Está en la página 1de 25

MAKALAH ANALISIS PEMASARAN INTERNASIONAL

DI NEGARA JEPANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Pemasaran Internasional

Disusun Oleh:

Andre Rivaldy (05)

Kelas 2A

PROGRAM STUDI D4 MANAJEMEN PEMASARAN

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

MALANG

2019

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya
tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu
Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas Ujian Tengah Semester dari mata
kuliah Pemasaran Internasional dengan judul “Analisis Pemasaran Internasional di
Negara Jepang”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Malang, 06 April 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR ...............................................................................i

DAFTAR ISI ............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1

BAB II GAMBARAN UMUM NEGARA JEPANG

2.1 Sejarah Awal Berdiri Negara Jepang ............................................ 3


2.2 Tentang Negara Jepang ................................................................. 6
2.3 Batas Wilayah ............................................................................... 6

BAB III HAMBATAN PERDAGANGAN DI NEGARA JEPANG

3.1 Hambatan Tarif ............................................................................. 7


3.2 Hambatan non Tarif ...................................................................... 7

BAB IV LINGKUNGAN POLITIK DAN HUKUM NEGARA JEPANG

4.1 Sistem Hukum di Negara Jepang .................................................. 9


4.2 Sistem Politik di Negara Jepang .................................................. 11

BAB V BUDAYA NEGARA JEPANG

5.1 Bahasa..................................................................................... 12
5.2 Agama..................................................................................... 12
5.3 Sistem Mata Pencaharian ....................................................... 13

BAB VI PERILAKU KONSUMEN NEGARA JEPANG


6.1 Health (segi kesehatan) ............................................................... 14

ii
6.2 Youthfulness (segi keawet mudaan) ........................................... 14
6.3 Freedom ( kebebasan ) ................................................................ 15
6.4 Efficien dan practice ( daya guna dan praktis ) ........................... 15
6.5 Activity ( aktivitas)...................................................................... 16

BAB VII ANALISIS SWOT

7.1 Pengertian SWOT ....................................................................... 17


7.2 Kekuatan Negara Jepang (Stenghths) ......................................... 17
7.3 Kelemahan Negara Jepang ( Weakness) ..................................... 18
7.4 Peluang Negara Jepang (Opportunities) ...................................... 18
7.5 Ancaman Negara Jepang (Threats) ............................................. 19
BAB VIII PENUTUP
8.1 Kesimpulan.................................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 21

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat
Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik
Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Dalam hubungan ekonomi, Jepang adalah suatu
negara perdagangan utama dan salah satu investor internasional terbesar di dunia.

Penulis memilih negara Jepang, Karena Jepang merupakan mitra dagang utama
Indonesia yang berada di urutan pertama sebagai negara tujuan ekspor dan sebagai
sumber impor dengan total nilai perdagangan sampai dengan bulan Desember 2007
sebesar US$30 milyar meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2006 senilai
US$ 27 milyar. Pada periode 2007, Indonesia mendapatkan surplus US$17 milyar.
Sementara itu untuk tahun 2008 periode Januari-September, nilai perdagangan
Indonesia-Jepang senilai US$ 32,8 milyar, dengan ekspor Indonesia senilai US$ 21,8
milyar, impor Indonesia senilai US$ 11 milyar dan Indonesia mendapatkan surplus
sebesar US$ 10,87 milyar.

Terdapatnya pengakuan dari pihak Jepang bahwa investasi Jepang di kawasan


Asia Tenggara, utamanya Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Indonesia dipandang menjadi pendorong utama bagi peningkatan investasi di kawasan
Asia Tenggara. Berdasarkan survey peringkat tujuan investasi yang diadakan JBIC,
Indonesia menempati peringkat ke 8 (delapan) pada tahun 2007 naik satu peringkat ke
peringkat ke 7 (tujuh) pada tahun 2006.

