Está en la página 1de 56

AMPLITUDO MODULATION

(AM)
Review
Blok Diagram Sist. Komunikasi Analog
3

Sumber Transducer Modulator


Informasi Input Analog

Media Transmisi

Penerima Transducer Demodulator


Informasi Output Analog

Dasar Sist. Telkom


Fungsi Tiap komponen blok analog
4

 Sumber informasi : Memberikan informasi masukan


 Transduser input : Mengubah informasi masukan
menjadi isyarat elektris
 Modulator analog : Menyesuaikan isyarat elektris
dengan media transmisimisalnya gelombang radio
 Media Transmisi : Kabel maupun non-kabel

 Proses di penerima simetris pada media dengan fungsi


yang berlawanan dengan bagian pengirim

Dasar Sist. Telkom


Sifat Media Transmisi yang Merugikan
5

 Peredaman :
Biasanya sangat kecil, tetapi dapat pula besar
 Distorsi :
Respon terhadap isyarat tidak sempurna,sifat distorsi
adalah jika isyarat tidak ada maka distorsi hilang.
 Interferensi :
Gangguan oleh isyarat lain terhadap media transmisi,
walaupun isyarat ditiadakan interferensi tetap ada.
 Derau :
Gangguan dari dalam maupun luar media transmisi
yang tidak dapat diramalkan
Fungsi Blok Diagram Sist. Analog
Gelombang pemodulasi Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi Full Carier
1 2

0.8
1.5

0.6
1
0.4

Amplitudo ( volt )

Amplitudo ( volt )
0.5
0.2

0 0

-0.2
-0.5

-0.4
-1
-0.6

-1.5
-0.8

-1 -2
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
detik detik

Sumber Transducer Modulator


Informasi Input Analog
Gelombang pemodulasi plus noise
1

0.8

0.6

Media Transmisi
0.4
Amplitudo ( volt )

0.2

-0.2

-0.4

-0.6

-0.8

-1
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
detik

Penerima Transducer Demodulator


Informasi Output Analog 2.5
Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi plus noise

1.5

Amplitudo ( volt )
0.5

-0.5

-1

-1.5

-2

-2.5
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2
detik

6
Amplitudo modulation (AM)

Double Side Band Full Carrier ( AM )


Double Side Band Supressed Carrier (DSB)
Modulasi Amplitudo
 Modulasi Amplitudo adalah proses penumpangan sinyal
informasi kepada sinyal pembawa/carrier dengan merubah
parameter amplitudo sinyal carrier.
 Frekuensi sinyal pembawa biasanya jauh lebih tinggi
daripada frekuensi sinyal pemodulasi. (Teorema Nyquist)
 Frekuensi sinyal pemodulasi biasanya merupakan sinyal
pada rentang frekuensi audio (AF, Audio Frequency) yaitu
antara 20 Hz sampai denan 20 kHz.
 Frekuensi Sinyal Pembawa biasanya berupa sinyal radio (RF,
Radio Frequency) pada rentang frekuensi tengah (MF, Mid-
Frequency) yaitu antara 300 kHz sampai dengan 3 Mhz.
Amplitudo Modulation Double Side Band
9

Jika yang diambil untuk diteruskan:


a. fc-fs, fc, fc+fs di sebut AM DSB (AM double side band).
b. fc-fs, fc atau fc, fc+fs disebut AM SSB
c. Jika amplitudo fc di tekan di sebut DSB (Double Side Band Supressed
Carrier).
d. jika yang dikirim adalah DSB dengan salah satu bagian dari
sideband dikurangi maka disebut ISB.
Dasar Sist. Telkom
Obyektif Perkuliahan
10

 Dapat memahami teknik modulasi DSBFC ( AM )


 Dapat memahami teknik modulasi DSBSC ( DSB )
 Dapat memahami indeks modulasi dan efisiensi daya
 Dapat memahami spektrum magnitudo dan bandwidth

