Está en la página 1de 5

Basin

Play Discovery

Prospect Delineation
Exploration

Abandonmen
t Development
Reservoir Management

Tertiary
Primary

Secondary

Tahapan Tujuan Aktivitas PIC


 Geological Engineer
 Mencari letak/lokasi dan target kedalaman  surface seismic, gravity survey, magnetic survey
Eksplorasi  Geophysical Engineer
kemungkinan adanya hidrokarbon (HC)  Interpretation
 Menemukan hidrokarbon (HC)  PVT (fluid sampling)  Geological Engineer
 Mendapatkan data bawah permukaan sebanyak  logging  Geophysical Engineer
Discovery
mungkin.  coring  Reservoir Engineer
 analisa cutting  Drilling Engineer
 Infill Drilling
 Geological Engineer
 Menentukan batas-batas reservoir  PVT (fluid sampling)
 Geophysical Engineer
Deliniasi  Menentukan bentuk struktur reservoir  logging
 Reservoir Engineer
 Menentukan batas GOC dan WOC  coring
 Drilling Engineer
 analisa cutting
 Tectonic Frame  Geological Engineer
 Menentukan sifat reservoir dan batas lapisan
 Regional Stratigraphic  Geophysical Engineer
produktif
 Petroleum System  Reservoir Engineer
 Memperkirakan kerusakan baik produktivitas dan
Development  Geology Reconstruction  Production engineer
pembentukan
 Well Data Intrepretation  Surface Facilities Engineer
 Merumuskan model konseptual geologi
 Interpretasi Data Seismik (2D/3D)  Project Engineer
 Merumuskan model simulasi disederhanakan
 Integration of Well Data and Seismic  Contract Engineer
 Memperkirakan volume hidrokarbon awalnya di  Volumetric Calculation  Economics
tempat (OOIP / OGIP)  PVT Analysis
 Penyusunan rencana pengembangan awal  Rock Properties
 Memperkirakan dan minyak kembali cadangan  Welltest Analysis
gas  Material Balance
 Evaluasi ekonomi (sesuai PBJG)  Original Oil In Place (OOIP) /OGIP
 Merancang fasilitas yang dibutuhkan permukaan  Inflow Performance Relationship
 Pengajuan POD  Tubing Wellbore Outflow
 Nodal Analysis
 Well Diagram
 Well Completions
 Production History and Completion
 Production Splitting
 Lifting Methode
 Forecasting Production Performance Using Decline
Curve

 Menentukan Drive Mechanism Reservoir


 Menentukan metode lifting yang sesuai dengan
kondisi reservoir
 Menganalisis hasil DST (well testing)  Reservoir Engineer
 Menentukan infill drilling, workover (WO) & re  Drilling Engineer
perf, water shut off.  Production Engineer
 Infill well
Primary  Menganalisa untuk penerapan secondary recovery  Surface Facilities Engineer
 Artificial lift ( if needed)
dan tertairy recovery.  Enviromental Engineer
 Mengoptimalkan kinerja desain dan fasilitas  Workover & Wellservice
permukaan Engineer
 Menentukan jumlah optimum sumur.
 Membuat planning untuk zero discharge (masalah
problem air produksi).
 Update model geologi  Reservoir Engineer
 Screening lapisan produktif  Drilling Engineer
 Analisa laboratorium untuk water flood  Wellservice & Workover
Secondary  Waterflooding
 Evaluasi dari sisi keekonomian (fullscale) Engineer
 Pekerjaaan sumur (well integrity, WO, re perf,  Production Engineer
reopening & infill well)  Enviromental Engineer
 Persiapan fasilitas produksi dan injeksi untuk
tahapan pilot WF.
 Monitoring pilot (lifting, pump injection & flow
rate, konektifitas injeksi & produksi)
 POD waterflood tahapan fullscale
 Review Studi GGRPE
 Monitoring pilot (lifting, pump injection & flow
rate, konektifitas injeksi & produksi)
 Screening lapisan produktif
 Labotory test untuk jenis chemical yang
digunakan + lab pembanding Lemigas  Chemical Flooding (Surfactant & Polymer)  Reservoir Engineer
Tertiary  Perkiraan fasilitas injeksi kimia tahapan pilot  Thermal Recovery (Steamflooding)  Production Engineer
 Evaluasi dari sisi keekonomian (fullscale)  Miscible Gas (CO2 Injection)  EOR Specialist
 persiapan fasilitas injeksi kimia.
 Monitoring pilot (lifting, pump injection & flow
rate, chemical consentration, konektifitas injeksi
& produksi)
 POD fullscale chemical flood
Menjelaskan mengenai kajian teknis maupun biaya  killing well
 Drilling
terhadap mekanisme penutupan suatu lapangan,  dismantle tubing (incl. packer)
 Wellservice & Workover
Abandonement baik di onshore maupun offshore apabila lapangan  removing xmass tree
Engineer
tersebut sudah tidak ekonomis lagi untuk  Cementing
diproduksikan dan akan ditinggalkan seterusnya.  site restoration
Perbedaan pengelolaan lapangan gas dan minyak