Menarik untuk diperhatikan bahwa investasi dilakukan oleh perusahaan Jepang


berada pada sektor usaha kecil dan menengah. Di samping itu, investasi yang masuk
belakangan ini bukan merupakan investasi baru, melainkan ekspansi perusahaan-
perusahaan Jepang yang sudah beroperasi sebelumnya. Beberapa kendala yang
menjadi perhatian kalangan dunia usaha Jepang dalam melakukan investasi di
Indonesia adalah iklim investasi yang belum kondusif, masalah keamanan, perburuhan,

1
kepastian hukum dan perkembangan pelaksanaan otonomi daerah. Selain besarnya
pasar Indonesia, Indonesia juga mempunyai daya tarik lain untuk tujuan investasi
Jepang, antara lain: ketersediaan tenaga kerja yang banyak, rajin dan cepat dalam
penguasaan teknologi; serta Indonesia dianggap negara yang paling ramah terhadap
Jepang dibanding dengan negara lain di Asia.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1 Sejarah Berdirinya Negara Jepang

Sejarah berdirinya negara Jepang meliputi kepulauan Jepang itu sendiri dan
orang-orang yang ada di dalamnya, dan mencakup sejarah kuno tentang area itu dan
sejarah modern tentang Jepang sebagai sebuah negara. Ekosistem kaya dari archipelago
Jepang bermula dengan jaman es terakhir sekitar tahun 12.000 sebelum masehi, dimana
ekosistem tersebut mulai menunjukkan adanya perkembangan manusia. Negara ini
mulai dikenal dengan adanya referensi tertulis tentang Jepang dalam Twenty-Four
Histories yang ada pada abad pertama. Kultur-kultur dan pengaruh agama di Jepang
datang dari Tiongkok. Ibu kota permanen pertama dibangun pada tahun 710 yang
kemudian menjadi pusat pengembangan seni-seni yang berbau agama Buddha.

Dalam sejarahnya Negara Jepang pada jaman Paleolitikum mencakup periode


yang cukup panjang bahkan hingga mulai tahun 50.000 sebelum masehi dan berakhir
sekitar tahun 12.000 sebelum masehi, tepat dengan bagian terakhir jaman es. Artefak-
artefak kuno yang ditemukan dari sebelum tahun 38.000 masehi, oleh para arkeolog
tidak dianggap, dan menyebabkan mereka semua berpendapat sama bahwa masa
Paleolitikum di Jepang dimulai 40.000 tahun lalu, seiring dengan penemuan alat dari
batu pertama kali diimplementasikan. Tengkorak manusia yang pertama kali
ditemukan ada di Hamamatsu, Shizuoka, yang jika menggunakan penanggalan
radiocarbon berasal dari sekitar 14.000 hingga 18.000 tahun lalu. Sayangnya, sejak
sebuah hoax yang dibuat oleh Shinichi Fujimura diketahui orang-orang, bukti-bukti
Paleolitikum Bawah dan Paleolitikum Menengah ditolak keabsahannya setelah
investigasi yang mendalam. Karena hal ini juga hanya beberapa bukti Paleolitikum
Atas yang tak berhubungan dengan Fujimura yang bisa dipertanggungjawabkan.

Perkembangan Negeri Sakura Jepang berlanjut dengan periode Joomon yang


dimulai kira-kira pada tahun 14.000 hingga 300 sebelum masehi. Tanda-tanda
peradaban pertama dan pola hidup yang stabil mulai muncul pada tahun itu juga,

3
dengan peradaban Joomon yang bisa dikenali dengan gaya hidup masa Mesolitikum
hingga Neolitikum. Pada masa itu, teknik tenun belum ditemukan, sehingga orang-
orang Joomon masih menggunakan baju yang terbuat dari bulu. Mereka juga mulai
membuat bejana-bejana dari tanah liat yang memiliki pola-pola dekorasi khas. Pola-
pola dekorasi tersebut mereka buat dengan memberi kesan pada tanah liat basah dengan
kawat dan kayu yang diikat maupun tidak. Berdasarkan penanggalan karbon, beberapa
bukti tembikar ini masih bisa ditemukan di Jepang bersama dengan pisau, batu giok,
sisir yang terbuat dari tempurung, hingga barang-barang rumah tangga lainnya yang
berasal dari abad ke-11 sebelum masehi.

