Está en la página 1de 7

Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No.

1 Maret 2017

Analisa Keputusan Pemilihan Supplier Pada PT. Mega Sakti Haq


Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA)

Mentari Indria Cahya1, Hadi Setiawan2, Nurul Ummi3


1,2,3
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
mentariindriacahya@gmail.com1, hadi@untirta.ac.id2, nurul.ummi@untirta.ac.id3

ABSTRAK

PT. Mega Sakti Haq merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi dan penyediaan tenaga
kerja. PT. Mega Sakti Haq berpengalaman dalam bidang kontruksi seperti proyek perbaikan jalan
maupun pembuatan gedung, akan tetapi untuk proyek maintenance pipa PT. Mega Sakti Haq baru
pertama kali mendapatkannya. PT.Mega Sakti Haq membutuhkan bahan baku berupa pipa dalam proyek
maintenace pipa, oleh karena itu diperlukannya pemilihan supplier pipa.Memilih supplier yang efisien
sebagai rekan kerja PT. Mega Sakti Haq dengan pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis) dengan
model CCR Output Oriented. Perusahaan supplier pipa dalam DEA disebut DMU (Decision Making
Unit), DMU dalam penelitian ini ada 4. Prinsip kerja DEA adalah membandingkan data input dan output
dari suatu DMU dengan data input dan output lainnya pada DMU yang sejenis sehingga akan
menghasilkan nilai efisiensi relatif tiap DMU. Setelah DMU diketahui kemudian ditentukan kriteria input
dan outputnya, adapun input dalam penelitian ini adalah harga dan order fullfitment sedangkan kriteria
output adalah pelayanan, pembayaran, garansi, dan pengiriman. Kemudian dilakukan pembobotan untuk
masing-masing kriteria dengan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process), dan bobot untuk
kriteria pembayaran 0,529, kriteria pengiriman 0,138, kriteria garansi 12,1 dan kriteria pembayaran
0,212. Setelah bobot diketahui barulah melakukan perhitungan DEA, perhitungan dilakukan dengan
software DEAP ver 2.1. Dari hasil perhitungan supplier yang memiliki nilai efisiensi relatif 100% adalah
PT. B dan PT. D sedangkan dengan PT. A mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,796, PT. C mendapatkan
nilai efisiensi relatif 0,886. Dikarenakan terdapat 2 supplier yang memiliki nilai efisien 100% maka
dilihat peers yaitu PT. A, PT. B, dan PT. D mengacu pada PT. D, sedangkan PT. B mengacu pada PT. B,
maka didapatkan DMU terpilih adalah PT. D.
Kata kunci: DEA (Data Envelopment Analysis), AHP(analytical Hierarchy Process), DMU (Deccision
Making Unit).

ABSTRACT
PT. Mega Sakti Haq is a company engaged in the construction and supply of labor. PT. Mega Sakti Haq
experienced in the field of construction such as road improvement project or constructing the building,
but for pipeline maintenance project PT. Mega Sakti Haq first got it. PT.Mega Sakti Haq require raw
materials in the form of a pipe in the pipeline maintenace projects, hence the need for pipe supplier
selection. determining an efficient supplier as a partner PT. Mega Sakti Haq with the approach of DEA
(Data Envelopment Analysis) models Output Oriented CCR. Companies supplying pipe in the DEA
called DMU (Decision Making Unit), DMU in this study there DEA 4. The working principle is to
compare the data input and output of a DMU with input and output data other similar DMU that will
generate value relative efficiency of each DMU , After DMU known then determined criteria for input
and output, while input in this study are the prices and order fullfitment while the output criteria is a
service, payment, warranty, and delivery. Then do the weighting for each criteria using AHP (Analytical
Hierarchy Process), and the weights to the criteria of payment 0.529, 0.138 delivery criteria, the criteria
and the criteria for payment guarantees 12.1 0.212. Once the weight is known then calculating the DEA,
the calculations performed by the DEAP software ver 2.1. From the calculation suppliers who have values
relative efficiency of 100% is PT. B and PT. D whereas with PT. A gain value relative efficiency of
0.796, PT. C gets the value of the relative efficiency of 0.886. Because there are two suppliers that have a
value of 100% efficient then the views of peers, namely PT. A, PT. B, and PT. D refers to the PT. D,
while PT. B refers to the PT. B, then got elected DMU is PT. D.

