Está en la página 1de 6

CURE TB 2017

CURRENT UPDATE RESPIRATOLOGY ON TUBERCULOSIS


DISEASE
ENGAGING DOCTOR IN TUBERCULOSIS CARE AND CONTROL

ONE DAY SEMINAR


25 MAY 2017
PLAZA INN HOTEL KENDARI

IN COOPERATION WITH :
LATAR BELAKANG

Penularan penyakit Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan penting yang menjadi
tantangan bidang kesehatan di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari Laporan Badan Kesehatan Dunia
(WHO) yang tertuang dalam Global TB Report 2015 mencatat setiap tahun di Indonesia masih
terdapat penderita penyakit TB sebanyak 324.539 orang dengan jumlah kematian sebesar 100.000
orang atau dalam setiap hari terdapat 274 orang meninggal dunia akibat penyakit TB.

Dari sisi jumlah penderita Tuberkulosis, Indonesia menempati peringkat ke-2 sebagai penyumbang
kasus TB terbanyak di Dunia, setelah India; dengan persentase sekitar 15,6 % dari total jumlah kasus
TB dunia. Sebagian besar penderita TB (70%) terjadi pada usia produktif sehingga kerugian ekonomi
yang ditimbulkannya cukup besar.

Pengobatan kasus TB merupakan salah satu strategi utama pengendalian TB karena dapat
memutuskan rantai penularan. Meskipun program pengendalian TB nasional telah berhasil mencapai
target angka penurunan dan angka kesembuhan, penatalaksanaan TB di sebagian besar rumah sakit
dan praktik swasta belum sesuai dengan startegi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS)
dan penerapan standar pelayanan berdasar International Standards for Tuberculosis Care (ISTC)

Pada awalnya penerapan stategi DOTS hanya dilaksanakan di pusat kesehatan masyarakat
(Puskesmas) seiring berjalannya waktu, strategi DOTS mulai dikembangkan di Balai Kesehatan Paru
Masyarakat (BKPM) dan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta. Laporan hasil evaluasi Joint
External TB Monitoring Mission (JEMM) 2011 menyebutkan dari sekitar 1523 rumah sakit di
Indonesia hanya 38% yang melaksanakan program DOTS.

Berdasarkan data tenaga terlatih TB DOTS provinsi Sulawesi Tenggara, dokter terlatih-aktif TB
DOTS mengalami trend penurunan dari tahun 2014 sebesar 37% dokter terlatih DOTS, tahun 2015
menurun menjadi 36%, dan pada tahun 2016 jumlah dokter terlatih-aktif TB DOTS hanya sekitar
32%.

Sehingga melalui seminar ini diharapkan dokter baik di puskesmas maupun rumah sakit dapat
melakukan diagnosis dan penatalaksanaan sesuai dengan strategi DOTS agar tercipta masyarakat
bebas Tuberkulosis
TUJUAN
Tujuan utama

Mendukung dokter agar berperan aktif dalam penanggulangan tuberculosis

Tujuan khusus

- Memberikan pengetahuan terbaru kepada dokter spesialis/dokter umum/mahasiswa


kedokteran mengenai penyakit tuberculosis
- Memberikan penjelasan mengenai penanganan penyakit tuberculosis terkini dan strategi
DOTS
- Memberikan penjelasan mengenai perluasan penyakit tuberculosis yang ada saat ini
seperti TB-DM, TB-HIV, TB—MDR
- Mendukung dokter praktek swasta agar dapat melakukan penanganan tuberculosis secara
mandiri dan berkesinambungan

HASIL DAN CAPAIAN


Melalui Seminar yang dirangkaikan dalam HBDI (Hari Bakti Dokter Indonesia) diharapkan
dapat mengumpulkan dokter di seluruh Sulawesi Tenggara agar bersatu untuk memberantas TB
dengan diagnosa dan penatalaksanaan sesuai stategi DOTS.

TARGET PESERTA
Target peserta pada kegiatan seminar “CURE TB 2017 : Engaging Doctor in Tuberculosis Care
and Control” mencakup :

Kelompok Institusi
Dokter Umum Individu, fakultas kedokteran,
Rumah Sakit, Anggota IDI Cabang
Spesialis Individu, fakultas kedokteran,
Rumah Sakit, Anggota IDI Cabang
Coass/Internship Individu, fakultas kedokteran,
Rumah Sakit
Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran
URAIAN KEGIATAN
Nama Kegiatan :
ONE DAY SEMINAR

CURRENT UPDATE RESPIRATOLOGY ON TUBERCULOSIS DISEASE 2017


ENGAGING DOCTOR IN TUBERCULOSIS CARE AND CONTROL

Waktu dan tempat

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Mei 2016


Tempat : Hotel Plaza Inn Kendari
Waktu : 08.00 – 15.00

JADWAL KEGIATAN

Kamis, 25 Mei 2016


08.00 – 08.30 Registrasi Peserta
08.30 – 09.15 Pembukaan :

Ketua Panitia
Dr. Musbichin

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara


Dr. H. Asrum Tombili M.Kes

Ketua IDI Sultra


Dr. Junuda RAF, M.Kes, Sp.KJ

Ketua PAPDI Sultra


Dr. Yusuf Hamra M.Sc, Sp.PD
09.15 – 10.30 Plenary Lecture Moderator
Peran dokter dalam exit strategi END TB 2016 - dr. Irma Jumiati
2020 Ka.Sie P2M Dinas
Dr. Asik Surya MPPM Kesehatan Sulawesi
Ditjen P2P Kemenkes RI Tenggara

Update Diagnosis dan Pengobatan TB 2016


Dr. ??????
Narasumber Pusat
10.30 -12.00 Plenary Lecture Moderator:
Dr. Amry Adi
Update diagnosis dan tatalaksana TB MDR Haris, M.Kes
Dr. Haeril Aswar Sp.PD Sekretaris umum IDI
Ketua Tim Ahli Klinis TB MDR RS Bahteramas SULTRA

Update diagnosis dan tatalaksana TB HIV dan TB


DM
Dr. Iwan Derma Karya
Divisi Pulmonologi RS. Bahteramas

12.00 – 13.00 ISHOMA Panitia

13.00 – 14.45 Plenary Lecture Moderator:


???
Update diagnosis dan tatalaksana TB Anak
Dr. ???

Penggunaan alat TCM (Tes Cepat Molekuler)


sebagai alat diagnostic TB
Dr Basti Andriyoko Sp.PK(K)
Konsulen Laboratorium rujukan RS. Hasan Sadikin,
Bandung

14.45 – 15.00 Penutupan


BIAYA SEMINAR

Biaya registrasi peserta :

Jenis peserta Reguler Ditempat


Spesialis Rp. 200.000 Rp. 250.000
Dokter umum Rp. 150.000 Rp. 200.000
Coass/Internship Rp. 100.000 Rp. 150.000
Mahasiswa Kedokteran Rp. 75.000 Rp. 100.000
Fasilitas peserta - Seminar kit ( Tanda pengenal, alat tulis,
buku catatan, materi seminar
- Makan siang dan snack
- Sertifikat terakreditasi IDI :
- SKP Peserta : 10 SKP, ???
- SKP Panitia : 2 SKP???
- SKP moderator : 3 SKP???
- SKP Pembicara : 4 SKP ????