pelaporan Kecelakaan
Dasar Hukum
UU No. 1 Tahun 1970
-Tugas dan Tanggung Jawab Perusahaan
-Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus
-Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja

Permenaker No.05/MEN/1996
-Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja

HSE Policy (Kebijakan Perusahaan)


Tugas dan Tanggung Jawab Perusahaan
Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja
TUJUAN
- Menjelaskan Peraturan-peraturan dan Kebijakan
Perusahaan
- Menjelaskan Persyaratan-persyaratan yang harus diikuti
dalam melakukan kegiatan di Perusahaan.
- Memperkenalkan situasi secara umum dari perusahaan
- Untuk menjamin Keselamatan bagi pegawai ataupun
orang lain yang berhubungan dengan perusahaan.
HSE Performance Measure

Mempunyai Target

Kinerja di bidang HSE


HSE Committee

Team yang harus membentuk HSE Committee

Tenaga Kerja > 50 orang


1. Tenaga Kerja < 50 orang (tingkat bahaya besar)
2. Team kecil bergabung team besar boleh dipisahkan dalam unit-unit
.
KEPENGURUSAN

-Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota


-Tenaga kerja , 100 orang
Jumlah anggota > 6 orang
Tugas Dasar
Membantu Department Head untuk melaksanakan kebijakan HSE dalam
Departement / team tersebut.
1.Mengadakan Rapat Keselamatan
2.Melakukan Inspeksi
3.Membuat Standart dan Prosedure
4.Berpartisipasi aktip dalam program keselamatan
5.Memotivasi para pegawai
6.Melakukan Investigasi dan analisa kecelakaan
7.Mendiskusikan / Merekomendasikan standart, prosedure dan
merangsang implementasinya.
Konsep Dasar
Keselamatan Kerja

Management

Manusia Peralatan

Lingkungan
Defenisi
KESELAMATAN
Adalah suatu kondisi yang bebas dari semua keadaan yang
bisa mengakibatkan kerugian (korban jiwa, kerugian harta,
maupun waktu, nama baik, daya saing).

KECELAKAAN
Adalah suatu keadaan yang tidak direncanakan atau
diinginkan yang selalu didahului oleh tindakan dan atau
keadaan yang membahayakan yang dapat mengakibatkan
cidera pada manusia atau kerusakan harta benda.

HAZARDS
Adalah suatu kondisi atau tindakan yang berpotensi
terhadap terjadinya kecelakaan.
Kecelakaan mengakibatkan kerugian

MANUSIA

Kematian, cacat, penderitaan.

KERUGIAN

Biaya-biaya pengobatan, peralatan, dsb.

KERUGIAN WAKTU
TIPE KECELAKAAN

Kecelakaan Kerja
Terbentur pada, terbentur oleh
Jatuh dari…..
Terjepit/terperangkap pada
Pengarahan tenaga terlalu (over exetion pushing, pulling)
Kontak dengan suhu tinggi/rendah
Kontak dengan listrik
Kontak dengan bahan kimia
Kecelakaan Kendaraan Bermotor
Kebarakan/Ledakan (fire)
Kecelakaan Peralatan (tools & Equipment Accident)
Tumpahan Minyak (Oil Spill)
KEADAAN ATAU TINDAKAN YANG BERBAHAYA

KEADAAN YANG MEMBAHAYAKAN (Unsafe condition)

- Kuarang/tidak ada tutup pengamanan


- Kurang/tidak sempurna alat-alat pelindung diri
- Peralatan yang rusak
- Ruang bekerja yang terbatas / sempit.
- Kurang/ tidak ada tanda-tanda petunjuk
- Bahaya kebakaran dan ledakan
- Tata ruang / house keeping yang tidak baik
- Kebisingan tinggi
- Temperatur terlalu tinggi / terlalu rendah
- Penerangan kuranag/ tidak ada
- Ventelasi kurang / tidak ada
KEADAAN ATAU TINDAKAN YANG BERBAHAYA

TINDAKAN YANG BERBAHAYA (unsafe action)


- Menjalan peralatan tanpa izin
- Salah memberikan tanda peringatan
- Menjalan peralatan dengan kecepatan yang salah
- Tidak menggunakan alat keselamatan
- Menggunakan peralatan yang sudah rusak
- Menggunakan peralatan yang tidak semestinya
- Memuat dan menenpatkan barang tidak benar
- Mengangkat barang tidak benar
- Posisi kerja yang salah
- Memperbaiki atau bekerja pada alat yang sedang berputar
- Bekerja dengan bergurau atau bermain-main
- Dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan
- Menyelesaikan pekerjaan yang tidak sempurna
PENYEBAB DASAR

FAKTOR PERORANGAN

•Kemampuan fisik yang terbatas


•Kemampuan piskhis / mental terbatas
•Kurang pengetahuan
•Kurang keteranpilan
•Motivasi yang keliru
PENYEBAB DASAR

FAKTOR KERJA

•Kepemimpinan/ Pengawasan yang kurang


•Kurangnya rekayasa
•Pemesanan/ Penanganan barang yang kurang lengkap/
tidak benar.
• Kurangnya peralatan
•Kurangnya standart kerja
•Penyalahgunaan
KURANG KONTROL

Gagal dalam mengelola ketentuan-ketentuan (norma-norma) yang


berlaku dengan standard yang cukup untuk:

1.Kepemimpinan dan Administrasi 11. Alat pelindung diri


2.Pelatihan 12. Kontrol kesehatan
3.Inspeksi terencana 13. System evaluasi
4.Prosedur dan dan analisa tugas yg kritikal 14. Rekayasa dan perubahan system
5.Pemeriksaan kecelakaan 15. Komunikasi personnel
6.Observasi tugas 16. Rapat kelompok
7.Kesiagaan keadaan darurat 17. Kampanye secara menyeluruh
8.Peraturan-peraturan dan izin 18. Penerimaan dan penempatan
pekerjaan karyawan
9. Analisa kecelakaan 19. Kontrol material dan services
10. Pelatihan pegawai 20. Keselamatan diluar kerja.
PENGENALAN BAHAYA

PEME

People : Pekerja, pegawai, orang luar


Equipment : Machine, power source, tools.
Material : Chemicals
Equipment : Tempat kerja, penerangan, ergonic, ventilasi.
KLASIFIKASI BAHAYA

Class “A” Hazards


Kondisi atau tindakan yang bisa mengakibatkan luka berat/fatal
atau cacat dan atau kerugian material yang besar.

Class “B” Hazards


Kondisi atau tindakan yang bisa mengakibatkan luka serius atau
cacat dan atau kerugian material yang besar, tetapi kurang dari
class “A”

Class “B” Hazards


Kondisi atau tindakan yang bisa mengakibatkan luka serius atau
cacat dan atau kerugian material yang besar, tetapi kurang dari
class “B”
METHODE PENGONTROLAN BAHAYA

ENGINEERING
Perencanaan dari awal / design, penggantian dan isolasi

ADMINISTRATIVE
Mengontrol pekerjaan itu sendiri, schedule, pelatihan dan peraturan

PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT


(Alat pelindung diri) cara terakhir untuk mengurangi resiko.
MENGHINDARI KECELAKAAN

TEORI JEMPOL
-Ketahui adanya bahaya
-Ketahui cara mengatasinya
-Bertindak tepat waktu.
PPE
ALAT PELINDUNG DIRI

- Sebagai methode terakhir untuk mengurangi resiko kecelakaan


- APD berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan
- APD merupakan alat tambahan dan pada awalnya sangat
mengganggu namun APD harus tetap dipakai sesuai dengan
peruntukannya.
SIAPA YANG HARUS MEMAKAI APD

• Setiap pegawai diharuskan memakai APD sewaktu bekerja,


guna melindungi dria dari bahaya.

• Tamu perusahaan yang berkunjung ke lapangan/ ke gedung.


WORK PERMIT

• General Work Permit (GWP)


• Hot Work Permit
• Confined Entry Permit
• LOTO
• Hot Line Permit
PENCEGAHAN KEBAKARAN

DEFINISI

UMUM

Kebakaran adalah peristiwa di mana terdapat nyala api yang tidak


terkendali.

KHUSUS
Mengontrol pekerjaan itu sendiri, schedule, pelatihan dan
peraturan

KESIMPULAN
(Alat pelindung diri) cara terakhir untuk mengurangi resiko.
SEGI TIGA KEBAKARAN

BAHAN

KEBAKARAN TERJADI AKIBAT BERTEMUNYA SEGITIGA UNSUR KEBAKARAN


UNSUR KEBAKARAN

BAHAN YANG DAPAT TERBAKAR


Bahan berbentuk padat : kayu, karet, plastik, kain sintetis, dll.
Bahan berbentuk cair : bensin, solar, minyak-minyak nabati dll.
Bahan Berbentuk Gas : LPG, LNG, Acetylene, dll.

OKSIGEN
Kandungan oksigen dalam udara disekitar kita adalah sebesar 20,9%

PANAS
Peristiwa kimia : Reaksi oksidasi bahan yang terbakarsendiri pada suhu normal
dapat terbakar bila bercampur dengan bahan lain (gas acetylene, potasium sulfad)
Peristiwa Mekanis : Gsesekan dan pukulan antara benda-benda keras, kerusakan
pada alat mesin sehingga menimbulkan gesekan dan mengeluarkan panas,
menggerinda dll.
Peristiwa Listrik : Arus listrik, beban yang berlebihan, instalasi yang kurang
sempurna, pemakaian alat listrik yang tidak benar dll.
Peristiwa Nuklir : Bom Atom, pusat listrik tenaga nuklir, dll.
KLASIFIKASI KEBAKARAN

KELAS “A”
Kebakaran yang berasal dari bahan-bahan padat seperti kayu, kertas,
karet dll, biasanya menimbulkan abu.

KELAS “B”
Semua kebakaran yang berasal dari cairan dan gas seperti minyak
tanah, bensin, crude oil.

KELAS “C”
Semua kebakaran yang melibatkan alat-alat listrik, peralatan-peralatan
listrik atau arus listrik.

KELAS “D”
Kebakaran yang berasal dari bahan-bahan logam misalnya:
Megnesium, patassium dll.
PENCEGAHAN KEBAKARAN

Prinsip Dasar Pencegahan Kebakaran

BAHAN BAHAN

Pada prinsipnya yang dapat kita pisahkan adalah antara bahan


yang dapat terbakar dengan sumber panas.
PEMADAMAN KEBAKARAN

1. COOLING (Mengurangi panas dengan c ara mendinginkan)


a. Langsung menyemprotkan air, busa secara langsung kepada
bahan yang sedang terbakar.
b. Tidak lansung menyemprotkan air, bisa keliling bahan yang
sedang terbakar.

2. SMOOTHERING (Mengurangi atau menghalagi oksigen)


a. Pengurangan Oksigen Sebagian
Umumnya bahan dapat terbakar memerlukan oksigen
minimum 15%. Cara pemadaman seperti ini menggunakan
racun api CO2, dry chemicals powder.
b. Pengurangan Oksigen Secara Total (Blanketing)
Menutup bahan yang terbakar agar oksigen tidak masuk ke
daerah kebakaran pemadaman ini dengan menggunakan
racun api busa, selimut basah, pasir, dll.
PEMADAMAN KEBAKARAN

3. STARVING
Membatasi, memisahkan atau menghalangi bahan yang
dapat terbakar.

Menutup karan aliran minyak ke tangki yang terbakar.

4. QUENCHING (Menghilangkan reaksi berantai).


MEDIA PEMADAMAN KEBAKARAN

• WATER

• DCP (tepung kering)

• GAS – CO2

• FOAM
ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN

POMPA PEMADAM KEBAKARAN


• Slang kebakaran
• Nozzle
• Koneksi-koneksi.

MESIN PEMBUAT BUSA (foam generator)


• FMRP
- Foam nozzle
- Foam cannon

TABUNG RACUN API


- DCP dengan gas N2
- CO2
- Air, busa..
ALAT PEMADAMAN API RINGAN

HOSE
NITROGENT

BOTLE

DCP
NOZZLE
Tepung Kering
CARA MEMAKAI
ALAT PEMADAKAM API RINGAN

1. Berdirikan alat pemadaman api mring kedapan


2. Tarik tuas dan pipa pengunci
3. Angkat tegak lurus
4. Test dengan menyempprotkan keudara
5. Arahkan ke api
6. Tekan handle penyemprot
7. Semprotkan dari sisi ke sisi
8. Minimal jarak 12 feet dari api
9. Pastikan arah angin searah.
JENIS-JENIS KEBAKARAN
PETUNJUK ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN

35 cm KETERANGAN :
1. Segitiga sama sisi dengan warna dasar merah
2. Ukuran sisi 35 cm
7.5 cm 3. Tinggi huruf 35 mm berwarna putih
4. Tinggi tanda panah 7,5 cm

KETERANGAN :
20 cm 1. Warna dasar pemasangan merah
2. Lebar ban kolom 20 sc

125 cm
MENGEMUDI DENGAN SELAMAT

• EON Driving Permit


• Defensive Driving Training
• DDC & Smith System
• Maximum Speed
• Law Enforcement
PELAPORAN KECELAKAAN

• Pemberitahuan kecelakaan
• Pelaporan Kecelakaan
• Pemeriksaan Kecelakaan
• Critical / Sensitive Accident
TERIMA KASIH

SELAMAT BEKERJA
PT. INDO PETRO PERKASA

BUKU SAKU
INFORMASI KESEHATAN,
KESELAMATAN KERJA DAN
LINDUNGAN LINGKUNGAN
(K3LL/HSE)

Pikirkan Keselamatan Kerja, Kapanpun, Dimanapun !!

Kesehatan & Keselamatan Kerja adalah prioritas


utama kami

Buku Saku ini adalah milik

_____________________________________

PT. INDO PETRO PERKASA

Hal. 1
EDISI KESATU

BUKU SAKU
INFORMASI KESEHATAN,
KESELAMATAN KERJA DAN
LINDUNGAN LINGKUNGAN
(K3LL/HSE)

Pikirkan Keselamatan Kerja, Kapanpun, Dimanapun !!


Kesehatan & Keselamatan Kerja adalah prioritas
utama kami

Buku Saku ini adalah milik

_____________________________________

PT INDO PETRO PERKASA

Edisi Kesatu
Hal. 2
Daftar Isi
BAGIAN I
Prakata 15
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN –
Sepatah Kata Oleh Direktur 17
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN –
Pernyataan Kebijakan 20
OBAT-OBATAN TERLARANG, ALKOHOL,
SENJATA TAJAM/API DAN BAHAN
PELEDAK – Pernyataan Kebijakan
Perusahaan 23
PEMERIKSAAN KESEHATAN TENAGA
KERJA DALAM PENYELENGGARAAN
KESELAMATAN KERJA – Pernyataan
Kebijakan Perusahaan 24
Tanggung Jawab Kesehatan, Keselamatan
Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) 26
Peraturan Umum Kesehatan, Keselamatan
Kerja dan Lindungan Lingkungan (General
HSE Rules) 33
BAGIAN II
Peraturan-peraturan Dasar Kesehatan
Keselamatan Kerja dan Lindungan
Lingkungan (Petunjuk Dasar Keselamatan
Kerja) 40
Hal. 3
1. PENDAHULUAN 40
2. KATA PENGANTAR 41
3. RUANG LINGKUP 43
4. STANDAR-STANDAR
KESELAMATAN KERJA 44
5. INDUKSI DAN ORIENTASI
KESELAMATAN KERJA UNTUK
KARYAWAN BARU, KARYAWAN
YANG DIPROMOSIKAN SERTA
KARYAWAN YANG BARU PINDAH 45
6. RAPAT KESELAMATAN (SAFETY
MEETING) 46
7. PENILAIAN RESIKO TUGAS (TASK
RISK ASSESSMENT) 47
7.1. Pendahuluan 47
7.2. Tahapan-tahapan Penilaian
Resiko 48
8. PERATURAN PERUNDANG
UNDANGAN
PENGENDALIAN/PENGAWASAN
BAHAN-BAHAN BERBAHAYA
TERHADAP KESEHATAN (COSHH
REGULATIONS) 50
9. BAHAN-BAHAN BERBAHAYA
(DANGEROUS SUBSTANCES) 52
9.1. Pendahuluan 52
9.2. Penanganan Bahaya 53
10. PROGRAM KOMUNIKASI BAHAYA 54
10.1. Pendahuluan 54

Hal. 4
10.2. Pelatihan Karyawan yang
Berhubungan Langsung Dengan
Standart Komunikasi Bahaya 55
11. CARA MENANGANI BARANG 56
11.1. Pengangkutan dan Membawa
Beban (Petunjuk Pengangkatan
Barang dengan Tangan) 57
11.2. Mengangkat Barang dengan
Mekanis 58
11.3. Mesin Derek (Crane) 50
12. INSPEKSI 63
12.1. Kunjungan Inspeksi oleh Team
Manajemen 63
12.2. Inspeksi Umum 64
12.3. Internal Audit 64
13. PERAWATAN PENCEGAHAN &
INSPEKSI BAGIAN-BAGIAN DARI
PERALATAN 65
13.1. Maksud 65
13.2. Ruang Lingkup/Cakupan 65
13.3. Inspeksi-Inspeksi 66
13.4. Kode Warna 66
13.5. Tools/Equipment yang rusak 67
13.6. Perawatan Peralatan Kendaraan 67

14. PROSEDUR PENYEGELAN 99


15. SISTIM IJIN KERJA (WORK PERMIT
SYSTEM) 102
17.1. Pendahuluan 102
17.2. Peraturan pekerjaan Khusus 104
17.3. Pedoman dalam Melaksanakan
Pekerjaan Khusus 105
17.4. Penolakan Bekerja 106
Hal. 5
17.5. 3 Safety Golden Rules 108
16. PELATIHAN (TRAINING) 108
17. PROGRAM INSENTIF
KESELAMATAN KERJA 110
19.1. Tujuan 110
18. TINDAKAN DISIPLIN 111
20.1. Tujuan 111
20.2. Umum 111
20.3. Penegasan/Penegakan 113
20.4. Dokumentasi 113
19. PERALATAN PERLINDUNGAN
PERORANGAN/ PERSONAL
PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) 114
21.1. Pelindungan Kepala (Hard hat) 115
21.2. Pelindung Penglihatan dan
Wajah 115
21.3. Pelindung Kaki 116
21.4. Pelindung Pendengaran 117
21.5. Pelindung Mata 117
21.6. Pelindung Tangan 119
21.7. Pelindung Pernafasan 120
21.8. Pelindung Jatuh dari Ketinggian 121
21.9. Pelampung 122
20. PERALATAN PERTOLONGAN
PERTAMA 123
22.1. Menghentikan Pendarahan 125
22.2. Pertolongan Nafas Buatan dari
Mulut-ke-Mulut (Mouth-Mouth
Resucitation) 126
22.3. Membantu Denyut Jantung 127
22.4. Penderita Shock/Terkejut 128
22.5. Tersedak Makanan 128
22.6. Menolong Penderita Keracunan 128
Hal. 6
21. TRUCK-TRUCK FORKLIFT
(FORKLIFT TRUCK) 130
23.1. Ketentuan Umum 130
23.2. Ketentuan Pengoperasian 131
23.3. Selama Pengoperasian Forklift 132
23.4. Alat Angkut Forklift Tanpa
Pengawasan (Di luar Pandangan
Operator) 133
23.5. Prosedur Mengoperasikan
Forklift dan Kendaraan
Perusahaan 134
22. PEKERJAAN PENGELASAN DAN
PEMBAKARAN 136
24.1. Pendahuluan 136
24.2. Mengelas 137
24.3. Membakar 138
24.4. Ventilasi dan Perlindungan 138
23. PERALATAN PENGECATAN 139
25.1. Umum 139
25.2. Peralatan Pengecatan
Bertekanan 140
25.3. Peralatan Pengecatan Hampa
Udara 141
24. PROSEDUR DAN PETUNJUK
MEMASUKI RUANG
TERBATAS/TERTUTUP 142
26.1. Tujuan 142
26.2. Definisi Umum Ruang Terbatas/
Tertutup 142
26.3. Mengenali Ruang Terbatas/
Tertutup 143
26.4. Tanggung Jawab dan Wewenang 144
26.5. Persyaratan Umum 145
26.6. Potensi Bahaya Ruangan
Terbatas 145
Hal. 7
26.7. Persyaratan Sebelum Masuk 148
26.8. Isolasi 149
26.9. Pembuangan Isi 149
26.10. Pembilasan 150
26.11. Ventilasi 150
26.12. Penyajian/Pemantauan 151
26.13. Ijin 151
26.14. Peralatan Perlindungan
Perorangan 152
26.15. Pekerja Siap 152
26.16. Kondisi Masuk Ruangan
Terbatas 153
26.16.1. Terlalu Berbahaya
Untuk Dimasuki 153
26.16.2. Diijinkan Masuk
dengan Alat
Pernafasan 153
26.16.3. Diijinkan Masuk
dengan Tanpa Alat
Pernafasan 154
26.17. Persyaratan Lain 155
26.18. Perkecualian 155
25. TABUNG-TABUNG GAS
BERTEKANAN (PRESSURIZED GAS
CYLINDERS) 156
27.1. Penanganan Tabung Gas
Bertekanan 156
27.2. Pemakaian Tabung Industri untuk
Gas Bertekanan 157
27.3. Cara Menyimpan dan Menangani
Tabung-Tabung Gas (Gas
Cylinders) 159
26. PERKAKAS-PERKAKAS TANGAN
(HAND TOOLS) 161

Hal. 8
27. KEBIJAKAN HOUSE KEEPING 180
30.1. Pendahuluan 180
30.2. Tempat Kerja 181
30.3. Minyak dan Gemuk 182
30.4. Penggunaan dan Penyimpanan
Peralatan 184
30.5. Pakaian Kerja 183
30.6. Keuntungan dari Housekeeping
yang Baik 183
30.7. Kerugian dari Housekeeping
yang Jelek 184
30.8. Pengelolaan Limbah 184
30.8.1. Tujuan 184
30.8.2. Limbah Konstruksi 185
30.9. Penyaluran Sisa-sisa Material 185
30.9.1. Tujuan 185
30.9.2. Umum 185
30.9.3. Kardus 186
30.9.4. Kertas 186
30.9.5. Plastik 186
30.9.6. Kayu 186
30.9.7. Minyak/Olie 186
30.9.8. Logam 186
28. JALAN MASUK YANG AMAN (SAFE
ACCESS) 187
29. TANGGA-TANGGA (LADDERS) 187
30. KELUAR MASUK PERANCAH
SECARA UMUM (GENERAL
ACCESS SCAFFOLDS) 189
33.1. Pendahuluan 189
33.2. Perancah (Scaffolding) 191
33.3. Perancah Beroda 193
31. SAND BLASTING 193

Hal. 9
32. OPERASI RADIOGRAPHY 194
35.1. Umum 194
35.2. Daerah Terbatas 195
35.3. Penyimpanan Material Radioaktif 195
35.4. Batasan Dosis 195
35.5. Radiasi 196
33. PERMESINAN (MACHINERY) 196
36.1. Pendahuluan 196
36.2. Prosedur Keselamatan untuk
Menghidupkan dan Mematikan
Mesin 197
36.3. Pelindung Mesin 198
36.4. Peralatan yang Memerlukan
Perlindungan 198
34. PROSEDUR TUMPAHAN DAN
KEBOCORAN 199
37.1. Tujuan 199
37.2. Pencegahan 199
37.3. Pelaporan 200
35. PENYIMPANAN DAN PENYALURAN
CAIRAN MUDAH TERBAKAR DAN
MUDAH MENYALA 200
38.1. Tujuan 200
38.2. Cairan Mudah Terbakar 200
38.3. Cairan Dapat Menyala 201
38.4. Titik Nyala 201
38.5. Jeriken/Wadah Pengaman 201
38.6. Penyimpanan 201
38.7. Penanganan 202
38.8. Penyaluran/Pembuangan 203
38.9. Perlindungan Kebakaran 204
36. GALIAN-GALIAN DAN PARIT-PARIT 204
37. HOISTS 206
Hal. 10
38. PENYELIDIKAN KECELAKAAN,
INSIDEN DAN PELAPORANNYA 207
41.1. Laporan Kecelakaan dan Insiden 207
41.2. Penyelidikan Kecelakaan dan
Insiden 207
39. KEBAKARAN (FIRE) 208
40. TANGGUNG JAWAB KEADAAN
DARURAT (EMERGENCY
RESPONSIBILITY) 209
43.1. Pendahuluan 209
43.2. Pencegahan dan Perlindungan
Terhadap BAHAYA
KEBAKARAN dan Kewaspadaan
Menghadapi KEADAAN
DARURAT 210
43.3. Tindakan Departemen HSE
Setelah Menerima
Pemberitahuan Keadaan Darurat 214
41. KESELAMATAN KERJA DI KANTOR 215
44.1. Pendahuluan 215
44.2. Peralatan yang Menggunakan
Tenaga Listrik 215
44.3. Akses 216
42. KESIMPULAN 216
43. KODE SIRINE (SULING/ALARM
CODE 219
44. EMERGENCY TELEPHONE
DIRECTORY 221
45. REFERENSI 222
46. HALAMAN PENGAKUAN 223

Hal. 11
Hal. 12
Prakata
Kecelakaan-kecelakaan di tempat kerja, disekitar
operasi perusahaan dan kecelakaan pada
umumnya salah satu penyebab utama kerugian
dan kehilangan di mana adanya tambahan
BIAYA tak terduga sebagai dampak dari
hilangnya waktu kerja, kehilangan proses
produksi, Reputasi, Kepercayaan dan denda.
Fakta menyebabkan bahwa tindakan dan kondisi
di bawah standar hanya sebagai gejala-gejala
dari penyebab-penyebab yang sesungguhnya
yaitu FAKTOR-FAKTOR PERSONAL dan
FAKTOR-FAKTOR PEKERJAAN; hal-hal ini
meliputi antara lain:

Faktor-Faktor Personal

Pengawasan tidak memadai; Engineering tidak


memadai; Pembelian/Pengadaan tidak memadai;
Perawatan tidak memadai; Perkakas – Peralatan
– Material tidak cukup; Standar-Standar tidak
memadai; Keusangan; Penyalah-gunaan atau
Menyalah gunakan.

Buku pegangan ini tidak hanya sekedar petunjuk


bagaimana kita bekerja dengan baik tetapi juga
memberi petunjuk untuk berperilaku yang
menuntun kearah bekerja/ bertindak dengan
aman, baik pada waktu bekerja maupun diluar
pekerjaan.
Buku ini berkaitan dengan Komitmen kami
mengenai keselamatan dan keamanan yang
tercantum dalam:

Hal. 13
Pernyataan Kebijakan PT INDO PETRO
PERKASA Sistem Manajemen K3LL (yang
saat ini diterapkan sebagai dasar, awal dari
peningkatan dan pengembangan SISTEM
MANAJEMEN yang semakin baik di masa
yang akan datang)

Kami Manajemen PT INDO PETRO PERKASA


akan senantiasa memperbaiki buku pedoman ini
sejalan dengan prestase yang kita raih. Prestase
yang mana adalah hasil akibat dari dukungan,
partisipasi dan kontribusi dari segenap karyawan
& karyawati; para klien dan lingkungan di mana
kita melakukan aktivitas.

Hal. 14
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN
SEPATAH KATA OLEH DIREKTUR:

Kepada: seluruh Karyawan-karyawati PT INDO


PETRO PERKASA

Adalah merupakan tanggungjawab bersama antara


Perusahaan dan Karyawannya untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja, dan menanggulangi
bersama bilamana ternyata terjadi kecelakaan yang
mengakibatkan kerugian baik secara moril maupun
materil.

Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan kesalahan


sebagian besar 98% oleh faktor MANUSIA dimana
KONDISI di bawah standar adalah kontribusi dari
TINDAKAN-TINDAKAN dibawah standar. Dalam
menerapkan Sistem Manajemen K3LL, kita
menempatkan Keselamatan Kerja pada prioritas utama
yang diperlakukan sama penting dengan Mutu, Moral,
Biaya dan Produksi. Dalam keadaan bahaya
Keselamatan Kerja harus menjadi pertimbangan utama.
Untuk itulah perlu ditetapkan adanya cara-cara
penanggulangan seperti:

- Penanaman rasa tanggungjawab dan


kesadaran kepada semua karyawan untuk
bekerja dengan aman sesuai dengan
pedoman atau Undang Undang Keselamatan,
Kesehatan Kerja (K3) yang telah dikeluarkan
oleh Pemerintah Republik Indonesia, serta
segala ketentuan Tata tertib yang telah
dikeluarkan oleh Perusahaan. Elemen
MANUSIA adalah Elemen Sistem yang paling
kritis dari ke 3 Elemen Sistem lainnya, yaitu:
PERALATAN, MATERIAL DAN LINGKUNGAN.
Hal. 15
Ke tiga Elemen Sistem ini di kontrol, diawasi
atau dikelola oleh Elemen Sistem MANUSIA
(MANAJEMEN)

- Analisa atau penyelidikan atas segala sebab-


sebab apabila terjadi kecelakaan kerja guna
penanggulangan dikemudian hari agar tidak
lagi terjadi kecelakaan yang serupa, serta
melakukan perbaikan-perbaikan pada
kelemahan SISTEM yang telah menyebabkan
terjadinya kecelakaan. Melalui pengalaman-
pengalaman kecelakaan-kecelakaan kerja
yang terjadi ditempat kerja dimana saja, kita
menemukan adanya kontak-kontak,
penyebab-penyebab langsung (Tindakan-
Tindakan dan Kondisi-Kondisi dibawah
standar) sebagai faktor-faktor yang
menunjukkan GEJALA-GEJALA dari Faktor-
Faktor yang sesungguhnya atau asal usul
sebab (Faktor-Faktor Personal dan
Pekerjaan). Melalui asal usul sebab
memungkinkan bagi kita untuk
mengindetifikasi kelemahan-kelemahan
pengawasan MANAJEMEN (Sistem, Standar
dan Pemenuhan kepada Standar).

- Secara periode melakukan pemeriksaan pada


titik atau bagian yang mempunyai potensi
terhadap kecelakaan kerja, dan bilamana
diperlukan melakukan peninjauan kembali
terhadap jadual dan cara/metode kerja serta
melakukan tindakan secepatnya atas temuan
yang ada, guna menghindari terjadinya
kecelakaan kerja sekecil mungkin hingga nihil
cedera, kerusakan harta benda, kerugian
proses produksi dan kerusakan lingkungan.

- Pembuatan rencana tindakan darurat beserta


penanggulangan dan pelatihannya yang
Hal. 16
mempunyai nilai efektifitas tinggi terhadap
kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan. Sehingga dapat, mengurangi
terjadinya dampak negatif dikemudian hari.

- Perusahaan akan memberikan pelatihan


Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan
Lingkungan (K3LL) kepada seluruh karyawan
yang ada.

Tanggal dikeluarkan: 01 Agustus 2018


Ditandatangani oleh:

MUHTIYONO
Direktur Utama

Hal. 17
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN

PERNYATAAN KEBIJAKAN
Manajemen PT INDO PETRO PERKASA sepakat dengan
suatu komitmen utama dan berkelanjutan dalam hal
melindungi karyawan sebagai asset terpenting
perusahaan, harta milik perusahaan dan Lindungan
Lingkungan dari suatu kerugian yang tidak diharapkan
oleh semua pihak. Tujuan dari komitmen ini bukan
hanya sekedar untuk memenuhi standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja, melainkan juga untuk bertindak
secara positif dalam hal mencegah cedera, sakit
penyakit, kerusakan harta benda dan kerugian yang
timbul dari operasi-operasi kerja PT INDO PETRO
PERKASA

Saya akan senantiasa menyiapkan dan memelihara


keamanan dan lingkungan kerja yang sehat seperti
yang ditunjukkan dengan dapat diterimanya praktek-
praktek bisnis yang memenuhi syarat-syarat hukum
(legislative) serta berusaha keras secara bersungguh-
sungguh untuk mengurangi bahaya-bahaya apa saja
yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran,
kerusakan terhadap harta milik, cidera terhadap
manusia/ sakit penyakit akibat kerja dan kerusakan
lingkungan sebagai konsekwensi dari hal memenuhi
tanggung jawab ini.

Demi tercapainya maksud dan tujuan dari komitmen ini,


dan untuk menjaga agar lingkungan kerja tetap baik
dimana keselamatan dijadikan sebagai prioritas utama,
Manajemen PT INDO PETRO PERKASA dalam hal ini
mengeluarkan pernyataan kebijakan:
 Saya sangat mengharapkan kepada setiap
karyawan untuk melaporkan semua kasus-
kasus kecelakaan atau hampir celaka dan
Hal. 18
bertanggung jawab untuk melakukan
pekerjaan dengan aman sesuai dengan
Undang-Undang K3LL dari pemerintah
Republik Indonesia serta peraturan
perusahaan. Partisipasi dan kontribusi semua
karyawan sangat menentukan keberhasilan
kita untuk meraih kinerja K3LL yang
memuaskan.
 Untuk mencapai keberhasilan program
keselamatan kerja, adalah merupakan
tanggung jawab tiap-tiap manajer atau
pengawas untuk menerima dan membuat
agar pekerjaan yang dilakukannya bebas dari
kecelakaan. Melakukan penyelidikan semua
kecelakaan, keadaan hampir celaka dan
semua penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi dengan tujuan untuk mengetahui dan
menghilangkan akar penyebabnya (asal usul
penyebabnya) dan melaksanakan tindakan
perbaikan dengan segera.
 Melaksanakan inspeksi-inspeksi terencana
secara berkala untuk mengetahui dan
mengurangi potensi-potensi bahaya serta
melaksanakan audit sesuai dengan schedule
dan menindak lanjuti hasil temuan untuk
mencegah kecelakaan sedini mungkin.
 Mengembangkan perencanaan tindakan
darurat beserta prosedur penanggulangan
yang efektif, untuk mendukung program
keselamatan kerja, kesehatan ditempat kerja
dan lindungan lingkungan atau bersifat
keamanan, dengan demikian akan
mengurangi dampak negatif terhadap
perusahaan, klient (mitra kerja), lingkungan
permukiman masyarakat umum dan lain-
lainnya.
 Mengusulkan, menyiapkan dan melaksanakan
pelatihan bagi seluruh karyawan dan
mendorong mereka untuk memberikan
Hal. 19
masukan-masukan dengan cara berbagi
informasi melalui sistem komunikasi dua
arah, dengan cara yang tepat untuk
perbaikan masalah kesehatan, keselamatan
kerja dan lindungan lingkungan.

Saya percaya bahwa kita semua telah menyepakati


bersama-sama untuk mencegah kecelakaan,
mengurangi bahaya, melindungi harta milik, melindungi
lingkungan sebagai suatu falsafah hidup kita.

Aturan Kebijakan ini beserta implementasinya akan


ditinjau setiap tahun dan akan dikeluarkan kembali jika
perlu untuk dilakukan perubahan-perubahan dalam
rangka peningkatan kinerja K3LL Perusahaan.

Tanggal dikeluarkan: 01Agustus 2018


Ditandatangani oleh:

Muhtiyono
Direktur Utama

Hal. 20
OBAT-OBATAN TERLARANG, ALKOHOL,
SENJATA TAJAM/API DAN BAHAN
PELEDAK
Pernyataan Kebijakan Perusahaan
Kepada: seluruh Karyawan-karyawati PT INDO
PETRO PERKASA

Bersama ini dinyatakan serta ditetapkan kebijakan


Perusahaan dalam hal OBAT-OBATAN TERLARANG,
ALKOHOL, SENJATA TAJAM/API DAN BAHAN
PELEDAK.

Menggunakan, memiliki, mentransportasikan atau


menjual obat-obatan, obat bius (tanpa resep dokter),
minuman keras ilegal, minuman beralkohol, senjata-
senjata tajam, senjata-senjata genggam, senjata yang
mematikan, atau bahan-bahan peledak yang diluar
kewenangan sewaktu memasuki daerah kerja
perusahaan atau dalam kendaraan perusahaan, adalah
tidak dibenarkan serta dikategorikan sebagai
pelanggaran berat.

Adalah merupakan tanggungjawab bersama antara


Perusahaan dan seluruh Karyawan untuk melindungi
lingkungan kerjanya maupun lingkungan sekitarnya
(masyarakat umum).

Pelanggaran terhadap kebijakan ini akan mendapatkan


tindakan tegas, dan dapat berakibat pemutusan
hubungan kerja (PHK).

Tanggal dikeluarkan: 01 Agustus 2018


Ditandatangani oleh:

Muhtiyono
Direktur Utama
Hal. 21
PEMERIKSAAAN KESEHATAN TENAGA
KERJA
DALAM PENYELENGGARAAN
KESELAMATAN KERJA

PERNYATAAN KEBIJAKAN
PERUSAHAAN

Manajemen PT INDO PETRO PERKASA memiliki


suatu komitmen untuk mensosialisasikan dan
melaksanakan:

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan


Transmigrasi
No. PER. 02/Men/1980

Tentang

“PEMERIKSAAN KESEHATAN TENAGA KERJA


DALAM PENYELENGGARAAN KESELAMATAN
KERJA, kepada setiap karyawan”

Kami menyadari:

 Bahwa keselamatan kerja yang setinggi-


tingginya dapat dicapai bila antara lain
kesehatan tenaga kerja berada dalam taraf
yang sebaik-baiknya.

 Bahwa untuk menjamin kemampuan fisik dan


kesehatan tenaga kerja yang sebaik-baiknya
Hal. 22
perlu diadakan pemeriksaaan kesehatan yang
terarah.

Untuk itu, partisipasi dan keterlibatan unsur-unsur


manajemen dalam proses dan operasi perusahaan yang
berhasil, aman dan selamat akan lebih mendorong
terwujudnya tingkat kesehatan dan kesejahteraan
karyawan ke arah yang lebih baik.

