Está en la página 1de 36

LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA Tn. S DI RW 012


KELURAHAN GEMBOR KECAMATAN
KOTA TANGERANG

NAMA :

FITRI ANGRAINI
18315061

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YATSI
TANGERTANG
2018/2019
FORMAT LAPORAN PENDAHULUAN (LP)
KEPERAWATAN KELUARGA

Pertemuan ke 1 tanggal : 4 April 2019


A. Latar belakang
1. Karakteristik keluarga
Keluarga yang dikepalai oleh Tn S tergolong kepada nuclear family,
yaitu terdiri dari bapak, ibu, dan anak (1 anak). Tahap perkembangan
keluarganya adalah keluarga dengan usia remaja yaitu An. F usia 14
tahun. Tugas perkembangan keluarga yang penting pada tahap ini
adalah:
a. Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab pada saat anak
remaja telah dewasa dan semakin mandiri.
b. Memfokuskan kembali hubungan pernikahan.
c. Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak.
Berdasarkan hasil pengkajian awal dideskripsikan pada karakteristik keluarga
yang komprehensif, point tersebut antara lain: Fungsi keluarga, yang terdiri
dari Fungsi afektif, fungsi sosialisasi, fungsi perawatan kesehatan, fungsi
reproduksi serta fungsi ekonomi.
2. Masalah keperawatan
Masalah keperawatan keluarga (belum ada karena pengkajian belum
lengkap dilakukan).

B. Rencana keperawatana
1. Diagnosa keperawatan keluarga (belum dapat dirumuskan karena
pengkajian belum lengkap dilakukan).
2. Tujuan umum :
Teridentifikasi Fungsi Keluarga
3. Tujuan khusus :
Setelah dilakukan pengkajian keperawatan selama 1x20 menit
didapatkan hasil:
a. Fungsi afektif
b. Fungsi sosialisasi
c. Fungsi perawatan kesehatan
d. Fungsi reproduksi
e. Fungsi ekonomi
C. Rancangan kegiatan
1. Topik : Fungsi Keluarga
2. Metode : Wawancara
3. Media dan alat : Format pengkajian dan alat tulis
4. Waktu dan tempat : 09 April 2019, dirumah keluarga Tn. S

D. Kriteria evaluasi
1. Kriteria struktur :
a. Menyiapkan laporan pendahuluan
b. Menyiapkan alat/media yang akan digunakan
c. Membuat kontrak waktu dengan keluarga secara tepat sesuai rencana
2. Kriteria proses :
a. Melaksanakan kegiatan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan yang
telah disusun
b. Keluarga berperan aktif dalam kegiatan
3. Kriteria hasil :
Setelah dilakukan pengkajian didapatkan struktur keluarga dengan
kriteria hasil 100% yaitu :
a. Fungsi afektif
b. Fungsi sosialisasi
c. Fungsi perawatan kesehatan
d. Fungsi reproduksi
e. Fungsi ekonomi
LAPORAN PENDAHULUAN
IMPLEMENTASI

I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Keluarga Tn. S merupakan tipe inti (Nuclear family) yang
terdiri dari suami, Istri, dan 1 anak yang berusia 14 tahun dengan tahap
perkembangan anak usia remaja. Pada pertemuan pertama membangun
hubungan terapeutik yang didasarkan pada (rasa) saling percaya dan
saling menghormati dan mengenal masalah kesehatan dilakukan
pengkajian, wawancara dan observasi didapatkan bahwa lingkungan
rumah Tn.S berada dilingkungan yang padat penduduk. Pada saat
pengkajian Tn. S mengatakan mempunyai penyakit gastritis, tetapi
hilang timbul. Tn.S mengatakan mempunyai penyakit gastritis, jika
gastritisnya timbul Tn. S langsung berobat atau minum obat tradisional
kunyit dan cacing. Pada pertemuan kedua yaitu mengambil keputusan
dengan dilakukan pendidikan kesehatan tentang gastritis. Pada
pertemuan ketiga keluarga sepakat akan dilakukan demonstrasi tekhnik
relaksasi otot progresif.

II. Rencana Keperawatan


a. Diagnosa keperawatan
 Nyeri akut pada Tn. S (00132)
b. Tujuan umum
Setelah dilakukan kunjungan selama 1x30 menit, diharapkan keluarga
Tn. S mampu mempraktekan cara tekhnik relaksasi otot progresif
yang benar.
c. Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit
diharapkan keluarga mampu :
- Mengetahui tentang pengertian tekhnik relaksasi otot progresif.
- Mengetahui manfaat teknik relaksasi otot progresif.
- Mengetahui teknik relaksasi otot progresif.
III. Rencana Kegiatan
a. Topik atau judul kegiatan
Melakukan teknik relaksasi otot progresif pada gastritis.
b. Metode
 Demonstrasi
c. Media
 Leaflet
d. Alat
 Kursi
e. Hari/tanggal : Kamis, 18 April 2019
Waktu : 15.00 WIB
Tempat : Rumah Tn. S
f. Susunan acara

