Está en la página 1de 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Perkembangan dan persaingan bisnis akan semakin ketat seiring berjalannya waktu.
Keadaan. ini akan menjadi ancaman yang berisiko bagi setiap perusahaan yang ikut serta di
dalamnya, dibutuhkan cara dan kemampuan khusus agar perusahaan mampu bertahan dan
berhasil memenangi persaingan. Kemampuan perusahaan dalam berinovasi, menerapkan
ekonomisasi, efektivitas, dan efisiensi dalam proses produksinya menjadi salah satu cara bagi
perusahaanFungsi produksi dan operasi yang mentransformasikan input menjadi output
bertanggungjawab untuk menghasilkan produk dalam kuantitas dan kualitas yang telah
ditentukan, tepat waktu, secara efektif dan efisien.Kebijakan produksi dan operasi, kapasitas
produksi( sumber daya dan fasilitas), jadwal produksi, inovasi, dan peningkatan berkelanjutan
harus difokuskan untuk memenuhi kepuasan pelanggan, agar perusahaan memiliki keunggulan
dalam persaingan yang sangat ketat ini.
Kemampuan dalam menghasilkan produk dalam waktu, kuantitas dan kualitas yang dapat
belumlah cukup untuk mendukung keunggulan bersaing perusahaan. Produk harus dihasilkan
melalui proses yang efisien dimana optimalisasi penggunaan sumber daya menjadi pedoman
dalam setiap proses transformasi. Menghasilkan produk dengan biaya produksi yang rendah
tanpa mengorbankan atribut kepuasan pelanggan, berarti perusahaan telah bergerak menuju
keunggulan bersaingnya.
Fungsi produksi yang efektif dan efisien merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah
perusahaan karena dapat memberikan sejumlah keuntungan atau laba bagi perusahaan. Dengan
biaya produksi yang rendah, perusahaan dapat menawarkan produk tersebut kepada pelanggan
dengan harga yang lebih rendah relative dari pesaing tanpa mengorbankan proporsi margin
yang telah direncanakan. Untuk memastikan bahwa proses produksi dan operasi telah berjalan
sesuai dengan kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan, membantu mengidentifikasi
kelemahan-kelemahan yang masih terjadi yang dapat menghambat tercapainya tujuan fungsi
ini dan mencari perbaikannya, perusahaan melakukan audit atas fungsi produksi dan operasi.
Agar target produksi dapat dicapai dan penyebab kegagalan dalam mencapai target
produksi dapat diketahui, maka pihak manajemen pada fungsi produksi memerlukan suatu alat
bantu yaitu audit atas fungsi produksi dan operasional. Mengingat besarnya pengaruh audit

1
pada fungsi produksi dan operasional dalam meningkatkan pencapaian target produksi
perusahaan, maka penerapan audit ini harus dilaksanakan dengan tepat sesuai dengan standar
dan norma yang berlaku. Berkaitan dengan penjabaran dan pemikiran di atas, maka Kami akan
membahas lebih lanjut mengenai “Audit Fungsi Produksi dan Operasi” dalam makalah ini.

1.2. RUMUSAN MASALAH


Dengan ringkasan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Apa definisi audit produksi dan operasi ?
2. Bagaimana audit produksi dan operasi membantu perusahaan dalam meningkatkan
kinerja produksi dan operasinya?
3. Bagaimana aktivitas dan efisiensi audit produksi dan operasi?
4. Bagaimana soal dan pembahasan mengenai audit produksi dan operasi?

1.3.TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi dan konsep audit produksi dan operasi
2. Untuk mengetahui audit produksi dan operasi membantu perusahaan dalam
meningkatkan kinerja produksi dan operasinya
3. Untuk mengetahui aktivitas dan efisiensi audit produksi dan operasi
4. Untuk membahas dan menganalisis soal audit produksi dan operasi

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI
Audit merupakan bagian dari fungsi pengendalian. Fungsi pengendalian terdiri dari
pengawasan dan tindak lanjut. Pengawasan yang dilakukan dari dekat dan langsung
pada objek yang diperiksa disebut audit.
Pengertian atau definisi Audit menurut Arens atau Loebbecke adalah :

“Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about quantitative information of an


economic entity to determine and report on the degree of correspondence between those
assertion and established criteria, auditing should be done by a competent, independent
person.”
(2000:9)

Menurut Mulyadi, mendefinisikan auditing sebagai berikut :

“Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara

objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk

menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria-kriteria

yang telah ditetapkan serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.

(2000:9)
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan (auditing)

merupakan suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti yang dilakukan oleh orang yang

independen dan kompeten mengenai informasi kuantitatif dari suatu kegiatan ekonomi dengan

tujuan pelaporan tingkat perbedaan antara informasi kuantitatif dengan kriteria-kriteria yang

telah ditetapkan sebelumnya.

Audit produksi dan operasi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap


keseluruhan fungsi audit produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini telah
berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif dan efisien). Audit ini dilakukan tidak hanya
terbatas pada unit produksi tetapi juga berlaku untuk keseluruhan proses produksi dan operasi.
Audit ini juga berperan melengkapi fungsi pengendalian kualitas.