Tanggal dikeluarkan: 01 Agustus 2018


Ditandatangani oleh:

Muhtiyono
Direktur Utama

Hal. 23
TANGGUNG JAWAB KESEHATAN,
KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL)

ORGANISASI DAN PENGATURANNYA

Kegiatan operasi PT INDO PETRO PERKASA meliputi


suatu koordinasi internal maupun eksternal yang luas
dengan kegiatan meliputi General Contractor Service
serta pelayanan-pelayanan lainnya yang mempunyai
potensi untuk terjadinya kecelakaan ataupun
pencemaran lingkungan. Untuk menghindari terjadinya
suatu kecelakaan, insiden/nearmiss dan
penyimpangan-penyimpangan/anomalies diperlukan
adanya suatu organisasi yang efektif efsien dalam
mengelola sebagai suatu tindak lanjut masalah
kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan (K3LL) adalah faktor utama.

PT INDO PETRO PERKASA mempunyai suatu


organisasi serta komitmen dan kepemimpinan jajaran
para manajemen dan pengawas lini lainnya. Dengan
tujuan menjaga tempat kerja selalu aman dan
pelaksanaan operasi dapat menghindari terjadinya
suatu pengaruh buruk terhadap lingkungan, maka
menjadi faktor utama tanggung jawab manajemen kunci
motivator terhadap K3LL adalah sebagai berikut:

DIREKTUR UTAMA

Tanggung jawab Direktur Utama secara keseluruhan


adalah untuk memastikan bahwa semua pelaksanaan
operasi PT INDO PETRO PERKASA dilaksanakan
dengan memperhatikan K3LL. Direktur dalam mencapai
sasaran ini dengan melalui sistem konvensional dari
jajaran manajemen sampai ke lini bawah, melalui
General/Operation Manager, Project Manager,
Personnel Manager, Site Manager, Supervisor dan
akhirnya sampai ke jajaran karyawan. Untuk
memastikan efektifitas sistem ini, Direktur Utama akan
Hal. 24
memastikan bahwa suatu sistem dan pertemuan-
pertemuan kelompok diadakan dan dimana setiap
karyawan akan mempunyai kesempatan untuk
mengemukakan pendapatnya dan memberikan usulan
guna perbaikan K3LL di lingkungan perusahaan
dengan demikian teraplikasi menjadi ideologi.

Direktur memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk


mengawasi/mengatur komitmen-komitmen kesehatan
dan keselamatan kerja:

 General/Operation Manager di bawah Direktur


mempunyai tanggung jawab keseluruhan terhadap
semua masalah-masalah yang timbul di bawah
pengawasan atau kontrolnya.
 Setiap Project Manager di bawah
General/Operation Manager mempunyai tanggung
jawab terhadap semua masalah-masalah yang
timbul di bawah pengawasan atau kontrolnya
(dalam hal ini adalah proyek di bawah
pengawasannya).
 Semua Site Manager di bawah Project Manager
mempunyai tanggung jawab terhadap semua
masalah-masalah yang timbul di bawah
pengawasan atau kontrolnya.
 Semua Penyelia/Supervisor di bawah para Site
Manager mempunyai tanggung jawab terhadap
semua masalah-masalah yang timbul di bawah
pengawasan atau kontrolnya.
 Semua para karyawan dan anggota-anggota staff
mempunyai suatu tanggung jawab terhadap
keselamatan kerja diri mereka sendiri dan orang
lain.

Pengawasan/pengaturan Direktur dari hal kesehatan


dan keselamatan kerja akan:

 Melakukan suatu peninjauan tahunan dari hal


kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja
melalui laporan-laporan dari para manager, kinerja

Hal. 25
keselamatan secara umum dan catatan-catatan
kecelakaan.
 Jika perlu mengatur rencana untuk merevisi
pernyataan kebijakan K3LL yang telah dibuat.
 Memastikan bahwa sumber-sumber tersedia dan
digunakan untuk semua level-level staff, untuk
menerima pelatihan yang layak dan atau instruksi.

GENERAL/OPERATION MANAGER

General/Operation Manager akan:

a. Memastikan/menjamin pelaksanaan dari


kebijakan itu di dalam divisi mereka.
b. Menyadari dan menyesuaikan diri kepada
persyaratan-persyaratan dari perencanaan
kesehatan dan keselamatan kerja di tempat
kerja Client (Pertamina VICO, EMP, Medco
Energy dll).
c. Memastikan/menjamin bahwa semua staffnya
menyadari dari hal kebutuhan untuk bekerja
sesuai dengan semua prosedur-prosedur
keadaan darurat atau kebakaran yang
ditentukan oleh departemen Client, yaitu
HSES (Health, Safety and Environmental
System).
d. Memastikan/menjamin bahwa staffnya dan
perwakilan-perwakilan PT INDO PETRO
PERKASA lainnya memiliki sumber-sumber
dalam hubungannya dengan waktu,
transportasi yang aman, rencana yang aman
dan peralatan pelindung yang memenuhi
pedoman kebijakan dan persyaratan-
persyaratan keselamatan kerja dari Client.
e. Memastikan/menjamin bahwa tunjangan
disediakan terhadap provisi dari sumber yang
cukup untuk memuaskan semua persyaratan
kesehatan dan keselamatan kerja.
f. Memastikan/menjamin peralatan pertolongan
pertama memadai dan fasilitas kesejahteraan

Hal. 26
tersedia untuk staffnya sebagaimana
diperlukan oleh peraturan-peraturan
perundang-undangan yang relevan.
g. Memastikan/menjamin bahwa semua level
staff dalam divisi itu menerima pelatihan yang
layak/pantas dan instruksi yang dapat
diaplikasikan.
h. Melakukan tindakan disipliner sebagaimana
mungkin pantas terhadap anggota staff
siapapun yang mengabaikan tanggung
jawab-tanggung jawab Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.
i. Memastikan/menjamin bahwa konsultasi-
konsultasi berkala dilaksanakan antara
manajemen dan staff berkenaan dengan
masalah-masalah Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.
j. Melaporkan sebagaimana diperlukan kepada
Direktur yang bertanggung jawab terhadap
Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

MANAGER LINI DAN PENGAWAS

Para Manager Lini dan Para


Pengawas/Penyelia/Supervisor akan:

 Bertanggung jawab dan memastikan kepada


setiap karyawan dibawah pengawasannya untuk
benar-benar mengikuti semua aturan yang telah
ditentukan serta melakukan check dan kontrol
terhadap pelaksanaan kerja di lapangan dan
memastikan bahwa setiap karyawan harus bekerja
dengan aman, baik untuk diri pribadi, orang lain
maupun terhadap harta milik perusahaan.
 Mengetahui kebijakan perusahaan yang
berkenaan dengan perlindungan dari para
karyawan dan publik bersama-sama dengan
peraturan-peraturan perundang-undangan yang
dapat diaplikasikan sebagaimana mungkin yang
relevan.

Hal. 27
 Ketika bekerja di tempat kerja Client, bekerja
sama sepenuhnya dengan Departemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (HSE) dan jika
dapat diaplikasikan ijin untuk Sistim Kerja.
 Kenalilah dan bekerja sesuai dengan semua
prosedur-prosedur keadaan darurat dan
kebakaran yang relevan, yang ditetapkan oleh
Client atau pejabat setempat.
 Memantau sebagaimana layaknya Keselamatan
jalan masuk permesinan, transportasi, peralatan-
peralatan atau tempat dari pekerjaan yang
digunakan oleh personel PT INDO PETRO
PERKASA
 Menginstruksikan staff yang baru pada bahaya-
bahaya khusus dari pekerjaan itu.
 Ketika mengeluarkan instruksi-instruksi,
pastikan/menjamin bahwa praktek kerja yang
aman dicukupi dan instruksi-instruksi itu dipatuhi.
 Memastikan/menjamin bahwa instrumen-
instrumen dan peralatan yang benar disediakan
untuk pekerjaan itu.
 Memastikan/menjamin bahwa peralatan pelindung
diri personel yang layak (PPE) dan pakaian kerja
disediakan dan digunakan.
 Memastikan/menjamin kecukupan pengaturan-
pengaturan dari alat perlindungan pertolongan
pertama termasuk ketersediaan peralatan
pertolongan pertama di kendaraan-kendaraan.
 Melapor segera kepada Manager Lini atau
Pengawas:
a. Kecelakaan-kecelakaan apapun, kejadian-
kejadian yang berbahaya atau kehilangan
waktu oleh karena pekerjaan yang berkaitan
dengan sakit-penyakit.
b. Kesukaran-kesukaran serius apapun dalam
pelaksanaan kebijakan Keselamatan Kerja
Perusahaan.
 Tetapkan suatu contoh yang baik.

Hal. 28
SITE MANAGER

Bertanggung jawab terhadap penanganan K3LL


disemua kegiatan di bawah pengendaliannya. Dalam
mengemban tugas ini, mereka akan memastikan bahwa
tanggung jawab khusus tentang K3LL yang diemban
bawahan mereka dinyatakan secara jelas dalam setiap
rincian pekerjaan dimana mereka akan dinilai setiap
tahun.

PERSONNEL MANAGER (HRD MANAGER)


Bertanggung jawab dalam pengembangan program
pelatihan karyawan PT INDO PETRO PERKASA yang
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing
departemen sebagaimana ditentukan dan disetujui oleh
masing-masing Departemen Manager. Personnel
Manager juga bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa permintaan kebutuhan pelatihan khusus dalam
rangka meningkatkan sumber daya manusia terpenuhi
dengan menyertakan program pelatihan manajemen
kesehatan, keselamatan K3LL.

HSE OFFICER

Bertanggung jawab dalam bagian HSE yang akan


menyediakan dukungan teknis tentang HSE serta
pedoman kepada jajaran manajemen untuk semua
aktifitas HSE.

HSE Officer bertanggung jawab dalam mempromosikan


dan memperkenalkan sistim yang dirancang untuk
memperbaiki kinerja K3LL serta menilai dan memantau
aktifitasnya.

SEMUA STAFF DAN KARYAWAN

Semua staff dan para karyawan dari perusahaan


diperlukan untuk:
 Mengetahui tanggung jawab mereka sendiri.

Hal. 29
 Bekerjasama dengan perusahaan dalam
implementasi/pelaksanaan dari keselamatan kerja.
 Mengamati peraturan-peraturan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja ketika berada di tempat-tempat
kerja Client.
 Seluruh karyawan yang bekerja di PT INDO
PETRO PERKASA berperan serta dalam
melaksanakan kebijakan perusahaan dalam hal
K3LL. Setiap individu dituntut untuk memelihara
kesehatan dan keselamatan masing-masing serta
kesehatan dan keselamatan orang lain, selama
berada di tempat kerja. Setiap karyawan juga
diharapkan untuk berperan serta aktif dalam
program K3LL yang dicanangkan oleh PT INDO
PETRO PERKASA dengan mentaati semua
aturan-aturan dan prosedur serta mendukung
inisiatif PT INDO PETRO PERKASA untuk
memperbaiki bidang kegiatan yang sangat penting
ini.

Hal. 30
PERATURAN UMUM KESEHATAN,
KESELAMATAN KERJA DAN
LINDUNGAN LINGKUNGAN
1 Semua karyawan harus mematuhi tanda-tanda
larangan, petunjuk dan ketentuan keselamatan
kerja.
2 Tidak diperkenankan bersenda gurau,
mengganggu pihak lain, berkelahi atau berbuat
sesuatu yang tidak dapat dipertanggung
jawabkan. Bersenda gurau atau berkelahi di
tempat-tempat kerja perusahaan (company) tidak
diperkenankan.
3 Apabila anda tidak berwenang, anda jangan
menggunakan, merubah atau memperbaiki suatu
peralatan.
4 Pakailah alat pelindung diri perorangan yang telah
ditentukan. Pelihara dan jaga agar selalu dalam
keadaan baik.
5 Pakailah peralatan yang benar untuk suatu
pekerjaan dan gunakanlah dengan aman.
6 Laporkanlah kepada atasan anda atau kepada
pihak yang terkait serta dapatkan pertolongan
pertama dengan segera apabila anda atau
peralatan yang dijalankan mengakibatkan
terjadinya suatu kecelakaan tanpa memandang
sekecil apapun. Semua cidera dan/atau insiden-
insiden tanpa memandang bagaimanapun
ringannya, harus dilaporkan segera kepada
pengawas anda dan jika perlu, dirawat di fasilitas
medis terdekat yang sesuai.
7 Jagalah kebersihan dan kerapian lingkungan kerja
anda. Letakkan segala sesuatunya pada tempat
yang benar. Penempatan yang salah akan
Hal. 31
mengakibatkan cidera dan membuang-buang
waktu.
8 Tidak diperkenankan berlari, kecuali dalam
keadaan darurat. Hati-hatilah bila sedang berjalan
dan selalu waspada terhadap adanya pergerakan
peralatan dan orang disekitar anda.
9 Bila mengangkat barang berjongkoklah didekat
barang yang akan diangkat. Pegang beban
tersebut dengan kuat, tegak luruskan selalu
punggung anda dan angkatlah pelan-pelan dengan
menggunakan kaki anda. Jangan menyentak atau
berputar. Mintalah bantuan untuk mengangkat
barang yang berat atau besar.
10 Laporkan segera kepada pihak yang berwenang
apabila ditemukan kondisi atau cara kerja yang
menurut anda dapat mengganggu keselamatan
dan menyebabkan terjadinya kecelakaan. Setiap
karyawan harus melaporkan segera kondisi-
kondisi atau praktek-praktek yang tidak aman
apapun kepada pengawas mereka. Peralatan yang
tidak aman harus diberi label untuk penggunaan.
11 Berpikirlah sebelum bertindak, jangan mencoba-
coba, bila anda ragu terhadap sesuatu yang dapat
mengganggu pikiran anda tentang kesehatan,
Keselamatan atau kesejahteraan, BERTANYALAH.
12 Semua kebakaran, tanpa memandang
bagaimanapun kecilnya, harus dilaporkan segera
kepada pengawas anda.
13 Sabuk-sabuk pengaman harus dipakai oleh semua
penumpang kendaraan-kendaraan perusahaan
(company), termasuk kendaraan-kendaraan sewa.
Pengemudi-pengemudi bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa semua penumpang sedang
mengenakan sabuk-sabuk pengaman sebelum
menjalankan kendaraannya.
Hal. 32
14 Menggunakan, memiliki, mentransportasikan atau
menjual obat-obatan/obat bius/minuman keras
ilegal, minuman beralkohol, senjata-senjata
genggam, senjata yang mematikan, atau bahan-
bahan peledak yang diluar kewenangan sewaktu
memasuki daerah kerja perusahaan atau dalam
kendaraan perusahaan adalah tidak
diperkenankan.
15 Merokok hanya diijinkan pada daerah-daerah yang
ditentukan.
16 Kapan saja suatu perlengkapan keselamatan kerja
disingkirkan dari pelayanan (servis) dan/atau
rusak, pengawas yang bersangkutan harus
diberitahu, perlengkapan itu diberi label (tag) dan
tindakan itu didokumentasikan sepantasnya.
17 Tak ada pekerjaan boleh dimulai/dilakukan di
daerah manapun atau pada peralatan manapun,
tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari
seorang yang berwenang/penanggung jawab.
Jangan mengoperasikan suatu peralatan bila anda
tidak terlatih.
18 Tidak diperkenankan mengoperasikan peralatan
yang memiliki/terpasang suatu tag (label)
“Berbahaya, jangan dioperasikan”.
19 Di bawah operasi-operasi normal, semua
permesinan yang dioperasikan dan alat-alat
penghubung elektrik, harus semua memiliki
pelindung-pelindung keselamatan kerja, tombol-
tombol dan alarm-alarm ditempatnya dan
berfungsi.
20 Semua block valves pada sistem-sistem pelepasan
tekanan harus dikunci atau posisi terbuka ber-seal.
21 Cincin-cincin tangan (perhiasan), pakaian yang
kedodoran, jam-jam tangan dan asesoris lainnya
yang kedodoran, tidak boleh dipakai ketika
Hal. 33
menjangkau dengan tangan dari pengoperasian
mesin atau alat penghubung elektrikal.
22 Udara bertekanan tidak boleh digunakan untuk
membersihkan badan seseorang atau pakaian atau
orang-orang lain.
23 Ketika menaiki atau menuruni tanga-tangga,
gunakan susuran tangga dan hanya menggunakan
tangga demi tangga. Berlarian di daerah-daerah
kerja, kecuali untuk maksud keadaan darurat;
tidak diperkenankan.
24 Semua personel, termasuk kontraktor dan tamu-
tamu, diwajibkan untuk memakai topi pengaman
yang disetujui pada semua daerah yang
ditentukan, termasuk operasi-operasi lapangan.
25 Kaca mata-kaca mata yang disetujui (pelindung-
pelindung sisi mata yang dianjurkan) atau gogles
adalah mutlak digunakan pada daerah yang
ditentukan menggunakan pelindung mata.
26 Jenis pelindung mata yang sesuai (kaca mata-kaca
mata pengaman, gogles dan/atau perisai wajah)
harus dipakai selama menggerinda, pengelasan,
pengeboran, chipping, scraping atau operasi
apapun dimana benda-benda asing kemungkinan
masuk ke mata. Orang-orang yang membantu
pada atau sedang mengamati operasi-operasi
tersebut diatas harus juga memakai pelindung
mata yang sesuai.
27 Pelindung mata atau wajah yang sesuai, sarung-
sarung tangan karet dan apron-apron harus
dipakai oleh personel yang sedang menangani
bahan-bahan kimia atau cairan-cairan berbahaya.
28 Pelindung pendengaran harus digunakan kapan
saja di daerah sangat bising (85 dBA) atau lebih
tinggi, atau dimana peringatannya terpasang.

Hal. 34
29 Sepatu-sepatu dari mutu yang baik, yang cocok
untuk kondisi-kondisi pekerjaan harus dipakai
pada pekerjaan itu. Sepatu-sepatu berpelindung
jari-jari kaki-besi baja diwajibkan dipakai pada
daerah-daerah yang telah ditentukan. Sepatu-
sepatu canvas (tennis) tidak diperkenankan untuk
dipakai pada operasi-operasi atau daerah-daerah
yang ditentukan. Sepatu-sepatu (atau boots)
tanpa tumit-tumit tidak diperkenankan.
30 Menggunakan hanya perkakas dan peralatan yang
pantas, yang terpelihara pada kondisi kerja yang
baik.
31 Peringatan-peringatan harus dipasang disekeliling
daerah-daerah kerja yang berbahaya, seperti
halnya lubang-lubang pada deck dan daerah-
daerah kerja, penggalian-penggalian parit,
pekerjaan berbahaya diatas kepala, atau tempat
penyimpanan yang berbahaya. Perijinan untuk
memasuki daerah-daerah ini harus dijamin hanya
oleh seseorang yang bertugas/berwewenang.
32 Pemanjatan atau berdiri pada peralatan, pipa atau
kerangan-kerangan dicegah. Perancah, tangga-
tangga atau ikat pinggang pengaman/harness
yang disetujui harus digunakan jika ketinggian
lebih dari 6 feet dari atas permukaan tanah.
33 Alat-alat Pemadam Api Ringan, kotak-kotak alarm,
kantong-kantong udara, tempat-tempat pencuci
mata, kotak P3K dan semua peralatan keadaan
darurat lainnya hárus berada pada kondisi yang
baik, diinspeksi secara teratur/berkala, dan tetap
bebas dari halangan-halangan apap
34 Transmisi-transmisi radio atau pengelasan dalam
jarak 500 ft dari daerah-daerah blasting atau
perforating tidak diperkenankan.
35 Mangkok-mangkok/keranjang-keranjang plastik
harus tidak digunakan sewaktu pengambilan
Hal. 35
bahan-bahan contoh dari hidrokarbon bertekanan.
Wadah-wadah contoh harus berlabel dengan jelas.
36 Tidak diperkenankan berjalan di atas tangki
kecuali daerah jalan yang telah ditentukan atau di
mana perlindungan disediakan.
37 Teknik-teknik pengangkatan yang pantas seperti
halnya menekuk lutut-lutut, penyediaan bantuan,
dan penggunaan dari alat-alat bantu angkat
mekanis harus digunakan pada pengangkatan
beban-beban.

Hal. 36
PT INDO PETRO PERKASA

Hal. 37
PERATURAN-PERATURAN DASAR
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA
DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN
(PETUNJUK DASAR KESELAMATAN
KERJA)

BASIC SAFETY RULES (SAFETY


MANUAL)
1. PENDAHULUAN

Petunjuk Dasar Keselamatan Kerja ini dibuat


dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan
karyawan dan karyawati maupun para sub-
kontraktor yang bekerja di bawah PT. Indo Petro
Perkasa, untuk dengan mudah mengerti,
memahami dan mengaplikasikan maksud dan
tujuan dari Buku Pedoman ini.

Petunjuk Dasar Keselamatan Kerja ini dikeluarkan


untuk digunakan oleh seluruh karyawan/karyawati
maupun para sub-kontraktor. Petunjuk Dasar
Keselamatan Kerja ini tidak mengambil tindakan
hukum atau mengesampingkan peringatan-
peringatan Keselamatan Kerja dan prosedur-
prosedur para Klien, tetapi minimal digunakan
untuk menumbuhkan kesadaran Keselamatan
Kerja seluruh karyawan dan sebagai referensi
pedoman arahan implementasi SMK3-K.

Manual keselamatan kerja ini tidak akan


menyelesaikan suatu permasalahan tentang
keselamatan kerja, namun hanya sebagai
petunjuk dasar saja dalam melakukan pekerjaan di
lapangan dengan aman. Tidak ada suatu jaminan
bahwa kita tidak akan mendapat kecelakaan, akan
tetapi dengan petunjuk peraturan pokok tentang
keselamatan kerja ini, kita akan dapat mengurangi
resiko-resiko mendapatkan kecelakaan.
Hal. 38
Pemegang wewenang dari buku pedoman ini
(HSE Manager) selain memberikan usul dan saran
untuk melakukan revisi-revisi terhadap dokumen
ini, juga harus memastikan bahwa buku pedoman
ini senantiasa berada pada kondisi-kondisi yang
baik dan halaman-halaman yang terlepas atau
hilang harus segera diperbaiki atau diganti.

2. KATA PENGANTAR

Petunjuk Dasar (Pedoman) Keselamatan Kerja ini


dimaksudkan sebagai tuntunan bagi karyawan
dalam masalah keselamatan kerja untuk
membantu dalam usaha pencegahan terhadap
bahaya kecelakaan. Semua karyawan
bertanggung jawab baik kepada diri sendiri,
keluarga maupun kepada karyawan lainnya untuk
melaksanakan praktek-praktek yang selalu
memperhatikan keselamatan dan akal sehat
terhadap semua kebiasaan kerja. Aspek yang
sangat penting dari Keselamatan Kerja yaitu di
mana tempat kerja dipantau dan
dikendalikan/diawasi dari hari-ke-hari. Siapapun
yang bertanggung jawab harus sadar dan perduli
terhadap Peraturan Perundang Undangan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat
kerja. Untuk memastikan bahwa semua pekerjaan
dilakukan dengan cara-cara yang aman di mana
perlu digaris bawahi bahwa seluruh alat atau
apapun dirawat sepantasnya bersama para wakil
yang ditunjuk oleh Departemen HSE yaitu
Kesehatan, Keselamatan dan Lindungan
Lingkungan. Kejadian-kejadian yang telah lalu
adalah merupakan pelajaran sebagai pedoman-
pedoman untuk menghapuskan bahaya-bahaya
umum di tempat kerja seperti jalan keluar-masuk
yang aman dan sistim yang aman dari setiap
pekerjaan adalah hal yang utama. Salah satu cara
untuk mengurangi kecelakaan-kecelakaan adalah
mengenali kondisi-kondisi atau tindakan-tindakan
Hal. 39
(praktek) yang tidak aman dan melakukan
tindakan-tindakan perbaikan (koreksi).

Petunjuk Dasar Keselamatan Kerja ini memuat


berbagai peraturan-peraturan dasar keselamatan
kerja dan rincian-rinciannya hanyalah merupakan
sejumlah petunjuk minimal mengenai bahaya-
bahaya yang sering mengawali kecelakaan. Anda
diharapkan agar menggunakan pedoman
keselamatan kerja ini sebagai pedoman bekerja
dan dari sini akan diharapkan dapat memenuhi
hasil yang diinginkan. Tidak ada suatu jaminan
bahwa kita tidak akan mendapatkan kecelakaan,
akan tetapi dengan mengikuti petunjuk dalam
pedoman keselamatan kerja ini, kita akan dapat
mengurangi resiko-resiko dari mendapatkan
kecelakaan.

Petunjuk Dasar Keselamatan Kerja ini tidak akan


menyelesaikan suatu permasalahan tentang
keselamatan kerja secara keseluruhan, namun
hanya sebagai petunjuk dasar saja dalam
melakukan pekerjaan agar berlangsung dengan
aman. Anda mungkin perlu membicarakan dan
berdiskusi dengan pengawas anda atau dengan
petugas keselamatan.

Petunjuk Dasar Keselamatan Kerja ini dibuat


sebagai panduan bagi seluruh karyawan untuk
melakukan pekerjaan di lapangan dengan aman.
Kecelakaan-kecelakaan terjadi tanpa peringatan
dan banyak kecelakaan yang antara lain
disebabkan karena kurangnya pengetahuan,
kurangnya perhatian dan akibat kelalaian.
Disamping sebab-sebab itu, berdasarkan hasil-
hasil penyelidikan dan pengamatan lapangan
dalam beberapa tahun terakhir penyebab
langsung kecelakaan disebabkan oleh: kegagalan
mengamankan, menggunakan perkakas-
perkakas/peralatan atau material yang rusak,
posisi terhadap tugas kerja yang tidak layak,
Hal. 40
kemudian penyebab dasarnya dapat dikemukakan
yaitu: standar kerja yang tidak memadai,
kepemimpinan dan pengawasan yang tidak
memadai, perawatan yang kurang memadai,
perkakas-perkakas/peralatan atau material yang
tidak memadai.

Sehingga kebutuhan fungsi sistim manajemen


yang kita perlukan yaitu menciptakan dan
meningkatkan Komunikasi Personal dan
Kepemimpinan. Kita harus memperkuat komitmen
terhadap Keselamatan Kerja pada prioritas utama
yang diperlakukan sama pentingnya dengan Mutu,
Hubungan-hubungan antar karyawan (moral),
Biaya dan Produksi. Selanjutnya diharapkan akan
berdampak kepada kinerja manajemen PT INDO
PETRO PERKASA secara keseluruhan yang
senantiasa meningkat, sebagai suatu jaminan
kepercayaan, mutu pelayanan sebagai mitra kerja
para Client yang memuaskan dan menampilkan
kesan reputasi yang diharapkan oleh semua
pihak.

Memiliki sebuah tempat kerja yang bersih dan


aman adalah merupakan dambaan bagi setiap
karyawan. Pikirkanlah terlebih dahulu apa yang
harus diperbuat bila dalam keadaan bahaya, yang
terpenting adalah kita harus tenang. Baca dan
ikutilah petunjuk yang terdapat dalam Pedoman
keselamatan kerja ini.

3. RUANG LINGKUP

Prosedur ini meliputi program keselamatan dan


aturan keselamatan yang akan berlaku bagi
semua personil dalam jasa pelayanan Civil
Construction, Piping, Driling Support, Electrical,
Suplier Electrical (atau pekerjaan yang
berhubungan) untuk Klien/Company manapun.

Hal. 41
Prosedur ini tidak boleh diubah kecuali jika
manajemen mempertimbangkan hal ini perlu
apabila perkembangan Kesehatan, Keselamatan
& Lindungan Lingkungan semakin mutakhir dan
menuntut hal itu.

Sebagai tambahan pada prosedur ini, pekerjaan


akan dilakukan menurut dokumen K3LL yang
relevan dengan dokumen keselamatan yang
dikeluarkan Client/Company.

Apapun konflik yang terjadi antara Dokumen


Keselamatan klien dan prosedur ini, dokumen
keselamatan Client/Company yang akan
digunakan.

Dalam setiap pekerjaan, PT INDO PETRO


PERKASA akan mengikuti tidak hanya di atas
prosedur-prosedur, tetapi juga peraturan dan
aturan keselamatan lain seperti misalnya Undang
undang Pemerintah Indonesia: UU No. 1 Tahun
1970 atau ketetapan hukum lain yang bisa
diterapkan, berbagai aturan dan peraturan yang
berlaku.

4. STANDAR-STANDAR KESELAMATAN
KERJA

Standar-standar berikut ini akan digunakan


sebagai kelengkapan dari prosedur ini:

a. ISRS : International Safety Rating


Sistem
b. DNV : Det Norske Veritas
c. NFPA : National Fire Protection
Association
d. OSHA : Occupational Safety and
Health Act.
e. NEC : National Electrical Code
f. ANSI : American National Standard

Hal. 42
Institute
g. Prosedur-prosedur lain yang dikeluarkan oleh
PT INDO PETRO PERKASA dan para
Client/Company.

5. INDUKSI DAN ORIENTASI


KESELAMATAN KERJA UNTUK
KARYAWAN BARU, KARYAWAN YANG
DIPROMOSIKAN SERTA KARYAWAN
YANG BARU PINDAH

Setiap karyawan baru, karyawan yang baru


pindah dari satu bagian ke bagian lainnya dan
atau karyawan yang baru dipromosikan harus
mendapatkan induksi dan orientasi tentang
kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan dari pengawasnya masing-masing.
Induksi dan orientasi keselamatan ini diberikan
kepada karyawan tersebut pada saat hari pertama
karyawan mulai bekerja dibagian mana
dipekerjakan. Induksi dan orientasi tersebut akan
disampaikan oleh Perwakilan Keselamatan
(Safety Representative) dari masing-masing
bagian di mana karyawan tersebut akan
ditempatkan. Dalam induksi dan orientasi ini
beberapa hal yang antara lain akan disampaikan
adalah:

a. Penjelasan tentang organisasi perusahaan,


pernyataan kebijakan tentang kesehatan,
keselamatan kerja dan lindungan lingkungan
(K3LL)
b. Tanggung jawab setiap karyawan terhadap
kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan
lingkungan (K3LL).
c. Fungsi tentang alat pelindung diri perorangan
(personal protective equipment) yang harus
dipakai oleh setiap orang untuk melakukan
suatu pekerjaan.

Hal. 43
d. Penjelasan tentang prosedur-prosedur antara
lain seperti:

 Ijin melakukan pekerjaan (work permit


sistim).
 Laporan tentang kecelakaan, hampir
kecelakaan dan penyimpangan (anomaly).
 Prosedur dalam menghadapi keadaan
darurat.
 Mengemudikan kendaraan atau alat berat
lainnya.

6. RAPAT KESELAMATAN (SAFETY


MEETING)

Rapat-rapat
keselamatan kerja
harus dilakukan oleh
setiap
seksi/departemen
yang dipimpin oleh
pengawas yang bersangkutan di lingkungan
kerjanya masing-masing. Rapat seperti ini harus
diadakan secara berkala, sekurang-kurangnya
sekali dalam sebulan dan berlangsung selama 60
menit. Bagian HSE akan memberikan petunjuk
dan saran serta informasi tentang kampanye HSE
apabila diminta.
Adapun tujuan dari rapat -rapat keselamatan
tersebut adalah:
a. Sebagai suatu forum, dimana kesehatan,
keselamatan kerja dan lindungan lingkungan
dapat dibicarakan diantara para pengawas
dan bawahan mereka, dan hal yang paling
penting adalah untuk mendapatkan saran-
saran perbaikan.
b. Untuk mengembangkan lingkungan kerja
yang aman dan baik.
c. Untuk membicarakan dan memberi saran-
saran tentang kasus kecelakaan, insiden dan
Hal. 44
memberi cara yang terbaik untuk
pencegahannya.
d. Untuk mengkoordinasikan suatu pelaksanaan
latihan penanggulangan keadaan darurat dan
mendorong agar karyawan dapat melakukan
kebiasaan bekerja dengan baik dan aman
serta teratur sesuai dengan ketentuan yang
ada.
e. Untuk menentukan praktek-praktek kerja dan
kondisi yang tidak aman serta mengambil
tindakan atau langkah-langkah perbaikan
yang diperlukan
 Untuk mendukung pelaksanaan program
K3LL dilingkungan operasi PT INDO
PETRO PERKASA
b. Material
 Jumlah
 Bahaya
 Berat
 Bentuk (bubuk, cairan, uap/gas)
c. Nilai resiko dari setiap tahap pekerjaan
d. Mencari solusi untuk mengurangi/mencegah
bahaya
e. Menentukan resiko tersebut:
 Jika tidak bisa diterima, cari solusi lain dan
jangan dulu memulai pekerjaan
 Jika bisa diterima, teruskan ke tahap
berikutnya
 Catat hasil akhir dari Penilaian resiko
 Teruskan pekerjaan

a. Dimana PT INDO PETRO PERKASA


menganggapnya perlu, suatu penilaian dari semua
resiko terhadap para karyawannya akan dilakukan,
agar dapat mengidentifikasi tindakan-tindakan
pengawasan apa, jika ada, yang diperlukan untuk
disesuaikan pada persyaratan yang berkenaan
dengan undang undang atau hukum atau dari
Departemen Keselamatan Kerja Client-nya. Dalam
beberapa contoh, mereka yang ditunjuk mungkin
memerlukan pelatihan atau tambahan pengetahuan
Hal. 45
agar mereka dapat melaksanakan tugas-tugas
kerja mereka secara efektif.
b. Penilaian resiko adalah tanggung jawab dari orang
yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan itu
(Supervisor).
c. Dalam memberikan instruksi untuk pekerjaan
apapun yang akan dilaksanakan, resiko besar
apapun yang dapat mengancam karyawan atau
umum harus dipertimbangkan/diperhitungkan dan
tindakan pengawasan/kontrol yang memadai harus
dilakukan, salah satunya adalah untuk
menghapuskan atau memperkecil resiko itu.
d. Pada banyak pekerjaan rutin adalah lebih baik jika
para karyawan mengenal dan mengamati tindakan-
tindakan pencegahan yang pantas.
e. Jika terdapat resiko yang besar atau ada pekerjaan
yang tidak biasanya/tidak lazim, dan mungkin
penting untuk dicatat untuk dapat ditentukan
tindakan-tindakan pencegahan yang harus diambil.
Resiko dapat berobah sejalan dengan perubahan
kondisi lingkungan misalnya karena angin atau
hujan dan sebagainya.
f. Bahaya-bahaya dapat dikelompokkan sebagai
berikut:

 Phisikal (Physical)

Bising, Kebisingan (Noise).


Getaran (Vibration).
Pergerakan dan Postur (Movement and
posture).
Pengangkatan dan membawa beban (Lifting
and carrying loads).
Bahaya-bahaya yang berkaitan dengan
lingkungan kerja.

 Bahaya bahan Kimia dan Radiasi (Chemical


and radiation hazard)

Hal. 46
Bahan-bahan cair, bermacam-macam Gas,
Uap-uap gas, berbagai bau yang menyengat
dan berbagai macam debu.
Radiasi yang berionisasi dan yang tidak
berionisasi.
Kebakaran, panas.

 Bising, Kebisingan

Siapapun tidak diperkenankan bekerja pada


area dimana dia dianggap bisa terkena bahaya
paparan kebisingan diatas nilai ambang batas
pertama yaitu pada level 85 dBa atau
didalamnya atau diatasnya (setiap level dari
bunyi tertinggi mempunyai tekanan sebesar
200 Pascal) tanpa pelindung
pendengaran/telinga (PPE). Setiap karyawan
harus mengetahui pembatas dan tanda-tanda
yang dianjurkan untuk menggunakan pelindung
pendengaran/telinga (PPE).

7. PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN


PENGENDALIAN/ PENGAWASAN BAHAN-
BAHAN BERBAHAYA TERHADAP
KESEHATAN (COSHH-CONTROL OF
SUBSTANCES HAZARDOUS TO HEALTH
REGULATIONS)

Perusahaan mengakui kontrol


dari bahan-bahan yang
membahayakan kesehatan
memerlukan orang-orang yang
bertanggung jawab untuk
membuat suatu penilaian
resiko-resiko terhadap
kesehatan dan terhadap tindakan yang perlu
untuk mengontrol bahan-bahan yang
membahayakan.
Ketika menggunakan atau menangani bahan-
bahan berbahaya anda harus
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Hal. 47
a. Adakah suatu bahan yang lebih aman yang
dapat digunakan?
b. Adakah sistim kerja seaman mungkin yang
sangat beralasan? Misalnya apakah disana
tersedia ventilasi yang memadai? Apakah
peralatan pelindung diri (PPE) diperiksa
setiap hari sebelum digunakan?
c. Terhadap sesuatu yang membahayakan atau
operasi-operasi berbahaya dari pekerjaan,
sudahkah suatu penilaian dari resiko-resiko
kesehatan dan peringatan-peringatan dibuat?
d. Jika suatu pekerjaan khusus memiliki suatu
resiko yang besar maka suatu catatan
penilaian resiko tertulis harus dibuat.
e. Jika peralatan perlindungan kesehatan
(selain alat pernapasan yang dapat dibuang
sesudah digunakan) apakah dicatat dan
catatan itu memuat tentang pengujian atau
perawatan berkala.
f. Adalah sangat penting bahwa semua wadah-
wadah untuk bahan berbahaya harus ditandai
dengan jelas sesuai dengan isinya dan
disimpan secara berhati-hati/pantas.
Pengadaan dan penggunaan peralatan
pelindung diri jangan sekali-kali dianggap
sebagai suatu pengganti dari perawatan
tindakan pengawasan yang mendasar dan
praktek yang aman di tempat kerja.

