Está en la página 1de 19

LAPORAN PENDAHULUAN

IMPLEMENTASI

I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Keluarga Tn.D merupakan tipe inti (Nuclear family) yang terdiri
dari suami, Istri, dan 2 anak, anak yang pertama berusia 18 tahun, yang
kedua berusia 6 tahun dengan tahap perkembangan anak usia remaja. Pada
pertemuan pertama membangun hubungan terapeutik yang didasarkan
pada (rasa) saling percaya dan saling menghormati dan mengenal masalah
kesehatan dilakukan pengkajian, wawancara dan observasi didapatkan
bahwa lingkungan rumah Tn.D berada dilingkungan yang padat penduduk
dan berada dilingkungan yang sedikit kumuh. Pada saat pengkajian Ny. S
mengatakan mempunyai penyakit gastritis, tetapi hilang timbul, dan
memiliki riwayat asma sejak kecil. Asma timbul saat Ny. S kecapean,
kurang tidur dan banyak pikiran, suhu badan 36.8C, Pernafasan
20x/Menit, Nadi 95x/Menit, Ny.S mengatakan punya penyakit gastritis
karena tidak nafsu makan dan sibuk tidak sempat makan, jika gasteritisnya
timbul Ny. S langsung minum obat warung. Pada pertemuan kedua yaitu
mengambil keputusan dengan dilakukan pendidikan kesehatan tentang
gasteritis dan tekhnik relaksasi otot progresif. Pada pertemuan ketiga
keluarga sepakat akan dilakukan demonstrasi tekhnik relaksasi otot
progresif.

II. Rencana Keperawatan


a. Diagnosa keperawatan
✓ Nyeri akut pada Ny. S (00132)
b. Tujuan umum
Setelah dilakukan kunjungan selama 1x30 menit, diharapkan keluarga Tn.
D terutama Ny. S mampu mempraktekan cara tekhnik relaksasi otot
progresif yang benar .
c. Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit diharapkan
keluarga mampu :
- Mengetahui tentang pengertian tekhnik relaksasi otot progresif.
- Mengetahui manfaat tekhnik relaksasi otot progresif.
- Mengetahui cara tekhnik relaksasi otot progresif.
III. Rencana Kegiatan
a. Topik atau judul kegiatan
Melakukan tekhnik relaksasi otot progresif pada gastritis.

b. Metode
✓ Demonstrasi
c. Media
✓ Leaflet
d. Alat
✓ Kursi
e. Hari/tanggal : Rabu, 23 Mei 2018
Waktu : 09.00
Tempat : Rumah Ny. S
f. Susunan acara
No Waktu Kegiatan implementasi Kegiatan peserta
1 5 menit Pembukaan : - Menjawab salam
- Memberi salam - Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan dan
mendengarkan
2 20 menit Praktik : - Mengikuti dan
- Diskusi dan praktik mendengarkan
pengguanan obat - Diskusi Tanya
tradisional dan jawab
aromaterapi
3 5 menit Penutup : Menjawab salam
Mengucapkan terimakasi
dan salam

IV. Kriteria Evaluasi


a. Kriteria struktur
✓ Menyiapkan laporan pendahuluan
✓ Keluarga dapat hadir 100%
✓ Menyiapkan alat/ media yang akan digunakan
✓ Membuat kontrak waktu dengan keluarga secara tepat sesuai rencana

b. Kriteria Proses
✓ Mahasiswa melakukan kunjungan sesuai dengan waktu yang telah
disepakati dengan keluarga pada bulan Mei.
✓ Keluarga menerima kunjungan mahasiswa
✓ Keluarga menyepakati kontrak kunjungan berikutnya
✓ Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan
✓ Mahasiswa menjelaskan tujuan kunjungan yaitu pemberian tekhnik
relaksasi otot progresif.
✓ Mahasiswa menjelaskan dan mendemontrasikan cara tekhnik relaksasi
otot progresif benar .