3
Beberapa alasan yang mendasari perlu dilakukannya audit ini antara lain :
 Proses produksi dan operasi harus berjalan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.
 Kekurangan/kelemahan yang terjadi harus ditemukan sehingga segera dapat diperbaiki.
 Konsistensi berjalannya proses harus diungkapkan.
 Pendekatan proaktif harus menjadi dasar dalam peningkatan proses.
 Berjalannya tindakan korektif harus mendapat dorongan dan dukungan dari berbagai
pihak yang terkait.

B. PRINSIP-PRINSIP UMUM
Beberapa prinsip umum yang memberikan panduan terhadap pelaksanaan audit ini,
yang digunakan oleh auditor sebagai pedoman dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
 Tujuan utama audit adalah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi yang
berjalan saat ini sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk memastikan
bahwa produk yang dihasilkan konsisten dengan standar kualitas yang telah ditetapkan
serta mengidentifikasi wilayah (bagian) yang masih memerlukan perbaikan.
 Auditor harus secara objektif dan sistematis mengumpulkan dan menganalisis data yang
cukup dan relevan sebagai dasar penilaian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan
kriteria yang telah ditetapkan.

 Auditor harus mengklarifikasi ketidaksesuaian yang terjadi antara aktivitas produksi dan
operasi denan kebutuhan kriteria (standar) yang telah ditetapkan dan membuat rekomendasi
terbaik.

C. TUJUAN AUDIT

Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan audit ini adalah untuk mengetahui :
 Apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
 Apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah sevara cermat menghubungkan
santara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta
fasilitas yang dimiliki perusahaan.
 Apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-
kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.
 Apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.

4
 Apakah penempatan fasilias produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses
secara ekonomis, efektif, dan efisien.
 Apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas priduksi dan operasi telah berjalan sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai
dengan kualitas, kuantitas dan waktu yang telah ditetapkan.
 Apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan
aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.

D. MANFAAT AUDIT
Audit fungsi produksi dan operasi dapat membantu manajemen dalam menilai
bagaimana fungsi ini berjalan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Secara rinci audit ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
a. Dapat memberikan gambaran kepada pihak yang berkepentingan tentang ketaatan dan
kemampuan fungsi produksi dan operasi dalam menerapkan kebijakan serta strategi yang
telah ditetapkan.
b. Dapat memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan proses produksi dan operasi
yang telah dilakukan perusahaan serta hambata-hambatan yang dihadapi.
c. Dapat menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam mencapai tujuan
produksi dan operasi serta tujuan perusahaan secara keseluruhan.
d. Dapat menilai kekuatan dan kelemahan strategi produksi dan operasi serta kebutuhan
perbaikannya dalam meningkatkan kontribusi fungsi ini terhadap pencapaian tujuan
perusahaan.

E. TAHAP-TAHAP AUDIT
Tahap audit produksi dan operasi meliputi:.
1. Audit Pendahuluan
Audit pendahuluan diawali dengan perkenalan antara pihak auditor dengan organisasi
auditee. Pertemuan ini bertujuan untuk mengonfirmasi scope audit, mendiskusikan rencara
audit dan penggalian informasi umum tentang organisasi auditee, objek yang diaudit, mengenal
lebih lanjut kondisi perusahaan dan prosedur yang diterapkan pada prises produksi dan operasi.
Pada tahap ini auditor melakukan overview terhadap perusahaan secara umum, produk
yang dihasilkan, proses produksi dan operasi yang dihasilkan, melakukan peninjauan terhadap
produksi, layout pabrik, sistem computer yang digunakan dalam upaya menunjang
keberhasilan fungsi ini dalam mencapai tujuan. Setelah melakukan tahap ini auditor dapat

5
memperkirakan kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi pada fungsi produksi dan operasi
perusahaan auditee.

2. Review dan pengujian pengendalian manajemen


Auditor melakukan review dan pengujian terhadap bebrapa perubahan yang tejadi pada
struktir perusahaan, sistem manajemen kualitas, fasilitas yang digunakan dan/atau personalia
kunci dalam perusahaan, sejak hasil audit terakhir. Pada tahap ini auditor juga
mengindentifikasi dan mengklasifikasikan penyimpangan dan gangguan-gangguan yang
mungkin terjadi yang mengakibatkan terhambatnya pencapaian tujuan audit produksi dan
operasi.
Berdasar review dan pengujian yang dilakukan pada tahap ini auditor mendapatkan
keyakinan tentang dapat diperolehnya data yang cukup dan kompeten serta tidak terhambatnya
akses untuk melakukan pengamatan yang lebih dalam terhadap tujuan audit sementara yang
telah ditetapkan pada tahapan audit sebelumnya.

