Está en la página 1de 12

Tugas 1

ARSITEKTUR LINGKUNGAN

ANDIKA YASIN

1421042004

ARSITEKTUR S1

PENDIDIKAN TEKNIK SIPPIL DAN PERENCANAAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG ....................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

a. PENGERTIAN ARSITEKTUR SECARA UMUM..................................................2


b. PENGERTIAN LINGKUNGAN SECARA UMUM...............................................2
c. PERAN ARSITEKTUR TERHADAP LINGKUNGAN..........................................2
d. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP DESAIN ARSITEKTUR.................5

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN ...............................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Istilah “arsitektur” mulai diperkenalkan pada sekitar abad I sebelum masehi. Marcus
Vitruvius Pollio (88 SM – 26 SM), yang kemudian dijuluki sebagai “Bapak Arsitektur”,
memperkenalkan istilah “arsitektur” melalui bukunya yang berjudul De Architectura.
Namun, pada dasarnya, sejak generasi pertamanya manusia sudah berarsitektur, dalam
batas pengertian bahwa arsitektur berkaitan dengan perencanaan dan perancangan
lingkungan binaan. Jejak-jejak peninggalan arsitektur dari masa lampau, yang dapat
dilacak pada saat ini, menunjukkan bahwa umat manusia telah berarsitektur
(menghasilkan lingkungan binaan) sejak ribuan tahun sebelum masa kehidupan Vitruvius,
ditandai dengan banyaknya artefak yang berasal dari masa-masa sebelum kehidupan
Vitruvius—antara lain berupa hasil-hasil karya arsitektur suku Maya, Toltec, Aztec, Inca,
Cina, Jepang, India, Mesopotamia, dan Mesir.
Sebagai suatu bidang karya, sampai dengan abad 19, arsitektur masih belum dipisahkan
secara tegas dari berbagai bidang lainnya. Tokoh-tokoh perencana dan perancang
lingkungan binaan—seperti Michelangelo—dapat berperan sebagai arsitek, pelukis,
pemahat/pematung, konstruktor. Pada perkembangan kemudian, bidang engineering dan
arsitektur mulai dipisahkan dari bidang lainnya. Pada 1880-an terjadi pemisahan keahlian
bidang arsitektur—dengan lingkup penekanan pada aspek bentuk, ruang, dan fungsi—
dengan keahlian bidang engineering—dengan lingkup penekanan pada aspek struktur dan
konstruksi dalam perhitungan dan pelaksanaan pembangunan. Di Indonesia, pendidikan
keahlian arsitektur mulai mandiri sejak awal dekade 1950, ditandai dengan berdirinya
Jurusan Arsitektur pada Institut Teknologi Bandung.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ARSITEKTUR SECARA UMUM

Arsitektur adalah ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan
(artefak), mulai dari lingkup makro—seperti perencaan dan perancangan kota, kawasan,
lingkungan, dan lansekap—hingga lingkup mikro—seperti perencanaan dan perancangan
bangunan, interior, perabot, dan produk. Dalam arti yang sempit, arsitektur sering kali
diartikan sebagai ilmu dan seni perencanaan dan perancangan bangunan. Dalam
pengertian lain, istilah “arsitektur” sering juga dipergunakan untuk menggantikan istilah
“hasil-hasil proses perancangan”.
Jika ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak) dinamai
“arsitektur”, orang yang mempunyai keahlian dan berkecimpung di dalam bidang tersebut
dinamai “arsitek”. Jadi, arsitek adalah orang yang mempunyai keahlian dan
berkecimpung di dalam ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan
(artefak)—seperti perencanaan dan perancangan kota, kawasan, lingkungan, lansekap,
bangunan, interior, perabot, dan produk.

B. PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP SECARA UMUM

Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta
mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan para
tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti
rumah, gedung, dan tiang listrik.
Pengertian lingkungan hidup adalah sebuah kesatuang ruang dengan segala benda dan
makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
keberlangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang
lainnya. Lingkungan hidup mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya, dan juga udara
yang ada

C. RANAN ARSITEKTUR TERHADAP LINGKUNGANI

Pengaruh posotif arsitektur terhadap lingkungan

1. Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara massa
bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusia tetapi
juga flora dan faunanya.
2. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang
kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan
untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghemat dan mengurangi
dampak – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan
tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend
green design.
3. Memberikan dampak pada estetika bangunan
4. Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
5. Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan
didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa
dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada
lingnkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta

Contoh studi kasusnya ialah dengan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari pada siang
hari, banyaknya material kaca yang dapat dipilih untuk memaksimalkan cahaya matahari
supaya dapat memasuki ruangan tanpa terasa panas, pengunaan material – material yang
ramah lingkungan.

Pengaruh negative didsini, merupakan kekurang ketelitian arsitek dalam melakukan


tugasnya dalam membangun.

Contoh studi kasusnya ialah bangunan green arsitektur, yang tidak menciptakan tema green
itu sendiri. Contohnya, bangunan di Kemang, yang seharusnya bangunan dibangun 20 % dan
memiliki lahan terbuka hijau 80 %. Namun saat ini kemang menjadi kawasan area bisnis
yang sensasional, yang hanya memiliki lahan terbuka hijau menjadi 20%, dan umumnya
penuh dengan bentuk masif yang hanya mengejar estetika belaka. akibat dari pembangunan
yang kurang memerhatikan lahan terbuka hijau dan lahan resapan air, menagakibatkan banjir
pada kawasan lainnya yangpastinya merugikan lingkungan sekitarnya.

kemang recidense terjadinya banjir d lingkungan sekitarnya


D. ENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP DESAIN ARSITEKTUR

Lingkungan memegang bagian penting dari sebuah desain arsitektur, karena arsitektur
adalah ilmu yang merancang lingkungan binaan, untuk dapat mencapai tujuan utama
arsitektur yaitu untuk merancang lingkungan binaan maka rancangan arsitek harus sesuai
atau senyaman lingkungan dimana manusia tinggal, selain itu juga harus menjaga
lingkungan. Karena semakin hari semakin padatnya bumi kita ini para arsitek pun mulai
berfikir agar tetap menghadirkan ruang hijau di pemukiman padat ini, dan akhirnya
muncul ide – ide mmebuata taman vertical dan roof garden demi memenuhi kebutuhan
vegetasi di suatu lingkungan binaan. Membangun taman vertikal atau taman dinding
hijau.

