Está en la página 1de 24

UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
Jl. Ringroad Barat Daya No.1, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tlp. (0274)434 2288, 434 2277. Fax. (0274)4342269. Web: www.almaata.ac.id

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Ny R
Umur : 40 tahun
Informasi : Klien dan RM
Tanggal pengkajian :

II. ALASAN MASUK


Pasien mengatakan datang ke igd RSJD dengan diantar oleh kakak iparnya
sebelum masuk ke rsjd pasien sering mendengar seperti bisikan seseorang untuk
mengikuti bayangan tersebut.
III. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu sejak 4 tahun yang lalu
2. Pengobatan sebelumnya tidak berhasil berhasil karena klien sempat putus
obat, dan malas untuk kontrol.
3.
Pelaku Usia Korban Usia Saksi Usia
Aniaya Fisik - - - - - -
Aniaya Seksual - - - - - -
Penolakan - - - - - -
Kekerasan dalam keluarga - - - - - -
Tidakan Kriminal - - - - - -
Jelaskan:
Masalah Keperawatan :
4. Pasien mengatakan ada keluarganya yang mengalami gangguan jiwa yaitu
kakak pertamanya pasien.
Masalah keperawatan: tidak ada
5. Pasien mengatakan tidak memiliki masa lalu yang tidak menyenangkan
IV. FISIK
Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan data TD: 110/70 mmHg, N: 88
x/menit S: 36,00C, RR: 20x/menit. TB: 160 cm, BB: 59 kg. pasien mengatakan
tidak ada keluhan pada fisiknya

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan :

: Laki- laki : Menikah

: Perempuan : Keturunan

: Pasien : Tinggal serumah

: Perempuan meninggal

Jelaskan :
Pasien merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara, Ibu pasien sudah meninggal,
Pasien belum menikah,Pasien tinggal serumah dengan bapak dan 1 adiknya yang
masih SMA
Masalah Keperawatan : tidak ada

2. Konsep Diri
a. Gambaran Diri
Pasien mengatakan: “Tubuh yang paling disukai adalah bagian muka
karena pasien merasa bersyukur diberikan muka yang cantik ”
b. Identitas
Pasien mengatakan: “Saya seorang perempuan bernama R, usia 40
tahun, dan saya tinggal serumah dengan kakak- kakak saya .”
c. Peran
Pasien mengatakan: “Saya merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara.”
d. Ideal Diri
Pasien mengatakan: “Saya ingin segera pulang, saya ingin bertemu
dengan keluarga.”
e. Harga Diri
Pasien mengatakan: “pasien mengatakan menerima kalau ia sakit seperti
ini,pasien berpasrah apapun yang terjadi pada allah dan selama di RSJ
hubungan pasien dengan teman-temannya baik tetapi ia jarang
berbincang-bincang dengan teman-temannya di ruangan.”
Masalah Keperawatan : isolasi sosial
3. Hubungan social
a. Orang yang berarti
Pasien mengatakan: “orang yang berarti dalam hidupnya adalah ke 2
orang tua dan keluarga “
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Pasien mengatakan: “saat dirumah sering mengikuti penggajian
mingguan dan pasien dulu selalu mengikuti kegiatan anak- anak muda di
tempatnya.”
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Pasien mengatakan: “tidak mempunyai hambatan dalam berhubungan
dengan orang lain.”

Masalah Keperawatan : -

4. Spiritual
a. Nilai dan Keyakinan
Pasien mengatakan, “Beragama islam dan selama dirumah menjalankan
sholat 5 waktu dan rutin kemasjid untuk sholat berjamaah .”
b. Kegiatan Ibadah
pasien mengatakan,”Selama saya dirawat di Rumah Sakit saya selalu
sholat walaupun kadang-kadang masih ada yang tertinggal sholatnya
karena ketiduran.
Masalah Keperawatan :
VI. STATUS MENTAL
1. Penampilan
√ Tidak Rapi - Cara Berpakaian Tidak Seperti
Biasanya
- Penggunaan Pakaian Tidak Sesuai