3. Audit Lanjutan (Terinci)


Auditor melakukan audit yang lebih dalam dan pengembangan temuan terhadap
fasilitas, prosedur, catatan-catatan yang berkaitan dengan produksi dan operasi. Konfirmasi
kepada pihak perusahaan selama audit dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dari pejabat
yang berwenang tentang adanya hal-hal yang merpuakan kelemahan yang ditemukan auditor.
Untuk mendapatkan informasi yang lengkap, relevan dan dapata dipercaya, auditor
menggunakan daftar pertanyaan yang ditujukan kepada berbagai pihak yang berweang dan
berkompeten berkaitan dengan masalah yang diaudit.

4. Pelaporan
Laporan audit disajikan dengan format :
I. Informasi latar belakang
Menyajikan gambaran umum fungsi produksi dan operasi dari perusahaan yang diaudit, tujuan
dan strategi pencapaiannya serta ketersediaan sumber daya yang mendukung keberhasilan
implementasi strategi tersebut.
II. Kesimpulan Audit dan Ringkasan Temuan Audit
Menyajikan kesimpulan atas hasil audit yang telah dilakukan auditor dan ringkasan temuan
audit sebagai pendukung kesimpulan yang dibuat.
III. Rumusan Rekomendasi

6
Menyajikan rekomendasi yang diajukan auditor sebagai alternative solusi atas kekurangan
yang masih terjadi.
IV. Ruang Lingkup Audit
Ruang lingkup audit menjelaskan tetang cakupan (luas) audit yang dilakukan sesuai dengan
penugasan yang diterima dengan pemberi tugas audit

5. Tindak Lanjut
Rekomendasi yang disajikan auditor dalam laporannya merupakan alternatife
perbaikan yang ditawarkan untuk meningkatkan berbagai kelemahan yang masih terjadi pada
perusahaan. Tindak lajut yang dilakukan merupakan bentuk komitmen manajemen untuk
menjadikan organisasinya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

F. RUANG LINGKUP AUDIT


Ruang lingkup audit produksi dan operasi meliputi keseluruhan dari program/aktivitas
yang dikelola pada fungsi ini, yang merupakan bagian dari wewenang dan tanggungjawab
untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Secara keseluruhan ruang lingkup audit
produksi dan operasi meliputi:
1. Rencana Produksi dan Operasi
Rencana ini menghubungkan kebutuhan pasar atas produk yanga dipersyaratkan,
aktivitas pengembangan dan rekayasa, kapasitas produksi, rencana persediaan, keuangan,
ketersidaan SDM, bahan baku, dan tingkat imbal hasil investasi yang dipersyaratkan investor.
Penyusunan rencana induk harus didasarkan pada ketersediaan kapasitas dan rencana
penggunaannya, peluang dan ancaman yang dihadapi dan usaha-usaha untuk melaukan
perbaikan dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Suatu rencana induk
memuat tentang :
1) Jadwal induk produksi
2) Penilaian atas penggunaan kapasitas produksi
3) Tingkat persediaan
4) Perencanaan keseimbangan lintas produksi
Menjadikan rencana produksi utama sebagai pedoman operasi dalam menunjang
startegi pencapaian tujuan perusahaan, beberapa pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh
manajer operasi dalam merumuskan rencana produksi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tesebut
meliputi :

7
 Apakah persediaan akan digunakan untuk menyerap perubahan permintaan selama periode
permintaan.
 Apakah perubahan-perubahan yang terjadi dalam volume produksi dan operasi akan
diakomodasi dengan cara mengubah jumlah tenaga kerja.
 Apakah perusahaan akan menggunakan tenaga paruh waktu, atau waktu lembur jika terjadi
lonjakan permintaan yang melebihi kemampuan kapasitas yang tersedia untuk mengerjakannya
dan bagaimana perusahaan mengelola kapasitas menganggur jika terjaadi penurunan
permintaan.
 Apakah perusahaan akan menggunakan subkontaktor dalam mengantisipasi permintaan yang
berfluktuasi, sehingga kestabilan tingkat SDM dapat dipertahankan.
 Apakah perusahaan memutuskan untuk mengubah harga atau faktor-faktor yang lain, untuk
memengaruhi permintaan.

2. Jadwal Induk Produksi


Jadwal produksi utama membuat spekulasi tentang apa yang akan dibuat dan kapan
akan dibuat, sesuai dengan rencana produksi. Rencana ini mencakup input yang akan diproses
seperti permintaan konsumen, kemampuan teknis, ketersediaan SDM , fluktuasi persediaan,
kinerja pemasok, dan berbagaipertimbangan lainnya. Jadwal produksi ini mendiskripsikan
berapa jumlah produksi yang harus dilakukan untuk setiap kelompok barang. Kapan produk
tersebut harus sudah siap untuk diserahkan kepada konsumen, sumber daya apa saja yang harus
tersedia untuk menghasilkan produk sesuai dengan rencana operasi perusahaan dalam
memenuhi spesifikasi pelanggan.
Jadwal produksi yang akurat dapat memininumkan biaya persediaan dan penyetelan
(set up) mesin karena jadwal ini telah menghubungkan antara kebutuhan konsumen dengan
jadwal pengiriman, penerimaan bahan baku dan pengelolaan kapasitas produksi yang dimiliki
perusahaan. Disamping itu, jadwal produksi yang akurat juga dapat meminimumkan kerja
lembur (over time), waktu sumber daya yang menganggur dan penentuan tingkat persediaan
yang optimal.