Keywords: DEA (Data Envelopment Analysis), AHP(analytical Hierarchy Process), DMU (Deccision
Making Unit)

8
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017

PENDAHULUAN mendapatkannya. PT.Mega Sakti Haq


membutuhkan bahan baku berupa pipa dalam
Kontraktor merupakan salah satu bidang
proyek maintenace vulve, oleh karena itu
usaha yang memberikan jasa pelaksanaan
diperlukannya pemilihan supplier pipa. Selama
dalam bidang pembangunan, dapat berupa
ini pemilihan supplier pada PT. Mega Sakti
bangunan, jalan, jembatan, dsb. Dalam
Haq dilakukan oleh bagian purchasing, dengan
pelaksanaanya, kontraktor memerlukan bahan
mempertimbangkan 5 hal, yaitu harga, order
baku dalam pembangunan suatu proyek.
fullfitment, garansi, pengiriman, dan
Ketersediaan bahan baku berkualitas
pelayanan. Oleh karena itu pemilihan supplier
memegang peranan sangat penting dari seluruh
merupakan kegiatan strategis, dimana supplier
rangkaian kegiatan pembangunan. Pada
tersebut akan memasok bahan baku untuk
lingkungan yang sangat kompetitif, tidak
menjamin kelancaran proses pengerjaan
mungkin bagi suatu perusahaan untuk sukses,
proyek. Bahan baku yang pipa yang akan
dengan menghasilkan biaya rendah dan
digunakan PT. Mega sakti Haq diperoleh dari
menghasilkan kualitas tinggi tanpa adanya
pembelian kepada 4 perusahaan supplier.
supplier yang memuaskan.
Dalam penelitian kali ini akan ditentukan
Memilih bahan baku yang baik atau
supplier terbaik yang akan diusulkan kepada
supplier yang tepat semakin penting agar
PT. Mega sakti Haq. Metode yang digunakan
memperoleh bahan baku yang berkualitas
pada penelitian ini adalah Analitic Hierarchy
tinggi. Permasalahan dalam pemilihan supplier
Proces (AHP) yang digunakan untuk
adalah tidak terstruktur, rumit, dan masalah
menentukan keputusan dengan menggunakan
keputusan yang multi. Pemilihan supplier
banyak kriteria dan Data Envelopment Analisis
merupakan salah satu kegiatan yang berperan
(DEA) dimana masing-masing pemasok
penting terhadap biaya, kualitas, pengiriman,
Decision Making Unit dinilai efisiensi
dan jasa (Angela, 2012). Pada penelitian kali
relatifnya yang bersifat non-parametrik dan
ini akan memberikan usulan dalam
multi faktor baik output maupun input.
pengambilan keputusan pemilihan supplier,
Adapun penelitian sebelumnya yaitu
dimana supplier adalah perusahan dan individu
Yeni, Suparno dan Nurhadi Siswanto (2005)
yang menyediakan sumber daya yang
“Penerapan Data Envelopment Analysis dalam
dibutuhkan oleh perusahan dan pesaing untuk
Pemilihan Supplier dan Perbaikan Performansi
memperoduksi barang dan jasa tertentu. Ketika
Supplier”, hasil penelitian adalah dari 12
perusahaan sudah menjatuhkan pilihanya pada
supplier, terpilih 3 supplier yang termasuk
salah satu supplier, maka perusahaan akan
kategori efisien dan perbaikan performansi
menciptakan sebuah ketergantungan tehadap
supplier. Muthia Saraswati (2012) “Evaluasi
supplier tersebut. Ketergantungan yang
Pemilihan Mitra Kerja Penyedia Jasa
semakin kuat kepada supplier, meningkatkan
Pengangkutan Kapal Combine Cargo pada PT.
keinginan perusahaan untuk secara efektif
KHI Pipe Industries menggunakan Metode
mengelola supplier nya (Darmawan, 2011).
Analytic Network Process (ANP)”, hasil
Evaluasi dan perbaikan tehadap supplier
penelitiannya adalah terpilih PT. B sebagai
terpilih akan mengoptimalkan kerjasama
mitra kerja yang tepat untuk pengangkutan dan
diantar perusahaan dan supplier. Ada banyak
pengiriman pipa dengan kapal combine cargo
kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam
pada proyek XX. Harry Darmawan (2013)
pemilihan supplier. Proses pemilihan bisa
“pemilihan pemasok bahan baku produksi PT.
menjadi sangat kompleks karena suatu
XYZ menggunakan metode data
supplier mungkin memiliki sejumlah
envelompment analysis (DEA)”, hasil
kemampuan dalam semua kriteria atau
penelitiannya adalah PT. A dan PT. B
kemampuan yang begitu baik hanya pada
merupakan pemasok yang nilai efisiensinya
beberapa kriteria, oleh karena itu harus ada
100% namun setelah dilakukan konsep DEA
bobot prioritas yang membedakan antara
super efisiensi maka PT. A merupakan
masing-masing kriteria. Bobot ini berguna
perusahaan terpilih sebagai pemasok utama PT.
untuk menentukan kriteria manakah yang
XYZ.
menjadi perhatian utama dalam pemilihan
supplier.
METODE PENELITIAN
PT. Mega Sakti Haq merupakan
perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi Tahapan penelitian yang akan dilakukan
dan penyediaan tenaga kerja. PT. Mega Sakti untuk membuat pemilihan supplier pipa dengan
Haq mendapatkan kepercayaan untuk menggunakan metode Data Envelpment
menangani proyek maintenance pipa pada salah Analysist (DEA), data yang diperlukan dalam
satu perusahaan chemical. PT. Mega Sakti Haq penelitian ini adalah data primer. Data primer
berpengalaman dalam bidang kontruksi seperti seperti wawancara yang dilakukan penulis yaitu
proyek perbaikan jalan maupun pembuatan permasalahan yang dialami oleh PT. Mega
gedung, akan tetapi untuk proyek maintenance Sakti Haq.
pipa PT. Mega Sakti Haq baru pertama kali