Periode Joomon usai, dan sejarah berdiri negara Jepang berlanjut pada periode
Yayoi yang terjadi sekitar tahun 400 atau 300 sebelum masehi hingga tahun 250
masehi. Periode ini dinamakan Yayoi, dimana bukti-bukti arkeologis pertama kali
ditemukan. Permulaan periode Yayoi menandai datangnya kebiasaan-kebiasaan baru
seperti menenun, pertanian, juga pembuatan besi dan perunggu. Penggunaan besi dan
perunggu ini dimulai bersamaan pada Jepang di masa Yayoi, dimana besi digunakan
untuk alat-alat agrikultur sementara perunggu untuk upacara-upacara dan ritual.
Periode Yayoi sendiri juga membawa perdukunan dan ramalan oleh peramal-peramal
Shinto untuk memastikan adanya bibit yang bagus.

Jepang Kuno dimulai dengan periode Kofun sejak tahun 250 yang dinamai
menggunakan nama sebuah bukit pemakaman besar yang bernama kofun ( kuburan
kuno) yang mulai muncul pada era tersebut. Periode Kofun ini juga mulai
mempraktekkan pembudidayaan tentara militer yang kuat dimana masing-masing
terfokus pada klan-klan yang kuat. Pada abad ke-3 hingga abad ke-7, sebuah
pemerintahan yang bernama Yamato dibangun dan berpusat pada propinsi Yamato dan
Kawachi. Berdirinya pemerintahan Yamato ini juga menandakan dimulainya garis
keturunan kaisar Jepang.

Pada periode Asuka yang berlangsung di tahun 538 hingga tahun 710,
pemerintahan purwa-Jepang Yamato perlahan mulai menjadi sebuah daerah

4
tersentralisasi dan menciptakan hukum-hukum seperti Kode Taihou. Setelah
Buddhisme diperkenalkan oleh raja Seong pada tahun 538 di Jepang, agama tersebut
mulai dipromosikan secara besar-besaran untuk kepentingan mereka sendiri. Tadinya,
Buddhisme bukan sebuah agama populer di Jepang. Masuknya Buddhisme ini juga
menghentikan tradisi penguburan mereka yang telah wafat di kofun-kofun besar.

Masa yang mungkin paling dikenal oleh masyarakat luar Jepang mungkin
adalah periode Sengoku setelah sebelumnya melewati periode-periode Nara (710
hingga 759), Heian (794 hingga 1185), Kamakura (1185 hingga 1333), Restorasi
Kemmu (1333), dan periode Muromachi (1336 hingga 1573). Periode Sengoku yang
juga dikenal sebagai periode perang kerajaan merupakan masa yang penuh dengan
perang internal antara kerajaan-kerajaan di Jepang yang memiliki idealisme berbeda-
beda. Era ini juga bertepatan dengan kontak pertama Jepang dengan dunia barat,
dimulai dengan tibanya saudagar dari Portugis. Kapal saudagar Portugis pertama yang
tiba di Jepang mendarat di pulau Tanegashima dan memperkenalkan tentang senjata
api kepada masyarakat Jepang. Pengenalan senjata api ini mengubah seluruh sistem
perang di Jepang, dimana pada saat terjadi Perang Nagashino, 3.000 arquebus
memotong jumlah Samurai. Salah satu periode lain yang sering disebut-sebut diluar
Jepang juga adalah periode Meiji dan restorasi Meiji pada tahun 1860-an dimana pada
masa ini, biasanya di cerita-cerita komik maupun animasi, merupakan masa dimana
samurai berjaya. Periode Meiji dan restorasi Meiji sendiri merupakan tonggak pertama
dalam pembangunan Jepang modern.

Sejarah berdiri negara Jepang mencatat adanya perang antara Jepang dengan
Tiongkok pada tahun 1894 hingga 1894 yang dikenal dengan Perang Sino-Jepang, dan
Perang Russo-Jepang yang terjadi pada tahun 1904 hingga 1905 melawan Rusia.
Perang-perang ini juga menunjukkan taring Jepang sebagai kekuatan kekaisaran
modern dari timur. Pada masa sekarang, Jepang terus berkembang dan bahkan
memimpin dalam bidang teknologi terutama robotik.

