Está en la página 1de 20

BAB II

Asuransi
A. Pengertian

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis
dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan
dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga
yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan
pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin
perlindungan tersebut.

1. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 246


Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan nama seorang penanggung
mengikatkan diri pada seseorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk
memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, dan kehilangan
keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena peristiwa tak tertentu.
2. Meneurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Peransuransian
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan nama
pihak penanggung dengan mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi
asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan
atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang
tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
3. Menurut paham ekonomi
Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan karena melalui asuransi dapat dihimpun
dana besar, yang dapat digunakan untuk membayar pembangunan, disamping bermanfaat
bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi, serat asuransi bertujuan
memberikan perlindungan atu proteksi atas kerugian keuangan (financial loss), yang
ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (fortuitious event).
B. Sejarah Asuransi di Indonesia

Bisnis asuransi masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda dan negara
kita pada waktu itu disebut Nederlands Indie. Keberadaan asuransi di negeri kita ini
sebagai akibat berhasilnya Bangsa Belanda dalam sektor perkebunan dan perdagangan di
negeri jajahannya.

Perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Hindia Belanda pada zaman penjajahan itu
adalah :

 Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda.


 Perusahaan-perusahaan yang merupakan Kantor Cabang dari Perusahaan Asuransi yang
berkantor pusat di Belanda, Inggris dan di negeri lainnya.
Pada awal mulanya beroperasi di Indonesia mereka mendirikan sebuah badan yang
disebut “Bataviasche Verzekerings Unie” (BVU) pada tahun 1946, yang
melakukan kegiatan asuransi secara kolektif. Dengan demikian dari setiap penutupan,
masing-masing anggota BVU memperoleh share tertentu. Cara ini dilakukan mengingat
keadaan pada waktu itu belum teratur dan tenaga asuransi masih kurang sekali.
Pada tahun 1953 berdiri pula perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang
reasuransi Belanda dan Inggris di Indonesia, pemakaian devisa untuk membayar premi
reasuransi ke luar negeri juga masih tetap besar. Untuk menanggulangi hal ini, didirikanlah
pada tahun 1954 sebuah perusahaan reasuransi profesional, yakni “PT. REASURANSI
UMUM INDONESIA” yang mendapat dukungan dari bank-bank pemerintah.
Pada saat PT. Reasuransi Umum Indonesia didirikan, banyak perusahaan-perusahaan
asuransi kerugian nasional bermunculan, tetapi perkembangannya masih terhambat oleh
persaingan yang berat dari perusahaan-perusahaan asuransi swasta asing.

C. Manfaat Asuransi
Pada dasarnya asuransi dapat memberikan manfaat bagi tertanggung, antara lain:
1. Rasa aman dan perlindungan
Polis asuransi yang dimiliki tertanggung akan memberikan rasa aman dari risiko atau
kerugian yang mungkin timbul. Kalau risiko atau kerugian tresebut benar-benar terjadi,
pihak tertanggung berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau ditentukan
berdasarkan perjanjian antara tertanggung dengan penanggung.
2. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukan nilai pertanggungan
dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodic dengan
memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam asuransi
tersebut.
3. Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit
4. Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan
Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan.
Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga
bonus (sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak).
5. Alat penyebar risiko
Risiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggng ikut dibebnakan juga pada
penanggung dengan imbalan jumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai
pertanggungan.
6. Membantu meningkatkan kegiatan usaha
Investasi yang dialakukan oleh para investor dibebani dengan risiko kerugian yang bias
diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian, kebakaran, kecelakaan, dan lain
sebagainya).

