Está en la página 1de 16

KATA PENGANTAR

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... 1

DAFTAR ISI.................................................................................................................. 2

BAB I
PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3

A. Latar Belakang ........................................................................................................ 3

B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 3

C. Tujuan ..................................................................................................................... 3

BAB II
PEMBAHASAN ............................................................................................................ 4

1. Pengertian Ayat Kauniyah ...................................................................................... 4

2. Manfaat Ayat-Ayat Kauniyah ................................................................................. 5

3. Contoh Ayat-Ayat Kauniyah ................................................................................... 6

BAB III
PENUTUP.................................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 16

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Al Qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. yang


dijadikan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, sejatinya tidak hanya
berisi tentang hukum-hukum menyoal permasalahan agama saja. Kitab suci
umat Islam ini juga memuat tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan yang bisa kita
lihat di sekeliling kita. Tanda-tanda tersebut berupa segala bentuk ciptaan Allah
berupa alam semesta dan semua yang ada di dalamnya. Yang kesemuanya itu
disebut dengan ayat kauniyah. Jadi ayat kauniyah merupakan ayat atau tanda
yang wujud di sekeliling manusia yang diciptakan oleh Allah.

Selain mengambil hukum-hukum dari dalam Al Qur’an, sudah selayaknya


kita mengkaji pula ayat-ayat kauniyah yang terkandung dalam Al Qur’an.
Karena dengan merenungi ayat-ayat kauniyah ini kita akan dapat merasakan
keagungan dan ke-Mahabesaran Allah. Dan menyadari betapa lemah dan tak
berdayanya diri ini di hadapan Rabb Sang Pencipta. Ayat-ayat kauniyah ini juga
dapat menginspirasi manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang
dapat digunakan untuk kemaslahatan hidupnya.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian ayat- ayat kauniyah


2. Manfaat mempelajari ayat- ayat kauniyah
3. Contoh-contoh ayat kauniyah

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian ayat kauniyah


2. Mengetahui manfaat mempelajari ayat-ayat kauniyah
3. Mengetahui contoh ayat kauniyah dan dapat mengambil pelajaran dari
ayat kauniyah

3
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Ayat Kauniyah

Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang
diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian,
peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh karena alam ini
hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya
yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Pencipta-Nya.

Q.S. Fussilat (41) : 53

‫ق َوفِ ٓى أَنفُس ِِہ ۡم َحت َّ ٰى َيت َ َبيَّنَ َل ُه ۡم أَنَّهُ ۡٱل َحقۗ أ َ َولَ ۡم‬
ِ ‫سنُ ِري ِه ۡم َءايَ ٰـ ِتنَا فِى ۡٱۡلَفَا‬
َ
‫ش ۡى ٍ۬ء ش َِہيد‬ َ ‫علَ ٰى ُك ِل‬ َ ‫ف بِ َربِ َك أَنَّهُ ۥ‬ ِ ‫يَ ۡك‬
Artinya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di
segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka
bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya
Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa
alam semesta dan semua yang ada di dalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala
macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil (mikrokosmos) ataupun
yang besar (makrokosmos). Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis
juga merupakan ayat kauniyah. Oleh karena alam ini hanya mampu
dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturannya yang unik,
maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.

Demikian pula keindahannya, kerapian, dan kekokohannya yang


membuat kagum orang yang berakal. Semua itu menunjukkan keluasaan ilmu
Allah SWT. dan keluasan hikmah-Nya.

4
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Apabila anda memperhatikan seruan
Allah SWT. Untuk tafakur, hal itu akan mengantar pada ilmu tentang Allah,
tentang keesaan-Nya, sifat-sifat keagungan-Nya, dan kesempurnaan-Nya,
seperti qudrat, ilmu, hikmah, rahmat, ihsan, keadilan, ridho, murka, pahala, dan
siksa-Nya “.