No Waktu Kegiatan implementasi Kegiatan peserta


1 5 menit Pembukaan : - Menjawab salam
- Memberi salam - Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan
dan mendengarkan
2 20 menit Demonstrasi : - Mengikuti dan
- Praktek mengenai
mendengarkan
teknik relaksasi otot - Diskusi Tanya
progresif jawab

3 5 menit Penutup : Menjawab salam


Mengucapkan
terimakasih dan salam

IV. Kriteria Evaluasi


a. Kriteria struktur
 Menyiapkan laporan pendahuluan
 Keluarga dapat hadir 100%
 Menyiapkan alat/ media yang akan digunakan
 Membuat kontrak waktu dengan keluarga secara tepat sesuai
rencana

b. Kriteria Proses
 Mahasiswa melakukan kunjungan sesuai dengan waktu yang telah
disepakati dengan keluarga pada bulan April 2019
 Keluarga menerima kunjungan mahasiswa
 Keluarga menyepakati kontrak kunjungan berikutnya
 Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan
 Mahasiswa menjelaskan tujuan kunjungan yaitu pemberian teknik
relaksasi otot progresif.
 Mahasiswa menjelaskan dan mendemontrasikan teknik relaksasi
otot progresif dengan benar .

c. Evaluasi Hasil
- Tn. S mampu mengetahui tentang pengertian tekhnik relaksasi otot
progresif.
- Tn. S mampu mengetahui manfaat tekhnik relaksasi otot progresif.
- Tn. S mampu mengetahui cara tekhnik relaksasi otot progresif.

Lampiran 1

Tekhnik Relaksasi Otot Progresif


A. Pengertian
Tehnik relaksasi otot progresif adalah relaksasi otot dalam yang
tidak memerlukan imajinasi, ketekunan, atau sugesti. Berdasarkan bahwa
tubuh manusia berespon pada kecemasan dan kejadian yang merangsang
pikiran dengan ketegangan otot. Teknik otot progresif memusatkan
perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang
tegang menurunkan ketegangan dengan melakukan tekhnik relaksasi untuk
mendapatkan perasaan rileks (Herodes, 2010).
Sedangkan menurut Soewondo (2012), relaksasi otot progresif
merupakan suatu keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan untuk
mengurangi atau menghilangkan ketegangan sehingga menimbulkan rasa
nyaman tanpa tergantung pada hal/subjek di luar dirinya. Relaksasi
progresif dipandang cukup praktis dan ekonomis karena tidak memerlukan
imajinasi yang rumit, tidak ada efek samping, mudah dilakukan, serta
dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi tenang, rileks dan lebih mudah
untuk tidur.
B. Manfaat Terapi Relaksasi Otot Progresif
Menurut Herodes (2010), manfaat dari teknik ini adalah untuk :
1) Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung,
tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, metabolik.
2) Mengurangi disritmia jantung, kebutuhan oksigen.
3) Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan
tidak memfokuskan perhatian serta relaks.
4) Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi.
5) Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stress.
6) Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot, fobia
ringan.
7) Membangun emosi positif dari emosi negatif.
C. Indikasi Terapi Relaksasi Otot Progresif
1. Klien yang mengalami gangguan tidur (insomnia)
2. Klien sering mengalami stres.
3. Klien yang mengalami kecemasan
4. Klien yang mengalami depresi.
D. Kontraindikasi Terapi Relaksasi Otot Progresif
1. Klien yang mengalami keterbatasan gerak, misalnya tidak bias
menggerakkan badannya.
2. Klien yang menjalani perawatan tirah baring.
E. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan
kegiatan terapi relaksasi otot progresif :
1) Jangan terlalu menegangkan otot berlebihan karena dapat melukai diri
sendiri.
2) Dibutuhkan waktu sekitar 20-50 detik untuk membuat otot-otot rileks.
3) dengan posisi berdiri.
4) Menegangkan kelompok otot dua kali tegangan.
5) Melakukan pada bagian kanan tubuh dua kali, kemudian bagian kiri
dua kali.
6) Memeriksa apakah klien benar-benar rileks.
7) Terus-menerus memberikan instruksi.
8) Memberikan instruksi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