Referensi :
 MS Iqbal, 2001, Diktat dasar Telkom. Jurusan Teknik
Elektro FT, Unram,
 Kennedy & Davis, 1993, Electronic Comm. System,
Fourth Ed, Mc Graw Hill.
 Dennis Roddy & John Coolen, 1995, Electronic
Comm. System, Fourth Ed, Prentice Hall Inc.
 SM Sasongko, Buku Ajar Dasistel. Jurusan Teknik Elektro FT,
Unram.
Dasar Sist. Telkom
Prinsip Dasar Rangkaian Modulator AM
Sinyal Vcc
Pemodulasi
-
Power
Vm ( t )
Amp + Kapasitor Bypass RF

Amplitudo Gelombang AM
Output RF
berfluktuasi karena pengaruh Vcc’
Termodulasi AM
= Vcc + Vm(t)

Frek Oscilator Tetap


RF Driver sebesar
1
f 
Bias 2  LC

11 Dasar Sist. Telkom


Double Side Band Full Carrier ( AM )

Asumsi : 
em t   Vm max cos 2  f m t   m 

ec t   Vc max cos 2  f c t   c 
mengingat sudut phase pemodulasi ( m ) tidak mempengaruhi sudut phase
carrier ( c ), untuk kesederhanaan sudut phase tidak ikut dianalisa, shg
gelombang termodulasi AM menjadi ( frekuensi carrier tetap, amplitudo
carrier fluktuasi mengikuti pemodulasi ) :

 
e t   Vc max  Vm max cos 2  f m t  cos 2  f c t 
 Vc max 1  m cos 2  f m t  cos 2  f c t 
dengan :
V max  V min V m max
m  
V max  V min V c max
Dasar Sist. Telkom 12
Indeks Modulasi AM

 Derajat modulasi atau indeks modulasi AM, dinotasikan


dengan m.
 Parameter ini merupakan perbandingan antara amplitudo
puncak sinyal pemodulasi (Vm) dengan amplitudo puncak sinyal
pembawa (Vc).
 Besarnya indeks modulasi mempunyai rentang antara 0 dan 1.
 Indeks modulasi sebesar nol, berarti tidak ada pemodulasian,
sedangkan indeks modulasi sebesar satu merupakan
pemodulasian maksimal yang dimungkinkan.
Indeks Modulasi AM

 Besarnya indeks modulasi AM dinyatakan dengan


persamaan:
V m m ax
m
V c m ax

 Indeks modulasi juga dapat dinyatakan dalam persen


dan dinotasikan dengan M,
V m max
M x 100%
V c max
Indeks Modulasi
15

 ketika m = 0, Em = 0, maka sinyal termodulasi


adalah sama seperti sinyal carrier (sebelum
modulasi)

Dasar Sist. Telkom


Indeks Modulasi
16

 ketika 0 < m <1, nilai ini yang terjadi dalam kondisi nyata.
Resultan gelombang semakin terlihat signifikan ketika nilai
m mendekati 1.

Dasar Sist. Telkom


Indeks Modulasi
17

 ketika m =1, merupakan kondisi ideal. Sinyal termodulasi


yang paling baik dihasilkan jika nilai m = 1.

Dasar Sist. Telkom


Indeks Modulasi
18

 ketika m > 1, pada kondisi ini dikatakan terjadi


overmodulasi.
Overmodulasi akan menghasilkan distorsi pada sinyal
termodulasi, dan envelope sama sekali berbeda bentuknya
dengan sinyal informasi/pemodulasi.

Dasar Sist. Telkom


Spektrum Sinyal AM
Spektrum Frekuensi AM

Spektrum frekuensi terlihat dg menjabarkan sinyal AM


e: t   Vc max 1  m cos 2  f m t  cos 2  f c t 
 Vc max cos 2  f c t   m Vc max cos 2  f m t  cos 2  f c t 

 Vc max cos 2  f c t   Vc max cos 2   f c  f m t  Vc max cos 2   f c  f m t


m m
2 2

Carrier Lower Side Band Upper Side Band

V c max
m (V c max / 2) m (V c max / 2)

fc - fm fc fc + fm
Dasar Sist. Telkom 20
Double Side Band Supressed Carrier ( DSB )
21