Begitulah cara Dia memperkenalkan diri kepada hamba-hamba-Nya dan


mengajak mereka untuk merenungi ayat-ayat-Nya. Oleh karena itu, Al-Qur’an
banyak menyebutkan perintah untuk merenungi ayat-ayat kauniyah dan bukti-
bukti kekuasaan-Nya ini. Mengajak mereka untuk berfikir dan memperhatikan,
karena manfaatnya sangat banyak bagi hamba.

2. Manfaat Ayat-Ayat Kauniyah

Manfaat dan nikmat dari ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan


keluasaan rahmat Allah, kemahamurahan, dan kebaikan-Nya, diantaranya:

a. Merasakan keagungan Allah dan kelemahan diri.


Pengagungan akan melahirkan kecintaan, rasa takut untuk
mendurhakai-Nya, juga berharap hanya kepada Allah. Sedangkan
menyadari kelemahan diri akan membuat manusia inabah, mengembalikan
urusan kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya dan menjauhkan diri dari
sifat congkak dan sombong.

b. Setiap makhluk yang berada di muka bumi ini menjadi sumber inspirasi
bagi manusia untuk mendapatkan maslahat duniawi dan ukhrawi.
Bukankah terciptanya pesawat dan helikopter itu karena inspirasi dari
burung dan capung? Manusia juga bisa mendapat pelajaran dari
mujahadahnya semut, tawakalnya seekor burung dan masih banyak lagi.
Setiap makhluk menjadi sumber inspirasi.

5
c. Mendorong manusia untuk bersyukur. Karena tidak satupun makhluk yang
diciptakan oleh Allah melainkan faedah bagi manusia. Satu contoh andai
saja manusia harus membayar pajak untuk penerangan matahari, berapa
biaya harus dikeluarkan oleh manusia? Kenyataan ini melahirkan rasa
syukur dan pengakuan, “Wahai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan
ini sia-sia, Maha Suci Engkau maka jauhkanlah kami dari siksa neraka”

Q S. Ali Imran (3) : 191


ٍ۬ ُ‫ٱَّللَ ِق َي ٰـ ٍ۬ما وقُع‬
ِ ‫ع َل ٰى ُجنُو ِب ِه ۡم َو َيت َ َفڪ َُّرونَ ِفى خ َۡل‬
‫ق‬ َ ‫ودا َو‬ َ َّ َ‫ٱلَّذِينَ َي ۡذ ُك ُرون‬
ٍ۬
َ َ ‫عذ‬
ِ َّ‫اب ٱلن‬
‫ار‬ ُ ‫ت َه ٰـذَا َب ٰـ ِطل‬
َ ‫س ۡب َح ٰـن ََك فَ ِقنَا‬ َ ‫ض َربَّنَا َما َخلَ ۡق‬ ِ ‫ت َو ۡٱۡل َ ۡر‬
ِ ‫س َم ٰـ َوٲ‬
َّ ‫ٱل‬
Artinya :
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.”

3. Contoh Ayat-Ayat Kauniyah

a. Q.S. Yunus (10) : 101

َ ‫ضۚ َو َما ت ُ ۡغ ِنى ۡٱۡلَيَ ٰـتُ َوٱلنذ ُ ُر‬


‫عن‬ ِ ‫ت َو ۡٱۡل َ ۡر‬ ُ ‫قُ ِل ٱن‬
َّ ‫ظ ُرواْ َماذَا فِى ٱل‬
ِ ‫س َم ٰـ َوٲ‬
َ‫قَ ۡو ٍ۬م ََّّل ي ُۡؤ ِمنُون‬

Artinya:
“Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-Rasul yang memberi
peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".”