c. Evaluasi Hasil
- Ny. S mampu mengetahui tentang pengertian tekhnik relaksasi otot
progresif.
- Ny. S mampu mengetahui manfaat tekhnik relaksasi otot progresif.
- Ny. S mampu mengetahui cara tekhnik relaksasi otot progresif.
Lampiran 1

Tekhnik Relaksasi Otot Progresif

A. Pengertian
Menurut Herodes (2010), tehnik relaksasi otot progresif adalah
relaksasi orot dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan, atau
sugesti. Berdasarkan bahwa tubuh manusia berespon pada kecemasan dan
kejadian yang merangsang pikiran dengan ketegangan otot (Davis, 1995).
Teknik otot progresif memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan
mengedintifikasi otot yang tegang menurunkan ketegangan dengan melakukan
tekhnik relaksasi untuk mendapatkan perasaan rileks (Herodes, 2010).
Soewondo (2012), relaksasi otot progresif merupakan suatu
keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan untuk mengurangi atau
menghilangkan ketegangan sehingga menimbulkan rasa nyaman tanpa
tergantung pada hal/subjek di luar dirinya. Relaksasi progresif dipandang
cukup praktis dan ekonomis karena tidak memerlukan imajinasi yang rumit,
tidak ada efek samping, mudah dilakukan, serta dapat membuat tubuh dan
pikiran menjadi tenang, rileks dan lebih mudah untuk tidur (Davis & McKay,
2001).
B. Manfaat Terapi Relaksasi Otot Progresif
Menurut Herodes (2010), Alim (2009), dan potter (2005), manfaat dari
teknik ini adalah untuk :
1) Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung,
tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, metabolic.
2) Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan oksigen.
3) Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan
tidak memfokuskan perhatian serta relaks.
4) Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi.
5) Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stress.
6) Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot, fobia
ringan.
7) Membangun emosi positif dari emosi negatif.

C. Indikasi Terapi Relaksasi Otot Progresif


1. Klien lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia)
2. Klien lansia sering mengalami stress.
3. Klien lansia yang mengalami kecemasan
4. Klien lansia yang mengalami depresi.
D. Kontraindikasi Terapi Relaksasi Otot Progresif
1. Klien lansia yang mengalami keterbatasan gerak, misalnya tidak bias
menggerakkan badannya.
2. Klien lansia yang menjalani perawatan tirah baring.
E. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan
terapi relaksasi otot progresif :
1) Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri
sendiri.
2) Dibutuhkan waktu sekitar 20-50 detik untuk membuat otot-otot relaks.
3) dengan posisi berdiri.
4) Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan.
5) Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudian bagian kiri dua
kali.
6) Memeriksa apakah klien benar-benar relaks.
7) Terus-menerus memberikan instruksi.
8) Memberikan instruksi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
F. Tekhnik Terapi Otot Progresif
1. Persiapan
Persiapan alat dan lingkungan: kursi, bantal, serta lingkungan yang tenang
dan sunyi.
2. Persiapan klien:
a. Posisikan tubuh klien secara nyaman yaitu berbaring dengan mata
tertutup menggunakan bantal dibawah kepala dan lutut atau duduk
dikursi dengan kepala ditopang, hindari posisi berdiri;
b. Lepaskan asesoris yang digunakan seperti kacamata, jam, dan sepatu;
c. Longgarkan ikatan dasi, ikat pinggang atau hal lain yang sifatnya
mengikat ketat.

3. Prosedur
Gerakan 1: ditujukan untuk melatih otot tangan.
a. Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan.
b. Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensasi ketegangan yang
terjadi.
c. Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan relaks
selama 10 detik.
d. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien dapat
membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan relaks
yang dialami.
e. Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.

Gerakan 2: ditujukan untuk melatih otot tangan bagian belakang.


Tekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan
sehingga otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang,
jari-jari menghadap ke langit-langit. Gerakan melatih otot tangan bagian
depan dan belakang ditunjukkan pada gambar.
Gerakan 3: ditujukan untuk melatih otot biseps (otot besar pada bagian
atas pangkal lengan).
a. Genggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan.
b. Kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot biseps
akan menjadi tegang.

Gerakan 4: ditujukan untuk melatih otot bahu supaya mengendur.


a. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan hingga menyantuh
kedua telinga.
b. Fokuskan atas, dan leher.

Gerakan 5 dan 6: ditujukan untuk melemaskan otot-otot wajah (seperti


otot dahi, mata, rahang, dan mulut).

a. Gerakkan otot dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai otot
terasa dan kulitnya keriput.
b. Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan disekitar mata dan
otot-otot yang mengendalikan gerakan mata.

Gerakan 7: ditujukan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh


otot rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi sehingga
terjadi ketegangan disekitar otot rahang.

Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir


dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di
sekitar mulut.

Gerakan 9: ditujukan untuk merileksikan otot leher bagian depan maupun


belakang.
a. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian
otot leher bagian depan.
b. Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.
c. Tekan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa
sehingga dapat merasakan ketegangan dibagian belakang leher dan
punggung atas.

Gerakan 10: ditujukan untuk melatih otot leher begian depan.


a. Gerakan membawa kepala ke muka.
b. Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat merasakan ketegangan di
daerah leher bagian muka.

Gerakan 11: ditujukan untuk melatih otot punggung


a. Angkat tubuh dari sandaran kursi.
b. Punggung dilengkungkan.
c. Busungkan dada, tahan kondisi tegang selama 10 detik, kemudian
relaks.
d. Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke kursi sambil membiarkan otot
menjadi lemas.

Gerakan 12: ditujukan untuk melemaskan otot dada.


a. Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-
banyaknya.
b. dada sampai turun ke perut, kemudian dilepas.
c. Saat ketegangan dilepas, lakukan napas normal dengan lega.
d. tegang dan relaks.

Gerakan 13: ditujukan untuk melatih otot perut.


a. Tarik dengan kuat perut kedalam.
b. Tahan sampai menjadi kencang dank eras selama 10 detik, lalu
dilepaskan bebas.
c. Ulangi kembali seperti gerakan awal perut ini.

Gerakan 14-15: ditujukan untuk melatih otot-otot kaki (seperti paha dan
betis).
a. Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot paha terasa tegang.
b. Lanjutkan dengan mengunci lutut sedemikian rupa sehingga
ketegangan pindah ke otot betis.
c. Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu dilepas.
d. Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali.
Gambar 1 dan 2

Gambar 3
Gambar 4

Gambar 5
Gambar 6

Gambar 7
DAFTAR PUSTAKA

Setyoadi dan Kushariyadi. 2011. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien


Psikogeriatrik. Jakarta : Salemba Medika

Alim. 2009. “Langkah-Langkah Relaksasi Otot Progresif”.

http//www.psikologizone.com/Langkah-Langkah-Relaksasi-Otot-Progresif, diakses
tanggal 15 Mei 2018

Perry, Patricia A., & Potter, Anne Griffin. (2005). Fundamental Keperawatan buku I
edisi 7. Jakarta : Salemba Medika

Hawari, D. (2008). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta : FKUI

Herodes, R. (2010). Anxiety and Depression in Patient.