3. Penilaian atas Penggunaan Kapasitas Produksi


Perusahaan harus memiliki kebijakan dan strategi yang tepat berkaitan dengan besaran
kapasitas yang harus dimiliki. Perusahaan juga harus memiliki dasar dan metode yang tepat
dalam meramalkan kebutuhan kapasitasnya dimasa depan. Pengelolaan kelebihan dan

8
penentuan sumber lain jika terjadi kekurangan dalam memenuhi kebutuhan operasi harus
dituangkan dalam suatu pedoman tertulis sehingga pengambilan keputusan berkaitan dengan
kapasitas tidak bias dengan tujuan produksi dan operasi yang telah ditetapkan. Pertimbangan
kapasitas ini harus mendasari terjadinya praktik optimalisasi terhadap penggunaan kapasitas
produksi.
Jika berdasarkan rencana penjualan ternyata rencana produksi lebih daripada
kemampuan kapasitas yang dimiliki, memungkinkan perusahaan untuk menerima pesanan
produksi dengan harga dibawah tingkat laba normal untuk memaksimalkan penggunaan
kapasitas. Karena pada kondisi ini biaya tetap untuk kapasitas yang menganggur yang menjadi
dasar perhitungan harga pokok produk ada dalam posisi nihil (Nol). Rencana induk produksi
harus meminimalkan terjadinya kapasitas menggangur, untuk menjadikan operasi berjalan
secara efektif dan efisien.

4. Tingkat Persediaan
Secara umum persediaan pada industri manufaktur terdiri atas persediaan bahan baku,
barang dalam proses, barang jadi, dan persediaan perlengkapan (supplies). Kebijakan tentang
perseddiaan bahan baku harus memerhatikan hubungan permintaan atas persediaan tetsebut,
apakah termasuk dalam kelompok permintaan independen atau permintaan dependen. Hal ini
penting sekali karena akan berpengaruh kepada metode permintaan atas persediaan tersebut
dalam mendukung efektivitas dan efisiensi, proses produksi dan operasi.

5. Perencanaan Keseimbangan Lintas Produksi


Keseimbangan lintas produksi atau disebut juga keseimbangan ini produksi (production
line balancing) bertuan untuk memperoleh suatu arus produksi yang lancer guna memperoleh
optimalisasi pengguna fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan yang tinggi melalui penyeimbangan
waktu kerja antarstasiun kerja (work station). Elemen-elemen tugas dalam suatu aktivitas
produksi dikelompokkan sedemikian rupa diantara stasiun kerja, sehingga diperoleh
keseimbangan dalam penggunaan sumber daya produksi. Dengan demikian, tujuan produksi
tercapai dengan ekonomis, efektif, dan efisien.
Pengelompokan penugasan dalam mencapai keseimbangan lintas produksi dapat
dilakukan dengan metode coba-coba (trial and error). Metode ini lebih sederhana sehingga
mudah untuk diterapkan untuk kasus-kasus dengan jumlah elemen tugas yang tidak banyak.
Metode pengelompokan penugasan yang lain adalah metode heuristik, yang memberikan hasil
lebih akurat pada kasus jumlah elemen penugasan yang sangat banyak. Metode ini

9
mengelompokan penugasan dalam mencapai keseimbangan lintas produksi yang optimal
dengan prosedur sebagai berikut:
 Menetapkan tugas yang dapat dipilih sebagai tugas awal (tidak ada tugas lain yang
mendahuluinya atau tugas yang mendahuluinya sudah selesai dikerjakan).
 Menetapkan tugas yang cocok dengan waktu yang tersedia.
 Menetapkan penugasan pada suatu stasiun kerja sampai maksimal.
 Melanjutkan kestasiun kerja berikutnya dengan mengulangi prosedur diatas sampai semua
penugasan selesai.

Tabel 1
Kriteria dan Pengukuran Variabel Rencana Induk Produksi dan Opersai
No Variabel Kriteria Pengukuran

1. Jumlah Produksi Induk  Tepat kuantitas  rasio hasil produksi dengan


kebutuhan
 Tepat mutu (kuantitas)  standar kualitas
 Tepat waktu  jadwal pelepasan barang
kepasar
2. Optimalisasi  kapasitas penuh  rasio rencana produksi
Penggunaan Sumber dengan kapasitas tersedia
Daya  Maksimum utilisasi  rasio pengguna kapasitas
dengan kapasitas tersedia
3. Tingkat Persediaan  Persediaan minimum  Rasio jumlah persediaan
akhir dengan hasil produksi
4. Keseimbangan lintas  Tidak ada kemacetan  Rencana operasi dan
produksi proses produksi pemeliharaan mesin produksi
 Keseimbangan beban  Raiso operator dengan mesin
operator dengan mesin produksi
produksi