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi


Muhammad SAW beserta umatnya untuk memerhatikan apa yang ada di
langit dan di bumi secara lebih mendetail. Perintah ini mengandung maksud

6
agar manusia menggunakan akalnya untuk mempelajari, meneliti dan
mengelola sumber kekayaan alam dan ciptaan Allah yang lain, manusia
harus menguasai berbagai pengetahuan dan teknologi.

b. Q.S. Ar Rahman (55) : 33


َّ ‫نف ُذ ْوا م ۡن َأ ۡق َطار ٱ‬
‫لس َم ٰـ َوٲ ِت‬
ُ َ َ ُۡۡ ََ ۡ ۡ ۡ َ ََ ۡ َ ٰ َ
‫ش ٱل ِجن َوٱ ِۡلنس ِإ ِن ٱستطعتم أن ت‬ ‫يـمع‬
ِ
َۡ َّ َ ُ ُ َ َ ْ ُ ُ َ َۡ
)٣٣( ‫َوٱۡل ۡرض فٱنفذواۚ َل تنفذون ِإَل ِب ُسلط ٰـ ٍ۬ن‬
Artinya:
“Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi)
penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya
kecuali dengan kekuatan.”

Bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menembus langit


kecuali setelah memperoleh kekuatan cukup. Ayat-ayat terdahulu memberi
peringatan yang sama. Akan tetapi setelah dicapai kemajuan dan
perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan setelah kita mempersiapkan
diri untuk menjelajahi planet-planet menjadi kewajiban kita sekarang untuk
mencoba menelaah lebih dalam lagi makna yang dikandung ayat ini.
Sesungguhnya Al-Quran itu kitab segala zaman dan selalu sesuai dengan
nafas setiap zaman. Tiada keraguan lagi dalam pengetahuan Allah lah
bahwa suatu waktu manusia akan memperoleh tingkat ilmu yang tinggi dan
membuat kemajuan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan.

Dan di zaman ruang angkasa ini sudah tepat waktunya


mengingatkan manusia bahwa kitab suci ini diturunkan oleh Allah SWT.
Ungkapan tuhan bahwa manusia tidak dapat menembusnya kecuali dengan
kekuasaanpun perlu memperoleh penafsiran kembali. Dulunya mereka
menafsirkanya sebagai sesuatu yang tidak mungkin sama sekali dilakukan.
Akan tetapi sekarang kata-kata ini harus diartikan sebagai petunjuk dan
kemudian sebagai pendorong untuk berusaha. Demikianlah sekalipun
kenyataan bahwa wilayah langit dan bumi tidaklah ditentukan dengan

7
mencapai bulan ataupun planet mars. Lingkunganya lebih banyak lagi.
Sebelum kita mengutip ayat-ayat yang sama artinya dan yang menerangkan
bagaimana penjelajah angkasa luar akan menghadapi bahaya penghancuran
dalam upaya pengembaraanya.

c. Q.S. An-Nazi’at (79) : 30


َ َ َ َ َ َۡ ۡ َ
)٣٠( ‫ض َب ۡعد ذٲ ِلك د َح ٰٮ َها‬‫وٱۡلر‬
Artinya:
“Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”

Ayat ini membuktikan bahwa yang Maha Kuasa telah menciptakan


Bumi dalam bentuk bulat telur (tidak bundar sama sekali). Fakta ini
dibenarkan oleh ilmu pengetahuan yang membuktikan pula, bahwa bumi
benar-benar berbentuk demikian itu.

Sesungguhnya gambaran manusia tentang bentuk bumi telah


mengalami kemajuan, mula-mula orang meyakini bahwa bentuk bumi
terhampar rata tanpa batas, kemudian ia menyadari bahwa bumi itu bulat.
Setelah peradaban semakin maju, dan pengetahuan manusia dibidang
matematika dan astronomi kian maju, orang telah sanggup mengukur dan
menghitung garis tengah bumi yang membawanya pada kesimpulan, bahwa
bumi ini tidak bulat sama sekali, akan tetapi berbentuk elips.

