Está en la página 1de 20

TUGAS PRAKTIKUM

COMPOUNDING AND DISPENSING


“OBAT TRADISIONAL & ALAT KESEHATAN”

Disusun Oleh :

Yanuar Pandu Pertiwi 1061821032 / A2


Yuni Wulandari 1061821034 / A2

Program Studi Profesi Apoteker

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi Semarang”

2019
OBAT TRADISIONAL

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berasal dari
tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan
tersebut yang secara turun temurun digunakan untuk pengobatan sesuai dengan
norma yang berlaku di masyarakat (Peraturan Menteri Kesehatan No.6, 2012).

Pengobatan dengan obat tradisional merupakan bagian dari sistem budaya


masyarakat yang manfaatnya sangat besar dalam pembangunan kesehatan
masyarakat. Pengobatan tradisional merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang
menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan
kedokteran modern dan dipergunakan sebagai alternatif (Harmanto dan Subroto,
2007).

Perkembangan obat tradisional kebanyakan berupa campuran yang berasal


dari tumbuh-tumbuhan sehingga dikenal dengan “obat herbal”. Khusus untuk Obat
herbal ada 3 : Jamu, obat herbal terstandarisasi dan fitofarmaka.

1) Jamu
Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang tidak memerlukan pembuktian
ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan pembuktian empiris atau turun
temurun. Jamu harus memenuhi kriteria aman sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan, klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris, dan memenuhi
persyaratan mutu yang berlaku.
Contoh jamu yang akan dibahas adalah Herbadrink.
 Herbadrink Sari Jahe

Mengandung Ekstrak jahe 9.5 g, gula dan bahan lainnya hingga 22 g.


Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Sari Jahe bermanfaat untuk menghangatkan badan.

 Herbadrink Beras Kencur


Mengandung Ekstrak kencur 6 g, Tepung beras 1.7 g, gula dan bahan
lainnya hingga 18 g.
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Beras Kencur bermanfaat untuk menyegarkan sekaligus
menghangatkan badan.
 Herbadrink Sari Temulawak
Mengandung Ekstrak temulawak 470 mg, gula dan bahan lainnya hingga 18 g.
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Sari Temulawak baik untuk menjaga kesehatan fungsi hati
dan membantu memperbaiki nafsu makan

 Herbadrink Kunyit Asam


Mengandung Ekstrak kunyit 8.7 g, Ekstrak Asam Jawa 1.9 g, gula dan bahan
lainnya hingga 25 g.
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Kunyit Asam bermanfaat untuk membantu melancarkan
haid dan membantu mengurangi bau badan.
 Herbadrink Chrysanthemum
Mengandung Ekstrak Bunga Chrysanthemum 4.8 g, madu 1 g, gula dan
bahan lainnya hingga 18 g.
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Chrysanthemum bermanfaat untuk menyegarkan badan dan
meredakan gejala panas dalam.

 Herbadrink Kunyit Asam Sirih Plus Madu


Mengandung Ekstrak kunyit 4.68 g, Rimpang Kunyit 7.0 g, Ekstrak
Asam 3.17 g, Asam Jawa 3.5 g, Esktrak Sirih 0.88 g, Daun Sirih 1.4 g,
Madu 0.7 g, gula dan bahan lainnya hingga 25 g
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Kunyit Asam Sirih Plus Madu bermanfaat untuk membantu
melancarkan haid.
 Herbadrink Wedang Uwuh
Mengandung Jahe 2000 mg, Kayu Secang 1000 mg, Kulit Kayu Manis
1000 mg, Biji Pala 500 mg, Minyak Cengkeh 3 mg, Minyak Sereh 0.25
mg.
Larutkan 1 sachet Herbadrink kedalam +/- 150 ml air panas atau dingin,
sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera.
Herbadrink Wedang Uwuh berkhasiat untuk membantu
menghangatkan badan dan meredakan gejala masuk angin.

2) Obat Herbal Terstandarisasi (OHT)


Herbal Terstandar (OHT) adalah obat tradisional yang berasal dari ekstrak
bahan tumbuhan, hewan maupun mineral. Perlu dilakukan uji pra-klinik untuk
pembuktian ilmiah mengenai standar kandungan bahan yang berkhasiat, standar
pembuatan ekstrak tanaman obat, standar pembuatan obat yang higienis dan uji
toksisitas akut maupun kronis seperti halnya fitofarmaka.Dalam proses
pembuatannya, OHT memerlukan peralatan yang lebih kompleks dan berharga
mahal serta memerlukan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan
pembuatan ekstrak, yang hal tersebut juga diberlakukan sama pada fitofarmaka.
Obat Herbal dapat dikatakan sebagai Obat Herbal Terstandarisasi bila memenuhi
kriteria sebagai berikut :
 Aman
 Klaim khasiat secara ilmiah, melalui uji pra-klinik
 Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
 Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan
dalam produk jadi.