8. BAHAN-BAHAN BERBAHAYA (DANGEROUS


SUBSTANCES)
Pendahuluan

Penting untuk menyadari


berbagai cara dimana bahan-
bahan berbahaya dapat
menyebabkan cidera pribadi.
Housekeeping (tata-rumah-
tangga) yang sederhana
setempat seperti menjaga lingkungan kerja
tetap bersih saat menggunakan bahan-
Hal. 48
bahan berbahaya, dapat mengurangi
tingkat bahaya.
a. Bahan-bahan beracun/berbahaya dapat
terkontaminasi melalui pernafasan atau
melalui saluran pencernaan atau melalui
penyerapan kulit. BACALAH SELALU
LABEL ATAU LEMBARAN PERINGATAN
dan yakinkan bahwa tindakan-tindakan
pencegahan yang diperlukan ataupun
tindakan-tindakan perlindungan dilakukan.
b. Bahan yang menyebabkan korosif
(berkarat) seperti zat asam atau alkalis
misalnya kaustik akan menyebabkan cidera
ketika terjadi kontak yaitu dari dalam atau
dari luar tubuh. Mata adalah bagian yang
paling mudah cidera. BACALAH SELALU
LABEL ATAU LEMBARAN PERINGATAN
dan yakinkan bahwa tindakan-tindakan
pencegahan yang diperlukan ataupun
tindakan-tindakan perlindungan dilakukan.
c. Bahan-bahan cair mudah menyala harus
disimpan dalam tempat tertutup atau
ditempatkan dalam wadah tertutup dengan
sistim yang tidak dapat tumpah selama hal
itu dapat dilakukan. BACALAH SELALU
LABEL ATAU LEMBARAN PERINGATAN.
Berikan perhatian khusus, jangan sekali-
kali menumpahkan atau memercikkan
cairan mudah menyala pada pakaian atau
kulit. Pakaian yang terkontaminasi oleh
cairan mudah menyala harus segera
disingkirkan.

Ikutilah petunjuk pabrik untuk semua


bahan seperti cairan pembersih mesin tik,
larutan penghapus, toner untuk mesin
fotokopi dan sebagainya. Bacalah
petunjuknya dengan baik.

Penanganan Bahaya

Hal. 49
Setiap karyawan bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa tindakannya dan kondisi
tempat kerja selama melakukan pekerjaan
selalu aman. Bila menemukan praktek dan
kondisi berbahaya, adalah merupakan
tanggung jawab setiap karyawan untuk
menanggulanginya dengan berpedoman
pada petunjuk-petunjuk berikut ini:
a. Apabila menemukan suatu praktek
atau kondisi berbahaya di tempat kerja,
segera laporkan kepada pengawas
anda langsung atau kepada pengawas
daerah yang bertanggung jawab.
b. Apabila kondisi atau praktek
berbahaya tersebut nyata-nyata dapat
mengganggu atau bahkan
mencelakakan kehidupan atau bisa
menyebabkan cidera, seperti adanya
gas atau hydrocarbon yang muncul
selama berlangsungnya suatu
pekerjaan khusus (misalnya
pengelasan), atau pada saat
menggerinda tanpa menggunakan
pelindung mata, bekerja pada
ketinggian tertentu yang tidak
menggunakan sabuk pengaman atau
perancah yang sesuai, anda harus
menghentikan pekerjaan tersebut dan
melaporkannya kepada pengawas
langsung atau kepada pengawas
daerah yang bertanggung jawab.
c. Pengawas bertanggung jawab untuk
menindak lanjuti setiap keadaan atau
praktek berbahaya yang dilaporkan
oleh bawahannya.
d. Adakan konsultasi untuk menindak
lanjuti keadaan berbahaya tersebut
kepada pengawas langsung,
pengawas daerah yang bertanggung
jawab serta petugas HSE.

Hal. 50
e. Semua laporan tentang kondisi-kondisi
berbahaya harus dibuat dalam satu
laporan, ditindak lanjuti dan disimpan
sebagai bahan dokumentasi.

9. PROGRAM KOMUNIKASI BAHAYA

Pendahuluan

Program ini akan menggambarkan


beragam bahan berbahaya ditempat kerja
dan menunjukkan kepada karyawan
bagaimana mereka bisa tahu bahaya pada
setiap bahan tersebut. Dokumen tertulis
harus mencantumkan tipe informasi berikut
ini :

o Daftar lengkap bahan berbahaya yang


berlokasi ditempat kerja.
o Gambaran lengkap garis besar
prosedur yang diperlukan untuk
menempatkan labell peringatan,
mengatur form MSDS dan bagaimana
pelatihan karyawan akan dilakukan.
o Deskripsi mengenai bagaimana
karyawan akan diberitahu mengenai
bahaya potensiall yang berhubungan
dengan pipa tanpa label dilokasi kerja.
o Diskripsi mengenai bagaimana
karyawan diberitahu tentang bahaya
melaksanakan pekerjaan dan aktifitas
yang tidak rutin.

Pelatihan Karyawan yang Berhubungan


Dengan Standard Komunikasi Bahaya

Pendidikan dan pelatihan karyawan


diperlukan untuk memastikan bahwa
setiap karyawan ditempat kerja yang
menggunakan atau menangani bahan
berbahaya tahu bekerja dengan aman.
Hal. 51
Pelatihan harus berfokus pada bahaya
tertentu yang dihadapi tiap karyawan
dengan bahan berbahaya yang berlokasi
ditempat kerja mereka.

Program pelatihan harus memasukkan


subjek berikut yang berhubungan dengan
standard Komunikasi Bahaya :

 Memberitahu setiap karyawan tipe


bahan berbahaya yang potensial
yang mungkin mereka hadapi.
 Kaji kembali daftar semua bahan
berbahaya yang berlokasi ditempat
kerja. Diskusikan produk berbahaya
tersebut yang dihasilkan ditempat
kerja dan yang biasanya diimpor oleh
perusahaan dan dibawa ketempat
kerja.
 Beritahu karyawan mengenai setiap
proses atau operasi ditempat kerja
yang juga memuat bahan berbahaya.
 Jelaskan kepada karyawan metode
yang digunakan untuk mendeteksi
kehadiran atau kebocoran bahan
berbahaya.
 Beritahu karyawan mengenai cara
yang benar untuk melindungi diri
mereka dari bahaya bahan
berbahaya tersebut.
 Beri tahu karyawan mengenai praktek
kerja yang aman dalam menangani
bahan berbahaya ditempat kerja
mereka.
 Beritahu karyawan mengenai
prosedur darurat yang benar untuk
setiap bahan berbahaya ditempat
kerja mereka.
 Beritahu karyawan mengenai lokasi
dan keberadaan Program Komunikasi
Berbahaya Tertulis, termasuk rincian
Hal. 52
programnya, penjelasan label
peringatan dan system MSDS dan
bagaimana menggunakan informasi
secara efektif untuk memastikan
praktek kerja yang aman telah
dilakukan agar terhindar dari luka,
penyakit dan kematian.

10. CARA MENANGANI BARANG

Semua barang-barang harus disusun dengan


baik dan diatur sedemikian rupa agar tidak
merosot atau jatuh. Gang-gang, tangga-tangga
dan jalan-jalan harus dijaga agar selalu bersih
supaya karyawan dan alat-alat dapat bergerak
dengan aman dan dapat digunakan sebagai jalan
keluar/masuk dalam keadaan darurat.

Pengangkatan dan Membawa Beban


(Petunjuk Pengangkatan Barang dengan
Tangan)

Mengangkat barang dengan tangan


merupakan pekerjaan sehari-
hari. Akan tetapi apabila
melakukan pengangkatan
tanpa perhitungan atau
dilakukan dengan cara yang
salah akan menimbulkan
cidera otot, penyakit tulang punggung dan
hernia. Untuk menghindari terjadinya cidera
tersebut, berikut disampaikan bagaimana
cara mengangkat barang dengan benar:
a. Berat beban dari benda yang akan
diangkat harus ditaksir sebelum
pengangkatan, beban maksimum yang
diperbolehkan adalah 25 kg untuk satu
orang.
b. Beban itu harus
dipegang dengan
kedua tangan dan
Hal. 53
posisi tubuh yang benar harus diatur.
c. Renggangkan kaki, yang satu lebih
dekat kepada benda yang akan
diangkat, dan kaki lainnya berada di
belakang benda itu.
d. Lakukan posisi jongkok dengan tulang
belakang lurus, namun bukan vertikal.
e. Gunakan sarung tangan bila
menangani barang-barang yang kasar
atau terdapat serat-serat dan serpihan-
serpihan.
f. Pegang benda tersebut dengan kedua
tangan (telapak tangan) dan jangan
dengan jari.
g. Lipat siku guna mendapatkan tenaga
yang lebih kuat.
h. Konsentrasikan berat badan pada
kedua kaki dan mengangkat dengan
kaki, usahakan punggung lurus dan
jangan menggunakan otot punggung.
i. Memutar tubuh ketika sedang
mengangkat barang biasanya akan
berakibat sakit punggung. Hal ini bisa
dihindari dengan dengan memutar kaki
yang berada pada posisi lebih di depan
ke arah yang diinginkan.
j. Sebelum diangkat, ambil keputusan ke
arah mana barang tersebut akan
dibawa tanpa adanya halangan.
k. Dapatkan perkiraan berat barang yang
akan diangkat. Jika berat barang
sangat berlebihan atau tidak dapat
diangkat sendirian, anda harus mencari
bantuan.

Mengangkat Barang dengan Mekanis

Alat-alat angkat dibuat


untuk melakukan suatu
pekerjaan dengan aman
dan ekonomis namun
Hal. 54
keselamatan dalam pemakaian alat-alat
angkat tersebut tergantung kepada operator
dari alat-alat tersebut.

Mesin Derek (Crane)

Operator mesin penggerak utama pada saat


mulai bertugas harus memeriksa dan
memastikan hal-hal sbb:

1. Semua peralatan pengangkatan


portabel dan tetap harus diperiksa dan
diuji melalui program inspeksi dan
pengujian reguler
yang sesuai
sertifikat pengujian
yang disediakan.
2. Periksa semua
peralatan
pengangkat
sebelum digunakan.
Peralatan Rigging
harus dengan jelas
diberi label atau kode warna yang
memperlihatkan ukuran dan beban
kerja maksimum yang aman (Safe
working load/SWL).
3. Semua peralatan pengangkat portabel
harus diperiksa sebelum digunakan.
Laporkan semua peralatan yang rusak
kepada Supervisor.
4. Ketahui berat beban yang diangkat.
Jangan sekali-kali berusaha untuk
mengangkat beban di atas kapasitas
dari peralatan pengangkat dan rigging.
Pastikan bahwa beban bebas dari
halangan sebelum pengangkatan.
5. Jangan sekali-kali menyambungkan
dua sling, berusaha untuk
memperpendek sling atau rantai, atau

Hal. 55
menyalah gunakan dengan cara
apapun.
6. Gunakan kayu atau penutup lain untuk
melindungi sling dari ujung-ujung tajam.
7. Gunakan hanya kaitan dan shackles
yang aman dan sesuai.
8. Semua pekerjaan pengangkatan harus
di bawah pengawasan seseorang yang
kompeten.
9. Bila memungkinkan hindari kontak
tangan dengan muatan, gunakan tali
penarik yang cukup panjang untuk
mengontrol pengankatan.
10. Kembalikan semua peralatan
pengangkatan ke gudang sesudah
digunakan. Laporkan setiap kerusakan
yang diketahui.
11. Ringging dan pengangkatan harus
ditunda selama cuaca buruk.
12. Jangan menggunakan peralatan
pengangkatan yang cacat (Sling, rantai,
shackle, hoist, hook, dll).
13. Jangan membuat simpul pada sling,
rantai, tali atau kabel baja untuk
memperpendeknya.
14. Jangan sekali-kali memperbaiki rantai
dengan baut atau dengan pengelasan.
15. Jangan sekali-kali berdiri atau berjalan
di bawah beban yang tergantung.
16. Mengendarai hook atau beban dilarang.
17. Angkat pelan-pelan hingga sling sudah
tidak kendur lagi dari gigi pengangkat.
18. Posisikan kaitan crane langsung di atas
beban untuk mencegah berayunnya
beban ketika diangkat.
19. Kaitkan beban pada blocking yang
sesuai, tidak langsung pada sling.
20. Sudut yang berkurang pada sling dan
horizontal akan mengurangi stress
pada sling dan mengurangi kapasitas

Hal. 56
sling. Sudut tidak boleh kurang dari 30
derajat.
21. Sambungkan hanya satu sisi (Shackle
atau Choker) ke kaitan bilamana
memungkinkan.
22. Bila menggunakan hoist rantai, periksa
tanda inspeksi yang terbaru, jangan
melebihi rating beban pengangkat yang
tertera.
23. Jangan mengikatkan sling; gunakan
shackle.
24. Rigging & signaling harus dilakukan
hanya oleh karyawan yang terlatih
dengan baik (Rigger bersertifikat).
25. Ruang operator bersih dari minyak,
pelumas dan kotoran lainnya.
26. Semua sarana pemberi peringatan dini
seperti klakson, bel, emergency stop,
dan sistim komunikasi lainnya harus
benar-benar berfungsi dengan baik.
27. Satu unit alat pemadam api ringan yang
berkapasitas minimal 5 lbs jenis tepung
kering atau carbon dioxide harus
ditempatkan di cabin pada setiap unit
crane.
28. Petunjuk muatan yang aman, radius,
rem-rem, lampu, tombol pembatas
boom stop dan sebagainya harus
dalam keadaan baik.
29. Tempat-tempat yang terjangkau oleh
radius perputaran semua mesin derek
(crane) harus diberi perintang guna
mencegah agar para karyawan tidak
memasuki daerah radius tersebut,
dengan demikian karyawan tidak dapat
kejatuhan benda yang diangkat.
30. Semua pancing (hook) harus dilengkapi
dengan kunci pengaman (safety latch
pin).
31. Ketika melakukan pengangkatan atau
menurunkan barang, jangan melakukan
Hal. 57
sentakan yang tiba-tiba. Sentakan pada
muatan yang sedang diangkat akan
menyebabkan terjadinya penambahan
beban. Angkat dan turunkanlah barang-
barang muatan dengan perlahan-lahan.
32. Hanya operator crane berwenang saja
yang boleh mengoperasikan crane.
Pada saat mengoperasikan crane, SIO
(Surat Ijin Operasi) harus selalu dibawa
oleh operator.
33. Mesin harus selalu dimatikan apabila
sedang diberi pelumasan, ditambah
bahan bakarnya atau bila seorang
mekanik sedang mengerjakan bagian
yang bergerak.
34. Jangan sekali-kali mengangkat dua
atau lebih muatan yang terpisah dalam
satu kali pengangkatan meskipun berat
muatannya masih dalam batas
kemampuan kapasitas pengangkatan.
35. Jangan menggunakan boom untuk
melakukan penarikan muatan ke
samping.
36. Pada saat akan melakukan
pengangkatan, aturlah posisi crane
sedemikian rupa pada posisi yang
aman. Lakukan posisi pengangkatan
dari titik lemah ke titik terkuat.
37. Gunakan sling yang sesuai dengan
jenis muatan yang akan diangkat.

Ukuran dan Kapasitas Sling (SWL)

Jenis Pemakaian Adalah IWRC/6 x 9


1/2” 2 Ton
9/16” 2 Ton
5/8” 3 Ton
3/4” 4 Ton
7/8” 6 Ton
1” 8 Ton
13/8” 15 Ton
Hal. 58
23/8” 45 Ton

Untuk Ukuran dan Kapasitas Sling Size dan


berikut Inspeksinya, lihat:

 ANSI/ASME B 30.9
 ANSI/ASME B 30.10
 API 9A

11. INSPEKSI

Suatu inspeksi yang dilakukan


secara teratur dan terencana
merupakan tindakan pro-active
yang sangat penting dari program
keselamatan kerja, dan ini
merupakan tindakan dini dalam
usaha pencegahan kerugian.
Program inspeksi merupakan suatu cara untuk
mengetahui dan mengembangkan rencana
tentang bagaimana mengatasi suatu tindakan
dan kondisi dibawah standar yang ditemukan
ketika inspeksi dilakukan. Hal ini merupakan
usaha pencegahan sebelum tindakan dan kondisi
dibawah standar tersebut mengakibatkan
terjadinya suatu kecelakaan yang dapat berakibat
dengan kerugian yang sangat besar.

Kunjungan Inspeksi oleh Team


Manajemen

a. Operation Manager, Site Manager


bersama-sama dengan Pengawas dan
perwakilan dari HSE akan melakukan
kunjungan inspeksi ke lokasi yang
menjadi tanggung jawabnya, sekurang
kurangnya setiap enam bulan sekali.
Kunjungan-kunjungan ini tidak
dimaksudkan sebagai suatu inspeksi
secara menyeluruh untuk melihat
tindakan dan kondisi dibawah standar.
Hal. 59
Namun demikian masalah
housekeeping merupakan perhatian
utama dari team manajemen tersebut.
Hal lain yang sangat penting tentang
maksud kunjungan inspeksi team
manajemen adalah untuk memberikan
dukungan moral kepada para karyawan
bahwa manajemen sangat perduli dan
memberi dukungan penuh terhadap
program kesehatan, keselamatan kerja
dan lindungan lingkungan (K3LL).
b. Dukungan manajemen tersebut
dilakukan dengan cara melakukan
komunikasi dua arah (dialog) dengan
manajemen lapangan. Adapun hal yang
dibicarakan selain memberi informasi
tentang kondisi perusahaan saat ini
yang perlu disampaikan kepada
karyawan, juga memanfaatkan
pertemuan untuk membicarakan
tentang hasil-hasil temuan yang
dilakukan oleh team audit dan tindak
lanjut perbaikannya serta memberikan
saran-saran dimana perlu.

Inspeksi Umum

Pengawas bersama-sama dengan


Foreman dan wakil dari HSE akan
melaksanakan inspeksi umum setiap bulan
sesuai dengan schedule inspeksi yang
telah ditetapkan. Semua tindakan dan
kondisi dibawah standar akan dilaporkan
dalam bentuk laporan inspeksi umum
dengan mengisi bentuk laporan yang telah
ditetapkan. Salinan dari laporan-laporan
tersebut akan diteruskan ke Site Manager
untuk ditindak lanjuti. Semua rekomendasi
akan terus dicantumkan kedalam laporan
tersebut sampai betul-betul telah ditindak
lanjuti dan dinyatakan selesai.
Hal. 60
Internal Audit

Adalah menjadi tanggung jawab bagian


HSE untuk mengembangkan program
internal audit. Dalam pelaksanaannya,
bagian HSE bersama-sama dengan Site
Manager dan Pengawas akan
melaksanakan internal audit secara
menyeluruh kepada semua seksi-seksi
yang berada dibawah tanggung jawabnya.
Program internal audit ini akan
dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan
semua temuan-temuan lapangan yang
ditulis dalam laporan harus ditindak lanjuti.

12. PERAWATAN PENCEGAHAN & INSPEKSI


BAGIAN-BAGIAN DARI PERALATAN

Maksud

Maksud dari prosedur ini yaitu untuk


mengenali suatu standar minimum
terhadap jadwal inspeksi kwartalan dan dan
kode warna dari perkakas/peralatan, juga
termasuk suatu system label untuk
pengenalan dari perkakas-perkakas yang
rusak atau usang.

Ruang Lingkup/Cakupan

Prosedur ini diterapkan untuk:


a. Suatu peralatan pengaman jatuh
seperti halnya tali penyangga
peralatan, lanyards, tali penuntun
pengaman (lifelines).
b. Crane dan mesin peralatan angkat
lainnya.
c. Alat berat serta kendaraan-kendaraan.
d. Rigging seperti halnya sling-sling,
pengait-pengait, sakel-sakel, tali kabel
Hal. 61
horizontal seperti halnya sling-sling,
Pengait-pengait, sakel-sakel, tali
pengaman penuntun, dsb.
e. Keranjang pengangkut Manusia dan
mesin pengangkat/hoists manusia
lainnya.
f. Alat-alat Pemadam Api Ringan.
g. Truck-truck dan Forklift.

Inspeksi-inspeksi

Inspeksi dari perkakas-perkakas/peralatan


akan ditangani oleh personel yang
kompeten yang telah berpengalaman
dalam bidangnya atau yang telah
mempunyai pengalaman inspeksi atau
yang dari pengalamannya telah
memberikan mereka pengetahuan akan hal
perkakas atau peralatan yang sedang
diinspeksi, kriteria dan dokumen terdapat
dalam seksi dokumen pedoman yang
meliputi perkakas atau peralatan khusus ini.
Untuk item-item yang tidak khusus diliputi
oleh suatu seksi dari suatu catatan
pedoman inspeksi perkakas/peralatan
pedoman ini.

Kode Warna

Sementara menjalani suatu inspeksi,


perkakas-perkakas akan didokumentasikan
dan diberi kode warna. Kode warna akan
dilakukan dengan pita yang dibungkuskan
di sekitar suatu bagian pada suatu lokasi
yang jelas.

Kode-kode warna tahunan adalah sebagai


berikut:
a. Januari sampai Maret– Biru.
b. April sampai Juni – Coklat.
c. Juli sampai September – Kuning.
Hal. 62
d. Oktober sampai Desember – Putih.

Warna-warna akan ditempelkan pada kotak


perkakas untuk kwartalan yang sedang
berjalan. Dua minggu sebelum berakhir
kwartalan yang sedang berjalan, kode
warna kwartalan berikutnya akan
dipasang/ditempelkan dengan warna lain
untuk periode bulan inspeksi berikutnya
dan diberitahu/diumumkan pada pertemuan
“tool box” untuk menyampaikan kode warna
baru sebagai persyaratan inspeksi. Dua
minggu sebelum periode ini akan dilakukan
pergantian secara berangsur
perkakas/peralatan dan menghindari
masalah-masalah dengan inspeksi dengan
jumlah yang banyak dan pengembalian
laporan terakhir. Selama periode ini kedua
kode warna akan berlaku.

Peralatan/Tools Yang Rusak

Perkakas yang memerlukan perbaikan


harus diberi label dengan suatu label
berwarna merah yang tersedia pada kotak
perkakas. Perkakas-perkakas/peralatan
yang tidak dapat diperbaiki untuk
melakukan cara yang dimaksud, harus
disingkirkan dari proyek atau tempat kerja.

Perawatan Peralatan Kendaraan

Masih tersisa inpeksi-inspeksi kwartalan


tersebut di atas, kendaraan dan peralatan
seperti halnya truk-truk, forklift, keranjang
pengangkut karyawan (hoist), Crane-crane
dsb akan di rawat dan diperbaiki sesuai
dengan spesifikasi pabrik, atau jika perlu
dilakukan oleh professional engineer.
Pimpinan Seksi Operasi/Perawatan dari
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk
Hal. 63
menetapkan suatu jadwal dan dokumentasi
perawatan untuk menjamin pemenuhannya.

a. dari project manager untuk datang ke


Barge atau Kapal.

13. KETERKAITAN BAHAYA DENGAN


LINGKUNGAN PEKERJAAN
Mengemudi Kendaraan-kendaraan, Van
atau Truck

a. Perhatian yang sama diperlukan baik di


jalan raya umum maupun diluar. Para
staff diharapkan untuk sepenuhnya
mematuhi peraturan-peraturan
mengemudi yang berlaku setempat
pada kecepatan-kecepatan tertentu.
b. Usahakan
mengetahui
batasan dan spesifikasi peralatan yang
anda pakai. Jangan melewati batasan-
batasan yang telah ditentukan.
c. SIM (surat ijin mengemudi) yang masih
berlaku harus dimiliki untuk kelas
kendaraan yang pantas setiap saat
anda mengemudikan kendaraan.
Semua operator dan pengemudi
kendaraan harus dilengkapi dengan
Surat Ijin Mengemudi kendaraan
bermotor dari Kepolisian Republik
Indonesia yang masih berlaku (SIM A,
BI, BII).

Hal. 64
d. Kendaraan yang akan digunakan harus
layak pakai dimana pada tempat-
tempat dan waktu-waktu tertentu
kendaraan tersebut mungkin akan
diperiksa pemenuhan persyaratnnya
oleh para Client.
e. Setiap pengemudi harus memeriksa
kendaraannya sebelum dihidupkan dan
pastikan bahwa kendaraan tersebut
dalam keadaan baik dan aman.
f. Beban apapun yang akan diangkut
harus sesuai dengan kapasitas (daya
angkut) dari kendaraan.
g. Apabila pengemudi bertingkah laku
yang tidak sopan dalam mengemudikan
kendaraannya, seperti mengganggu
pejalan kaki, memonopoli jalan,
melanggar peraturan lalu lintas dan
bersikap ceroboh, maka perbuatan
tersebut dikategorikan sebagai
pelanggaran.
h. Jangan sekali-kali memundurkan
kendaraan apabila pandangan
kebelakang terhalang, kecuali apabila:

 Kendaraan dilengkapi dengan alarm


untuk berjalan mundur yang dapat
digunakan, serta dapat terdengar
sejauh 200 feet diatas suara-suara
disekelilingnya.
 Atau bila ada orang yang memberi
isyarat bahwa aman untuk mundur.

i. Jangan memuat bahan yang mudah


terbakar
dibagasi
kendaraan.
j. Para
pengemudi
dilarang
menjalankan
Hal. 65
kendaraannya sebelum penumpang-
penumpangnya memenuhi persyaratan
keselamatan.
k. Setiap pengemudi sama sekali tidak
dijinkan untuk mengambil penumpang
atau pejalan kaki yang bukan
karyawan. Hal ini untuk mencegah
beban biaya dan tanggung jawab
perusahaan apabila terjadi kecelakaan.
l. Barang-barang, unit peralatan lainnya
harus diamankan sedemikian rupa
sehingga mencegah cidera kepada
penumpang atau orang-orang lain.
m. Pada saat mengemudi di jalan umum,
peraturan lalu lintas jalan harus
dipatuhi.
n. Ban-ban, rem-rem, air dan level olie
harus diperiksa secara berkala.
o. Rem parkir harus dipasang bila
kendaraan sedang diparkir.
p. Pada saat mengisi bahan bakar, mesin
kendaraan harus dimatikan dan
penumpang tidak dibolehkan merokok.
q. Kotak P3K dan alat pemadam 1 Kg
harus tersedia dalam setiap kendaraan.
r. Memakai sabuk keselamatan yang
tersedia (jika memungkinkan).
s. Apabila terjadi kerusakan-kerusakan
apapun pada kendaraan perusahaan,
harus segera diberitahukan ke Manager
Lini atau Pengawas.

Alat Berat

Pengoperasian alat-alat berat termasuk


bulldozer, motor-
grader, excavator,
forklift, truk dan
kendaraan di atas
Berat Kotor

Hal. 66
Kendaraan (GVW) 2 ton hanya boleh
dilakukan oleh operator peralatan yang
memenuhi syarat, yang ditugaskan untuk
menjalankan peralatan seperti itu.
Peraturan Umum pengoperasian alat berat
adalah sbb:
a. Unit harus selalu dioperasikan sesuai
dengan petunjuk pengoperasian pabrik.
b. Operator Peralatan harus selalu
meyakinkan diri mereka bahwa unit
dapat dioperasikan dengan aman
dengan melakukan pemeriksaan
seksama sebelum pemakaian.
Checklist Daily pre and after use harus
tersedia di kendaraan/unit untuk
peninjauan/inspeksi.
c. Semua kelainan alat berat harus
dilaporkan kepada Supervisor dan
kelompok maintenance yang terkait.
d. Sebelum memindahkan muatan,
pastikan bahwa ketentuan berikut ini
dipatuhi:
- Beban berada di tengah sesuai
kapasitas yang ditentukan,
- Stabil dan tidak menghalangi
operator dan dikatkan dengan baik.
e. Jangan sekali-kali meninggalkan alat
berat dengan beban dalam posisi
terangkat/ menggantung.
f. Hanya orang yang terlatih dengan baik
dan berpengalaman yang diberi
wewenang oleh Perusahaan maupun
oleh Client yang diizinkan untuk
menjalankan alat berat. Semua
Supervisor harus memeriksa
keabsahan dari sertifikat para operator
alat berat dan Otorisasi sebelum
bekerja.
g. Para operator alat berat bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa daerah
kerja bebas dari hambatan dan/atau
Hal. 67
bahaya tersembunyi sebagaimana
yang dinyatakan dalam Penilaian
Resiko Pekerjaan (TRA).
h. Jika ada fungsi keselamatan alat berat
yang tidak bekerja, pekerjaan harus
dihentikan hingga kegagalan fungsi
tersebut telah diperbaiki. Semua
kerusakan fungsi tersebut harus
dilaporkan.
i. Forklift harus berjalan dengan garpu
atau bucket serendah mungkin ke
tanah, dan beroperasi dalam batas
kecepatan aman.
j. Alat berat tidak diizinkan untk
mengangkut karyawan, kecuali bila
tempat duduk kedua disediakan secara
khusus untuk maksud tersebut.
k. Alat berat tidak boleh digunakan untuk
menaikkan atau menurunkan karyawan
dari tempat kerja yang tinggi.
l. Selalu melangkah turun dari unit yang
tinggi; jangan melompat.
m. Kode bendera.
Alat Berat diberi kode khusus untuk
mengenali penggunaannya.
Bendera Hitam :Alat Rusak
Bendera Kuning : Penggunaan alat untuk
setiap Work Order
Bendera Merah : Alat digunakan untuk
pekerjaan Proyek seperti
Pembuatan Lokasi,
Perbaikan Jalan dsb.

14. PROSEDUR PENYEGELAN

Tujuan dari prosedur ini adalah untuk


memberikan petunjuk yang benar tentang
penyegelan dan pelabelan peralatan atau energi
tersimpan.

Hal. 68
Prosedur berikut ini harus diperhatikan jika suatu
peralatan distop dan disegel untuk pemeliharaan
atau perbaikan:
a. Beritahu supervisor yang bersangkutan
tentang rencana kapan dimulai dan perkiraan
waktu untuk dapat diselesaikan, sebelum
pekerjaan itu dimulai.
b. Pada saat melakukan pekerjaan di dalam
rumah kruk silinder kompresor, rumah
pompa, motor hidrolik, motor pneumatik, fan
dan lain-lain, motor penggerak harus disegel.
Istilah segel yang dimaksud disini adalah
mengunci switch utama, breaker atau kran
dengan menggunakan gembok khusus, yang
kuncinya harus selalu dipegang oleh orang
yang mengerjakan reparasi tersebut.
c. Peralatan yang disegel harus diberi label oleh
orang yang memasang label, dimana label
tersebut mencantumkan tanggal, jam, alasan
dan nama serta jabatan orang yang
memasang segel. Gunakan label hanya untuk
satu kali.
d. Ujilah metode penyegelan dengan jalan
berusaha menutup pemutus sirkuit pada saat
segel terpasang.
e. Ujilah sirkuit untuk meyakinkan bahwa tidak
ada arus listrik dengan jalan menutup switch
setempat untuk melihat apakah mesin hidup.
Kemudian kembalikan switch pada posisi
“off”. Jika cara ini tidak mungkin dilakukan,
gunakan alat yang benar untuk menguji
sirkuit.
f. Tutup dan segel atau beri label semua kran
hisap dan buang.
g. Tutup dan segel atau beri label semua lubang
cerat/ ventilasi yang dihubungkan ke flare
header, tutup cerat dan atau pompa penekan.
h. Buka semua lubang ventilasi atau kran cerat.
i. Pasang alat penyegel roda gila atau poros
utama.

Hal. 69
CATATAN:
Banyak kompresor yang digerakkan listrik
yang tidak mempunyai fasilitas penyegelan
as kruk, sehingga penyegelan dilakukan
dengan cara mengganjalkan balok kayu ke
dalam salah satu silindernya yang sempit
antara piston dengan silinder blok, sehingga
mencegah terputarnya poros secara tak
sengaja.
j. Jika yang mengerjakan reparasi pada suatu
peralatan lebih dari satu jenis klasifikasi
pekerja, masing-masing harus memasang
label dan segel mereka pada alat pengunci
primer mover sebelum dimulai pekerjaan dan
melepas label serta segel mereka begitu
pekerjaan itu selesai.
k. Jika reparasi dikerjakan secara aplosan
dimana pekerja yang mengawali pekerjaan
tersebut belum tentu dapat menyelesaikan
pekerjaannya, dan dilanjutkan pekerja dari
shift berikutnya, maka masing-masing shift
harus mempunyai segel sendiri-sendiri.
l. Setiap superintendent lapangan atau instalasi
harus menyimpan kunci cadangan untuk
seluruh segel.
m. Tidak seorangpun diperbolehkan untuk
memotong atau melepas setiap segel
pengaman tanpa ijin khusus dari supervisor
lapangan/ instalasi, kecuali orang yang
memasang segel tersebut ada penggantinya.

Lampiran: Contoh Label/Tag untuk Penyegelan

DILARANG MEMINDAHKAN TAG


DILARANG INI
URUTAN-URUTAN DARI
MENGHIDUPKAN, PENGENDALIAN ENERGI YANG
MEMBUKA, DITERAPKAN
(HANYA OLEH KARYAWAN YANG
MENUTUP,
MENAMBAHKAN ENERGI,
BERWENANG Hal. 70
SAJA)

ATAU MENGOPERASIKAN 1. MEMBERITAHU KARYAWAN


SWITCH/TOMBOL INI, BERSANGKUTAN
KERANGAN ATAU 2. PERSIAPAN UNTUK
PERALATAN MEMATIKAN (SHUT DOWN)
15. SISTIM IJIN KERJA (WORK PERMIT SYSTEM)

Pendahuluan

Dimana pengecualian menimbulkan resiko,


misalnya selama perawatan atau
perubahan-perubahan besar terhadap
plant, suatu sistim ijin kerja adalah sangat
mungkin digunakan oleh Client untuk
menetapkan kondisi-kondisi yang diawasi
secara ketat. Ada beberapa macam sistim
perijinan (work permit sistim) yang
digunakan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaan
yang akan dilakukan. Pekerjaan itu
mungkin dikontrol melalui ijin-ijin tertulis
sebagai berikut:
a. Ijin Kerja Panas (Hot Work Permit),
untuk pekerjaan pada umumnya yang
melibatkan penggunaan atau
pemaparan kepada sumber penyalaan.
Diperlukan apabila akan melaksanakan
pekerjaan panas yang antara lain:
pengelasan, pemotongan dengan api
dan sand blasting.
b. Ijin Kerja Dingin (Cold Work Permit),
untuk pekerjaan pada umumnya yang
Hal. 71
tidak termasuk penggunaan atau
pemaparan kepada sumber penyalaan.
Pekerjaan yang akan dilakukan antara
lain adalah: pengecatan, pekerjaan sipil
(tanpa mesin), pekerjaan bangunan.
c. Ijin Masuk Ruang Tertutup/Terbatas
(Vessel/Confined Space Entry
Permit), untuk memasuki ruang tertutup
apapun atau ruangan yang dilarang
masuk. Suatu pekerjaan atau kegiatan
yang memasuki ruang tertutup seperti
bejana, tangki atau tongkang. Jika
pekerjaan itu harus dilaksanakan dalam
suatu atmosfir yang berbahaya yang
disebabkan oleh racun atau uap-uap
gas yang mudah menyala. Catatan dari
suatu analisa harus dibuat terhadap
kandungan udara (oksigen) dan level
dari gas-gas sehingga tindakan-tindakan
keselamatan yang sesuai dapat
dilakukan. Jika pemantauan terhadap
gas-gas berbahaya dan para pekerja
yang tanpa alat bantu pernafasan
selanjutnya pemantauan harus terus-
menerus dan bunyi alarm pada suatu
level penentuan dini.
d. Ijin Melaksanakan Pekerjaan Listrik
(Electrical Permit), untuk pekerjaan
dimana bahaya listrik kemungkinan
terjadi atau dibeberapa Client biasanya
ijin kerja ini adalah untuk melaksanakan
pekerjaan isolasi instalasi listrik ataupun
isolasi sistim tombol-tombol power.
Diperlukan apabila akan melakukan
pekerjaan yang antara lain untuk isolasi
tenaga listrik, perbaikan dan
penggantian breaker atau pemasangan
sistim tenaga listrik baru.
e. Ijin Penggalian (Excavation Permit),
adalah suatu pekerjaan yang meliputi
semua pekerjaan penggalian di daerah
Hal. 72
yang memerlukan pemeriksaan dan
persetujuan dari berbagai departemen
terkait seperti, Produksi, Electric,
Communication, Pipeline Maintenance.
Pada Client tertentu, apabila galian telah
mencapai kedalaman tertentu, selain
menggunakan ijin penggalian,
diharuskan pula untuk disertakan ijin
masuk ruangan tertutup, karena galian
yang telah mencapai kedalaman
tertentu itu dapat dianggap sebagai
ruangan tertutup/terbatas.

Hal yang mendahului hal-hal tesebut di atas,


biasanya akan menjadi suatu Sistem Ijin
Kerja para Client.

Peraturan Pekerjaan Khusus

PT. Noor Diana juga membuat peraturan-


peraturan khusus untuk melakukan suatu
pekerjaan di lingkungan masing-masing
departemen. Peraturan khusus tersebut
harus diikuti oleh setiap karyawan yang
fungsinya adalah untuk melakukan check
dan kontrol terhadap pekerjaan yang akan
dilakukan.

Apabila seorang karyawan dalam


melakukan pekerjaan khusus ini tidak
mengikuti peraturan dan ketentuan-
ketentuan yang ada pada perusahaan
dapat mengakibatkan kecelakaan bagi
karyawan itu sendiri dan yang lebih fatal
lagi perusahaan akan menderita kerugian
yang sangat besar termasuk pengaruh
terhadap lingkungan sekitar.

Beberapa ketentuan dalam melaksanakan


pekerjaan khusus ini antara lain adalah:

Hal. 73
 Setiap karyawan sebelum melakukan
pekerjaan khusus harus
mendiskusikannya kepada pengawas
yang bersangkutan tentang peraturan
kerja khusus yang harus diterapkan.
 Setiap pengawas harus
memberitahukan kepada bawahannya
tentang peraturan kerja khusus bagi
setiap karyawan yang akan melakukan
pekerjaan dimana di daerah itu
diberlakukan ketentuan-ketentuan
khusus.
 Peraturan khusus ini harus disampaikan
kepada setiap karyawan baru atau yang
baru dipindahkan pada saat
memberikan safety induksi/orientasi.