Ini selanjutnya memberikan bukti lagi, bahwa kitab suci itu benar-
benar diturunkan oleh yang Maha Pencipta lagi, Maha Mengetahui,
kepalsuan tidak mungkin ada padanya.

d. Q.S. Al Baqarah (2) : 164


َ ۡ َۡ َّ ‫ٱ َّلت َت ۡجرى ٱ َّل ۡيل َوٱ َّلن َهار َوٱ ۡل ُف ۡلك إ َّن ِف َخ ۡلق ٱ‬
‫لس َم ٰـ َوٲ ِت َوٱۡل ۡرض َوٱخ ِتل ٰـ ِف‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ
ََ ُ َّ َ َ َ َ َ َ َّ ُ َ َ َ ۡ َ ۡ ِ
َّ ‫ّلل م َن ٱ‬
‫لس َما ِء ِمن َّما ٍ۬ء فأ ۡح َيا‬ ِ ‫ِف ٱلبحر ِبما ينفع ٱلناس وما أنزل ٱ‬

8
َّ َ َ َۡ ۡ َّ ‫ڪل َدا َّب ٍ۬ة َو َت ۡۡصيف ٱلر َي ٰـح َوٱ‬
‫ض َب ۡعد َم ۡو ِت َہا َو َبث ِف َيہا ِمن‬‫اب ِب ِه ٱۡلر‬ ِ
َ ‫لس‬
‫ح‬ ِ
َ َ ِّ ٍ۬ َ َ َۡ َِ ۡ ‫ٱ ۡل ُم َس َّخر َب‬
)١٦٤( ‫لس َما ِء َوٱۡل ۡرض ۡل َي ٰـت لق ۡو ٍ۬م َي ۡع ِقلون‬ َّ ‫ي ٱ‬
Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam
dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi
manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air
itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi
itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan
antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan
kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Ayat ini mendorong kita untuk berfikir dan merenung tentang sekian
banyak ciptaan Allah. Dengan perkembangan iptek kita dapat memikirkan,
merenungkan dan meneliti apa yang ada di alam ini. Hal itu dapat dijadikan
sarana meningkatkan kualitas iman dan membuktikan kebenaran ciptaan
Allah.

Dalam ayat ini ada 6 hal yang dapat dijadikan bahan pemikiran dan
perenungan ke-6 hal tersebut adalah sebagai berikut :

 Kejadian langit dan bumi

Lafadz khalq pada ayat ini yang diterjemahkan dengan


penciptaan, dapat juga berarti pengukuran yang teliti atau pengaturan.
Dalam penciptaan langit dan bumi, dapat kita lihat dalam pengaturan
sistem kerja yang sangat teliti. Yang dimaksud langit adalah benda-
benda angkasa, seperti matahari, bulan dan jutaan gugusan bintang.
Semua itu beredar dengan teratur yang sekaligus menunjukkan
kesempurnaan kekuasaan Allah di langit.

9
 Pergantian siang dan malam
Perputaran bumi pada porosnya mengakibatkan terjadinya
siang dan malam. Perputaran bumi mengelilingi matahari dapat
menjadikan adanya hisab atau hitungan dalam menentukan (tahun,
bulan, hari, jam, menit, detik dan pergantian musim).

 Kapal yang berlayar di lautan

Kapal yang berlayar di lautan membawa barang yang


bermanfaat bagi manusia. Hal ini mengisyaratkan adanya sarana
transportasi, baik yang digunakan masa kini dengan alat yang serba
canggih maupun masa lalu yang hanya mengandalkan angin dengan
segala masalahnya. Semua itu telah diatur oleh Yang Maha Tahu yaitu
Allah.
 Turunnya air hujan

Air hujan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup binatang,


tumbuh-tumbuhan dan manusia. Dengan hujan tumbuh-tumbuhan
dapat hidup dengan subur dengan membawa manfaat bagi kepentingan
hidup manusia dengan pengetahuannya manusia dapat mempelajari
proses terjadinya hujan dan bahkan sudah bisa membuat hujan buatan.

 Adanya berbagai jenis binatang

Adanya berbagai jenis binatang di alam ini dengan fungsi dan


manfaat yang berbeda-beda, menimbulkan pemikiran tentang
kehebatan sang sutradara dalam menciptakannya.

