Está en la página 1de 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

S DENGAN IBU POST PARTUM SC DI

RUANG OBSGYN RUMAH SAKIT BAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG

Di susun oleh :

IRMA SETIAWATI 1603039

SUGENG DIKY K. 1603073

RIYANTI 16030

EMI KURNIAWATI 1603027

PROGRAM PENDIDIKAN SI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2019
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny. S DENGAN POST SC ATAS
INDIKASI KPD DI OBSGYN RUMAH SAKIT BAKTI WIRATAMTAMA
SEMARANG

Pengkajian Tanggal : 08 Januari 2019

I. Pengkajian

A. IDENTITAS
Nama Pasien : Ny. S
Umur : 40 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Alamat : Semarang
Tanggal Kunjungan : 08 Januari

Nama Suami : Tn. P


Umur : 35 tahun
Suku/bangsa : Banjar/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Semarang

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. PERSEPSI TERHADAP PERSALINAN/NIFAS
Ibu datang ke klinik karena ingin kontrol setelah operasi sectio caesarea
hari ke-10. Pasien mengatakan daerah operasi juga masih terasa nyeri,
nyeri dirasakan tambah berat pada saat melakukan aktivitas (P), kualitas
nyeri seperti tertusuk-tusuk (Q), nyeri dirasakan didaerah perut (R),
dengan skala nyeri skala nyeri 4 (skala 0-10) (S), dengan nyeri yang
berlangsung hilang timbul (T). Pasien mengharapkan supaya lukanya cepat
sembuh dan dapat merawat bayinya dengan baik. Pasien hanya tinggal
dengan suami dan dua anggota keluarganya, bagi pasien yang terpenting
sekarang adalah suami dan anaknya, keluarga pasien bersikap sabar
dengan keadaan saat ini, dan sangat bahagia dengan kehadiran seorang
bayi.

2. RIWAYAT OBSTETRI
a. Riwayat Menstruasi
Pasien mengatakan pertama kali haid (menarche) pada umur 12 tahun,
dengan siklus teratur 28 hari, banyaknya 2-3 kali ganti pembalut,
dengan lamanya : ± 6-7 hari. Pasien tidak ada keluhan dengan
menstruasi.
b. Riwayat persalinan :

No Anak ke Lahir di Lahir dengan Penolong JK/BB Keterangan

1 1 RS SC Bidan ♂/3300 gr Hidup sehat

2 2 RS SC Bidan ♂/3400 gr Hidup sehat

Pengkajian bayi jenis kelamin laki-laki, BB 3300 gram, panjang 55 cm, lingkar
kepala 35 cm

A. Genogram

Keterangan :

: Cerai

::;;;;; : Laki-laki

: Perempuan

: Hubungan perkawinan

: Tinggal serumah

: Pasien
3. RIWAYAT KELUARGA BERENCANA
Pasien belum pernah menggunakan KB

4. RIWAYAT KESEHATAN
a. Penyakit yang pernah dialami ibu : pasien hanya pernah mengalami
batuk dan filek, dan hanya berobat ke puskesmas
b. Pengobatan yang didapat : pasien tidak mengerti tentang apa obat
yang diberikan di puskesmas
c. Riwayat penyakit keluarga : pasien mengatakan didalam keluarganya
tidak ada yang menderita penyakit diabetes melitus, jantung dan
hipertensi

5. KEBUTUHAN DASAR KHUSUS :


1. Pola nutrisi
Frekuensi makan pasien 3x sehari, pasien mengatakan nafsu makan
baik, jenis makanan nasi lembek, sayuran dan telur, makanan yang
tidak disukai alergi/pantangan tidak ada.
2. Pola eliminasi :
BAK : Frekuensi sering 5-6 kali sehari dengan warna kuning muda,
pasien tidak ada keluhan saat bak.
BAB : Frekuensi 1 kali sehari dengan warna kuningdengan bau
khas, konsistensi lembek, pasien tidak ada keluhan saat bab.
3. Pola personal hygiene
Pasien mandi 2 kali sehari, oral hygiene : pasien sikat gigi 2 kali
sehari, pada waktu pagi setelah sarapan dan malam menjelang tidur,
cuci rambut : pasien mengatakan mencuci rambut dan sampho 2 hari
sekali
4. Pola istirahat tidur
Pasien mengatakan lama tidur biasanya : 5-6 jam sehari. Pasien tidak
ada kebiasaan sebelum tidur.
5. Pola aktivitas dan latihan pola kebiasaan yang mempengaruhi
kesehatan : pasien hanya beraktifitas seperti mencuci pakaian dan
merawat bayinya, sedangkan untuk mengangkat beban yang berat
pasien menghindari.
6. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan : pasien tidak ada
mempunyai kebiasaan seperti merokok, minuman keras, maupun
ketergantungan obat

6. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : baik, kesadaran : komposmentis. Dengan Tekanan darah:
140/110 Mmhg, nadi : 82 x/menit, respirasi : 22 x/menit, suhu : 36,2 ºC,
berat badan: 48 kg, tinggi badan:146 cm.
Pasien mengatakan ± 3 hari tidak bisa tidur malam karena bayinya sering
bangun dan pasien menjadi kurang istirahat sehingga tekanan darah pasien
tinggi /naik.
a. Sistem penglihatan
Posisi mata simetri kiri dan kanan, kelopak mata normal, gerakan
mata normal, pergerakan bola mata normal, Konjungtiva
normal/merah, kornea tidak ada perdarahan, sklera : tidak ikterik.
b. Sistem pernafasan
Jalan nafas bersih, sputum tidak ada, pernafasan tidak sesak, suara
nafas vesikuler/normal, pasien tidak ada menggunakan otot-otot bantu
pernafasan.
c. Sirkulasi jantung
Kecepatan denyut jantung apical : 84 x/menit dengan irama teratur
bunyi S1 S2 tunggal
d. Sistem pencernaan
Keadaan mulut, gigi tidak ada caries, pasien tidak ada memakai gigi
palsu
e. Sistem uro genital
BAK : pasien tidak ada keluhan saat BAK
f. Sistem integumen
Turgor kulit elastis, warna kulit tampak kemerahan, tidak ada
kontraktur pada persendiaan ekstremitas, pasien mengatakan nyeri
luka operasi apabila bergerak, tampak pasien berhati-hati saat
berjalan.
g. Dada dan axila
Mammae tampak membesar, Areolla mammae tampakwarna hitam
kecoklatan, Papila mammae tampak menonjol.
ASI : pasien tidak menyusui bayinya karena ASI tidak keluar.
Saat dipencet pada papila mammae air susu tampak tidak keluar.
Pasien mengatakan kurang mengetahui cara perawatan payudara dan
menyusui bayi yang benar dan ibu tidak pernah mendapat informasi
tentang perawatan payudara dan teknik menyusui.

PEMERIKSAAN KHUSUS ABDOMEN DAN GENITAL


Post natal
Inspeksi : terdapat luka bekas operasi sectio caesarea hari ke 10, dan masih
tampak basah, dengan panjang ± 10 cm,bentuk luka arah vertikal, pus
tidak ada, perdarahan tidak ada, tampak wajah pasien meringis saat
diganti balutan. Tampak linea pada abdomen dan striae pada mamae,
abdomen, dan paha. Pasien mengatakan pada saat mengganti pembalut
masih keluar cairan bewarna kekuningan ( Lochea Serosa). Perineum
utuh tidak ada ruptur.
Palpasi : terdapat nyeri tekan pada daerah abdomen
Perkusi : tympani
Auskultasi : bising usus positif 8 kali/menit
B. DATA PENUNJANG
1. Laboratorium
Tanggal, 08 Januari 2019
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan
Albumin 3,0 3,2-5,4 g/dl