a. Vertical Garden

Tips untuk membangun taman vertikal atau taman dinding hijau untuk kebun
buildingVertical Anda, juga dikenal sebagai dinding hijau adalah bentuk kontemporer
dari berkebun. Peningkatan hidup perkotaan dan gaya hidup telah meningkatkan jumlah
apartemen di India. Hal ini telah menyebabkan perambahan ruang di seluruh kota. Untuk
orang yang merupakan pecinta alam, sangat sulit untuk memiliki kebun mereka sendiri
terutama ketika mereka berada di sebuah apartemen. Mungkin, mereka tidak perlu
kehilangan harapan sebagai taman vertikal dapat membiarkan Anda menikmati berkebun
dan cinta Anda terhadap berkebun. Anda dapat mencapai ini dengan mengembangkan
taman vertikal di balkon apartemen atau tempat lain yang sesuai. Ini akan membantu
menciptakan dinding hijau dalam ruang terbatas apartemen Anda. Ide vertical garden
Indoor untuk apartemen perumahan di Indiaâ taman vertikal akan memberikan rumah
Anda tampilan chic dengan bertindak sebagai dekorasi rumah yang elegan serta itu
freshens up udara. Mereka bisa menjadi klasik minimal atau ditumbuhi berdasarkan
preferensi Anda. Taman vertikal dapat dipasang pada dinding dengan menggunakan
media yang cocok yang berbeda seperti tas, kantong, botol air, wadah plastik, kain dan
sebagainya. Taman ini dapat digunakan untuk memblokir pemandangan yang tidak
menyenangkan atau penetrasi sinar matahari di apartemen Anda. Banyak properti di India
memiliki dinding hijau yang dikenal sebagai kebun pallet.
 Bagaimana membangun sebuah taman vertikal
Ide rumah kebun: Desain gardenChoose vertikal tempat yang sempurna untuk
taman vertikal Anda: Jika Anda telah memilih untuk menumbuhkan taman
vertikal di apartemen Anda, hal pertama yang harus dicari adalah tempat yang
cocok. Pilih tempat yang akan memberikan taman vertikal yang cukup sinar
matahari dan ventilasi. Vertical garden Anda harus bertindak sebagai titik fokus di
rumah Anda; maka itu harus ditempatkan di posisi yang sempurna. Pastikan
bahwa mereka dilindungi terhadap iklim yang keras. Kelembaban yang tepat: Hal
ini sangat penting bahwa taman vertikal Anda mendapatkan kelembaban yang
cukup sebagai kelembaban terus menerus akan menghasilkan pertumbuhan yang
baik. Untuk menghindari pengeringan dari taman Anda, tambahkan tanah mulsa
dan air tanaman Anda sering. Mulsa ini akan membantu dalam mempertahankan
air dari tanah bahkan selama musim panas. Untuk ini, Anda juga dapat membeli
tester tanah yang akan memberi Anda pembacaan pH tanah, kelembaban dan
tingkat cahaya. Mengelola tanaman Anda: Pastikan bahwa Anda menjaga tanaman
Anda dalam bentuk yang tepat sebagai pertumbuhan berlebih dari tanaman dapat
menghasilkan sebuah taman berantakan. Anda dapat menjaga mereka dalam
bentuk dengan mengikat tanaman Anda pemanggang dan pagar. Ini akan menjaga
mereka di tempat. Jadilah khusus tentang wadah vertikal dan struktur: Seperti
disebutkan sebelumnya, Anda memiliki banyak sekali pilihan untuk mengolah
kebun vertikal dalam berbagai jenis kontainer. Struktur dan wadah seperti kotak
kayu, palet, tiang, tangga bobrok, plastik dan bambu teralis, jendela kotak, bedeng
dan wadah menggantung lainnya dapat digunakan.

 Cara memilih tanaman untuk berkebun vertikal Ide taman dinding hijau untuk
apartemen Ada beragam pilihan ketika datang untuk memilih tanaman untuk
berkebun vertikal. Tanaman seperti tomat dan tanaman merambat lainnya dapat
memilih untuk berkebun vertikal. Vines seperti wisteria dan menjalar terompet
dapat memilih untuk taman vertikal. A Virginia menjalar dapat dibudidayakan di
tempat dengan sinar matahari yang lebih rendah. Juga tanaman jagung akan
bertindak sebagai tanaman yang tepat untuk berkebun vertikal. Jika Anda
memiliki taman vertikal di luar ruangan pada platform kenaikan gaji, Anda dapat
memilih untuk anggur dan tanaman merambat seperti buncis, kacang, Himalayan
Ivy, Scarlet Jam Vine, mentimun, melon kecil, anggur dan lain-lain. Jika Anda
memiliki taman vertikal menggantung, Anda dapat memilih untuk tanaman seperti
bugenvil, geranium ivy-berdaun dan nasturtium. Dalam kasus ruang yang sangat
kurang di apartemen Anda, Anda dapat menggantung tanaman vertikal dan
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan seperti peterseli, ketumbar, mint, dan lain-lain.

b. Roof Garden

Roof garden adalah konsep memanfaatkan atap dag sebagai tamana atau ruang hijau di
sebuah lingkungan binaan, dengan pertumbuhan penduduk dan padatnya pemukiman,
menyebabkan menipisnya space untuk ruang terbuka hijau, oleh karena itu para arsitek
memikirkan trobosan- trobosan agar tetap bisa memberi ruang terbuka hijau.
 Contoh Roof garden

Brooklyn Botanic Garden Visitor Center by Weiss/Manfredi.

