Está en la página 1de 7

SURAT AZ ZARIYAT ADALAH

Ayat 20

َ‫ض آياتَ ِّل ْل ُموقِّنِّين‬


َ ِّ ‫وفِّي ْاْل ْر‬
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan di
bumi itu) yakni gunung-gunung, tanahnya, lautan, pohon-pohonan, buah-buahan, dan
tumbuh-tumbuhannya serta lain-lainnya (terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan akan
kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala. dan keesaan-Nya (bagi orang-orang yang yakin).

Ayat 21

ِ ‫وَ ِف ٓى أنفُ ِس ُك ْم ۚ أفَل تُب‬


‫ْص ُرون‬
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Az-Zariyat 51:21)

Ayat 22

َ‫َر ْزقُ ُك ْمَوماَتُوعدُون‬


ِّ ‫سما ٓ ِّء‬
َّ ‫و ِّفىَٱل‬
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan
kepadamu. (Az-Zariyat 51:22)

Ayat 23

ِّ ‫َمثْلَمآَأنَّ ُك ْمَت‬
َ‫نطقُون‬ ِّ ‫سما ٓ ِّءَو ْٱْل ْر‬
ِّ ‫ضَ ِّإنَّهُۥَلح ٌّق‬ َّ ‫بَٱل‬
ِّ ‫فور‬
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar
(akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (Az-Zariyat 51:23)

Ayat 24

ْ ‫ْفَإِّب ْٰر ِّهيم‬


َ‫َٱل ُم ْكر ِّمين‬ ُ ‫ه ْلَأت ٰىكَحد‬
َِّ ‫ِّيثَضي‬
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-
malaikat) yang dimuliakan? (Az-Zariyat 51:24)
Ayat 25

َ‫واَس ٰل ًماََۖقالَس ٰلمَق ْومَ ُّمنك ُرون‬


۟ ُ‫واَعل ْي ِّهَفقال‬
۟ ُ‫ِّإ ْذَدخل‬
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim
menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal". (Az-Zariyat 51:25)

Ayat 26

ٍ ‫فراغَإِّل ٰ ٓىَأ ْه ِّل ِّهۦَفجآءَبِّ ِّع ْج ٍلَس ِّم‬


َ‫ين‬
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak
sapi gemuk. (Az-Zariyat 51:26)

Ayat 27

َ‫فق َّرب ٓۥهَُ ِّإل ْي ِّه ْمَقالَأَلَتأ ْ ُكلُون‬


Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan". (Az-
Zariyat 51:27)

Ayat 28

َ‫ش ُروهَُ ِّبغُ ٰل ٍمَع ِّل ٍيم‬


َّ ‫فََۖوب‬ ۟ ُ‫َخيفةًََۖقال‬
ْ ‫واََلَتخ‬ ِّ ‫فأ ْوجسَ ِّم ْن ُه ْم‬
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka
berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan
(kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). (Az-Zariyat 51:28)

Ayat 29

ْ ‫تَو ْجههاَوقال‬
َ‫تَع ُجوزَع ِّقيم‬ ْ ‫فأ ْقبلت‬
ْ ‫َِّٱمرأتُهُۥَفِّىَص َّرةٍَفص َّك‬
Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku
adalah) seorang perempuan tua yang mandul". (Az-Zariyat 51:29)
Ayat 30

ْ ‫واَك ٰذ ِّل ِّكَقالَرب ُِّّكََۖ ِّإنَّهُۥَ ُهو‬


ْ ‫َٱلح ِّكي ُم‬
َ‫َٱلع ِّلي ُم‬ ۟ ُ‫قال‬

Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha


Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Az-Zariyat 51:30)

Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 190-191 berikut:

‫ارَ ِّْل ُو لِّ ي‬ِّ ‫فَ الل َّ يْ ِّلَ ي ا ت ٍو ال ن َّ ه‬


ِّ ‫ضَ و ا ْخ ت ِّ َل‬ ْ ‫تَ و‬
ِّ ‫اْل ْر‬ ِّ ‫ال سَّ م او ا‬
ِّ ْ‫إ ِّ َّنَ ف ِّ ي خ ل‬
َ‫ق‬
َِّ‫اْل لْ ب ا ب‬
ْ
Inna fii khalqi ssamaawaati wal-ardhi wakhtilaafi layli wannahaari laaayaatin li-ulii l-albaab "
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali 'Imran :190).