Jelaskan : Penampilan pasien tidak rapi rambut pasien tampak acak-acakan


dan jarang disisir, dan gigi pasien terlihat tampak kotor

2. Pembicaraan
- Cepat - Keras - Gagap - In Koheren

- Apatis - Lambat - Membisu  Tidak mampu memulai pembicaraan

Jelaskan : Pasien berkomunikasi seperlunya, tidak pernah memulai


pembicaraan, menjawab seperlunya saat ditanya.
Masalah Keperawatan: Hambatan Komunikasi Verbal

3. Aktivitas motorik
√ Lesu - Tegang - Gelisah - Agitasi

- Tik - Grimasen - Tremor - Kompulsif

Jelaskan: Pasien terlihat lesu, pasien sering duduk sendiri

4. Alam perasaan
- Sedih - Putus Asa - Gembira

- Ketakutan - Khawatir - Berlebihan

Jelaskan : Pasien mengatakan kecewa karena dibikin setres dengan


keluarganya

5. Afek
- Datar - Tumpul √ Labil - Tidak Sesuai

Jelaskan : pasien ketika diajak bicara suka berubah-ubah dengan jawaban


pertamanya
6. Interaksi selama wawancara
- Bermusuhan - Tidak Kooperatif - Mudah Tersinggung
- Kontak mata (-) - Defensive - Curiga

Jelaskana : pasien kooperatif, ada kontak mata walau tidak sering


7. Persepsi
√ Pendengaran √ Penglihatan Perabaan

- Pengecapan - Penghidungan -

Jelaskan :Pasien mengalami gangguan persepsi pendengaran, pasien


mengatakan,”Saya sering mendengar bisikan- bisikan sesuatu
tetapi tidak jelas dan pasien juga sering melihat sesuatu yang
tidak nyata..”
Masalah Keperawatan: Gangguan halusinasi penglihatan dan pendengaran.

8. Proses pikir
- Sirkumtansial - Tangensial - Kehilangan asosiasi

√ Flight of idea - Blocking - Pengulangan pembicaraan/persevarasi

Jelaskan : Pasien saat diajak bicara jawabanya selalu berubah-ubah

9. Isi pikiran
- Obsesi - Fobia - Hipokondria

- Depresonalisasi - Ide yang terkait - Pikiran magis

Waham
- Agama - Somatic - Kebesaran - Curiga

- Nihilistic - Sisip Pikir - Siar Pikir - Control piker

Jelaskan :

10. Tingkat kesadaran


√ Bingung - Sedasi - Stupor

Disorientasi
- Waktu - Tempat - Orang

Jelaskan :
a. Orientasi waktu : pasien tidak mengalami disorientasi waktu dibuktikan
saat ditanya, “Sekarang jam berapa?” Pasien melihat jam dan menjawab, “
Sekarang jam 11.00 WIB.”
b. Orientasi tempat : pasien tidak mengalami disorientasi tempat dibuktikan
saat ditanya, “Sekarang ibu ada dimana?” Pasien menjawab, “Saya sedang
berada di RSJD soedjarwadi.”
c. Orientasi orang : pasien tidak mengalami disorientasi orang dibuktikan saat
ditanya, “Nama teman-teman di ruang helikonia?” pasien menjawab,
semua nama teman-temannya dengan benar.”
Masalah Keperawatan : tidak ada

11. Memori
- Gangguan daya ingat jangka panjang - Konfabulasi
- gangguan daya ingat saat ini √ Gangguan daya ingat jangka pendek

Jelaskan : pasien tidak memiliki gangguan daya ingat jangka panjang, pasien
masih mengingat kejadian yang dulu pernah kerja sebagai penjahit
dan pasien juga pernah bekerja di PT sebagai karyawan.