9
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017
Tahap pertama yang dilakukan adalah
penentuan DMU (decission making unit) pada
penelitian ini terdapat 4 DMU yaitu DMU 1
sampai DMU 4 yaitu supplier pipa A sampai
supplier pipa D.
Tahap kedua adalah menetukan pemilihan
kriteria performansi. Pada penelitian ini kriteria Gambar 4 Hasil Pembobotan Masing-Masing
perfomansi terdiri dari pengiriman,
Subkriteria Dalam Kriteria Pembayaran
pembayaran, garansi, dan pelayanan.
Tahap ketiga adalah pengolahan data primer
menggunakan metode AHP (analytical Berikut ini adalah nilai bobot prioritas dari
hierarchy process) yang kemudian didapatkan subkriteria yang didapat dari kuisioner yang
hasil berupa model DEA (data envelopment diisi oleh tenaga ahli perusahaan yang
analysis). selanjutnya dihitung dengan menggunakan
Tahap keempat adalah melakukan software expert choice.
perhitungan model DEA untuk masing-masing
DMU kemudian membandingkanya untuk Tabel 1 Bobot Kriteria dan Subkriteria
mendapatkan DMU terbaik. Bobot Bobot
Kriteria
Subkriteria
HASIL DAN PEMBAHASAN 0,458
Pelayanan cepat dan
Pengambilan data pada penelitian ini tanggap
bersifat primer, data primer yang digunakan Pelayanan 0,529 Penjelasan terhadap 0,126
adalah data pemasok (DMU) dan data kriteria kualitas barang
0,456
performansi yang didapatkan dari hasil Ready stock
wawancara. Ketetapan waktu 0,143
Berikut ini adalah hasil pembobotan dari pengiriman
pengolahan menggunakan software expert Pengiriman 0,138 Keamanan barang dalam 0,429
pengiriman
choice: Ketetapan jumlah dalam 0,429
1. Kriteria Pelayanan pengiriman
0,179
Waktu pemberian garansi
Garansi 0,121 Syarat-syarat meminta 0,142
garansi
Ketetapan jumlah dalam 0,678
pengiriman
0,297
Pembayaran dapat diangsur
Gambar 1 Hasil Pembobotan Masing-Masing Pembayaran 0,212 0,163
Waktu pembayaran
Subkriteria Dalam Kriteria Pelayanan Angsuran tanpa bunga 0,540

2. Kriteria Pengiriman Pembobotan berguna untuk menilai


performansi supplier pipa dimana pada
kuisioner kedua nilai performansi kuisioner
yang diberikan di kali dengan bobot yang
sudah dihasilkan dari kuisioner yang
Gambar 2 Hasil Pembobotan Masing-Masing pertama. Pada kuisioner yang kedua terdapat
Subkriteria Dalam Kriteria Pengiriman nilai yang harus diisi oleh responden
berdasarkan performansi penyedia jasa
3. Kriteria Garansi
supplier pipa satu tahun terakhir. Skala nilai
yang harus diisi.
Tabel 2 Skala Likert Penilaian Performansi Supplier
Pipa