D. Risiko dan Ketidakpastian


Hal-hal yang dapat menimbulkan ketidakpastian antara lain ketidakpuasan ekonomis,
ketidakpastian yang berhubungan dengan alam, ketidakpastian terjadinya perang,
pembunuhan, pencurian, dan sebagainya.
Dalam usaha peransuransian, sudah dilakuakan pemilahan risiko. Pemilahan ini
dimaksudkan agar dapat dilakukan secara tepat identifikasi terhadap risiko yang akan
diangkat dalam perjanjian asuransi. Dengan dilakukannya identifikasi secar tepat, pihak
penganggung dapat melakukan perhitungan atau estimasi yang tepat sehingga tidak
merugikan pihak penanggung maupun pihak tertanggung.
Secara umum, risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
yang menimbulkan kerugian. Risiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai
ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadinya kerugian. Berikut ini
adalah jenis-jenis risiko:

1. Risiko Murni
Risiko murni adalah suatu risiko apabila benar-benar terjadi, akan memberikan kerugian
dan apabila tidak terjadi tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak juga memberikan
keuntungan.
2. Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah risiko yang berkaitan dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu
kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dan kemungkinan untuk mendapatkan
kerugian.
3. Risiko Individu
Risiko individu adalah risiko yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Risiko ini dapat
dipilah menjadi 3 jenis:
a. Risiko pribadi (personal risk)
Risiko pribadi adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk
memperoleh manfaat ekonomi. Apabila risiko tersebut tida terjadi, seseorang masih
dapat mengusahakan atau memperoleh manfaat ekonomis untuk menyelenggarakan
hajat hidupnya. Berkurangnya atau bahkan hilangnya kemampuan seseorang untuk
berusaha dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain: mati muda, uzur, cacat
fisik, dan kehilangan pekerjaan.
b. Risiko harta (property risk)
Risiko harta adalah risiko bahwa harta yang kita miliki rusak, hilang, atau dicuri.
Dengan kerusakan atau kehilangan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan
ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimiliki. Sebagai konsukuensinya pemilik
harus mengeluarkan biaya lagi untuk menggantikan kinerja harta yang hilang.
c. Risiko tanggung gugat (lilability risk)
d. Risiko ynag mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab atau kerugian
atau lukanya pihak lain.
Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik untuk mempertimbangkan
kehidupan perkonomian di masa mendatang. Dalam menangani risiko tersebut minimal
ada lima cara yang dapat dilakukan, antara lain:

a. Menghindari risiko (risk avoidance)


b. Mengurangi risiko (risk erduction)
c. Menahan risiko (risk retentation)
d. Membagi risiko (risk sharing)
e. Mentransfer risiko (risk transfering)

E. Prinsip Asuransi
Terdapat beberapa prinsip yang terdapat dalam hukum asuransi, meliputi:
1. Insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan)
Pada prinsipnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu
risiko yang berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hukum antara tertanggung
dengan sesuatu yang dipertanggungkan. Syarat yang perlu dipenuhi agar memenuhi
kriteria insurable interest:
a. Kerugiaan tidak dapat diperkirakan. Risiko yang bisa diasuransikan berkaitan dengan
kemungkinan terjadinya kerugian. Kemungkian tersebut tidak dapat diperkirakan
terjadinya.
b. Kewajaran. Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda atau harta
yang memiliki nilai material baik bagi tertanggung maupun bagi penanggung.
c. Catastrophic. Risiko yang mungkin terjadi haruslah tidak akan menimbulkan suaatu
kemungkinan rugi yang sangat besar, yaitu jika sebagian besar pertanggungan
kemungkinan akan mengalami kerugian pada waktu yang bersamaan.
d. Homogen. Untuk memenuhi syarat dapat diasuransikan, barang atau harta yang akan
dipertanggungkan harus homogen, yang berarti banyak barang yang serupa atau
sejenis.
2. Utmost Good Faith (itikad baik)
Dalam melakukan kontrak asuransi, kedua belah pihak dilandasi oleh itikad baik. Antar
pihak tertanggung dan penanggung harus saling mengungkapkan keterbukaan. Kewajiban
dari kedua belah pihak untuk mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure.
3. Indemnity
Konsep indemnity adalah mekanisme penanggung untuk mengompensasi risiko yang
menimpa tertanggung dengan ganti rugi finansial. Konsep ini tidak dapat mengganti
nyawa yang hilang atau anggota tubuh yang rusak atau cacat karena indemnity berkaitan
dengan ganti rugi finansial.
4. Proximate Cause
Adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu persitiwa secara
berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain, diawali dan bekerja dengan
aktif dari suatu sumber baru dan independent.
5. Subrogation
Pada prinsipnya merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada
tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya
mengalami suatu peristiwa kerugian.
6. Contribution
Bahwa penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung yang lain yang memiliki
kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing belum tentu sama besar.

