Está en la página 1de 4

ANCAMAN DI BIDANG SOSIAL & BUDAYA

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


(Bapak H. Teddi Achmad N., M.Pd.I)

Kelas X-IPS A
Mardani Mastiar
NIS. 1718.X.211

KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTA BANDUNG
JL. H. ALPI – CIJERAH TELP. 022-6027957 FAX. 022-6046986 BANDUNG 40212
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
tentang ancaman di bidang sosial dan budaya ini.

Tugas ini telah saya susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan bantuan
dari berbagai sumber sehingga dapat memperlancar pembuatan tugas ini. Untuk itu
saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan tugas ini. Adapun, tujuan dari pembuatan tugas ini
adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan. Oleh karena itu semoga isinya sesuai
harapan.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya
dapat memperbaiki tugas ini.

Akhir kata saya berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian
dan dapat menjadi motivasi serta inspirasi agar selalu menjaga keutuhan dan
keragaman budaya Indonesia.

Bandung, April 2018

Penyusun

i
Ancaman di Bidang Sosial

Ancaman di bidang sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam dan dari luar.
Ancaman dari dalam ditimbulkan oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan
ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti premanisme,
separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia. Isu tersebut akan
mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme, dan patriotisme.

Adapun ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, di antaranya
adalah sebagai berikut.

1. Munculnya Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup yang selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri dan membeli apa saja yang
diinginkan mata tanpa pikir panjang manfaat dan kegunaan barang-barang tersebut.

2. Munculnya Sifat Hedonisme

Kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia
suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun
harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti mabuk-mabukan, pergaulan
bebas, foya-foya dan sebagainya.

1
3. Adanya Sikap Individualisme

Sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada tidak
bermakna. Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain, misalnya
sikap selalu menghardik pengemis, pengamen, dan sebagainya.

4. Munculnya Gejala Westernisasi Dan Koreanisasi

Gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat dan korea selatan tanpa diseleksi
terlebih dahulu, seperti meniru model pakaian yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya
bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku, misalnya memakai rok mini, bertato lelaki
memakai anting-anting dan sebagainya.