G. PRODUKTIVITAS DAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH


Transformasi yang mengubah input menjadi output selalu diikuti dengan peningkatan
nilai tambah. Lean production adalah suatu metode produksi ramping yang dikembangkan oleh
produsen yang menggunakan fokus berulang dalam rancangan prosesnya mampu secara
signifikan memberi keuntungan bagi perusahaan yang menerapkannya.
Keunggulan laen production, didukung oleh kebijakan dan praktik produksi yang
secara maksimal mengoptimalkan pengguna sember daya perusahaan untuk meningkatkan
keunggulan bersaingnya, kebijakan dan praktik tersebut meliputi :

10
1. Penghapusan persediaan
Produsen dengan laen production memfokuskan produksi dan operasinya pada
penurunan (penghapusan) persediaan. Metode ini menggunakan Just In Time dalam
menurunkan persediaan dan pemborosan yang disebabkan oleh persediaan tersebut. Mereka
menurunkan waktu pemborosan dan biaya, dalam meningkatkan efisiensi proses operasinya.
2. Zero Defect
Metode produksi ini membangun suatu sistem produksi dan operasi yang dapat
membantu karyawan memproduksi unit yang sempurna untuk setiap kalinya. Persiapan proses
produksi dilakukan dengan lebih matang untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam
menghasilkan produk sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
3. Meminimalkan kebutuhan tempat (Areal)
Upaya meminimalkan jarak tempuh unit produk dapat mengurangi kebutuhan tempat
(areal) dalam proses produksi. Penataan fasilitas poduksi yang terintegrasi dengan gudang
penyimpanaan bahan baku dan produk jadi, dapat menghemat kebutuhan tempat tanpa
mengganggu jalannya proses produksi.

4. Kemitraan dengan Pemasok


Melibatkan pemasok kedalam rencana keberhasilan perusahaan merupakan model yang
banyak dikembangkan dalam praktik produksi modern saat ini. Dengan membangun hubungan
yang erat (kemitraan) dengan pemasok dan menjelaskan rencana dan standar kebutuhan bahan
kapadanya, pemasok menjadi memahami dengan baik kebutuhan perusahaan. Dan
bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap pasokan bahan baku baik
dalam kualitas, kuantitas, dan waktu pasokan tersebut dibutuhkan harus sudah tersedia
diperusahaan.
5. Meminimalkan Aktivitas yang tidak Menambah Nilai
Melalui suatu analisis aktivitas dan komitmen untuk melakukan perbaikan secara terus-
menerus, perusahaan yang menerapkan metode ini, meminimalkan aktivitas-aktivitas yang
tidak berguna (tidak menambah nilai) baik bagi pelanggan maupun bagi perubahan.
6. Pengembangan Angkatan kerja
Dengan secara terus-menerus memperbaiki desain pekerjaan, pelatihan, partisipasi,
komitmen karyawan dan pemberdayaan kelompok-kelompok kerja, metode ini secara
konsisten mengembangkan angkatan kerja.
7. Menciptakan Tantangan dalam Bekerja

11
Mengidentifikasi tujuh sumber pemborosan yang mengakibatkan operasi perusahaan
tidak efisien, meliputi:
 Produksi yang lebih besar dari kebutuhan (penumpukan persediaa)
 Waktu tunggu dan/atau waktu menganggur
 Penanganan material yang terlalu sering
 Persediaa (bahan baku dan/atau barang jadi)
 Pergerakan peralatan dan operatornya yang tidak menambah nilai bagi produk.
 Proses produksi yang tidak penting (tidak dibutuhkan)
 Pengolahan kembali produk cacat

H. PENGENDALIAN PRODUKSI DAN OPERASI


Pengendalian produksi dan operasi menyangkut pengamatan atas hubungan antara
proses yang berjalan dengan standar (kriteria) operasi yang telah ditetapkan. Tujuan utama
pengendalian produksi 7 operasi meliputi 3 hal dalam keunggulan bersaing perusahaan sebagai
berikut:

1. Maksimumkan Tingkat Pelayanan


Pengendalian harus menjamin bahwa pelayanan telah diberikan secara tepat. Beberapa
elemen yang harus mendapat perhatian khusus adalah: kualitas produk, ketersediaan produk
(jika diinginkan), harga yang kompetitif, penyediaan untuk stock pengaman dan penyerahan
yang tepat waktu. Proses harus memahami bahwa pelanggan yang harus dilayani dengan tepat
bukan saja pelanggan eksternal tetapi yang telah kalah pentingnya adalah pelanggan internal.
2. Minimumkan Investasi pada Persediaan
Pengendalian harus mampu memandu seluruh aktivitas (utama dan pendukung)
manufaktur ke dalam suatu proses yang terintegrasi, sehingga proses berjalan sesuai dengan
rencana dan jadwal yang telah ditentukan. Aktivitas pemesanan dan penerimaan bahan harus
terintegrasi dengan jadwal produksi demikian juga jadwal produksi harus terintegrasi dengan
rencana (jadwal) penyerahan kepada pelanggan. Semua hubungan ini harus berjalan seperti
halnya hubungan pelanggan pemasok, dimana setiap pemasok harus memuaskan
pelanggannya. Pengendalian yang baik akan mencapai arus produksi yang mulus dengan
persediaan yang minimumkan dan waktu tunggu yang pendek.