Masalah Keperawatan : kerusakan memori

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


- mudah beralih √ Tidak mampu berhitung sederhana

- tidak mampu konsentrasi - Penghidungan

Jelaskan : pasien tidak mampu berhitung

13. Kemampuan penilaian


- Gangguan ringan - Gangguan bermakna

Jelaskan : Pasien dapat membuat keputusan “ Saat diberikan pertanyaan


mandi dulu atau makan terlebih dahulu ?” pasien menjawab
mandi terlebih dahulu

14. Daya tilik diri


- Mengingkari penyakit yang di derita - Menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan : pasien mengatakan berada di RSJ karena mengalami gangguan


jiwa, pasien tidak mengingkari penyakitnya
VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
1. Makan
- Bantuan minimal - Bantuan total

2. BAB/BAK
- Bantuan minimal - Bantuan total

Jelaskan : pasien makan 3x sehari, pasien mampu makan sendiri


pasien mampu melakukan toileting secara mandiri
3. Mandi
- Bantuan minimal - Bantuan total
Jelaskan : pasien mandi secara mandiri

4. Berpakaian/berhias
- Bantuan minimal - Bantuan total
Jelaskan : pasien mampu berpakaian secara mandiri

5. Istirahat dan tidur


√ Tidur siang lama : Tidak tentu

√ Tidur malam lama : 20.00/21.00 s/d 05.00

Kegiatan sebelum/ sesudah tidur

6. Penggunaan obat
√ Bantuan minimal - Bantuan total

Jelaskan : Minum obat secara mandiri, tapi perawat yang mempersiapkan


obat

7. Pemeliharaan Kesehatan
Perawatan lanjutan √ Ya Tidak
Jelaskan :Pasien selalu di lakukan
perawatan medis dan di lakukan terapi
secara psikologis dengan dokter dan
perawat
Perawatan pendukung √ Ya Tidak
Jelaskan : Pasien selalu di dukung dalam perkembagannya oleh dokter dan
perawat yang di ruangan
8. Kegiatan di dalam rumah

Mempersiapkan makanan √ Ya Tidak


Jelaskan : Pasien dulu sebelum masuk ke
rsjd selalu menyiapkan makanan buat orang
tua dan keluarganya.
Menjaga kerapihan rumah √ Ya Tidak
Jelaskan: Pasien mengatakan dulu selalu
melakukan kerapihan rumah nya selalu
menyapu dan membereskan barang-barang
di sekitar rumah
Mencuci pakaian √ Ya Tidak
Jelaskan: Pasien mengatakan dulu sebelum
masuk ke rsjd selalu mencuci pakaian pada
pagi hari.
Pengaturan keuangan - Ya - Tidak

9. Kegiatan di luar rumah


Belanja - Ya - Tidak

Transportasi - Ya - Tidak

Lain-lain - Ya - Tidak

10. Mekanisme Koping

Adaptif Maladaptif
- Bicara dengan orang lain - Minum alkohol

- Mampu menyelesaikan masalah - reaksi lambat/berlebih

- Teknik relaksasi - bekerja berlebihan

- Aktivitas konstruktif - Menghindar

- Olahraga - mencederai diri


- Lainnya - Lainnya: marah-marah

VIII. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


- Masalah dengan dukungan kelompok: Tidak ada

- Masalah berhubungan dengan lingkungan : Tidak ada

- Masalah dengan pendidikan : Ada, Pasien mengatakan hanya lulus SD


saja dan pasien ingin melanjutkan sekolah tapi tidak ada biaya.

- Masalah dengan pekerjaan : Ada, Pasien dulu pernah bekerja sebagai


penjahit dankaryawan PT sebelum masuk ke rsjd

- Masalah dengan perumahan : Ada, Pasien mengtakan dibikin setres


dengan keluarganya karena di suruh masuk kedalam agamanya (Non
Muslim)

- Masalah ekonomi : Ada, Pasien mengatakan dulu sering kesulitan


ekonomi dalam keluarganya orang tua pasien hanya buruh tani saja.

- Masalah dengan pelayanan kesehatan : Tidak ada

- Masalah lainnya : Tidak ada.

IX. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


√ Penyakit jiwa - System pendukung

- Faktor presipitasi - penyakit fisik

- Koping - obat-obatan
Jelaskan : Pasien belum terlalu mengerti dan sering menanyakan tentang
kondisi dan penyakit yang dialami pasien

