Está en la página 1de 8

A.

Analisa Masalah SWOT


Berdasarkan hasil kajian situasi yang sudah dilakukan di Ruang Talaga Bodas Rumah Sakit
Dustira dari tanggal 19 – 21 Februari 2019, didapatkan hasil analisa SWOT sebagai berikut:

Analisa SWOT Bobot Rating Bobot x NILAI X DAN


Rating Y
M1 (MAN)
Kekuatan (S)
1. 21 perawat (100%) telah 0,3 4 1,2
mengikuti pelatihan service
excelent, BTCLS dan PPI, 11
perawat (52,4%) telah mengikuti
pelatihan APAR., 5 perawat
(23,8%) telah mengikuti
pelatihan komunikasi efektif, 1
perawat (4,8%) telah mengikuti
pelatihan PMKPI, AIPNI,
emergency care in nursing,
PPGD, ENIL, dan CWCCA
2. Terdapat 5 orang (55,55%) 0,2 3 0,6
dokter spesialis di ruangan, 1
orang (11,11%) ahli gizi/ penyaji,
1 orang (11,11%) administrasi, 2
orang (22,22%) cleaning service,
Seluruh perawat di ruangan X=S–W
telaga bodas sudah mempunyai 3,5 – 2,8 = 0,7
STR
3. Dari 21 perawat, 4 orang (19%) 0,2 4 0,8
telah menjadi perawat klinis I, 9
orang (43%) PK II, 8 orang
(38%) PK III.
4. Sudah diberlakukan UU 0,2 3 0,6
Keperawatan no.38 tahun 2014
5. Adanya 14 mahasiswa Ners 0,1 3 0,3
Keperawatan yang praktik
manajemen Keperawatan di
Ruang telaga bodas
TOTAL 3,5
Kelemahan (W)
1. Dari 21 perawat di ruang telaga 0.4 3 1,2
bodas 17 perawat (80,95%)
masih berlatar belakang
pendidikan D3 Keperawatan.
2. Rumah sakit belum mendukung 0,2 2 0,4
peningkatan pendidikan setiap
perawat dalam bentuk material
3. Dari 21 perawat ruangan Telaga 0,4 3 1,2
bodas terdapat 3 perawat
(14,3%) dimana masa berlaku
STR kurang dari 6 bulan akan
habis, 1 perawat (4,8%) STR
nya sudah tidak berlaku dan 1
perawat (4,8%) hanya
melampirkan surat keterangan
2014
TOTAL 2,8
Peluang (O)
1. Rumah Sakit memberikan 0,5 3 1,5
kebijakan untuk memberikan
kesempatan pelatihan bagi
perawat ruangan.
0,5 2 1,0
2. Rumah sakit mendukung secara
moril terhadap pendidikan setiap
perawat

Y=O–T
TOTAL 2,5 2,5 – 2,0 = 0,5
Ancaman (T)
1. Persaingan antar Rumah Sakit 0,4 2 0,8
yang semakin kuat dalam
menuju rumah sakit
internasional. 0,6 2 1,2
2. Tingginya persaingan tenaga
kesehatan di indonesia
TOTAL 2.0
M2 (MATERIAL)
Kekuatan (S)
1. Terpasangnya gelang identitas di 0,3 4 1,2
semua pasien.
2. Terpasangnya rambu rambu jalan 0,3 3 0,9
keluar untuk mitigasi bencana
yang memudahkan pasien dan X=S–W
pengguna RS apabila terjadi
= 3,3 – 2,4
bencana
3. Tersedianya WC khusus pasien 0,2 3 0,6 = 0,9
ataupun khusus perawat yang
letaknya berbeda
4. Tersedianya bel di setiap bed 0,2 3 0,6
pasien yang terhubung ke nurse
station
TOTAL 3,3
Kelemahan (W)
1. Ketidaktersediaan penandaan 0,6 3 1,8
nomor tempat tidur pasien yang
tidak merata
2. Struktur organisasi yang belum di 0,4 2 0,6
pebarui
TOTAL 2,4
Peluang (O)
1. Dapat bersaing dengan rumah 1 2 2 Y=O–T
sakit lain dengan sarana =2–2
prasarana yang cukup lengkap =0
TOTAL 2
Ancaman (T)
1. Pesaing mendirikan rumah sakit 1 2 2
dan fasilitas yang lebih baik
TOTAL 2
M3 (METHODE)
Kekuatan (S)
1. Penerapan SBAR pada dokumen 0,4 4 1,6
pasien sudah tercantum di buku
status pasien dan sudah
diterapkan
2. Discharge planing sudah 0,3 4 1,2 X= S-W
dilakukan dengan baik dari 3,7 - 3,1 = 0,6
pasien masuk sampau dengan
pasien pulang
3. Supervisi sudah dilakukan 0,2 3 0,6
kesetiap ruangan pada waktu
tertentu secara efektif dijalankan
4. Sosialisasi proses belajar antara 3 0,3
0,1
mahasiswa dengan perawat
TOTAL 3,7
Kelemahan (W)
1. Penerepan metode tim belum 0,4 4 1,6
optimal
2. Struktur organisai ruangan 0,3 3 0,9
sudah ada, tetapi belum di
perbaharui 0,3 2 0,6
3. SAK yang tersedia diruangan
belum di perbaharui