Pedoman dalam Melaksanakan


Pekerjaan Khusus

Untuk melaksanakan pekerjaan khusus


diperlukan suatu sistim check dan kontrol
melalui surat ijin melaksanakan pekerjaan
(work permit sistim) yang harus ditaati oleh
setiap karyawan. Surat ijin melaksanakan
pekerjaan ini dikeluarkan oleh bagian
dimana akan dilakukan pekerjaan, ditanda
tangani oleh pengawas dimana pekerjaan
itu dilakukan bersama- sama dengan
pengawas pelaksana dan bagian
keselamatan kerja. Sebelum surat ijin
melaksanakan pekerjaan ditanda tangani
oleh pihak-pihak yang terkait, maka
pengawas setempat atau yang mewakilinya
bersama-sama dengan pengawas dari
pelaksana kerja dan petugas keselamatan
melakukan pemeriksaan di tempat dimana
akan dilaksanakan pekerjaan. Setelah
pemeriksaan terhadap tempat kerja,
peralatan yang akan digunakan, serta
karyawan pelaksananya dianggap cukup
Hal. 74
memenuhi persyaratan sesuai dengan
daftar pertanyaan yang ada pada “Surat Ijin
Melaksanakan Pekerjaan (Work Permit
Sistim)” dan kemudian pihak-pihak terkait
telah menanda tanganinya, maka pekerjaan
baru bisa dimulai.

Untuk memudahkan sistim pengontrolan,


maka semua surat ijin melaksanakan
pekerjaan (work permit sistim) harus dicatat
dalam suatu log book yang telah tersedia
untuk itu dan termasuk jangka waktu
pelaksanaannya.

Penolakan Bekerja

Setiap karyawan yang mempunyai alasan


yang sah bahwa pekerjaannya dapat
menyebabkan dirinya atau orang lain
cedera mempunyai hak sebagaimana yang
dijamin pada UU No. 1/1970 pada pasal
VII,12,e dan juga bertanggung jawab untuk
menolak pekerjaan jika, berdasarkan
penilaiannya, pekerjaan yang dilakukan
tidak aman. Hal ini harus dilaporkan kepada
atasan langsung agar atasan tersebut
mengatasi masalah itu.
Apabila karyawan tidak puas dengan
pengarahan atasan langsung, karyawan
tersebut dapat melanjutkan penolakannya
melakukan pekerjaan dan membuat
laporan formal ke atasan yang lebih tinggi
dengan mengirimkan salinan (cc) ke
departemen manager dan Departemen
HSE guna menjelaskan alasan penolakan.

Supervisor dan Departemen HSE diminta


melakukan investigasi lebih lanjut terhadap
kasus ini. Bila investigasi menghasilkan
kepastian benarnya penolakan karyawan,
maka karyawan tersebut berhak
Hal. 75
mendapatkan penghargaan atas
kesadarannya pada resiko dan bahaya
dalam melakukan pekerjaannya, akan
tetapi, bila investigasi membuktikan
sebaliknya, karyawan tersebut diminta
melanjutkan pekerjaan dan kasusnya akan
diteruskan ke manager yang bersangkutan
serta Senior Management untuk keputusan
final.

Dalam situasi bagaimanapun, bila seorang


karyawan menolak untuk bekerja karena
alasan keselamatan, tanpa perlu
mempertimbangkan, supervisor
langsungnya harus membuat laporan dan
mengirimkan salinannya kepada manager
yang bersangkutan dan kepada Safety
Manager. Semua korespondensi harus
disimpan dalam file personal karyawan
tersebut, dan juga di dalam file supervisor
langsungnya.

3 Safety Golden Rules

 Rencanakan Dahulu

Perhitungan resiko dan rencana kerja


yang rinci sebelum pekerjaan dimulai
akan membantu memilih PPE yang
benar dan memastikan penyelesaian
pekerjaan yang aman, tepat waktu dan
hemat.

 Hentikan Setiap Saat

Keputusan untuk menghentikan setiap


pekerjaan yang membahayakan
didukung oleh semua manejer.

Hal. 76
 Laporkan Segera

Melaporkan semua accident dan


Incident/Near Miss berarti
menyelamatkan jiwa, sedang
menyembunyikan akan berakibat
hukuman.

16. PELATIHAN (TRAINING)

a. Pelatihan adalah aturan kebijakan


perusahaan untuk mengatur para karyawan
untuk menghadiri kursus-kursus pelatihan
yang disetujui. Instruksi dalam perusahaan
setiap hari berdasarkan pada masalah-
masalah kesehatan dan keselamatan kerja
adalah merupakan tanggung jawab dari
manajemen lini dan tidak dicatat. Dimana,
bagaimanapun seorang karyawan yang
mengikuti kursus pelatihan khusus apapun,
suatu catatan dari hal ini akan
didokumentasikan/di-filekan.
b. Untuk pelatihan mengoperasikan peralatan
khusus akan dipresentasikan/diperlihatkan
sebelum penggunaan, suatu catatan dari
kegiatan itu akan dicatat untuk referensi
dimasa yang akan datang.

Contoh Matriks Program Pelatihan Karyawan:

MATRIKS PROGRAM PELATIHAN KARYAWAN


LINE MANAGER

STAFF KANTOR
SCAFFOLDER/
CRANE AND
OPERATOR

OPERATOR
FORKLIFT
FOREMAN

WELDER,
TEKNISI,

PEKERJA
RIGGER
DRIVER
CHIEF

No. JENIS PELATIHAN

Modern Safety
1 V V V - - - - -
Management

Accident/ Incident
2 V V V - - - - -
Investigation

Hal. 77
LINE MANAGER

STAFF KANTOR
SCAFFOLDER/
CRANE AND
OPERATOR

OPERATOR
FORKLIFT
FOREMAN

WELDER,
TEKNISI,

PEKERJA
RIGGER
DRIVER
CHIEF
No. JENIS PELATIHAN

3 Basic Safety - V V V V V V V

Basic First Aid and


4 V V V V V V V V
CPR

Fire Prevention and


5 V V V V V V V V
Fire Extinguisher Use

6 Defensive Driving - V V V V - - -

7 Fire Fighting - V V V V V V V

8 Emergency Drill V V V V V V V V

Rigging for Rigger


9 - - - - - V - -
and Scaffolder

Certification for
10 - - - - V - - -
Lifting Operator

11 Swimming Test
- V V - V V - V

17. PROGRAM INSENTIF KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA

Tujuan

Tujuan dari aturan kebijakan ini adalah


untuk mengidentifikasi Program Pengakuan
Penghargaan pada setiap project. Sasaran
dari program ini adalah untuk mengetahui
kinerja keselamatan kerja oleh seluruh
personil project dan meningkatkan
kesadaran keselamatan kerja.

Penghargaan akan diberikan kepada:


Hal. 78
a. Orang-orang yang memberikan saran-
saran, inovasi dan sebagainya,
pelaporan “near miss” atau insiden-
insiden lain, memberikan sumbangan
pada peningkatan kesehatan dan
keselamatan kerja pada suatu project.
b. Orang-orang atau suatu kelompok kerja
yang bekerja secara aman dan
khususnya yang bekerja di bawah
“situasi-situasi khusus” dan sebagai
suatu persyaratan tambahan, di mana
orang-orang tersebut tidak mengalami
perawatan pertolongan medis (dokter)
atau cedera kehilangan waktu pada
project itu dan tidak mengalami suatu
cedera pertolongan pertama untuk 2
(dua) bulan pertama.
c. Penghargaan tersebut akan diberikan
kepada pekerja secara langsung oleh
Pengawas (Supervisor) para pekerja
dalam pertemuan tool box mingguan
untuk mendukung sasaran-sasaran
program itu. PT INDO PETRO
PERKASA akan menampilkan bentuk
dan hasil yang dicapai program ini,
pada setiap acara-acara pertemuan
presentasi resmi dengan Client.
d. Semua personal kontraktor atas
keberhasilan menyelesaikan suatu
periode kontrak tertentu. Suatu periode
kontrak yang dinilai disini, akan
didasarkan pada jam kerja tanpa suatu
cedera kehilangan waktu.
e. Setiap Penghargaan Keselamatan
Kerja yang dikeluarkan, akan
dicatat/didokumentasikan oleh PT
INDO PETRO PERKASA

18. TINDAKAN DISIPLIN

Hal. 79
Tujuan

Prosedur ini ditetapkan sebagai suatu


pedoman untuk membantu manajemen
dalam penetrapan tindakan disiplin pada
seluruh kegiatan operasi PT INDO PETRO
PERKASA Hal ini dipertimbangkan tidak
termasuk pada seluruh situasi sekitarnya
dan tindakan disiplin harus ditentukan
berdasarkan pada setiap situasi dan sifat
pekerjaan.

Umum

Tindakan disiplin yang berkesinambungan


harus diterapkan terhadap pelanggaran-
pelanggaran terhadap peraturan-peraturan
kerja atau aturan-aturan kebijakan
keselamatan kerja dan prosedur.
Tindakan disiplin tidak harus diterapkan
hanya bila seseorang “terperangkap”
melalui keterlibatan mereka dalam
kecelakaan-kecelakaan yang melibatkan
Near Miss, Kerusakan Harta Benda dan
Kecelakaan. Tindakan disiplin yang diambil
oleh karena pelanggaran terhadap
peraturan-peraturan kerja, prosedur-
prosedur keselamatan kerja atau kelalaian
yang telah menghasilkan suatu kecelakaan,
harus ditentukan setelah penyelidikan
dilengkapi untuk memastikan semua fakta-
fakta yang ditetapkan. Catatan-catatan
tertulis dari pelanggaran-pelanggaran,
sering dipandang sebagai suatu perangkat
penegasan yang negatif, dapat bekerja
dalam suatu cara yang positif. Catatan
tertulis menunjukkan bahwa pemenuhan
pada aturan-aturan kebijakan keselamatan
yang diharapkan sering menghemat banyak
waktu dan mengulang secara lisan dari
persoalan-persoalan. Para pekerja akan
Hal. 80
mengambil catatan tertulis secara lebih
serius. Bagi para pekerja yang secara
terus-menerus menolak untuk mematuhi
persyaratan-persyaratan keselamatan
kerja, tindakan disiplin selanjutnya akan
dipertimbangkan berdasarkan pada
evaluasi dokumentasi terdahulu. Tindakan
disiplin dapat diterapkan dalam bentuk
peringatan tertulis, pemberhentian
sementara (diistirahatkan) atau pemecatan.
Tindakan itu tidak membutuhkan tahap
demi tahap, tetapi bergantung pada situasi
sekitarnya. Semua catatan-catatan dari
pelanggaran-pelanggaran harus
didokumentasikan. Mengistirahatkan tanpa
gaji/bayaran akan dipertimbangkan, masa
hukuman tidak termasuk hari istirahat (day
off) dan akan ditambahkan setelah lewat
hari istirahat tersebut. Bilamana keparahan
dari pelanggaran memerlukan lebih dari
sekedar peringatan tertulis, maka tindakan
pemberhentian/pemecatan adalah
hukuman yang paling keras yang patut
dipertimbangkan untuk diambil.
Penegasan/Penegakan

Superintendent/Pengawas PT INDO
PETRO PERKASA adalah orang yang
paling bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan program keselamatan kerja.
Sebelum mereka mampu/sanggup
menegaskan persyaratan-persyaratan
program, hal itu adalah tanggung jawab
mereka untuk memastikan kelompok-
kelompok kerja mereka menyadari elemen-
elemen yang diterapkan pada pekerjaan di
mana mereka terlibat kedalamnya. Para
Pengawas garis depan (First Line
Supervisor) adalah kunci/penentu kepada
kontrol yang efektif dari operasi-operasi,
oleh sebab mereka berada pada posisi
Hal. 81
yang terbaik dari pengawasan langsung
kepada kerusakan dan memperbaiki
tindakan-tindakan dan kondisi-kondisi tidak
aman (di bawah standar) yang
menyebabkan kecelakaan-kecelakaan dan
kerugian-kerugian. Meskipun personal
safety dipertimbangkan yang terutama
memiliki peranan administrative, demikian
juga personal manajemen mempunyai
tanggung jawab dan wewenang untuk
mengoreksi tindakan-tindakan dan kondisi-
kondisi yang tidak aman (di bawah standar)
dan memberhentikan pekerjaan yang tidak
aman.

Dokumentasi

Catatan-catatan tertulis dari pelanggaran-


pelanggaran dan tindakan-tindakan yang
diambil akan didokumentasikan pada
catatan PT INDO PETRO PERKASA dari
pelanggaran aturan kerja. Atasan,
Pengawas dan Superintendent akan
meninjau dan menandatangani catatan itu.

19. PERALATAN PERLINDUNGAN


PERORANGAN/PERSONAL PROTECTIVE
EQUIPMENT (PPE)

Adalah kewajiban bagi setiap karyawan untuk


selalu menggunakan alat pelindung diri
perorangan di mana daerah itu merupakan
keharusan untuk menggunakannya. Banyak
karyawan yang mendapat cedera langsung
akibat suatu benturan yang berakibat kecelakaan
yang seharusnya hal itu tidak perlu terjadi.

a. Perusahaan akan menyediakan peralatan


pelindung yang sesuai untuk semua pekerja
di tempat kerja, termasuk pelindung kepala,
sepatu pengaman, pelindung pendengaran,
Hal. 82
dan bila diperlukan pelindung mata dan muka
(wajah), peralatan pelindung pernafasan,
pakaian khusus dan sarung-sarung tangan.
b. Adalah tanggung jawab/kewajiban dari
karyawan untuk menggunakan peralatan
pelindung diri perorangan yang disediakan
secara benar dan memastikannya berada
dalam kondisi yang baik/terawat, jika rusak
laporkan kepada manajer lini.

Peralatan Perlindungan Perorangan merupakan


pertahanan paling akhir, oleh karena itu,
persyaratan pemakaian Peralatan Perlindungan
Perorangan di tempat yang telah ditentukan
adalah suatu kewajiban.

“Peralatan perlindungan perorangan


BUKANLAH merupakan suatu alat yang dapat
MENCEGAH terjadinya suatu kecelakaan akan
tetapi dia berfungsi untuk MENGURANGI
TINGKAT KEPARAHAN apabila terjadi suatu
kecelakaan”.

Berikut ini beberapa petunjuk tentang berbagai


alat pelindung diri perorangan standar yang wajib
diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh
karyawan di PT. Perdana Kutai:

Pelindung Kepala (Hard Hat)

a. Semua karyawan harus menggunakan


topi keselamatan apabila
bekerja di daerah
konstruksi di mana
bahaya dari atas
mungkin terjadi termasuk
inspektor lapangan. Pengecualian
hanya pada saat berada di ruangan
kantor, control room atau di dalam
kabin kendaraan.

Hal. 83
b. Topi jenis lain, selain topi keselamatan
tidak diperbolehkan dipakai di kawasan
operasi dan konstruksi.
c. Karyawan yang bertugas di boat/kapal
harus memakai topi keselamatan
sewaktu berada di atas geladak
terbuka di mana bahaya dari atas
dapat terjadi, seperti kegiatan
mengangkat barang.

Pelindung Penglihatan dan Wajah

a. Para pekerja terkait dengan pekerjaan


las gas, pemotongan
dan
pengerokan/mengampl
as (brazing) sangat
dianjurkan untuk
memakai kacamata
pelindung-hitam atau tutup muka (face
masks) untuk melindungi diri mereka
dari cedera-cedera. untuk melindungi
diri dari luka-luka (para pekerja las
listrik atau pemotongan, memotong
ataupun pengoperasian yang serupa
sangat dianjurkan memakai helm,
sarung tangan dan penahan panas
yang sesuai.) Para pekerja yang terkait
dengan pengelasan listrik, pemotongan
atau operasi-operasi yang serupa
sangat dianjurkan memakai topi
pengaman atau topeng pengaman
dengan filter dari pelindung yang
pantas dan sarung tangan.
b. Para pekerja menggerinda, mengecat,
atau pekerjaan yang serupa diperlukan
untuk memakai kacamata hitam, tutup
muka atau hal lain yang memberikan
perlindungan yang sama.

Hal. 84
Pelindung Kaki

Setiap karyawan harus memakai sepatu


keselamatan dengan
pelindung besi pada bagian
ujung ketika berada di daerah
konstruksi.
a. Sepatu Karet dengan
pelidung baja pada ujung
dan yang diperkuat pada telapak kaki
harus digunakan ketika bekerja pada
daerah berlumpur dan basah atau di
daerah yang levelnya lebih rendah.
b. Penggunaan sandal dan sepatu
kets/sepatu biasa DILARANG.
Penggunaan sepatu khusus untuk
konstruksi baja, perancah dan di atas
rak pipa atau bekerja di atas struktur
yang diangkat, ditetapkan atas
persetujuan Perusahaan.
Pelindung Pendengaran

Pelindung pendengaran telinga harus


selalu dipergunakan apabila
berada di tempat kerja yang
ditetapkan sebagai daerah di
mana tingkat kebisingannya
melampaui nilai ambang
batas yang diijinkan, atau di dalam
kegiatan operasi di mana memungkinkan
terjadinya gangguan pada pendengaran.

a. Personil yang bekerja di dalam atau


di dekat suara bising tinggi pada level
di atas 85 dBA pada area
pekerjaannyaharus memakai
Perlindungan Pendengaran yang
disetujui; ear-muffs atau plug busa
yang bisa disumbat pada lubang
telinga.

Hal. 85
b. Perlindungan Pendengaran harus
dikenakan pada semua area yang
ditetapkan sebagai area bising
berbahaya.
c. Pelindung Pendengaran yang baik
digunakan adalah yang memiliki NRR
(Noise Reduction Rate) sampai
dengan 25 dBa.
d. Perlindungan Pendengaran harus
dikenakan ketika mengoperasikan
perkakas power-actuated, hamer jack
atau peralatan dengan level
kebisingan tinggi apapun.

Pelindung Mata

Pelindung mata yang


dirancang khusus untuk
suatu pekerjaan tertentu
harus digunakan apabila
mengerjakan hal-hal berikut ini:
a. Personil harus memakai perlindungan
mata yang sesuai untuk melindungi
dari bahaya spesifik apapun terhadap
pandangan penglihatan setiap saat
seperti bahaya tetap yang merupakan
sifat alami pekerjaan itu.
b. Perlindungan minimum, ketika
diperlukan, akan terdiri dari kacamata
keselamatan yang disetujui atau
kacamata hitam (goggles).
Perlindungan yang lebih luas harus
digunakan apabila situasi khusus
memerlukan.
c. Goggles Keselamatan untuk bahan
kimia harus dikenakan melindungi
wajah ketika menangani bahan-
kimianer bahaya.
d. Kaca lensa yang sesuai, helm dan
perisai wajah harus dikenakan oleh
tukang las dan pembantunya ketika
Hal. 86
melakukan pekerjaan pengelasan atau
pemotongan dengan membakar.
e. Suatu perisai wajah harus dikenakan
kapan saja terdapat suatu
kemungkinan material yang terpental,
percikan kembang api atau percikan
zat cair berbahaya. Beberapa contoh
spesifik yaitu pekerjaan patri
menggunakan udara kempaan,
menggerinda, penggunaan mesin
bertenaga yang bergerak, meniupkan
atau membersihkan dengan angin
kempaan, penggunaan gergaji
bermesin, menangani bahan beracun
dan tajam (kaustik) dsb.
f. Kacamata dengan pengaman samping
harus selalu dipakai oleh karyawan
yang bekerja menggunakan mesin
gerinda, palu, dan pahat, di mana
partikel-partikel kecil dapat
menyebabkan cedera, khususnya pada
bagian mata.
g. Kacamata khusus harus dipergunakan
oleh pekerja yang melakukan
pengelasan, bekerja dengan X-Ray
dan lain-lainnya.

Pelindung Tangan

a. Tangan harus dilindungi dari bahaya


terpotong, memar dan
lecet, terbakar akibat
panas atau bahan
kimia, terbakar energi
radiasi dan cedera lain.
Peralatan pelindung
yang sesuai harus tersedia dan
digunakan ketika berbagai
bahaya/resiko ditemui.
b. Sarung tangan harus dikenakan ketika
bekerja atau menangani objek yang
Hal. 87
berat, kasar atau memiliki tepi yang
tajam atau ketika tangan atau jari bisa
terjepit di antara objek.
c. Sarung tangan yang sesuai harus
digunakan ketika mengelasa,
membakar atau menangani material
panas.
d. Imprevious sarung tangan harus
dikenakan ketika menagnani bahan
beracun, tajam (caustic), dan material
berbahaya/penuh resiko lainnya.
e. Semua karyawan harus memakai
sarung tangan yang sesuai dengan
pekerjaannya bilamana pekerjaan yang
dilakukan memungkinkan cedera pada
tangan.

Pelindung Pernafasan

Peralatan pernapasan
yang sesuai, disetujui
harus dikenakan kapan
saja satu atau lebih
kondisi-kondisi yang
berikut ditemui.
a. Kadar Oksigen pada area pekerjaan di
bawah 20.0%.
b. Lembar data Keselamatan Material
(MSDS) merekomendasikan
penggunaannya untuk penanganan
bahan-kimia.
c. Konsentrasi zat pencemar udara
terhadap lingkungan melebihi nilai
ambang batas (TLV).
d. Ketika bekerja pada Ruang
Terbatas/Tertutup tanpa ventilasi cukup
atau di dalam lingkungan dengan
berbagai uap, gas, kabut, atau
konsentrasi debu berat. Dalam
beberapa situasi diperlukan seorang
penolong (backup person(s)) dengan
Hal. 88
cara yang sama diperlengkapi dengan
PPE yang tersedia untuk memonitor
dan melakukan tindakan pertolongan
dalam keadaan darurat.
e. Sangat mungkin terjadi keadaan-
keadaan khusus di sekitar lokasi
pekerjaan di mana diperlukan alat
pelindung diri yang khusus pula, seperti
halnya Breathing Apparatus (BA). Jika
pemakai tidak mahir menggunakannya,
selanjutnya harus dilakukan pelatihan
penggunaan peralatan ini yang mana
harus diperlihatkan sebelum
menggunakan. Jika pelatih bukan dari
Client, selanjutnya pelatih harus
berasal dari penyalur peralatan tersebut
(vendor).

Pelindung Jatuh dari Ketinggian

a. Sabuk pengaman harus digunakan


apabila diperkirakan dalam suatu
pekerjaan terdapat kemungkinan jatuh.
b. Setiap karyawan yang bekerja pada
ketinggian melebihi 6 feet (2 meter)
harus memakai sabuk pengaman dan
sabuk pengaman tersebut harus
benar-benar diikatkan pada karyawan
yang bersangkutan serta diyakinkan
bahwa kondisi sabuk pengaman
tersebut dalam keadaan baik.
c. Setiap menggunakan sabuk pengaman
pada ketinggian tertentu, sabuk
pengaman tersebut harus diikatkan
keperalatan atau kerangka/struktur.
d. Sabuk Keselamatan/Harness meliputi
perangkat kerasnya.
e. Sabuk keselamatan yang sesuai,
disetujui dan bersertifikat dan
lines/lanyards harus dikenakan
sebagai pelindung perorangan pada
Hal. 89
level yang tak terlindungi 3 meter (10
kaki) atau lebih dari atas permukaan.
Tali tempat mengaitkan safety belt
yang sesuai harus tersedia.
f. Sabuk Badan diperlukan hanya jika
terjun bebas yang sangat pendek
kurang dari 0,6 meter (2 kaki) dapat
diantisipasi. Suatu Sabuk Badan harus
digunakan jika terjun bebas lebih tinggi
2 meter (6 kaki) dapat diantisipasi.

Pelampung

Pada kegiatan yang kemungkinan


mempunyai resiko jatuh ke dalam
air/sungai, Setiap karyawan harus
memakai pelampung
(Vest/Life Jacket). Apabila
bepergian dengan speed
boat atau kapal dan apabila
menjalankan tugas-tugas
berikut ini:
a. Pelampung harus dipakai
pada saat berada di atas jembatan
(sebelum menaiki boat/kapal) dan
dilepas setelah berada di atas jembatan
(turun dari boat/kapal).
b. Ketika melakukan tugas bongkar-muat
di boat/tongkang/kapal.

Hal. 90
Sources of OSHA personal protective equipment
standard

Bagian OSHA Sumber-sumber

Persyaratan Umum:
41 CFR 50-204.7
1910.132
Perlindungan Wajah: ANSI Z87.1-1968, Eye and Face
1910.134 Protection
Perlindungan ANSI Z88.2-1969, Standard
Pernafasan: Practice for Respiratory
1910.134 ANSI K13.1-1967, Identification
of Gas Mask Canister
Perlindungan Kepala ANSI Z89.1-1969, Safety
di tempat Requirements for Industrial
Kerja: 1910.135 Head Protection
Perlindungan Kaki di
ANSI Z41.PT91, Mens’Safety-
tempat
Toe Footwear
kerja: 1910.136
ANSI S1.4-1971 (1976),
Paparan Kebisingan Specification for Sound Level
di tempat Meters
kerja: 1910.95 ANSI S3.6-1969, Specification
for Audiometers
Peralatan ANSI Z9-4, Ventilation and Safe
Perlindungan Practices of Abrasive Blasting
Listrik: 1910.137 Operation

20. PERALATAN PERTOLONGAN PERTAMA


(FIRST AID)

a. Suatu persediaan kotak alat pertolongan


pertama harus tersedia pada tiap tempat
kerja, bagaimanapun suatu pengaturan harus
diusahakan jika Client memiliki fasilitas yang
lebih baik. Sebuah kotak P3K kecil untuk
keadaan darurat harus tersedia pada tiap
kendaraan.
b. Ketika bekerja di area PT INDO PETRO
PERKASA dimanapun, perwakilan
Hal. 91
keselamatan kerja (safety representative)
harus berusaha membuat para pekerja
memperhatikan masalah pertolongan
pertama.
c. Jangan pindahkan atau ubah posisi orang
yang terluka, terutama bila luka-lukanyan
karena jatuh, jatuh dari ketinggian dengan
keras atau kekerasan lain.
d. Pindahkan atau ubah posisi penderita hanya
apabila tindakan anda adalah untuk
menyelamatkan dari bahaya lain.
e. Bertindaklah dengan cepat apabila penderita
mengalami pendarahan, kesulitan bernapas,
luka bakar atau kejutan.
f. Baringkan penderita, selimuti agar tetap
hangat, tetapi jangan sampai terlalu panas.
g. Apabila penderita muntah-muntah dan anda
yakin tidak ada kemungkinaan patah tulang
leher, miringkan tubuhnya ke satu sisi, untuk
mencegah kemungkinan tersedak.
h. Jangan melepas pakaian dari penderita luka
bakar.
i. Jangan mencuci luka bakar tahap tiga (luka
bakar tahap tiga adalah luka bakar yang telah
merusak lapisan kulit yang terdalam).
j. Segera balut luka dengan penutup steril.
k. Jangan berikan cairan apapun kepada
penderita yang pingsan atau setelah pingsan,
cairan dapat memasuki saluran pernafasan
dan mengakibatkan kesulitan bernafas bagi
penderita. Jangan mencoba menyadarkan
orang pingsan dengan menampar wajahnya,
mengoncang-goncangkan tubuhnya atau
bahkan berteriak.
l. Jangan memberikan alkohol pada penderita
yang mengalami luka parah.
m. Hubungi dokter dan tanyakan langkah-
langkah apa yang harus diambil sebelum
dokter tiba di tempat penderita.

Hal. 92
22.1. Menghentikan Pendarahan

Hentikan pendarahan dengan cara


menekan luka atau sekitar luka. Apabila
luka terlalu lebar, mungkin anda harus
menekan luka itu sendiri agar pendarahan
segera terhenti. Tekan terus menerus.
Jangan melepas tekanan tiap sebentar
hanya untuk melihat apakah pendarahan
sudah terhenti. Dalam hal luka terdapat di
kaki atau tangan, naikkan tangan atau kaki
sehingga posisinya lebih tinggi dari kepala.
Lakukan hal ini bila anda yakin tidak ada
bahaya lain, karena ini akan mengurangi
aliran darah. Apabila setelah diberikan
tekanan pendarahan masih belum berhenti,
mungkin nadi atau pembuluh darah balik
telah putus, tekan nadi yang di dekat luka,
untuk menghentikan aliran darah dari
jantung ke tempat lain.
a. Apabila luka di telapak tangan dan jari-
jari tangan, tekan nadi di pergelangan
tangan.
b. Apabila luka terdapat di lengan, tekan
pada nadi di ketiak.
c. Tekan dengan bagian belakang telapak
tangan anda nadi yang terdapat di
pangkal paha bagian depan agak ke
bawah (selangkangan).
d. Apabila luka terdapat di wajah,
tekankan jari anda pada nadi di bawah
rahang bawah.
e. Apabila luka terdapat pada kulit bagian
atas kepala, tekan nadi di samping
kepala tepat di depan telinga.
f. Apabila luka terdapat di leher atau
bagian kepala bagian belakang, tekan
nadi di leher di bawah telinga.
Penggunaan semacam saputangan yang
diikatkan pada nadi dekat bagian yang luka
Hal. 93
adalah cara lain untuk menghentikan
pendarahan. Untuk luka di lengan, gunakan
saputangan dan lipat kira-kira selebar
telapak tangan untuk mengikat lengan atas
sedikit di bawah ketiak. Untuk luka di kaki
buat ikatan yang kuat sedikit di bawah
pangkal paha. Ikatan saputangan ini
hendaknya cukup kuat untuk menghentikan
pendarahan. Lepas ikatan setiap sepuluh
menit, selama satu menit. Jika pada saat
dilepas tidak terjadi lagi pendarahan, jangan
ikat lagi nadi tersebut.

22.2. Pertolongan Nafas Buatan dari Mulut-ke-


Mulut (Mouth-Mouth Resuscitation)

a. Jika korban telah berhenti


bernafas dan hanya jika anda
telah dilatih tentang CPR;
selain itu periksa mulut si
korban untuk memastikan
tidak ada hambatan
pernafasan atau benda-benda asing yang
tersangkut, pastikan lidah tidak
menyebabkan hambatan untuk
memulai pernafasan buatan dari mulut-
ke-mulut.
b. Baringkan penderita dengan posisi
terlentang.
c. Buka mulut penderita dengan cara
menguakkan rahangnya, jaga agar
selama dilakukan pernafasan buatan
mulut selalu dalam keadaan terbuka.
d. Angkat leher si korban dan bentangkan
kepala dengan tangan lain untuk
membuka aliran udara. Dorong dagu ke
atas. Jepit/tutup lubang hidung si
korban.
e. Lakukan tarikan nafas yang baik ke
dalam paru-paru anda dan tempatkan
mulut anda ke mulut sikorban (untuk
Hal. 94
seorang yang lebih kecil atau anak-
anak ke atas hidung dan mulut)
kemudian tiupkan/hembuskan udara
sampai dadanya terlihat mengembang
naik (untuk seorang yang lebih kecil
atau anak-anak ukurlah
tiupan/hembusan anda), Lepaskan dan
biarkan si korban menghembus melalui
mulut atau hidung, perhatikan adakah
mulut pasien mengeluarkan kembali
udara yang anda tiupkan.
f. Jika ya, periksa sekali lagi barangkali
masih terdapat sesuatu yang
menghalangi pernafasan di dalam
mulut penderita.
g. Lanjutkan meniupkan udara ke paru-
paru si korban sekali pada 5 detik,
sampai si korban itu dapat bernafas
tanpa bantuan atau sampai pelayanan
keadaan darurat tiba.
h. Untuk orang dewasa lakukan 12 tiupan
salama satu menit, dan untuk anak-
anak diperlukan 20 tiupan tiap menit.

22.3. Membantu Denyut jantung

Lakukan pengurutan segera setelah jantung


berhenti berdenyut. Letakkan kedua telapak
tangan anda dalam
keadaan saling bertumpuk
di bagian paling bawah
dada penderita. Tekan
dengan telapak tangan
bawah sedalam kurang
lebih 5 cm. Ulangi tekanan. Lakukan 60
tekanan dalam 1 menit.

22.4. Penderita Shock/Terkejut

Hal. 95
Apabila seseorang mengalami shock,
wajahnya akan tampak pucat, tubuhnya
dingin dan berkeringat. Nafasnya memburu.
Usahakan untuk membaringkannya dan
menempatkan kakinya pada posisi lebih
tinggi daripada kepala, kecuali terdapat luka
di kepalanya. Selimuti tubuhnya agar
hangat, tetapi jangan sampai terlalu panas
untuknya. Berikan minuman tak beralkohol
kepada penderita dengan menambahkan
gula atau garam pada minuman tersebut,
apabila penderita dalam keadaan benar-
benar sadar. Ajaklah penderita bercakap-
cakap, atau bujuklah dengan kalimat-kalimat
yang menenangkan sambil menggenggam
tangannya.

22.5. Tersedak Makanan

Berdirilah di belakang penderita dan


peluklah pinggangnya dengan kedua
tangan. Biarkan kepala dan tubuh atasnya
mengantung ke depan. Kepalkan salah satu
tangan anda dan tekan kepalan ini pada
perut bagian atas, tepat di bawah tulang iga
dan di atas pusat. Tarik kuat-kuat kepalan
tangan anda ke arah atas. Ulangi beberapa
kali hingga makanan keluar dari
tenggorokan penderita.

22.6. Menolong Penderita Keracunan

Pada umumnya penderitaa keracunan


makanan dapat ditolong dengan
memberikan air atau susu. Satu menit
pertama adalah saat paling kritis bagi
penderita. Usahakan agar penderita dapat
muntah, yaitu dengan memasukkan jari ke
dalam kerongkongannya. Tetapi jangan
melakukan itu bila penderita dalam keadaan
pingsan, atau bila ia keracunan karena; acid
Hal. 96
(asam kimia), amoniak, sabun, atau bahan
minyak seperti bensin.

DAFTAR PEDOMAN/PETUNJUK
TINDAKAN-TINDAKAN TERHADAP KERACUNAN

ZAT PENYEBAB TINDAKAN

a. Alkohol  Beri minum air kopi pahit


 Usahakan dapat muntah
 Kepala didinginkan dengan es.
b. Ammonia  Berikan minum air susu atau
santan kelapa dan norit
 Usahakan muntah
c. Aspirin/Acetosal  Berikan minum air susu atau
santan kelapa dan norit
 Usahakan muntah
d. Makanan Busuk  Usahakan muntah
(kalengan)  Beri norit
e. Racun Tikus  Berikan minum air susu atau
(arsenicum) santan kelapa dan norit
 Usahakan muntah
f. Bensin, minyak  Berikan norit, susu, santan
tanah kelapa dan kopi pahit
g. Jodium  Berikan minum air tepung beras
 Usahakan muntah
h. Kina  Berikan norit
 Garam inggris untuk cuci perut
i. Lysol  Berikan minum minyak kelapa,
susu atau santan kelapa
 Jangan sampai muntah
j. Madat/candu  Usahakan muntah
 Berikan kopi pahit
 Jika nafas berhenti, usahakan
gerakan nafas buatan
k. Veronal, Valium dsb  Berikan air minum sebanyak-
banyaknya
 Usahakan muntah
 Berikan norit lalu garam inggris
untuk cuci perut
l. Insektisida  Minumkan susu atau santan
kelapa
 Usahakan muntah
 Berikan norit lalu cuci perut
dengan garam inggris
m. Air keras, carbol dll  Berikan air minum sebanyak-
banyaknya
 Kalau ada air susu dalam jumlah
yang banyak, tablet kapur
diberikan

Hal. 97
ZAT PENYEBAB TINDAKAN

 Cuci perut dengan garam inggris


n. Asam dan Basa  Beri minum air susu
kuat  Bila tertelan dengan larutan
pekat, jangan melakukan cuci
perut.
o. Karbon Monoksida  Pernafasan buatan dengan O2 di
bawah tekanan
p. Tingtir Yodium  Berikan air tepung beras dan
Pekat susu dengan segera
 Cuci perut dengan garam inggris
q. Natrium Hipoklorit  Beri minum air susu
(pemutih pakaian)  Beri putih telur
 Cuci perut dengan garam inggris

21. TRUCK-TRUCK FORKLIFT (FORK LIFT


TRUCKS)

23.1. Ketentuan Umum

Diperlukan Pengemudi yang terlatih. Tidak


seorangpun yang
berusia di bawah 18
tahun boleh
mengoperasikan
sebuah truck forklift.
Tak seorangpun
selain pengemudi,
menumpang pada
bagian manapun dari truck itu ataupun pada
platform/forknya kecuali truck itu disediakan
dengan suatu fasilitas khusus seperti halnya
suatu kandang/bucket berpagar untuk
inspeksi. Hanya Manager Lokasi yang bisa
menunjuk orang untuk mengoperasikan
forklift. Manager yang ditunjuk atau
asistennya akan menjamin semua operator
forklift adalah orang terlatih.

23.2. Ketentuan Pengoperasian

Penanganan yang kasar dan pengoperasian


secara sembarangan sangat dilarang.
Hal. 98
Mengoperasikan forklift tidak diperbolehkan
tanpa fasilitas yang memadai. Forklift tidak
boleh dipergunakan untuk transportasi
karyawan. Jangan melampaui kecepatan
yang disarankan atau yang amam. Hanya
operator forklift berwenang saja yang boleh
mengoperasikan forklift. Pada saat
mengoperasikan forklift, SIO (Surat Ijin
Operasi) harus selalu dibawa oleh operator.
Karyawan atau siapa saja tidak boleh:
a. Naik pada fork/garpu forklift.
b. Berada pada jalur di mana forklift lewat,
atau di bagian mana saja yang bisa
membahayakan.
c. Melewati, bekerja atau berada pada
bagian pengangkat baik ada
muatannya, maupun kosong.

Perhatian: Orang yang tidak berhak dilarang


mengendarai Forklift

Operator forklift harus memeriksa forklift


sebelum memakainya atau setidaknya
sekali satu shift. Memperhatikan secara
khusus akan fungsi ban, aki, rem,
mekanisme kemudi, sistem angkat (lift
sistem seperti: rantai, kawat/kabel,
garpu/fork dan tombol), pengontrol, full
lines, klakson, lampu dan sistem pendingin.
Jika kelihatannya tidak aman, laporkan
segera kepada supervisor work shop.
Forklift tidak boleh digunakan sebelum
diperbaiki atau diyakini aman untuk
dioperasikan.