NILAI DEFINISI
Gambar 3 Hasil Pembobotan Masing-Masing
1 SANGAT BURUK
Subkriteria Dalam Kriteria Garansi
2 BURUK
3 BAIK

4. Kriteria Pembayaran 4 SANGAT BAIK

10
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017
Berikut ini adalah hasil performansi dari
masing-masing supplier pipa berdasarkan Langkah selanjutnya adalah membangun
kriteria. model DEA CCR yang telah diubah ke dalam
bentuk linier programing dengan
Tabel 3 Nilai Performansi Supplier Pipa menggunakan data input-output yang ada pada
tabel 4.33. Penelitian ini dibatasi pada
Pelayanan Pengiriman Garansi Pembayaran
Supplier pengukuran performansi dari masing-masing
Pipa supplier pipa dengan menggunakan output-
O1 O2 O3 O4
oriented dimana menghitung sejauh mana
output dapat ditingkatkan namun tetap
PT A 0,867 0,969 1,74 1,126 menggunakan nilai input yang ada.
Data yang ada dibangun menjadi model
PT B 0,855 0,937 0,868 0,997
matematis program linier dimana untuk
PT C 0,888 1,001 0,919 0,907
supplier pipa ke p dimana p = 1,2,3,4 maka:

PT D 0,855 0,969 0,979 0,985 Maks : h0 = ∑

Dengan syarat :
Berdasarkan hasil perhitungan diatas,
terlihat nilai performansi dari masing-masing ∑ =1
supplier pipa yang sudah diurutkan dari nilai
performansi tertinggi ke terendah berdasarkan ∑ -∑ ≥0
jumlah nilai output. Dari hasil perhitungan,
supplier pipa PT.A memiliki nilai performansi ur, vr ≥ 0
tertinggi. Sehingga berdasarkan data kualitatif
atau hasil kuisioner yang diisi oleh tenaga ahli Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan
PT. Mega Sakti Haq, terpilih PT.A sebagai menggunakan output oriented, maka model
supplier pipa yang memenuhi kriteria dan DEA dapat diformulasikan sebagai berikut
ekspektasi yang diinginkan oleh perusahaan. (untuk DMU 1) ;

Perhitungan DEA (Data Envelopment Fungsi Tujuan :


Analysis)
Maks : h0 =
1. Kriteria Input Harga
Fungsi Kendala :
Input DMU Output

Pelayann 
Pengiriman DMU 1
Harga Supplier Pipa

Garansi DMU 2
Pembayaran DMU 3
DMU 4

Gambar 5 Model Keputusan DEA

Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan


Tabel 4 Data Sekunder Perusahaan menggunakan output oriented, maka model
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut
Input Output
(untuk DMU 2) ;
DMU
Harga Pelayanan Pengiriman Garansi Pembayaran Fungsi Tujuan :

PT. A 8 1 Day 4 Day 3 Week Maks : h0 =


2,566

Fungsi Kendala :
PT. B 8 1 Day 5 Day 3 Week
2,602

PT. C 8,25 1 Day 4 Day 3 Week
2,567
DMU 1
PT. D 8 1 Day 6 Day 3 Week DMU 2
2,655
DMU 3
DMU 4
11
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017

4 1.000 Efisien
Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan
menggunakan output oriented, maka model
Berdasarkan hasil perhitungan DEA dengan
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut
menggunakan software DEAP ver 2.1, DMU 2
(untuk DMU 3) ;
dan3 memiliki nilai efisiensi paling besar
Fungsi Tujuan : dibandingkan DMU lainnya. Hal tersebut
berarti DMU 2 dan 4 memiliki kinerja yang
paling efisien dibandingkan dengan DMU
Maks : h0 = lainnya.
Fungsi Kendala : Tabel 6 Peer Group

DMU Peers
DMU 1 1 4
DMU 2 2 2
DMU 3 3 4
DMU 4 4 4

Tabel diatas menunjukkan peers untuk


Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan masing-masing supplier pipa (DMU), dimana
menggunakan output oriented, maka model peers tersebut digunakan sebagai batasan untuk
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut mencapai tingkat efisiensi relatif yang
(untuk DMU 4) ; diharapkan. Dari hasil perhitungan nampak
bahwa atau DMU 4 yang digunakan sebagai
Fungsi Tujuan : peers untuk suplier pipa lain. PT.D digunakan
sebagai peers oleh perusahaan supplier yang
Maks : h0 = tidak efisien.
2. Kriteria Input Order Fullfitment
Fungsi Kendala :

