Está en la página 1de 9

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa
Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi
terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau
serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya
adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.
Zirkon adalah batu mineral dengan beberapa macam warna. Keberadaan mineral
zirkon (ZrSiO4) sebagai mineral ikutan sangat potensial sebagai bahan baku sintesis PS
(partially stabilized) - Zirconia (ZrO2) atau PSZ yang merupakan komponen penting pada
keramik maju (advanced ceramics). Keberadaan zirkon di Indonesia telah dikenal sejak lama
di perairan Bangka-Belitung sebagai endapan alluvial bersama pasir timah dan mineral ikutan
lainnya. Disamping itu, zirkon juga terdapat di sepanjang aliran sungai pedalaman
Kalimantan Tengah bersama endapan alluvial emas. Zirkon dari daerah Bangka-Belitung
hingga awal tahun 2000 masih dianggap sebagai sisa pengolahan bijih timah yang tidak
diperhatikan namun secara rutin dapat memberikan hasil yang cukup. Sejak penelitian-
penelitian di ITB yang dilakukan kemudian, sisa pengolahan sebagai zirkon (kadar < 20 %)
tersebut dapat ditingkatkan kadarnya hingga diatas 98% dengan mengubah flowsheet
pemisahan yang lama diadopsi sejak zaman Belanda. Sementara itu potensi zirkon di
Kalimantan Tengah baru dilakukan eksplorasi pada tahun 2007 dengan potensi yang cukup
signifikan, sehingga dapat diharapkan sebagai sumber bahan baku jangka panjang.
Percontohan proses melalui pilot plant untuk produksi zirkon opacifier telah dibangun
dengan kapasitas 5 ton/bulan, menghasilkan produk yang lebih siap diserap pasar.
Perancangan proses plant pembuatan zirconia dan PSZ dapat ditingkatkan dari skala
laboratorium

1
I.2 Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui asal usul mineral Emas dan zirkon
2. Dapat memahami karkteristik mineral Emas dan Zirkon
3. Dapat mengetahui penyebaran dari mineral Emas dan zirkon
4. Dapat memahami manfaat dari mineral Emas dan zircon

I.3 Manfaat Penulisan

1. Mengetahui kegunaan dari mineral Emas dan zirkon


2. Mengetahui wilayah potensi penghasil terbesar mineral Emas dan zirkon
3. Manfaat dari mineral Emas dan zirkon dalam kehidupan
4. Mengetahui karakteristik mineral Emas dan zirkon

I.4 Pembatasan Masalah


Pada penulisan makalah ini, Penulis hanya membatasi masalah mengenai pengertian mineral
emas dan zirkon,profil tentang tambang emas dan zirkon, dimana tempat sumber
emas,konfigurasi elektron emas dan zirkon,karakteristik emas dan zirkon

I.5 Metode Penulisan


Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan data
sekunder, yaitu studi literature yang diambil dari website yang berhubungan dengan judul
yang dipakai oleh Penulis.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Pengertian Mineral
Mineral adalah suatu zat ( fasa ) padat yang terdiri dari unsur atau persenyawaan
kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik, mempunyai sifat-sifat
kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan atom-atom secara beraturan di
dalamnya, atau dikenal sebagai struktur kristal.
Selain itu kata mineral juga mempunyai banyak arti, hal ini tergantung darimana kita
meninjaunya. Mineral dalam arti farmasi lain dengan pengertian di bidang geologi. Istilah
mineral dalam arti geologi adalah zat atau benda yang terbentuk oleh proses alam, biasanya
bersifat padat serta tersusun dari komposisi kimia tertentu dan mempunyai sifat-sifat fisik
yang tertentu pula. Mineral terbentuk dari atom-atom serta molekul-molekul dari berbagai
unsur kimia, dimana atom-atom tersebut tersusun dalam suatu pola yang teratur. Keteraturan
dari rangkaian atom ini akan menjadikan mineral mempunyai sifat dalam yang teratur.
Mineral pada umumnya merupakan zat anorganik.
Maka pengertian yang jelas dari batas mineral oleh beberapa ahli geologi perlu
diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk
definisinya.
Definisi mineral menurut beberapa ahli :
1. L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara
anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas batas tertentu dan mempunyai atom atom
yang tersusun secara teratur.
2. D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai
komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik.
3. A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia
tertentu atau dalam batas batas dan mempunyai sifat sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan
hasil suatu kehidupan.

