Está en la página 1de 12

Nama pasien : Dea Maulidna 1

Nama coass : Davi Qowiyul Ali

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

KARTU STATUS ORTODONSIA

NO. Kartu : 01.79.22


Nama Operator : Davi Qowiyul Ali
NIM : I731111310011
Instruktur : drg. Nolista Indah Rasyid, Sp.Ort

I. ANAMNESA
1. Nama Pasien : Dea Maulidna
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Pekerjaan : Pelajar
4. Tempat, Tanggal Lahir/Umur : Banjarmasin, 25 Juni 2006 / 12 tahun
5. Alamat Pasien, No Hp : Jl. Padat Karya, Sungai Andai/ 082154245642
6. Nama Orang Tua : Sudirman
7. Pekerjaan Orang Tua : Swasta
8. Suku / Bangsa : Banjar, Indonesia
9. Alamat Orang Tua, No Hp : Jl. Padat Karya, Sungai Andai/ 082154255642
10. Keluhan Utama Pasien : Pasien datang dengan keluhan ingin merapikan giginya.
11. Riwayat Kesehatan Gigi : Tidak ada
Macam perawatan gigi : Tidak ada
12. Riwayat Kesehatan Umum
a. TB/BB : 141 cm / 49 kg
b. Trauma : Tidak ada
c. Operasi : Tidak ada
d. Alergi : Tidak ada
e. Kebiasaan buruk : Tidak ada
f. Penyakit yang pernah diderita : Tidak ada
Nama pasien : Dea Maulidna 2
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

II. PEMERIKSAAN KLINIS


A. EXTRA ORAL
1. Tipe Profil Muka : cekung / lurus / cembung*
2. Tipe Muka : sempit / ovoid / lebar *
3. Tipe Kepala : dolikhosefali / mesosefali/ brakhisefali *
4. Bentuk Muka / Kepala : simetris/ asimetris *
5. Tonus Otot Bibir Atas : normal/ hipertonus / hipotonus *
6. Tonus Otot Bibir Bawah : normal/ hipertonus / hipotonus *

B. INTRA ORAL
1. Mukosa Mulut : Normal / Tidak normal *
2. Lidah : Normal / Tidak normal*
3. Palatum : Normal / Tidak normal*
4. Tonsil : Normal/ Tidak normal*
5. Frenulum Labialis : Tinggi
6. OHI : Buruk/Sedang/ Baik = 0,6
7. Fase gigi – geligi : Sulung/ Bercampur/ Tetap*

C. ANALISA FUNGSIONAL
1. Freeway Space : 2 mm
2. Path of Closure : Normal
3. TMJ : Normal
4. Pola Atrisi : Normal

D. PEMERIKSAAN GIGI GELIGI

7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7

7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7
Nama pasien : Dea Maulidna 3
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

Keterangan : O :Karies gigi  : Hipokalsifikasi  : Belum Erupsi


 : Tumpatan  : PerubahanWarna P : Persistensi
X :Pencabutan * : Fraktur V : Radiks

Keterangan Rontgenogram :
Impaksi :-
Ageneses :-
Gigi kelebihan :-
Benih gigi :-
Lain – lain :-

III. ANALISA STUDY MODEL


1. Bentuk lengkung gigi : Rh atas : Parabola / Trapesium/ Bentuk V/ Bentuk U
Rh bawah : Parabola / Trapesium/ Bentuk V/ Bentuk U
2. Garis median : Rh atas : Sesuai
Rh bawah : Geser, ke kanan sebanyak 0.5 mm
3. Overjet : 2,5 mm - Normal /Tidak Normal*
4. Overbite : 3 mm - Normal/Tidak Normal *
5. Crossbite : Ada / Tidak Ada
6. Scissorsbite : Ada/ Tidak Ada
7. Diastema : Ada/ Tidak Ada : diantara gigi 11 dan 21, diantara gigi 22 dan 23,
diantara gigi 12 dan 13, diantara gigi 32 dan 33, diantara gigi 33 dan
34, diantara gigi 42 dan 43
8. Relasi oklusi : Klas I Angle / Klas II Angle / Klas III Angle
9. Jumlah lebar 4 incisiv RA : 31 mm : Normal / tidak normal * (Normal; 28-36)
10. Malposisi gigi individual :
Gigi Rh Atas : Gigi Rh Bawah :
15 Torsiversi 32 Mesiolabioversi
25 Torsiversi 33 Distolabioversi
34 Distolabioversi
45 Mesiolinguoversi
Nama pasien : Dea Maulidna 4
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