Contoh OHT yang akan dibahas : Tolak Angin

Tolak Angin

Komposisi
Amoni Fructus (kapulaga), Foeniculli Fructus (adas), Isorae Fructus (kayu
ules), Myristicae Semen (pala), Burmanni Cortex (kayu manis), Centellae
Herba (pegagan), Caryophylli Folium (cengkeh), Parkiae Semen (kedawung),
Oryza sativa (beras), Menthae arvensitis Herba (poko), Usneae thallus (kayu
angin), Zingiberis Rhizoma(jahe), ekstrak Panax Radix, 70% Mel Depuratum
(Madu).

Indikasi Tolak Angin

Obat tolak angin yang memiliki beberapa jenis memiliki indikasi khusus
yang berbeda. Obat tolak angin bisa diberikan kepada anak-anak yang sedang
mengalami gejala masuk angin seperti pusing, mual, perut kembung, meriang,
perut mulas, dan tenggorokan kering.

Tolak angin anak juga bisa diberikan sebelum anak terkena masuk angin
guna meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga kondisi masuk angin bisa
dicegah. Anak-anak yang mabuk perjalanan bisa diberikan tolak angin anak.

Pada tolak angin cair, tolak angin flu, dan tolak angin tablet, pemberian bisa
dilakukan kepada orang dewasa yang sedang terkena flu ringan dan masuk
angin. Selain itu, obat tolak angin cair dan flu juga bisa digunakan dengan
tujuan untuk memelihara daya tahan tubuh.

Ada jenis tolak angin bebas gula yang memiliki indikasi yang sama dengan
tolak angin jenis lainnya yaitu bisa diberikan kepada pasien dengan keluhan
gejala masuk angin seperti mual, kembung, meriang, pusing, dan lainnya.
Pemberian tolak angin bebas gula juga bisa untuk pasien yang ingin menjaga
daya tahan tubuh.

Kontraindikasi Tolak Angin

Obat tolak angin yang sebenarnya bisa juga dikatakan sebagai suplemen
karena bisa untuk memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh, tidak
memiliki kontraindikasi yang banyak. Kontraindikasi tolak angin untuk semua
jenis dimiliki oleh wanita hamil, gangguan ginjal, HIV/AIDS, Tuberculosis.

Ibu hamil sebaiknya menghindar dari meminum obat tolak angin jenis apa
pun. Pada anak di bawah usia 2 tahun, pemberian obat tolak angin anak sekali
pun tidak bisa dilakukan. Orang dewasa yang memiliki gangguan ginjal juga
tidak bisa menggunakan obat tolak angin.
Dosis

Meskipun bukan obat keras, pengonsumsian tolak angin juga harus sesuai
dengan dosis. Dosis tolak angin anak adalah sebanyak 1 sachet per hari. Pada
tolak angin cair, dosisnya adalah sebanyak 2 sachet per hari selama 7 hari.

Dosis tolak angin flu adalah 1 sachet sebanyak 3-4 x sehari. Tolak angin
bebas gula memiliki dosis 3 sachet sehari untuk pengobatan dan 1 sachet sehari
untuk pemeliharaan. Dosis tolak angin tablet adalah 1 tablet sebanyak 3 – 4
kali sehari untuk pengobatan dan 1 tablet per hari untuk pemeliharaan.

Efek Samping

Tolak angin memang tidak memiliki efek samping yang berat selama
digunakan dengan tepat dan sesuai dosis yang dianjurkan. Akan tetapi, ada efek
samping tolak angin pada jenis tolak angin flu. Efek samping tolak angin flu
bisa menyebabkan rasa kantuk. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan
valerian di dalamnya.

Manufaktur
Sidomuncul
3) Fitofarmaka

Fitofarmaka dapat diartikan sebagai sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji
klinis bahan baku serta produk jadinya telah di standarisir (BPOM. RI., 2004 ).

Ketiga golongan atau kelompok obat tradisional tersebut di atas, fitofarmaka


menempati level paling atas dari segi kualitas dan keamanan. Hal ini disebabkan
oleh karena fitofarmaka telah melalui proses penelitian yang sangat panjang serta
uji klinis yang detail, pada manusia sehingga fitofarmaka termasuk dalam jenis
golongan obat herbal yang telah memiliki kesetaraan dengan obat, karena telah
memiliki clinical evidence dan siap di resepkan oleh dokter.