F. Polis Asuransi
Polis asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang
mengadakan penjanjian asuransi. Polis memegang peranan penting dalam menjaga
konsistensi pertanggungjawaban baik pihak penanggung maupun tertanggung, dengan
adanya polis asuransi perjanjian kedua belah pihak mendapatkan kekuatan secara hukum.
Dengan memiliki polis asuransi tersebut maka pihak tertanggung memiliki jaminan bahwa
pihak penanggung akan mengganti kerugian yang dialami oleh tertangging akibat peristiwa
yang tidak terduga. Polis tersebut merupakan bukti otentik yang dapat digunakan oleh
tertanggung untuk mengajukan klaim kepada pihak penaggung apabila mengabaikan
tanggung jawabnya. Penggantian finansial dari penanggung akan bermanfaat untuk
mengembalikan tertanggung kepada kedudukannya semula sebelum mengalami kerugian dan
menghindarkan tertanggung dari kabangkrutan. Polis asuransi juga dapat berfungsi sebagai
bukti pembayaran premi kepada penanggung.
Polis asuransi memuat hal-hal sebagi berikut:
 Nomor polis
 Nama dan alamat tertanggung
 Uraian risiko
 Jumlah pertanggungan
 Jangka waktu pertanggungan
 Besar premi, bea materai, dan lain-lain
 Bahaya-bahaya yang dijaminkan
 Khusus untuk polis pertanggungan kendaraan bermotor ditambah dengan nomor
polisi, nomor rangka, dan nomor mesin kendaraan.

G. Premi Asuransi
Premi asauransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang
berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodic. Jumlah premi sangat
tergantung pada faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkat risiko dan jumlah
nilai penanggungan. Apabila kemungkinan terjadinya risiko sangat tinggi, pihak penanggung
tentu saja akan memperhitungkan tingkat premi yang jauh lebih tinggi daripada
penanggungan yang kemungkinan terjadinya kerugian kecil. Selain itu, biasanya pihak
pengggung juga memperhitungkan nilai waktu uang yang dibayarkan pihak tertanggung.
Jangka waktu pembayaran premi sangat tergantung pada perjanjian yang sudah dituangkan
dalam polis asuransi. Jangka waktu dapat bulanan, triwulan, semesteran, atau tahunan.

H. Penggolongan Asuransi
1. Menurut Sifat Pelaksanaannya
a. Asuransi sukarela
Pada prinsipnya pertanggungan dilakukan dengan cara sukarela, dan semata-mata
dilakukan atas kesadaran seseorang akan kemungkinan terjadinya risiko kerugian atas
sesuatu yang dipertanggungkan.
b. Asuransi wajib
Merupakan asuransi yang sifatnya wajib dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang
pelakasanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang
ditetapkan oleh pemerintah.
2. Menurut Jenis Usaha Perasuransian
Menurut UU No. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian jenis usaha perasuransian
dibagi menjadi beberapa jenis :
a. Usaha Asuransi
1) Asuransi kerugian
Yaitu usaha yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas
kerugian, kehilangan manfaat dn tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang
timbul dari peristiwa yag tidak pasti. Usaha asuransi kerugian ini dapat dipilah
sebagai berikut:
a) Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran.
b) Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan penanggung atau
perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami tertanggung akibat
terjadinya kehilangan atau kerusakan saat pelayaran.
c) Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan
kedala kedua asuransi diatas, missal : asuransi kendaraan bermotor, asuransi
kecelakaan diri, dan lain sebagainya.
2) Asuransi jiwa (life insurance)
Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam
penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang
dipertanggungkan. Asuransi jiwa memberikan:

a) Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan.