X. ASPEK MEDIK
Diagnose medic : Skizofrenia
Terapi medic
N Terapi medik Dosis Indikasi Kontraindikasi
o
1 HPD 5 2x5 mg - Meredakan - Memiliki
gejala hipersensitif
skizofrenia atau alergi
- Mengobati terhadap
skizofrenia kandungan
- Mengobati obat ini
gerakan dan - Penderita
ucapan spontan penyakit
yang tidak parkinson
terkontrol pada - Pasien depresi
penderita berat
sindrome - Pasien lansia
tourette yang memiliki
- Menurunkan penyakit
pikiran negatif demensia
dan halusinasi
2 RPD 2x1 mg Terapi pada skizofrenia Hipersensitif terhadap
akut dan kronik serta risperidone.
pada kondisi psikosis
yang lain
3 Lorasepam 1x2 - Penangan jangka - Hipersensitivitas
pendek pada terhadap
gangguan benzodiazepin
kecemasan. atau bahan yang
- sebagai hipnotik digunakan ketika
untuk menangani formulasi (benzil
insomnia. alkohol, polietilen
- sebagai glikol, atau
antikonvulsan untuk propilen glikol).
menangani pasien - Pasien glaukoma
status epilepsi. akut sudut
- Lorazepam juga tertutup,
digunakan untuk kontraindikasi
mengontrol mual injeksi lorazepam
dan muntah pada pada pasien apnea
pasien yang
menjalani
kemoterapi kanker

XI. ANALISA DATA


No Data Fokus Masalah
.
1. Ds: Pasien mengatakan malas mau merapikan rambut dan pasien
malas mau gosok gigi
Do: - Pasien tampak lesu
- Pasien tampak berantakan dalam penampilanya Defisit
- Rambut pasien terlihat tidak rapi Perawatan
- Gigi pasien tampak terlihat kotor diri : berhias

2. Ds: Halusinasi
- pasien mengatakan sebelum masuk ke rsjd pasien selalu pendengaran
mendengar bisikan-bisikan di telinganya dalam bisikanya pasien
disuruh untuk mengikutinya.
- Do:
- Pasien keooperatif
- Pasien terlihat diam
- pasien tidak banyak bicara
- Ada kontak mata walau tidak sering
- Kalau ditanya jawaban pasien selalu berubah-ubah

3. DS: Isolasi sosial


Pasien mengatakan biasa bersma teman-teman sekarang merasa
sendirian sehingga sering banyak diam dan menyendiri
DO:
- pasien selalu menyendiri
- pasien terlihat gelisah
- pasien tampak lesu
- Pasien selalu memandangi lingkungan sekitar
- Pasien terlihat jarang berbicara dengan oranglain
INTERVENSI
No Tangga Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
l Kep
1 22/3/18 Defisit Setelah dilakukan 1. Pasien mampu SP 1
perawatan tidakan keperawatan mengidentifikasikan masalah 1. Identifikasi masalah perawatan diri :
Diri selama 3 x 24 jam perawatan dri : kebersihan kebersihan diri, berdandan, makan/minum,
diharapkan : diri, berdandan, BAK/BAB
1. Pasien meningkat makan/minum, BAK/BAB 2. Jelaskan pentingnya kebersihan diri
motivasi perawatan 2. Pasien mengerti pentingnya 3. Jelaskan cara dan alat kebersihan diri
dirinya kebersihan diri 4. Latih cara menjaga kebersihan diri: mandi,
2. Pasien mampu Pasien mampu ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut,
mempertahankan mendiskusikan cara potong kuku
kebersihan dirinya perawatan diri yang benar 5. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk
latihan mandi, sikat gigi(2x/hari), cuci
rambut (2x/minggu), potong kuku
(1x/minggu)

SP 2
1. Evaluasi kegiatan kebersihan diri. Beri
pujian
2. Jelaskan cara dan alat untuk berdandan
3. Latih cara berdandan setelah kebersihan
diri: sisiran, rias muka untuk perempuan ;
sisiran, cukuran untuk pria
4. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk
kebersihan diri dan berdandan.