2. Terapi yang didapat ny. N 08 Januari 2019


N
Nama obat Dosis Cara Waktu Indikasi Kontra indikasi
o
1. Asam 500 mg Oral 3x sehari Dapat menghilangkan Penderita tukak
mefenamat (per nyeri akut dan kronik, lambung, radang
8jam) ringan sampai sedang usus, gangguan
sehubungan dengan ginjal, asma
sakit kepala, sakit hipersensitif
gigi, nyeri otot dan terhadap asam
nyeri sendi dan sakit mefenamat.
ketika/ menjelang
haid.
2. B. Complek B1 Oral 3x sehari Mencegah dan Hipersensitivitas
15mg, (per mengobati
B2 8jam) kekurangan vitamin B
15mg, compleks, bumil dan
Nicotin menyusui, beri-beri,
amide palegra.
50 mg
3. Trichidazole 500 mg Oral 3x sehari Triccomuniasis pada Distrasia darah,
(per saluran kemih, penyakit susunan
8jam) amubiasis, intra saraf pusat aktif
intestinal hepatik,
ektra intestinal,
infeksi bakteri
anaerob.
4. Vip 20 g Oral 3x sehari Penurunan kadar Anemia, gagal
Albumin dlm 100 (per albumin jantung
ml 8jam) (hipoalbumin) sering
disertai
pembengkakan
(edema), cedera
kepala, luka post
operasi, luka bakar
ANALISA DATA
NO HARI/TGL DATA ETIOLOGI MASALAH
1 Selasa, 08 DS : Agen injury Nyeri akut
Januari - Pasien mengatakan nyeri daerah luka setelah fisik (luka insisi
2019 operasi sectio caesarea. Nyeri dirasakan tambah operasi)
berat pada saat melakukan aktivitas, kualitas
nyeri seperti tertusuk-tusuk, nyeri dirasakan
didaerah perut, dengan skala nyeri skala nyeri
sedang 4 (skala 0-10), dengan nyeri yang
berlangsung hilang timbul.
DO :
- Keadaan umum baik
- Pasien tampak berhati-hati saat berjalan
- Tampak adanya luka post operasi dengan panjang
± 10 cm.
- Wajah pasien tampak meringis saat diganti
balutan
- Terdapat nyeri tekan daerah abdomen
- Perkusi: tympani
- Auskultasi : bising usus positif
- TTV
TD: 140/110 Mmhg
Nadi: 82 x/menit
Respirasi: 22x/menit
Suhu : 36,2 º C
- Terapi :Asam mefenamat 3x1 tablet
2 Selasa, 08 Faktor resiko : Faktor resiko Resiko infeksi
Januari - pasien mengatakan ingin kontrol setelah operasi prosedur invasif
2019 sectio caesarea hari ke 10 (luka post
- pasien mengatakan hanya makan nasi lembek, operasi)
sayur sayuran dan telur.
- tampak luka operasi post sectio caesarea dengan
panjang ±10 cm
- luka masih tampak basah
- tidak ada perdarahan atau pus
- suhu : 36,2 ºC
- terapi : trichodazole 3x1 tablet, vip albumin 3x1
kapsul
3 Selasa, 08 DS : Ketidakefektifan Menyusui
Januari - Pasien mengatakan ASI belum keluar produksi ASI tidak efektif
2019 DO :
- Papila mammae tampak menonjol
- Areola mammae warna hitam kecoklatan
- Pada saat dipencet papila mamae tampak ASI
tidak keluar.
4 Selasa, 08 DS : Kurang Kurang
Januari - Pasien mengatakan tidak mengerti cara perawatan informasi pengetahuan
2019 payudara dan menyusui bayi yang benar tentang
DO : perawatan
- Pasien baru pertama hamil dan melahirkan payudara
- Pasien tidak pernah mendapat informasi tentang
perawatan payudara
PRIORITAS MASALAH

1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury fisik (luka insisi operasi)
2. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan Ketidakefektifan produksi ASI
3. Kurang pengetahuan tentang perawatan payudara berhubungan dengan Kurang
informasi
4. Resiko infeksi berhubungan dengan Faktor resiko prosedur invasif (luka post
operasi)
RENCANA KEPERAWATAN

