Está en la página 1de 6

Auditing 2

Soal uas dari topik UTS (siklus perolehan dan pembayaran):


1. sebutkan akun-akun dalam siklus perolehan dan pembayaran!
Asset Expens Liability
Persediaan Biaya sewa Utang usaha
Perlengkapan Biaya listrik & air Utang sewa
Asuransi dibayar Biaya bunga Utang pajak
dimuka
Sewa dibayar Biaya perbaikan Utang bunga
dimuka gedung
Biaya dibayar Biaya pemeliharaan
dimuka gedung
Bangunan Biaya ongkos angkut
Kendaraan Biaya gaji
Biaya asuransi

2. Internal control untuk masing-masing fungsi dalam siklus perolehan dan pembayaran!
a. Otorisasi pembelian: pembelian harus diotorisasi oleh orang yang bertanggung jawab
b. Pemisahan fungsi penjagaan asset dari fungsi lain: menjaga barang masuk/keluar harus
dengan otorisasi
c. Pencatatan tepat waktu dan review independen atas transaksi
d. Otorisasi pembayaran
3. Langkah-langkah prosedur analitis dalam siklus perolehan dan pembayaran!
a. Bandingkan saldo-saldo akun beban terkait perolehan dengan saldo tahun lalu,
b. Menelusuri daftar hutang usaha tas kewajiban yg tidak biasa yg pemasoknya fiktif,
c. Bandingkan masing-masing hutang usaha dengan tahun lalu,
d. Kalkulasi rasio seperti pembelian dibanding dengan hutang usaha dengan hutang lancar.

Soal uas dari topik UAS:


Audit of capital acquisition and repayment cycle (audit atas siklus perolehan dan
pembayaran kembali modal)
1. Karakteristik the capital acquisition and repayment cycle!
1. Relatif sedikit transaksi yg mempengaruhi saldo-saldo akun, tetapi seringkali setiap transaksi
jumlahnya material.
2. Tidak dimasukannya atau misstatement dari satu transaksi dapat bersifat material.
3. Terdapat hubungan hukum/legal antara Entitas klien dengan Pemegang Saham, Obligasi, atau
Dokumen Kepemilikan yg serupa.
4. Terdapat hubungan langsung antara akun bunga dan akun dividen dengan akun hutang dan akun
ekuitas.
2. Sebutkan 2 tujuan audit asal saldo N/P dan bunganya. Kenapa hal tsb dianggap sangat penting?
Dua tujuan terpenting audit berkait saldo N/P:
1. Seluruh N/P yg ada telah dimasukan (kelengkapan).
2. N/P yg ada dalam skedul (daftar) dicatat secara akurat (akurasi).
Kedua tujuan ini sangat vital karena salah saji dapat sangat material walaupun hanya satu N/P yg
diabaikan atau tidak benar.
3. Dalam audit R/E umumnya auditor menguji kelayakan dari transaksi yg mempengaruhi R/E,
sebutkan 3 jenis transaksi yg mempengaruhi akun R/E?
1. Laba bersih dari tahun yg berjalan (net earnings).
 Income earning pada R/E
2. Perusahaan lainnya meliputi Koreksis earning tahun-tahun sebelumnya, penyesuaian-
penyesuaian periode sebelumnya yg dibebankan (didebet/dikreditkan) R/E.
 Akumulasi penyusutan
3. Appropriasi R/E yg diambil dari laba tahun berjalan.
 R/E pada R/E appropriate
4. Internal control untuk ekuitas!
1. Otorisasi transaksi yg memadai, mengenai:
 Penerbitan saham
 Pembelian kembali saham
 Pengumuman dividen
2. Pencatatan yg tepat dan adanya pemisahan fungsi/tugas.
3. Menggunakan jasa Agen Register dan Agen Transfer Saham yg independen.