Obat Herbal dapat dikatakan sebagai fitofarmaka apabila obat herbal tersebut
telah memenuhi kriteria sebagai berikut :
 Aman
 Klaim khasiat secara ilmiah, melalui uji pra-klinik dan klinik
 Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
 Telah dilakukan standardisasi bahanbakuyang digunakan dalam produk
jadi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah setelah lolos uji fitofarmaka, produsen
dapat mengklaim produknya sebagai obat. Namun demikian, klaim tidak boleh
menyimpang dari materi uji klinis sebelumnya. Misalnya, ketika uji klinis hanya
sebagai antikanker, produsen dilarang mengklaim produknya sebagai antikanker
dan antidiabetes.

Indonesia pada saat ini telah memproduksi dan beredar di masyarakat


sebanyak 5 buah fitofarmaka, seperti Nodiar (PT Kimia Farma), Stimuno (PT 28
Dexa Medica), Rheumaneer (PT. Nyonya Meneer), Tensigard dan X-Gra (PT
Phapros).

Contoh fitofarmaka yang akan dibahas : X-Gra.


X-Gra

Indikasi Umum
Meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh, membantu meningkatkan
stamina pria, membantu mengatasi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.

Komposisi

Ekstrak Ganoderma Lucidum 150mg, ekstrak Eurycomae radix 50mg,


ekstrak gingseng 30mg, ekstrak Retrofracti fructus 2.5mg, Royal jelly 5mg.

Dosis
2 kapsul / hari, diminum sebelum tidur secara rutin minimal selama 1 bulan.

Aturan Pakai

Berikan sesudah makan

Kemasan

Kapsul 150 Mg x 4 x 10

Kontra Indikasi

hipersensitivitas

Perhatian

Hipersensitif terhadap bahan obat, kanker prostat, hipertensi berat dan gagal
ginjal

Manufaktur

Phapros
ALAT KESEHATAN

Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak
mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan
dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada
manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh (Peraturan
Menteri Kesehatan, 2010).

1. Infus Stand

Tiang infus atau infus stand adalah tiang yang digunakan


untuk menggantungkan botol cairan infus atau cairan lainnya sesuai dengan
kebutuhan perawatan pasien. Tiang infus biasanya diletakkan di samping ranjang
pasien. Biasanya tiang infus dilengkapi dengan roda di bagian bawahnya.
Pemasangan roda dimaksudkan agar memudahkan mobilisasi pada pasien rawat
inap saat akan bergerak menuju ke kamar mandi atau hanya sekedar berubah posisi.
2. Pispot

Pispot (urinal) adalah alat yang digunakan untuk mempermudah orang yang
sedang sakit buang air kecil. Biasanya terbuat dari bahan bahan plastik atau
stainless steel anti karat, berbentuk seperti tabung atau bak yang dilengkapi dengan
pegangan untuk memudahkan dalam membawanya.

3. Torniquet

Tourniquet merupakan alat yang berfungsi dalam penekanan dan digunakan


untuk mengontrol sirkulasi vena dan arteri pada daerah pembedahan dalam jangka
waktu tertentu. Tourniquet berfungsi untuk menghentikan pendarahan pada luka
terbuka, dengan tujuan agar pasien tidak kehabisan darah.
Cara pemasangan dan penggunaan Tourniquet:

 Alasi tempat yang akan dipasang Tourniquet dengan kasa agar kulit tidak lecet
 pasang tourniquet antara luka dengan jantung, dengan cara meyimpul mati pengikat
di atas luka
 kencangkan balutan dengan tongkat pemutar sampai pendarahan berhenti
 Setiap 10 – 15 menit tourniquet harus dilonggarkan dengan cara memutar tongkat
kearah berlawanan
 Tunggu ½ – 1 menit. Kalau dalam satu menit darah tidak mengalir lagi, biarkan
tourniquet dalam keadaan longgar. Kalau terjadi lagi perdarahan, segera tourniquet
dikencangkan kembali.

4. Kursi Roda

Kursi roda merupakan alat bantu yang digunakan oleh orang yang
mengalami kesulitan berjalan, baik dikarenakan kondisi sakit, usia lanjut, cedera,
maupun cacat bawaan. Artinya keadaan orang tersebut memang sangat lemah atau
benar-benar sudah tidak mampu untuk berjalan lagi, maka kursi roda digunakan
sebagai alat bantu jalan.
Dengan kursi roda, seseorang dapat bergerak dan melakukan aktivitasnya
lebih mudah, meskipun banyak keterbatasan, dengan cara didorong oleh pihak lain
atau digerakkan menggunakan tangan sendiri tanpa perlu bantuan orang lain.
Bahkan saat ini tersedia juga kursi roda elektrik yang penggunaannya digerakkan
dengan mesin otomatis, sehingga dapat mengurangi ketergantungan kepada orang
lain. Tentu saja kursi roda generasi terbaru ini dijual dengan harga yang lebih mahal
dariapda kursi roda biasa. Keunggulan kursi roda bagi pengguna yaitu bisa dilipat
saat tidak digunakan, sehingga memudahkan dalam penyimpanannya.