Nama pasien : Ny.S


Tanggal: 08 Januari 2019. Ruang : Poli Kandungan

NO TUJUAN & KRITERIA


DIAGNOSA KEPERAWATAN INTERVENSI
DX. HASIL
1 Nyeri akut berhubungan dengan agen Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi tanda-tanda vital
injury fisik (luka insisi operasi). keperawatan selama
Ditandai dengan : kunjungan Diharapkan nyeri 2. Lakukan manajemen nyeri
DS : hilang/berkurang.
- Pasien mengatakan nyeri daerah Dengan kriteri: 3. Kolaborasi dengan tim
luka setelah operasi sectio - Pasien melaporkan nyeri medis dalam pemberian
caesarea. Nyeri dirasakan tambah hilang/berkutang analgetik
berat pada saat melakukan - Skala nyeri 0-2(ringan)
aktivitas (P), kualitas nyeri seperti - wajah tampak rileks
tertusuk-tusuk (Q), nyeri dirasakan - tidak terdapat nyeri
didaerah perut (R), dengan skala tekan pada abdomen
nyeri skala nyeri 4 (skala 0-10) - TTV dalam rentang
(S), dengan nyeri yang normal
berlangsung hilang timbul (T). TD : 100-140 mmhg
N :60-100x/m
DO :` RR : 12 – 20 x/m
- Keadaan umum baik T : 36-37º C
- Pasien tampak berhati-hati saat
berjalan
- Tampak adanya luka post operasi
- Wajah tampak meringis saat
diganti balutan
- Terdapat nyeri tekan daerah perut
- Perkusi tympani
- Auskultasi bising usus 8kali/menit
- TTV
TD:140/110 Mmhg
N : 82 x/menit
R : 22x/menit
T : 36,2 º C
- Terapi
asam mefenamat 3x1 tablet
2 Menyusui tidak efektif berhubungan Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi keluarnya air
dengan Ketidakefektifan produksi ASI. keperawatan selama 1x30 susu
Ditandai dengan : menit
Pasien dapat menyusui
DS : secara efektif dengan 2. Ajarkan pasien menyusui
- Pasien mengatakan ASI belum kriteria: bayinya dengan benar
keluar - dapat
DO : mendemonstrasikan cara
- Papila mammae menonjol menyusui 3. Anjurkan pasien makan-
- Areola mammae warna hitam makanan yang bergizi
kecoklatan
- Pada saat dipencet papila mammae
tampak tidak ada keluar ASI.
3 Kurang pengetahuan tentang Setelah dilakukan tindakan 1. Anjurkan pasien melakukan
perawatan payudara berhubungan keperawatan selama 1x30 perawatan payudara
dengan Kurang informasi. Ditandai menit pasien mengetahui 2. Ajarkan cara perawatan
dengan : tentang perawatan payudara. payudara, tujuan, dan waktu
DS : Dengan kriteria perawatan
- Pasien mengatakan tidak mengerti - Pasien mengetahui
cara perawatan payudara dan tentang perawatan
menyusui bayi yang benar payudara
DO : - Pasien mengetahui
- Pasien baru pertama hamil dan tujuan perawatan
melahirkan payudara 3. Jelaskan pentingnya
- Pasien tidak pernah mendapat melakukan perawatan
informasi tentang perawatan payudara
payudara

4 Resiko infeksi berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi tanda-tanda vital
Faktor resiko prosedur invasif (luka keperawatan selama
post operasi. Ditandai dengan : kunjungan 2. Inspeksi kondisi luka /insisi
Faktor resiko : Diharapkan infeksi tidak bedah
- pasien mengatakan ingin kontrol terjadi dengan kriteria : 3. Berikan perawatan dan ganti
setelah operasi sectio caesarea hari - Tidak terdapat tanda- balutan luka secara teratur
ke 10 tanda infeksi (kalor, dengan teknik aseptik
- pasien mengatakan hanya makan tumor, rugor, dolor,
nasi lembek, sayur-sayuran dan funtio laesa) 4. Anjurkan pasien untuk
telur - Luka tampak kering dan menjaga kebersihan luka
- Tampak luka operasi post sectio bersih
caesarea dengan panjang ±10 cm 5. Dorong masukan nutrisi
- Luka masih tampak basah yang cukup
- Tidak ada perdarahan atau pus
- Suhu : 36,2 ºC 6. Cuci tangan setiap sebelum
- Terapi dan sesudah tindakan
Trichodazole 3x1 tablet
7. Kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian
antibiotik
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO. TTD
IMPLEMENTASI
DX. TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN Respon pasien
KEPERAWATAN
1 08 Januari 2019 Nyeri akut berhubungan dengan 1. Mengobservasi tanda-tanda S: Erma
agen injury fisik (luka insisi vital - Pasien mengatakan masih nyeri daerah luka
operasi). 2. Melakukan manajemen nyeri : setelah operasi sectio caesare. Nyeri
 Mengajarkan teknik bertambah pada saat melakukan aktivitas
relaksasi nafas dalam (P), nyeri seperti tertusuk-tusuk (Q), nyeri
 Menganjurkan pasien terutama daerah perut (R), skala nyeri 4 (S),
istirahat yang cukup nyeri dirasakan hilang timbul ± 5 menit (T)
 Mengatur posisi yang O:
nyaman dan - Keadaan umum masih tampak baik
menyenangkan - Pasien masih tampak berhati-hati saat
3. Menganjurkan pasien untuk berjalan
minum obat anti nyeri asam - Masih tampak adanya luka post operasi
mefenamat 3x1 tablet di dengan panjang ± 10 cm.
rumah sesuai aturan. - Wajah tampak meringis saat diganti balutan
- TTV
TD:130/110 Mmhg
N : 80 x/menit
R : 20x/menit
T : 36,4 º C

