Está en la página 1de 3

Asal Kata Asuransi : Berasal dari bahasa Latin “ASSECURARE” (Meyakinkan

Orang Lain)

 ASSURANCE : Menanggung sesuatu yang pasti terjadi


 INSURANCE : Meanggung sesuatu yang belum tentu terjadi

Asal Kata Asuransi, Menurut;

1. Ekonomi : Metode mentransfer Risisko dengan jalan memindahkan akibat


kerugian dari ketidakpastian.
2. Hukum : Kontrak perjanjian dimana tertanggung memindahkan Risiko tertentu
kepada penanggung dengan membayar premi.
3. Bisnis : Lembaga usaha yang menerima pengalihan Risiko dari masyarakat.
4. Sosial : Sarana sosial dalam penghimpunan dana untuk menghadapi
kerugian keuangan.
5. Matematis : Pendekatan kuantitatif dan statistik atas suatu Risiko sehingga
tercapainya keseimbangan antara manfaat dan premi.

DEFENISI

Pasal 246 KUHD --- Asuransi adalah perjanjian dimana penanggung mengikatkan
dirinya pada seorang tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan
penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa
yang tidak tentu terjadi.

UU No.2 tahun 1992 --- “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian
antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan dirinya
kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan
pergantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan
keunutngan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
yang mungkin timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu
pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggung kan.”

TUJUAN ASURANSI : adalah untuk memperalihkan risiko baik seluruhnya atau


sebahagian kepada orang lain akibat suatu peristiwa yang tidak tentu kapan
terjadinya.

UNSUR ASURANSI;

 Premi, adalah pembayaran yang harus dilakukan tertanggung sebagai


imbalan dari penggantian kerugian pembayaran.
 Ganti Rugi, adalah pembayaran yang harus dilakukan oleh penanggung bila
peristiwa yang tidak tentu terjadi.
 Peristiwa Yang Tidak Tentu, adalah peristiwa yang tidak dapat diduga
terjadinya yang bila terjadi akan merugikan pihak tertanggung.
JENIS ASURANSI SECARA UMUM

Asuransi Kerugian : Asuransi yang memberikan jasa dalam penanggulan risiko atas
kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga,
yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.

Asuransi Jiwa : Asuransi yang memberikan jasa dalam penagggulan risiko yang
dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.

Asuransi sosial : Program asuransi yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan


suatu Undang-Undang, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dasar bagi
kesejahteraan masyarakat dan tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan
komersial.

KLASIFIKASI ASURANSI

Berdasarkan SIFAT

- Asuransi Wajib
- Asuransi Sukarela

Berdasarkan TUJUAN

- Asuransi Jiwa
- Asuransi Sosial
- Asuransi Kerugian

Berdasarkan KEPEMILIKAN

- Asuransi milik Pemerintah


- Asuransi milik Swasta

Berdasarkan BENTUK HUKUM

- Perseroan Terbatas
- Persero
- Kopersi
- Usaha Bersama

Berdasarkan OBYEK

- Obyek Manusia
- Obyek Harta Benda

Berdasarkan KEGIATAN

- Proteksi pada kegiatan Individu


- Proteksi pada kegiatan Usaha
OBYEK ASURANSI : Yang jadi obyek asuransi yaitu semua kepentingan yang
dapat dinilai dengan uang, tunduk pada berbagai macam bahaya dan tidak
dikecualikan oleh undang-undang.

SIFAT-SIFAT ASURANSI :

 Sifat Persetujuan
 Sifat Timbal Balik
 Sifat Konsensuil
 Sifat Perkumpulan

HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

Pihak Penanggung

- Wajib memberikan ganti rugi bila terjadi peristiwa yang merugikan pihak
tertanggung.
- Berhak menerima pembayaran uang premi dari pihak tertanggung.

Pihak Tertanggung

- Wajib membeyar sejumlah uang premi yang telah ditentukan lebih dahulu
kepada pihak penanggung.
- Menerima sejumlah pembayran ganti rugi dari pihak penanggung bila ia
menderita kerugian bila peristiwa yang tidak tentu itu terjadi.

PROSES PERJANJIAN ASURANSI

 Tertanggung menemui penanggung, guna menyatakan bersedia lalu


tertanggung menjelaskan keadaan sebenarnya objek asuransi.
 Penanggung menemui tertanggung guna melihat lansung objek asuransi dan
menentukan perhitungan premi dan besarnya ganti rugi.
 Tertanggung menemui penanggung guna mengambil kata sepakat dan
persetujuan besarnya premi dan ganti rugi.
 Penanggung bersama tertanggung membuat perjanjian asuransi dan
dikeluarkan polis asransi.

POLIS ASURANSI : Suatu akta persetujuan mengenai asuransi atau pertanggungan


yang dibuat secara resmi pada saat ditutupnya perjanjian asuransi.