b) Santunan bagi tertanggung yang meninggal
c) Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya orang
kunci
d) Penghimpunan dana untuk persiapan pension
Ruang lingkup usaha asuransi jiwa dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
a) Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance)
Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dalam suatu nilai tertentu dengan
premi yang dibayar secara periodik (bulanan, triwulanan, semesteran, dan
tahunan).
b) Asuransi jiwa kelompok (group life insurance)
Asuransi jiwa ini biasanya dikeluarkan tanpa ada pemeriksaan medis atas suatu
kelompok orang di bawah satu polis induk di mana masing-masing anggota
kelompok menerima sertifikat partisipasi.
c) Asuransi jiwa industrial (industrial life insurance)
Dalam jenis asuransi ini dibuat dengan jumlah nominal tertentu. Premi
umumnya dibayar mingguan yang dibayarkan di rumah pemilik polis kepada
agen yang disebut debit agent.
3) Reasuransi (reinsurance)
Adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau
asuransi dari asuransi. Reasuransi adalah suatu system penyebaran risiko dimana
penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang
ditutupnya kepada penanggung yang lain. Penyebaran risiko tersebut dapat
dilakukan dengan dua mekanisme, yaitu koasuransi dan reasuransi. Koasuransi
adalah pertanggungan yang dilakukan secara bersama atas suatu objek asuransi.
Sedangkan reasuransi adalah proses untuk untuk mengasuransikan kembali
pertanggung jawaban pada pihak tertanggung. Fungsi reasuransi adalah :
a) Meningkatkan kapasitas akseptasi.
b) Alat penyebaran risiko.
c) Meningkatkan stabilitas usaha.
d) Meningkatkan kepercayaan.
Mekanisme untuk reasuransi antara lain:
a) Treaty dan facultative reinsurance
Dalam model ini, reasuradur memberikan sejumlah pertanggungan yang
diinginkan dengan perjanjian kontrak dan reasuradur harus menerima jumlah
yang ditawarkan.
b) Reasuransi proporsional
Pembagian risiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan secara
proporsional berdasarkan jumlah retensi yang telah ditetapkan. Retensi adalah
jumlah maksimum risiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company.
c) Reasuransi nonproporsional
Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar
klaim atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada di treaty. Treaty dalam
mekanisme reasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan berdasarkan
ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang dituangkan dalam suatu perjanjian
antara ceding company dan reasuradur yang mana reasuradur mengikatkan diri
untuk menerima setiap penutupan yang diberikan oleh ceding company.
b. Usaha Penunjang
1) Pialang asuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam
penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan
bertindak untuk kepentingan tertanggung.
2) Pialang reasuransi adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam
penetapan reasuransi dan penanganan ganti rugi reasuransi dewan bertindak untuk
kepentingan perusahaan asuransi.
3) Penilai kerugian asuransi adalah usaha yang memberikan jasa penilaian terhadap
kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan.
4) Konsultan aktuaria adalah usaha yang memberikan jasa konsultan aktuaria.
5) Agen asuransi adalah pihak yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka
pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.
3. Menurut The Chartered Insurance Institute London
a. Asuransi kerugian (property insurance)
Merupakan pertanggungan untuk semua milik yang berupa harta benda yang memiliki
risiko. Jenisnya ada :
1) Asuransi kebakaran (fire insurance)
2) Asuransi pengangkutan (marine insurance)
3) Asuransi penerbangan (flight insurance)
4) Asuransi kecelakaan (accident insurance)
b. Asuransi tanggung gugat (liability insurance)
Adalah asuransi untuk melindungi tertanggung terhadap kerugian yang timbul dari
gugatan pihak ketiga karena kelalaian tertanggung.
c. Asuransi jiwa (life insurance)
Asuransi jiwa terdiri atas :
1) Asuransi kecelakaan
2) Asuransi jiwa
3) Anuitas
4) Asuransi industri
d. Asuransi kerugian (general insurance)
e. Reasuransi (reinsurance)

I. Pengaturan Peransuransian di Indonesia


Berikut merupakan peraturan perundangan yang digunakan sebagai dasar acuan
pembinaan dan pengawasan atas usaha perasuransian di Indonesia saat ini :
1. UU no.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian
2. PP no.73 tahun 1002 tentang usaha perasuransian
3. Keputusan menteri keuangan, antara lain:
a. Nomor 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi
b. No.224/KNE.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
c. No.225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha
Perusahaan Asurasni dan Reasuransi
d. No.226/CMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan
Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi

J. Perizinan Pendirian Perusahaan Asuransi


Pemberian izin oleh Menteri Keuangan bagi perusahaan perasuransian menurut PP
Nomor 73 Tahun 1992 dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
1. Persetujuan Prinsip
Adalah persetujuan yang diberikan untuk melakukan persiapan pendirian suatu
perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian, dimana batas waktu persetujuan
prinsip dibatasi selama-lamanya satu tahun.
2. Izin usaha
Adalah izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah perisiapan pendirian selesai,
dimana izin usaha diberikan setelah persyaratan izin usaha telah dipenuhi.