F. Tekhnik Terapi Otot Progresif


1. Persiapan
Persiapan alat dan lingkungan: kursi, bantal, serta lingkungan yang
tenang dan sunyi.
2. Persiapan klien:
a. Posisikan tubuh klien secara nyaman yaitu berbaring dengan mata
tertutup menggunakan bantal dibawah kepala dan lutut atau duduk
dikursi dengan kepala ditopang, hindari posisi berdiri;
b. Lepaskan asesoris yang digunakan seperti kacamata, jam, dan
sepatu;
c. Longgarkan ikatan dasi, ikat pinggang atau hal lain yang sifatnya
mengikat ketat.
3. Prosedur
a. Gerakan 1: ditujukan untuk melatih otot tangan.
 Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan.
 Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi.
 Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan
rileks selama 10 detik.
 Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien
dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan
keadaan rileks yang dialami.
 Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.
b. Gerakan 2: ditujukan untuk melatih otot tangan bagian belakang.
Tekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan
sehingga otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah
menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit. Gerakan melatih
otot tangan bagian depan dan belakang ditunjukkan pada gambar.
c. Gerakan 3: ditujukan untuk melatih otot biseps (otot besar pada
bagian atas pangkal lengan).
 Genggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan.
 Kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot
biseps akan menjadi tegang.
d. Gerakan 4: ditujukan untuk melatih otot bahu supaya mengendur.
 Angkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan hingga
menyantuh kedua telinga.
 Fokuskan atas, dan leher.
e. Gerakan 5 dan 6: ditujukan untuk melemaskan otot-otot wajah
(seperti otot dahi, mata, rahang, dan mulut).
 Gerakkan otot dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis
sampai otot terasa dan kulitnya keriput.
 Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan disekitar
mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata.
f. Gerakan 7: ditujukan untuk mengendurkan ketegangan yang
dialami oleh otot rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan
menggigit gigi sehingga terjadi ketegangan disekitar otot rahang.
g. Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut.
Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan
ketegangan di sekitar mulut.
h. Gerakan 9: ditujukan untuk merileksikan otot leher bagian depan
maupun belakang.
 Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru
kemudian otot leher bagian depan.
 Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.
 Tekan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa
sehingga dapat merasakan ketegangan dibagian belakang leher
dan punggung atas.
i. Gerakan 10: ditujukan untuk melatih otot leher begian depan.
 Gerakan membawa kepala ke muka.
 Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat merasakan
ketegangan di daerah leher bagian muka.
j. Gerakan 11: ditujukan untuk melatih otot punggung
 Angkat tubuh dari sandaran kursi.
 Punggung dilengkungkan.
 Busungkan dada, tahan kondisi tegang selama 10 detik,
kemudian relaks.
 Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke kursi sambil
membiarkan otot menjadi lemas.

k. Gerakan 12: ditujukan untuk melemaskan otot dada.


 Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara
sebanyak-banyaknya.
 dada sampai turun ke perut, kemudian dilepas.
 Saat ketegangan dilepas, lakukan napas normal dengan lega.
 tegang dan relaks.
l. Gerakan 13: ditujukan untuk melatih otot perut.
 Tarik dengan kuat perut kedalam.
 Tahan sampai menjadi kencang dank eras selama 10 detik, lalu
dilepaskan bebas.
 Ulangi kembali seperti gerakan awal perut ini.
m. Gerakan 14-15: ditujukan untuk melatih otot-otot kaki (seperti
paha dan betis).
 Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot paha terasa tegang.
 Lanjutkan dengan mengunci lutut sedemikian rupa sehingga
ketegangan pindah ke otot betis.
 Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu dilepas.
 Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali.

Gambar 1 dan 2
Gambar 3

Gambar 4
Gambar 5

Gambar 6
Gambar 7

DAFTAR PUSTAKA
Setyoadi dan Kushariyadi. 2011. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien
Psikogeriatrik. Jakarta : Salemba Medika
Alim. 2009. “Langkah-Langkah Relaksasi Otot Progresif”.
http//www.psikologizone.com/Langkah-Langkah-Relaksasi-Otot-Progresif,
diakses tanggal 14 April 2019

Hawari, D. (2008). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta : FKUI

Herodes, R. (2010). Anxiety and Depression in Patient.

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA


I. Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga : Tn. S
2. Alamat dan telepon : Kelurahan Gembor Rt 004/012
3. Pekerjaan kepala keluarga : Buruh
4. Pendidikan kepala keluarga : SD
5. Komposisi kepala keluarga dan genogram
N Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan Riwayat
o Kelamin dengan KK Imunisasi
1. Tn. S Laki-laki Kepala 53 tahun SD Tidak
keluarga imunisasi
2. Ny. M Perempuan Istri 43 tahun Tidak Tidak
sekolah imunisasi
3. An. F Perempuan Anak 14 tahun SLTP Imunisasi
lengkap