Topic Minyak Gas


1. Menentukan letak lokasi pemboran pertama.
Eksplorasi
2. Melakukan survey seismic
1. Melakukan pemboran pertama (wild cat).
Discovery
2. Melakukan petrophysics mencari Oil, Gas, Water (HC).
1. Melakukan perhitungan batas-batas reservoir gas, minyak dan air
1. Melakukan perhitungan batas-batas reservoir gas dan air (GWC).
Delineation (OWC, GOC).
2. Melakukan perhitungan OGIP.
2. Melakukan perhitungan OOIP.
1. Surface facility lebih kecil.
1. Membangun surface facility untuk minyak dan simulasi 2. Perlu mencari buyer untuk membeli gas nya (PJBG).
pengurasan. Tempat yang dibutuhkan untuk pembangunan surface 3. Mulai direncanakan bagaimana cara mempertahankan laju produksi
Development facility lebih luas. (pemasangan compressor, pengeboran sumur baru, dll).
2. Tidak buru2 mencari buyer karena minyak bisa di simpan di 4. Mulai direncanakan lokasi tie in untuk sales gas pipeline.
Storage Tank. 5. Mulai direncanakan peralatan proses yang dibutuhkan di surface
facility agar sales gas sesuai dengan spesifikasi yang disepakati.
Ada target yang dibutuhkan akan tetapi tidak ada pinalty bila kurang Mempertahankan laju produksi gas untuk mencapai DCQ (Daily
Primary
dari target yang diminta. Contractual Quantity)
Melakukan water injection atau steam injection untuk meningkatkan
Secondary Tidak ada secondary recovery
laju produksi minyak
Melakukan chemical injection untuk meningkatkan laju produksi
Tertiary Tidak ada tertiary recovery
minyak

Terdiri dari 3 fase produksi, yaitu Primary, Secondary dan Tertiary Hanya terdiri dari satu production profile yaitu Plateu Production
Production Profile
Contoh production profile sumur minyak Contoh production profile sumur gas:
Topic Minyak Gas

Jarak antar sumur 50 – 200 m 1200 m


Reservoir gas dihitung jumlah cadangannya dalam satuan BSCF
Section 1 Reservoir minyak dihitung jumlah cadangannya dalam satuan MMBBL
Material tubing dan casing untuk sumur gas lebih bagus dibandingkan
Perlu bantuan pompa angguk atau ESP untuk mengalirkan minyak ke material tubing dan casing untuk sumur minyak dikarenakan
Section 2
permukaan karena umumnya sumur minyak bertekanan rendah. terbentuknya gas pada Pressure dan Temperature yang lebih tinggi
daripada minyak
1. Surface facilities yang lebih kompleks karena gas tidak bisa ditampung
sehingga membutuhkan pipeline dan lokasi tie in dengan eksisting
Surface facilities yang lebih sederhana dimana minyak dapat
Section 3 pipeline.
ditampung didalam storage tank
2. Memerlukan unit proses yang lebih kompleks untuk mendapatkan
sales gas yang sesuai dengan spesifikasi PJBG.
Minyak hasil produksi hulu tidak dapat langsung digunakan,
diperlukan proses yang lebih lanjut untuk mendapatkan produk Sales Gas dapat langsung dimanfaatkan oleh konsumen.
minyak yang dapat dikonsumsi. 1.Pembangkit listrik, city gas
Section 4
1. Unit Pengolahan minyak. 2. Kilang LPG, CNG atau LNG
2. Petrochemical Plant. 3. Industri Pupuk