Asumsi :
em t   Em max cos 2  fm t  ec t   Ec max cos 2  f c t 
 Gelombang termodulasi DSB diperoleh dengan mengalikan
gelombang pemodulasi dan sinyal carrier maka :
e t   Vm m ax cos 2  f m t  Vc m ax cos 2  f c t 


m
Vc m ax cos 2   fc  f m t 
m
Vc m ax cos 2   fc  f m t
2 2

Lower Side Band Upper Side Band


m (V c max / 2) m (V c max / 2)

fc - fm fc fc + fm
Dasar Sist. Telkom
emax
fm = 1Hz
emin

fc = 15 Hz

22 Dasar Sist. Telkom


fm = 1Hz

fc = 15 Hz

23 Dasar Sist. Telkom


Domain Waktu Vs Frekuensi
Domain Waktu Domain Frekuensi
Sinyal pemodulasi

Sinyal AM

25 Dasar Sist. Telkom


Ec

m1Ec/2 m1Ec/2
m2Ec/2 m2Ec/2
m3Ec/2 m3Ec/2

26 Dasar Sist. Telkom


Sinyal pemodulasi

Sinyal DSB

27 Dasar Sist. Telkom


m1Ec/2 m1Ec/2

m2Ec/2 m2Ec/2
m3Ec/2 m3Ec/2

28 Dasar Sist. Telkom


Pemodulasi

Ec max

Gambar Sinyal AM dengan masukan diskrit

29 Dasar Sist. Telkom


Pemodulasi

Gambar Sinyal DSB dengan masukan diskrit

30 Dasar Sist. Telkom


 % Contoh grafik sinyal AM dan DSB
 Fs = 1440 ;
 t = 0 : 1/Fs : 2 ;
 x = 0.8*sin ( 2* pi * 1 *t ); % sinyal pemodulasi dengan fm = 1 Hz
 x1 = x + 1 ;
 x2 = - x1 ;
 car = sin ( 2 * pi * 15 * t); % sinyal pembawa dengan fc = 15 Hz
 AM = x1 .* car ;
 %
 figure, plot( t, AM , t, x1 , 'r--‘ , t , x2 , 'r--‘ );
 Xlabel ( ' detik ‘ )
 Ylabel ( ' Amplitudo ( volt ) ‘ )
 Title ( ' Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi Full Carier ‘ )
 grid on;
 x3 = 0.8 * sin ( 2 * pi * 1 * t );
 x4 = - x3 ;
 DSB = x3 .* car ;
 %
 figure, plot ( t , DSB , t , x3 , 'r--‘ , t , x4 , 'r--‘ );
 Xlabel ( ' detik ‘ )
 Ylabel ( ' Amplitudo ( volt ) ‘ )
 Title ( ' Gelombang termodulasi Double Side Band ‘ )
 grid on;
 % end
31 Dasar Sist. Telkom
 % Contoh grafik sinyal AM dan DSB
 Fs = 1440;
 t = 0 : 1/Fs :2 ;
 x = 0.4*sin (2*pi*1*t) + 0.5*sin (2*pi*2*t); % sinyal pemodulasi dg fm = 1 Hz dan 2
Hz
 x1 = x + 1 ;
 x2 = - x1 ;
 car = sin (2*pi*15*t); % sinyal pembawa dengan fc = 15 Hz
 AM = x1 .* car ;
 %
 figure, plot(t,AM,t,x1,'r--',t,x2,'r--');
 xlabel(' detik ')
 ylabel(' Amplitudo ( volt ) ')
 title(' Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi Full Carier ')
 grid on;
 x3 = 0.4*sin (2*pi*1*t) + 0.5*sin (2*pi*2*t);
 x4 = - x3 ;
 DSB = x3 .* car ;
 %
 figure, plot(t,DSB,t,x3,'r--',t,x4,'r--');
 xlabel(' detik ')
 ylabel(' Amplitudo ( volt ) ')
 title(' Gelombang termodulasi Double Side Band ')
 grid on;
 % end