GENOGRAM

Keterangan:
: laki-laki ----------- : tinggal 1 rumah
: perempuan
: meninggal

6. Tipe keluarga : Nuclear family, yaitu terdiri dari bapak,


ibu, dan anak (1 anak)
7. Suku bangsa : Tn. S dan Ny. M sama-sama berasal dari
suku Sunda dan berbangsa Indonesia
8. Agama : Agama yang dianut keluarga Tn. S adalah
agama islam
9. Status ekonomi keluarga : Sumber penghasilan keluarga adalah
berasal dari Tn. S yang bekerja sebagai
buruh. Penghasilan kurang lebih Rp.
1.500.000/bulan. Kadang Ny. M
membantu dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari dengan bekerja sebagai asisten
rumah tangga (Tukang cuci)
10. Aktivitas rekreasi keluarga : Ibu M mengatakan jarang melakukan
rekreasi karena kondisi keluarga yang
tidak memungkinkan. Sarana hiburan di
rumah terdapat televisi, keluarga biasa
mengisi waktu luang dengan berkumpul
bersama dan menonton televisi pada
waktu malam hari.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. S sekarang pada tahap keluarga dengan anak remaja, pada
tahap ini keluarga Tn. S sudah dapat menyeimbangkan antara kebebasan
dan tanggung jawab terhadap anak dan keluarha Tn. S masih tetap
mempertahankan keintiman pasangan.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan yang seharusnya di lalui oleh keluarga saat ini,
keluarga sudah merasa terpenuhi, hanya saja keluarga merasa perlu lebih
terbuka dalam berkomunikasi dengan anak.
3. Riwayat kesehatan saat ini
Ny. M mengatakan bahwa Tn. S mempunyai penyakit gastritis kronis.
Tn. S mengalami penyakit gastritis sudah sejak 1 tahun yang lalu. Ny. M
mengatakan jika gastritis Tn. S kambuh, Tn. S mengalami sakit melilit di
perut. Tn. S biasa berobat ke puskesmas, tetapi 1 minggu lalu Tn. S
berobat ke dokter umum karena merasa belum sembuh dengan minum
obat dipuskesmas. Sedangkan Ny. M mengalami gatal pada telapak
tangannya karena alergi sabun.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Ny. M mengatakan dalam keluarga tidak ada menderita penyakit seperti
Diabetes, Asma, hipertensi. Selain itu Ny. M mengatakan kadang
mengalami batuk pilek saja.
III. Pengkajian lingkungan
1. Karakteristik rumah : Rumah yang ditempati keluarga Tn. S adalah
rumah pribadi dengan luas 60 m2. Rumah Tn. S terdiri dari 1 ruang
tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, berlantai keramik dalam keadaan
bersih, pencahayaan redup, sumber air dari sumur untuk mandi dan air
isi ulang untuk minum. Dibelakang rumah terdapat kadang ternak
ayam dan empang.
2. Denah Rumah
6 m2

Dapur
Kamar 10 m2
mandi

Kamar
tidur

3. Karakteristik
Kamartetangga dan komunitas RW
a. Adat tidur
dan istiadat komunitas sekitar
Selama ini tetangga-tetangga Tn. S mempunyai kebiasaan
mengikuti pengajian mingguan, tahlilan.apabila ada tetangga yang
sakit mereka saling menjenguk dan apabila ada tetangga yang
punya hajat mereka saling bantu-membantu. Keluarga mengatakan
dilingkungannya tidak ada adat istiadat yang bertentangan dengan
kesehatan.
b. Pola pergaulan keluarga
Hubungan keluarga dengan tetangga tampak baik, tampak mereka
saling bertegur sapa saat bertemu. An. F sering main dengan anak
tetangga.
c. Persepsi keluarga terhadap komunitas
Keluarga merasa aman dan nyaman bertempat tinggal di rumahnya,
karena masyarakat sekitar rumah selalu saling membantu dan tidak
merugikan dalam berbagai hal.
d. Pengetahuan keluarga mengenai masalah kesehatan yang berkaitan
dengan komunitas
Keluarga mengatakan masalah kesehatan yang sering terjadi di
lingkungan sekitar adalah darah tinggi atau hipertensi.
4. Mobilitas dan geografis keluarga
Sejak menikah selama 20 tahun, keluarga Tn. S sudah tinggal
dilingkungan yang saat ini mereka tempati dan tidak pernah pindah
rumah. Alat transportasi yang ada didaerah adalah angkutan kota
namun untuk masuk sampai kerumah biasanya jalan kaki atau naik
ojek. Alat transportasi yang biasa digunakan oleh keluarga adalah
kendaran pribadi roda dua (motor).
5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ny. M mengatakan sering mengikuti kegiatan pengajian yang
dilaksanakan di sekitar daerah rumahnya. Ny. M juga sering
berkumpul bersama saudara- saudaranya pada hari raya. Interaksi
yang terjalin antara Keluarga Tn. S dengan tetangganya sangat baik.
6. Sistem pendukung keluarga
Ny. M mengatakan mempunyai kartu sehat yaitu KIS (Kartu Indonesia
Sehat). Jarak antara rumah dan layanan kesehatan < 1 km.

IV. Struktur keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Ny. M mengatakan keluarga biasa berkomunikasi menggunakan
bahasa Indonesia, jika ada masalah di dalam keluarga maka anggota
keluarga berdiskusi dan bermusyawarah untuk mencari
pemecahannya.
2. Struktur kekuatan keluarga
Menurut Tn. M, dirinya sebagai kepala keluarga yang berperan
sebagai pengambil keputusan bila ada masalah yang terjadi
dikeluarganya dan anggota keluarga Tn. M satu sama lain saling
memberikan kasih sayang, perhatian serta dukungan moral.
3. Struktur peran
a. Tn. S : Sebagai kepala keluarga yaitu dalam mengambil
keputusan keluarga dan sebagai bapak dari
anaknya, membantu mencari nafkah untuk
kebutuhan hidup sehari-hari.
b. Ny. M : Sebagai ibu, mengatur dan mengurus rumah
tangga dan keuangan serta mengurus anak.
c. An. F : Sebagai anak dan seorang pelajar.
4. Nilai dan norma keluarga
Nilai dan norma yang dianggap paling pokok adalah ajaran agama
Islam. Keluarga juga ditekankan untuk menjaga silahturahmi dengan
saudara-saudara dan tetangga setempat. Menurut Ny. M dikeluarganya
tidak terdapat nilai dan norma yang bertentangan dengan kesehatan.

V. Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif
Ny. M sangat menyayangi keluarga, saling menjaga antara anggota
keluarga satu dengan anggota keluarga yang lain. Ny. M berusaha
mendidik anaknya agar selalu menghormati orang tua dan menyayangi
sesama anggota keluargadan teman sebaya serta berusaha
menanamkan kedisiplinan pada anaknya.
2. Fungsi sosialisasi
Ny. M mengatakan bahwa cara menanamkan hubungan interaksi
sosial apada anaknya dengan tetangga dan masyarakat yaitu dengan
membiarkan anaknya bermain dengan teman sebayanya di sekitar
kampungnya serta selalu menyapa orang-orang atau tetangga yang
ditemui dengan sopan. Hal ini terbukti ketika perawat berkunjung
kerumah keluarga Tn. S para tetangga juga menyambut dengan baik.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengenal masalah
Saat dikaji Ny. M mengatakan bahwa suaminya (Tn. S menderita
sakit maag/gastritis).
b. Mengambil keputusan
Ny. M mengatakan bahwa jika suami sakit langsung membawanya
ke puskesmas atau praktek dokter terdekat karena Ny. M tidak
mengetahui cara mengobati penyakitnya.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Ny. M mengatakan bahwa kadang jika suami sakit, Ny. M
membuatkan obat tradisional yaitu kunyit dicampur cacing tanah
yang diseduh dengan air panas.
d. Memelihara/memodifikasi lingkungan
Ny. M mengatakan rumah dibersihkan setiap hari, untuk perawatan
jendela dan lainnya 2 minggu sekali dan saat pengkajian jendela
dalam keadaan tertutup, tidak ada jendela di kamar anaknya.
Ruangan hanya mengunakan penerangan listrik yang redup
e. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada
Keluarga sudah menggunakan fasilitas kesehatan yang ada yaitu
dokter atau pelayanan kesehatan lain seperti Puskesmas.
f. Pola kesehatan dalam keluarga
Nama Jenis Pola BAB BAK Pola tidur
makanan makan,minum
Tn. S Nasi : Nasi Pagi : 1x sehari 4-6 kali Pagi : tidak
putih 1xsehari dan dalam pernah
Lauk : Siang : Siang :
kadang sehari
Ayam, 1xsehari tidak
tidak
Malam :
tempe, pernah
menentu
1xsehari Malam :
tahu , ikan,
Minum : Air
Jam 23.00
dll
putih, kopi,
Sayur :
teh.
bayam,
soup, dll
Ny. M Nasi : Nasi Pagi : 2 x sehari 4-5 kali Pagi : tidak
putih 1xsehari dalam pernah
Lauk : Siang : Siang :
sehari
Ayam, tahu, 1xsehari tidak
Malam :
tempe, telur, pernah
1xsehari Malam :
ikan, dll
Minum: Air
Sayur : Jam 21.00
teh
bayam,
soup, dll
An. F Nasi : Nasi Pagi : 1 x sehari 5-6 kali Pagi : tidak
putih 1xsehari dan dalam pernah
Lauk : Siang : Siang : Jam
kadang sehari
Ayam, tahu, 1xsehari 14.00
tidak
Malam :
tempe, telur, (jarang)
menentu
1xsehari Malam :
ikan, dll
Sayur : 20.00
bayam,
soup