5
2.2 Tentang Negara Jepang

Negara Jepang adalah salah satu negara maju di kawasan Asia. Hal-hal yang
perlu diketahui tentang negara Jepang adalah:
1. Luas wilayah : 377.643 km persegi
2. Ibu kota : Tokyo
3. Bentuk pemerintahan : Kekaisaran
4. Kepala negara : Kaisar
5. Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
6. Lagu kebangsaan : Kimigayo Murayama
7. Jumlah Penduduk (2012) : 126.000.000 jiwa
8. Bahasa : Jepang
9. Agama mayoritas penduduk : Shinto
10. Mata uang : Yen
11. Bandar udara internasional : Narita dan Haneda
12. Perusahaan penerbangan : Japan Airlines (JAL)

2.3 Batas Wilayah

Batas-batas geografis negara Jepang adalah sebagai berikut :


1. Utara : Laut Okhotsk dan Pulau Shakalin
2. Timur : Samudera Pasifik
3. Selatan : Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan
4. Barat : Selat Korea dan Laut Jepang

6
BAB III
HAMBATAN-HAMBATAN PERDAGANGAN DI NEGARA JEPANG

Jepang merupakan satu diantara Negara maju dengan nilai impor dunia selama
5 tahun terakhir ini rata-rata US$331,944.12 juta/tahun, namun untuk memasuki pasar
Jepang relative tidak sama karakteristiknya dibandingkan ekspor ke nagara maju atau
negara berkembang lainnya. Jepang dengan karakteristik pasarnya yang khas, sering
dirasakan sebagai hambatan bagi pengusaha eksportir Indonesia dalam memasuki pasar
Jepang.
Hambatan dimaksud terutama banyak dihadapi oleh produsen eksportir
Indonesia dari kelompok Usaha Kecil dan Menengah. Beberapa hambatan dalam
memasuki pasar Jepang adalah sebagai berikut:

3.1 Hambatan Tarif


Tarif impor Jepang untuk sebagian komoditi impor memang relatif rendah,
yaitu rata-rata 3,6%. Penentuan tarif di Jepang didasarkan pada Custom Tariff Schedule
dengan HS 9 digit, namun untuk barang-barang selain bahan baku, Jepang menganut
sistem tarif eskalasi.

3.2 Hambatan Non-Tarif


Sebagai salah satu sarana untuk mengawasi mutu barang, pemerintah Jepang
memberlakukan serangkaian paraturan yang mengacu pada kepentingan nasional.
Untuk itu barang yang diekspor ke Jepang harus mengikuti serangkaian peraturan,
antara lain:
 The Plant Protection Law yang mengatur sistem karantina buah-buahan, sayur-
sayuran, dan tanaman yang dilarang di Jepang.
 ‘The Consumer Product Safety Law yang mengatur prosedur untuk mengimpor
dan menjual barang konsumsi di Jepang.
 Measurement Law yang mengatur sistem pengemasan produk dengan label
keterangan isi, nama dan alamat importir.

7
 Quarantine Law yang mengatur sistem karantina barang impor.
 Law for Promotion of Sorted and Recycling Containers and Packagingyang
mengatur sistem kemasan daur ulang.
 Industrial Standardization Law yang mengatur sistem standar kualitas produk
industri.

8
BAB IV
LINGKUNGAN POLITIK dan HUKUM NEGARA

4.1 Sistem Hukum di Negara Jepang


Sistem politik Jepang adalah menganut negara monarki konstitusional yang
sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang.Sebagai kepala negara seremonial,
kedudukan Kaisar Jepang diatur dalam konstitusi sebagai “simbol negara dan
pemersatu rakyat”. Kekuasaan pemerintah berada di tangan Perdana Menteri Jepang
dan anggota terpilih Parlemen Jepang, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di
tangan rakyat Jepang. Kaisar Jepang bertindak sebagai kepala Negara dalam urusan
diplomatik.
Parlemen Jepang adalah parlemen dua kamar yang dibentuk mengikuti sistem
Inggris. Parlemen Jepang terdiri dari Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Majelis
Rendah Jepang terdiri dari 480 anggota dewan. Anggota majelis rendah dipilih secara
langsung oleh rakyat setiap 4 tahun sekali atau setelah majelis rendah dibubarkan.
Majelis Tinggi Jepang terdiri dari 242 anggota dewan yang memiliki masa
jabatan 6 tahun, dan dipilih langsung oleh rakyat. Warganegara Jepang berusia 20 tahun
ke atas memiliki hak untuk memilih.
Kabinet Jepang beranggotakan Perdana Menteri dan para menteri. Perdana
Menteri adalah salah seorang anggota parlemen dari partai mayoritas di Majelis
Rendah. Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa di Jepang sejak 1955, kecuali pada
tahun 1993. Pada tahun itu terbentuk pemerintahan koalisi yang hanya berumur singkat
dengan partai oposisi. Partai oposisi terbesar di Jepang adalah Partai Demokratik
Jepang.
Perdana Menteri Jepang adalah kepala pemerintahan. Perdana Menteri diangkat
melalui pemilihan di antara anggota Parlemen. Bila Majelis Rendah dan Majelis Tinggi
masing-masing memiliki calon perdana menteri, maka calon dari Majelis Rendah yang
diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berasal dari partai mayoritas di
parlemen. Menteri-menteri kabinet diangkat oleh Perdana Menteri.