3
BAB III

PEMBAHASAN
III.1 Pengertian Mineral Emas Dan Zirkon

A.Emas

Nama kimia :Aurum (Au)


Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan
nomor atom 79. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah
paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya
jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%
Salah satu senyawa emas yang paling umum dikenal yaitu emas (III) klorida, AuCl3, dapat dibuat
langsung denga mereaksikan kedua unsur bersama menurut persamaan :
2 Au(s) +3 Cl2(g)―→ 2 AuCl3(S)
Senyawa ini dapat larut dalam asam hidroklorida pekat menghasilkan ion tetrakloroaurat(III),
[AuCl4]-, suatu ion yang merupakan salah satu kompenen dalam “emas cair” yaitu suaru campuran
spesies emas dalam larutan yang akan mengendapkan suatu film
logam emas bila dipanaskan.
B.Zirkon
Nama kimia : ZrSiO₄, Zirconium Silicate
Kelas : Silikat
Sub Kelas : Nesosilicates
Penggunaan : spesimen mineral dan batu-permata
Nama zirkon berasal dari bahasa Persia "zargun" yang artinya warna keemasan.
Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zirkon/zirkonium silika
(ZrO₂.SiO₂) dan baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO₂). Kedua mineral ini dijumpai dalam
bentuk senyawa dengan hafnium. Zirkon adalah batu alami yang memiliki kecermelangan
(brilliance) cukup tinggi dan kilauan (luster) seperti batu berlian. Cubic zirconia adalah batu
buatan manusia dengan unsur kimiawi berbeda. Bila keduanya diasah dengan baik dan tanpa
warna akan mirip dengan batu berlian.

III.2 Lokasi Mineral Emas dan Zirkon


A.Emas
Di Indonesia tambang emas sangat banyak yakni Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan
Irian Jaya. Tetapi sebagian besar tambang yang ada di Indonesia diolah perusahaan luar
asing, hal ini tentu tidak terlepas dari pengetahuan masyarakat yang rendah mengenai cara-
cara pengolahan bahan- bahan galian yang ada, khususnya emas.

4
Saat ini perusahaan tambang emas milik Pemerintah yang aktif adalah UPEC (Unit
Pertambangan Emas Cikotok) dan PT.Freeport Indonesia (PTFI) di Irian Jaya tepatnya
gunung Ersberg. Cikotok merupakan suatu kecamatan di kabupaten Banten, Jawa Barat.

B.Zirkon
terbentuk sebagai mineral asseccories pada batuan yang mengandung Na-feldspa (batuan
beku asam dan batuan metamorf). Jenis cebakannya dapat berupa endapan primer atau
endapan sekunder.
Potensi zirkon menyebar di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan
Kalimantan bagian barat. Potensi ini mengikuti penyebaran kasiterit, yang dikenal dengan
nama tin belt. Penghasil zirkon terbesar adalah Thailand, Srilanka dan Kamboja. Namun
zirkon juga ditemukan di Myanmar, Vietnam, Tanzania, Perancis dan Australia. Bangkok
merupakan pusat pengasahan dan pemasaran zirkon terbesar di dunia.

III.3 Mineral Emas Dan Zirkon


A.Emas
Emas sejak diketahui hingga saat ini selalu dinilai sebagai barang berharga. Berdasarkan
peraturan pemerintahan bahan galian emas termasuk golongan logam vital bersama perak dan
platina.Emas dalam keadaan murni merupakan suatu logam yang sangat lunak. Untuk mengatasi ini
maka emas dicampur dengan logam-logam lain. Umumnya logam yang ditambahkan adalah
tembaga dan perak. Emas yang berwarna merah mengandung tembaga sedangkan emas putih
mengandung paladium dan nikel.
B.Zirkon
Nama zirkon telah merebak baru-baru ini dalam kaitan dengan pengenalan suatu yang
mirip dengan intan. Sehingga sebagai catatan, zirkon (zirconium silikat, ZrSiO₄) tidaklah
yang sama material Cubic Zirconia material permata tulen yang tiruan (zirconium oksida,
ZrO₂). Zirkon telah digunakan sebagai sebagai alat untuk pertimbangan tidak bersalah dan

5
yang jahat seperti intan. Zirkon menyerupai intan di api dan kilau dari zirkon yang tidak
berwarna dapat menipu tukang emas berpengalaman dan telah mengira itu intan. Zirkon
dapat membuat suatu batu-permata sangat menarik dan yang bisa usahakan.
Sebagai spesimen mineral, zirkon adalah mineral yang sangat luar biasa di
kebanyakan toko batu karang sebab spesimen yang menarik dan jarang. Kristal khas yang
sederhana zirkon adalah suatu prisma bersudut empat mengakhiri dengan empat piramida
yang bersisi pada akhir masing-masing. Prisma mungkin kekurangan dan kristal dapat lihat
octahedral. Kristal yang lebih rumit mempunyai wajah dari suatu lebih sedikit dengan susah
payah menundukkan prisma yang meruncingkan penghentian. Juga suatu prisma yang
sekunder boleh memancung prisma yang utama dengan memotong/terputus tepi nya dan
memproduksi suatu panampang-lintang yang bersegi delapan melalui/sampai kristal. Ada
bahkan suatu delapan piramida yang bersisi (benar-benar suatu ditetragonal dipyramid) itu
boleh memodifikasi empat piramida yang bersisi. Kristal zirkon dapat meninggalkan suatu
kristal yang sangat sederhana melainkan secara kompleks format yang faceted.

