Está en la página 1de 5

UNIVERSITAS INDONESIA

LEMBAR TUGAS MANDIRI


DEFINISI, TUJUAN, DAN SISTEM HUKUM

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika & Hukum Keperawatan
Dosen Fasilitator : Dr. Novi Helena, SKp., M.Sc

Disusun oleh:
Irma Permata Sari
(1806256263)

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2018
1. Definisi Hukum
1.1 Definisi Hukum Secara Etimologi
Kata hukum merupakan bentuk tunggal yang berasal dari bahasa Arab dengan kata
jamaknya adalah “Alkas” yang kemudian diambil alih dalam bahasa indonesia
menjadi “hukum”. Kemudian dalam bahasa latin “Ius” yang berarti hukum. Berasal
dari bahasa latin Iubere yang artinya mengatur atau memerintah. Istilah Ius
berhubungan dengan Iustitia atau keadilan (Is, 2017). Sehingga dapat disimpulkan
hukum adalah mengatur sesuatu hal yang berhubungan dengan keadilan.

1.2 Definisi Hukum Menurut Para Ahli Hukum Indonesia


1.2.1 Satjipto Rahardjo, hukum adalah karya manusia berupa norma-norma yang
merupakan pencerminan dari manusia terhadap tingkah laku.
1.2.2 Tirta Amidjaya, hukum merupakan seluruh aturan/norma yang harus ditaati
saat bertingkah laku dalam pergaulan hidup dan jika melanggar akan
mendapatkan konsekuensi terhadap pelanggaran tersebut.
1.2.3 Abdul Manan, hukum adalah suatu rangkaian peraturan yang menguasai
tingkah laku tertentu dari manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum
mengatur kepentingan manusia, jika seseorang melakukan pelanggaran
hukum, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan apa yang telah ditetapkan.

Berdasarkan definisi secara etimologi dan para ahli hukum indonesia, dapat disimpulkan
bahwa hukum merupakan seluruh aturan tingkah laku berupa norma yang harus diaati oleh
setiap anggota masyarakat yang berguna untuk menciptakan keadilan dan ketertiban dalam
hidup bermasyarakat. Hukum bersifat memaksa, jika ada seseorang yang melanggar, maka
akan dikenakan sanksi sesuai dengan apa yang telah ditetapakan.

Kaitannya dengan keperawatan, hukum keperawatan tidak dapat dipisahkan dengan hukum
kesehatan. Menurut Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia (PERHUKI), hukum
kesehatan adalah semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan pelayanan
kesehatan dan penerapannya. Keperawatan merupakan salah satu bagian integral layanan
kesehatan, sehingga dapat didefinisikan hukum keperawatan merupakan bagian dari
hukum kesehatan, dimana pedoman legal yang dianut perawat berasal dari hukum pidana,
perdata, dan administratif (Hanafiah & Amir, 2008; Is, 2015).

2. Tujuan Hukum
Teori Tujuan Hukum
a. Teori Tujuan Hukum Barat Teori Klasik
1) Teori etis; tujuan hukum untuk mewujudkan
keadilan
2) Teori utilistis; tujuan hukum untuk mewujudkan
kemanfaatan
3) Teori legalistik; tujuan hukum mewujudkan
kepastian hukum
Teori Modern
1) Teori prioritas baku; tujuan hukum mencakup
keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum
2) Teori prioritas kasuistik; tujuan hukum
mencakup teori prioritas baku dengan urutan
prioritas disesuaikan dengan kasus yang ingin
dipecahkan
b. Teori Tujuan Hukum Timur Hukum bertujuan untuk keadilan yang menciptakan
keharmonisan dan kedamaian
c. Teori Tujuan Hukum Islam Tujuan hukum mewujudkan kemanfaatan kepada
seluruh umat, baik di dunia maupun di akhirat.
Segala sesuatu yang bermanfaat diperbolehkan dan
segala sesuatu yang mudarat ditinggalkan/dilarang
Tabel 1: Grand Western Theory tentang tujuan hukum (Ali, 2009)

Secara umum, tujuan hukum adalah untuk melindungi dan mengatur masyarakat agar
terciptanya keharmonisan dan keadilan, sehingga keamanan negara terjamin, dan rakyat
dapat hidup adil dan sejahtera.
Tujuan hukum dalam bidang keperawatan adalah perawat harus memberikan asuhan
keperawatan yang aman dan kompeten sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
guna melindungi perawat-klien, meningkatkan derajat kesehatan klien (masyarakat), dan
menciptakan hubungan harmonis antara perawat dan klien (masyarakat).