A : Masalah nyeri belum teratasi

P :Lanjutkan intervensi 1,2 dan 3 dirumah


1. Observasi tanda-tanda vital
2. Lakukan manajemen nyeri
3. Anjurkan pasien untuk minum obat
anti nyeri asam mefenamat 3x1 tablet

2 08 Januari 2019 Menyusui tidak efektif 1. Mengobservasi keluarnya air S : Erma


berhubungan dengan susu - Pasien mengatakan ASI belum keluar
Ketidakefektifan produksi ASI. 2. Mengajarkan pasien menyusui O :
bayinya dengan benar - air susu tampak belum keluar
3. Menganjurkan pasien makan- - pasien bisa menyusui bayinya yang benar
makanan yang bergizi secara mandiri

A : Masalah menyusui tidak efektif belum


teratasi
P: Lanjutkan intervensi 1 dan 3 dirumah
1. Observasi keluarnya air susu
2. Anjurkan pasien makan-makanan yang
bergizi

3 08 Januari 2019 Kurang pengetahuan tentang 1. Mengajarkan cara perawatan S: Erma


perawatan payudara payudara, tujuan, dan waktu - Pasien mengatakan sudah tahu bagaimana
berhubungan dengan Kurang perawatan cara merawat payudara agar ASI bisa keluar
informasi. 2. Menganjurkan pasien O:
melakukan perawatan - Pasien tampak melakukan perawatan
payudara dirumah payudara secara mandiri
3. Menjelaskan pentingnya - Pasien tidak tampak bertanya lagi
melakukan perawatan bagaimana caranya agar ASI bisa keluar
payudara
A Masalah Kurang pengetahuan tentang
tekhnik merawat payudara sudah teratasi

P : Hentikan intervensi

4 08 Januari 2019 Resiko infeksi berhubungan 1. Mengobservasi tanda-tanda S:- Erma


dengan Faktor resiko prosedur vital O:
invasif (luka post operasi. 2. Menginspeksi kondisi - Tampak luka operasi post sectio caesarea
luka/insisi bedah dengan panjang ±10 cm
3. Memberikan perawatan dan - Luka tampak basah
ganti balutan luka secara - Luka tampak bersih dan tertutup kassa
teratur dengan teknik aseptik - Tidak ada perdarahan atau pus saat ditekan
4. Menganjurkan pasien untuk - TD:130/110 Mmhg
menjaga kebersihan luka N : 80 x/menit
dirumah R : 22x/menit
5. Mendorong masukan nutrisi T : 36,4 º C
yang cukup seperti sayur
sayuran, nasi, lauk, dan buah A : Masalah infeksi tidak terjadi
buahan.
6. Mencuci tangan setiap P : Pertahankan intervensi 1,2,3,6 dan 7
sebelum dan sesudah tindakan 1. Observasi tanda-tanda vital
7. Menganjurkan pasien untuk 2. Inspeksi kondisi luka
minum obat antibiotik 3. Berikan perawatan dan ganti balutan
trichodazole 3x1 tablet di luka secara teratur dengan teknik
rumah sesuai aturan aseptik
6. Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah
tindakan
7. Anjurkan pasien untuk minum obat
antibiotik trichodazole 3x1 tablet