K. Asuransi Kredit
Asuransi kredit mempunyai kaitan erat dengan jasa perbankan terutama di bidang
perkreditan yang selalu dikaitkan dengan jaminan kredit berupa barang bergerak dan tidak
bergerak yang sewaktu-waktu dapat tertimpa risiko yang dapat mengakibatkan kerugian bagi
pemilik barang dan bank sebagai pemberi kredit.
Kredit adalah pinjaman uang yang diberikan oleh pemberi kepada nasabahnya.
Untuk melindungi diri dari kemungkinan nasabah yang tidak dapat mengembalikan kredit,
pemberi kredit menutup asuransi atas kredit tersebut. Dalam asuransi kredit, yang menjadi
pihak tertanggung adalah pemberi kredit (bank dan/atau lembaga keuangan) dan yang
ditanggung oleh penanggung adalah risiko kredit di mana tidak diperolehnya kembali kredit
kepada para nasabahnya (yang umumnya terdiri atas para pengusaha). Asuransi kredit
bertujuan :
1. Melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan kepada para nasabahnya.
2. Membantu kegiatan, pengarahan, dan keamanan perkreditan baik kredit perbankan
maupun kredit lainnya diluar perbankan.
Dengan adanya asuransi kredit ini bank terdorong untuk lebih giat membantu para
nasabahnya dalam menyediakan modal untuk mengembangkan usahanya. Pengelolaan
asuransi kredit di Indonesia dipercayakan oleh pemerintah kepada PT Asuransi Kredit
Indonesia (PT Askrindo) yang berkantor pusat di Jakarta, di mana yang menjadi tertanggung
adalah bank-bank pemerintah, bank-bank swasta, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
Sebagai imbalan atas jaminan yang diberikan oleh PT Askrindo, bank membayar premi atas
kredit yang ditanggung. Premi tersebut menjadi beban bank, tetapi dalam praktik, ada juga
bank yang membebankan premi tersebut kepada nasabahnya yang memperoleh kredit.
Walaupun begitu, yang menjadi tertanggung bukan nasabahnya, tetapi bank pemberi kredit.
BAB III
PT Prudential Life Assurance
Profil Perusahaan

Prudential Indonesia didirikan pada tahun 1995. Prudential Indonesia merupakan bagian
dari Prudential plc, London, inggris dan di Asia prudential Indonesia menginduk pada kantor
regional Prudential Corporation Asia, yang berada di Hong Kong.

Prudential Indonesia ini memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung,


Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Batam, dan 196 kantor keagenan termasuk di
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan. Perusahan ini didukung oleh
91.000 jaringan tenaga pemasaran di seluruh Indonesia dan melayani 94.000 nasabah.

Produk Asuransi

Polis Asuransi Jiwa adalah polis di mana di dalam polis tersebuty perusahaan asurasi
berjanji untuk membayar manfaat atas kematian orang yang diasuransikan.