9
Kaisar Jepang mengangkat Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlemen
Jepang, dan memberi persetujuan atas pengangkatan menteri-menteri kabinet. Perdana
Menteri memerlukan dukungan dan kepercayaan dari anggota Majelis Rendah untuk
bertahan sebagai Perdana Menteri.
Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada
abad ke-7 SM. Jepang merupakan sebuah negara yang paling disegani di wilayah Asia
karena memiliki tekhnologi yang jauh lebih maju dibandng dengan negara-negara di
sekitarnya. Di Jepang terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (setingkat
provinsi) dan memiliki lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Para
kepala pemerintah daerah tersebut dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.
Bentuk negara Jepang sendiri adalah sebuah negara yang monarki
konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang. Mengenai sistem
pemerintahan, Jepang menjalankan sistem pemerintahan parlementer, sama seperti
yang dijalankan di Negara Inggris dan Kanada. Sejak tahun 1947 di Jepang mulai
berlaku sebuah konstitusi atau Udang-Undang Dasar yang didasarkan pada tiga prinsip,
yaitu : kedaulatan rakyat, hormat terhadap hak – hak asasi manusia, dan penolakan
perang. Di dalam konstitusi ini juga menetapkan tentang tiga kemandirian badan
pemerintah yang terdiri dari :
1. Badan legislatif, biasa disebut Diet atau Parlemen
2. Badan Eksekutif, terdiri dari anggota kabinet
3. Badan Yudikatif, berfungsi sebagai pengadilan umum
Di Jepang, jabatan kepala negara ada di tangan Kaisar. Walaupun demikian,
fungsi Kaisar sebagai kepala negara hanyalah sebagai seremonial belaka. Karena
kedudukan Kaisar sendiri diatur dalam Undang-Undang Dasar sebagai simbol dan
pemersatu rakyat. Sehingga Kaisar Jepang hanya bertindak sebagai kepala negara yang
mengurusi segala urusan yang berhubungan dengan diplomatik. Sedangkan untuk
jabatan kepala pemerintahan ada di tangan perdana menteri.

Diet sebagai badan tertinggi dari kekuasaan negara juga berfungsi sebagai
pembuat undang-undang. Anggota Diet terdiri dari Majelis Rendah dengan 480

10
anggota dan Majelis Tinggi dengan 242 anggota. Para anggota Diet akan memilih
Perdana Menteri dari kalangan mereka sendiri. Kemudian Perdana Menteri terpilih
akan membentuk kabinet. Kabinet akan bertugas dibawah kepemimpinan Perdana
Menteri, tetapi kabinet dalam mejalankan tugasnya akan bertanggung-jawab kepada
Diet.

Kewenangan Yudikatif ada di tangan Mahkamah Agung serta pengadilan-


pengadilan yang lebih rendah. Di Jepang, pengadilan-pengadilan yang mengurusi
masalah hukum terdiri dari: Pengadilan Tinggi, Pengadilan Distrik, dan Pengadilan
Sumir (menangani kasus ringan, seperti pelanggaran lalu lintas). Mahkamah Agusng
sendiri terdiri dari Ketua Mahkamah Agung dan 14 hakim lainnya. Ketua Mahkamah
Agung dan semua anggotanya ditunjuk oleh cabinet.