11. Relasi geligi rahang atas terhadap geligi rahang bawah :


a. Incisivus :Neutroklusi / Protrusif / Retrusif / Edge to Edge / Deep overbite /
Open bite *
b. Caninus Kanan : Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi/ Edge to Edge/ Deep bite /
Open bite *
c. Caninus Kiri : Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Edge to Edge / Deep bite /
Open bite *
d. Molar Kanan : Neutroklusi/Distoklusi /Mesioklusi / Edge to Edge / Deep bite /
Open bite *
e. Molar Kiri : Neutroklusi / Distoklusi / Mesioklusi / Edge to Edge / Deep bite
bite / Open bite *

IV ANALISA ETIOLOGI MALOKLUSI

Karies gigi sulung : Gigi 85

Persistensi : Gigi 73

Faktor keturunan : Diastema gigi 55, 65

Sebab-sebab yang tidak diketahui :

Etiologi Malposisi Gigi Individual :


Rahang Atas :
- 15 (Torsiversi)  kelebihan ruang gigi 55, mengakibatkan gigi 15 yang akan erupsi akan berusaha
tumbuh secara sempurna dengan cara berputar dari sumbunya di dalam lengkung gigi untuk
memenuhi ruang yang tersedia.
- 25 (Torsiversi)  kelebihan ruang gigi 65, mengakibatkan gigi 25 yang akan erupsi akan berusaha
tumbuh secara sempurna dengan cara berputar dari sumbunya di dalam lengkung gigi untuk
memenuhi ruang yang tersedia.
Rahang bawah :
- 32 (Mesiolabioversi)  persistensi gigi 73 mengakibatkan gigi 32 kekurangan ruang,
sehingga mesial gigi 32 bergerak ke labial untuk memenuhi ruang yang tersedia.
- 33 (Distolabioversi)  persistensi gigi 73 mengakibatkan gigi 33 kekurangan ruang,
sehingga distal gigi 33 bergerak ke labial untuk memenuhi ruang yang tersedia.
- 34 (Distolabioversi)  persistensi gigi 73 mengakibatkan gigi 34 kekurangan ruang,
sehingga distal gi gi 34 bergerak ke labial untuk memenuhi ruang yang tersedia
Nama pasien : Dea Maulidna 5
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

- 45 (Distolabioversi)  karies gigi sampai tersisa akar gigi 85, mengakibatkan gigi 45 yang akan
erupsi terhalang oleh sisa akar gigi sulung, sehingga untuk erupsi gigi 45 akan berusaha tumbuh
secara sempurna dengan cara berputar dari sumbunya di dalam lengkung gigi.

12. Pada model (model discrepansy):


Perhitungan ukuran gigi
Rahang Atas
Regio 1 N Ukuranyg normal (Rahardjo, 2009) Regio 2 N
11 = 8,25 mm N Insisiv sentral = 8-10 mm 21 = 8,25 mm N
12 = 7, mm N insisiv lateral = 6-8 mm 22 = 7 mm N
13 = 7,25 mm >N caninus = 7 mm 23 = 7,75 mm >N
14 = 7,5 mm >N premolar pertama = 7 mm 24 = 7,5 mm >N
15 = 7,5 mm >N premolar kedua =7 mm 25 = 7 mm N
16 = 10 mm N molar pertama = 10 mm 26 = 10 mm N
Total: 48 mm Total: 47,5 mm

Rahang Bawah
Regio 3 N Ukuran yg normal (Rahardjo, 2009) Regio 4 N
31 = 5 mm N Insisiv sentral = 5 mm 41 = 5,5 mm >N
32 = 6 mm >N insisiv lateral = 5 mm 42 = 6 mm >N
33 = 7 mm >N caninus = 6 mm 43 = 7 mm >N
34 = 7,5 mm >N premolar pertama = 6 mm 44 = 7,5 mm >N
35 = 7,5 mm >N premolar kedua = 6 mm 45 = 7,5 mm >N
36 = 10,75 mm >N molar pertama = 10 mm 46 = 11 mm >N
Total: 44,25 mm Total: 44,5 mm
Nama pasien : Dea Maulidna 6
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