 Perkisaran angin dan pergeseran awan

Anginnya terkadang membawa rahmat, azab atau kabar


gembira berupa turunnya hujan. Dengan ilmu pengetahuan yang
dipelajari manusia dan usahanya untuk meneliti akhirnya dapat
diketahui keadaan angina atau keadaan cuaca di suatu tempat. Hal ini

10
menjadi suatu bukti adanya keteraturan alam dan tentunya ada yang
mengatur yaitu Allah.

e. Q.S. An Naba (78) : 6-7

)٧( ‫) َو ۡٱل ِجبَا َل أَ ۡوت َ ً۬ادا‬٦( ‫ض ِم َه ٰـ ً۬دا‬


َ ‫أَلَ ۡم ن َۡج َع ِل ۡٱۡل َ ۡر‬
Artinya:
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?”
“Dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Hamparan di sini diartikan sebagai datarnya bumi dan berarti pula


ia sebagai tempat tinggal dan tempat berlindung yang dicari umat manusia.
Bagian kedua (ayat 7) mengibaratkan gunung sebagai pasak, yang bisa
menahan tenda berdiri kokoh apabila diikatkan kepadanya. Ini adalah
contoh suatu pernyataan ilmiah yang orisinal. Tak seorangpun dapat
memahaminya kecuali mereka yang ahli dalam bidang geologi. Setelah
orang mencapai kemajuan sebagai hasil peradaban, dan geologi menjadi
bidang kajian yang nyata, barulah orang mengetahui bahwa tanpa adanya
gunung, kerak bumi yang padat tidak akan stabil, sebagai akibat dari
ketidakseimbangan yang terus menerus antara isi perut bumi yang padat,
dan juga faktor- faktor penggundulan yang dialaminya.

Adapun ayat- ayat lain yang mengandung makna yang sama antara
lain:
Q.S An Nazi’at (79) : 32

َ ‫َو ۡٱل ِج َبا َل أ َ ۡر‬


‫س ٰٮ َها‬
Artinya :
“Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.”

11
Q.S. Ar Ra’d (13) : 3

‫ى َوأ َ ۡن َہ ٰـ ٍ۬راۖ َو ِمن ُك ِل‬


َ ‫ض َو َجعَ َل فِي َہا َر َوٲ ِس‬ َ ‫َو ُه َو ٱلَّذِى َمدَّ ۡٱۡل َ ۡر‬
َ ‫ت َجعَ َل فِي َہا زَ ۡو َج ۡي ِن ۡٱثن َۡي ِنۖ يُ ۡغشِى ٱلَّ ۡي َل ٱلنَّ َہ‬
‫ارۚ ِإ َّن‬ ِ ‫ٱلث َّ َم َرٲ‬
َ‫فِى ذَٲ ِل َك َۡلَيَ ٰـ ٍ۬ت ِلقَ ۡو ٍ۬م يَتَفَ َّك ُرون‬
Artinya :
“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-
gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-
buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Q.S. Al Hijr (15) : 19


ٍ۬ ‫ى َوأ َ ۢن َب ۡتنَا فِي َہا ِمن ُك ِل ش َۡى ٍ۬ء َّم ۡو ُز‬ ۡ َ ‫َو ۡٱۡل َ ۡر‬
‫ون‬ َ ‫ض َمدَ ۡدنَ ٰـ َها َوأَلقَ ۡينَا فِي َها َر َوٲ ِس‬
Artinya :
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-
gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”