a. Produk Unit Link


1. PRUlink assurance account
Produk Asuransi yang dikaitkan dengan investasi yang memberikan perlindungan asuransi jiwa
sekaligus keuntungan berinvestasi, dan juga telah dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang
dapat memenuhi kebutuhan dalam setiap tahapan kehidupan anda.
- Manfaat asuransi ini :
 Jaminan manfaat kematian
 Manfaat cacat total dan tetap
 Dapat menambahkan nilai uang pertanggungan
 Dapat melakukan penambahan premi setiap saat
 Dapat menentukan sendiri besarya komposisi dan nilai proteksi dan nilai investasi
 Dapat melakukan pengalihan dana
 Pilihan manfaat asuransi tambahan yang beragam.
- Kombinasi dari 6 dana investasi yang tersedia :
 PRUlink USD Fixed Income Fund
 PRUlink Rupiah Cash Fund
 PRUlink Rupiah Fixed Income Fund
 PRUlink Rupiah Managed Fund
 PRUlink Rupiah Managed Fund Plus
 PRUlink Rupiah Equity Fund
2. PRUlink investor Account
Produk unit link dengan pembayaran premi sekaligus yang menawarkan berbagai pilihan dana
investasi. Di samping mendapatkan hasil investasi yang optimal, produk ini juga akan
memberikan perlindungan yang komperehensif terhadap resiko kematian atau resiko menderita
cacat total dan tetap. Produk ini memberikan keleluasaan untuk memilih investasi yang
memungkinkan optimalisasi tingkat pengembalian, sesuai dengan kebutuhan dan profil resiko
nasabah.
3. PRUlink fixed pay
Dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dio setiap
kehidupan nasabah, dengan manfaat kematian yang dijamin, dan pilihan periode pembayaran
premi yang pasti.

4. PRUsyariah
Dikaitkan dengan investasi berbasis syariah. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
akan rancangan keuangan masa depan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam. Produk
ini sudah sesuai dengan ketentuan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

b. Produk-Produk Kesehatan
1. PRUmajor Medical
Dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke atas akan sebuah produk
asuransi kesehatan terpadu yang belum terpenuhi dengan baik oleh berbagai produk kesehatan
yang tersedia di pasar saat ini. Dengan perlindungan kesehatan selama 24 jam, 7 hati seminggu,
dan 365 hari setahun di seluruh dunia, Produk ini memeberikan bantuan kesehatan sebelum
nasabah menjalani rawat inap.
2. PRUhospital care
Produk asuransi yang memberikan manfaat harian jika nasabah dirawat inap di rumah sakit,
menjalani perawatan Gawat Daruratm manfaat operasi pembedahan, dan manfaat perawatan
rumah sakit akibat kecelakaan pada saat melakukan perjalanan ke luar negeri.

c. Produk Asuransi Tradisional


1. Asuransi jiwa Berjangka, memberikan manfaat kematian jika Tertanggung meninggal
dalam suatu jangka waktu tertentu.
- Karakteristik :
a) Seluruh produk berjangka memberikan pertanggungan selama satu jangka waktu tertentu
yang disebut policy term (jangka waktu polis).
b) Manfaat polis dapat dibayarkan hanya apabila:
(1) Tertanggung meninggal dalam jangka waktu yang ditetapkan.
(2) Polis masih in-force ketika Tertanggung meninggal.
c) Jika tertanggung masih hidup sampai berakhirnya jangka waktu yang telah ditetapkan,
polis tersebut dapat memberikan hak kepada pemegang polis untuk melanjutkan pertanggugan
asuransi jiwa. Jika pemegang polis tidak melanjutkan pertanggungan itu, maka polis akan
berakhir dan perusahaan asuransi tidak berkewajiban untuk memberikan pertanggungan
selanjutnya.
d) Perlindungan asuransi ini biasaya tersedia dalam bentuk polis asuransi, namun dapat juga
tersedia dalam bentuk sebuah rider (asuransi tambahan).
- Jenis-jenis Pertanggungan :
a) Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap, yang memberikan manfaat
kematian dalam jumlah yang sama selama jangka waktu polis tersebut.
b) Asuransijiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun, memberikan manfaat
kematian yang nilainya menurun selama jangka waktu pertanggungan.
- Pemegang Polis Asuransi Jiwa Berjangka :
 Membutuhkan proteksi sementara
 Memiliki penghasilan kecil namun membutuhkan proteksi
 Tertarik pada proteksi besar dan premi yang rendah