23.3. Selama Pengoperasian Forklift:

a. Menjaga selalu kontrol


yang baik setiap saat.

Hal. 99
b. Menjaga selalu kecepatan forklift yang
aman di area kerja.
c. Perlahan-lahan jika di persimpangan
dan bunyikan klakson bila ada sesuatu
yang bergerak di depan.
d. Operator forklift harus melihat petunjuk
arah jalan dan tidak akan bergerak
sampai orang atau benda yang
merintangi sudah tidak ada lagi.
e. Jangan mengemudi ke arah seseorang
yang dibelakangnya terdapat obyek
yang tidak bergerak, sehingga dia
tertahan/terperangkap di antara forklift
dan obyek itu.
f. Jika barang yang diangkut menghalangi
pandangan, operator forklift harus
menyeret/menarik beban tersebut.
g. Saat berjalan pada jalur yang sama
dengan kendaraan lain yang sedang
bergerak maju jangan menyalip di
persimpangan jalan, jalan buntu
ataupun di daerah yang berbahaya.
h. Menjaga jarak yang aman di antara
forklift dengan kendaraan lain pada jalur
yang sama.
i. Selalu menjaga posisi gigi pada posisis
yang serendah mungkin.
j. Selalu pelan-pelan jika
menaiki/menuruni lereng.
k. Pada saat menaiki/menuruni lereng
dengan kemiringan lebih dari 10 derajat,
kemudikan truck forklift yang ada
bebannya dengan fork/garpu yang
miring.
l. Pada semua lereng, beban muatan
harus dimiringkan/bertumpu ke
belakang jika memungkinkan; fork/garpu
dinaikkan hanya jika diperlukan untuk
membersihkan jalan.

Hal. 100
23.4. Alat Angkut Forklift Tanpa Pengawasan
(Di luar Pandangan Operator)

Pada saat forklift akan ditinggalkan dari


operator hal-hal yang perlu dilakukan adalah
sebagai berikut:
a. Matikan power, gunakan rem tangan,
arahkan tiang ke posisi vertikal, posisi
fork/garpu berada di bawah serta roda
belakang dan depan sudah diganjal.
b. Atau tinggalkan kendaraan forklift pada
posisis power hidup hanya jika remnya
sudah dipasang, tiang terarah ke posisi
vertikal, fork/garpu pada posisi di bawah
dan roda-roda sudah diganjal. Alat
pengangkut beban sudah berada pada
posisi rendah.
c. Sudah menetralisir sistem kontrolnya.
d. Rem sudah terpasang.

Forklift tidak dipakai tetapi masih dalam


pengawasan operator (tidak lebih dari 8
meter):
a. Ban sudah tertahan/ganjal.
Peringatan: Jangan mengoperasikan Power diesel forklift
pada bangunan yang ruangannya berukuran
kecil tanpa ventilasi yang sesuai
Perhatian:
a. Jangan mengangkut beban yang
melampaui kapasitas forklift.
b. Jangan mengoperasikan forklift pada
permukaan yang tidak mendukung dari
keamanannya.
c. Jangan mengoperasikan forklift
melindas sesuatu yang berada di lantai.
d. Hindari menghentikan atau
menghidupkan forklift dengan tiba-tiba.
e. Hindari mengangkut material yang
mudah lepas dari fork/garpu.

Hal. 101
23.5. Prosedur Mengoperasikan Forklift dan
Kendaraan Perusahaan

Mengoperasikan Kendaraan/Alat Angkut


Perusahaan Dengan Aman
Operator/pengemudi/ sopir di PT INDO
PETRO PERKASA akan menjalani masa
percobaan selama satu sampai tiga bulan.
Apabila berhasil Operator/ Pengemudi/Sopir
tersebut harus:
a. Sebelumnya mempunyai SIM yang
masih berlaku dan SKKB dari
Kepolisian.
b. Mengemudi dengan hati-hati dan
mentaati peraturalan lalu lintas/hukum
yang berlaku.
c. Taati peraturan rambu-rambu lalu
lintas.
d. Gunakan hanya kendaraan perusahaan
yang diijinkan.
e. Memiliki pengetahuan dasar tentang
mesin kendaraan, bensin atau diesel
power.
f. Bersihkan dan rawat kendaraan
dengan cara yang tepat setiap waktu.
g. Tidak mengijinkan untuk menumpang
selain karyawan perusahaan.
h. Dalam keadaan apapun jangan
meninggalkan kendaraan, kecuali
dalam pengawasan.
i. Melaporkan setiap kecelakaan
sesegera mungkin ke atasan.
j. Melaporkan setiap dampak ketidak
keefisiennan keamanan sesegera
mungkin ke atasan.
k. Pastikan kendaraan diservis sesuai
dengan jadwal tetapnya.
l. Jangan
mengendarai
kendaraan

Hal. 102
dalam keadaan mabuk.
m. Tidak mengangkut barang yang mudah
terbakar tanpa persetujuan dari atasan.
n. Memeriksa kendaraan sebelum
digunakan, dan setiap kekurang-an
harus segera diperbaiki/di-reparasi
dengan tepat.
o. Tidak mengangkut barang-barang
ilegal/melanggar hukum.

Semua kendaraan harus sudah


diperlengkapi dengan peralatan untuk
keadaan darurat seperti:
a. Peralatan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan.
b. Segi tiga merah pemantul cahaya.
c. Alat pemadam kebakaran untuk jenis
kendaraan yang sesuai.
d. Ban cadangan (reserve).
e. Kunci-kunci (Obeng, dll).
Untuk penanganan barang-barang
Tubular/Pipa-pipa dan peralatan berat
perusahaan:
a. Forklift dipakai oleh operator forklift
yang bertugas untuk memindahkan
pipa, apabila menggunakan crane,
maka operator cranelah yang bertugas.
b. Pengemudi truck komersial hanya
diminta untuk mengamati sampai
seluruh muatan sudah
termuat/dibongkar dari truck. Apabila
bantuan dibutuhkan dari karyawan lain,
maka harus diadakan toolbox meeting
untuk pengarahan sebelum bekerja
yang mana membicarakan mengenai
petunjuk-petunjuk kerja dan semua
karyawan yang terlibat dalam pekerjaan
tersebut diharuskan hadir.

22. PEKERJAAN PENGELASAN DAN


PEMBAKARAN
Hal. 103
24.1. Pendahuluan

Semua pekerjaan pengelasan dan


pembakaran merupakan pekerjaan yang
sangat berbahaya dan bisa mendatangkan
suatu kecelakaan apabila tidak ditangani
dengan benar. Oleh karena itu setiap akan
memulai pekerjaan tersebut, anda harus
mengikuti petunjuk-petunjuk berikut ini:
a. Sebelum memulai pekerjaan
pengelasan atau pembakaran, tempat
kerja harus diperiksa untuk
memastikan bahwa percikan-percikan
api atau logam-logam yang meleleh
tidak akan jatuh pada benda-benda
yang mudah terbakar.
b. Bila alat-alat pengaman yang
diperlukan tidak tersedia,
rundingkanlah dengan pengawas
anda.
c. Jangan sekali-ali melakukan
pengelasan atau membakar di tempat
yang berbahaya tanpa mendapat
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
pihak- pihak yang berwenang melalui
surat ijin bekerja (work permit sistim)
yang khusus untuk itu.
d. Pastikan bahwa alat pemadam api
ringan yang sesuai harus disediakan
sebelum pekerjaan pengelasan dimulai
dan alat pemadam api tersebut
berfungsi dengan baik.
e. Adalah merupakan tanggung jawab
dari setiap juru las (Welder) untuk
melakukan pemeliharaan atas
peralatan las. Peralatan tersebut harus
selalu dalam keadaan baik untuk
dipergunakan. Apabila rusak segera
laporkan kepada pengawas untuk
mendapatkan penggantian/perbaikan.
Hal. 104
f. Pada saat melakukan pengelasan atau
membakar, alat pelindung mata yang
telah ditentukan harus dipakai.
g. Semua kabel-kabel las dan selang-
selang pembakar harus dalam
keadaan baik dan diatur sedemikian
rupa agar tidak menjadi penghalang
bagi pelaksana kerja yang berada
disekitarnya.
h. Jangan sekali-kali melakukan
pengelasan atau membakar tangki,
tong atau pipa atau benda-benda
lainnya yang mungkin berisikan atau
bekas berisikan bahan bakar atau
bahan yang tidak diketahui lainnya.
Mintalah ijin terlebih dahulu kepada
petugas keselamatan atau pihak-pihak
yang bertanggung jawab lainnya
apabila akan melakukan pengelasan
atau pemotongan.

24.2. Mengelas

a. Bila berhadapan dengan benda-benda


yang beterbangan berupa serpihan-
serpihan atau benda-benda akibat
pembersihan las yang lain, alat
pelindung mata yang telah ditentukan
harus dipakai.
b. Bila melakukan
pengelasan listrik yang
berdekatan dengan
pekerja-pekerja lain,
mereka harus
dilindungi terhadap
sinar-sinar listrik
dengan layar yang tidak dapat terbakar
atau dengan alat pelindung mata yang
cukup memberi perlidungan. Semua
Hal. 105
kerangka dari mesin las harus
dihubungkan dengan tanah (di-
grounding).

24.3. Membakar

a. Jangan menggunakan korek api untuk


menyalakan suluh las. Gunakanlah
pemantik api. Suluh-suluh las tidak
boleh dipakai untuk menyalakan
benda-benda yang berasap.
b. Gunakanlah sarung tangan yang
sesuai untuk pekerjaan tersebut.
c. Bila kunci khusus dipergunakan untuk
membuka atau menutup katup tabung
acetylene/oxygen, kunci tersebut harus
tetap dibiarkan pada posisinya dikatup
tersebut.

24.4. Ventilasi dan Perlindungan

a. Hubungi petugas keselamatan sebelum


memulai pekerjaan pengelasan,
pembakaran, atau pemanasan yang
dilakukan di dalam ruangan tertutup,
yang mungkin memerlukan ventilasi
mekanis biasa atau ventilasi
pembuangan udara setempat untuk
mengurangi konsentrasi uap dan asap-
asap sampai pada tingkat yang dapat
diterima.
b. Jika ventilasi yang cukup tidak bisa
disediakan, pekerja harus dilengkapi
dengan dan diharuskan memakai alat-
alat untuk bernafas yang berisikan
udara.
c. Jika melakukan pengelasan, memotong
atau memanaskan logam-logam yang
Hal. 106
mengandung bahan-bahan beracun
seperti seng, timah hitam, cadmium
atau logam-logam yang mengandung
bahan beracun lainnya di udara
terbuka, harus memakai alat bernafas
jenis penyaring udara.

23. PERALATAN PENGECATAN

25.1. Umum

a. Daerah di mana orang bisa terpapar bahaya


uap, gas atau kabut
harus diberi ventilasi yang baik untuk
mencegah cidera
pada orang,
peledakan dan
pembakaran. Di
mana terdapat
banyak produk-
produk yang mudah terbakar, peraturan
pencegahan kebakaran harus juga
diobservasi.

b. Ijin Kerja panas harus tersedia ketika


pekerjaan pengecatan dilakukan di daerah
terdapat peralatan produksi dengan pijar
bunga api yang sedang beroperasi.
c. Alat pelindung pernafasan, Kaca mata-
kacamata pelindung dan pakaian pelindung
harus dipakai selama pekerjaan pengecatan
dengan penyemprotan dilaksanakan.
d. Krim pelindung, tak larut pada minyak, harus
dioleskan pada bagian-bagian tubuh yang
dapat terkena cat.
e. Zat kaustik atau garam Alkali tidak boleh
digunakan untuk melunturkan cat lama. Atur
penempatan limbah cat dan thinner (solvent)
padah wadah khusus yang diberi tanda
“Limbah Cat”. Cat atau Thinner jangan
dibuang di parit atau saluran air.
Hal. 107
f. Cat dan thinner harus ditempatkan mengikuti
aturan praktek-praktek keselamatan
penyimpanan/penempatan dan prosedur
house keeping yang baik.
g. Tanda “Dilarang Merokok” harus dipasang
pada daerah pengecatan.
h. Beri tanda pembatas bisa berupa tali ataupun
safetyline barricade untuk memberi tanda
agar orang yang tidak terlibat dalam
pekerjaan pengecatan tidak boleh masuk ke
daerah itu.
i. Setiap tukang cat harus mengerti akan
semua persyaratan pencegahan kebakaran
dan kebutuhan akan ventilasi yang cukup.
j. Tempatkan alat pemadam api ringan (APAR)
yang cukup pada daerah pengecatan.

25.2. Peralatan Pengecatan Bertekanan

a. Gunakan hanya Peralatan Pengecatan


Bertekanan yang difabrikasi dan telah
disertifikasi sesuai dengan persyaratan-
persyaratan pemerintah yang berlaku.
b. Periksalah pengaman valve relief pada
peralatan bertekanan setiap hari.
c. Nozzle (kepala) penyemprot harus dilengkapi
dengan keran/katup pemati otomatis kendali
jarak jauh (remote control). Keran/katup ini
tidak boleh diikat atau disembunyikan dengan
cara apapun yang dapat menghalangi
fungsinya. Nozzle, tangki dan peralatan
bertekanan harus dipasang kabel ground dan
secara berkala diperiksa oleh tukang
listrik/elektrikman untuk memastikan bahwa
sistem ground (pembumian) berfungsi
dengan baik.

Hal. 108
25.3. Peralatan Pengecatan Hampa Udara

a. Pastikan bahwa semua sambungan selang


zat cair telah terikat dengan baik sebelum
memulai pemompaan dan kepala semprotan
dipasang secara tepat pada seluruh
sambungan dan selang-selang.
b. Seluruh Peralatan harus dipasang sesuai
dengan tinggi tekanannya.
c. Selang-selang Zat Cair tekanan tinggi harus
diperiksa dengan cara dibengkokkan atau
digosokkan sebelum pekerjaan dimulai dan
secara rutin selama pekerjaan berlangsung.
d. Alat penyemprot (Spray Gun) haru ditangani
dengan hati-hati. Alat penyamprot tidak boleh
diarahkan pada bagian badan manapun
terutama ketika nozzle alat penyemprot
dipindahkan.
e. Pekerja tidak boleh mencoba untuk merubah
alat penyemprot cat tersebut yang telah
dipindahkan.
f. Tidak diijinkan untuk memutus pipa karet
(Hose) dari penyemprot itu tanpa terlebih
dahulu membebaskan tekanan cairan.
g. Alat penyemprot harus dilengkapi dengan
saklar ON – Off. Kendali manual tidak boleh
dibatasi atau terlindungi dengan cara apapun
untuk mencegah macet saat akan
dilepaskan.
h. Alat penyemprot harus diperiksa sebelum
dan selama penggunaan untuk memastikan
alat kontrol otomatis berfungsi ketika akan
dilepaskan jika alat penyemprot tidak
menutup, klep harus diperiksa apakah
terdapat kotoran pemakaian atau
penyesuaian yang pantas.

24. PROSEDUR DAN PETUNJUK MEMASUKI


RUANG TERBATAS

26.1. Tujuan
Hal. 109
Untuk menyediakan prosedur petunjuk untuk
melindungi pegawai dan karyawan
perusahaan, bila bertugas di dalam ruangan
terbatas atau tertutup.

26.2. Definisi Umum Ruang Terbatas/Tertutup

Ruangan terbatas adalah setiap ruangan


yang mempunyai jalan keluar masuk yang
terbatas, umumnya tidak memiliki ventilasi
yang baik, dan biasanya mengandung
bahaya-bahaya, baik yang sudah diketahui
maupun yang potensial. Contoh-contoh
ruangan terbatas:
a. Tabung-tabung proses dan peralatan
yang terkait, seperti: ketel uap,
cerobong asap, dapur, kolom dan
separator, pipeline.
b. Kontainer, seperti: tangki penimbun,
peti kemas, truck tangki, tongkang.
c. Ruangan tidak beratap misalnya:
sumur, palung, floating roof tank pada
situasi tertentu dapat dianggap
sebagai ruangan terbatas, meskipun
terbuka di udara luar. Pada Client
tertentu galian-galian pada kedalaman
tertentu dapat dianggap sebagai
ruangan terbatas atau tertutup.

26.3. Mengenali Ruang Terbatas/Tertutup

a. Ruang Terbatas untuk Masuk/Keluar


Lubang berdiameter sekecil 0,5 meter.
Sulit untuk masuk
membawa
Peralatan Bantu
Pernapasan
Breathing atau
peralatan
Hal. 110
penyelamat nyawa lainnya. Sulit untuk
mengeluarkan pekerja yang cidera.
Keluar dari lubang yang besar bisa
juga sulit karena adanya tangga, alat
pengangkat dsb.

b. Ventilasi Alam yang Tidak


Menguntungkan
Kurangnya pergerakan udara keluar
masuk ruangan yang bisa menciptakan
udara yang sangat berbeda dari udara
di luar. Gas mematikan mungkin
terperangkap di dalam. Bahan-bahan
organik dapat membusuk. Mungkin
tidak cukup oksigen lantaran adanya
gas-gas lain atau reaksi kimia seperti
proses karat.

c. Tidak Dirancang Untuk Ditempati


Pekerja Secara Terus Menerus
Kebanyakan Ruang Terbatas/Tertutup
tidak dirancang untuk dimasuki dan
sebagai tempat bekerja secara regular.
Diranncang untuk menyimpan produk.
Menutupi material atau proses.
Mengangkut produk atau bahan-
bahan. Terkadang dimasuki pekerja
untuk inspeksi, perbaikan,
pembersihan, dsb.

d. Kombinasi Berbahaya
Terdapatnya ke-tiga sifat Ruang
Terbatas/Tertutup bisa mempersulit
situasi. Bekerja di dalam dan di sekitar
ruang. Pekerjaan penyelamatan
selama keadaan darurat.
Memperburuk kondisi sebagai akibat
aktifitas: Pengelasan dan pemotongan,
Penggunaan Unsur-unsur Pengikat.
Pembersihan dengan zat pelarut,
penggunaan bahan-bahan kimia
Hal. 111
lainnya. Penggunaan peralatan
berbahan bakar gas.

26.4. Tanggung Jawab dan Wewenang

a. Para supervisor mempunyai wewenang


dan tanggung jawab untuk menjamin
bahwa tindakan-tindakan yang
diperlukan oleh Prosedur ini diikuti oleh
pegawai atau pekerja yang memasuki
ruangan terbatas.
b. Para pegawai PT INDO PETRO
PERKASA harus mengetahui
tanggung jawabnya untuk memasuki
“Ruangan Terbatas yang memerlukan
ijin” hanya sesudah mendapat ijin
tertulis dari seorang supervisor ataupun
dari para Client.
c. Para pimpinan harus diberitahu tentang
Prosedur ini dan diperintahkan untuk
mengikuti prosedur ini sebagai
tambahan minimum terhadap prosedur
mereka sendiri sesuai dengan itu, para
pimpunan harus bertanggung jawab
untuk melatih, memperlengkapi serta
mengawasi pekerja-pekerja mereka
pada waktu masuk dan bekerja di
dalam Ruangan Terbatas.

26.5. Persyaratan Umum

a. Dilarang masuk ke Ruangan Terbatas


dengan alasan
apapun tanpa Surat
Ijin yang
ditandatangani oleh
Supervisor yang
bersangkutan.
Dilarang masuk ke
Ruangan Terbatas

Hal. 112
apabila masih ada cara untuk
melaksanakan pekerjaan dari luar.
b. Harus dilakukan usaha-usaha yang
memungkinkan, untuk menghilangkan
kondisi yang berbahaya yang
mengharuskan pemakaian alat
pernafasan. Dari segi perlindungan
terhadap pekerja, jauh lebih baik
menghilangkan sumber bahaya
sehingga kehandalan alat-alat
perlindungan tidak begitu diperlukan.
c. Dilarang masuk ke dalam Ruangan
Terbatas sebelum persyaratan yang
tercantum ini dipenuhi.

26.6. Potensi Bahaya Ruangan


Terbatas/Tertutup

a. Udara di dalam Ruangan Terbatas


Kekurangan Oksigen
19,5% Tingkat minimum
oksigen yang memenuhi
syarat.

15-19% Berkurangnya
kemampuan bekerja
berat. Koordinasi tidak
seimbang. Gejala awal.

12-14% Keringat meningkat.


Daya nalar yang buruk.

10-12% Keringat bertambah.


Bibir membiru.

8-10% Kegagalan mental.


Lemas. Mual. Pingsan.
Muntah.

6-8% 8 menit – Fatal,


6 menit – 50% Fatal.
Hal. 113
4-5 menit – kemungkinan
pulih.

4-6% Koma dalam 40 detik


kematian

b. Udara di dalam Ruangan Terbatas


Kelebihan Oksigen
Tingkat oksigen di atas 21%
menyebabkan bahan-bahan yang
mudah terbakar dan menyala terbakar
hebat bila dinyalakan. (rambut,
pakaian, bahan-bahan, dsb). Pakaian
yang penuh olie dan bahan-bahan.
Jangan sekali-kali menggunakan
oksigen murni untuk ventilasi. Jangan
sekali-kali menyimpan atau meletakkan
tangki bertekanan di dalam ruang
Tertutup/Terbatas.

c. Udara yang Mudah Terbakar


Dua faktor kritis:
Kandungan Oksigen di udara.
Terdapatnya gas atau uap yang mudah
terbakar bercampurnya udara atau gas
yang tepat bisa menyebabkan ledakan.
Sumber-sumber pembakaran yang
umum:
Perkakas yang menimbulkan percikan
api atau perkakas listrik. Pekerjaan
pengelasan/pemotongan. Merokok.

d. Udara Beracun
Produk disimpan dalam Ruang
Tebatas/Tertutup:
Gas Bocor saat pembersihan. Bahan-
bahan terserap ke didinding ruang
Terbatas/Tertutup. Pembusukan
Bahan di dalam ruang
Terbatas/Tertutup.

Hal. 114
Pekerjaan yang dilakukan di dalam
suatu Ruang terbatas/Tertutup:
Pengelasan, pemotongan, pematrian,
penyolderan, pengecatan, pengikisan,
pengamplasan, pembuangan gemuk.
Penutupan, pengikatan, pencairan.
Daerah-daerah yang berdekatan
dengan ruang Terbatas/Tertutup.

e. Hydrogen Sulfida
Pembusukan bahan-bahan. Limbah
manusia.
Bau telur busuk pada konsentrasi
rendah. Kemungkinan tidak ada
peringatan mengenai konsentrasi
tinggi.
PPM Pengaruh
Waktu 10 ppm
Tingkat paparan yang dibolehkan 8
jam 50-100 iritasi ringan-mata,
tenggorokan
1 jam 200-300 iritasi signifikan
1 jam 500-700 pingsan, kematian
½ jam – 1 jam >1000 pingsan,
kematian bebrapa menit.

f. Suhu Ekstrim
Suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Pembersihan Ruang Terbatas/Tertutup
menggunakan uap panas.
Faktor kelembaban.
Proses pekerjaan di dalam Ruang
Terbatas/Tertutup bisa memperburuk
suhu ekstrim.
Alat Pelindung Diri.

g. Bahaya Kebanjiran
Bahan-bahan yang lepas dan berupa
butiran disimpan di dalam kotak dan
hoppers – biji-bijian, pasir dsb.
Hal. 115
Crusting dan bridging di bawah
pekerja.
Kebanjiran di Ruang
Terbatas/Tertutup. Aliran air atau
pembuangan.

h. Bahaya-bahaya lainnya
Kebisingan: jadi bertambah keras
karena akustik di dalam ruang.
Pendengaran rusak mempengaruhi
komunikasi. Permukaan licin/basah
terpeleset dan jatuh. Bertambahnya
kemungkinan tersenngat aliran listrik.
Benda yang jatuh bagian terbuka di
atas mendatangkan resiko benda jatuh
kepada para pekerja di dalam Ruang
Terbatas/Tertutup.

26.7. Persyaratan Sebelum Masuk

Kondisi-kondisi yang diperlukan untuk


dapat bekerja di dalam dan di sekitar
Ruangan Terbatas, sangat tergantung
pada lokasi, konfigurasi dan jenis
pekerjaan. Sesudah Supervisor
menginventarisasi kemungkinan bahaya
dia harus meyakinkan bahwa tindakan-
tindakan berikut ini diambil:

26.8. Isolasi

a. Tindakan-tindakan seperti
pemasangan barikade (pagar
penghalang) untuk mencegah
masuknya orang-orang yang tidak
berkepentingan ke daerah berbahaya
harus dilaksanakan.
b. Semua tabung, pipa, saluran yang
menuju ke luar dan ke dalam dari
Ruangan Terbatas harus ditutup,
disumbat, atau dibungkus sedekat
Hal. 116
mungkin dari Ruangan Terbatas
tersebut. Seluruh penutup tersebut
harus dicatat untuk meyakinkan bahwa
setelah pekerjaan selesai penutup
tersebut dilepas kembali. Penutup
tersebut juga harus diberi label.
c. Semua Peralatan listrik, mekanik,
pneumatic, maupun hydrolic yang
dapat menimbulkan bahaya harus
dimatikan disegel dan diberi label.

26.9. Pembuangan Isi

a. Cairan hydrocarbon, air dan zat-zat


lain seperti sulfida besi harus dibuang
seluruhnya sebelum pekerja masuk. Ini
mungkin memerlukan pembersihan
dengan uap panas atau pencucian
dengan air.
b. Zat-zat padat seperti yang terdapat di
dalam Treater dan Dry-bed dehydrator
harus dikeluarkan setelah pembilasan
seperti diuraikan kemudian. Zat-zat ini
mungkin sejenis dengan hydrocarbon
harus ditempatkan di dalam kontainer
tertutup atau dengan cara
pembuangan lain yang aman,
sehingga terbebasnya hydrocarbon di
daerah kerja.

26.10. Pembilasan

a. Jika udara di dalam Ruangan Tertutup


mengandung gas atau uap yang
mudah terbakar, harus dilakukan
pembilasan dengan gas innert atau
uap untuk mengusir gas-gas
berbahaya tersebut dan mencegah
terbentuknya campuran yang dapat
meledak di dalam Ruangan Terbatas.

Hal. 117
b. Pada Dry-bed dehydrator atau treater
tertentu, hydrocarbone cair dalam
jumlah besar yang masih tertinggal
dalam Treating-bed setelah
pembilasan akan tidak praktis. Pada
keadaan semacam ini mungkin perlu
pembilasan volume tabung untuk
mengeluarkan isinya supaya
masuknya ke dalam tabung dapat
dicegah.

26.11. Ventilasi

a. Uap-uap dan gas-gas harus dibuang


dengan jalan pemberian ventilasi
sebaik mungkin. Ventilasi dengan
bantuan alat-alat (fan, blower dan lain-
lain) lebih baik daripada ventilasi
secara alamiah.
b. Untuk mencegah campuran dalam Dry-
bed dehydrator atau treater, ventilasi
tidak boleh dimulai sebelum semua
zat-zat jenuh hydrocarbon dipindahkan
dari dalam tabung ke tempat yang
aman.
26.12. Penyajian/ Pemantauan

a. Udara di dalam Ruangan Tertutup


harus diuji/ dipantau sebelum pekerja
masuk dan selama bekerja di dalam
Ruangan terbatas, untuk menentukan
apakah masuk dan atau bekerja terus
menerus dapat diijinkan.
b. Udara harus diperiksa kembali setiap
hari, sesudah jam makan, pergantian
shift, dan atau interupsi lainnya.
c. Jika pekerja harus di dalam tangki
untuk waktu yang panjang, padahal
kondisi di dalam tangki memungkinkan
peningkatan konsentrasi zat beracun,
atau penurunan konsentrasi oksigen,
Hal. 118
maka disarankan untuk memeriksa
kadar H2S, hydocarbon, dan oksigen
secara periodik selama pekerja ada di
dalam Ruangan Terbatas tersebut.

26.13. Ijin

a. Masuk ke dalam Ruangan Terbatas


hanya diperbolehkan jika sudah
mendapat Sarat Ijin Masuk Ruangan
Terbatas. Setiap area Production
Foreman, Operation Supervisor atau
Gas Plant Supervisor atau Designer,
mempunyai tanggung jawab langsung
untuk menjamin diambilnya langkah-
langkah yang diperlukan, seperti yang
tercantum dalam surat ijin tersebut.
b. Supervisor yang bertugas atau petugas
yang ditunjuk hendaknya menjadi
pejabat yang berwenang untuk
memberi persetujuan pada ijin
tersebut.
c. Copy ijin hendaknya diberikan kepada
Penjaga Pintu Masuk.
26.14. Peralatan Perlindungan Perorangan

a. Perlindungan kulit dan mata harus


tersedia jika diperlukan.
b. Jika kondisi tempat udaranya
kekurangan oksigen atau mengandung
gas-gas beracun, harus digunakan alat
pernafasan jenis Pressure Demand,
Self Contained atau Hoseline.
c. Sabuk pengaman dan tali pengaman
juga harus digunakan pada tempat
kerja yang memerlukan alat
pernafasan, kecuali jika menurut
Supervisor penggunaan alat-alat
tersebut menimbulkan bahaya yang
lebih besar bagi pekerja.

Hal. 119
26.15. Pekerja Siap

a. Paling tidak harus ditunjuk satu orang


yang memantau pekerjaan dalam
Ruangan Terbatas untuk memberikan
bantuan. Pekerja siap harus dilengkapi
dengan alat pernafasan jenis Pressure
Demand, Alat Pemadam Kebakaran,
dan harus selalu berkomunikasi
dengan pekerja yang berada di dalam
Ruangan Terbatas.
b. Jika ada lebih dari seorang bekerja di
Ruangan Terbatas atau jika potensi
bahaya sangat besar, perlu
dipertimbangkan apakah perlu
tambahan Pekerja Siap.
c. Pekerja siap harus dilatih untuk dapat
melakukan dengan tepat bantuan
pernafasan baik melalui Resuscitasi
mulut ke mulut, maupun dengan
menggunakan resustasi mekanik yang
tersedia.

26.16. Kondisi Masuk Ruangan Terbatas

Supervisor yang bertugas atau petugas


yang ditunjuk harus menentukan apakah
pekerja boleh masuk dan menetapkan
kondisi-kondisi yang diperlukan untuk
masuk Ruangan Terbatas. Berikut ini
kategori yang menunjukkan berbagai
kondisi yang berbahaya.

26.16.1. Terlalu Berbahaya Untuk


Dimasuki

Tidak diijinkan untuk masuk ke


Ruangan Terbatas jika terdapat
salah satu dari kondisi berikut:

Hal. 120
Uap-uap atau gas-gas mudah
terbakar dengan konsentrasi
lebih dari 10% dari Batas Nyala
Bawah (LFL)
ATAU
Kadar oksigen kurang dari 18%
atau lebih dari 21%
ATAU
Konsentrasi H2S lebih dari
300ppm
ATAU
Zat-zat beracun atau korosif
lainnya yang menimbulkan
bahaya.

26.16.2. Diijinkan Masuk dengan Alat


Pernafasan

Masuk ke dalam Ruangan


Terbatas dengan memakai alat
Pernafasan jenis Pressure
Demand, Self Contained atau
Hoseline (egress cylinder) hanya
diijinkan jika kondisi berikut ini
dipenuhi. Disamping itu, juga
harus menggunakan sabuk
pengaman, tali pengaman dan
perlengkapan yang lain seperti
Sepatu Boot, Sarung Tangan
dan Pakaian yang tidak tembus,
bila diperlukan:

Kadar uap atau gas mudah


terbakar kurang dari 10%LFL
DAN
Kadar oksigen lebih dari 16%
(kecuali seperti pada bagian
Perkecualian)
DAN
Konsentrasi H2S kurang dari
300ppm
Hal. 121
DAN
Kondisi-kondisi fisik dapat
ditahan
DAN
Gas atau uap dan zat beracun
lainnya telah dites. Departemen
HSE harus dimintai saran
mengenai kemungkinan adanya
gas beracun lain dan cara
menguji sebagai contoh: Jika
suatu tangki biasa untuk
menampung bensin yang
mengandung TEL (leaded
gasolin), harus dilakukan tes
khusus.

26.16.3. Diijinkan Masuk Tanpa Alat


Pernafasan

Masuk ke dalam Ruangan


Terbatas tanpa alat Pernafasan
hanya diizinkan jika persyaratan
berikut ini dipenuhi:

Kadar uap atau gas mudah


terbakar kurang dari 10%LFL
DAN
Kadar oksigen lebih dari 19,5%
DAN
Tidak ada gas atau uap dan zat
beracun lainnya, atau tes
menunjukkan batas aman,
DAN
Kondisi fisik tidak menimbulkan
bahaya

26.17. Persyaratan Lain

a. Peralatan listrik yang digunakan di


dalam ruangan terbatas harus
bertegangan rendah (maksimum 12
Hal. 122
Volt) atau harus menggunakan
Ground Fault Circuit Interrupters.
b. Pengelasan/pemotongan atau
pekerjaan lain yang potensial
menghasilkan sumber api di dalam
ruangan terbatas, hanya boleh
dilakukan jika ada Surat Izin
Pekerjaan Panas.
c. Harus ditentukan metode yang efektif
untuk mengeluarkan pekerja dalam
keadaan darurat sebelum pekerja
masuk ke dalam ruang terbatas.

26.18. Perkecualian

a. Pada kasus-kasus yang sangat


jarang, mungkin diperlukan untuk
melakukan pekerjaan di tempat-
tempat dimana kadar oksigen kurang
dari 15%. Pada kasus semacam ini,
situasinya harus dibahas secara
menyeluruh dan harus mendapat
persetujuan dari manajemen dan
Departemen HSE.
b. Masuk dan bekerja di dalam ruangan
terbatas dapat menimbulkan masalah
khusus karena situasinya yang tidak
biasa. Tindakan pengamanan dan
prosedur khusus yang tidak terdapat
di dalam prosedur ini mungkin masih
ada yang diperlukan. Jika ada
pertanyaan yang belum terjawab
dalam prosedur ini, harap
disampaikan ke Departemen HSE
atau manajemen.

25. TABUNG GAS BERTEKANAN (PRESSURIZED


GAS CYLINDERS)

27.1. Penanganan Tabung Tas Bertekanan

Hal. 123
Semua Tabung gas bertekanan sangat
berpotensial untuk menyebabkan
peledakan-peledakan serius jika
ditransportasikan atau ditangani secara
tidak benar atau terkena panas yang
berlebihan.

Oleh karenanya setiap karyawan yang


pekerjaannya harus menangani tabung-
tabung bertekanan perlu mengikuti aturan
keselamatan berikut :

a. Jangan pernah berasumsi bahwa


tabung kosong. Perlakukan semua
tabung dengan asumsi bahwa tabung
tersebut berisi penuh.
b. Tabung-tabung bertekanan sangat
berbahaya. Kegagalan mengikuti
pedoman pabrik yang benar bisa
mengakibatkan cidera serius, kematian
atau kerusakan property.
c. Ketika memindahkan tabung, gunakan
gerobak, rak atau cari bantuan.
d. Tabung yang dipindahkan oleh crane
atau alat pengangkat harus diamankan
dalam rak tabung yang sesuai.
e. Jangan menggunakan tabung sebagai
roller, penyangga, atau untuk tujuan
lainnya selain untuk menyimpan gas.
f. Tabung kosong harus di tandai
“KOSONG” dengan label yang diberi
kawat. Katup harus ditutup rapat dan
tutup pengaman katup dipasang.
Jangan menulis tabung dengan kapur
atau marker.
g. Tabung kosong harus diturunkan
tekanannya hingga 10 psi atau kurang
sebelum diangkut.
h. Ikatkan tabung guna mencegah
pergerakan selama transportasi.

Hal. 124
i. Tutup pelindung katup tidak boleh
dimodifikasi atu dipakai guna
mengangkat tabung.

27.2. Pemakaian Tabung Industri untuk Gas


Bertekanan

a. Tabung gas Bahan Bakar harus


dipakai pada posisi tegak. Semua
tabugn diikat untuk mencegah
pergerakan dengan menggunakan
rantai.
b. Tutup perlindungan katup harus selalu
terpasang pada tabung kecuali ketika
sedang diservis.
c. Ulir pada regulator harus sesuai
dengan yang ada pada katup outlet
tabung. Jangan memaksakan
pemakaian adapter atau mengubah
koneksi.
d. Jangan memakai tabung gas
bertekanan tanpa regulator pengurang
tekanan yang terpasang pada katup
tabung atau manifold header.
e. Pemakaian regulator dan pressure
gauge hanya diperbolehkan untuk gas
yang sesuai rancangan atau yang
dimaksudkan.
f. Tutup selalu katup tabung sebelum
mencoba menghentikan kebocoran
antara tabung dan regulator.
g. Tabung bocor tidak boleh dipakai.
h. Jangan membiarkan timbulnya
percikan api, molten metal, arus listrik,
nyala atau panas yang berlebihan
untuk bersinggungan dengan tabung.
Pemakaian oil filled gauges dilarang
pada tabung oksigen.
i. Jangan menangani peraltan oksigen
dengan tangan atau sarung tangan
berminyak.
Hal. 125
j. Jangan menggunakan tabung gas
industri di dalam ruang tertutup, kecuali
alat Bantu pernafasan lengkap, alat
pemadam kebakaran dan kaleng
aerosol bervolume kecil.
k. Semua lampu potong
oksigen/acetylene harus memiliki
flashback arrestor yang dipasang
dalam masing-masing koneksi (di
pangkal lampu pemotong dan di
selang).
l. Tabung harus diikatkan dengan aman
menggunakan rantai atau diikatkan ke
kereta dorong/rak guna mencegah
pergerakan ketika digunakan.
m. Semua regulator dan selang pada
tabung oksigen dan acetylene harus
dikosongkan ketika tidak dipakai.
n. Semua tabung harus diberi label
dengan tepat dan ditandai sesuai
dengan Gas Bottle Standing Order.
o. Semua tabung bertekanan harus
dilengkapi dengan sertifikat yang
masih berlaku.