12
3. Efisiensi produksi dan Operasi
Untuk memperoleh harga yang kompetitif, pengendalian harus meminimumkan biaya-
biaya yang terjadi dalam produksi dan operasi. Efisiensi produksi dan operasi adalah sesuatu
yang mutlak dan harus menjadi budaya kerja pada setiap bagian yang terlibat dalam proses
produksi dan operasi. Dalam hal ini pengendalian harus semaksimal mungkin mampu menekan
pemborosan (aktivitas tidak bernilai tambah) yang terjadi. Perhatian khusus harus diberikan
terhadap supervise pabrik dan tenaga kerja tidak langsung, dukungan dan keterlibatan
pekerjaan, kesiapan mesin dan peralatan, fasilitas pendukung yang efektif dan berbagai hal lain
yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung.
Pengendalian produksi dan operasi meliputi pengendalian terhadap keseluruhan
komponen dan tahapan dalam proses produksi mulai dari penanganan bahan baku sampai
dengan penanganan penyerahan produk jadi ke gudang. Secara rinci pengendalian tersebut
meliputi hal-hal berikut:
 Pengendalian Bahan Baku
Pengendalian bahan baku bertujuan untuk memastikan bahwa bahan baku yang diolah
dalam proses produksi telah sesuai dengan kebutuhan standar kualitas produk yang dihasilkan
perusahaan. Pengendalian bahan baku mencakup keseluruhan aktivitas yang berhubungan
dengan bahan baku mulai dari pembelian, jadwal penerimaan, penanganan pada saat diterima,
penyimpanan sampai dengan bahan baku tersebut digunakan (diolah) dalam proses produksi.
 Pengendalian Peralatan dan Fasilitas Produksi
Pengendalian peralatan dan fasilitas produksi bertujuan untuk mematikan bahwa semua
peralatan dan fasilitas produksi ada dalam keadaan siap untuk melaksanakan proses produksi
sesuai dengan ketentuan penggunaannya.desain dan penempatan peratan yang tepat menjadi
faktor utama berjalannya proses produksi secara efektif dan efisien mampu menghasilkan
produk tepat sesuai dengan yang telah dijadwalkan.
 Pengendalian Transformasi
Fungsi transformasi mengolah input menjadi output sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. Pengendalian transformasi memegang peranan penting untuk memastikan bahwa
proses pengolahanini bejalan sesuai dengan kebutuhan proses yang efektif dan efisien. Pada
pengendalian ini tugas seorang (tim) pengendali kualitas (quality control) sangat penting untuk
memastikan bahwa proses yang berjalan menghasilkan produk yang tepat (kuantitas, kualitas,
dan waktu) dengan pengorbanan yang minimum. Untuk mencapai tujuan tersebut,
pengendalian ini mencakup pengesahan proses produksi dan pengendalian perubahan atas

13
permintaan, inspeksi sampel dalam proses dan pengendalian laboratorium dari pemprosesan
ulang.
 Pengendalian kualitas
Pengendalian kualitas tidak cukup dipahami sebagai pengendalian proses produksi,
yang hanya membebankan tanggung jawab kualitas produk kepada unit kendali kualitas.
Sistem biaya kualitas dapat memberikan informasi kepada perusahaan tentang berbagai
aktivitas yang terlibat dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar kualitas yang telah
ditetapkan perusahaan.
 Pengendalian Barang Jadi
Merupakan pengendalian yang dilakukan terhadap pengelolaan barang setelah selesai
diproduksi. Pengendalian ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan barang setelah
produksi berjalan sesuai dengan prosedur, sehingga tidak terjadi kerusakan barang dalam
proses, penyimpanan, atau pendistribusiannya. Untuk memastikan bahwa barang dalam
kondisi yang sesuai dengan persyaratan pelanggan pada saat diserahkan, pengendalian ini
melakukannya melalui tahapan :
(1) verifikasi penanganan, penyimpanan dan inspeksi,
(2) pengujian dan distribusi.
Verifikasi, penanganan, dan penyimpanan ditujukan untuk memastikan bahwa barang
jadi yang diterima dari proses produksi telah ditangani dengan baik termasuk penyimpanannya.
Berkaitan dengan hal ini perusahaan harus memiliki suatu prosedur tertulis meyangkut
bagaimana dan siapa yang memeriksa kemasan dari produk yang dihasilkan, penentuan bahwa
setiap produk harus mencantumkan tanggal kadaluwarsanya, adanya pemisahaan produk antara
yang telah diaudit dan belum diaudit oleh bagian pengendalian kualitas dan ketentuan suhu
penyimpaan yang tepat sesuai dengan krakteristik produk.
Inspeksi, pengujian, dan distribusi menyangkut penanganan produk untuk memastikan
bahwa produk yang diserahkan kepada pelanggan adalah sesuai dengan spesifikasinya.
Pengendalian ini menyangkut pengujian tentang kesesuaian produk dengan spesifikasinya,
pengelolaan persediaan untuk mendapatkan kepastian bahwa produk yang diproduksi pertama
didistribusikan terlebih dahulu, prosedur penanganan terhadap produk yang dikembalikan.
Berkaitan dengan hal ini, perusahaan harus memiliki prosedur tertulis tentang metode
pengambilan sampel dalam pengujian, ketentuan pemasangan label kedaluwarsa, pengelolaan
pesediaan, dan penanganan produk yang dikembalikan pelanggan.