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup, memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup
bagi Tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan.
- Karakteristik :
a) Memberikan pertanggungan seumur hidup kepada Tertanggung selama polis masih in-
force.
b) Memberikan pertanggungan asuransi dan mengandung tabungan dalam bentuk uang
tunai.
c) Memberikan pertanggungan seumur hidup dengan tariff premi tetap yang tidak
meningkat sejalan dengan bertambahnya usia Tertanggung.
d) Memberikan fleksibilitas kepada pemegang polis untuk mengubah isi selama polis masih
berlaku.
e) Pemegang polis dapat menggunakan nilai uang tunai sebagai jaminan untuk pinjaman
polis, dan berhak menarik dana dari nilai tunai polis, jika sudah terbentuk.
- Asuransi ini biasanya dibutuhkan oleh calon Pemegan Polis yang :
 Memiliki kebutuhan dalam mempersiapkan warisan
 Membutuhkan perlindungan financial jangka panjang

3. Asuransi Jiwa Dwiguna, memberikan manfaat polis yang dibayar pada saat
Tertanggung meninggal atau pada tanggal yang ditentukan jika Tertanggung masih hidup sampai
tanggal tersebut.
- Karakteristik :
a) Memberikan suatu jumlah manfaat tertentu apakah TErtanggung hidup sampai akhir
jangka waktu pertanggungan atau meninggal selama jangka waktu pertanggungan.
b) Memiliki tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh
perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika Tertanggug masih hidup.
c) Dapat menghasilkan nilai tunai dengan lebih cepat
d) Tarif premi biasanya tetap.
- Asuransi ini biasanya dibutukan oleh calon pemegang Polis yang :
 Ingin mempersiapkan dana pensiun
 Ingin melakukan tabungan jangka panjang
 Ingin mempersiapkan dana pendidikan anak

d. Produk Asuransi Tambahan


1. PRUlink term, meberikan manfaat tambahan sebesar uang pertanggungan asuransi ini
jika tertanggung utama meninggal dunia dalam masa pertanggungan.
2. PRUpersonal Accident Death, memberikan manfaat tambahan sebesar uang
pertanggungan asuransi ini jika tertanggung utama meninggal dunia akibat kecelakaan.
3. PRUpersonal accident Death and Disablemet, sama seperti asuransi di nomer dua namun
jika tertanggung menderita cacat maka akan dibayarkan sejumlah presentase yang telah
ditentukan sebelumnya.
4. PRUcrisis cover 34
5. PRUcrisi cover benefit 34
6. PRU multiple crisis cover
7. PRUcirisi income
8. PRUwaiver 33
9. PRUpayor 33
10. PRUspouse waiver 33
11. PRUspouse payor 33
12. PRUparent payor 33
13. PRUmed
14. PRUhospital and Surgical 75

Metode promosi
1. Referral
Dalam melakukan penawaran, kita bisa melakukan cara referral misal denga cara member get
member seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan pembuat kartu kredit. Karena sistem
referral ini terbukti sangat ampuh untuk meningkatkan jumlah konsumen. Logikanya kan lebih
baik orang lain yang mencarikan konsumen buat kita, daripada kita kerja keras mencari sendiri
dan hasilnya pun tidak semaksimal seperti kita mengajak orang untuk menawarkan produk / jasa
kita.
2. Periklanan
Promosi produk asuransi dilakukan dengan cara mengiklankan perusahan dan produknya melalui
Televisi, Radio, Majalah, Surat Kabar, Spanduk, Baliho, Brosur, Katalog, Website, Kartu nama
dll.
3. Direct Agent
Direct agent dilakukan jika produk memiliki jangkauan pemasaran yang luas. Hal ini bisa
dilakukan dengan sistem cabang.
4. Host Beneficiary
Host beneficiary sama dengan melakukan promosi langsung kepada kostumer perusahaan lain.
5. Mengadakan Seminar
Memperkenalkan produk asuransi perusahaan melalui seminar ini hasilnya jauh lebih efektif
ketimbang kita melakukan penawaran besar-besaran hanya melalui iklan semata.

