Está en la página 1de 3

MUSYAWARAH UMAT XXI - KEUSKUPAN MANOKWARI-SORONG

Kaimana, 21-25 Oktober 2018

LAPORAN HARI PERTAMA: Senin, 22 Oktober 2018

 Misa Pembukaan dipimpin oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega
dan 29 imam konselebran pada Senin, 22 Oktober 2018 di Gereja St. Martinus, Kaimana,
pada pukul 17.00-19.00 .
 Inti homili Uskup:
Umat Israel memiliki iman yang militant. Bagi bangsa Israel, mereka boleh
kehilangan segala-galanya, tetapi tidak boleh kehilangan cinta akan Tuhan, akan rumah
Allah dan akan Tanah Terjanji. Artinya bahwa bagi umat Israel harta bukanlah jaminan
keselamatan, cinta akan Allah adalah yang utama.
Pada masa kini, Hand Phone (HP) merupakan buah dari kemajuan manusia.
Kemajuan teknologi ini selain membawa dampak positif, tetapi juga membawa dampak
negatif. Handphone bisa meniadakan yang bernyawa, dan meng-ada-kan yang tidak
bernyawa. Manusia yang bernyawa dibuatnya menjadi tidak bernyawa sedangkan HP
yang tidak bernyawa dibuatnya menjadi bernyawa. HP dapat meniadakan atau
melenyapkan kamera, radio, jam, ATM, isi dompet, mata, tulang leher, kesehatan,
bahkan perkawinan. Apakah dengan perkembangan teknologi yang demikian umat
zaman sekarang masih memiliki iman yang militan seperti umat Israel?
 Misa dimeriahkan oleh koor dari siswa-siswi SMA YPPK St. Thomas Aquino. Dalam
akhir Misa itu, Bapa Uskup memperkenalkan para peserta MU serta para notulis kepada
umat yang hadir. Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan pemberkatan Goa Maria Sta.
Maria Bunda Karmel, Paroki St. Martinus oleh Mgr. Hillarion Datus Lega dalam kondisi
hujan gerimis.
 Alur MU KMS tentang “Keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga”: 3M
 MENDENGARKAN : mendengarkan sharing dan testimony keluarga dan laporan
masing-masing TPW.
 MEMANDANG KRISTUS : bercermin dari Anjuran Apostolik Amoris Laetitia.
 MEMILIH JALAN : menentukan rencana-rencana strategis.
 Susunan Acara
 Pembukaan
 Laporan Ketua Panitia Pelaksana (Rm. Andy Priambada, OCarm):
o Jumlah Peserta MU: 160 orang.
o Penggalangan dana: Rp. 405.000.000,- (Sumber: Sumbangan umat Kaimana; Seksi
usaha dana; dan dari Donator)