a) Q.S. Yunus (10) : 5

ْ‫َاز َل ِلت َعۡ لَ ُموا‬


ِ ‫ورا َوقَد ََّرهُ ۥ َمن‬ ٍ۬ ُ‫ضيَا ٓ ٍ۬ء َوٱ ۡلقَ َم َر ن‬
ِ ‫س‬
َ ۡ‫شم‬َّ ‫ُه َو ٱلَّذِى َجعَ َل ٱل‬
‫ص ُل‬ ِ َ‫ق ۚۚ يُف‬ِ ‫اب ۚۚ َما َخلَقَ ٱ ََّّللُ ذَٲ ِل َك ِإ ََّّل ِبٱ ۡل َح‬
َ ‫س‬َ ‫لسنِينَ َوٱ ۡل ِح‬
ِ ‫عدَدَ ٱ‬َ
ِ ‫ٱ ۡۡلَيَ ٰـ‬
َ‫ت ِلقَ ۡو ٍ۬م يَعۡ لَ ُمون‬
Artinya:
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan
ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan
itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang
mengetahui.

12
Al Qur’an menyajikan pengertian- pengertian ini pada tingkatan
ilmiah. Ia membedakan antara “sinar” (radiasi, pancaran) yang berasal dari
matahari dan “cahaya” yang datang dari bulan. Yang pertama digambarkan
sebagai cahaya yang bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan yang kedua
memberikan cahaya yang bersumber dari benda lain.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan:
Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling manusia
yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat dalam bentuk segala
ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada di dalamnya.

Manfaat Ayat-Ayat Kauniyah :


a) Merasakan keagungan Allah dan kelemahan diri.
b) Menjadi sumber inspirasi bagi manusia untuk mendapatkan maslahat
duniawi dan ukhrawi.
c) Mendorong manusia untuk bersyukur.

Contoh Ayat- Ayat Kauniyah diantaranya


a) Surat Yunus ayat 101, ayat ini berisi perintah untuk memperhatikan apa
yang ada di langit dan di bumi secara lebih mendetail. Dengan tujuan agar
manusia menggunakan akalnya untuk mempelajari, meneliti dan
mengelola sumber kekayaan alam dan ciptaan Allah yang lain.
b) Surah Ar Rahman ayat 33, yang menyatakan bahwa tidaklah mungkin bagi
seseorang untuk menembus langit kecuali setelah memperoleh kekuatan
cukup. Akan tetapi setelah dicapai kemajuan dan perkembangan di bidang
ilmu pengetahuan dan setelah kita mempersiapkan diri untuk menjelajahi
planet-planet menjadi kewajiban kita sekarang untuk mencoba menelaah
lebih dalam lagi makna yang dikandung ayat ini
c) Surat An-Nazi’at ayat 30, tentang bukti bahwa yang Maha Kuasa telah
menciptakan Bumi dalam bentuk bulat telur (tidak bundar sama sekali)
d) Surat Al Baqarah ayat 164, berisi tentang kejadian langit dan bumi;
pergantian siang dan malam; kapal yang berlayar di lautan; turunnya air
hujan; adanya berbagai jenis binatang; perkisaran angin dan pergeseran
awan.
e) Surat An Naba ayat 6-7, menjelaskan tentang bumi sebagai tempat tinggal
dan tempat berlindung yang dicari umat manusia. Bagian kedua (ayat 7)

14
mengibaratkan gunung sebagai pasak, yang bisa menahan tenda berdiri
kokoh apabila diikatkan kepadanya
f) Surat Yunus ayat 5: Matahari digambarkan sebagai cahaya yang
bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan yang bulan memberikan cahaya
yang bersumber dari benda lain.

15
DAFTAR PUSTAKA

 El-Fandy, Muhammad Jamaluddin. 2000. Al-Quran Tentang Alam Semesta.


Jakarta : Amzah
 Fauziyah, Lilis dan Andi Setyawan. 2007. Kebenaran al-Quran dan Hadis.
Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
 Baiquni, N.A, dkk. 1996. Indeks Al-Quran Cara Mencari Ayat Al-Quran.
Surabaya: Arkola
 Husein, M. 2017. Al-Qur’an Online.
http://huseinmuhibbi.blogspot.com/p/alquran-online_16.html
(Diakses 25 September 2017 pukul 08.45)

16