Está en la página 1de 1

Andil sektor industri pengolahan dalam perekonomian Jakarta Timur mencapai 30

persen, dengan kontribusi tersebut, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang


terbesar dalam pembentukan PDRB Jakarta Timur. Menurut jumlah tenaga kerjanya
(TK) industri manufaktur dapat diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu Industri Besar
(TK >= 100 orang), Industri Sedang (TK 20 - 99 orang), Industri Kecil (TK 5 - 19 orang)
dan Industri Mikro (TK 1 - 4 orang). Di tahun 2015 tercatat ada sebanyak 285
perusahaan industri besar dan sedang dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 80 ribu
orang. Selama tahun 2015, sektor industri besar dan sedang mampu menghasilkan nilai
tambah sebesar 45,09 triliun rupiah. Jika dilihat dari klasifikasi industrinya, yang paling
banyak adalah industri makanan dengan 38 perusahaan dan mampu menyerap tenaga
kerja sebanyak 6.163 orang, kemudian industri barang logam bukan mesin dan
peralatannya dengan 34 perusahaan dan mampu menyerap 6.698 orang tenaga kerja,
dan industri bahan kimia dan barangbarang dari bahan kimia dengan 27 perusahaan
dan mampu menyerap tenaga kerja yang paling banyak yaitu 12.219 orang. Tiga
terbesar industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah tertinggi selama tahun
2015 berasal dari industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer sebesar 16,34
triliun rupiah; industri bahan kimia dan barang-barang dari bahan kimia sebesar 4,87
triliun rupiah dan industri barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar 3,35
triliun rupiah. Berkembangnya daerah-daerah satelit Jakarta seperti Tanggerang,
Bekasi dan Karawang mengakibatkan Jakarta tidak lagi menjadi sentra industri.
Wilayah yang lebih luas serta ketersediaan tenaga kerja yang lebih banyak dan murah
menjadikan kawasan penyangga tersebut menjadi sentra kawasan industri.