III.4 Karakteristik Mineral Emas Dan Zirkon


A.Emas
Kimia unsur emas, nomor atom 79, lambang Au (dari bahasa Latin Aurum), adalah lembut,
berkilau kuning, logam lunak. Ia adalah salah satu transisi logam berat dan atom adalah
196,967; berada di grup 1B dalam tabel periodik bersama dengan tembaga dan perak.
Emas adalah elemen kimia dengan symbol Au (dalam bahasa latin: aurum) dan nomor atom
79. Emas adalah metal berharga yang paIing diminati pada perhiasan, dalam bentuk patung
dan untuk ornament sejak awal yang tercatat dalam sejarah. Metal ini hadir dalam bentuk
bongkahan atau bijian batu, dalam lapisan dan endapan batu. Emas itu padat, lunak, bersinar
paling mudah dibengkokkan dan merupakan metal yang paling dapat dibentuk. Emas murni
memiliki warna kuning terang dan kilauan alaminya dianggap menarik, yang tidak berkarat
dalam air atau udara. Emas adalah salah satu bahan metal pembuat koin dan membentuk
dasar untuk standar emas yang digunakan sebelum keruntuhan sistem Bretton Woods di
tahun 1971.
Emas adalah metal yang paling bisa dibentuk dan dibengkokkan dari semua jenis metal yang
ada; satu gram emas dapat ditempa mejadi ukuran satu meter kubik atau satu ons menjadi 300
kuadrat tinggi. Daun emas dapat ditempa cukup tipis untuk menjadi tembus cahaya
(memerlukan surat). Cahaya yang dipancarkan berwarna biru kehijauan, karena emas
member pantulan yang keras pada warna kuning dan merah.
Emas siap untuk dicampur dengan bahan metal lainnya. Campuran ini dapat diproduksi untuk
memodifikasi kekerasannya dan sifat metalurgi lainnya, untuk mengontrol tingkat peleburan
atau untuk menciptakan warna yang eksotis (lihat dibawah). Emas adalah bahan pengantar
yang baik pada panas dan elektronik dan memantulkan radiasi sinar infra merah dengan kuat.
Secara kimia, emas tidak dipengaruhi oleh udara, kelembaban dan zat korosif, dan untuk itu
sangat cocok digunakan untuk koin dan perhiasan dan sebagai bahan pelindung lapisan pada
bahan lainnya, juga merupakan bahan metal yang lebih memberi reaksi.
Bagaimanapun juga, emas bukan tidak giat secara kimia. Halogen bebas akan bereaksi pada
emas, dan cairan regia melarutkannya melalui formasi dari gas klorin yang mana menyerang

6
emas untuk membentuk ion chloraurate. Emas juga dilarutkan dalam solusi alkali dari sianida
patasium dan dalam air raksa, membentuk tambalan air raksa untuk pembentukan emas.

Tingkat okisdasi umum dari emas termasuk +1 (emas(I) atau campuran aurousor) dan +3
(emas(III) atau campuran auric). Ion emas dalam solusinya siap dikurangi dan diendapkan
sebagai metal emas dengan menambahkan bahan metal lainnya sebagai pengurang zat.
Tambahan metal adalah diproses oksidasi dan dilarutkan yang membuat emas dapat
dipindahkan dari solusi dan dapat ditemukan sebagai sebuah lapisan endapan murni.Emas
metalik murni berkualitas tinggi tidak menghasilkan rasa, dengan menjaga ketahanannya
pada korosi ( ini adalah ion metal yang memberi rasa pada bahan metal).
Sebagai tambahan, emas sangat tebal, satu kubik meter beratnya 19300 kg Denga
perbandingan ketebalan pada timah adalah 11340kg/m3 dan bahwa dari elemen ketebalan
osmium adalah 22610 kg/m³.