Prosedur Pengajuan Klaim Penjaminan


A. Klaim Riwayat Inap

1. Pastikan Anda menghubungi Pelayanan Medis 24 jam PRUhospital & surgical


75 sebelum rawat inap dilakukan, atau maksimal 2 x 24 jam setelah rawat inap dilakukan
(jika keadaan darurat).
2. Klarifikasi ketertanggungan diri Anda akan terlebih dahulu dilakukan oleh Petugas
Pelayanan Medis 24 jam. Informasi yang akan ditanyakan meliputi :

- Nama Anda (pemegang kartu tertanggung PRUhospital & surgical 75)


- Nomor telepon
- Nomor Polis
- Tanggal lahir
- Nama Rumah Sakit dan Dokter yang ingin dituju (jika ada)
- Surat rujukan dari Dokter
- Gejala atau kondisi medis yang Anda hadapi sehingga memerlukan rawat inap

3. Selanjutnya Petugas Pelayanan Medis 24 jam dapat memberikan referensi atau informasi
mengenai Rumah Sakit yang menjadi rekanan/provideratau Anda dapat memilih Rumah
Sakit sesuai dengan keinginan Anda asalkan masuk dalam daftar provider. Petugas
Pelayanan Medis 24 jam dapat memberikan saran-saran medis jika Anda butuhkan.

4. Sesegera mungkin setelah Anda tiba di Rumah Sakit. Anda harus menunjukan Kartu
Tertanggung Anda kepada petugas administrasi rumah sakit

5. Selama perawatan Anda memenuhi ketentuan dan batas maksimal manfaat yang tertera di
Polis Anda, Anda tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan di Rumah Sakit. Karena
biaya-biaya yang timbul sehubungan perawatan tersebut akan dijamin atau ditanggung
terlebih dahulu oleh PT Prudential Life Assurance. Apabila ada selisih yang melebihi
batas maksimal manfaat yang tertera dalam Polis, termasuk apabila Anda dirawat inap di
kamar yang biayanya diatas batas manfaat polis Anda, maka selisih biaya yang dimaksud
akan diinformasikan kepada Anda. Selisih dari biaya tersebut, harus Anda bayarkan ke
Rumah Sakit sebelum Anda meninggalkan Rumah Sakit.

6. Daftar provider rumah sakit dapat berubah. Oleh karena itu, untuk mengetahui
daftar provider yang terbaru klik di sini. Anda dapat menghubungi Petugas Pelayanan
Medis 24 jam PRUhospital & surgical 75.

B. Klaim Rawat Jalan (khusus perawatan sebelum dan sesudah rawat inap)
Kartu Tertanggung PRUhospital & surgical 75 Anda tidak dapat dipergunakan sebagai jaminan
pembayaran atas biaya rawat jalan yang Anda lakukan. Klaim rawat jalan, sesuai dengan yang
tertera di Ringkasan Polis dan Ketentuan Polis, dapat Anda ajukan setelah pengobatan dilakukan,
dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Mengisi Formulir Klaim dengan lengkap, jelas dan benar. Formulir dapat diperoleh di
Kantor Pusat Prudential Life Assurance atau melalui website pada menu "Formulir Klaim
dan Aplikasi Lainnya"
2. Melengkapi dokumen persyatan klaim, yaitu :

- Semua kuitansi dan tanda terima asli atas biaya perawatan


- Laporan Lengkap dari Dokter / SKD (Surat Keterangan Dokter)
- Rincian biaya perawatan dari Dokter, termasuk biaya obat-obatan dan jasa yang
diberikan

3. Dokumen persyaratan klaim tersebut di atas mohon dikirimkan ke : PT Prudential Life


Assurance
Prudential Tower Jl.Jendral Sudirman Kav.79, Jakarta 12910

-Klaim ditujukan pada agen atau kepada kantor langsung. Klaim paling lama 7 hari sudah cair.

-Kendala dalam melayani klien yaitu klien tidak percaya dengan asuransi karena pernah
mengalami sendiri hal buruk atau mendengar hal-hal negatif padahal itu bukan kesalahan
perusahaan namun karena agen yang nakal.

-Dalam keterlambatan pembayaran premi tidak ada denda di dalamnya selama masih dalam
masa “grace period”. Lewat dari masa “grace period” biasanya tidak ada denda namun polis
mengalami “lapse” atau kata lainnya hangus. Grace period adalah jangka waktu tertentu,
biasanya 30 atau 31 hari setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi lanjutan dalam jangka
waktu dimana premi dapat dibayar tanpa sanksi.
Daftar Pustaka

Triandaru, Sigit dan Totok Budisantoso. 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta :
Salemba Empat.
L.