 Input DMU Output

Pelayann
DMU 1
Pengiriman
DMU 2 Order Fullfitment Supplier Pipa

Garansi
DMU 3
Pembayaran
DMU 4

Gambar 5Model Keputusan DEA

Perhitungan model DEA dari program linier


Tabel 7 Data Sekunder Perusahaan
dari ke 4 DMU diselesaikan dengan
menggunakan sofrware DEAP ver 2.1. Karena Input Output
DEA merupakan suatu teknik non parametrik, DMU
Order
yang tidak menggunakan suatu tes hipotesa Pelayanan Pengiriman Garansi Pembayaran
Fullfitment
berkelanjutan, menggunakan perumusan
program linear terpisah untuk tiap DMU PT. A 50 unit 2,566 1 Day 4 Day 3 Week
(perhitungan manual sulit dilakukan apalagi
untuk masalah berskala besar). Sehingga hasil PT. B 30 unit 2,602 1 Day 5 Day 3 Week
perhitungan dengan software DEAP ver 2.1
PT. C 45 unit 2,567 1 Day 4 Day 3 Week
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
PT. D 35 unit 2,665 1 Day 6 Day 3 Week
Tabel 5 Hasil Perhitungan DEA Menggunakan
Software DEAP Ver 2.1 Input Harga
DMU Efisiensi Keterangan Langkah selanjutnya adalah membangun
model DEA CCR yang telah diubah ke dalam
1 0.796 Tidak Efisien bentuk linier programing dengan
menggunakan data input-output yang ada pada
2 1.000 Efisien tabel 4.33. Penelitian ini dibatasi pada
0.866 pengukuran performansi dari masing-masing
3 Tidak Efisien
supplier pipa dengan menggunakan output-
12
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017
oriented dimana menghitung sejauh mana Fungsi Tujuan :
output dapat ditingkatkan namun tetap
menggunakan nilai input yang ada. Maks : h0 =

Data yang ada dibangun menjadi model Fungsi Kendala :


matematis program linier dimana untuk 
supplier pipa ke p dimana p = 1,2,3,4 maka:
DMU 1
Maks : h0 = ∑ DMU 2

Dengan syarat : DMU 3


DMU 4
∑ =1

∑ -∑ ≥0
Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan
ur, vr ≥ 0 menggunakan output oriented, maka model
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut
Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan (untuk DMU 4) ;
menggunakan output oriented, maka model
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut Fungsi Tujuan :
(untuk DMU 1) ;
Maks : h0 =
Fungsi Tujuan :
Fungsi Kendala :
Maks : h0 =

Fungsi Kendala :
DMU 1
 DMU 2
DMU 3
DMU 1
DMU 2 DMU 4

DMU 3
DMU 4
Perhitungan model DEA dari program linier
dari ke 4 DMU diselesaikan dengan
Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan menggunakan sofrware DEAP ver 2.1. Karena
menggunakan output oriented, maka model DEA merupakan suatu teknik non parametrik,
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut yang tidak menggunakan suatu tes hipotesa
(untuk DMU 2) ; berkelanjutan, menggunakan perumusan
program linear terpisah untuk tiap DMU
Fungsi Tujuan : (perhitungan manual sulit dilakukan apalagi
untuk masalah berskala besar). Sehingga hasil
Maks : h0 = perhitungan dengan software DEAP ver 2.1
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Fungsi Kendala :