27.3. Cara Menyimpan dan Menangani


Tabung-Tabung Gas (Gas Cylinders)

a. Tabung oksigen atau tabung lain yang


berisi oxidizer jangan disimpan pada
jarak 7 meter (23 feet approx.) dari
tabung berisi bahan yang mudah
terbakar atau dekat zat lainnya di
mana bisa terjadi kebakaran yang
cepat, kecuali dilindungi oleh dinding
dengan tinggi paling kurang 0.6 meter
dan memiliki kekuatan menahan api
dengan rating selama paling kurang 30
menit (fire rating).
b. Tabung harus disimpan dalam ruangan
yang aman dengan ventilasi baik
Hal. 126
disiapkan dan dibuat untuk tujuan
tersebut. Tabung harus disimpan
dalam posisi tegak dengan tutup
pelindung yang ada dan disimpan
dalam rak atau diikatkan secara aman
dengan rantai. Merokok atau sumber
pemicu api lainnya dilarang.
c. Tabung tinggi yang beralas sempit
harus diikat kuat untuk mencegah
roboh/terjatuh. Jangan mengikatkan
tabung ke pipa proses.
d. Tabung kosong dan yang penuh harus
disimpan terpisah dengan memberi
tanda pada tabung kosong agar
dengan mudah dikenali guna
menghindakan kekeliruan.
e. Tabung harus diberi tanda yang
mengindikasikan isinya dengan jelas.
Gambar pada halaman berikut
memberikan gambaran yang tepat
mengenai kode dan pemberian label
tabung sesuai dengan peraturan
Menteri Tenaga Kerja RI No.
SE06/MEN/1990.

Color Standard
Pressurized Gas Cylinder
Minister of Manpower of the Republic
Indonesia
No. SE 06/MEN/1990

No Grup Gas Warna Botol Kode Warna


I Falmmable/Explosive Signal Red A365-437
Hydrogen, Acetylene, Nama gas
Hydrocarbon, tertulis pada
Methanol, Ethanol, badan tabung
Alcohol, Benzene,
Propane, etc.
II Poisonous Lemon A365-2024
Chlorid Acid, Arsine, Nama gas
Hydrogen Cyanide, tertulis pada
Carbon badan tabung
Monoxide, Ammonium
Hal. 127
No Grup Gas Warna Botol Kode Warna
Chloride,
Pesticide, etc
III Oxidant Neptune A365-2031
Oxygen termasuk air Nama gas
bertekanan tertulis pada
badan tabung
IV Corrosive Fashion A365-882
Yellow
Ammonia, Anhyrous Nama gas
Ammonia, tertulis pada
Chore, Hydrogen badan tabung
Chloride,
Sulfur Dioxide, etc.
V Asphyxia Pewter A365-695
Nitrogen, Argon, Helium, Nama gas
Neon, tertulis pada
Xenon, Krypton, Fluoro badan tabung
Carbon
(Refrigerant), Carbon
Dioxide
VI Medical Brililant A368-290
White
Used for diving, hospital, Nama gas
airline, etc. tertulis pada
Is Oxygen, Helium badan tabung
Chlorinate, Fume Gas,
Sterile Gas & Mixed Gas.
VII Mixed Gas Combination
of the above
Gas group
gas
VIII LPG/ELPIJI Red color A365
around
The bottle
neck

26. PERKAKAS-PERKAKAS TANGAN (HAND


TOOLS)

a. Perkakas-perkakas tangan listrik harus


diinspeksi secara berkala, untuk memastikan
selalu aman untuk
digunakan.
b. Jangan pernah
menggunakan
perkakas-perkakas
tangan yang rusak
Hal. 128
atau dalam kondisi yang buruk.
Pastikan/yakinkan kepala-kepala hamer/palu,
dan sebagainya kokoh dan aman.
c. Jangan membiarkan gagang sebuah pahat
mengembang seperti jamur oleh sebab hal ini
akan mengawali cuilan metal yang
beterbangan.
d. Pastikan pisau-pisau, gergaji-gergaji dan
pahat-pahat tetap tajam dan terawat dengan
baik.
e. Gunakan perkakas yang benar (sesuai) untuk
dengan setiap jenis pekerjaan yang akan
dikerjakan.

27. KEBIJAKAN HOUSE KEEPING

27.1 Pendahuluan

Terdapat hubungan yang erat antara Tata-


rumah-tangga (house
keeping), Efisiensi dan
Keselamatan Kerja.
Kebanyakan kecelakaan-
kecelakaan di lingkungan
perusahaan terjadi karena
adanya kondisi di tempat
kerja yang sangat buruk.
Untuk mencegah hal tersebut, perusahaan
menerapkan sistim kerja yang baik dan
aman serta keharusan mengikuti prosedur
dan peraturan-peraturan yang telah
ditentukan bagi setiap karyawan.
Kebersihan adalah merupakan bagian dari
cara kerja yang aman. Melakukan
pembersihan sebelum melakukan suatu
pekerjaan adalah jauh lebih baik dari pada
melakukan pembersihan setelah terjadinya
suatu kecelakaan. Kebersihan merupakan
dasar untuk melakukan pekerjaan dengan
aman. Berikut ini adalah petunjuk-petunjuk
Hal. 129
yang harus diikuti dalam menjaga agar
tempat kerja selalu dalam keadaan baik
dan aman.

30.1. Tempat Kerja

a. Beri tanda untuk gang, jalan untuk


kendaraan dan jalan masuk.
b. Buatlah setiap orang
bertanggung jawab
untuk melaksanakan
pekerjaan sesuai
dengan standar.
c. Lakukan suatu inspeksi
yang teratur dengan
menggunakan sistim checklist standar.
d. Lokasi kerja, peralatan dan bangunan
harus selalu dalam keadaan bersih dan
teratur.
e. Potongan-potongan bekas, kayu, kertas
bekas, kain majun yang tidak terpakai
lagi agar disingkarkan dan dibuang ke
tempat sampah dan sampahnya harus
dibuang pada tempat yang telah
ditentukan.
f. Seluruh tempat kerja harus bebas dari
rintangan-rintangan, dan tonjolan-
tonjolan yang membahayakan dan
harus dipelihara agar bebas dari
ancaman bahaya.
g. Semua fasilitas kamar kecil termasuk
bak pencuci tangan harus dalam
keadaan bersih.

27.2 Minyak dan Gemuk

a. Tumpahan minyak harus selalu


dibersihkan. Jika terdapat tumpahan
minyak yang terjadi secara terus
menerus, misalnya tetesan minyak dari
sebuah mesin, minyak tersebut harus
Hal. 130
ditampung dalam suatu tempat dan
kebocoran harus diperbaiki segera
secepat mungkin atau diganti.
b. Minyak, gemuk atau bahan lain yang
mudah terbakar tidak boleh disimpan di
dekat sumber penyalaan seperti panel
listrik atau peralatan lain yang
membahayakan.
c. Menumpah minyak atau membuang
sampah berminyak ke dalam sungai
atau saluran pembuangan (parit)
adalah benar-benar tidak diijinkan.
d. Buanglah/Tempatkan minyak atau olie
bekas ke dalam tempat yang sesuai.

27.3 Penggunaan dan Penyimpanan Peralatan

Selang, kabel, kawat las atau peralatan


lainnya harus disingkirkan bila sudah tidak
diperlukan lagi di tempat kerja, dan
dikembalikan ke tempat penyimpanan
masing-masing dengan baik, benar dan
rapi.
Semua peralatan yang sudah rusak harus
dikembalikan ke tempat penyimpanan dan
tidak boleh dipergunakan lagi. Bahan yang
rusak tersebut harus diberi tanda
“RUSAK”. Adalah menjadi tanggung jawab
setiap karyawan untuk:
a. Memeriksa semua
peralatan/perkakas sebelum dan
sesudah menggunakannya.
b. Mengembalikan peralatan ke tempat
penyimpanan masing-masing
sesudah dibersihkan.
c. Melaporkan semua kekurangan
peralatan/perkakas kepada penjaga
gudang (storeman).
d. Memastikan bahwa semua cara kerja
dilaksanakan dengan cara yang
semestinya.
Hal. 131
27.4 Pakaian Kerja

Semua karyawan harus mengenakan


pakaian kerja yang sepantasnya dan tidak
dibenarkan memakai celana pendek, kaos
oblong tanpa lengan pada saat berada di
tempat kerja. Apabila anda memakai dasi,
sarung tangan panjang, pakaian longgar
dan berambut panjang tidak diperbolehkan
mendekati pada peralatan yang berputar.
Pada saat memasuki ruang makan tidak
diperbolehkan mengenakan topi
keselamatan, kaos oblong tanpa lengan,
pakaian yang berminyak, sarung tangan
dan membawa peralatan kerja.

27.5 Keuntungan dari Housekeeping yang


Baik

Apabila kita melakukan housekeeping


dengan baik, maka beberapa keuntungan
yang diperoleh adalah mengurangi:
a. cidera,
b. bahaya kebakaran,
c. kerugian waktu,
d. tempat kerja jauh lebih
menyenangkan,
e. tempat menjadi sangat bernilai dan
aman.

27.6 Kerugian Akibat Housekeeping yang


Jelek

Bilamana housekeeping di suatu tempat


kerja sembrono atau
tidak teratur dengan
baik, maka untuk
terjadinya suatu
kecelakaan hanya
tinggal menunggu waktu
Hal. 132
saja. Adapun jenis kecelakaan yang akan
terjadi apabila housekeeping yang jelek
adalah:
a. Karyawan dapat tersandung pada
benda-benda yang berserakan di
lantai.
b. Karyawan tergelincir karena lantai
yang basah, kotor atau berminyak.
c. Karyawan tersandung terhadap
benda-benda yang menonjol,
tumpukan-tumpukan barang yang
tidak teratur atau penempatan barang
yang tidak semestinya.
d. Tangan atau bagian tubuh yang
lainnya dapat terluka oleh tonjolan
paku, kawat, potongan besi,
terjadinya kebakaran dan lain-lain.

27.7 Pengelolaan Limbah

27.7.1 Tujuan

Tujuan prosedur ini adalah untuk


menetapkan persyaratan untuk
pengangkutan limbah dalam suatu proyek
yang ditangani oleh PT INDO PETRO
PERKASA .

27.7.2 Limbah Konstruksi

Limbah konstruksi tidak berbahaya dari


suatu proyek akan ditampung pada kotak
sampah yang ditunjuk pada lokasi proyek,
daerah penampungan dan plan. Limbah
berbahaya apapun yang dihasilkan pada
suatu proyek akan dibuang menurut
persyaratan-persyaratan klien. PT INDO
PETRO PERKASA akan memberitahukan
seluruh limbah berbahaya yang dihasilkan
atau menyingkirkan dari lokasi proyek.

Hal. 133
27.8 Penyaluran sisa-sisa Material

27.8.1 Tujuan

Tujuan prosedur ini adalah untuk


menetapkan suatu standard penyaluran
sisa material yang dihasilkan dari operasi
PT INDO PETRO PERKASA .

27.8.2 Umum

Peti dan container harus tersedia pada


suatu proyek untuk
menampung:
- Kardus
- Sampah kantor
- Plastik
- Sampah minuman
ringan seperti (botol,
aluminium dan plastic)
- Kayu
- Minyak/Olie
- Logam
Bak untuk kardus, kertas sampah kantor,
plastik dan kayu akan ditempatkan
dikantor, Work shop,base camp dan
barges.

27.8.3 Kardus

Kardus akan dilipat dan dibersihkan dari


sisa staples dan di ikat sebelum
ditempatkan dalam bak. Kardus harus
bebas dari kotoran.

27.8.4 Kertas

Hal. 134
Seluruh kantor dan kereta makanan harus
memiliki tempat penampungan sampah
kertas.

27.8.5 Plastik

Seluruh plastik harus bersih dan bebas


dari material lain di mana wadah-wadah
sampah plastik harus dikosongkan.

27.8.6 Kayu

Pallets akan digunakan kembali untuk


penyimpanan material. Kelebihan pallets
akan disimpan di tempat penampungan
untuk digunakan saat proyek selesai.
Sisa-sisa kayu dan ampas kayu harus
bebas dari paku dan steples.

27.8.7 Minyak/Olie

Tempat penampungan sisa minyak dan oli


akan ditempatkan di gudang. hanya
minyak dan oli bekas yang boleh
ditempatkan dalam container tersebut.

27.8.8 Logam

Sampah logam akan ditempatkan dalam


suatu tempat yang kokoh yang mudah
dipindahkan kembali.

28 JALAN MASUK YANG AMAN (SAFE ACCESS)

a. Jalan masuk yang aman harus disediakan


untuk semua orang agar mereka dapat
menemukan tempat kerja mereka seperti
misalnya jalan barang-barang, jalan-jalan
gang, jalan pintas, hoist-hoist penumpang,
tangga dari lantai ke lantai gedung, tangga-
tangga dan perancah-perancah.
Hal. 135
b. Semua tempat-tempat berjalan harus rata
dan bebas dari halangan-halangan.
c. Perlindungan tepi (pagar) harus disediakan
atau tindakan pencegahan lainnya dilakukan
dimana orang-orang dapat jatuh dari
ketinggian 2 meter dari tepi yang terbuka.
d. Perancah-perancah mobil harus stabil dan
kokoh.
e. Lubang-lubang atau bagian-bagian yang
terbuka harus dipagari dengan kokoh atau
ditutupi secara kokoh.
f. Penerangan buatan yang memadai
diperlukan bila pekerjaan harus dilanjutkan
pada malam hari.
g. Tempat kerja harus rapi/teratur dan semua
material disimpan pada posisi-posisi yang
aman.
h. Pengaturan yang pantas harus dilakukan
untuk mengumpulkan dan membuang
material-material sampah.
i. Paku-paku pada papan-papan atau balok-
balok harus dipakukan ke dalam atau
disingkirkan.

29 TANGGA-TANGGA (LADDERS)

Semua jenis tangga yang disediakan


di tempat kerja adalah untuk
dipergunakan untuk bekerja pada
ketinggian. Tidak ada alasan apapun
untuk menggunakan sesuatu alat yang
bersifat sementara untuk mencapai
suatu tempat kerja pada ketinggian. Penggunaan
tangga yang benar adalah sebagai berikut:
a. Setiap tangga harus diperiksa sebelum
digunakan agar selalu berada dalam kondisi
yang baik dan bebas dari kerusakan-
kerusakan yang nyata.
b. Semua tangga harus diikat kuat pada bagian
atas yaitu dengan tali (termasuk tangga-

Hal. 136
tangga yang digunakan pada periode-periode
waktu yang pendek).
c. Jika tangga itu tidak dapat diikat pada ujung
bagian atas sebagaimana yang
disebutkan di atas, maka tangga
itu harus diikat atau dikokohkan
pada bagian bawah, dihimpit atau
diberi kaki-kaki sebagai tumpuan.
d. Tangga harus
dinaikkan/ditinggikan paling
sedikit 1.05 m (3’6”) di atas anak
tangga terakhir dimana pemakai
berpijak/berdiri sewaktu bekerja.
e. Tangga-tangga harus diposisikan secara
layak untuk memudahkan pekerja lain agar
tidak menghalangi jalan keluar masuk.

Pada ketinggian lebih dari 2 meter pekerja


yang bekerja diatas tangga tersebut harus
menggunakan sabuk keselamatan yang sesuai,
dan dikaitkan lebih tinggi daripada pinggang
pada suatu tempat yang kokoh dan aman
(pada struktur yang tidak bergerak yang dapat
dijangkau/tercapai).

f. Tangga-tangga harus diperiksa sebelum dan


setelah dipakai. Kerusakan-kerusakan yang
ditemukan harus segera dilaporkan kepada
pengawas.
g. Tangga yang patah atau rusak tidak boleh
dipakai. Perbaiki atau hancurkanlah segera
tangga semacam itu. Tangga-tangga yang
akan diperbaiki harus diberi tulisan JANGAN
DIPAKAI.
h. Tangga-tangga tidak boleh disandarkan pada
tempat yang bergerak.
i. Tempat disekeliling bagian atas dan bagian
bawah tangga harus bebas dari bahaya
tersandung, seperti pada benda-benda yang
terlepas, sampah dan kabel-kabel listrik.

Hal. 137
j. Tangga-tangga yang dipergunakan untuk
pekerjaan listrik harus terbuat dari bahan
yang tidak menghantar arus listrik.
k. Tangga-tangga harus memiliki kaki yang anti
licin, kerangkanya harus kuat dan dalam
keadaan baik.
l. Ketika menaiki atau menuruni tangga, tidak
diperkenankan membawa barang, sehingga
kedua tangan kita tidak dapat berpegang
pada tangga.
m. Tangga lipat harus dibuka sepenuhnya agar
perentangnya terkunci.
n. Setiap orang yang akan menggunakan
tangga harus:
 Menghadap ke tangga ketika menaiki dan
menuruninya.
 Mengenakan sepatu keselamatan yang
tidak licin.
 Menarik muatan dengan seutas tali atau
dengan cara lain yang sesuai.

30 KELUAR-MASUK PERANCAH SECARA UMUM


(GENERAL ACCESS SCAFFOLDS)

33.1. Pendahuluan

Bekerja di atas perancah harus dilakukan


dengan pengawasan dari orang yang
berpengalaman. Beban maksimum untuk
suatu perancah yang tersedia harus
diketahui. Seluruh beban pada suatu lantai
kerja pada tingkat yang tinggi harus
didistribusikan secara rata. Perancah itu
harus disinspeksi paling sedikit sekali
seminggu dan setelah cuaca buruk.
Siapapun yang bekerja di atas ketinggian 2
meter harus memakai harness pengaman
atau safety belt yang sesuai dan saat
menjangkau lantai kerja harus mengaitkan
tali pengamannya secara kokoh ke suatu
struktur. Ketinggian maksimum dari suatu
Hal. 138
perancah yang berdiri bebas harus memiliki
perbandingan 3:1 dari dimensi dasar. Dapat
dinaikkan dengan outriggers.
a. Jalan masuk yang aman harus
disediakan ke lantai kerja perancah-
termasuk jalan masuk dari level
permukaan tanah ke lift pertama.
b. Semua tiang-tiang penopang utama
harus diberikan plat-plat tumpuan
dasar atau dilindungi dengan suatu
cara lain agar tidak tergelincir atau
terbenam.
c. Dimana memungkinkan perancah itu
harus dikaitkan/dikokohkan ke suatu
struktur pada tempat-tempat yang
tersedia cukup untuk mencegah agar
tidak roboh.
d. Papan-papan yang cukup harus
digunakan pada semua lantai-lantai
kerja yang sedang dipakai untuk
bekerja.
e. Semua lantai-lantai kerja harus bebas
dari kerusakan-kerusakan yang nyata
dan diatur sedemikian rupa untuk
menghindari sandungan-sandungan.
f. Direkomendasikan bahwa pada setiap
sisi dimana setiap orang dapat terjatuh
dari ketinggian lebih dari 2 meter, baik
ketinggian itu berasal dari lantai kerja,
jalan-jalan gang dan anak-anak
tangga, HARUS disediakan pagar
susuran (susuran pelindung) dan
papan pelindung.

33.2. Perancah (Scaffolding)

Semua jenis perancah yang disediakan


ditempat kerja adalah untuk dipergunakan
untuk bekerja di ketinggian. Tidak ada
alasan apapun untuk menggunakan sesuatu
alat yang bersifat sementara untuk
Hal. 139
mencapai suatu tempat kerja pada
ketinggian. Petunjuk berikut ini dibuat untuk
menjaga agar kondisi semua jenis perancah
tetap dalam keadaan baik dan aman untuk
digunakan:
a. Semua rangka perancah harus
diperiksa sekurang-kurangnya sekali
dalam sehari oleh pengawas yang
bersangkutan.
b. Dalam melakukan penggantian bagian
manapun dari suatu perancah tidak
boleh dilakukan, terkecuali ada
persetujuan dari pengawas yang
berwenang dan seorang rigger yang
telah terlatih untuk itu tersedia.
c. Barang-barang yang tidak
dipergunakan harus disingkirkan dan
tidak boleh dibiarkan berserakan pada
platform perancah.
d. Rangka perancah harus dilindungi dari
kendaraan-kendaraan yang bergerak
yang dapat menyebabkan terjadinya
kerusakan pada perancah.
e. Kebersihan platform harus selalu dijaga
setiap saat serta bersih dari minyak
pelumas dan sebagainya.
f. Dilarang membuat api terbuka pada
atau di dekat perancah, kecuali untuk
tujuan pengelasan atau melakukan
pemotongan yang menggunakan api.
g. Dalam segala hal, sabuk pengaman
yang sesuai harus selalu dipakai
apabila bekerja pada platform- platform
yang tinggi.
Setiap perancah harus diperiksa dan
disetujui oleh pengawas yang bertanggung
jawab sebelum dipergunakan untuk pertama
kalinya dan termasuk setelah dirobah atau
dipindahkan.
h. Tidak ada istilah yang disebut dengan
perancah sementara. Semua perancah
Hal. 140
harus dibuat dan dipelihara agar sesuai
dengan pedoman-pedoman yang telah
ditetapkan.
i. Papan perancah harus dilihat dan
diperiksa setiap kali hendak
dipergunakan. Papan perancah yang
rusak harus segera diganti.
j. Tangga untuk turun dan naik harus
disediakan pada setiap perancah.
Turun dari ujung kerangka tidak
diperbolehkan, kecuali jika perancah
tersebut telah dilengkapi dengan
tangga yang telah disetujui.
k. Sebelum mulai bekerja dengan
menggunakan perancah, pemakai
harus memeriksanya untuk
menetapkan bahwa handrails,
toeboards dan working platform board
tersedia.
l. Semua perancah harus dipasang oleh
karyawan yang mampu dan ditunjuk
oleh pengawas
m. Perancah-perancah jangan dimuati
terlalu berat. Bahan-bahan yang
dinaikkan seperlunya saja. Perancah
tidak boleh dimuati melebihi kapasitas
yang direncanakan untuknya.
n. Kotak-kotak, tong-tong dan benda-
benda sejenis yang tidak stabil tidak
boleh digunakan sebagai alas berdiri
untuk bekerja atau menyanggah
perancah.

33.3. Perancah Beroda

a. Rem-rem roda harus dikunci pada


waktu perancah dalam keadaan tidak
bergerak.
b. Mintalah bantuan jika menggerakkan
perancah-perancah beroda. Periksalah
dengan baik apakah jalanan yang
Hal. 141
hendak dilalui bebas dari penghalang-
penghalang. Perhatikan lobang-lobang
dan keadaan sekitarnya cukup aman
untuk dilalui.
c. Ikatkan atau pindahkan semua benda
atau alat-alat yang lepas sebelum
menggerakkan perancah.

31 SAND BLASTING

a. Peralatan sand blasting harus diperiksa


sebelum digunakan dan kondisinya harus
benar-benar dalam keadaan baik. Selang
untuk sand blasting harus diperiksa dan
bahannya tidak menimbulkan arus listrik
statis. Semua selang yang bersambung
harus dalam keadaan baik dan tidak ada
yang bocor termasuk pada pegangan nozzle
harus dilengkapi dengan katup manual.
b. Kompresor udara, corong pengisi pasir dan
permukaan benda yang akan disemprot
harus digrounded ke tanah yang basah
dengan kedalaman yang sesuai
c. Pada saat melakukan pekerjaan sand
blasting, posisinya tidak boleh dekat dengan
bahan yang mudah terbakar, motor listrik,
lobang isapan udara pada motor bakar yang
sedang bekerja.
d. Pada saat menggunakan peralatan sand
blasting, operator sand blasting harus selalu
memakai alat saringan debu untuk
melindungi debu-debu yang tajam.
e. Sand blasting digolongkan pada jenis
pekerjaan panas. Oleh karena itu setiap
akan melaksanakan pekerjaan sand blasting
di daerah tertentu harus menggunakan surat
ijin kerja panas (hot work permit).
f. Alat pemadam api ringan yang sesuai untuk
itu harus tersedia di tempat dimana dilakukan
pekerjaan sand blasting. Kotak untuk

Hal. 142
pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
juga harus tersedia di tempat kerja.

32 PERMESINAN (MACHINERY)

36.1. Pendahuluan

Semua bagian yang berbahaya dari mesin-


mesin seperti bagian-bagian yang
berputarharus dipasang pelindung.
Pelindung-pelindung mesin harus terpasang
dengan aman dan dirawat/diperbaiki dengan
baik.
Mesin-mesin pengangkat seperti hoist,
crane dan pengangkat roda gerigi harus
diinspeksi secara berkala.

36.2. Prosedur Keselamatan Untuk


Menghidupkan Dan Mematikan Mesin

a. Semua karyawan harus dipandu oleh


pengawas mereka dalam hal prosedur
dan tata kerja yang aman.
b. Selain petugas yang berwenang tidak
dijinkan untuk menggunakan peralatan,
menghidupkan atau mematikan mesin,
pasokan listrik atau panel. Semua
peralatan harus dalam keadaan baik,
aman dan semua breaker harus selalu
terpasang.
c. Tidak seorangpun, kecuali petugas
yang berwenang dijinkan untuk
melepaskan breaker untuk maksud
perbaikan atau pemeliharaan. Dan
breaker tersebut harus dipasang
kembali setelah semua pekerjaan
selesai dilaksanakan.
d. Para pekerja harus tahu lokasi dari
peralatan pemadam api ringan dan

Hal. 143
penempatannya tidak boleh
menghalangi pintu keluar.
e. Setiap karyawan harus mengenakan
pakaian pelindung diri yang sesuai
dengan jenis pekerjaannya yang telah
disediakan di tempat kerja.
f. Setiap karyawan harus melaporkan
setiap kondisi yang tidak aman,
tindakan tidak aman dan peralatan
yang tidak aman secepatnya kepada
pengawas yang
bersangkutan/berwenang.

36.3. Pelindung Mesin

Pelindung mesin yang dipasang pada suatu


peralatan maksudnya adalah untuk
melindungi orang dari cidera yang
disebabkan oleh karena adanya bagian-
bagian mesin yang bergerak, disamping
itu juga berfungsi untuk mencegah kontak
antara pakaian dan alat-alat dengan mesin
yang sedang beroperasi.

36.4. Peralatan yang Memerlukan


Perlindungan

a. Semua bagian-bagian mesin yang


bergerak dan berbahaya dalam jarak
jangkauan harus diberi pelindung atau
pagar keseluruhannya.
b. Peralatan pemotong seperti gergaji
atau gergaji putar, mesin bor, mesin
bubut, roda pengasah dan kipas.
c. Peralatan yang berputar seperti pully
atau sabuk adalah bagian-bagian yang
berbahaya. Cidera yang disebabkan
oleh peralatan semacam ini sangat
jarang terjadi. Akan tetapi apabila

Hal. 144
terjadi biasanya mengakibatkan luka
yang bersifat parah atau bahkan fatal.
d. Tempat-tempat dimana pergesekan
sering terjadi seperti roda gigi, V-belt,
pada bagian penutup pully rantai dan
roda gigi lainnya yang dekat dengan
bagian yang tidak bergerak. Tempat-
tempat tersebut berbahaya sebab
dapat menarik benda lain dan
menghancurkannya. Bila suatu benda
tertangkap oleh bagian mesin yang
berputar sangat sulit bahkan tidak
mungkin untuk dilepaskan. Tangan
yang menggunakan sarung tangan dan
pakaian yang longgar dapat dengan
mudah tersangkut pada bagian-bagian
ini.
e. Motor atau setiap bagian dari
pembangkit listrik yang tidak dilindungi
merupakan sumber bahaya yang
sangat potensial.

37. PROSEDUR TUMPAHAN DAN KEBOCORAN

37.1. Tujuan

Tujuan prosedur ini adalah untuk


menetapkan suatu
standar untuk
pencegahan dan
pembersihan tumpahan
serta kebocoran dalam
operasi PT INDO PETRO
PERKASA .

37.2. Pencegahan

Persayaratan-persyaratan di bawah ini


harus diikuti dalam rangka memperkecil
kebocoran potensial serta tumpahan pada
suatu proyek.
Hal. 145
a. Semua peralatan harus diinspeksi dari
kebocoran dan diperbaiki sebagaimana
mestinya sebelum dibawa ke dalam
suatu proyek.
b. Penggunaan tangki bahan bakar
stationary untuk keperluan proyek akan
diperkecil.
c. Tangki yang pantas, jerigen/wadah
bensin dan tiner harus ditempatkan
pada wadah penampung tambahan
yang anti bocor.
d. Bahan penyerap atau metode lain dari
penampungan harus digunakan sesuai
persyaratan untuk penggantian minyak
dan services untuk mencegah
tumpahan.

37.3. Pelaporan

Semua tumpahan pada proyek harus


dilaporkan kepada site manager dan HSE
Departemen segera.
Laporan tumpahan harus berisi:
- Penyebab tumpahan
- Waktu dan tanggal
- Lokasi
- Jenis dan jumlah material yang tumpah
- Metode pembersihan dan pembuangan
- Tindakan untuk mencegah
keberulangan
Tumpahan besar, tumpahan yang
menyebar di luar dalam garis keliling
proyek atau masuk ke permukaan air
harus dilaporkan sesuai persyaratan PT
INDO PETRO PERKASA .

38. PENYIMPANAN DAN PENYALURAN CAIRAN


MUDAH TERBAKAR DAN DAPAT MENYALA

38.1. Tujuan

Hal. 146
Tujuan prosedur ini adalah untuk
menetapkan suatu standar untuk
menyalurkan dan menyimpan cairan
mudah terbakar dan dapat menyala.

38.2. Cairan Mudah Terbakar

Cairan mudah terbakar adalah suatu


cairan yang memiliki titik nyala di bawah
37.8oC (100oF). Sebagai contoh cairan
mudah terbakar adalah bensin.

38.3. Cairan Dapat Menyala

Cairan dapat menyala adalah suatu cairan


yang memiliki titik nyala di bawah 37.8oC
(100o F) atau lebih tetapi kurang dari
93.3oC (200oF). Sebagai contoh cairan
mudah terbakar adalah minyak tanah.

38.4. Titik Nyala

Titik nyala cairan adalah temperatur


minimum di mana cairan itu telah cukup
mengeluarkan uap untuk menyala apabila
terdapat sumber pengapian.

38.5. Jeriken/Wadah Pengaman

Jeriken/wadah pengaman adalah suatu


kontainer yang disetujui yang berkapasitas
tidak lebih dari lima-gallon (25 liter)
mempunyai penutup spring-closing dan
tutup cerek yang dirancang sedemikian
rupa yang akan dengan aman
membebaskan tekanan dalam ketika
terkena panas yang berlebihan.

38.6. Penyimpanan

Hal. 147
Hanya Jeriken/wadah pengaman dan
tangki/tank portable yang disetujui yang
akan digunakan untuk menyimpan cairan
mudah terbakar atau dapat terbakar. Tidak
lebih dari 25 galon (115 liter) akan
disimpan disuatu ruang di luar pada suatu
lemari [gudang/penyimpanan] yang
disetujui. Lemari [Gudang/Penyimpanan]
akan diberi label dengan tulisan yang
menarik perhatian, "MUDAH TERBAKAR"
dan "DILARANG MEROKOK".

Tidak lebih dari 60 galon (270 liter) cairan


mudah terbakar atau 120 galon (540 liter)
dalam bagian manapun pada bangunan.
Tangki/Tank dan unit pengangkut akan
dilindungi dari kerusakan benturan. Tangki
penyimpan Keperluan akan dimasukkan di
dalam suatu tanggul atau sejenisnya yang
akan mencegah pencemaran lahan
apabila terjadi suatu tumpahan atau
kebocoran. Suatu area harus ditetapkan
pada proyek untuk tangki penyimpan non-
portable.

Jalur Grounding Statis harus tersedia


untuk semua kontainer
[gudang/penyimpanan].

Daerah penumpukan barang harus dijaga


agar bebas dari rumput liar, sampah dan
material gampang menyala yang tidak
perlu di sekitar gudang/penyimpanan itu.

Unit Penyalur harus dilindungi dari


kerusakan benturan.

Tangki/Tank dan Kontainer harus dengan


jelas ditandai dengan nama produk yang
dimuat serta tanda “MUDAH TERBAKAR"

Hal. 148
dan "DILARANG MEROKOK" harus
ditempatkan di kawasan berbahaya.
Area Merokok harus ditetapkan dan
ditempatkan tanda yang jelas.

38.7. Penanganan

Memindahkan cairan mudah terbakar dari


satu kontainer ke yang lain akan
dilaksanakan hanya ketika kontainer
secara elektris saling behubungan (yang
terikat).
Penuangan akan dilaksanakan hanya
melalui suatu sistem pemasangan pipa
tertutup atau dari jeriken/wadah
pengaman melalui piranti dari suatu
perlengkapan gambar melalui bagian atas
atau oleh gravitasi atau dengan
menggunakan pompa berkerangan yang
tertutup otomatis yang setujui.

Pemindahan dengan sarana udara


bertekanan dilarang keras. Unit pengisi
bensin harus dilengkapi dengan alat
pemicu penutup dan pembuka kerangan
yang disetujui untuk penuangannya.

Perlengkapan Penuang dan Nozzle Bahan


Bakar Cair mudah terbakar harus dari
jenis yang disetujui. Cairan mudah
terbakar dan cairan dapat menyala tidak
boleh digunakan pada jarak 50 kaki (15
meter) dari sumber nyala atau api terbuka.
Tanda "DILARANG MEROKOK" harus
ditempatkan di area sesuai. Cairan
gampang menyala dan mudah terbakar
harus disimpan padah wadah tertutup bila
tidak digunakan. Sarana angkut dan
peralatan tidak boleh diisi dalam keadaan
mesin dijalankan.

Hal. 149
38.8. Penyaluran/Pembuangan

Penyaluran/pembuangan cairan mudah


menyala dan mudah terbakar harus
mengikuti peraturan pemerintah Daerah
(Propinsi) dan pemerintah pusat
sebagaimana yang ditetapkan oleh
Kementerian Urusan Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Indonesia.

38.9. Perlindungan Kebakaran

Sedikitnya satu (1) Alat Pemadam Api


Ringan yang mempunyai rating maksimum
tidak kurang dari 20 lb. (9.5 kg) jenis ABC
harus ditempatkan di luar, tetapi tidak
lebih dari 10 kaki (3 meter) dari pintu
ruang gudang/penyimpanan yang
menampung lebih dari 60 galon (2606
liter) cairan.
Satu (1) Alat Pemadam Api Ringan yang
mempunyai rating maksimum tidak kurang
dari 20 lb. (9.5 kg) jenis ABC harus
ditempatkan tidak kurang dari 25 kaki (8
meter) dari kawasan penumpukan barang
cairan mudah terbakar.

Sedikitnya satu (1) Alat Pemadam Api


Ringan yang mempunyai rating maksimum
tidak kurang dari 20 lb. (9.5 kg) jenis ABC
harus disediakan pada sarana angkut
apapun yang memuat, mengangkut atau
menyalurkan cairan mudah menyala atau
dapat terbakar; dalam semua
pelayananan dan area pengisian Bahan
bakar; dan di dalam jarak 25 kaki (8
meter) dari tiap pompa atau dispenser.

39. GALIAN-GALIAN DAN PARIT-PARIT

Hal. 150
a. Semua pekerjaan penggalian dan pemaritan
serta pekerjaan-
pekerjaan lain
yang dikerjakan
didalamnya harus
sesuai dengan
pedoman-
pedoman yang
telah ditetapkan.
b. Penggalian-penggalian pada kedalaman
yang lebih dari 1.2 meter, dinding-dinding
samping galian tersebut harus dikuatkan
dengan papan atau material yang serupa
untuk mencegah longsor/runtuh.
c. Papan-papan itu harus cukup kuat untuk
menopang sisi-sisi dari lobang penggalian itu.
d. Pada bagian permukaan atas tanah, harus
ada suatu pagar penghalang untuk
mencegah orang terjatuh ke dalam lobang
galian.
e. Stabilitas dari lobang penggalian itu harus
tidak boleh terpengaruh oleh lalulintas yang
lewat disekitarnya.
f. Bila ada kendaraan atau alat-alat besar hilir
mudik di dekat galian-galian tersebut, tepi-
tepi galian harus ditopang atau diperkuat
seperlunya untuk menahan tekanan yang
harus ditanggungnya karena muatan
tersebut. Balok-balok penahan atau
penghalang-penghalang lain yang kuat
(barricade) harus dipasang di tepi galian.
g. Jika kendaraan-kendaraan mungkin akan
tergelincir masuk ke lobang penggalian maka
harus disediakan balok-balok penahan atau
lobang galian tersebut harus diawasi oleh
seorang pemberi tanda lalu-lintas.
h. Tanda-tanda tentang adanya pekerjaan
penggalian harus dipasang dan ditempatkan
pada tempat yang jelas dan terlihat oleh
orang yang melewatinya. Semua pekerjaan
galian di tempat umum, misalnya di jalan raya
Hal. 151
umum harus diberi tanda-tanda peringatan
(tulisan-tulisan) yang mudah terlihat dan
diberi pagar penghalang-penghalang yang
sesuai. Apabila memungkinkan, pada malam
hari harus diberikan lampu-lampu signal dan
lampu-lampu penerangan yang sesuai serta
harus ditempatkan orang untuk menjaga
lobang galian tersebut.
i. Semua pekerjaan penggalian yang melebihi
kedalaman yang telah ditentukan harus
menggunakan surat ijin penggalian atau surat
ijin kerja yang lain yang dikeluarkan oleh para
Client atau pihak-pihak terkait.
j. Semua galian harus dibuat landai sesuai
dengan lereng alam, kecuali ditanah yang
berbatu karang.
k. Barang-barang harus ditaruh pada jarak dua
kaki atau lebih dari tepi penggalian. Hal ini
dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan
agar barang tersebut tidak jatuh ke dalam
lubang penggalian.
l. Setiap galian harus diperiksa setiap hari oleh
pengawas yang berwenang. Bila terlihat
kemungkinan akan roboh atau longsor, maka
semua pekerjaan didalam galian tersebut
harus dihentikan (STOP) sampai tindakan
pengamanan yang diperlukan untuk
melindungi/ mengamankan pekerja selesai
dilakukan.
m. Jalan untuk keluar/masuk yang aman harus
dibuat disemua galian dengan tangga-
tangga, tumpuan-tumpuan atau lantai-lantai
miring. Jalanan-jalanan atau jembatan-
jembatan yang mempunyai susuran
pengaman standar harus disediakan, dimana
karyawan diijinkan untuk menyeberangi
galian-galian tersebut.