SP 3
1. Evaluasi kegiatan kebersihan diri dan
berdandan. Beri pujian
2. Jelaskan cara dan alat makan dan minum
3. Latih cara makan dan minum yang baik
4. Masukkan pada jadwal untuk latihan
kebersihan diri, berdandan dan makan &
minum yang baik

SP 4
1. Evaluasi kegiatan kebersihan diri,
berdandan, makan dan minum. Beri pujian
2. Jelaskan cara BAB dan BAK yang baik
3. Latih BAB dan BAK yang baik
4. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk
latihan kebersihan diri, berdandan, makan
dan minum & BAK dan BAB

SP 5
1. Evaluasi kegiatan latihan perawatan diri:
kebersihan diri, berdandan, makan&
minum dan BAK & BAB. Beri pujian
2. Latih kegiatan harian
3. Nilai kemampuan yang telah mandiri
4. Nilai apakah perawatan diri telah baik

2 22/3/20 Halusinasi Setelah dilakukan 1. Pasien mampu SP 1


18 Pendengara tidakan keperawatan mengidentifikasi 1. Identifikasi halusinasi pasien: isi, waktu
n selama 3 x 24 jam jenis halusinasi terjadi, waktu terjadi, situasi pencetus,
diharapkan : 2. Pasien mampu perasaan dan respon
1. pasien mampu mengidntifikasi 2. Jelaskan cara mengontrol halusinasi:
mengontrol frekuensi halusinasi menghardik, minum obat, bercakap-cakap,
halusinasi 3. Pasien mampu dan melakukan kegiatan
2. Pasien tidak mengidentifikasi 3. Ajarkan cara menghardik halusinasi.
mencederai waktu terjadinya 4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
diri, dan halusinasi latihan menghardik
lingkungan 4. Pasien mampu
nya mengidentifikasi SP 2
situasi yang 1. Evaluasi Kegiatan menghardik. Beri pujian
menyebabkan 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan
datangnya halusinasi minum obat (jelaskan 6 benar: jenis, guna,
5. Pasien mampu dosis, frekuensi, cara, kontinuitas minum
mengidentifikasi obat)
respon terhadap 3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
halusinasinya latihan menghardik dan minum obat.
6. Pasien dapat
menerima penjelasan SP 3
cara mengotrol 1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik dan
halusinasi: Hardik, obat
obat, bercakap-cakap, 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan
melakukan kegiatan bercakap-cakap
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
latihan menghardik, minum obat dan
bercakap-cakap

SP 4
1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik
minum obat dan bercakap-cakap. Beri
Pujian
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan
melakukan kegiatan harian
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
latihan menghardik, minum obat,
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan
harian.

SP 5
1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik &
obat & bercakap-cakap & kegiatan harian.
Beri pujian
2. Latih kegiatan harian
3. Nilai kemampuan yang telah mandiri
4. Nilai apakah halusinasi terkontrol

3 22/3/18 Isolasi Setelah dilakukan 1. Pasien mampu SP 1


sosial tidakan keperawatan mengidentifikasi penyebab 1. Identifikasi penyebab Isolasi Sosial : Siapa
selama 3 x 24 jam Isolasi Sosial : Siapa yang yang serumah, siapa yang dekat, yang

diharapkan : serumah, siapa yang dekat, tidak dekat, dan apa sebabnya
1. Pasien dapat yang tidak dekat, dan apa 2. Identifikasi keuntungan punya teman dan
berinteraksi dengan sebabnya bercakap-cakap
orang lain sehingga 2. Pasien mampu 3. Identifikasi kerugian tidak punya teman
tidak terjadi mengidentifikasi dan tidak bercakap-cakap
halusinasi atau keuntungan punya teman 4. Latih cara berkenalan dengan orang lain
isolasi sosial. dan bercakap-cakap secara bertahap
2. Terjalin hubungan 3. Pasien mampu 5. Masukan dalam jadwal kegiatan untuk
inter personal yang mengidentifikasi kerugian latihan berkenalan.
lebih erat. tidak punya teman dan tidak SP 2
bercakap-cakap 1. Evaluasi kegiatan berkenalan (berapa
4. Pasien mampu berkenalan orang). Beri pujian
dengan orang lain secara 2. Latih cara berbicara saat melakukan
bertahap kegiatan harian.
5. Pasien mampu melakukan 3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
aktivitas sambil bercakap- latihan berkenalan dengan pasien yan lain
cakap dan memasukan dan petugas atau perawat saat berbicara
dalam jadwal kegiatan saat melakukan kegiatan harian.
untuk latihan berkenalan.
SP 3

1. Evaluasi kegiatan berkenalan atau


berbincang-bincang dan minum obat
2. Latihan mengungkapkan perasaan dengan
baik.
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk
latihan fisik, obat dan verbal.