TOTAL 3,1
Peluang (O)
1. Rumah sakit bekerja sama 1 2 2
dengan institusi lain dalam Y=O–T
bidang pendidikan =2-2
TOTAL 2 =0
Ancaman (T)
1.Tuntutan dan tanggung jawab 1 2 2
untuk peningkatan
profesionalisme keperawatan
TOTAL 2
M4 (MONEY)
X= S-W
Kekuatan (S)
= 3,5 - 0
1. Selain gaji pokok, Pegawai RS 0,5 4 2,0
= 3,5
Dustira TK II Cimahi juga
mendapatkan upah remunerasi
dan jasa insentif
2. Pegawai memiliki jaminan BPJS 0,2 3 0,6
3. Adanya tunjangan hari raya 0,3 3 0,9
TOTAL 3,5
Kelemahan (W) - - -
TOTAL 0
Peluang (O)
1. Adanya program BPJS yang 1 3 3
dapat diikuti oleh semua
masyarakat, sehingga faskes Y= O - T
digunakan secara optimal dan
=3–0
akan mempengaruhi pendapatan
=3
rumah sakit
TOTAL 3
Ancaman (T) - - -
TOTAL 0
5M (MARKETING)
Kekuatan (S)
1. Tingkat kepuasan pasien 1 4 4,0
terhadap perawat sangat baik

TOTAL 4,0
Kelemahan (W)
1. BOR ruangan Talaga bodas 0,3 3 0,9
X=S–W
melebihi nilai ideal (60%-85%)
= 4,0 - 2,6
yaitu 88,2%
= 1,4
2. AVLOS ruangan Talaga bodas 0,3 3 0,9
adalah belum ideal (6-9 hari)
yaitu 3 hari
3. TOI ruangan Talaga bodas adalah 0,2 2 0,4
belum ideal (1-3 hari) yaitu 0 hari
4. BTO ruangan Talaga bodas
adalah belum ideal (40-50 0,2 2 0,4
kali/tahun) yaitu 7 kali
TOTAL 2,6
Peluang (O)
1. Tingkat pelayanan sudah sangat 0,5 3 1,5
memuaskan berdasarkan angket
kepuasan pasien
2. Tersedianya fasilitas dari bagian
Y=O–T
promkes untuk pelaksaan 0,5 3 1,5
= 3,0 – 2,0
promosi atau penyuluhan
= 1,0
kesehatan
TOTAL 3,0
Ancaman (T)
1. Tuntutan masyarakat untuk 1 2 2
mendapatkan ruang pelayanan
TOTAL 2,0
B. MATRIKS

OPPORTUNITY

Y (+)
KUADRAN III KUADRAN I

MONEY
( 3,5 . 3 )

MARKET MATERIAL
( 1,4 . 1,0) ( 0,9 . 0,0 )

METHODE
( 0,1 . 1,0 )

MAN
X (-) ( 0,7 . 0,5 ) X (+)

WEAKNES STRENGHT

KUADRAN IV KUADRAN II
Y (-)

THREAT