40. PENYELIDIKAN KECELAKAAN, INSIDEN DAN


PELAPORANNYA
Hal. 152
40.1. Laporan Kecelakaan dan Insiden

a. Suatu catatan laporan kecelakaan/insiden


untuk semua kecelakaan, penyakit-
penyakit dan sebagainya harus
dilaporkan dan copy-nya harus dikirimkan
ke Departemen HSE setempat.
b. Semua luka sekecil apapun serta
kejadian yang dapat mengantarkan
kepada kerugian atau kerusakan harus
segera dilaporkan kepada pengawas dan
bila bantuan perawatan untuk orang
cidera diperlukan, dapatkan segera
bantuan medis dari klinik.

40.2. Penyelidikan Kecelakaan dan Insiden

a. Setiap kecelakaan harus segera


dilaporkan kepada pengawas dan
pengawas setelah menerima berita akan
segera melakukan penyelidikan tentang
kecelakaan atau insiden tersebut.
Kepada yang menderita celaka setelah
mendapatkan pertolongan/perawatan dari
petugas medis beserta saksi diminta
untuk memberikan keterangan dengan
jelas tentang kejadian tersebut untuk
diketahui penyebab dari kecelakaan yang
telah terjadi.
b. Semua kecelakaan-kecelakaan dan
kejadian-kejadian berbahaya akan
diselidiki dengan segera oleh seorang
senior yang bertugas. Kecelakaan-
kecelakaan serius akan diselidiki oleh
Manager yang bertanggung jawab untuk
perbaikan apapun dari tindakan
pencegahan selanjutnya.
c. Maksud utama dari penyelidikan
kecelakaan adalah untuk mencegah agar
kecelakaan serupa tidak terjadi lagi
Hal. 153
dikemudian hari. Apabila penyelidikan
kecelakaan yang telah dilakukan oleh
pengawas yang bersangkutan telah
selesai dilakukan, pengawas tersebut
akan mengisi formulir laporan kecelakaan
dan mengirimkannya kepada bagian HSE
dalam waktu 1 x 24 jam setelah
terjadinya kecelakaan.

41. KEBAKARAN (FIRE)

Perlengkapan penyelamatan diri yang aman dari


kebakaran dan jalan-jalan keluar darurat yang
tidak terhalang harus dirawat
atau dipertahankan sepanjang
waktu. Ketika bekerja pada suatu
tempat atau suatu daerah plant
processing, setiap karyawan
harus menyadari dari hal
prosedur yang benar dalam
suatu kejadian dari suatu kebakaran:
a. Pintu-pintu kebakaran (emergency exit door)
yang ditentukan tidak harus dibuka sambil
melompat/mendobrak.
b. Bahan-bahan dapat terbakar harus disimpan
dalam tempat yang aman, dimana hal itu
dapat dipraktekkan di luar ruangan.
c. Alarm kebakaran harus di-test
secara berkala dan catatannya
didokumentasikan/disimpan.
d. Latihan pemadaman kebakaran
harus diadakan sebagaimana
mestinya dan catatannya
didokumentasikan/disimpan.
e. Alat pemadam api dari jenis yang
sesuai, harus tersedia pada
semua tempat-tempat kerja.
f. Setiap alat pemadam api, harus berada
g. pada tempat yang mudah terlihat, lebih baik
jika digantungkan pada suatu tempat
bertuliskan Tempat Alat Pemadam Api.
Hal. 154
h. Alat pemadam api, harus ditandai untuk
menunjukkan jenis dan kegunaannya.
i. Alat pemadam api harus ditempatkan
sedemikian rupa untuk segera dapat
dijangkau dalam keadaan darurat, misalnya
di dekat jalan keluar dari daerah yang
diliputinya.
j. Jas-jas/mantel-mantel atau yang sejenisnya
tidak boleh digantungkan pada peralatan
pemadam kebakaran.
k. Tiap alat pemadam api yang baru harus
diperiksa secara seksama sekali dalam 6
bulan dan alat pemadam itu harus diberikan
label yang menginformasikan tanggal-tanggal
pemeriksaannya.

42. TANGGUNG JAWAB KEADAAN DARURAT


(EMERGENCY RESPONSIBILITY)

42.1. Pendahuluan
Dalam kasus dimana seorang manager atau
pengawas/supervisor sedang tidak berada di
tempat atau absen atau tidak sanggup,
tanggung jawab untuk mengikuti prosedur-
prosedur keadaan darurat harus
ditanggung/diberikan kepada seorang yang
dianggap paling senior yang ada di tempat
itu.

42.2. Pencegahan dan Perlindungan Terhadap


BAHAYA KEBAKARAN dan Kewaspadaan
Menghadapi KEADAAN DARURAT

Mencegah suatu kejadian adalah lebih baik


dari pada membatasi dan
mengendalikan suatu
peristiwa apapun bentuknya.
Sebelum suatu peristiwa
kebakaran terjadi, maka
usaha-usaha pencegahan

Hal. 155
harus dilakukan dan hal ini dapat
dilaksanakan dengan cara:
a. Mengadakan inspeksi pada daerah-
daerah yang dianggap potensial terhadap
bahaya kebakaran secara teratur dan
berkelanjutan.
b. Mengadakan inspeksi dan pemeliharaan
terhadap alat pemadam kebakaran yang
tersedia.
c. Mengadakan pelatihan pemadaman
kebakaran secara berkala.
d. Melakukan housekeeping dengan baik
dan benar.
e. Membuat sistim kerja yang aman.
f. Mengenali petunjuk dan mengikuti
prosedur-prosedur bila terjadi kebakaran.
Ikutilah petunjuk-petunjuk mengenai cara
melaporkan kebakaran seperti yang telah
dipasang pada tiap papan pengumuman.
Jika ada kebakaran, usahakanlah agar
semua karyawan selamat, kemudian
pergunakanlah alat-alat pemadam
kebakaran yang tersedia sampai datangnya
pertolongan.
a. Bila anda pernah menjadi seorang
sukarelawan pemadam kebakaran atau
mempunyai pengalaman dalam
memadamkan api, beritahukanlah
kepada petugas keselamatan anda.
Mungkin anda diajak untuk
menggabungkan diri dengan Pasukan
Pemadam Kebakaran dari Perusahaan.
b. Ketahui benar-benar letak semua alat
pemadam api.
c. Jangan bermain-main dengan alat
pemadam api dan bila ketahuan
bermain-main dengan alat pemadam api
tersebut anda dapat dikenakan sanksi
sesuai dengan peraturan perusahaan.
d. Ketahuilah penggolongan kebakaran
seperti tersebut dibawah ini :
Hal. 156
 Kelas A : Kebakaran yang terjadi karena
bahan-bahan biasa seperti kayu,
kertas atau kain-kain yang
pemadamannya adalah dengan
cara membasahi atau
mendinginkan
 Kelas B : Kebakaran yang terjadi berasal dari
minyak atau cairan-cairan lain yang
mudah terbakar, yang
pemadamannya adalah dengan
cara menghilangkan oxygen/udara.

 Kelas C : Kebakaran yang terjadi karena alat-


alat yang beraliran listrik. Dan
penggunaan air untuk jenis
kebakaran ini sangat berbahaya.
Oleh karena itu maka sarana
pemadaman yang sebaiknya
digunakan adalah jenis carbon
dioxide.
e. Jagalah agar tempat pekerjaan selalu
rapi. Tempat kerja yang tertib dan rapi
akan mengurangi bahaya terhadap api
dan kecelakaan.
f. Bila terdapat kemungkinan besar akan
bahaya kebakaran, sediakanlah alat
pemadam api secukupnya.
g. Jika harus melakukan pengelasan atau
membakar di dekat bahan yang mudah
terbakar, pindahkanlah bahan-bahan
tersebut, tutupilah dengan kain tahan
api atau basahilah dengan air. Bila ragu-
ragu rundingkanlah dengan pengawas
yang bersangkutan.
h. Cairan-cairan yang mudah terbakar atau
menyala harus disimpan dalam kaleng-
kaleng/ wadah-wadah pengaman yang
telah disetujui dengan diberi tanda-
tanda sebagaimana seharusnya.

Hal. 157
i. Taruhlah sobekan-sobekan kain yang
berminyak di dalam tong logam tertutup
yang telah disetujui.
j. Jangan sekali-kali mencoba melakukan
pekerjaan yang berupa sumber percikan
api di dekat lobang besar, selokan,
lobang masuk orang, parit atau ruangan
tertutup dimana mungkin terdapat gas
yang mudah menyala. Tunggulah
sampai selesai pengujian yang
dilakukan dengan menggunakan alat
penunjuk gas (gas detector) oleh bagian
yang berwenang dan tempat kerja
tersebut telah dinyatakan aman untuk
pekerjaan yang menggunakan sumber
panas.
k. Pemakaian api terbuka tidak
diperbolehkan, kecuali jika secara
khusus telah diberi ijin oleh pengawas
yang bertanggung jawab.
Dalam keadaan darurat semua karyawan
harus mengikuti petunjuk-petunjuk sesuai
dengan ketentuan yang ada dalam prosedur
penanganan keadaan darurat PT INDO
PETRO PERKASA.
Didalam “Prosedur pananganan Dalam
Keadaan Darurat” dijelaskan tentang
petunjuk-petunjuk berikut ini:
a. Pada saat dalam keadaan darurat, Site
Manager akan memimpin tindakan
pengendalian keadaan darurat.
Mengevaluasi keadaan dan
memutuskan apakah karyawan perlu
dievakuasi dari daerah dimana terjadi
keadaan darurat tersebut.
b. Pusat Komando (POSKO) Pengendalian
Keadaan Darurat berada di Kantor PT
INDO PETRO PERKASA lapangan
setempat. Semua laporan tentang
sumber kebakaran dan kecepatan
penyebarannya harus diteruskan melalui
Hal. 158
fasilitas komunikasi yang tersedia.
Dengan demikian tindakan-tindakan
dapat dikendalikan berdasarkan laporan
tentang perkembangan kejadian
tersebut.
Bila keadaan darurat terjadi, petugas yang
mengetahuinya harus memberitahu kepada
HSE Departemen setempat melalui telepon
atau alat komunikasi lainnya yang tersedia
di lapangan dan menyampaikan tentang
keadaan darurat tersebut. Pemberitahuan
harus meliputi jenis keadaan darurat atau
kebakaran, lokasi, dan tingkat
kegawatannya.

42.3. Tindakan Departemen HSE Setelah


Menerima Pemberitahuan Keadaan
Darurat

a. Berangkat menuju ke lokasi kejadian


setelah mendapat persetujuan dari Site
Manager atau yang mewakilinya.
b. Memberitahukan petugas Klinik untuk
mempersiapkan diri dalam menghadapi
segala kemungkinan permintaan
bantuan medis (Team Rescue).
c. Memberangkatkan anggota
penyelamatan ke lokasi kejadian.
d. Meneruskan informasi ke POSKO
Pengendalian Keadaan darurat yang
seterusnya akan menghubungi semua
pengawas yang bertugas dan
memerintahkan mereka untuk
menyiapkan regu keadaan darurat
masing-masing.
Peristiwa keadaan darurat dapat
berkembang sedemikian rupa sehingga
setiap orang perlu untuk dievakuasi
secepatnya. Segera setelah pemberitahuan
Keadaan Darurat atau pengumuman
terdengar, semua karyawan harus
Hal. 159
berkumpul di tempat yang telah ditentukan
(Muster Point atau Assembly Area) dan
menunggu instruksi selanjutnya dari Site
Manager atau yang mewakilinya. Para
petugas harus memastikan bahwa evakuasi
dilaksanakan dengan cepat dan aman serta
memastikan bahwa semua karyawan di
daerah tanggung jawabnya masing-masing
telah dievakuasi secara menyeluruh.
Untuk menghindari terjadinya kecelakaan
ataupun insiden betapapun kecilnya harus
dilaporkan kepada HSE Departemen oleh
Pengawas yang bertugas di daerah dimana
kecelakaan atau insiden terjadi.
43. KESELAMATAN KERJA DI KANTOR

43.1. Pendahuluan

Resiko bekerja di kantor apabila


dibandingkan dengan bekerja di lapangan
dapat dikatakan relatif lebih aman, namun
demikian kecelakaan yang cukup parah
dapat saja terjadi. Agar tempat kerja selalu
aman, ikutilah petunjuk-petunjuk berikut ini:
a. Hati-hatilah apabila menggunakan
kursi putar. Jangan merebahkan diri di
kursi tersebut sebelum menguji berat
badan dengan perlahan-lahan.
b. Bacalah surat-surat atau bacaan lain di
meja, jangan membaca sambil
berjalan.
c. Periksalah perabot kantor secara
teratur, kalau-kalau ada sudut yang
tajam atau serpihan yang runcing atau
baut yang longgar.
d. Simpanlah benda-benda tajam pada
tempat yang aman dan telah
ditentukan. Pakailah benda- benda
tersebut dengan hati-hati.
e. Laporkan segera semua cidera/luka-
luka yang terjadi di tempat kerja
Hal. 160
kepada pengawas dan mintalah
pertolongan pertama apabila
diperlukan.

43.2. Peralatan yang Menggunakan Tenaga


Listrik.

a. Tempatkanlah mesin
tik, komputer pada
tempat yang kuat.
b. Jangan mencoba
memperbaiki sendiri
alat-alat listrik.
Panggilah teknisi listrik
untuk memperbaikinya.
c. Jangan menyetel atau membersihkan
mesin-mesin kantor yang dijalankan
dengan listrik pada saat sedang
berjalan.
d. Jangan membiarkan kabel-kabel listrik,
telepon, dimana seseorang bisa
tersandung. Segera laporkan kabel-
kabel yang terkelupas atau yang sudah
rusak untuk segera diperbaiki atau
diganti.
e. Matikan dan cabut colokan listrik dari
outletnya pada malam hari apabila
tidak dipergunakan lagi.

43.3. Akses

Jagalah agar tempat kerja selalu dalam


keadaan bersih dan rapi. Banyak
kecelakaan di kantor terjadi karena jatuh,
tergelincir atau tersandung.
a. Jagalah agar laci-laci meja, laci arsip
dan pintu lemari kecil selalu tertutup
bila tidak dipakai. Bukalah hanya satu
laci file atau laci meja pada satu saat.

Hal. 161
b. Berjalan, jangan berlari di gang atau di
tangga gedung. Berpeganglah pada
susuran tangga.
c. Jangan berdiri atau bercakap-cakap di
depan pintu tertutup. Pintu-pintu
tersebut dapat dibuka sewaktu-waktu
secara mendadak.

44. KESIMPULAN

Betapapun baiknya suatu panduan tentang


keselamatan kerja, kecelakaan dapat saja terjadi
kapan saja dan dimana saja. Meskipun
kecelakaan tidak dapat dihilangkan secara
menyeluruh, namun setidak-tidaknya dapat
dikurangi dan dapat dilakukan dengan cara
mencegah kecelakaan sedini mungkin. Adapun
cara pencegahan kecelakaan antara lain dapat
dilakukan melalui:

a. Mengetahui daerah-daerah yang berpotensi


terhadap kecelakaan dengan menghilangkan
bahaya tersebut.
b. Memberikan pelatihan-pelatihan K3LL
kepada semua karyawan.
c. Melakukan induksi dan orientasi keselamatan
kepada setiap karyawan baru atau karyawan
yang baru dipindahkan dari satu bagian
kebagian lainnya.
d. Memasang pelindung-pelindung pada mesin.
e. Melakukan pertemuan kelompok (group
meeting) secara teratur.
f. Melakukan kampanye keselamatan dengan
memasang poster, spanduk, safety flash dan
lain-lain.
g. Memakai alat pelindung diri yang telah
disediakan.
h. Melaporkan dan melakukan penyelidikan
terhadap kecelakaan, dan nyaris celaka serta
menindak lanjuti semua saran-saran yang
telah diberikan.
Hal. 162
i. Melaksanakan latihan tentang rencana
keadaan darurat.
j. Melakukan inspeksi dan internal audit secara
teratur serta menidak lanjuti hasil temuannya.
k. Dan yang terpenting adalah mematuhi
petunjuk-petunjuk, undang-undang, aturan-
aturan, prosedur-prosedur, standard-standard
K3LL.

Semua itu akan berhasil dengan baik apabila


semua karyawan berperan aktif dalam
melaksanakan usaha-usaha ini, dan tentu saja
keterlibatan dari seluruh jajaran struktur
manajemen adalah faktor yang sangat
menentukan dalam mencapai sasaran perusahaan
yang diinginkan.

Hal. 163
SIRINE (ALARM) CODE
BERLAKU DI AREA OPERASI VICO INDONESIA

1. Regular office hours, using the regular electric


siren
Jam kerja reguler, menggunakan sirine yang
reguler
15 SECOND/ DETIK

2. Major emergency at the plan site, using both


the regular electric siren end the siren located
at the fire station (Badak, Saliki, Nilam,
Pamaguan, Mutiara, Semberah)
Keadaan darurat Utama di lokasi Plant
menggunakan secara bersamaan sirine elektris
reguler dan sirine di pos pemadam kebakaran
(Badak, Saliki, Nilam, Pamaguan, Mutiara,
Semberah)
10 10 10 10 10 10 10 10

5 5 5 15 5 5 5
3. Evacuation of the plant site, using both the
regular electric siren and the siren located at the
fire station
Evakuasi di lokasi Plant, menggunakan secara
bersamaan sirine elektris reguler dan sirine yang
berada di pos pemadam kebakaran
30 30 30 30

5 5 5
4. Major emergency at outside the plan using both
the regular electric siren and the siren located at
the fire station (well, Villages)
Keadaan darurat Utama di luar Plant menggunakan
secara bersamaan sirine elektris reguler dan sirine
yang berada di pos pemadam kebakaran (Sumur,
Desa/Perkampung)

Hal. 164
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

5 5 5 5 5 5 5 5 5
5. Major emergency finished (all clear), using both the
regular electric siren and the siren located at the fire
station
Selesai Keadaan darurat Utama (semua aman),
penggunaan secara bersamaan sirine elektris
reguler dan sirine yang berada di pos pemadam
kebakaran
15 SECOND/ DETIK

Tanda : Menyala/berbunyi

Mati/Diam

Hal. 165
EMERGENCY DIRECT CONTACT
PT. INDO PETRO PERKASA
PHONE/FAX
No TITLE NAME OFFICE/MOBILE PHONE
PT. INDO PETRO PERKASA - BALIKPAPAN
1 Tel. Operator 0542 – 414581
2 Fax 0542 - 734277
3 Director Muhtiyono 0812 579 7254
4 Operations Mngr Dudi 0811545163 / 082253199818
5 Operation/Admin Aas 0853 4911 1952
6 HSE/LO Catur P 0813 5061 6116
7 Trucking Koordinator Suyatmo 0813 4721 1390 / 0815 2862 4433
PERTAMINA EP SANGASANGA / SAMBOJA
1 Asman Production Yeni Kuswanto 0811 5848448/081329400911
2 Asman HSSE Dhani Haru Ciptadi 08126003051
3 Asman RAM Darwisyaf Daud 0811100929
4 Asman SCM Mufti 08115572308
5 Security Samboja 0811555131
6 Security Sangasanga 0811555136
7 Samboja Prod Supv Radhintya Danas 082129296910
8 HSE Samboja Dhani 0853 9397 1050
9

POLRES & POLSEK SAMARINDA / SANGASANGA / SAMBOJA


1 Kantor Polisi Sangasanga 0541 - 671522
2 Kantor Polisi Samboja 0542 - 460252
3 Kantor Polisi Muara Jawa 0541 - 691350
4 Kantor Polisi Anggana 0541 - 682161
5 Polsek Smd Seberang SMD 0541 - 260528
6 Polsek Palaran Palaran 0541 - 681243
7 Brimob SMD Seberang 0541 - 260241
RUMAH SAKIT PUSKESMAS SAMARINDA / BALIKPAPAN / SAMBOJA
1 RS Pertamina Balikpapan UGD 0542 734020
2 RS Kanudjoso Bpp UGD 0542 873873
3 RS Siloam Bpp UGD 0542 8879939
4 RS Restu Ibu Bpp UGD 0542 427342
5 RS TNI SMD 0541 736518
6 RSUD IA Moes Smd SMD 0541 7032342
7 RSUD Atma Husada SMD 0541 743364
8 RS Dirgahayu SMD 0541 742116
9 RS Bakti Nugraha SMD 0541 206183
10 Klinik Pertamina Sangasanga 08115550142
11 Klinik Pertamina Samboja 08115818468
12 RSU Samboja 0542 - 460148

PMI,PLN, SAR & PEMADAM


Bontang
KEBAKARAN-SAMARINDA/SANGASANGA
1 PMI Bontang 0541 - 736954
2 PLN gangguan Rayon Seberang 0548 21083 – 123
3 Damkar SMD Seberang 0541- 260397
4 Damkar Palaran 0541- 681779
5 Fire Station Pertamina Samboja 08117141988
6 Fire Station Pertamina Sangasanga 081282491492
7
8
9
Referensi:

Dari berbagai sumber buku Pedoman K3LL baik


standar Nasional RI maupun International Standard.

Team Penyusun PT. Indo Petro Perkasa:


Penasihat/Pembina:
Efikson SInaga

Penyusun/Editor:
Team HSE Dept.

Hal. 167
HALAMAN PENGAKUAN
Saya,

Nama :………………………………
(Huruf cetak)
No. Karyawan :………………………………

Jabatan :………………………………

Telah menerima satu buah Buku Saku Kesehatan,


Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL)
dan saya telah diberi penjelasan tentang isinya serta
telah saya mengerti.

Saya sangat menyadari bahwa bekerja dengan selamat


dengan mematuhi semua ketentuan perusahaan adalah
merupakan persyaratan yang mutlak harus dipenuhi.

Saya berjanji, apabila disuatu saat kelak saya


ditemukan tidak mematuhi peraturan-peraturan dan
ketentuan-ketentuan lain tentang kesehatan dan
keselamatan kerja, saya dapat dikenakan tindakan
disiplin yang berlaku di Perusahaan bahkan sampai
dengan tindakan pemutusan hubungan kerja.

Diterima Oleh: Diserahkan Oleh:

Tanda tangan Karyawan Perwakilan HSE

Catatan:
Halaman dokumen yang dipotong ini akan disimpan
oleh bagian HSE sebagai catatan dokumen pribadi
anda.

Hal. 168
TANDA TERIMA HSE HAND BOOK
NO NAMA POSISI JUMLAH TANDA TANGAN
1
i~ G1<;- \ u~ .
2
Th U.f-euw1 . \ r I ~
3
II
~ I ~
4
,'' /
1, ,v. I
'
( ~~
c~J~r L-,,
5
i.~tq ,, l
N
6

\){J7~ w 1
i1 \ I~

7
~uu· !, I
. ~
8
Yall11· I'' I
--
::::er:
9
l)\.O.t\~ r, \
1'~
10
\)6~'(\~ r \ ~~
11
,, '

.r
R~ l -?
12
l\}J.e-~~ '( \ v~~

13
('fe-Npc\ 1( ( ~
'
14 (~
\JvvJ~'1 If 'r 1
15
Pt~ (,J ,r I ~

16

truM. 'tG f). /,,


I ~~

-------
TANDA TERIMA HSE HAND BOOK 2019
DATE : 14 Maret 2019
LOC : Semberah
HSE Tanggal
No Nama Jabatan TTD
HAND BOOK Terima
1 Suwarno Coordinator Trucking 1 Book 14-Mar-19

2 Budiono Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

3 Rasyid Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

4 Muhit Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

5 Siswanto Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

6 Sugito Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

7 Asdar Imran Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

8 Amsal Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

9 Safarudin Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

10 Kadir Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

11 Andi Riyanto Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

12 Zainal Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

13 Syahrul Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

14 Haerudin Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

15 Nur Amsal Gala Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

16 Kusnadi Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

17 Sugeng Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

18 Antonius Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

19 H. Bahariddin Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

20 Suyatmo Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

21 Dedi Driver Trucking 1 Book 14-Mar-19

Disiapkan Oleh, Diperiksa Oleh, Diketahui Oleh,

Catur Prasetya Sandra Fransisco Benyamin Pandam Panarsa


HSE Officer HSE Coord HR Coord Opertation Mngr
PT. INDO PETRO PERKASA
CIVIL ENGINEERING, TRANSPORT DAN HEAVY EQUIPMENT RENTAL

INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE


CAT-F-HSE-Indct

Name / Attendance :
SHES Officer :
Tanggal Pelaksanaan :
Bagian : Atasan :

DETAIL Dipahami?
ITEM TO BE
No.
DELIVERED Yes No
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm to people and
1 Kebijakan minuman keras No damage to the environment
Kebijakan K3 Klien (jk ada) No drugs
No alchohol
2 K3 berkaitan dengan Lingkup tugas
pekerjaan B3 atau bahaya lain terkait dengan pekerjaan
3 Pengembangan tim Konfirmasi siapa atasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
4 Perencanaan Penerapan K3 Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah tanggung jawab pribadi dan
semua
5 Aturan umum K3 dan • Pemakaian PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
• POP cards
• Pembuangan sampah
• Keselamatan di jalan dan berkendara
• Aturan merokok di tempat yang telah ditentukan
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan untuk
mengangkat beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Penyimpanan
• Kabel-kabel listrik
• Pembersihan
• Ventilasi
• Penempatan yang lebih berat atau besar dibagian bawah
7 B3 • Prosedur penanganan B3
• Informasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
• Gunakan efesien dan minimalkan jika memungkinkan
8 Pemakaian perhiasan selama • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT-F-HSE-l11de1

Name I Attendance t,Ll~JS INC,


HSE Officer l~(AtV\l.f
Tanggat Pelaksanaan f:.e1? 'U> 11
11
lC.\'-M,-1 \'2-\JQ \ IY
Bagi an
o e,z-r 1to r Atasan :

DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No-
I DELlVERED Yes No
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm lo people and
I Kebijakan minuman keras
Kebijakan K3 Klien Gk ada)
No damage to the environment
No drugs
No alchohol
I
2 K3 berkaitan dengan
pekerjaan
Lingkup rugas
B3 atau bahava lain terkait denzan pekeriaan
v
Pengembangan tirn Konfirmasi siapa arasannya
I
3
Melapor.kaa unsafe act/unsafe condition kc HSE Dept (isi
NC form)
4 Pcrencanaan Pencrapan K3 Akses informasi K3 dan kcbijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyck
Tanggungjawab K3 adalah tanggungjawab pribadi dan
semaa
v I

5 Aurran umum K3 dan • Pemakaian PPE


prilaku K3 • Prosedur Keadaan darural dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kcrja




POP cards
Pembuangan sampah
Kcselamatan di jalan dan berkendara
Aturan merokok di tcmpat yang telah ditentukan
v
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang cidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan untuk
menzanakar beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Penyimpanan
• Kabel-kabcl liscrik



Pernbersihan
Ventilasi
Penernparan yang lebih berat atau besar dibazian bawah
J

7 B3


Proscdur penanganan 83
Tnformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minimalkan iika mcmunzkinkan
J
8 Pemakaian perhiasan selarna • Tidak berlebihan untuk alasan keselamacan
bekerja • Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai r)

I I
I
I j I
RSEOfflcer, Karyawan BaruNisitor

(
uwfl e~" ) (
~
frcm )
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAI-F-HSE-lndct

Name I Attendance
HSE Officer
Tanggal Pelaksanaan
Bagi an

DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
DELIVERED Yes No
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm to people and
l Kebijakan minuman keras Nu damage to the environment {/
Kebijakan K3 Klien (jk ada) No drugs
No alchohol
2 K3 berkaitan dengan
oekeriaan
Lingkup tugas
B3 atau bahava lain terkait denzan nckeriaan
v
3 Pengembangan tim Konfirmasi siapa atasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi (/
NC form)
4 Pcrcncanaan Pcnerapan K3 Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS I
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah taoggung jawab pribadi dao t/
semua
5 Aturan umurn K3 dan • Pemakaian PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dao pelaporao kecelakaan
• JaduaJ kerja
• POP cards
• Pembuaogan sampah
• Keselarnatan di jalan clan berkendara
• Aturao merokok di tempat yang telah ditentukan lJ
• Gunakan posisi ergonomic dan hinclari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat aogkat atau banruan untuk
mengangkat beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Penyimpanan
• Kabel-kabel lisoik
• Pembersihan
• Ventilasi l/
• Penempatan yang lebih berat atau besar dibagian bawah
7 B3 • Prosedur penanganan B3


Tnformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minimalkan iika memunzkinkan
lJ
8 Pemakaian perhiasan selama • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • Khnsus offshore job : tidak diijinkan dipakai t/

,
I
HSl: Officer, Karyawan BaruNisitor

d4f
C,« Wvt... yut-\S ;~' 'i2-- , M L- A- iv )
( ) (
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
C-l.T·F·HSE·lndc1

Name I Attendance Y.1\-\.Lvf.


HSE Officer ~i'\.. ~.
Tanggal Pelaksanaan '5" + f fl,u.-- ?--o \ 1
Bagi an
D\'~· G)(~
DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
DELIVERED Yes
I No
Tujuan umum KcbijakanK3 No accident
Kebijakan anti drug No harm lo people and
j Kebijakan rninuman keras
Kebijakan K3 Klien (jk ada)
No damage to the environment
No drugs
No alchobol
ti
2 K3 berkaitan dengan
pekerjaan
Llngkup tugas
B3 atau bahava lain terkait denaan pekeriaan vi
3 Pengembangan rim Kontirmasi siapa atasannya
J
4 Perencanaan Penerapau K3
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS
I
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah tanggungjawab pribadi dan
v
semua I
5 Aturan umum K3 dan
prilaku K3
• Pemakaian PPE
• Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan I
• Jadual kerja
• POP cards
• Pembuangan sampah
• Keselamatan di jalan dan berkendara
• Aturan merokok di ternpat yang relah ditentukao
/
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan unruk
mengangkatbeban > 25 kg
6 Housekeeping : • Pcnyimpanan
• Kabel-kabel listrik
• Pembersihan
• Ventilasi
J
• Penernpatan yang lebih berat atau besar dibazian bawah
7 B3 •


Prosedur penanganan B3
lnformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minimalkan iika memunskinkan
v I
I 8 Pemakaian perhiasan selama
bekerja


Tidak berlebihan untuk alasan keselarnatan
Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai
-
LI
I /"
I
I
x
RSE Officer, Karyawan BaruNi~;tor

M"°·
CA,n)(L.f~~·
~
( ) ( YJ\ . kvr> )
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
C.AT-F-HSE-lnda

Name I Attendance : ,v\ . A-MI 1'2-UP1°A1


HSE Officer . UtKXL?
Tanggal Pelaksanaan . t /\.t,ei'r\1,vt\..- ?al~
'
Bagi an OfVLA E:; \C ~4- Atasan : \Lf-1/1'"\\~qJ

DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
DELIVERED Yes No
Tujuan umum Kcbijakan K3 No accident

J
Kebijakan anti drug
Kebijakan minurnan keras
Kcbijakan K3 Klien (jk ada)
No harm to people and
No damage lo the environment
No drugs
No alchohol
v ,
2 K3 berkaitan dengan
pekeriaan
Lingkup rugas
83 atau bahaya lain terkait dengan nekeriaaa
t/
3 Pengembangan tim Konfinnasi siapa atasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
J I
4 Perencanaan Penerapan K3 Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah canggungjawab pribadi dan
scmua
u1
5 Aturan umurn K3 dan • Pemakaian PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
• POP cards
• Pembuangan sarnpah
• Keselaruatan dijalan dan berkendara l)
• Aturan merokok di ternpar yang telah ditcntukan
• Gunakan posisi ergonomic dan h:i:ndari posisi yang tidak.
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan untuk
mengangkat beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Penyimpanan



Kabel-kabel listrik
Pembersihan
Vernilasi
v
• Penemnatan vana lebih berat atau besar dibazian hawah

7 B3


Prosedur penanganan B3
• Tnformasi B3 dari MSDS (rninta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minirnalkan jika IIICITIUOgkinkan
J
8 Pernakaian perhiasan selama
bekerja


Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
Khusus offshore job: tidak diijinkan dipakai u I
x I

x,
HSE Officer, Karyawan BaruNisitor

@~
C)t MIL~ ~-vrtt7
( - ) ~
( )
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT-F-HSE-Indct

Name I Attendance
HSE Officer
Tanggal Pelaksanaan \ 6
Bagi an Atasan : !Lift..! A1 (L<) Q, ,-...\
DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
DELIVERED Yes ~o
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident

l
Kebijakan anti drug
Kebijakan minuman keras
Kebijakan K3 Klien Uk ada)
No harm to people and
No damage to the environment
No drugs
No alcbohol
J
2 K3 berkaitan dcngan
nekeriaan
Lingkup rugas
83 atau bahaya Lain terkait dcngan pekerjaan
vI
3 Pengembangan tirn Konfirmasi siapa atasannya
MeJaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
J
4 Pcrencanaan Penerapan K3 Akses inforrnasi K3 dao kebijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dao proyek
Tanggungjawab K3 adalah caoggungjawab pribadi dan
semua
J
5 Aturan umum K3 dan • Pemakaiao PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaao darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
• POP cards
• Pemhuangao sampah


Kcsclamatan di jalan dan berkendara
Aturan merokok di tcmpat yang telah ditenrukan rJ I
• Gunakan posisi ergonomic dao hiodari posisi yang tidak
nyaman, Gunakan alat angkat atau bantuao untuk I
menzanzkat beban > 25 kg I
I
6 Housekeeping : • Penyimpanan
• Kabel-kabel listrik



Pernbersihan
Ventilasi
Penernpatan yang lebih berat atau besar dibazian bawah
J
7 B3 • Prosedur penanganan 83


Inforrnasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan rninimalkan iika memunzkinkan
t/

8 Pemakaian pcrhiasan selarna
bekerja •
Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai J
·-

I x
I
HSl: Officer,

(}~llP
(_,,l't,{V(L f ~r, /1-
SavW '(),~'
( ) ( · )
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT·F-HSE·l11de1

Name I Auendance fA-N 1Ji1-,A1,i


HSE Officer LP\-n; 12- f ·
Tanggal Pelaksanaan CJ ?111.e1' ')-0 I 1
Bagi an
ar1tr ex.01
DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
I DELIVERED Yes No
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm lU people and
l Kebijakan minurnan keras
Ke.bijakan K3 Klien (jk ada)
No damage to the environment
No drugs
No alchohol
ti
2 I K3 bcrka.itan dengan Lingkup rugas
83 atau bahava lain terkait denzan pekeriaan
(/
pekeriaan
3 I Pengembangan urn Konfirmasi siapa atasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC fonn)
v I
4 Perencanaan Penerapan K3 Akses informasiK3 dan kebijakan K3LS
di CAT KinerjaK.3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah tanggungjawab pribadi dan
l/
semua
5 Aturan umum K3 dan • Pemakaian PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
• POP cards
• Pembuangan sampah l!
• Keselamatan di jalan dan berkendara
• Aturan mcrokok di ternpat yang telah ditentukan
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan unruk
mengangkat beban > 25 k2
6 Housekeeping : • Peoyimpanan I
• Kabel-kabel listrik
• Pembersihao
• Ventilasi
l/
• Penempacan yang Iebih berat atau besar dibazian bawab .
7 B3 • Prosedur penanganan B3
• Tnformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept) (../
• Gunakan efesien dan minimalkan iika memunzkinkan
8 Pemakaian perbiasan selarna • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai
i/ I
I
J><
~

HSE Officer, Karyawan BaruNisitor

(
drl~CA rv (L f (l.A,U,.:::f)I() (
1l {J.rr tt- tA;
)
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT-F-HSE-Tnda

Name I Attendance : -H~ Olt-!;'At.5


HSE Officer : (A(1\J(t ~
Tanggal Pelaksanaan 9 ,t,l,t-t Wl1
Bagi an OYlt{' EX: C4- Atasan : J £Y1M/\-W() llv\

DETAIL Dipahami?
ITEM TOBE
No.
DELIVERED Yes
I No
Tujuan umurn Kebijakan K3 No accident
I
I
Kebijakan anti drug
Kebijakan minuman keras
Kebijakan K3 Klien (jk ada)
No harm to people and
No damage to the envirorunent
No drugs
v
No alchohol /

2 K3 berkaitan dengan Llngkup rugas I


3 I nekeriaan
Pengembangan tim
B3 acau bahava lain cerkaic denzan nekeriaan
Konfirmasi siapa aiasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition kc HSE Dept (isi v
NC form)
4 Pcrcncanaan Penerapan K3 Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS

!
di CAT Kincrja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah canggungjawab pribadi dan
semua I

5 Aturan umum KJ dan


prilaku K3
• Pemakaian PPE
• Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
I
• JaduaJ kerja
• POP cards
• Pembuangan sampab
• Keselamatan di jalan dan berkendara
ti I

• Aturan merokok di tempat yang telah ditentnkan


• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan untuk
menaanakat beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Pcnyimpanan



Kabel-kabel listrik
Pembersihan
Ventilasi
v'
• Peuemnatan yang lehih berat atau besar dibazian bawab
7 B3 •


Prosedur penanganan 83
[nformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minimaJkan iika memunakinkan
c1, I
8 Pcmakaian perhiasan selama • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • K.husus offshore job : tidak diijinkan dipakai ll
rX
M
RSE Officer, Karyawan BaruNisitor

~~

(
C,A[t)t'L- f ~N4 )
INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT-F-HSE-lndct

Name I Auendance \s'i.A.4-{ L-


HSE Officer U\-<\) '1-- ~
Tanggal Pelaksanaan II ,'\M2:"i u, I j .
Bagi an Qpt?-r f:;)(UIV/'rrt,r-.