SP 4

1. Evaluasi kegiatan latihan berkenalan,


berbicara saat melakukan empat kegiatan
harian. Beri pujian
2. Latihan cara bicara sosial: meminta
sesuatu, menjawab pertanyaan
3. Memasukan pada jadwal kegiatan untuk
latihan berkenalan >5 orang, orang baru,
berbicara saat melakukan kegiatan harian
dan sosialisasi.

SP 5
1. Evaluasi kegiatan latihan berkenalan,
berbicara saat melakukan kegiatan harian
dan sosialisasi. Beri pujian
2. Latih kegiatan harian
3. Nilai kemampuan yang telah mandiri
4. Nilai apakah isolasi sosial teratasi

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


No Tanggal Implementasi Evaluasi Paraf
Dx /Jam
1 Kamis Sesi 1 SP 1 Defisit Perawatan Diri : Berhias S: Eka
22/3/201 1. Melakukan BHSP dengan pasien - Pasien mengatakan sudah mandi
8 2. Mengidentifikasi masalah perawatan diri pasien tapi tidak mau berhias, dan
menyisir rambut

O:
- Pasien tampak kurang rapi
- Rambut acak-acakan
Sesi 2 - Tercium bau pada bagian rambut
1. mengidentifikasi perawatan diri pasien
2. melatih cara berdandan setelah kebersihan A: defisit perawatan diri : berhias
teratasi sebagian
P: Lanjutkan Intervensi :
SP 1 defisit perawatan diri : berhias

1 Jumat Sesi 1 S: Dita


23/3/201 1. Mengidentifikasi perawatan diri pasien - Pasien mengatakan sudah mulai
8 2. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri pasien mencoba untuk berhias seperti
menyisir rambut
O:
- Rambut tampak rapi

Sesi 2 A: defisit perawatan diri SP 1 teratasi


1. Mengevaluasi Kemampuan pasien untuk perawatan sebagian
diri : Berhias
2. Melatih cara Berhias P : Lanjutkan intervensi :
SP 1, SP 2 Defisit perawatan diri :
berhias

1 Sabtu Sesi 1 S: pasien mengatakan setiap habis Eka


24/2/201 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan untuk latihan mandi sudah mulai merapikan
8 perawatan diri pada pasien rambutnya dan mau untuk berhias

Sesi 2 O: pasien mampu menerapkan cara


1. Memotivasi pasien untuk perawatan diri : berhias perawatan diri : berhias
.
A: masalah Defisit Perawatan Diri SP
1 teratasi sebagian
P: lanjutkan interveni
SP 1,SP 2 defisit perawatan diri :
berhias
2 kamis Sesi 1 SP 1 Halusinasi S: pasien mengatakan sering Dita
22/3/201 3. Melakukan BHSP dengan pasien mendengar suara-suara yang ingin
8 4. Mengidentifikasi Halusinasi pasien selalu membangunkan saat tidur, suara
tersebut memanggil “ bangun..
Sesi 2 SP 1 Halusinasi bangun... ayo ikut aku...”
1. Mengidentifikasi Halusinasi pasien O: pasien menjawab tidak tahu saat
2. Melatih pasien cara menghardik halusinasi ditanya frekuensi, penyebab, dan
respon terhadap halusinasinya, pasien
belum kooperatif,pasien dapat
mendemonstrasikan menghardik jika
di pimpim, tidak bisa melakukan
sendiri, pasien mengalami gangguan
daya ingat jangka pendek

A: halusinasi pendengaran SP 1
teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi:
SP 1 halusinasi

2 Jumat Sesi 1 S: Eka


23/3/201 1. Mengidentifikasi halusinasi pasien - pasien mengatakan biasanya
8 2. Mengevaluasi cara menghardik mendengar suara-suara seperti
suara berdengung dengan lama
durasi 1 jam, suara itu datang
Sesi 2 ketika pasien melamun, pasien
1. Mengevaluasi kemampuan pasien menghardik mengatakan tidak tahu saat
halusinasi ditanya respon saat
2. Melatih pasien menghardik halusinasinya datang.
- Saat sesi ke 2 pasien
mengatakan respon pasien saat
halusinasi datang diam saja
lama kelamaan jadi pusing,
lupa cara menghardik
halusinasi yang telah diajarkan.