32 Dasar Sist. Telkom


 % Grafik SPEKTRUM AMPLITUDO sinyal AM dan DSB
 Fs = 1440;
 t = 0 : 1/Fs : 2 ;
 x = 0.8*sin (2*pi*100*t)- 0.5*sin (2*pi*150*t)+ 0.3*sin (2*pi*200*t) ;
 % Sinyal masukan dengan fm = 100 Hz, 150 Hz, 200 Hz
 x1 = x + 1 ;
 x2 = - x1 ;
 car = sin (2*pi*400*t) ; % Sinyal carrier dengan fc = 400 Hz
 AM = x1 .* car ;
 %
 x3 = 0.8*sin (2*pi*100*t) - 0.5*sin (2*pi*150*t) + 0.3*sin (2*pi*200*t);
 x4 = - x3 ;
 DSB = x3 .* car ;
 %
 % untuk fft AM
 dataAM = fft(AM,512);
 Pyy_AM = dataAM.* conj(dataAM) / 512;
 f_AM = Fs*(0:256)/512;
 figure, plot(f_AM,Pyy_AM(1:257))
 title('Frequency content of y_AM')
 xlabel('frequency (Hz)')
 % end

33 Dasar Sist. Telkom


Rata-rata Daya AM
Rata-rata Daya AM

2
Vm
Daya rata-rata gelombang sinusoidal melewati hambatan R adalah : ax
35 2 R
V c2m ax
Maka berdasar spektrum frekuensi diperoleh : Pc 
2R

Dan untuk LSB dan USB masing-masing : 2


 m V c max 
 2 
 m2
PLSB / USB   Pc
2R 4

Maka total Daya rata-rata adalah :

PTotal  Pc  PLSB  PUSB


m2 m2
 Pc  Pc  Pc
4 4
 m2 
 Pc  1  
 2 
Tegangan atau Arus Efektif sinyal AM

V2
Tegangan efektif sinusoidal melewati hambatan R adalah : PT 
R
36

V c2m ax
Tegangan efektif pada komponen carrier : Pc 
R

V2  m2 
Maka diperoleh hubungan :  Pc 
1 2


R  
V c2  m2 
 1 
R   2 

Maka diperoleh tegangan, arus, dan indek modulasi :

2 2  I  2 
m m m  2    1
V  Vc 1 I  Ic 1  I c  
2 2
Dasar Sist. Telkom
Modulasi AM non sinusoidal

Sinyal Pemodulasi merupakan jumlahan dari beberapa komponen


37 frekuensi :

e m t   e m1 t   e m 2 t   e m 3 t   e m 4 t   .........
Maka diperoleh hubungan :
 m 21 m 22 m 23 m 24 
PT  Pc  1      ...... 
 2 2 2 2 
 

m eff  m 12  m 22  m 32  m 42  .......
Maka diperoleh tegangan, arus, dan indek modulasi :
2 2
m eff m eff
V  Vc 1 I  Ic 1
2 2
Dasar Sist. Telkom
Spektrum AM masukan suara / musik
38

V c max
m1V c max /2 m1V c max /2
m2V c max /2 m2V c max /2
m3V c max /2 m3V c max /2

f c – f3 f c – f2 f c – f1 fc f c + f1 f c + f2 f c + f3

LSB USB

fc – fm max fc fc + fm maax
Bandwidth = 2 fm max
Spektrum DSB masukan suara / musik
39

m1E c max /2 m1E c max /2


m2E c max /2 m2E c max /2
m3E c max /2 m3E c max /2

f c – f3 f c – f2 f c – f1 fc f c + f1 f c + f2 f c + f3

LSB USB

fc – fm max fc fc + fm max
Bandwidth = 2 fm max
Contoh Soal 1:
40

 Suatu gelombang pembawa dengan frekuensi 10


MHz dan tegangan puncak 10 volt, dimodulasi
amplitudo oleh sinyal sinus frekuensi 5 kHz dan
amplitudo 6 Volt. Tentukan indeks modulasi dan
gambarkan sketsa spektrum amplitudonya.