3. Sistem Hukum
Sistem hukum adalah suatu kesatuan peraturan-peraturan hukum yang terdiri dari bagian-
bagian hukum yang memiliki interaksi antara satu sama lain, yang tersusun berdasarkan
asas-asasnya.
3.1 Sistem Hukum Dunia
3.1.1 Sistem Hukum Sipil (Civil Law)
Civil Law/hukum romawi adalah sistem hukum yang berkembang di daratan
Eropa. Sistem hukum ini berasal dari kodifikasi hukum yang berlaku di
kekaisaran Romawi pada masa Pemerintahan Kaisar Yustinianus abad 5 (527-
565 M). Kodifikasi hukum ini merupakan kumpulan dari berbagai kaidah
hukum. Prinsip utama dari sistem ini bahwa hukum itu memperoleh kekuasaan
yang mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang
tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Sistem hukum ini memungkinkan
penyelesaian semua permasalahan atau kasus dengan mudah karena
didasarkan pada undang-undang/hukum tertulis, dan lebih dapat menjamin
kepastian hukum (Marzuki, 2008).
3.1.2 Sistem Hukum Anglo Saxon
Sistem hukum yang didasarkan pada yuriprudensi, yaitu keputusan-keputusan
hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim
selanjutnya. Sistem Anglo Saxon cenderung lebih mengutamakan hukum
kebiasaan. Sistem ini lebih cenderung menyesuaikan dengan perkembangan
zaman dan masyarakat, karena hukum-hukum yang diberlakukan adalah
hukum tidak tertulis (Marzuki, 2008).
3.1.3 Sistem Hukum Adat
Sistem Hukum adat adalah hukum yang hidup dan berkembang dalam
masyarakat sejak lama yang berdasarkan nilai-nilai asli ataupun campuran dan
hanya berlaku untuk masyarakat itu saja. Hukum adat ini diterapkan untuk
menciptakan suatu keseimbangan dalam masyarakat itu sendiri, baik antar
individu, kelompok, atau terhadap alam. Hukum adat bersifat hukum
tradisional berpangkal pada kehendak nenek moyang. Hukum adat juga bersifat
elastis, dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan situasi sosial
(Marzuki, 2008).
3.1.4 Sistem Hukum Islam
Sistem hukum ini berawal dianut oleh masyarakat arab guna penyebaran agama
Islam, yang kemudian berkembang ke negara-negara lain di Asia, Afrika,
Eropa, dan Amerika secara individu atau kelompok. Hukum ini mengatur
keseluruhan persoalan dalam kehidupan berdasarkan atas ketentuan agama
(Marzuki, 2008).

Sistem hukum di Indonesia dipengaruhi oleh semua sistem hukum dunia. Indonesia
merupakan negara jajahan belanda sehingga memiliki warisan sistem hukum yang berasal
dari daratan Eropa (Civil Law). Selain itu berlaku juga hukum adat di Indonesia sebagai
hukum asli yang tumbuh dan berkembang dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang
sangat mempengaruhi proses berlakunya hukum di Indonesia. Hukum Islam menjadi
bagian yang juga mempengaruhi hukum di Indonesia, karena mayoritas penduduk
Indonesia beragama Islam, terbukti dengan adanya peraturan tentang UU penyelengaraan
haji, hukum keluarga, muamalat (hukum perdagangan Islam, perbankan syariah) dan ini
membuktikan bahwa negara Indonesia tidak melepaskan tanggungjawab urusan beragama
dengan urusan negara/pemerintah. Indonesia juga saat ini dan masa yang akan datang
menggunakan model sistem hukum Anglo saxon karena hukum itu akan diperlakukan pada
tempat, orang dan kasus tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, A. (2009). Menguak teori hukum & teori peradilan (1st ed.). Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Hanafiah, M. J., & Amir, A. (2008). Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan (4th ed.). Jakarta:
EGC.
Is, M. S. (2015). Etika & Hukum Keperawatan: teori dan aplikasinya di Indonesia (1st ed.).
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Is, M. S. (2017). Pengantar Ilmu Hukum. (Winarno, Ed.) (1st ed.). Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Marzuki, P. M. (2008). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.