O:
- Pasien tidak fokus saat di
wawancara, tidak ada kontak mata,
sudah ada kemajuan untuk
menghardik halusinasi, tapi masih
lupa sebagian cara menghardik
halusinasi .
- Saat Sesi ke 2 Pasien hanya
mengingat cara menghardik
halusinasi dengan menutup telinga
dan tidak dapat
mendemonstrasikan cara
menghardik halusinasi secara
mandiri
A: Masalah halusinasi SP 1 belum
teratasi
P: lanjutkan intervensi
SP 1 Halusinasi

2 Sabtu Sesi 1 S : pasien mengatakan lupa ingat cara Dita


24/3/201 1. mengevaluasi cara mengontrol halusinasi dengan menghardik halusinai
8 menghardik
2. melatih kembali cara menghardik halusinasi pasien Saat sesi 2
S: pasien mengatakan lupa
sesi 2
1. mengevaluasi cara menghardik halusinasi pasien O: Pada sesi kedua pasien dapat
2. memotivasi paien untuk mengingat-ingat cara mendemontrasikan cara menghardik
menghardik yang telah di ajarkan halusinasi dengan bantuan diawal
menganjurkan paien untuk memasukkan cara
menghardik halusinasi dalam jadwal harian A: masalah halusinasi pendengaran SP
1 teratasi sebagian
P: lanjutkan interveni SP 1 dengan
mengevaluasi cara menghardik
halusinai

3 Kamis Sesi 1 S: pasien mengatakan lebih suka Eka


22/3/201 sendirian dan mengatakan merasa
8 1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial : siapa yang malu untuk berbicara dengan orang
lain
serumah, siapa yang dekat yang tidak dekat, dan apa
penyebabnya Saat Sesi 2
S: pasien mengatakan malu untuk
2. Menjelaskan keuntungan punya teman dan bercakap-
bertemu dengan orang lain.
cakap
O:
3. Menjelaskan kerugian tidak punya teman dan tidak
- pasien tampak senang
bercakap-cakap. menyendiri
- mengikuti kegiatan diarahkan
Sesi II
1. Melatih cara berkenalan dengan pasien, perawat atau A: masalah isolasi sosial SP 1 belum
teratasi
tamu
P: lanjutkan intervensi sp 1
Isolasi sosial

3 jumat Sesi I S: pasien mengatakan sudah Dita


23/2/201 memahami cara berkenalan dengan
1. Mengevaluasi pemahaman pasien terhadap
8 orang lain
keuntungan punya teman dan bercakap-cakap
2. Melatih cara berkenalan dengan pasien, perawat atau Saat sesi II
tamu S: pasien mengatakan mengenal
Sesi II teman-temannya

1. mengevaluasi kegiatan pasien dalam berkenalan O:


dengan orang lain - pasien kooperatif
- pasien mau di ajak bicara
walaupun menjawab hanya
seperlunya
- pasien masih sering terlihat
menyendiri didalam kamar
- tapi saat diarahkan pasien mau
mengikuti kegiatan yang ada di
ruangan

A: masalah isolasi sosial SP 1 belum


teratasi

P: lanjutkan intervensi mengevaluasi


SP I isolasi sosial
3 Sesi 1 S: pasien mengatakan sekarang sudah Eka
1. mengevaluasi kegiatan latihan berkeanalan berkenalan dengan semua teman yang
2. menganjurkan pasin untuk memasukkan pada jadwal ada diruangan dan bercakap-cakap
kegiatan harian
sesi 2 O: - pasien tampak lebih ceria
1. memotivasi pasien untuk bercakap-cakap dengan - pasien sudah mengenal semua
orang lain dan selalu mengikuti kegiatan yang ada teman yang ada diruangan
diruangan - pasien kooperatif
- pasien sudah mau bercerita
banyak
A: masalah isolasi sosial SP 1 teratasi
sebagian
P: lanjutkan intervesi SP 2