14
Soal Essay
1. Apa yang dimaksud dengan audit produksi dan operasi?
Jawab :
Audit produksi dan operasi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap
keseluruhan fungsi produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini telah berjalan
dengan memuaskan (ekonomis, efektif, dan efisien)
2. Apa tujuan dan manfaat dari audit produksi dan operasi?
Jawab :
Tujuan audit :
·Apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar)?
·Apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efesien?
·Apakah penempatan fasilitas produksi dan operasi telah mendukung berjalannya
proses secara ekonomis, efektif dan efisien?
Manfaat Audit :
·Dapat memberikan gambaran kepada pihak yang berkepentingan tentang ketaatan dan
kemampuan fungsi produksi dan operasi dalam menerapkan kebijakan serta strategi yang telah
ditetapkan
·Dapat memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan proses produksi dan
operasi yang telah dilakukan perusahaan serta hambatan-hambatan yang dihadapi
·Dapat menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam mencapai tujuan
produksi dan operasi serta tujuan perusahaan secara keseluruhan

3. Sebut dan jelaskan ruang lingkup audit produksi dan operasi!


Jawab :
Ruang lingkup audit produksi dan operasi meliputi keseluruhan dari program aktivitas
yang dikelola pada fungsi ini, yang merupakan bagian dari wewenang dan tanggung jawab
untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Secara keseluruhan ruang lingkup audit produksi dan operasi meliputi :
·Rencana produksi dan operasi
·Produktivitas dan peningkatan nilai tambah
·Pengendalian produksi dan operasi

4. Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip umum dalam audit produksi dan operasi!
Jawab :
15
Prinsip-prinsip tersebut antara lain sebagai berikut :
·Tujuan utama audit adalah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi yang
berjalan saat ini sudah sesuai dengan kriteria (peraturan, kebijakan, tujuan, rencana, standar)
yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan konsisten dengan
standar kualitas yang telah ditetapkan serta mengindentifikasi wilayah (bagian) yang masih
memerlukan perbaikan. Auditor harus secara objektif dan sistematis mengumpulkan dan
menganalisis data yang cukup dan relevan sebagai dasar penilaian terhadap ketaatan
perusahaan dalam menerapkan kriteria yang telah ditetapkan. Auditor harus mengklarifikasi
ketiaksesuaian yang terjadi antara aktivitas produksi dan operasi dengan kebutuhan kriteria
(standar) yang telah ditetapkan dan membuat rekomendasi untuk peningkatan.
5. Bagaimana audit ini dapat menbantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja
produksi dan operasinya?
Jawab :
·Audit Pendahuluan
Pada tahap ini auditor melakukan overview terhadap perusahaan secara umum, produk
yang dihasilkan, proses produksi dan operasi yang dijalankan, melakukan peninjauan terhadap
pabrik, layout pabrik, sistem komputer yang digunakan dan berbagai sumber daya penunjang
keberhasilan fungsi ini.
·Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap beberapa perubahan
yang terjadi pada struktur perusahaan, sistem manajemen kualitas, fasilitas yang digunakan
dan/atau personalia kunci dalam perusahaan, sejak hasil audit terakhir.
·Audit Lanjutan (Terperinci)
Pada tahap ini auditor melakukan audit yang lebih dalam dan pengembangan temuan
terhadap fasilitas, prosedur, catatan-catatan (dokumen) yang berkaitan dengan produksi dan
operasi.
·Pelaporan
Pelaporan menyangkut penyajian hasil audit kepada pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap hasil audit
·Tindak Lanjut
Tindak lanjut (perbaikan) yang dilakukan merupakan bentuk komitmen manajemen
untuk menjadikan organisasinya menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

16
6. Bagaimna rencana produksi dan operasi berinteraksi dengan berbagai kepentingan
di dalam perusahaan ?
Jawab :
Rencana produksi dan operasi berinteraksi dengan berbagai kepentingan di dalam
perusahaan dimana rencana ini menghubungkan kebutuhan pasar atas produk yang
dipersyaratkan, aktivitas pengembangan dan rekayasa, kapasitas produksi, rencana persediaan,
keuangan, kesediaan SDM, bahan baku, dan tingkat imbal hasil investasi yang dipersyaratkan
investor dan juga menghubungkan peluang dengan kondisi internal perusahaan, rencana induk
produksi dan operasi mencerminkan berbagai usaha yang akan dilakukan untuk memuaskan
kebutuhan pasar dengan mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya.