RESUME Hari Pertama MU-KMS Page 1 of 3


 Sambutan-sambutan
o Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hillarion Datus Lega
Ucapan terima kasih kepada Umat Kaimana, Pastor Paroki serta panitia.
Menurut Bapa Paus bahwa harus ada pendekatan baru bagi keluarga-keluarga
yaitu pendekatan suka cita. Orang perlu dirangkul, perlu ditemui, orang perlu
disapa dengan suka cita sebagai kata kunci karena ada keluasaan, keringanan
hati, kerelaan hati, untuk berbagi. Dan pendekatan kedua adalah pendekatan
dengan kemurahan hati dan wajah kerahiman sebagaimana disebutkan dalam
dokumen Misericordiae Vultus dan Evangelii Gaudium (suka cita injil). Pada 2016,
Paus Fransiskus menerbitkan Anjuran Apostolik Amoris Laetitia. Meskipun telah
dua tahun setelah terbitnya Amoris Laetitia, kita, umat Katolik tidak boleh
terlambat untuk menelaah sesuai dengan alur: Mendengarkan pengalaman-
pengalaman keluarga, dan mencermati dengan mantap pengalaman-
pengalaman itu untuk memilih jalan supaya pastoral pendampingan lebih
mengedepankan apa yang dalam ilmu sosial disebut “energi positif”. Supaya
dapat mengembangkan apa yang di dalam psikologi sosial disebut “otak
tengah” yang mengimbangi otak kiri dan otak kanan. Bapa Paus mengajak umat
Katolik sedunia untuk menyegarkan kembali pengalaman-pengalaman cinta dan
belas kasih, kemurahan hati dan suka cita sejati.
Ucapan terima kasih kepada peserta dari paroki-paroki dan satu pra paroki di
yang ada di Keuskupan Manokwari-Sorong. Tema pertama MU setelah saya
ditahbis menjadi uskup adalah “Meningkatkan Peran-serta Umat dalam Pastoral
Pendidikan dan Kesehatan.” Musyawarah Umat bukanlah tempat untuk saling
mempersalahkan, menghujat orang, atau menyampaikan titipan-titipan pesan.
Musyawarah Umat merupakan ajang untuk mengaktifkan energi-energi positif,
memancarkan gelombang demi gelombang kebaikan dengan memberi
kontribusi yang sebaik-baiknya dengan meluruskan yang miring, karena betapa
pun juga kita tidak boleh melupakan kesalahan, melainkan wajib belajar dari
kesalahan-kesalahan itu. Perlu disadari bahwa semua orang berbuat kesalahan
(every body make mistake).
Saya tidak ragu-ragu mengucapkan terima kasih kepada peserta MU KMS 2018
ini. Sekadar kilas balik bahwa MU KMS pada tahun 2014 di Fakfak, Kota Pala
dan Kota Perjuangan, kita sudah berbicara tentang “Katekese: Pewarta
mewartakan Pewartaan”. Kalau pada waktu itu kita berbicara tentang
metodologi atau cara, dengan sedikit isi. Sekarang, kita berbicara tentang
subyek, persona, pelaku yaitu keluarga. Tema kita: “Keluarga: Gereja rumah
tangga. Mewujudkan Pesan Amoris Laetitia (sukacita cinta)”. Saya yakin bahwa
MU kali ini membawa semangat perubahan untuk kita perjuangkan terus di
dalam pendampingan pastoral bagi keluarga-keluarga di segenap penjuru
Keuskupan Manokwari-Sorong.

RESUME Hari Pertama MU-KMS Page 2 of 3


Gereja adalah kita. Kitalah yang wajib bertanggung jawab atas kemajuan dan
perkembangan Gereja. Kontribusi-kontribusi positif dari kitalah yang
memperkembangkan iman dan Gereja kita. Tanggung jawab untuk merawat
keluarga-keluarga ada di tangan kita masing-masing.

o Bupati Kaimana (diwakili oleh Bpk. Luther Rumpombo, Staf Ahli Bupati)
Gereja adalah pesekutuan orang mengimani Yesus. Gereja adalah rumah Allah
sebagai tempat untuk orang beribadat. Selain itu Gereja juga sebagai tempat
pelayanan, dalam hal ini seperti pendidikan, kesehatan, dan beberapa lainnya
yang telah dikerjakan oleh Gereja Katolik. Untuk bekerja dalam Gereja, kita
harus takut akan Tuhan. Sikap takut akan Tuhan ini ditunjukkan dengan cara
menjauhi laranganNya dan melaksanakan perintahNya. Kita juga harus rela
berkorban untuk Gereja. Gereja tidak hanya menjadi tanggung jawab dari
Uskup, para Pastor, suster melainkan menjadi tanggung jawab semua umat.
Lebih dari itu, kita harus menjadi teladan dan contoh untuk orang lain. Kita
tidak perlu mengikuti tindakan-tindakan yang keliru dari orang lain, melainkan
menjadi pribadi yang baik bagi sesama.
Pesan sisipan: Dari segi pemerintahan, kita masuk dalam ranah politik. Oleh
karena politik, kehidupan dalam rumah tangga menjadi rusak (pecah).
Kehadiran Gereja telah memberi banyak kontribusi dalam hal pembangunan,
pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

 Acara istirahat: Makan malam


o Doa makan dibawakan oleh Pastor Lewi Ibori.
o Ibadat/doa malam dipimpin oleh Pastor Melkiades Kisa Tukan, SVD.

Kaimana, 22 Oktober 2018


Notulis / Panitia SC

RESUME Hari Pertama MU-KMS Page 3 of 3