4. Fungsi reproduksi
Ny. M memiliki 1 orang anak dan Ny. M mengatak sudah tidak haid
selama 2 tahun dan pernah melakukan program KB selama 3 tahun
yaitu KB suntik tiap 3 bulan.
5. Fungsi ekonomi
Ny. M mengatakan penghasilan suami hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari dan belum termasuk biaya kesehatan
sehingga jika ada anggota keluarga yang sakit selalu dibawa ke
Puskesmas.
VI. Stres dan koping keluarga
1. Stressor jangka pendek dan panjang
a. Stresor jangka pendek : Tn. M mengatakan sakitnya sering
kambuh.
b. Stresor jangka panjang : Tn. M mengatakan kambuh nya penyakit
jika merasa kelelahan dan pusing
memikirkan anak untuk menyelesaikan
sekolah sampai dengan perguruan tinggi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Keluarga memberikan dorongan dan semangat pada anggota keluarga
yang memiliki masalah serta membantu menyelesaikan masalah yang
ada dikeluarga dengan cara bermusyawarah
3. Strategi koping yang digunakan
Menurut keluarga (Tn. M), jika ada masalah atau banyak pikirin yang
mengganggu, keluarga biasa bermusyawarah, sholat dan berdo’a
untuk memohon penyelesaian masalah kepada Allah SWT.
VII. Pemeriksaan Fisik
Jenis Nama Anggota Keluarga
No
Pemeriksaan Tn. S Ny. M An. F
1. Kesadaran Compos Compos Compos
mentis mentis mentis
2. Ttv
TD (mmHg) 130/80 100/70 100/70
Nadi
(x/mnt) 84 76 80
Suhu (ºc) 36,0 36,2 36,0
RR (x/ment) 20 20 20
3. BB 60 kg 45kg 50 kg
TB 160cm 155cm 150 cm
4. Kepala Simetris, tidak Simetris, Simetris,
ada kelainan tidak ada tidak ada
kelainan kelainan
5. Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
tidak anemis, tidak anemis, anemis,
sklera tidak sklera tidak sklera tidak
ikterik, reaksi ikterik, reaksi ikterik, reaksi
pupil (+) pupil (+) pupil (+)
6. Hidung Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan
7. Mulut Reflek Reflek Reflek
menelan baik, menelan menelan baik,
tidak ada baik, tidak tidak ada
kelainan ada kelainan kelainan
8. Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran
KGB KGB KGB
9. Dada Bentuk Bentuk Bentuk
simetris simetris simetris
terdengar terdengar terdengar
bunyi sonor bunyi sonor bunyi sonor
pada dada. pada dada. pada dada.
10. Paru-paru Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Bentuk thorax Bentuk Bentuk
normal chest, thorax thorax normal
susunan ruas normal chest, chest,
tulang susunan ruas susunan ruas
belakang tulang tulang
normal, bentuk belakang belakang
dada simetris, normal, normal,
tidak ada bentuk dada bentuk dada
retraksi dada simetris, simetris,
Perkusi : tidak ada tidak ada
Sonor retraksi dada retraksi dada
Auskultasi : Perkusi : Perkusi :
Vesikuler Sonor Sonor
Auskultasi : Auskultasi :
Vesikuler Vesikuler
11. Jantung Palpasi pada Palpasi pada Palpasi pada
dinding dinding dinding
thorax : thorax : thorax :
tidak teraba tidak teraba tidak teraba
benjolan, tidak benjolan, benjolan,
ada nyeri tekan tidak ada tidak ada
Inspeksi : nyeri tekan nyeri tekan
Bentuk dada Inspeksi : Inspeksi :
simetris Bentuk dada Bentuk dada
simetris simetris
P : batas atas : P : batas P : batas
ICS II atas : ICS II atas : ICS II
Batas bawah Batas bawah Batas bawah
ICS V ICS V ICS V
Batas kiri ICS Batas kiri Batas kiri
V ICS V ICS V
(midklavikula (midklavikul (midklavikula
sinistra) a sinistra) sinistra)
Batas kanan Batas kanan Batas kanan
ICS IV ICS IV ICS IV
(midsternalis (midsternalis (midsternalis
dekstra) dekstra) dekstra)
A : Tidak ada A : Tidak ada A : Tidak ada
bunyi jantung bunyi jantung bunyi jantung
tambahan, BJ tambahan, BJ tambahan, BJ
1 terdengar : 1 terdengar : 1 terdengar :
reguler reguler reguler
BJ II terdengar BJ II BJ II
: reguler terdengar : terdengar :
reguler reguler
12. Abdomen Simetris, tidak Simetris, Simetris,
ada lesi, warna tidak ada tidak ada
sama dengan kelainan, kelainan,
anggota tubuh warna sama warna sama
lainnya, Tidak dengan dengan
ada nyeri anggota anggota
tekan, tidak tubuh lainnya tubuh lainnya
ada benjolan, ,Tidak ada ,Tidak ada
Bising usus nyeri tekan, nyeri tekan,
(+),nyeri ulu tidak ada tidak ada
hati jika benjolan, benjolan,
gastritisnya Bising usus Bising usus
kambuh (+). (+).
13. Kulit Turgor kulit Turgor kulit Turgor kulit
baik baik baik
14. Ekstremitas Keadaan kuku Keadaan Keadaan
bersih, tidak kuku bersih, kuku bersih,
ada edema, tidak ada tidak ada
berfungsi edema, edema,
dengan baik, berfungsi berfungsi
Reflek patella dengan baik, dengan baik,
(+) Reflek patella Reflek patella
Tonus otot : (+) (+)
5 5 Tonus otot : Tonus otot :
5 5 5 5
5 5
5 5 5 5

VIII. Harapan keluarga


Keluarga Tn.S mengharapkan petugas kesehatan agar dapat
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal
seperti penyuluhan. Selain itu keluarga Tn. S berharap agar menjadi lebih
baik dalam hal kesehatan dan pendidikan untuk anaknya.