Dipahami? I
DETAIL
ITEM TOBE
No. DELIVERED Yes No
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident

I
Kebijakan anti drug
Kebijakan minuman keras
Kcbijakan K3 Klien (jk ada)
No harm to people and
No damage Lo the environment
No drugs
I
No alchohol

I 2

3
K3 berkairan dcngan
nckeriaan
Pengembangan tim
Llngkup tugas
83 atan bahava lain terkait dengan oekeriaan
Konfirmasi siapa atasannya
ti
\)
Melaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
A.kses informasi K3 dan kebijakan K3LS
I
4 Perencanaan Penerapan K3
di CAT K.inerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah tanggung jawab pribadi dan
scmua .
5 Aturan umum K3 dan • Pemakaian PPE
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
v
• POP cards
• Pembuangan sampab
• Keselamatan di jalan dan bcrkendara
• Aturan merokok di ternpat yang telah clitenmkao
• Gunakan posisi ergonomic clan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau banruan unruk
menzanakat beban > 25 kg
6 Housekeeping : • Penyimpanan
• Kabel-kabcl listrik


Pembersihan
Ventilasi
v
• Penemnatan vanz lebih berat atau besar dibazian bawah I
7 B3 •


Prosedur penanganan 83
tnformasi 83 dari MSDS (rninta ke HSE Dept)
Gunakan efesien dan minimalkan iika memunzkinkan
J
8 Pemakaian perhiasan selama • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • K.husus offshore job: tidak diijinkan dipakai v

nss omee-, Karyawan BaruNisitor

6~MY,
(
CA1\.)l0.. ~~..r'il\'
) (
iv:t _ ..................•.. )
INDUCTION CHECKLISTFOR NEW EMPLOYEE
CAT·F·HSE·ltulct

Name I Attendance : ~(2.\'"\AvJW·


HSE Officer ; U\iUtL ~
Tanggal Pelaksanaan (I Me-\. WI ~
Bagi an
G ~ It{ ex'G'+V.ll"fili''- Atasan : ;thlM WQ'N

ITEM TOBE DETAIL Dipahami?


No.
DELIVERED Yes No
I
Tujuan umum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm lo people and
1 Kebijakan miauman keras
Kebijakan K3 Klien (jk ada)
No damage lo the environment
No drugs v
No alchobol
2

3
K3 berkaitan dengan
pekeriaan
Pengembangan tim
Lingkup rugas
83 atau bahaya lain rerkait dengan pekeriaan
Kontinnasi siapa atasannya
v
Mclaporkan unsafe act/unsafe condition ke HSE Dept (isi
NC form)
LI
4 PerencanaanPenerapan K3 Akses informasi K3 dan kebijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek l/
Tanggungjawab K3 adalah tanggung jawab pribadi dan

5 Aturan umum K3 dan


semua
• Pemakaian PPE
I
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
• POP cards
• Pembuangan sampah
• Keselaruatandi jalan daa berkendara
u
• Aturan rnerokok di tempat yang telah ditentukan
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang cidak
ayaman. Gunakan alat angkat atau bantuan untuk
mcngangkat bcban > 25 kg
6 Housekeeping: • Peayimpanan
• Kabel-kabeJ Iistrik
• Pembersihan
• Ventilasi
• Penemnatan vanz lebih berat atau besar dibazian bawah
7 B3 • Prosedur penanganan 83
• Jnformasi 133 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
• Gunakao efesien dan minimalkan iika memungkinkan
8 Pemakaian perhiasan selama • Tidak berlebihan unruk alasan keselamatan
bekerja • Khusus offshore job : tidak diijinkaa dipakai
I

I
HSE Officer, Karyawan BaruNisitor

( ) ( /Lu rrh;;,u/A ':J...)


INDUCTION CHECKLIST FOR NEW EMPLOYEE
CAT·F·HSE-hufct

Name I Attendance I s ~Ct\+(


HSE Officer CA--ivL-{
Tanggal Pelaksanaan 1lj ~ I ')o\ ~
Bagi an
o r c- e'I CA-
Dipahami?
DETAIL
ITEM TOBE
No. DELIVERED Yes No
I
Tujuan urnum Kebijakan K3 No accident
Kebijakan anti drug No harm to people and
I
I
Kebijakan minuman keras No damage to the environment
l!
Kebijakan K3 Klien (jk ada) No drugs
No alchohol I
2 I K3 berkaitan dengan
oekeriaan
Lingkup rugas
B3 atau bahaya lain terkait denzan ockeriaan v
3 Pengembangan um Kontinnasi siapa atasannya
Melaporkan unsafe act/unsafe condition kc HSE Dept (isi
NC form)
J
4 Percncanaan Penerapan K3 Akses informasi K3 dan kcbijakan K3LS
di CAT Kinerja K3
Organisasi K3 di HO dan proyek
Tanggungjawab K3 adalah canggungjawab pribadi dan
t/
semua
Aturan umum K3 dan • Pemakaian PPE
5
prilaku K3 • Prosedur Keadaan darurat dan pelaporan kecelakaan
• Jadual kerja
I
• POP cards
• Pembuangan sampah
• Keselamatan di jalan dan berkendara
• Aturan merokok di rempat yang telah ditenrukan
v1
• Gunakan posisi ergonomic dan hindari posisi yang tidak
nyaman. Gunakan alat angkat atau bantuan unruk
mengangkat beban > 25 kg
6 Housekeeping: • Penyimpanan
• Kabel-kabel Iistrik
• Pembersihan
• Ventilasi
v
• Penernnatan vanz lebih berat atau besar dibazian bawah
7 B3 • Prosedur penanganan B3
• lnformasi B3 dari MSDS (minta ke HSE Dept)
• Gunakan efesien clan minimalkan iika memungkinkan
v
8 Pemakaian perhiasan selarna • Tidak berlebihan untuk alasan keselamatan
bekerja • Khusus offshore job : tidak diijinkan dipakai
1/ I I
I

Karya a BaruNisitor

M~,
HSE Officer,

v
(_,tv[Vvl- r, ~ ( ~ )
( )
PT. INDO PETRO PERKASA
CIVIL ENGINEERING, TRANSPORT DAN HEAVY EQUIPMENT RENTAL

MATRIKS PROGRAM PELATIHAN KARYAWAN


Periode tahun 2019

MAINTENANC
SUPERVISOR
MAMANAGER

OPERATOR

LOGISTIC

PEKERJA
KANTOR
DRIVER

STAFF
HE &
JENIS

LEVEL
No.

E
PELATIHAN

Modern Safety
1 V V - - - - -
Management
Accident/ Incident
2 V V - - - - -
Investigation

3 Basic Safety Training - V V V V V V V

Basic First Aid and


4 V V V V V V V V
CPR
Fire Prevention and
5 Fire Extinguisher V V V V V V V V
Use
Risk Assessment and
7 - V V V V V V V
Risk Control

8 Emergency Drill V V V V V V V V

9 Defensive Driving - V V V V - - -

Balikpapan ,7 January 2019

Dibuat Oleh, Disetujui Oleh,

Sandra Fransisco Muhtiyono


HSE Officer Direktur Utama
JADWAL TRAINING KARYAWAN PT INDO PETRO PERKASA 2019
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI Bulan VII Bulan VIII Bulan IX Bulan X Bulan XI Bulan XI
NO NAMA PELATIHAN
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 a. Basic Safety Training
2 b. Defensive Driving
3 c. Modern Safety Management
4 d. Handling B 3

Inhouse Training
5 a. Pengenalan dan Cara penggunaan APAR
6 b. Emergency Drill
7 c. Risk Assessment and Risk Control
8 d. Basic First Aid and CPR

Balikpapan, 07 January 2019

PT INDO PETRO PERKASA

Muhtiyono
Direktur Utama
TRAINING MATRIX IMPLEMENTATION PERIOD 2019
DATE
No TRAINING VENUE TRAINER COMPANY REMARK'S
PLAN IMPLEMENTATION
Modern Safety Meeting Room
1 Weeks II Feb 2019
Managemen Bpp

Meeting Room Imam Fajar PT. Fajar Intan


2 Handling B3 Sep-18 18-19 Sept 2019 Ekternal
Bpp Kurnia Pratama

HSE
3 Basic Safety Feb, June 2019 Jan - May 2019 Pertamina SGT PT IPP Ekternal
Pertamina
Meeting Room Inhouse
4 Basic First Aid and CPR Jun-19 13-Jun-18 Catur P PT IPP
Bpp Training
Fire Prevention and Fire Meeting Room Inhoude
5 Feb-19 18-Feb-19 Sandra F PT IPP
Extinguisher Use Bpp Training

Meeting Room
Risk Assessment and Risk Sandra Inhouse
6 Apr-19 22-Apr-19 Bpp and PT IPP
Control Fransisco Training
Workshop Bpp

Boedhi
7 Basic Fire Fighting Jul-19 15-Jul-19 Batakan Bpp PT. JWR Ekternal
Rianto

8 Difensive Driving Weeks II Des 2019

Catur Prasetya Sandra Fransisco Pandam Paransa Muhtiyono


HSE Officer / LO HSE Coord Oprs Manager Direktur Utama
JADWAL TRAINING KARYAWAN PT INDO PETRO PERKASA 2019
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI Bulan VII Bulan VIII Bulan IX Bulan X Bulan XI Bulan XI
NO NAMA PELATIHAN
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 a. Basic Safety Training
2 b. Defensive Driving
3 c. Modern Safety Management
4 d. Handling B 3

Inhouse Training
5 a. Pengenalan dan Cara penggunaan APAR
6 b. Emergency Drill
7 c. Risk Assessment and Risk Control
8 d. Basic First Aid and CPR

Balikpapan, 07 January 2019

PT INDO PETRO PERKASA

Muhtiyono
Direktur Utama
JADWAL BASIC SAFETY TRAINING (BST)
Sangatta DEMO Room (Gedung Baru atas)
TANGGAL RABU 27-Feb-19 TANGGAL RABU 6-Mar-19
NO NAMA JABATAN KETERANGAN NO NAMA JABATAN KETERANGAN
1 M. ANIS DRIVER 08.00 PAGI 1 SUYATMO DRIVER 08.00 PAGI
2 BAHARUDIN DRIVER 08.00 PAGI 2 NASRI DRIVER 08.00 PAGI
3 IWAN HELPER 08.00 PAGI 3 RODIN DRIVER 08.00 PAGI
4 MAKNUR HELPER 08.00 PAGI 4 HERU ARDIAWAN HELPER 08.00 PAGI

TANGGAL RABU 13-Mar-19 TANGGAL RABU 20-Mar-19


NO NAMA JABATAN KETERANGAN NO NAMA JABATAN KETERANGAN

1 NASRI DRIVER 08.00 PAGI 1 SUWARNO DRIVER 08.00 PAGI


2 SUGITO DRIVER 08.00 PAGI 2 SUGENG DRIVER 08.00 PAGI
3 RAFLI SENA HELPER 08.00 PAGI 3 NUR ANSAL G HELPER 08.00 PAGI
4 TONY HELPER 08.00 PAGI 4 LUTFI ARDIANTO DRIVER 08.00 PAGI

TANGGAL RABU 27-Mar-13 TANGGAL RABU 3-Apr-19


NO NAMA JABATAN KETERANGAN NO NAMA JABATAN KETERANGAN
1 JUMADI DRIVER 08.00 PAGI 1 ANTON DRIVER 08.00 PAGI
2 SISWANTO DRIVER 08.00 PAGI 2 BUDIYONO DRIVER 08.00 PAGI
3 ANDI HELPER 08.00 PAGI 3 HAMZAH HELPER 08.00 PAGI
4 WANDI HELPER 08.00 PAGI 4 M. ANAS HELPER 08.00 PAGI

TANGGAL RABU 10-Apr-13 TANGGAL RABU 17-Apr-19


NO NAMA JABATAN KETERANGAN NO NAMA JABATAN KETERANGAN
1 SARIDI DRIVER 08.00 PAGI 1 RASYID DRIVER 08.00 PAGI
2 SURYANTO HELPER 08.00 PAGI 2 HARDIANTO HELPER 08.00 PAGI
3 KADIR DRIVER 08.00 PAGI 3 SYAHRUL DRIVER 08.00 PAGI
4 ASHAR HELPER 08.00 PAGI 4 JERI RISALDI HELPER 08.00 PAGI

TANGGAL RABU 24-Apr-13 TANGGAL RABU 1-May-19


NO NAMA JABATAN KETERANGAN NO NAMA JABATAN KETERANGAN
1 IMRAN DRIVER 08.00 PAGI 1 ANDI ARIYANTO DRIVER 08.00 PAGI
2 AMSAL/AMRI HELPER 08.00 PAGI 2 RAMBO MECHANIC 08.00 PAGI
3 SAFARUDIN DRIVER 08.00 PAGI 3 Z. ALI BAHSRO MECHANIC 08.00 PAGI
4 MUH SYAHRUL T HELPER 08.00 PAGI 4 ZAINAL DRIVER 08.00 PAGI

CATATAN :
1 JADWAL TRANING DI LAKUKAN SETIAP HARI RABU DI MULAI TANGGAL 27 FEB 2018
2 PERSONEL YANG MENGIKUTI TRAINING KHUSUS PERSONEL YG BERTUGAS 1 TRIP
3 PERSONEL YANG MENGIKUTI TRAINING DI DI WAJIBKAN JAM 08.00 PAGI SUDAH DI GEDUNG BARU ATAS
4 LOKASI TRAINING DI GEDUNG BARU ATAS (DEMO ROOM HSE PERTAMINA EP SANGATTA)
PT. INDO PETRO PERKASA
CIVIL ENGINEERING, TRANSPORT DAN HEAVY EQUIPMENT RENTAL

TRAINING BST 2019


TRAINING HANDLING DAN PENGANGKUTAN B3
DATE 18 – 19 SEPTEMBER 2019 DI BALIKPAPAN
Jenis Kegiatan :
Tanggal :
Topik :
LokasJ :

NO. NAMA JABATAN TANDA TANGAN

\. onv~fl..

7,.

-
~\-


lo HAC\
11 ·

--------------- --
Jenis Kegiatan :
--
Tanggal :
-
Toplk :
Lokasi :

NO. NAMA JABATAN TANDA TANGAN


~

ll- M. ~ont1 o~\V~~ I~


\9 (\/\ A \.-\ N\ u ') \)~\Vt~
~

lo, t,v\. ~!1\-\{\V- \)r\)Jt, ~

').-0 W~~YU OR\"€~ ~


Jenis Kegiatan : Tr
Tanggal : 19
Topik : Di
Lokasi : Me

NO. NAMA JABATAN TANDA T ANGAN

\.

\)6v~

l L1. Pt\S'Ytp
-J ems Kegraian :
Tanggal :
Topik :
Lokasi :

NO. NAMA JABATAN TANDA T ANGAN


II
v
\ 1-. M. ~O\'\.t"l OR\ve~ / vi---
\9. W~\\)'u O~\'-le';t
~

\~- \ f\l\ r C\ VV\ On.v~, \~


'U). 1V\ \j ll\-\tW- 'Or,ve t-
~

-
~[
8-.
5~
...... -·
,/lz
..,..,, 0...
;,<:
:g
'"=
~
!/)

~
2! 0

...
t:,
t:,
N
0
Cl',

~
=w f:z
a, ::x>, z
0
> e f"-t

=
~ ~
(/')

> > 0
2! :z
~ ::0
ct) ..
=
~
'"=
~
O"'
ct)
""'S >• ,,
~

s; >-3... ::r
t""IC
$:I.)
>CJ) i
~

-·-::s (/')
0
(11
> c l~
~ s $:I.)

>::u ;:t '


N

-',,
- I
2! 3: 0
~
0
'"=
~
ct)

~ ~
.. ,,
-
~
>
2!
2!
~
ct) CJ)
o
a,
t!1'
~
a:
ct)
(/')
~
_.
~
z ~ ,,o
c:: ~
~
n ...
t:, $:I.)
::s
c::: >
2!
2! ~
"'-'
:::-:::
c:::
-3
> ;?!
2 :u ~ ,(

"'Tl
)>
8:"'I :l' '(
~
c...
,.
)>
;IQ

z..... t ~
).;
)" '(
~,,.
)>
z,,
;IQ
)>
.....
)>
ATTANDANCE LIST

DAFTAR HADIR

TRAINING APAR DAN BASIC FIRE FIGHTING


15 July 2019 di Balikpapan
FIRST AID
TRAINING

By : CP
Apa yang Harus anda
lakukan saat ?
 Cek situasi
sekeliling anda
 Pastikan Keadaan
aman untuk
memberi
pertolongan
Periksa Korban
 Cek Respon :
- Tepuk Bahu orang tersebut atau panggil
namanya,bila tidak ada respon mintalah
pertolongan dengan berteriak.
- Pindahkan korban ke tempat yang aman untuk
diberi pertolongan

- Jika korban dalam keadaan sadar dengan nafas


yang baik buatlah posisi korban dalam posisi
stabil.
Posisi Stabil

*Lihat keadaan korban


*Dampingi Korban
*Panggil segera medic yang
bertugas
ABC
 AIRWAY

 Periksa Jalan udara atau


airway
Adakah sumbatan di jalan nafas ?
Jika ada --> bersihkan

 BREATHING
 Periksa nafas korban(Look,Listen,Feel)
 Jika tidak ada nafas-
Berikan dua nafas
perlahan-lahan
 CIRCULATION
Cek nadi di leher  (-)
berikan kompresi dada
sebanyak 15x dan 2x
tiupan nafas.
Panggil segera petugas
medis yang terdekat.
DAFTAR HADIR
ATTENDANCE IIST
DATE:
LOCI'

,t"
.tTt ,@ h&n pItretr63tr u^

L L-'qo*o' Ugit hc oBZL SrJtSTZ7

3. Tt Uto*i
(2ll-ech'or\ g9t ?41 sl8 o6g

lt Hfitlttart. 9 iny, Dfliv0t(7 g&fL 1.1W 8oz6


)1")
r M - At4r^A{ co(toc,\to 6l(3 \.C-lS E3o -sN
r. h HrtutS lolifr ik o6t, 9tot4?a &t
7

I
f(oreo,,,an

A.N,raPh
fio1"7""
*drnin
6st g,?o- 6bg

o*rc.rr33.gtgg
ltr
I fun^y "s. ff oBt{qq1|\l
lo
lonnio,,t( y{ foa untu 0lvngfryY L#*'
t\ P.l-"'*'*' D[r-iv rn- 0 E Lt $t1,o 86 sr
t7 Rr*,U clt3 uov ?8k #
DAFTAR HADIR
ATTENDANCE LIST
DATE:
roc :

7 L, r*^,. $9ira.. o3Z'> 6tit\f7? d+


3" 2. tJrrvtY,,h frrnin oErs:r33 ztzz|

I llnr.nqt,0
,nllv.DlLtvtiKl o8f2^
q?ffi AW{

5 ffo,&*n on \a(<i-,"v ddl Ttg" &9


t. AWrvw/ L og isrir ofifg 9 tot AHA @t
(^-t
c ttva 44r,,' 6 8la53rL s?*

'{i ut",; Ctlaclpn O|lgLft s?8e9 4:


4
6

! M. A4qrtfi Col(action D Srz q62t ad$a

I0 ftn*[ -S rT oB6lgs)?{t l

It DomtrlA*r Y;1 [ogu rr'v 08Dc8977s7 D+-


[.2 frlr"^-"-' 00- VeP o8zr trjp B(Cr a
adr: yBvr ?8k
r3 fui""(/
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK
ASSESSMENT and RISK CONTROL
(HIRAC)

19 May 2017
1
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Tujuan Pelatihan

 Memahami bahaya dan resiko dalam pekerjaan


 Memahami tatacra mengidentifikasi bahaya di tempat kerja
 Dapat melakukan penilaian dan menentukan tindakan perbaikan
terhadap suatu bahaya
 Dapat menciptakan, melaksanakan dan memelihara sistem K3 di
tempat kerja dengan efektif

19 May 2017
2
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Agenda Pelatihan

1. Pendahuluan, tujuan dan agenda pelatihan


2. Identifikasi Bahaya
3. Evaluasi Resiko
4. Teknik Identifikasi
5. Langkah Pengendalian

19 May 2017
3
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Definisi

Keselamatan Kerja
“Kemerdekaan atas resiko celaka yang tidak
bisa diterima”

19-May-18 4
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Definisi

 Bahaya (Hazard)
Sumber atau situasi dimana terdapat potensi merusak
berupa cedera atau sakit pada manusia, kerusakan pada
harta benda, kerusakan pada lingkungan tempat kerja,
atau kombinasi darinya
 Resiko (Risk)
Kombinasi dari kemungkinan dan konsekuensi atas suatu
kejadian bahaya tertentu

19 May 2017
5
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Definisi

 Resiko Yang bisa ditoleransi (Tolerable Risk)


Resiko yang sudah dikurangi sampai pada tingkat yang dapat
diterima oleh organisasi dengan memperhatikan persyaratan
perundangan yang berlaku dan kebijakan K3 yang dimilikinya
 Penilaian Resiko (Risk Assessment)
Suatu kegiatan / proses dari analisa tingkat resiko bahaya dan
evaluasi dari kemungkinan dan konsekuensi atas suatu kejadian
bahaya tertentu agar tercapai control di tempat kerja yang adekuat.

19 May 2017
6
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Mengapa perlu HIRA ?

 Persyaratan hukum
 Tanggung jawab moral pada karyawan
 Praktek manajemen yang baik

19 May 2017
7
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Mengapa perlu HIRA ?


Seberapa besarkah
Resiko yang dapat
kita toleransi ?

Standar yang baik


Akan melindungi
diri kita

19-May-18 8
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Kapan diperlukan HIRA ?


Pada keadaan dimana suatu
bahaya timbul sedangkan
keefektifan pengendalian yang
ada tidak sepenuhnya diketahui

Diperuntukkan bagi perusahaan


yang menginginkan perbaikan
terus menerus dalam
pengelolaan K3 di tempat kerja

19-May-18 9
10HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Bahaya Resiko Naik


(Hazard) (Risk)
Supir mabuk
Kendaraan Ban gundul
Rem blong
Bermotor
Jarak pandang
buruk
Motor Car Muatan tidak
aman

19 May 2017
10
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Bagian Dua

Teknik Identifikasi Bahaya

19 May 2017
11
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Langkah Dasar Identifikasi Bahaya


Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Resiko melibatkan
5 langkah dasar:
1. Identifikasi Bahaya
2. Evaluasi Resiko
3. Evaluasi Pengendalian Resiko
4. Tentukan Langkah Pengendalian
5. Tentukan apakah resiko tersebut bisa ditoleransi

19 May 2017
12
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Langkah Dasar Identifikasi Bahaya


Persiapan awal melakukan HIRA:
1. Tunjuk seorang wakil manajemen untuk mengelola
dan mengatur seluruh kegiatan
2. Konsultasikan dengan semua pihak untuk menyusun
tim
3. Berikan pelatihan pada anggota tim
4. Lakukan tinjauan atas kecukupan kegiatan HIRA
5. Lakukan dokumentasi kegiatan yang efektif

19 May 2017
13
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Langkah 1 - Proses Identifikasi


Pilih metode yang akan digunakan:
 Audit atau inspeksi fisik
 Brainstorming
 Alur Proses
 Teknik-teknik enginering
 Risalah atau data masa lampau
 Penilian dari pakar
 dll

19-May-18 14
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Langkah 1 - Proses Identifikasi


Pilih tim yang akan melaksanakan:
 Tunjuk anggota senior yang akan memfasilitasi kegiatan
ini di lingkungan perusahaan.
 Wakil manajemen lini
 Ahli K3
 Perwakilan K3
 Pekerja

19 May 2017
15
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Langkah 1 - Proses Identifikasi


Lakukan perencanaan kegiatan:
 Geografis, denah area yang akan diidentifikasi
 Tingkat-tingkat dalam proses produksi
 Tugas tertentu yang terdefinisi
 Daftar fasilitas, mesin, material dan peralatan yang akan
diamati.
 Jadwal, form, checklist, daftar orang yang akan dihubungi
dan konfirmasi
 Alat Pelindung Diri.
19 May 2017 16
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 1 - Proses Identifikasi
Lakukan proses identifikasi bahaya:
 4W+H
 Perhatikan mulai dari bahan baku, proses, produk dan
limahnya
 Cari sampai ke sumbernya
 Pikirkan skenario terburuknya
 Adakah kerugian waktu, uang atau gangguan produksi
 Kontrol apa yang sudah ada dan sejauh mana
keefektifannya
 Apa harapan orang-orang yang terlibat
19 May 2017
17
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 1 - Proses Identifikasi

Jenis-jenis bahaya tempat kerja

 Bahaya Mekanis  Fisika – kimia


 Bahaya Listrik  Api dan ledakan
 Bahaya Radiasi  Tata letak dan ruang
 Bahaya Suhu  Posisi Tubuh
 Kebisingan  Perilaku
 Higiene  Bencana Alam

19-May-18 18
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Menilai Resiko
 Untuk memisahkan resiko kecil yang bisa ditoleransi dengan
resiko yang tinggi dan memberikan data yang cukup sebagai
acuan pemilihan tindakan perbaikan

 Resiko dianalisis dengan mengkombinasikan perkiraan


kemungkinan, keparahan dan frekuensi terjadinya resiko

 Menyingkirkan resiko yang relatif sangat rendah dari dalam


proses tinjauan

19 May 2017
19
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Menilai Resiko
 Kemungkinan (Likelihood)
Kesempatan timbulnya cidera, kerusakan atau kerugian
 Probability of occurrence
 Frequency of exposure

 Keparahan (Severity)

19 May 2017
20
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Potensi Resiko

Potensi Resiko = Kemungkinan x Keparahan x Frekuensi

19 May 2017
21
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Menilai Kemungkinan Resiko

Katagori Penjelasan

1 Nyaris tidak mungkin Hanya terjadi pada kondisi sangat khusus


(Rare)
2 Jarang (Unlikely) Bisa saja terjadi waktu tertentu

3 Mungkin (Possible) Mungkin terjadi sewaktu-waktu

4 Sering (Likely) Akan mungkin seriang terjadi

5 Hampir pasti (Almost Hampir pasti terjadi


certain)
Copyrights@Umar Hidayat, PT.
19-May-18 Phitagoras Global Duta 2004 - 2005 All 22
Right Reserved
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Menilai Keparahan Resiko

Katagori Penjelasan

1 Tidak berakibat apa-apa Pertolongan pertama


(Insignificant)
2 Ringan (Minor) Butuh layanan medis

3 Sedang (Moderate) Mengakibatkan hari hilang

4 Major Cacat / fatal

5 Katastropi (Catastrophic) Fatal lebih dari satu

19 May 2017
23
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT

Menilai Frekuensi Resiko

Katagori Penjelasan

1 Jarang Sedikit orang sekali dalam setahun

2 Tidak biasa Beberapa orang setiap minggu

3 Kadang-kadang Beberapa orang setiap minggu

4 Sering Sedikit orang sekali setiap hari

5 Rutin Banyak orang berkali-kali setiap hari

19 May 2017
24
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 2 – Evaluasi Resiko (OSHA Standard)

19 May 2017
25
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 2 – Evaluasi Resiko

Dapat diabaikan Tidak perlu tindakan khusus

Resiko rendah Perbaiki dalam waktu 7 hari

Resiko sedang Perbaiki dalam waktu 3 hari

Resiko tinggi Perbaiki dalam waktu 24 jam

Ekstrim Stop, perbaiki saat itu juga

19-May-18 26
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 3 – Evaluasi Kontrol

Lakukan evaluasi terhadap kontrol yang ada


atas tiap bahaya yang teridentifikasi
– Identifikasi tatacara, pendekatan teknik dan prosedur yang
ada
– Pertimbangkan kecukupannya, efektifitasnya, proses
pengawasannya dan perhatian dari manajemen
– Apakah kontrol yang ada sudah mengurangi kemungkinan,
kekerapan paparan

19 May 2017
27
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 4 – Langkah Pengendalian

Dapat diabaikan Tidak perlu tindakan khusus

Resiko rendah Perlu pengawasan yang cukup

Resiko sedang Perlu pengawasan dan prosedur


yang mengikat
Resiko tinggi Ada keterlibatan manajemen
dalam pengaturannya
Ekstrim Stop, perbaiki saat itu juga

19 May 2017
28
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 4 – Langkah Pengendalian

(Eliminasi, Substitusi, Pemisahan)

Copyrights@Umar Hidayat, PT.


19-May-18 Phitagoras Global Duta 2004 - 2005 All 29
Right Reserved
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT
Langkah 4 – Langkah Pengendalian

Periksa apakah kontrol yang telah dipilih


dipastikan:
– Mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan
– Mengurangi resiko keparahan
– Dapat ditoleransi
Tindakan tambahan apa yang kemudian dapat
ditambahkan hingga resiko dapat Agenda

19 May 2017
30
Overview
 Give the big picture of the subject
 Explain how all the individual topics fit together

Tex Text
t
Text Text Text

Text Tex Text


t
19-May-18 31
Vocabulary
 Glossary of terms
 Define the terms as used in this subject

19 May 2017
32
Topic One
 Explain details
 Give an example
 Exercise to re-enforce learning

19-May-18 33
Topic Two
 Explain details
 Give an example
 Exercise to re-enforce learning

19 May 2017
34
Summary
 State what has been learned
 Define ways to apply training
 Request feedback of training session

19-May-18 35
Where to Get More Information
 Other training sessions
 List books, articles, electronic sources
 Consulting services, other sources

19 May 2017
36
Fire Prevention
(Pencegahan)

Fire Repression
(Pemadaman)

Fire Evacuation
(Evakuasi)
SISTEM PENGENDALIAN KEBAKARAN
API KONDISI
SUMBER API API TUMBUH
Tumbuh & Membesar BERBAHAYA

MENCEGAH PEMADAMAN MENCEGAH KONTROL EVAKUASI


PENYALAAN TAHAP DINI API TUMBUH ASAP
• Peraturan • Pendeteksi • Membatasi • Sarana
beban api • Organisai
• Sarana APA Kontrol Asap
• Bahan non- • SOP
• Sarana APAR • Smoke vents
• Disiplin combustible • Latihan
• System • Tata Udara
• Kompartemeni • Sarana
Hydrant
• Organisasi -sasi • Dll.
• Fixed System
• Dinding
• dll penahan api
• dll.

KONDISI
AMAN KEBAKARAN
KEBAKARAN
adalah
API YANG TAK TERKENDALIKAN
Hubungan api dengan bahan
Padat
Cair
Gas

Segi Tiga Api (Triangle of


Combustion) + Fire Tetra Hedron

Hal yang mendukung penyebaran api

Jenis dan klasifikasi kebakaran


1. Terbatasnya keterangan dan
pengetahuan tentang kebakaran

2. Kelalaian manusia

3. Kesengajaan

4. Alam
1. KERUGIAN HARTA BENDA

2. KORBAN JIWA ATAU CACAT

3. KERUGIAN /KEHILANGAN USAHA

4. EKONOMI SOSIAL
SEGITIGA API
FIRE TRIANGLE

PENGISOLASIAN PENDINGINAN

BAHAN BAKAR

PENGURAIAN
ISOLASI, PENGURAIAN, PENDINGINAN

I ISOLASI O2

II
URAI BBM

III PENDINGINAN H2O


API DIBAGI MENURUT KELASNYA
NFPA (National Fire Protection Association)

Kebakaran pada benda pada mudah terbakar yang


menimbulkan arang/karbon
(contoh : Kayu, kertas, karton/kardus, kain, kulit, plastik)

Kebakaran pada benda cair dan gas yang mudah terbakar


(contoh : bahan bakar, bensin, lilin, gemuk, minyak tanah,
thinner)

Kebakaran pada benda yang menghasilkan listrik atau


yang mengandung unsur listrik

Kebakaran pada logam mudah terbakar


(contoh : Sodium, lithium, radium)
API DIBAGI MENURUT KELASNYA
SAA (Standard Australian Association)

Kebakaran pada benda pada mudah terbakar yang


menimbulkan arang/karbon
(contoh : Kayu, kertas, karton/kardus, kain, kulit, plastik)

Kebakaran pada benda cair mudah terbakar


(contoh : bahan bakar, bensin, lilin, gemuk, minyak tanah,
thinner)

Kebakaran pada benda gas


(contoh : LPG, LNG, metan, dll)

Kebakaran pada logam mudah terbakar


(contoh : Sodium, lithium, radium)

Kebakaran pada peralatan yang menggunakan tenaga


listrik/menimbulkan tenaga listrik
UNIT-2
CARTRIDGE LUAR
CARTRIDGE CARTRIDGE DALAM
(Busa, Air, DC)

STORED-PRESURE FRANGIBLE PLUG


1. APAR
(Busa, Air, DC, CO2) VALVE SYSTEM
I. TURN OVER TWO-WAY CHEMICALS
MANUAL

2. MOBILE UNIT CARTRIDGE


(KERETA DORONG) STORED-PRESSURE

3. FIRE TRUCK
4. FIRE PUMP HYDRANT

1. SISTEM PIPA SPRINKLER


II.
OTOMATIS FIXED SYSTEM

2. SISTEM NON-PIPA
ALAT PEMADAM API RINGAN
(APAR)

Alat pemadam api berbentuk tabung yang


mudah dioperasikan oleh satu orang dan
mudah dijinjing. APAR ditujukan untuk
memadamkan api awal kecil pada mula
terjadinya.

Berat APAR berkisar antara 1 kg – 16 kg.


Alat pemadam lebih berat dari 16 kg
disebut alat pemadam api Mobile Unit
(kereta dorong)
AIR BUSA

KIMIA
CO2 KERING HALON 1211
SAFETY PIN LEVER (tuas)
(kunci pengaman)
PRESSURE GAUGE
HOSE (indikator tekanan)
(selang)
LABEL

NOZZLE CYLINDER
(corong) (tabung)
KENALILAH ALAT PEMADAM API RINGAN ANDA

AIR BUSA CO2 KIMIA HALON


KERING 1211

Kayu, kertas, kain,


A     
plastik, sampah, dll. TEPAT SEKALI API AWAL
Bahan cair yang
mudah terbakar B     
yang tak larut
Bahan cair yang
mudah terbakar
B     
yang larut di air : BUSA KHUSUS
aceton, alkohol, dll.
Bahan gas : LPG,
LNG C     
Peralatan yang
bermuatan listrik
E     
Kendaraan bermotor 
INTERIOR

INTERIOR & MESIN

INTERIOR & MESIN

INTERIOR & MESIN

INTERIOR & MESIN
• Mudah terlihat

• Mudah terjangkau

• Tersebar – tidak
terkumpul

• Tidak terkunci

• Sesuai SIKON
SYSTEM TURN OVER
Sistem DUA BAHAN
KIMIA (turn
ove/dibalik) dimana
bahan pemadamnya
terdiri dari dua bahan
kimia cair yang bila
bercampur akan
menghasilkan gas CO2
sebagai gas penekan
yang akan mendorong
busa sebagai hasil reaksi.
SYSTEM CARTRIDGE
Sistem CARTRIDGE
dimana bahan
pemadamnya terpisah
dengan gas penekan
(cartridge). Gas
penekannya adalah Jarum Penusuk
CO2 Per
O2

Cartridge CO2
Pipa Outlet Serbuk
Serbuk DC
Pipa Outlet CO2

Membran Timah
SYSTEM STORED PRESSURE / VALVE
Sistem dimana gas
penekannya dikempakan ke
dalam tabung berisi bahan
pemadam. Lever

Hose Valve Stem


Spring Dry N2

Chemical

Nozzle
UNIT-4
 BUKA KUNCI PENGAMAN

 ARAHKAN SEMPROTAN KE DASAR SUMBER API

 TEST

 PERGUNAKAN TEGAK

 TEKAN GENGGAMAN !

DI UDARA TERBUKA JANGAN MELAWAN ARAH ANGIN!


PENGGUNAAN APAR
CEPAT, AMAN & TEPAT (CAT)
Jarak
terlalu dekat ikuti arah angin

Melawan arah angin


Sudut + 30O – 60O

Ke lidah api
Sumber dasar api
PERAWATAN APAR
PERAWATAN PEMERIKSAAN :
1. Membuka bagian APAR
2. Pemeriksaan bagian APAR PERAWATAN RUTIN :
3. Pembersihan bagian yang kotor 1. Sebuah label dan catatan servis
4. Memasang kembali dipakai untuk mencatat tanggal dan
5. Pengisian ulang paraf pemeriksa
6. Penekanan ulang bila perlu 2. Segel dan indikator pemutus dipakai
7. Hydrostatic-test dari bahan kawat halus atau plastik
halus yang mudah putus

PEMERIKSAAN RUTIN :
1. Apakah kelengkapan pada APAR ada dan lengkap,
seperti : Kunci pengaman, indikator disk, label, penutup selang
2. Apakah penunjuk tekanan OK
3. Apakah tabung tidak korosi
1. Kebakaran tidak akan dihapus dari muka bumi karena
api merupakan bagian dari kehidupan. Kebakaran
dapat dicegah sekecil mungkin bila kita memahami
penyebab kebakaran dan langkah tindak pencegahan.
2. Kebakaran dapat terjadi dimanapun, kapanpun pada
siapapun.
3. Pencegahan kebakaran merupakan langkah yang
paling efisien, efektif karena dilakukan SEBELUM
kehadiran api kebakaran sehingga kerugian harga
benda dan jiwa dapat dihindari.
4. Sarana Fire Protection (APAR, Hydrant, dll) yang
tersedia akan tidak menghasilkan OPTIMAL bila tidak
didukung OPERATOR yang trampil.
5. Ketrampilan apapun hanya diperoleh dengan berlatih
secara tepat + Konsistent !
PT INDO PETRO PERKASA

THANK’S YOU

PREPARE BY : CP