Lampiran 2

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT GASTERITIS PADA KELUARGA

Tn. D DI DESA MARGASARI RT/RW 03/04 KECAMATAN KARAWACI

KOTA TANGERANG TAHUN 2018

Hari/Tanggal : Mei 2018

Waktu : 30 Menit

Topik : Penyuluhan Penyakit Gasteritis

Tempat : Rumah Keluarga Tn. D

A. Latar Belakang Kegiatan


Kasus dengan gasteristis merupakan salah satu jenis kasus yang
umumnya diderita oleh kalangan remaja, khususnya penyakit ini
meningkat pada kalangan mahasiswa, disebabkan oleh berbagai kalangan
factor misalnya tidak teraturnya pola makan, gaya hidup yang salah dan
meningkatnya aktivitas (tugas perkuliahan) sehingga mahasiswa tersebut
tidak sempat untuk mengatur pola makannya dan malas untuk makan
(Fahrur, 2009).
Penyebab dari gastritis menurut Herlan tahun 2001 yaitu asupan
alcohol berlebihan (20%), merokok (5%), makanan berbumbu (15%),
obat-obatan (18%) dan terapi radiasi (2%), sedangkan menurut Hasna dan
Hurih tahun 2009 gasteristis juga bias disebabkan karena infeksi bakteri,
stress, penyakit autoimun, radiasi dan Chron’s Disease.
Salah satu penyebab dari gasteristis adalah infeksi dari bakteri
Helicobacter Pylori (H. pylori) dan merupakan satu-satunya bakteri yang
hidup di lambung. Bakteri ini dapat berinfeksi lambung sejak anak-anak
dan menyebabkan penyakit lambung kronis. Bahkan diperkirakan lebih
dari 50 % penduduk dunia terinfeksi bakteri ini sejak kecil. Jika dibiarkan
akan menimbulkan masalah sepanjang hidup (Soemoharjo, 2007).
Badan penelitian kesehatan dunia WHO tahun 2012 mengadakan
tinjauan terhadap beberapa Negara di dunia hasil persentase dari angka
kejadian gasteristis di dunia, diantaranya : Inggris 22%, China 31%,
Jepang 14,5%, Kanada 35%, Prancis 29,5%. Di dunia penyakit gasteristis
terjadi sekitar 1,8-2,1 juta dari setiap jumlah penduduk setiap tahunya.
Sedangkan di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap
tahunya menderita penyakit gasteristis (Zhaoshen, 2014)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah peserta penyuluhan mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30
menit diharapkan keluarga Tn. D dapat memahami dan mengerti
tentang penyakit gasteristis.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang gasteristis. Ny. S
diharapkan dapat :
a. Memahami pengertian gastristis
b. Memahami jenis-jenis gastristis
c. Memahami penyebab gastristis
d. Memahami tanda dan gejala gastristis
e. Memahami cara pencegahan gastristis
f. Memahami cara perawatan dan pengobatan yang dilakukan

C. Materi Gastritis
1. Pengertian gastritis
2. Tanda dan gejala gastritis
3. Penyebab gastritis
4. Dampak gastritis
5. Pencegahan gastritis
6. Penanganan jika terserang gastritis

D. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Kegiatan Peserta


5 menit Pembukaan :
1. Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan memperhatikan
diberikan

20 Pelaksana :
menit Menjelaskan tentang : Memperhatikan
1. Pengertian penyakit gastritis Penjelasan
2. Tanda dan gejala gastritis
3. Penyebab gastritis
4. Pencegahan gastritis Memperhatikan dan
5. Penanganan gastritis menjelaskan
6. Memberi kesempatan peserta untuk pertanyaan
bertanya
15 Evaluasi :
menit 1. Menanyakan kepada peserta tentang Menjawab
materi yang telah diberikan, pertanyaan
reinforcement kepada peserta yang
dapat menjawab peserta.
5 menit Terminasi :
1. Mengucapkan terimakasih atas Mendengarkan
peran peserta.
2. Mengucapkan salam penutup. Menjawab salam

E. Metode
1. Ceramah dan Tanya jawab
2. Leaflet

F. Media
Leaflet Gastritis

G. Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara lisan dengan memberikan pertanyaan :
1. Apa pengertian gastritis?
2. Jelaskan penyebab gastritis?
3. Sebutkan tanda dan gejala gastritis?
4. Jelaskan pengobatan untuk gastritis?
5. Jelaskan komplikasi gastritis?
6. Jelaskan pencegahan gastritis?