IX. Analisa Data


NO. TGL/JAM DATA (DS/DO) DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. 04 April DS : Tn. S mengatakan tidak napsu Domain 12 : Kenyamanan


Kelas 1 : Kenyamanan
2019 makan
Tn. S mengatakan kadang fisik
/15.00 WIB lupa makan saat bekerja. Dx :Nyeri akut (00132)
Tn. S mengatakan
mempunyai riwayat sakit
maag (gastritis)
P : Tn. S mengatakan penyebab
nyeri karena maagnya kambuh
Q : Tn.. S mengatakan rasanya
seperti tertusuk dan perih
R : Tn. S mengatakan nyerinya
dibagian ulu hati dan abdomen
sebelah kiri atas
S : 4-6 (sedang)
T : Tn. S mengatakan nyerinya
hilang timbul
DO : GDS: 120
Klien tampak lemas
2. 9 April DS: Ny. M mengatakan jika Tn. S Domain 1 : Promosi
2019 sakit kadang diberikan kunyit Kesehatan
Kelas 2 : Manajemen
campur cacing tanah
/16.00 WIB Ny. M mengatakan tidak Kesehatan
mengetahui cara lain untuk Dx : Ketidakefektifan
mengatasi penyakit Tn. M manajemen Kesehatan
DO:Ny. M tampak bingung
(00078)
menyebutkan cara
penanganan penyakit Tn. S

X. Penapisan Masalah

No. Dx.
Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran
Kep.
1. a. Sifat masalah 3/3x1 1 3/3 Bila nyeri ulu hati Tn. S tidak
Ancaman
ditangani akan menimbulkan
kesejahteraan
gastritis akut.
/resiko : 3
b. Kemungkina 1/2x2 2 1 Masalah dapat diubah dengan
n masalah terapi relaksasi otot progresif.
Sebagian : 1
c. Potensial 2/3x1 1 2/3 Masalah dapat dicegah
masalah dengan memberikan motivasi
Cukup : 2
untuk Tn. S agar nafsu
makannya meningkat.
d. Menonjolnya 1/2x1 1 1/2 Menonjolnya masalah tidak
masalah perlu segera ditangani karena
Ada masalah
bisa karena penyakit yang
tidak perlu
dirasa Tn. S Masih hilang
segera timbul
ditangani : 2

2. a. Sifat masalah 1/3x1 1 1/3 Tidak nafsu makan dan yeri


Keadaan
ulu hati yang dirasa Tn. S
Sejahtera/pot
tidak segera ditangani karena
ensial : 1
kurangnya pengetahuan
terkait gejala yang dirasa.
b. Kemungkina 2/2x2 2 2 Masalah ditangani dengan
n masalah cara memberikan pendidikan
Mudah : 2
kesehatan kepada keluarga
Tn. S.
c. Potensial 3/3x1 1 1 Masalah dapat dicegah
masalah dengan cara memberikan
untuk nasihat kepada Tn. S untuk
dicegah selalu menjaga kesehatannya.
Tinggi : 3
d. Menonjolnya 0/2x1 1 0 Meskipun masalah tidak
masalah dirasakan namun harus
Masalah
diketahui tentang penyakit
tidak
yang sering dirasakan.
dirasakan : 0
XI. Intervensi Keperawatan Keluarga
DIAGNOSA NIC
NO NOC Paraf
KEPERAWATAN

1. Domain 12 : Domain V : kondisi 1. Kemampuan


Kenyamanan kesehatan yang keluarga mengenal
Kelas 1 : Kenyamanan
dirasakan masalah kesehatan
fisik Kelas V : Status gejala
Domain 3 : Perilaku
2101 Nyeri : efek yang
00132 Nyeri akut
Kelas S : pendidikan
mengganggu
kesehatan
Setelah dilakukan
 Berikan pendidikan
tindakan keperawatan
kesehatan tentang
selama 30 menit
relaksasi otot
diharapkan Tn. S
progresif pada Tn. S
mampu untuk 2. Kemampuan
mengurangi nyeri keluarga dalam
dengan kriteria hasil: mengambil
keputusan
- Mengerti tanda dan
gejala penyakit Domain 5 : keluarga
Kelas C :perawatan
gastritis (2-5)
- Berpartisipasi sepanjang hidup
dalam mengambil  Motivasi dan
keputusan dukung keluarga
kesehatan (2-5) agar penyakit
- Ketidaknyamanan
gastritisnya tidak
(2-5)
kambuh dan
- Gangguan dalam
menambah napsu
rutinitas (2-5)
- Gangguan pada makannya.
3. Kemampuan
aktivitas hidup
keluarga merawat
sehari-hari (2-5)
anggota keluarga.
Domain I Fisiologis :
Dasar
Kelas E Peningkatan
Kenyamanan Fisik
Manajemen nyeri
 Lakukan
pengkajian nyeri
secara
komprehensif
 Ajarkan teknik
relaksasi otot
progresif
4. Kemampuan
keluarga memelihara
lingkungan rumah
Domain 6 : sistem
kesehatan
Kelas Y : mediasi
sistem kesehatan
Manajemen lingkungan
 Mendorong keluarga
untuk menciptakan
lingkungan yang
bersih dan aman.
5. Kemampuan
keluarga
menggunakan
fasilitas/ pelayanan
kesehatan
Domain 5 : keluarga
Kelas C : perawatan
sepanjang hidup
dukungan keluarga
 Motivasi keluarga
untuk mengontrol
kesehatan secara
rutin kepelayanan
kesehatan
Domain 1 : Promosi Domain IV 1. Kemampua
Pengetahuan tentang
Kesehatan n keluarga mengenal
kesehatan & perilaku
Kelas 2 : Manajemen
masalah kesehatan
Kelas S Pengetahuan
Kesehatan
Domain 3 : Perilaku
Kesehatan
00078 Ketidakefektifan
Kelas S : pendidikan
1805 Pengetahuan :
Manajemen Kesehatan
kesehatan
Perilaku kesehatan
Setelah dilakukan  Berikan pendidikan
tindakan keperawatan kesehatan tentang
selama 30 menit gastritis pada Tn. S
S 2. Kemampua
diharapkan Tn.
n keluarga dalam
mampu untuk
mengambil
mengontrol
keputusan
kesehatannya dengan
Domain 5 : keluarga
kriteria hasil :
- layanan peningkatan Kelas C:perawatan
kesehatan (2-5) sepanjang hidup
- layanan
 Motivasi dan
perlindungan
kesehatan (2-5) dukung keluarga
agar penyakit
gastritisnya tidak
kambuh dan
menambah napsu
makannya.
3. Kemampua
n keluarga merawat
anggota keluarga.
Domain 5 : keluarga
Kelas X : perawatan
sepanjang hidup
Terapi keluarga
 Berbagi rencana
terapi keluarga
tentang
pemberian kunyit
dan madu untuk
gastritis
4. Kemampuan
keluarga memelihara
lingkungan rumah
Domain 6 : sistem
kesehatan
Kelas Y : mediasi
sistem kesehatan
Manajemen lingkungan
 Mendorong
keluarga untuk
menciptakan
lingkungan yang
bersih dan aman.
5. Kemampuan
keluarga
menggunakan
fasilitas/ pelayanan
kesehatan
Domain 5 : keluarga
Kelas C : perawatan
sepanjang hidup
dukungan keluarga
 Motivasi
keluarga untuk
mengontrol
kesehatan secara
rutin
kepelayanan
kesehatan.
I. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