Dasar Sist. Telkom


Contoh Soal 1:
41

 Jawab :
m = Em max / Ec max = 6 / 10 = 0,6

fLSB = fc - fm = 10 – 0,005 = 9,995 MHz

fUSB = fc + fm = 10 + 0,005 = 10,005 MHz

Amplitudo pada LSB dan USB = 0,6 x 10 / 2 = 3 volt

Dasar Sist. Telkom


Contoh Soal 1:
42

 Lanjutan sketsa Contoh Soal :


10 volt

3 volt 3 volt

9,995 10 10,005 f MHz


Dasar Sist. Telkom
Contoh Soal 2 :
43

 Arus antena rata-rata dari pemancar radio AM


adalah 10 A bila tidak dimodulasi, dan menjadi 12
A bila dimodulasi oleh sinyal sinusoidal. Hitunglah
indeks modulasinya.

Dasar Sist. Telkom


Contoh Soal 2 :
44

 Jawab :

 I  2 
m  2    1
 I c  

 12  2 
m 2    1
 10  

m  0,94

Dasar Sist. Telkom


Sampul Gelombang Termodulasi AM
Sampul Gelombang Termodulasi AM

 Persamaan yang menyatakan amplitudo


gelombang termodulasi AM. Ini juga dikenal
sebagai sampul gelombang termodulasi AM.
 Sampul ini merupakan garis imaginer yang
digambar antara nilai-nilai puncak pada setiap
siklus, memberikan bentuk yang ekivalen dengan
bentuk tegangan pemodulasi.
Sampul Gelombang Termodulasi AM

 esampul = Vc + em
= Vc + Vm sin ωm t
Oleh karena Vm = m Vc maka persamaan tersebut
dapat dinyatakan sebagai:
 esampul = Vc + m Vc sin ωm t
= Vc ( 1 + m sin ωm t ) → sampul positif
= - Vc ( 1 + m sin ωm t ) → sampul negatif
Sinyal pemodulasi/
Sinyal Informasi

MODULASI

Sinyal Pembawa/
Sinyal Carrier
Indeks Modulasi M=1
Sinyal pemodulasi/ m = Vm /Vc
Sinyal Informasi

0<M<1

MODULASI

Gambar :
 Buat Envelope M>1
Sinyal Pembawa/  Vm,Vc, Garis Bantu
Sinyal Carrier Sinyal Informasi
Sinyal AM
Soal 1
51
Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi Full Carier
1.5

0.5
Amplitudo ( volt )

-0.5

-1

-1.5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
detik
Berdasarkan gambar gelombang termodulasi AM tersebut, tentukan :
• Persamaan gelombang termodulasinya.
• Gambar sketsa spektrum frekuensinya.
Soal 2
Suatu sinyal carrier dimodulasi amplitudo oleh sinyal masukan sebuah sinus murni,
dan gelombang sinyal termodulasinya sebagaimana berikut ini :

a. Persamaan gelombang termodulasinya.


b. Gambarkan sketsa spektrum frekuensinya.
52 Dasar Sist. Telkom
Soal 3
Suatu sinyal carrier dimodulasi amplitudo oleh sinyal masukan sebuah sinus murni,
dan gelombang sinyal termodulasinya sebagaimana berikut ini :

a. Bila sinyal masukan awal ditambahkan dengan gelombang sinusoidal lain


sebesar Vs  0,6 Sin  50  t   0,9 Cos  80 t  volt , dan dimodulasi
bersamaan, berapakah lebar bandwidth gelombang AM tersebut?
b. Gambarkan sketsa spektrum frekuensinya.
c. Berapakah efisiensinya ( persentase daya yang memuat informasi ) ?

53 Dasar Sist. Telkom


54 Pertemuan ke-1 Dasar Sist. Telkom
Solusi Soal 1
56
Gelombang termodulasi Amplitudo Modulasi Full Carier
1.5

0.5
Amplitudo ( volt )

-0.5

-1

-1.5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

 
detik

e t   Vc max  Vm max cos 2  f m t  cos 2  f c t 


 Vc max 1  m cos 2  f m t  cos 2  f c t 