Terletak di sudut timur laut Taman, adalah bangunan kaca dengan atap hijau melengkung
yang tampaknya untuk memperpanjang dengan lanskap yang ada. Selain atap hijau,
bangunan ini menawarkan banyak fitur lainnya ramah lingkungan seperti sistem geo-
tukar yang memanaskan dan mendinginkan ruang interior seri hujan. Ini juga memiliki
kebun yang mengumpulkan dan menyaring dan mengelola air hujan dan tanggul yang
sudah ada sebelumnya di sisi utara bangunan yang meningkatkan efisiensi termal.
Bangunan ini bertujuan untuk mendapatkan nya LEED Sertifikasi Emas.

(Tampak atas Brooklyn Botanic Garden Visitor Center by Weiss/Manfredi)

(Tampak samping Brooklyn Botanic Garden Visitor Center by Weiss/Manfredi)

Namba Parks Urban Roof Garden by Jerde Partnership.

Rooftop delapan tingkat ini saingan taman yang paling dari sistem atap hijau saat ini di
dunia. Ini mencakup 3,7 hektar dan dibangun pada tapak Stadion tua Osaka Baseball. The
Namba Parks adalah desain yang menakjubkan dan tidak kompleks perbelanjaan biasa
Anda. Dengan atap hijau, pembeli dapat menikmati saat-saat antara pohon-pohon dan
bunga saat mereka berjalan-jalan santai atau duduk di bangku. Tidak hanya akan Anda
melihat tanaman atau kebun pohon berkembang di atap kompleks tetapi Anda akan
menemukan sebuah ekosistem dengan cluster rock, tebing dan jurang, rumput, sungai,
kolam, kebun sayur dan air terjun.

Nanyang Technology University in Singapore by CPG Consultants Pte. Ltd

Melengkung atap hijau desain kreatif ini terhubung lancar dengan pemandangan yang
indah. Kaca dan bahan beton terutama dieksplorasi dari luar bangunan ramah lingkungan.
Atap hijau insulates bangunan dan menjaga udara dingin di sekitarnya. Atap hijau juga
berfungsi sebagai ruang pertemuan informal bagi siswa. Pemandangan yang indah adalah
irigasi menggunakan air hujan dikumpulkan.

Städel Museum in Frankfurt am Main by Schneider Schumacher

Salah satu yang paling menakjubkan desain taman atap urban adalah galeri kontemporer
bawah tanah ini baru. Ini memiliki taman atap hijau kubah dengan skylight melingkar.
Sebuah atap hijau polkadot adalah hasil dari 3 tahun renovasi dan ekspansi oleh
perusahaan lokal Frankfurt. Pada siang hari, ruang galeri diterangi dengan cahaya alami.
Pada malam hari lampu interior bersinar melalui lubang intip di atap.
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN
Dalam mendesain atau membangun suatu projek, seorang arsitek diwajibkan mampu
menganalisa suatu kondisi lingkungan sekitar proyek yang sedang dilaksanakannya.
Perlunya memperhatikan lingkungan dalam segi lahan dan aspek sosial serta
pertimbangan pengaruh pembangunan terhadap lingkungannya menjadi perhatian utama
sang arsitek untuk mencari solusi dari semua keadaan untuk mencapai hasil desain yang
dapat diterima dari berbagai pihak tanpa mengurangi resiko desain terhadap bangunan
lingkup sekitarnya. Hal ini melatih seorang arsitek untu tidak egois dalam merancang.
Jika dilihat dari sudut pandang lain pembangunan memang diperlukan karena
membangun kita juga tidak akan maju, namun bukan pembangunnan yang merusak
lingkungan. Karena itulah arsitek diharuskan untuk tidak hanya belajar dan memahami,
tapi merancang dengan menerapkan seluruh apa yang sudah dipelajari dan ketahui, tidak
egois dan mencintai lingkungan sekitarnya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Arsitek
juga dituntut untuk mengerti akan segala seluk beluk bangunan,site dan lingkungan
karena dampak positif dan dampak negatif dari pembangunan tersebut menjadi salah satu
tanggung jawab arsitek.
DAFTAR PUSTAKA

Wiki Pedia Indonesia www.scribd.com/doc/95990210/ARSITEKTUR-LINGKUNGAN


http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com Bahan bangunan di sekitar kita, Putro Arif
w, 2013 http://www.miraclegro.com