7. Sebut dan jelaskan apa tujuan dari produksi dan operasi ?


Jawab :
Tujuan produksi dan operasi
·Apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar)?
·Apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat
menghubungkan antara kebutuhan untuk memeuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber
daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan?
·Apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan
kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan?
·Apakan proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien?
-Apakah penempatan fasilitas produksi dan operasi telah mendukung berjalannya
proses secara ekonomis, efektif, dan efisien?
·Apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang
sesuai dengan kuantitas, kualitas, dan waktu yang telah ditetapkan?
·Apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah
melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan
perusahaan?

8. Dalam audit terhadap jadwal induk produksi, auditor menilai pemenuhan kriteria
efisien dan efektifitas jadwal induk produksi dan operasi yang dimiliki perusahaan. Bagaimna
jadwal induk produksi dapat meningkatkan efisien dan efektivitas produksi ?
Jawab :
17
Yaitu dengan jadwal produksi yang akurat dapat meminimalkan biaya persediaan dan
penyetelan (setup) mesin karena jadwal ini telah menghubungkan antara kebutuhan konsumen
dengan jadwal pengiriman, penerimaan bahan baku dan pengelolaan kapasitas produksi yang
dimiliki perusahaan. Selain itu jadwal produksi yang akurat juga dapat meminimalkan jadwal
kerja lembur (overtime), waktu sumber daya yang menganggur (idle time resources) dan
penentuan tingkat yang persediaan yang optimal.

9. Untuk apa perusahaan melakukan indentifikasi secara terperinci aktivitas – aktivitas


yang memicu terjadinya biaya kualitas, Jelaskan ?
Jawab :
Untuk mencegah terjadinya kegagalan produk dalam memenuhi spesifikasinya, harus
dikelola dengan lebih baik karena pengelolaan yang tepat terhadap aktivitas aktivitas ini dapat
secara signifikan menurunkan aktivitas sebagai akibat produk gagal memenuhi standar
kualitas.

10. Dalam laporan auditnya auditor memberikan rekomendasi perbaikan terhadap


berbagai kekurangan yang masih tejadi. Siapa yang bertanggung jawab untuk merealisasikan
rekomendasi tersebut ?
Jawab :
Pihak yang bertanggung jawab adalah pimpinan dari apa yang diaudit seperti audit
piutang maka pihak yang bertanggung jawab melaksanakan rekomedasi itu adalah direktur
administrasi dan keuangan. (Audit Manajemen Hal. 62)

11. Salah stau tahapan audit, auditor melakukan review dan pengujian terhada sistem
pengendalian manajemen perusahaan. Informasi apa yang ingin diperoleh auditor terhadap
pengujian dan review tersebut dalam audit produksi dan operasi?
Jawab :

Untuk mendapatkan keyakinan tentang dapat diperolehnya data yang cukup dan
kompeten serta tidak terhambatnya akses untuk melakukan pengamatan yang lebih dalam
terhadap tujuan audit sementara yang telah ditetapkan pada tahapan audit sebelumnya. Dengan
menghubungkan permasalahan yang dirumuskan dalam bentuk tujuan audit sementara dan
ketersediaan data serta akses untuk mendapatkannya, auditor dapat menetapkan tujuan audit
yang sesungguhnya (definitive audit objective) yang akan didalami pada audit lanjutan.
18
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Penilaian secara komprehensif terhadap keseluruhan fungsi produksi dan operasi untuk
menentukan apakah fungsi ini telah berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif, dan
efisien). Audit produksi dan operaasi ini tidak terbatas hanya pada unit produksi tetapi juga
berlaku untuk keseluruhan proses produksi dan operasi.
Adapun manfaat audit produksi dan operasi adalah sebagai berikut:
• Dapat memberikan gambaran kepadapihak yang berkepentingan tentang ketaatan dan
kemampuan fungsi produksi dan operasi dalam menerapkan kebijakan serta strategi yang telah
ditetapkan.
• Dapat memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan proses produksi dan
operasi yang telah dilakukan perusahaan serta hambatan-hambatan yang dihadapi.
• Dapat menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam mencapai tujuan
produksi dan operasi serta tujuan perusahan secara keseluruhan.
• Dapat menilai keuatan dan kelemahan strategi produksi dan operasi serta kebutuhan
perbaikannya dalam meningkatkan kontribusi fungsi ini terhadap pencapaian tujuan
perusahaan.

Referensi
Bayangkara IBK, Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi, Salemba Empat, 2011.

Rosdiyati. “Audit Operasional Atas Fungsi Produksi Perusahaan ( Studi Kasus Pada Pt .
Jaya Brix Indonesia )” I, no. 1 (2016): 48–61.

https://dosenakuntansi.com/audit-operasional , diakses tanggal 25 Maret 2019.


http://www.academia.edu/8745545/Audit_Produksi_dan_Operasi, diakses tanggal 25
Maret 2019.

19