4.2 Sistem Hukum di Negara Jepang

Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada
abad ke-7 SM. Jepang merupakan sebuah negara yang paling disegani di wilayah Asia
karena memiliki tekhnologi yang jauh lebih maju dibandng dengan negara-negara di
sekitarnya. Di Jepang terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (setingkat
provinsi) dan memiliki lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Para
kepala pemerintah daerah tersebut dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.
Bentuk negara Jepang sendiri adalah sebuah negara yang monarki
konstitusional yang sangat membatasi kekuasaan Kaisar Jepang. Mengenai sistem
pemerintahan, Jepang menjalankan sistem pemerintahan parlementer, sama seperti
yang dijalankan di Negara Inggris dan Kanada. Sejak tahun 1947 di Jepang mulai
berlaku sebuah konstitusi atau Udang-Undang Dasar yang didasarkan pada tiga prinsip,
yaitu : kedaulatan rakyat, hormat terhadap hak - hak asasi manusia, dan penolakan
perang.

11
BAB V
LINGKUNGAN BUDAYA

5.1 Bahasa

Bahasa Jepang adalah rumpun bahasa Japonikyang sering digolongkan ahli


bahasa sebagai bahasa isolat. Bahasa Jepang masih berhubungan dengan bahasa
Okinawa (bahasa Ryukyu), dan keduanya sedang diusulkan ahli bahasa agar
dimasukkan ke dalam rumpunbahasa Altai. Sistem penulisan bahasa Jepang
merupakan campuran dari hiragana, katakana, kanji, dan huruf Latin. Bahasa utama di
Jepang adalah bahasa Jepang, dan tingkat melek huruf di kalangan orang dewasa di
Jepang mencapai 99%.

5.2 Agama

Persentase orang Jepang yang memeluk agama sulit diketahui dengan pasti,
diperkirakan antara 20% hingga 30% orang Jepang usia dewasa secara aktif
menjalankan praktik keagamaan tertentu.Menurut dataBadan Urusan Budaya Jepang,
sejumlah 213.826.700 orang (dua kali lipat jumlah penduduk Jepang) mengaku
menganut salah satu agama. Hal ini disebabkan orang Jepang banyak mengaku
berafiliasi dengan lebih dari satu organisasi keagamaan, terutama Shinto dan Buddha.
Selain itu, data Badan Urusan Budaya Jepang dihitung berdasarkan laporan sukarela
dari berbagai organisasi keagamaan.

Dari warga negara Jepang yang mengaku beragama, penganut Shinto 107 juta
penganut Buddhisme, 89 juta, penganut Kristen dan Katolik 3 juta, dan 1000 penganut
Islam .Di antara penganut "agama lain" terdapat penganut agama asal "luar negeri"
sepertiGereja Unifikasi, dan agama-agama asal dalam negeri seperti Tenrikyo, Seicho-
no-Ie, Sekai Kyusei Kyo, danPerfect Liberty.

12
5.3 Sistem Mata Pencaharian

Jepang termasuk negara industri terbesar didunia, dari barang keperluan sehari-
hari seperti sumpit, sampai industri berat seperti pembuatan kapal. Oleh karena itu,
banyakk orang jepang yang bekerja sebagai karyawan. Para karyawan perusahaan
menghabiskan banyak waktu di kantor dan sering kali harus menempuh jarak jauh dari
rumah ke tempat kerjanya. Mata Pencaharian masyarakat Jepang antara lain Pembuat
kapal, pedagang dalam negeri atau luar negeri, peneliti ilmiah, peneliti perkembangan
teknologi, militer,dokter,polisi,guru, pilot, professor,wartawan,perawat,dll. Meski
perindustrian sudah sangat maju, masyarakat Jepang tidak meninggalkan mata
pencaharian primer seperti peternakan, pertanian dan perikanan. Selain itu ada juga
banyak bisnis kecil seperti usaha milik keluarga, sanggar seni, restoran kecil, toko di
lingkungan perumahan.

13
BAB VI
PERILAKU KONSUMEN

Untuk lebih memahami tentang tema ini akan menjelaskan 5 aspek


tentang Negara Jepang sebagai tolak ukur bahwa budaya memanglah sangat
berpengaruh pada perilaku konsumen.