Rahang atas

Ruang yang tersedia regio 1 = 49,5 mm


Ruang yang dibutuhkan regio 1 = 48 mm
Diskrepansi regio 1 = + 1,5 mm
Regio kanan kelebihan ruang 1,5 mm

Ruang yang tersedia regio 2 = 49 mm


Ruang yang dibutuhkan regio 2 = 47,5 mm
Diskrepansi regio 2 = + 1,5 mm
Regio kiri kelebihan ruang 1,5 mm

Rahang bawah

Ruang yang tersedia regio 3 = 45,25 mm


Ruang yang dibutuhkan regio 3 = 44,25 mm
Diskrepansi regio 3 = + 1 mm
Regio kiri kelebihan ruang 1 mm
Ruang yang tersedia regio 4 = 44,75 mm
Ruang yang dibutuhkan regio 4 = 44,5 mm
Diskrepansi regio 4 = + 0,25 mm
Regio kanan kelebihan ruang 0,25 mm
Nama pasien : Dea Maulidna 7
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

13. Analisa Lengkung Rahang dan Gigi


Determinasi lengkung
a. Determinasi lengkung RA

Keterangan gambar :
: lengkung sebenarnya
: lengkung ideal
: determinasi lengkung

Setelah dilakukan perhitungan rahang atas determinasi lengkung dengan cara retraksi
gigi 11, 12, 13, 21, 22, 23 sebanyak1 mm agar diastema pada rahang atas dapat tertutup,

b. Determinasi lengkung RB

Keterangan gambar :
: lengkung sebenarnya
: lengkung ideal
: determinasi lengkung

Setelah dilakukan perhitungan rahang atas determinasi lengkung dengan cara retraksi
gigi 31, 32, 33, 41, 42, 43 seanyak 1 mm agar diastema pada rahang bawah dapat tertutup,

Pemeriksaan Sagital - Transversal


c. Metode Pont :

Jumlah lebar 4 incisiv RA = 31 mm


Indeks Pont = jarak P1-P1 = ∑ I x 100
80
= 31 x 100 = 38,75 mm
80
Dari hasil pengukuran didapatkan lebar =38, mm, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
lengkung ini mengalami kontraksi sebanyak 0,75 mm di daerah premolar.
Kontraksi < 5 mm termasuk kategori ringan.

Indeks Pont = = jarak M1-M1 = ∑ I x 100


64
= 31 x 100 = 48,4 mm
64
Nama pasien : Dea Maulidna 8
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

Dari hasil pengukuran didapatkan lebar = 50 mm maka dapat diambil kesimpulan bahwa
lengkung gigi ini mengalami distraksi sebanyak 1,6 mm di daerah molar.
Distraksi < 5 mm termasuk kategori ringan.

d. Metode Bolton:
Jumlah lebar 6 gigi anterior RA = 46,5 mm
Jumlah lebar 6 gigi anterior RB = 36 mm
Jumlah lebar 12 gigi RA = 95,5 mm
Jumlah lebar 12 gigi RB = 88,75 mm

Rasio anterior:
Jumlah lebar 6 gigi anterior RB
𝑥 100%
Jumlah lebar 6 gigi anterior RA
36
𝑥100%
46.5
= 77,4 %
Rasio total:
Jumlah lebar 12 gigi RB
𝑥 100%
Jumlah lebar 12 gigi RA
88,75
𝑥 100% = 92,9%
95,5

Dari hasil pengukuran didapatkan rasio anterior = 77,2% ± 1,65, rasio total = 91,3% ± 1,91
maka dapat diambil kesimpulan bahwa ukuran gigi rahang atas sesuai dengan ukuran gigi
rahang bawah.