Audit of cash balance (audit atas saldo kas)


1. Apa yg dimaksud dengan rekening bank pisah batas dan tujuan auditor memerlukan informasi
tsb?
Laporan Bank Pisah Batas adalah Laporan Bank untuk sebagian periode (periode pisah batas) yg
dilampiri dengan: Cek yg dibatalkan (canceled check, copy slip setoran dan dokumen yg terkait).
Laporan dikirim langsung oleh bank ke Kantor Akuntan Publik.
Tujuan Laporan: untuk memverifikasi pos-pos rekonsiliasi bank pada akhir tahun.
Auditor biasanya meminta Rekening Koran pisah batas untuk data 7 hingga 10 hari sesudah tgl
neraca.
2. Lapping and Kitting.
Lapping adalah penggelapan dengan menyembunyikan kekurangan kas dengan menunda
pencatatan penerimaan kas pada nasabah yg seharusnya. Tahap pertama menahan kiriman uang
dari nasabah A tidak disetor ke bank. Pada hari berikutnya kiriman uang dari nasabah B dicatat
sebagai pembayaran dari A, dst.
Kitting adalah cara untuk menyembunyikan kekurangan cash dari majikan atau auditor. Untuk
menyembunyikan Bank Overdraft atau untuk menambah (pad) saldo bank. Semua prosedur/cara
kitting dirancang untuk menggelembungkan saldo bank selama periode check intransit antar
bank.
3. Prosedur untuk menemukan/mendeteksi kecurangan transaksi kas!
1. Konfirmasi piutang usaha
2. Test atas Lapping dan Kitting
3. Pemeriksaan pendukung piutang tak tertagih
4. Penelurusan pos-pos luar biasa.
4. Salah saji yg tidak dapat ditemukan di rekonsiliasi bank!
 Gagal untuk menagih pelanggan,
 Menagih pelanggan dengan harga yg tidak rendah,
 Pembayaran dari pelanggan tidak dicatat dan akun pelanggan dihapus sebagai piutang tak tertagih,
 Pembayaran ganda atas suatu faktur pemasok,
 Pembayaran untuk pembelian yg tidak pernah diterima,
 Pembayaran kepada karyawan yg tidak sesuai dengan jam kerjanya,
 Pembayran bunga kepada pihak istimewa dengan bunga yg lebih tinggi.
5. Rekonsiliasi Bank!
Rekonsiliasi bank bulanan harus dilakukan tepat waktu oleh orang independen dari tugas
menangani atau membukukan penerimaan dan pengeluaran kas.
Jika terjadi penangguhan yg lama atas penyiapan rekonsiliasi bank, makanilai
pengendalian akan berkurang dan mempengaruhi penilaian auditor atas resiko pengendalian
kas.

Completing The Audit (penyelesaian audit)


1. Kewajiban bersyarat, peristiwa kemudian (subsequent event):
a) Kewajiban bersyarat:

Kemungkinan Keterjadian Perlakuan dalam Laporan Keuangan

1. Kemungkinan kecil (remote) 1. tidak perlu di ungkap (disclouse) & tidak


perlu dijurnal.
2. Kemungkinan wajar/sedang 2. Perlu diungkap dalam Laporan Keuangan.

3. Kemungkinan besar (porbable) 3. Jika jumlah angka tidak bias diestimasi,


maka tidak perlu diungkap & tidak perlu
dijurnal.

b) Jenis-jenis Subsequent Event:


1. SE yg berdampak langsung pada Laporan Keuangan & memerlukan Penyesuaian, meliputi (jika
jumlahnya material):
 Pengumuman bangkrut pelanggan,
 Penyelesaian perkara hukum yg jumlahnya berbeda dengan yg dicatat,
 Pelepasan peralatan yg tidak digunakan dalam operasi dengan harga dibawah nilai buku,
 Penjualan investasi dengan harga dibawah costnya.
2. SE yg tidak berdampak langsung pada Laporan Keuangan, tetapi pengungkapannya
diwajibkan, seperti peristiwa:
 Penurunan nilai pasar Sekuritas untuk Investasi sementara atau penjualan kembali dibawah
harga pasar,
 Penerbitan sekuritas Obligasi atau Equity,
 Penurunan nilai pasar Inventory sebagai akibat dari tindakan pemerintah melarang/menghalangi
penjualan produkn,
 Kerugian akibat kebakaran inventory yg tidak diasuransikan
 Merjer atau akuisisi
2. Subsequent Discovery of Facts:
Setelah Laporan Keuangan diterbitkan, auditor menyadari bahwa beberapa informasi Laporan
Keuangan tersebut secara material menyesatkan, maka auditor mempunyai kewajiban untuk
memastikan bahwa pengguna yg mengandalkan Laporan Keuangan diberitahu mengenai salah
saji tersebut.
3. Going Concern:
Proses penilaian kelangsungan hidup klien oleh paling tidak satu tahun kedepan sejak tanggal
neraca.
Factor yg menyebabkan ketidakpastian kemampuan klien akan going concern (salah satu):
 Significant recurring operation losses or working capital deficiencies.
 Ketidak mampuan bayar pada jatuh tempo.
 Loss of major customers, the occurrence of uninsured catastrophes such as an earthquake or
flood, or unusual labor difficulties.
 Hukum.
Jika auditor keberatan atas asumsi going concern, auditor harus menilai Rencana Manajemen
untuk mengatasi kebangkrutan dan tingkat pencapaian dari Rencana tersebut.

4. Management Representation Letter (MRL) vs Management Letter:


a. Management Representation Letter (MRL) adalah surat representasi manajemen yg
disiapkan oleh klieer yg ditanda tangani oleh CEO & pejabat tinggi perusahaan diatas kertas
berkop surat perusahaan yg diserahkan ke alamat kantor auditor
b. Manajemen Letter adalah surat yg disiapkan oleh auditor yg berisi kelemahan-kelemahan
internal control berdasarkan hasil audit yg diserahkan ke alamat kantor perusahaan klien.
MRL: manajemen ke auditor
ML: auditor ke manajemen
Assurance service
1. 3 tingkat penugasan dan bentuk kesimpulan dalam Standar Atestasi (SSAE)!

Jenis Penugasan Jumlah Tingkat Format Distribusi


Bukti Kepastian Kesimpulan
1. Pemeriksaan Ekstensif Tinggi Positif Umum
2. Penelaahan Signifikan Moderat Negative Umum
3. Kesepakatan atas Bervariasi Bervariasi Temuan Terbatas
prosedur

2. Hubungan antara pengumpulan bukti dengan tingkat keyakinan dalam audit, penelaahan dan
kompilasi!
grafik
3. Audit lain atau Penugasan Assurance Terbatas!
Jenis audit dan jasa assurance lain ini tergolong dalam Standar Audit (SAS) tetapi bukan audit
laporan keunagan historis yg sesuai dengan PABU (Prinsip Akuntansi Berlaku Umun), antara
lain:
1) Audit laporan keuangan yg disiapkan atas dasar akuntansi yg komprehensip lain (selain PABU),
2) Audit unsur/item-item khusus
3) Audit atas akun-akun tertentu Audit Surat Kepatuhan Kewajiban (syarat pinjaman).

Audit Intern Keuangan Pemerintah dan Audit Operasional


1. Perbedaan audit Keuangan dengan audit Operasional:
Uraian Audit Keuangan Audit Operasional
1. Tujuan Audit Informasi historis masa Efektifitas dan efisiensi
lalu orientasi ke masa depan
2. Distribusi Laporan Banyak pemakai Kepada manajemen,
standard bentuk laporan beragam
3. Dimasukannya Bidang Hanya yg berhubungan Berbagai kegiatan yg 2. Audit
Nonkeuangan dengan laporan keuangan luas dalam organisasi Fungsional
dan Audit
Organisasi:
 Audit Fungsional, yaitu mengaudit satu atau lebih fungsi-fungsi aktivitas bisnis seperti fungsi
pengeluaran/penerimaan kas, fungsi akuntansi, fungsi pembayaran gaji, dll.
 Audit Organisasi, yaitu mengaudit seluruh unit organisasi yg meliputi divisi, cabang/anak
perusahaan.

http://gununglaut.blogspot.com/2013/05/auditing-2.html