1.Health ( segi kesehatan)

2.Youthfulness (segi keawetmudaan)

3.Freedom ( kebebasan )

4.Efficien dan practice ( daya guna dan praktis )

5.Activity ( aktivitas)

Berikut ini akan dibahas 5 aspek perilaku konsumen di negara Jepang

6.1 Health (segi kesehatan)


Orang-orang di Jepang sangat memperhatikan kesehatan dan kebugaran
tubuhnya, bahkan untuk para wanita nya tubuh kurus langsing merupakan hal yang
mutlak dimilik oleh setiap wanita dan ini telah dianggap sebagai suatu nilai inti. Nilai
inti pada masyarakat Jepang terutama wanita ini tergambarkan melalui berbagai cara
misalnya saja olahraga seperti fitness dan jogging. Karena hal itulah maka adanya
peningkatan dalam penjualan alat-alat olahraga dan tablet pelangsing tubuh atau
bahkan tea yang bisa melangsingkan tubuh serta adanya peningkatan dalam penjualan
vitamin. Berdasarkan trend atau budaya ini, berkembang suatu pendapat bahwa
memang budaya lah yang menyebabkan pola perilaku masyarakat jepang berubah dan
meningkatkan daya beli produk-produk yang sifatnya melangsingkan atau
menyehatkan tubuh.
6.2 Youthfulness (segi keawet mudaan)
Keawetmudaan (youthfulness) sangat berbeda dengan pemuda (youth) yang
merupakan suatu tingkatan umur. Orang Jepang sangat terobsesi untuk terlihat muda
dan berperilaku seperti orang yang muda, meskipun berlawanan dengan usia mereka
sebenarnya. Bagi masyarakat jepang, selain melalui pikiran-pikiran keawetmudaaan

14
juga terpancarkan dari perilaku mereka., yang kadang-kadang diekspresikan melalui
kata-kata seperti berjiwa muda´, bersemangat muda´, dan berpenampilan muda´ atau
biasa disebut dengan up to date sehingga produsen kosmetik berbondong-bondong
menciptakan produk yang menggambarkan betapa banyak wanita yang berperang
melawan penuaan dini.
Perusahaan-perusahaan periklanan memanfaatkan ketakutan penuaan terutama
bagi kaum wanita ini untuk menciptakan suatu trend di masyarakat mengenai
pentingnya menjaga kemudaan dan menanamkan rasa takut akan penuaan. Tema-tema
iklan dibuat dengan mengumbar janji bahwa konsumen akan memperoleh keuntungan
bila terlihat awet muda dan tentu akan lebih menyenangkan jika tua´ itu datangnya
sangat lama
6.3 Freedom ( kebebasan )
Seperti kita ketahui bahwa banyak Negara-negara luar penganut budaya
kebebesan, dan salah satunya adalah Negara Jepang, dalam sejarah seperti kita ketahui
Jepang selalu berpendapat bahwa kebebasan berbicara, kebebasan pers, sebagai nilai
utama.Perkembangan dari kepercayaan akan kebebasan ini, Jepang percaya bahwa
mereka punya kebebasan untuk memilih. Hal ini dapat terlihat dari bebasnya gaya
berpakaian mereka, mulai dari pejalan kaki yang bisa menggunakan jas, sangat berbeda
dengan di Indonesia, jika ada pejalan kaki yang menggunakan jas pasti terlihat aneh,
hingga seragam sekolah di Jepang yang sangat unik menurut saya. Hal ini direfleksikan
dengan kompetisi dari merk dan variasi produk.Pada banyak pilihan produk baik
ukuran, warna, gaya, sehingga masyarakat Jepang terlihat lebih fashionable ketimbang
di Indonesia. Ini juga menjelaskan kenapa banyak perusahaan menawarkan konsumen
banyak pilihan.
6.4 Efficien dan practice ( daya guna dan praktis )
Efisien merupakan sesuatu yang hemat waktu dan usaha. Sedangkan praktis
berhubungan dengan produk baru yang membuat pekerjaan dapat dilakukan dengan
lebih mudah dan memecahkan masalah.
Ilustrasi yang mudah menggambarkan hal ini adalah banyaknya makanan dan
minuman cepat saji yang tersedia di berbagai tempat di Jepang, mulai dari mie instan,

15
bubur instan, berbagai minuman botol isntan, hingga bumbu untuk memasak pun
isntan. Karena memang kita tahu bahwa masyarakat Jepang sangat menghargai waktu,
dan tekhnologi pula lah yang membuat semua menjadi serba efektif dan lebih praktis.
6.5 Activity ( aktivitas)
Menjadi sibuk merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat Jepang. Gaya
hidup ini seringkali dikomentari oleh pendatang dari luar negri, kenapa orang-orang
Jepang selalu berlari´ dan sepertinya tidak pernah menjadi relax. Aktivitas ini memiliki
dampak pada konsumsi barang.
Jadi, dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat
membantu penjual atau produsen dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap
produk mereka. Mulai dari bagaimana tanggapan konsumen, reaksi konsumen, ataupun
kritik dari konsumennya.