 Tabel 8 Hasil Perhitungan DEA Menggunakan


Software DEAP Ver 2.1 Input Order Fullifment

DMU 1 DMU Efisiensi Keterangan

DMU 2 0.796
1 Tidak Efisien
DMU 3
DMU 4 2 1.000 Efisien
0
3 0.866 Tidak Efisien
Berdasarkan pemilihan model, yaitu dengan
menggunakan output oriented, maka model 4 1.000 Efisien
DEA dapat diformulasikan sebagai berikut
(untuk DMU 3) ;
13
Jurnal Teknik Industri Vol. 5 No. 1 Maret 2017
Berdasarkan hasil perhitungan DEA dengan Mining. Tesis. Jurusan Teknik Industri FT.
menggunakan software DEAP ver 2.1, DMU 2 Universitas Indonesia.
dan3 memiliki nilai efisiensi paling besar
Amin, M. 2009. Penerapan Metode Data
dibandingkan DMU lainnya. Hal tersebut
Envelope Analysis (DEA) Untuk Mengukur
berarti DMU 2 dan 4 memiliki kinerja yang
Effisiensi Kinerja Perbankan di Indonesia.
paling efisien dibandingkan dengan DMU
Skripsi. Jurusan Matematika. FMIPA
lainnya.
Tabel 9 Peer Group Universitas Sumatra Utara. Medan.
Darmawan, Harry. 2013. Pemilihan Pemasok
DMU Peers
Bahan Baku Produksi Pada PT. XYZ
1 4 Menggunakan Data Envelopment Analysis
(DEA). Skripsi. Jurusan Teknik Industri.
2 2 Universitas Sultan ageng Tirtayasa. Cilegon.
3 4 Husein, R. 2006. Penerapan Metode Data
4 4 Envelope Analysis Dalam Evaluasi Kinerja
Pemasok (Studi Kasus Pada Perusahaan XYS).
Tesis, Program Studi Magister Manajemen,
Tabel diatas menunjukkan peers untuk Universitas Indonesia. Jakarta.
masing-masing supplier pipa (DMU), dimana
peers tersebut digunakan sebagai batasan untuk Liu Jian.dkk. 2000. Using Data Envelopment
mencapai tingkat efisiensi relatif yang Analysis To Compare Supplier For Supplier
diharapkan. Dari hasil perhitungan nampak Selection And Performance Improvement. An
bahwa atau DMU 4 yang digunakan sebagai International Journal. Volume 5 Iss:3pp. Hal
peers untuk supplier pipa lain. PT.D digunakan 143-150.
sebagai peers oleh perusahaan supplier yang Mahpudi, M. 2016. Pemilihan Penyedia Jasa
tidak efisien. Kapal Cargo Dengan menggunakan Data
Envelopment Analysis(DEA). Skripsi. Jurusan
Teknik Industri. Universitas Sultan ageng
KESIMPULAN Tirtayasa. Cilegon.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat Saraswati, M. 2012. Evaluasi pemilihan Mitra
disimpulkan sebagai berikut. kerja penyedia jasa pengangkutan kapal
Combine Cargo pada PT. KHI Pipe Industries
1. Kriteria-kriteria yang didapatkan dari hasil Menggunakan Metode Analytic Network
barainstoarming dengan pihak perusahaan Process (Anp). Skripsi. Jurusan Teknik
makan didapatkn 2 kriteria input yaitu Industri. FT Untirta. Cilegon.
harga dan order fullfitment, serta 4 kriteria
output yaitu, pelayanan, garansi, Thanassoulis, E. 2001. Introduction To The
pengiriman, dan pembayaran. Pada kriteria Theory And Application Of Data Envelopment
input maka didapatkan bobot 0,25 untuk Analysis. Kluwer Academic Publisher. United
harga, dan 0,75 untuk order fullfitment. State Of America.
Pada kriteria output 0,529 bobot untuk Yeni, dkk. Penerapan Data Envelopment
kriteria pelayanan, 0,138 untuk pengiriman, Analysis Dalam Pemilihan Supplier Dan
0,121 untuk garansi, dan 0,297 untuk Perbaikan Performansi Supplier. “Prosiding
pembayaran. Seminar Nasional Manajemen Teknologi II”.
2. Dari hasil perhitungan menggunakan (Data 2005. Surabaya.
Envelopment Analysis) DEA, maka
didapatkan supplier yang memiliki nilai
efisiensi relatif 100% adalah PT. B dan PT.
D sedangkan dengan PT. A mendapatkan
nilai efisiensi relatif 0,796, PT. C
mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,886.
Dikarenakan terdapat 2 supplier yang
memiliki nilai efisien 100% maka dilihat
peers yaitu PT. A, PT. B, dan PT. D
mengacu pada PT. D, sedangkan PT. B
mengacu pada PT. B, maka didapatkan
DMU terpilih adalah PT. D.

DAFTAR PUSTAKA
Anggela, Pepy, 2012. Model Pemilihann
Supplier Dengan Menggunakan Data
Envelopment Analsyis Dan Teknik Data
14