V. DIAGNOSA
1. Kelas : Maloklusi Kelas I Angle disertai pergeseran midline rahang bawah, multiple diastema
dan malposisi gigi individual 15 torsiversi, 25 torsiversi, 32 mesiolabioversi, 33
distolabioversi, 34 distolabioversi, 45 mesiolinguoversi.
Nama pasien : Dea Maulidna 9
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

VI. MACAM PERAWATAN

Ekstraksi : .......................................................
Non ekstraksi : .......................................................
Ortodonti bedah : .......................................................
Perawatan aktif : Plat aktif rahang atas dan Plat aktif rahang bawah
Perawatan pasif : .......................................................

VII. RENCANA PERAWATAN


 Tahap I : Persiapan Rongga Mulut
- Rongga mulut harus dalam keadaan sehat dan bersih, sehingga dilakukan :
- Pemberian Dental Health Education untuk meningkatkan derajat kebersihan rongga
mulut.

 Tahap II : Koreksi malposisi gigi individual


a. Rahang Atas
- Gigi 15 Torsiversi, tidak dikoreksi karena keterbatasan alat orto lepasan.
- Gigi 25 Torsiversi, tidak dikoreksi karena keterbatasan alat orto lepasan
- Rahang atas kelebihan ruang sebanyak 3 mm, sehingga dilakukan retraksi pada gigi 11,
12, 13, 21, 22, 23 sebanyak 1 mm agar diastema pada rahang atas dapat tertutup.
- Komponen retentif pada rahang atas berupa pemberian klamer adam 0,7 mm pada gigi 16
dan 26.

b. Rahang Bawah
- Gigi 32 mesiolabioversi, bagian mesial gigi 32 dikoreksi dengan menggunakan busur
labial 0,7 mm untuk meretraksi bagian mesial gigi 32 ke arah lingual. Verkeilung pada
bagian mesial gigi 32 dikurangi agar mesial gigi 32 dapat bergerak kearah lingual sesuai
dengan lengkung ideal.
- Gigi 33 distolabioversi, bagian distal gigi 33 dikoreksi menggunakan busur labial 0,7 mm
untuk meretraksi distal gigi 33 ke arah lingual. Verkeilung pada bagian distal gigi 33
dikurangi agar distal gig 33 dapat bergerak kearah lingual sesuai dengan lengkung ideal.
- Gigi 34 distolabioversi, bagian distal gigi 34 dikoreksi menggunakan busur labial 0,7 mm
untuk meretraksi distal gigi 34 ke arah lingual. Verkeilung pada bagian distal gigi 34
dikurangi agar distal gigi 34 dapat bergerak kearah lingual sesuai dengan lengkung ideal.
Nama pasien : Dea Maulidna 10
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

- Gigi 45 mesiolinguoversi, bagian mesial gigi 45 dikoreksi menggunakan cantilever


tunggal 0,6 mm untuk memprotraksi mesial gigi 45 kearah bukal, bagian distal gigi 44
dipertahankan posisinya dengan busur labial.
- Rahang bawah kelebihan ruang sebanyak 1,25 mm, setelah malposisi gigi individu RB
terkoreksi, dilakukan retraksi pada gigi 31, 32, 33, 41, 42, 43 sebanyak 1 mm agar
diastema pada rahang bawah dapat tertutup.
- Pergeseran midline rahang bawah tidak dikoreksi
- Komponen retentif pada rahang bawah berupa pemberian klamer adam 0,7 mm pada gigi
36 dan 46.

 Tahap IV : Retainer
Setelah semua gigi terkoreksi dan berada di lengkung yang benar atau yang diinginkan,
digunakan retainer untuk mencegah relaps.
Nama pasien : Dea Maulidna 11
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

VIII. DESAIN ALAT


Rahang atas

Keterangan :
1 : Plat akrilik
2 : Klamer Adam 0,7 mm
3 : Busur labial tipe medium 0,7 mm

Rahang bawah

Keterangan :
1 : Plat Akrilik
2 : Klamer Adam 0,7 mm
3 : Busur labial loop terbalik 0,7 mm
4 : Cantilever tunggal 0,6 mm
Nama pasien : Dea Maulidna 12
Nama coass : Davi Qowiyul Ali

DEA MAULIDNA

12 TAHUN

PELAJAR