Está en la página 1de 3

Andra Matin

Nama Andra Matin tiba-tiba mencuat di jagat arsitektur Indonesia ketika pada tahun 1998, sebuah
bangunan di daerah Kemang – area permukiman yang berangsur berubah menjadi distrik komersial –
mencuri perhatian. Bentuknya sederhana, sebuah kotak semi transparan berukuran 12 x 12 meter,
dengan tinggi 8 meter, yang dibungkus kisi-kisi kayu. Di dalamnya: kosong. Hanya tiang-tiang baja hijau,
tangga lipat sederhana, dan bayang bilah-bilah kayu yang mengisi ruang. Kotak besar itu adalah lobby
dari Le Bo Ye, sebuah kantor desain gras. Ditempatkan menempel pada bangunan lamanya, massa
tersebut memiliki dua sisi terbuka ke arah halaman luas yang memungkinkan kita mengapresiasi
bentuknya secara utuh, dan memahami dua karakter arsitektur Andra matin yang mendudukkannya hari
ini sebagai salah satu arsitek terbaik Indonesia: Bold and beautiful. Menggunakan baja telanjang sebagai
struktur bangunan kantor pada masa itu adalah tidak lazim. Belum lagi lantai semen dan dinding yang
tidak dicat. Juga tangga plat besi lipat yang dibuat tanpa alas peredam suara. Kelontang kaki beradu
logam akan menggema ke seluruh ruang tiap kali ada yang naik turun. Tangga itu bahkan tidak
dilengkapi dengan susuran – sebuah prasyarat penting untuk keamanan dan keselamatan pengguna. Di
sini, kita dihadapkan pada sebuah konversi, di mana kosa kata “arsitektur pabrik” dan “arsitektur
gudang” diadopsi ke dalam tipologi “arsitektur kantor”. Dalam konversi ini, bangunan dilucuti dari segala
ornamen yang “tidak penting” – menyisakan hanya “tulang belulang” dan kulit yang tipis – dan tiap
elemen bangunan ditampilkan secara “jujur”. Di sini, kita menyaksikan ekspresi yang ekstrim dari sebuah
arsitektur modern. Dalam satu kotak tadi kita juga tidak hanya melihat eksperimen yang mendobrak
ekspresi tipologi yang lazim, tapi juga eksperimen bentuk yang melawan konsensus umum tentang
respons pada iklim tropis. Seperti kita tahu, terik matahari selalu ditangkal dengan teritisan lebar dan
atap miring terjal yang memungkinkan terbentuknya bantalan udara penahan panas di bawahnya. Di Le
Bo ye, Andra Matin justru menggunakan kaca datar sebagai atap, dilapisi bilah-bilah kayu yang sama
dengan yang digunakan untuk menutupi bagian atas sisi yang terbuka ke arah taman. Sementara bagian
bawahnya dilengkapi dengan jajaran pintu kaca. Tidak ada pengkondisian udara buatan. Angin dipicu
oleh beberapa kipas yang digantung menyebar di dalam ruang, juga ventilasi silang dari celah antara
bilah. Ini adalah sebuah eksperimen yang berani. Bahkan sebelum kita bicara tentang kemungkinan
gagal, mengusulkannya ke klien pun butuh kenekadan dan keyakinan super. Tapi justru kenekadan itu
yang menghasilkan estetika baru. Tanpa dikatakannya, Andra Matin tahu, penggunaan material mentah
dan kasar itu tidak akan menarik perhatian. Dengan menempatkannya pada order yang rigid dan tertib,
ia membuat mereka “hilang”. Komposisi dari jajaran kolom yang mengisi ruang dengan lipatan plat
tangga di sisi jauh, lantai kusam dan dinding polos, atap tinggi dan tembus pandang yang
menyangkatkan kelengangan secara keseluruhan menyusun sebuah latar yang tangible untuk sesuatu
yang intangible: gerak. Berdiamlah sejenak di ruang itu. Atap kaca akan merembeskan cahaya. Dari
bilah-bilah kayu tersaring gerumbul hijau pohon-pohon. Pintu-pintu kaca berbaris terbuka – tegak
seperti tentara. Kisi-kisi kayu di atas kepala menghasilkan bayang-bayang panjang pada dinding dan
lantai semen abu yang terus berubah. Gemericik air terdengar konstan dari kolam yang gelap. Kulitnya
seperti cermin. Tunggu sampai orang-orang datang. Mereka akan mengisi meja dan kursi-kursi. Berjalan
ke toilet. Naik turun tangga. Memesan makanan. Mengantar makanan….. Semua terjadi seperti sebuah
koreogra yang luwes dan mulus antara yang tangible dan intangible. Relasi yang dinamis antara
keduanya membuat pengalaman ruang di sana tak pernah sama. Andra Matin mengembalikan arsitektur
sebagai sebuah “kejadian”. Sesuatu yang tak berulang. Dan tiap kali kita menemukan sebuah keindahan
yang baru.

Le Bo Ye Graphic Design