No. Tanggal Implementasi Evaluasi Paraf


Dx
1. Selasa, 1. Memotivasi dan dukung S: Ny. S mengatakan
08/05/2018 keluarga agar penyakit terimakasih sudah
gastritisnya tidak memberikan
kambuh dan menambah informasi dan
napsu makannya. dukungan dalam
Hasil : Ny. S kesehatan
mengatakan akan lebih keluarganya.
meningkatkan O:
makannya agar tidak - Ny. S tampak
terjadi gastritis. antusias
mendengarkan
apa yang
disarankan oleh
perawat
- Ny. S tampak
kooperatif
A : Masalah
kemampuan keluarga
dalam mengambil
keputusan teratasi
P : hentikan
intervensi
2. Rabu, 1. Mendorong keluarga S: Ny. S mengatakan
09/05/2018 untuk menciptakan akan membereskan
lingkungan yang bersih rumahnya jika ada
dan aman. waktu luang.
Hasil : lingkungan O :
keluarga Tn. R terlihat - lingkungan
sedikit tidak tertata. Ny. keluarga Tn. R
S mengatakan akan terlihat sedikit
membereskan rumahnya tidak tertata.
- Ny. S tampak
jika ada waktu luang.
kooperatif
A: Masalah
kemampuan keluarga
memelihara
lingkungan rumah
teratasi.
P : hentikan
intervensi
3. Kamis, 1. Berikan pendidikan : Ny. S mengatakan
10/05/2018 kesehatan tentang sudah mengerti
gastritis pada Ny. S tentang gastritis
Hasil : Ny. S
O:
mengatakan sudah
- Ny. S tampak
mengerti tentang
antusias saat
gastritis
diberikan
pendidikan
kesehatan
- Ny. S tampak
kooperatif
A: Masalah
Kemampuan
keluarga mengenal
masalah kesehatan
teratasi.
P : hentikan
intervensi
4. Rabu, 1. Motivasi dan dukung S :Ny. S mengatakan
23/05/2018 keluarga agar penyakit akan lebih
gastritisnya tidak meningkatkan
kambuh dan menambah makannya agar tidak
napsu makannya. terjadi gastritis.
Hasil : Ny. S
O:
mengatakan akan lebih
- Ny. S tampak
meningkatkan
antusias
makannya agar tidak
mendengarkan
terjadi gastritis.
apa yang
disarankan oleh
perawat
- Ny. S tampak
kooperatif
A : Masalah
kemampuan keluarga
dalam mengambil
keputusan teratasi
P : hentikan
intervensi
5. Rabu, 1. Berbagi rencana terapi S: Ny. S mengatakan
23/05/2018 keluarga tentang sudah mengetahui
tekhnik relaksasi otot cara mengatasi nyeri
progresif untuk untuk maag dan
mengatasi nyeri mengatakan ingin
Hasil : Ny. S
mencobanya.
mengatakan sudah
O:
mengetahui cara
- Ny. S tampak
mengatasi nyeri untuk
antusias
maag dan mengatakan
mendengarkan
ingin mencobanya.
apa yang
disarankan oleh
perawat
- Ny. S tampak
kooperatif
A: Masalah
Kemampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
teratasi
P : hentikan
intervensi