Warna dari emas murni adalah kuning metalik. Emas, Caesium dan tembaga adalah elemen
berwarna metalik dengan warna alami dibanding putih atau kelabu.Warna kelabu yang biasa
terdapat pada metal tergantung dari mikroskop elektron laut yang mampu menyerap dan
memancarkan ulang energy cahaya melalui frekuensi jarak yang luas. Emas bereaksi berbeda,
tergantung pada efek relativitas yang hampir tak kentara yang berpengaruh pada seluruh
putaran orbit disekitar atom emas.Warna umum campuran emas seperti emas merah muda
dapat dibuat dengan menambahkan beberapa jumlah tembaga dan perak, seperti
diindikasikan dalam diagram dibawah ini. Campuran yang berisi palladium atau nikel juga
penting dalam industri perhiasan komersial karena memproduksi campuran emas putih. Yang
kurang umum, adalah tambahan batu manggan, aluminium, besi, indium atau elemen lainnya
yang menghasilkan warna yang lebih tidak umum dari emas untuk diaplikasikan pada
bermacam media.

B.Zirkon
Zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya yang
menyebabkan warna pada zirkon bervariasi, seperti putih bening hingga kuning, kehijauan,
coklat kemerahan, kuning kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal monoklin, prismatik,
dipiramida, dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna – tidak beraturan,
kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6 – 5,8, indeks refraksi 1,92 – 2,19, hilang pijar 0,1%, dan
titik lebur 2.5000C.
Batu yang tergolong dalam batu zirkon akan berubah-ubah warnanya jika dipanaskan.
Batu zirkon yang berwarna biru pucat dinamakan starlites dan yang berwarna merah
kecoklatan disebut hyacinth. Adapun karakteristik fisik mineral zirkon, yaitu
1. Berwarna warna coklat, merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan tidak berwarna.
2. Berkilap tidak fleksible.
3. Sifat terhadap cahaya adalah transparan ke tembus cahaya.
4. Bersudut empat sistem hablur; 4/m 2/m 2/m Crystal Habits: dipyramidal dan seperti
prisma/aneka warna.
5. Perpecahan tak jelas di dua arah, seperti prisma/aneka warna.
6. Belahan Hardness yang tidak seimbang adalah 7.5

7
7. Specific Gravity adalah 4.6-4.7 Associated Mineral Streak yang putih albite, biotit, akik
merah tua, xenotime dan monazite.
8. Karakteristik yang lain adalah kadang-kadang kristal berpijar dan yang lebih gelap mungkin
(adalah) radioaktif dalam kaitan takmurnian dari unsur-unsur bumi yang jarang. Indeks
biasnya adalah 1.92 – 2.

III.5 Kegunaan/Manfaat Mineral Emas dan Zirkon


A.Emas
Berikut beberapa sifat dan pemakaian emas:

Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik.

Warna kuning yang sangat menarik, sangat liat, mudah ditempa menjadi lembaran yang sangat
tipis dan dapat ditarik menjadi kawat dengan diameter yang sangat kecil.

Memiliki sifat yang sangat tidak reaktif secara kimia. Karena sifat yang tidak reaktif dan memiliki
warna yang menarik, emas banyak dimanfaatkan untuk pembuatan perhiasan, pembuatan gigi palsu
dan pembuatan reaktor industri kimia yang tahan korosi misalnya pada industri rayon digunakan
logam paduan 70% emas dan 30% paladium.

Emas dengan kadar murni (24 karat) digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati sehingga sel-
sel yang telah rusak akan diperbaharui. (perawatan kecantikan)

Mata Uang

Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga dicampur dengan tembaga atau perak atau logam
lain). Emas kuning atau emas merah dibuat dengan dicampur tembaga, emas putih mengandung
paladium, nikel, atau seng.
Sebagai jaminan moneter

B.Zirkon
Seperti Crystal, Zirkon digunakan untuk berbagai penyembuhan. Zirkon membantu
seseorang untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan mengatasi perasaan negatif atau rasa
frustasi serta meningkatkan perilaku positif. Juga membuat pemakainya lebih bijaksana,
terhormat dan kaya. Hilangnya cahaya/kilau dari sebuah zirkon dikatakan memperingatkan
akan adanya bahaya bagi pemiliknya. mineral zirkon dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh
antara lain membuat hati tetap tenang, menyembuhkan insomnia, mencegah iri hati, mengusir
ilmu hitam dan memberi rasa kepuasan hati.
Dalam dunia astrologi atau perbintangan zirkon adalah batu untuk orang yang lahir di
bulan Desember (selain batu turquoise dan batu lapis lazuli) dan mineral ini digunakan

8
sebagai bahan baku elektronik / komponen electronik, keramik (sebagai bahan pelapis
keramik mutu tinggi, untuk selongsong reakator nuklir, refractory, catalysis, permata dll