ِّ ‫ى ُجنُو ِّب ِّه َْم ويتف َّك ُرونَ ِّفى خ ْل‬


َ‫ق‬ ََّ َ‫ٱلَّذِّينَ ي ْذ ُك ُرون‬
َٰ ‫ٱّلل ِّق ٰي ًما وقُعُودًا وعل‬
َِّ َّ‫سب ْٰحنكَ ف ِّقنا عذابَ ٱلن‬
‫ار‬ ُ ‫َل‬َ ً ‫ض ما ربَّنا ٰهذا خل ْقتَ ٰب ِّط‬َ ِّ ‫ت و ْٱْل ْر‬
َِّ ‫س ٰم ٰو‬
َّ ‫ٱل‬
Alladziina yadzkuruuna laaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna
fii khalqi ssamaawaati wal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka
faqinaa 'adzaaba nnaar "(yaitu)

orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring
dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imran : 191)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah
bahwasanya Nabi bersabda,

َ َّ ِّ‫للاُ إ‬
ُ‫َل أ ْنزلَدا ًَء شفا ًَء ل َه‬ َ ‫أ ْنزلَما‬
“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”

Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Nabi bersabda,

َِّ ‫الدَّاءَ بِّإِّ ْذ‬، َ‫دواءَ الدَّوا ُءَأصابَ برأ‬، ‫ل فإِّذا‬


َ َ‫ن ع َّز‬
َ‫للاِّ وج َّل‬ َِّ ‫داءٍَ ِّل ُك‬
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia
akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan pula dari musnad Imam Ahmad dari shahabat Usamah bin Suraik , bahwasanya
Nabi bersabda,

: ‫س ْولَ يا‬ َُ ‫فقالَعْر‬، َ‫اْْلوجاءتَِّوسلَّم‬، ‫للاُ عل ْي َِّه‬


ُ ‫اب ر‬ َ َ‫صلَّىَالنَّ ِّبي َِّ ِّع ْند‬
َُ‫ُك ْنت‬
َ‫ل ع ََّز يض َْع ل ْم‬ ََّ ِّ‫تداو ْوا فإ‬، ِّ‫للا‬
ََّ ‫ن للاَ وج‬ َ ، ‫نع ْمَفقالَ ِّعبادَ يا‬: ‫للاِّ أنتداوى؟‬ َ ،
: ‫قالَ ْالهر َُم‬.: ‫احدٍَغيْرَ قالُواَداءٍَ ُهو؟ ما‬ ِّ ‫َلَّ دا ًَء وضعَ ِّشفا ًَء ل َهُ و‬
َ ‫ِّإ‬
“Aku pernah berada di samping Rasulullah b. Lalu datanglah serombongan Arab dusun.
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya,
wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah I tidaklah meletakkan sebuah penyakit
melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit
apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul
Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan
shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iَmenshahihkanَhaditsَiniَdalamَkitabnyaَAl-
Jami’َAsh-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

Maqasid al-Shari'ah terdiri dari dua kata yaitu ‫ صد مقا‬dan ‫يعة الشر‬. Maqasid adalah bentuk
jamak yang berasal dari fiqh ‫ قصد‬yang berarti membawa sesuatu, juga berarti permintaan,
maksud dan tujuan. Syariah menurut bahasa berarti jalan menuju sumber air yang juga dapat
diartikan sebagai jalan menuju sumber keadilan utama.
Klasifikasi maqa>sid syari>’ah dalam perspektif tradisional

Contoh maqa>sid syari>’ah dalam kategori daru>riyah


Contoh maqa>sid syari>’ah dalam kategori hajiyah

Contoh maqa>sid syari>’ah dalam kategori tahsiniyah