Está en la página 1de 4

SURAH AL-INSYIQAQ (7-12)

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

maka dia akan berteriak: "Celakalah aku".

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).


Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).

(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,

MAKNA :
Dalam beberapa tempat di al-Quran, Allah bersumpah bahwasanya hari pembalasan itu akan tiba.
Dalam Q.S. Al-Insyiqaq, misalnya, Allah bersumpah dengan deskripsi hari kiamat – dimana bumi
terbelah, dan memuntahkan semua yang ada di dalamnya – bahwasanya manusia akan menemukan
balasan atas apa yang mereka perbuat selama di dunia. Dan saat itu manusia terbagi dua: 1) mereka
yang mendapatkan kitab amalannya dengan tangan kanan, dan 2) mereka yang mendapakatkannya dari
belakang punggungnya.

Dari deskripsi surat ini golongan pertama akan kembali kepada keluarga mereka dengan penuh
kesenangan, sedangkan golongan kedua akan masuk kedalam nereka. Memang ketika di dunia mereka
senang dengan mengikuti hawa nafsunya, dan menyangka bahwasanya apa yang mereka lakukan tidak
ada hubungan dengan pembalasan di hari kiamat.

Dari sini saya mencatat bahwa disetiap amalan kita memiliki peran penting dalam menentukan
bagaimana keadaan kita di akhirat kelak, meskipun penentu utama adalah Rahmat dari Sang Maha
Kuasa. Lebih lagi, kesadaran kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan selama di dunia memang
berasal dari rahmat-Nya.

Dalam surat ini juga diungkapkan frase yang sering Allah gunakan untuk menunjukan “keheranan”Nya
terhadap sikap kaum kafir yang tetap konsisten dalam pembangkangannya meskipun Allah telah
menunjukan tanda-tanda akan adanya hari pembalasan. Saya melihat ini bukan berarti Allah greget,
atau putus asa, akan tetapi menunjukan betapa dahsyatnya konsekuensi dari pembangkangan yang
konsisten dilakukan oleh kaum kafir.

Dan diakhir surat, Allah menegaskan bahwasanya kaum kafir akan mendapatkan siksaan yang pedih,
kecuali mereka yang mau meninggalkan kekafirannya dan memilih untuk beriman dan beramal shaleh.
YASIN ( 65 )

ِ ‫ا ْليَ ْومَن ْخ ِت ُمَعلىَأ ْفوا ِه ِه ْمَوتُك ِل ُمناَأ ْيد‬


ِ ‫ِيه ْمَوتشْهدَُأ ْر ُجلُ ُه ْمَ ِبماَكانُواَي ْك‬
َ‫سبُون‬
Artinya:

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi
kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

MAKNA :

Pada hari kiamat, mulut orang-orang kafir akan ditutup lalu tangan dan kaki mereka akan berbicara atas
apa yang telah mereka perbuat di dunia. Ini juga keadaan orang munafik pada hari kiamat. Setiap
anggota tubuh akan berbicara pada hari kiamat kelak.

Dalam ayat ini Allah menyebut tangan ‘berbicara’ sedangkan kaki ‘bersaksi’ karena kebanyakan
perbuatan kemaksiatan dilakukan oleh tangan, sedangkan kaki hadir di tempat itu menyaksikannya.
Walaupun kadangkala ada kemaksiatan tertentu yang kaki menjadi pelaku utama, namun kebanyakan
kemaksiatan dilakukan oleh tangan