16
BAB VII
ANALISI SWOT

7.1 Pengertian SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk


mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) dalam suatu lembaga atau instansi.. Keempat faktor itulah yang
membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).

Proses ini melibatkan penentuan tujuan dan mengidentifikasi faktor internal


dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan sebuah
organisasi.

Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah


berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya
dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan
(strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)
yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya
bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan
terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu
membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

7.2 Kekuatan Negara Jepang (Stenghths)

1. Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang


tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya
mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia.

2. Memiiki kebudayaan yang sangat beragam. dari pakaian, suku, makanan,


upacara, hingga kebiasaan-kebiasaan yang dimilik orang yang berada di
Negara Jepang.

17
3. Negara Jepang yang berada di peringkat 11 dunia menjadi negara maju karena
memiliki Sumber Daya Manusia yang bermutu. masyarakat jepang yang terus
berinovasi dan memiliki mental yang kuat, oleh karena itulah tidak heran jika
banyak teknologi terbaru yang ditemukan dan dibuat di Jepang. Sumber Daya
Manusia yang luar biasa inilah yang tidak dimiliki oleh negara lain.

4. Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga


topografinya relatif kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas
wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya ± 16% dari seluruh
wilayah daratannya. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif
sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang
berkualitas.

7.3 Kelemahan Negara Jepang ( Weakness)

1. Jepang tidak memiliki Sumber Daya Alam, sehingga banyak bahan baku yang
perlu melakukan impor terlebih dahulu.

2. Nilai impor yang tinggi, dikarenakan Sumber Daya Alam negara Jepang yang
minim, sehingga Negara Jepang perlu mengimpor bahan-bahan baku untuk
diolah.

3. Menganggap seks bebas adalah satu hal yang lumrah.

4. Kebiasaan bunuh diri yang dilakukan orang-orang yang berda di Negara


Jepang dikarenakan rasa malu terhadapat perbuatan mereka.

7.4 Peluang Negara Jepang (Opportunities)

1. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Manusia sehingga Sumber Daya


Manusia yang dimiliki oleh Negara Jepang dapat dimanfaatkan secara
maksimal.

2. Memaksimalkan hasil pertaniannya walaupun tanah yang dimiliki oleh


Negara Jepang relatif sempit

18
3. Memaksimalkan hasil laut yang dimiliki, karena Negara Jepang adalah salah
satu negara dengan hasil laut terbesar di dunia

7.5 Ancaman Negara Jepang (Threats)

1. Sumber Daya Alam yang tidak dapat dikelola dengan baik, sehingga tidak
banyak bermanfaat bagi rakya di Negara Jepang

2. Hambatan-hambatan dalam melakukan ekspor ke Negara Jepang dikarenakan


peraturan ketat yang dimiliki oleh Negara Jepang, sehingga memberatkan para
importir, terutama perusahaan-perusahaan yang baru atau kecil.

19
BAB VIII
KESIMPULAN

8.1 Kesimpulan

Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat
Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik
Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Dalam hubungan ekonomi, Jepang adalah suatu
negara perdagangan utama dan salah satu investor internasional terbesar di dunia.

Jepang merupakan mitra dagang utama Indonesia yang berada di urutan


pertama sebagai negara tujuan ekspor dan sebagai sumber impor dengan total nilai
perdagangan sampai dengan bulan Desember 2007 sebesar US$30 milyar meningkat
dibandingkan periode yang sama tahun 2006 senilai US$ 27 milyar.

Jadi, Negara Jepang adalah salah satu negara tujuan yang layak untuk
melakukan kerjasama pemasaran internasional. Terlepas dari segala kelemahan yang
dimiliki oleh Negara Jepang, negara jepang memiliki potensi Sumber Daya Manusia
yang baik untuk megelola.

20
DAFTAR PUSTAKA

 https://www.kemlu.go.id/
 https://id.wikipedia.org/wiki/Jepang#Ekonomi

21