5. Blood Lancet

Blood lancet adalah jarum steril sekali pakai yang berfungsi untuk
mengambil sampel darah dengan cara menusukkan pada ujung jari. Biasanya
digunakan bersamaan dengan lancing device untuk pengecekan kadar gula,
kolesterol, asam urat dalam darah dll.
Ukuran blood lancet bervarisai, yang standar adalah ukuran 28G untuk orang
dewasa, di mana semakin besar ukuran jarum semakin halus atau kecil ukurannya.

6. Jaundie Meter
Menyederhanakan proses screening penyakit kuning dengan mengurangi
frekuensi pengambilan darah yang memakan waktu, penjadwalan pemeriksaan
laboratorium, dan biaya pemrosesan. Alat ini meningkatkan efisiensi dengan
memberikan pengukuran yang andal pada langkah yang jauh lebih sedikit, sehingga
meluangkan lebih banyak waktu untuk perawatan bayi langsung. Fungsi transfer
data dan pemindai barcode membantu mengoptimalkan program screening Anda
dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Karena JM-105 memiliki bagian ujung
yang dapat digunakan kembali, bahan sekali pakai tidak diperlukan. Dengan
banyaknya screening di dalam ruang perawatan bayi saat ini, biaya bahan sekali
pakai pada akhirnya dapat melebihi biaya awal perangkat itu sendiri. Oleh karena
itu, Anda menghemat waktu dan uang pada saat memberikan standar perawatan
istimewa.

7. Chemistry Analizer

Chemistry Analyzer merupakan salah satu alat medis, khususnya alat


laboratorium medis dengan teknologi canggih yang berfungsi untuk membantu
proses analisa dan juga pengecekan unsur – unsur yang terkandung di dalam darah
guna pengobatan pasien yang mengidap penyakit atau kelainan tertentu yang
diakibatkan karena gangguan kimia dalam darah.

Alat ini mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis manual dalam


laboratorium, rumah sakit, dan penggunaan industri. Autoanalyzer dapat digunakan
untuk menganalisa kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis dari
suatu larutan di dalamnya.
Jenis-jenis tes yang dibutuhkan meliputi tingkat enzim (seperti banyak dari
tes fungsi hati), tingkat ion (misalnya natrium dan kalium), dan lainnya (seperti
glukosa, albumin serum, atau kreatinin) dan lainnya. Ion sederhana umumnya
sering diukur dengan elektroda selektif ion, yang memungkinkan satu jenis ion
melalui perbedaan dalam mengukur tegangan Enzim yang dapat diukur dengan
tingkat yang mereka ubah salah satu zat warna dengan jenis warna alain.

Dalam tes ini, hasil untuk enzim yang diberikan sebagai suatu kegiatan,
bukan sebagai konsentrasi enzim yang diberikan. Tes-tes lain menggunakan
perubahan kolorimetri untuk menentukan konsentrasi bahan kimia yang
bersangkutan dengan tingkat kekeruhan juga dapat diukur dengan tes ini.

8. Hematologi Analizer

Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah.


Alat ini biasa digunakan dalam bidang kesehtan. Alat ini dapat membantu
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung dan
mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas
cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan. Mengukur sampel berupa darah.
9. Alat cek Darah

Alat Tes Darah merupakan alat swa-diagnosa untuk melakukan berbagai


pengecekan dengan menggunakan sampel darah. Berbagai fungsi alat test darah
yang tersedia di-antaranya pengecekan gula / glukosa darah, kolesterol, asam
urat, maupun hemoglobin (Hb).

10. Test Strip

Tes urin strip adalah salah satu jenis tes urin yang dilakukan dengan cepat.
Strip khusus yang digunakan dalam tes akan dicelupkan ke dalam sampel urin
selama beberapa detik. Hasil warna indikator yang berbeda akan bisa dilihat dari
perubahan. Semua jenis tes ini bisa dilakukan dengan mudah dan pengambilan
sampel urin juga harus dilakukan dengan benar. Tes urin ini bisa dilakukan di rumah,
rumah sakit, klinik, dan laboratorium.
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 2004. Peraturan Teknis


Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk
Pangan. Jakarta: Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan
Berbahaya.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan


Nomor : 1190/MENKES/PER/VIII/2010. Tentang Izin Edar Alat Kesehatan
dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta.

Harmanto, Ning & Subroto, M. 2007. Pilih Jamu dan Herbal Tanpa Efek Samping.
Cetakan Pertama Elekmedia.

Peraturan Menteri Kesehatan. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan No. 006 tentang
Industri dan Usaha Obat Tradisional.